Yuk kita beri like dan comment serta jangan lupa share gaiss ke grup-grup lainnya
https://youtu.be/fy_xajNp4ZA
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
BPJS Kesehatan Video Profile - long Version
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
GIVEAWAY WINNER 🇲🇨
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 415 Mulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komik:
1. Pujo Setyajie @Puzo_Sicillia (Kabag RT CORPU, SDSU)
2. Andi Nazarullah @andinzrllh (Staf SDM dan Umum KC Kendari)
3. Nonie Erinda @nonierinda (RO KC Kupang)
4. Hidayatul Fitriyati @justnamuh (Staf Adm KPP KC Selong)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada kelas pembelajaran ATE selanjutnya🙏
Fun and meaningful di ATE🥰
#INISIATIF
Privilege tiap Weekend adalah Tidur Siang💯
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 415 Mulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komik:
1. Pujo Setyajie @Puzo_Sicillia (Kabag RT CORPU, SDSU)
2. Andi Nazarullah @andinzrllh (Staf SDM dan Umum KC Kendari)
3. Nonie Erinda @nonierinda (RO KC Kupang)
4. Hidayatul Fitriyati @justnamuh (Staf Adm KPP KC Selong)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada kelas pembelajaran ATE selanjutnya
Fun and meaningful di ATE
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
KUIS TEBAK SKOR (IG) TIMNAS INDONESIA VS CHINA 🇮🇩
Selain tebak skor via polling telegram di atas, nih kita up kembali juga kesempatan tebak skor via kolom komentar Instagram ATE. Terpantau per pagi ini udah ada 469 an partisipan👀
klik di sini untuk ikutan🔥
#INISIATIFdukungTimnas
Selain tebak skor via polling telegram di atas, nih kita up kembali juga kesempatan tebak skor via kolom komentar Instagram ATE. Terpantau per pagi ini udah ada 469 an partisipan
klik di sini untuk ikutan
#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Apa Itu Qonaah di Era Digital? 😇
Oleh: Nadirsyah Hosen
Di era digital ini, ketika hidup sering diukur dengan jumlah likes, views, dan followers, konsep qonaah—merasa cukup dengan yang ada—terdengar seperti sinyal lemah di tengah hiruk-pikuk notifikasi. Tapi justru karena dunia makin bising, qonaah jadi oasis yang menenangkan.
Qonaah bukan berarti anti kemajuan atau pasrah tanpa usaha. Ia bukan malas bertumbuh, tapi tahu kapan cukup. Ia bukan berhenti bermimpi, tapi sadar bahwa tak semua impian harus membuatmu lelah mengejar validasi.
Ketika teman-temanmu mulai pamer liburan, gadget baru, postingan kemesraaan atau pencapaian yang tampak sempurna di layar kaca, qonaah mengajarkan kita untuk tetap bersyukur tanpa iri. Bukankah orang bijak telah memberi petuah:
“Orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki paling banyak, tapi yang paling sedikit kebutuhannya.”
Qonaah di era digital itu seperti mematikan notifikasi demi ketenangan hati. Seperti unfollow akun yang menebar kebencian, uninstall aplikasi yang menjerumuskan hidup. Atau seperti memilih menikmati makanan bersama kolega/keluarga, ketimbang langsung sibuk mengedit foto makanannya agar tampak lebih estetik di Instagram. Qonaah itu bisa menerima dan menikmati hidup dengan penuh cinta.
Masih relevankah qonaah? Justru sekarang qonaah lebih dibutuhkan daripada sebelumnya. Di dunia yang mengajarkan “kurang terus,” qonaah membisikkan: “yang ada sudah cukup asal disyukuri.”
Qonaah itu tak perlu membandingkan apa yang kita punya dan hadapi dalam hidup ini dengan apa yang dialami dan dimiliki orang lain. Yang tampak berlebih belum tentu bahagia. Yang terlihat kurang, belum tentu menderita.
Dan mungkin pada akhirnya, yang membuat kita tenang bukanlah apa yang kita posting di medsos, tapi hati yang berkata:
“Aku tak punya segalanya, tapi bagiku, hidupku ini cukup. Dan merasa cukup… adalah bentuk cinta terbaik pada diri sendiri.”
Aku cukup bagimu. Kamu cakep banget untukku. Gitu gak sih konsepnya? Atau malah gini yah..
Bagiku, dirimu.
Bagi dirimu, aku gak boleh dibagi-bagi
🩷🙏🏻
#INISIATIF
Oleh: Nadirsyah Hosen
Qonaah adalah suatu sikap dalam Islam yang berarti merasa cukup dan puas dengan apa yang telah Tuhan berikan, tanpa merasa kekurangan atau iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Sikap qanaah menunjukkan keridhaan hati terhadap ketentuan Tuhan dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.
Di era digital ini, ketika hidup sering diukur dengan jumlah likes, views, dan followers, konsep qonaah—merasa cukup dengan yang ada—terdengar seperti sinyal lemah di tengah hiruk-pikuk notifikasi. Tapi justru karena dunia makin bising, qonaah jadi oasis yang menenangkan.
Qonaah bukan berarti anti kemajuan atau pasrah tanpa usaha. Ia bukan malas bertumbuh, tapi tahu kapan cukup. Ia bukan berhenti bermimpi, tapi sadar bahwa tak semua impian harus membuatmu lelah mengejar validasi.
Ketika teman-temanmu mulai pamer liburan, gadget baru, postingan kemesraaan atau pencapaian yang tampak sempurna di layar kaca, qonaah mengajarkan kita untuk tetap bersyukur tanpa iri. Bukankah orang bijak telah memberi petuah:
“Orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki paling banyak, tapi yang paling sedikit kebutuhannya.”
Qonaah di era digital itu seperti mematikan notifikasi demi ketenangan hati. Seperti unfollow akun yang menebar kebencian, uninstall aplikasi yang menjerumuskan hidup. Atau seperti memilih menikmati makanan bersama kolega/keluarga, ketimbang langsung sibuk mengedit foto makanannya agar tampak lebih estetik di Instagram. Qonaah itu bisa menerima dan menikmati hidup dengan penuh cinta.
Masih relevankah qonaah? Justru sekarang qonaah lebih dibutuhkan daripada sebelumnya. Di dunia yang mengajarkan “kurang terus,” qonaah membisikkan: “yang ada sudah cukup asal disyukuri.”
Qonaah itu tak perlu membandingkan apa yang kita punya dan hadapi dalam hidup ini dengan apa yang dialami dan dimiliki orang lain. Yang tampak berlebih belum tentu bahagia. Yang terlihat kurang, belum tentu menderita.
Dan mungkin pada akhirnya, yang membuat kita tenang bukanlah apa yang kita posting di medsos, tapi hati yang berkata:
“Aku tak punya segalanya, tapi bagiku, hidupku ini cukup. Dan merasa cukup… adalah bentuk cinta terbaik pada diri sendiri.”
Aku cukup bagimu. Kamu cakep banget untukku. Gitu gak sih konsepnya? Atau malah gini yah..
Bagiku, dirimu.
Bagi dirimu, aku gak boleh dibagi-bagi
🩷🙏🏻
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Senin, 2 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @aliamahoroe @Andraa_Windraa
- PIC Match 3 dan 4 : @FarisFR @Sonia_Fransiska
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025🇲🇨
Senin, 2 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @aliamahoroe @Andraa_Windraa
- PIC Match 3 dan 4 : @FarisFR @Sonia_Fransiska
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2
Demi efektifitas waktu seluruh kegiatan kita, maka Batas keterlambatan seluruh pemain adalah maksimal 5 menit (sebelum dinyatakan kalah WO oleh Panitia). Semoga berkenan 🙏
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Kalah kudukung, menang kusanjung 🫡
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta hari ini (2 Juni 2025). Sampai bertemu di match selanjutnya🇲🇨
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta hari ini (2 Juni 2025). Sampai bertemu di match selanjutnya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
GET READY!!!
Selasa, 3 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @withhardshipwillbeease @Ikaisnawati89
- PIC Match 3 dan 4 : @papavesya @shintaaeyoung
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025🇲🇨
Selasa, 3 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @withhardshipwillbeease @Ikaisnawati89
- PIC Match 3 dan 4 : @papavesya @shintaaeyoung
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🫡1
Kalau Mereka Aktif di Medsos, Memangnya Salah? ✍️
Oleh: Wicaksono
Pernahkah kamu memperhatikan temanmu yang rajin banget bikin konten di media sosial?
Tiap hari ada saja yang dia unggah—entah itu cerita, video pendek, pemikiran, atau foto-foto dari sudut-sudut hidupnya.
Mungkin kamu juga pernah dengar bisik-bisik tentang temanmu yang update banget itu:
“Cari perhatian.”
“Haus validasi.”
“Pamer mulu.”
Komentar seperti itu kadang muncul diam-diam, kadang meledak terang-terangan. Lucunya, penilaian itu datang seolah-olah keinginan untuk dilihat dan didengar adalah kesalahan moral. Seolah-olah, menjadi manusia yang ingin dihargai itu kelewat memalukan.
Padahal kamu tahu, kan, semua orang butuh rasa diterima?
Temanmu mungkin memotret senja bukan buat pamer langit, tapi karena ada keindahan yang ingin ia bagi. Dia menulis refleksi bukan untuk menggurui, tapi karena sedang berusaha membereskan isi kepala yang sumpek. Dia membagikan cerita keseharian bukan untuk pamer sibuk, tapi agar merasa tidak sendiri di dunia yang makin ramai tapi makin sunyi.
Sayangnya, media sosial sering jadi tempat di mana ekspresi tulus justru ditafsir dengan sinisme. Seolah kalau seseorang tampak percaya diri, maka ia pasti sedang menyembunyikan luka. Seolah kalau seseorang bicara banyak, maka ia pasti kosong di dalam.
Tapi bukankah justru sebaliknya juga bisa benar?
Dr. Brené Brown, peneliti keberanian dan kerentanan, pernah bilang bahwa membiarkan diri kita terlihat—meski dengan risiko disalahpahami—adalah tindakan keberanian yang jarang diapresiasi.
Di buku Emotional Agility, Dr. Susan David mengingatkan bahwa mengakui kebutuhan akan validasi bukanlah kelemahan, tapi pengakuan jujur bahwa kita manusia.
Coba lihat sekelilingmu: Penulis mencari pembaca. Guru mencari murid yang mendengarkan.Seniman mencari penonton yang tergerak. Bahkan bayi menangis bukan cuma karena lapar, tapi karena ingin disapa, diperhatikan.
Kalau begitu, kenapa orang yang aktif di medsos lalu dianggap terlalu "butuh perhatian"?
Bukankah perhatian itu bagian dari bahasa cinta manusia? Dan manusia pada dasarnya, secara kondrati, butuh perhatian!
Masih ingat teori Maslow tentang hierarki kebutuhan, kan?
Ironisnya, yang paling lantang menyebut orang lain “cari validasi” sering juga sedang mencari validasi—hanya dari sudut berbeda. Dia ingin diakui sebagai orang yang ‘lebih dewasa’ karena tak banyak bicara. Ingin dilihat sebagai yang ‘lebih dalam’ karena jarang tampil.
Tapi, seperti kata Marshall McLuhan, “the medium is the message.” Media sosial bukan soal seberapa sering kamu muncul, tapi seberapa jujur kamu hadir.
Kamu mungkin pernah merasa risih dengan orang yang aktif di medsos. Tapi sebelum buru-buru menghakimi, mungkin lebih bijak untuk bertanya:
Apa yang sedang mereka coba sampaikan? Apa yang sedang mereka cari? Apa yang sedang mereka perjuangkan agar tetap merasa hidup?
Karena dunia ini sudah terlalu bising oleh orang yang sinis, dan terlalu sunyi oleh orang yang jujur. Kamu bisa memilih: jadi yang mencibir, atau jadi yang memahami.
Tabik!
#INISIATIF
Oleh: Wicaksono
Pernahkah kamu memperhatikan temanmu yang rajin banget bikin konten di media sosial?
Tiap hari ada saja yang dia unggah—entah itu cerita, video pendek, pemikiran, atau foto-foto dari sudut-sudut hidupnya.
Mungkin kamu juga pernah dengar bisik-bisik tentang temanmu yang update banget itu:
“Cari perhatian.”
“Haus validasi.”
“Pamer mulu.”
Komentar seperti itu kadang muncul diam-diam, kadang meledak terang-terangan. Lucunya, penilaian itu datang seolah-olah keinginan untuk dilihat dan didengar adalah kesalahan moral. Seolah-olah, menjadi manusia yang ingin dihargai itu kelewat memalukan.
Padahal kamu tahu, kan, semua orang butuh rasa diterima?
Temanmu mungkin memotret senja bukan buat pamer langit, tapi karena ada keindahan yang ingin ia bagi. Dia menulis refleksi bukan untuk menggurui, tapi karena sedang berusaha membereskan isi kepala yang sumpek. Dia membagikan cerita keseharian bukan untuk pamer sibuk, tapi agar merasa tidak sendiri di dunia yang makin ramai tapi makin sunyi.
Sayangnya, media sosial sering jadi tempat di mana ekspresi tulus justru ditafsir dengan sinisme. Seolah kalau seseorang tampak percaya diri, maka ia pasti sedang menyembunyikan luka. Seolah kalau seseorang bicara banyak, maka ia pasti kosong di dalam.
Tapi bukankah justru sebaliknya juga bisa benar?
Dr. Brené Brown, peneliti keberanian dan kerentanan, pernah bilang bahwa membiarkan diri kita terlihat—meski dengan risiko disalahpahami—adalah tindakan keberanian yang jarang diapresiasi.
Di buku Emotional Agility, Dr. Susan David mengingatkan bahwa mengakui kebutuhan akan validasi bukanlah kelemahan, tapi pengakuan jujur bahwa kita manusia.
Coba lihat sekelilingmu: Penulis mencari pembaca. Guru mencari murid yang mendengarkan.Seniman mencari penonton yang tergerak. Bahkan bayi menangis bukan cuma karena lapar, tapi karena ingin disapa, diperhatikan.
Kalau begitu, kenapa orang yang aktif di medsos lalu dianggap terlalu "butuh perhatian"?
Bukankah perhatian itu bagian dari bahasa cinta manusia? Dan manusia pada dasarnya, secara kondrati, butuh perhatian!
Masih ingat teori Maslow tentang hierarki kebutuhan, kan?
Ironisnya, yang paling lantang menyebut orang lain “cari validasi” sering juga sedang mencari validasi—hanya dari sudut berbeda. Dia ingin diakui sebagai orang yang ‘lebih dewasa’ karena tak banyak bicara. Ingin dilihat sebagai yang ‘lebih dalam’ karena jarang tampil.
Tapi, seperti kata Marshall McLuhan, “the medium is the message.” Media sosial bukan soal seberapa sering kamu muncul, tapi seberapa jujur kamu hadir.
Kamu mungkin pernah merasa risih dengan orang yang aktif di medsos. Tapi sebelum buru-buru menghakimi, mungkin lebih bijak untuk bertanya:
Apa yang sedang mereka coba sampaikan? Apa yang sedang mereka cari? Apa yang sedang mereka perjuangkan agar tetap merasa hidup?
Karena dunia ini sudah terlalu bising oleh orang yang sinis, dan terlalu sunyi oleh orang yang jujur. Kamu bisa memilih: jadi yang mencibir, atau jadi yang memahami.
Tabik!
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤7🙏1
Laga hidup mati akan tersaji antara Timnas Indonesia vs China pada matchday ke-9 putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (5/6/2025) pukul 20.45 WIB.
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), laga antara Timnas Indonesia vs China diprediksi akan berlangsung sengit. Sebab, kedua tim sama-sama wajib meraih kemenangan, guna menjaga asa untuk lolos ke putaran selanjutnya.🔥
Timnas Indonesia pada pertandingan ini cukup diuntungkan. Sebab, bermain di depan puluhan ribu penonton yang siap memadati SUGBK, yang mana hal itu juga bisa menjadi tambahan dukungan moral bagi mereka saat hadapi China.
Pada pertemuan pertama di Qingdao, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 2-1 atas China. Tentu saja, di pertandingan ini skuad Garuda siap membalaskan kekalahan atas tim asuhan Branko Ivankovic itu.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos/Tote ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Kamis, 5 Juni 2025 pukul 17.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ketika Kamu Menyebutnya Sebagai Sebuah Kegagalan, Kami Malah Menyebutnya Sebagai Sebuah Pelajaran 🫡
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Selasa, 3 Juni 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya🇲🇨
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Selasa, 3 Juni 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Rabu, 4 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @Rohbert0 @aakarpohon
- PIC Match 3 dan 4 : @deyaaaq @noviaaia
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025🇲🇨
Rabu, 4 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @Rohbert0 @aakarpohon
- PIC Match 3 dan 4 : @deyaaaq @noviaaia
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @haiduladha @mirdaherlinda
- PIC Match 3 dan 4 : @Citraoktabangun @Ilhamakbarw
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025🇲🇨
Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @haiduladha @mirdaherlinda
- PIC Match 3 dan 4 : @Citraoktabangun @Ilhamakbarw
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BURNOUT 🤪 🤯
Oleh: Vicario Reinaldo
Kita mengira burnout itu karena
• Beban kerja terlalu besar
• Tekanan yang terlalu banyak
• Jam kerja yang panjang
Ada benarnya, tapi ada penyebab lain yang jarang dibahas yakni → Impact yang kita buat terlalu kecil
Ketika penyebab burnout adalah impact yang terlalu kecil maka Istirahat atau mengurangi jam kerja bukan jadi solusi
Dari buku Impact Player, gue belajar 3 cara meningkatkan impact tanpa harus kerja lebih lama
1. Proaktif mengatasi masalah✅
Karyawan terbaik ga membatasi diri pada tugasnya sendiri. Tapi dia proaktif untuk mencari apa hal penting yang dibutuhkan organisasi saat itu juga, Kemudian mengambil peran aktif untuk membantu kesuksesan tersebut.
Cara melatih mindset ini adalah dengan bertanya
• Apa hal yang lagi diprioritaskan oleh perusahaan saat ini?
• Apa masalah yang dihadapi perusahaan sekarang?
• Di antara prioritas dan masalah tadi, apa yang bisa gue contribute dengan skill unik yang gue punya?
2. Tingkatkan tantangan bukan kuantitas pekerjaan✅
Menurut studi, kepuasan kerja meningkat seiring meningkatnya tantangan di pekerjaan
Cari cara biar lo dapat:
• Project yang berdampak untuk organisasi
• Pekerjaan yang ga terlalu mudah, tapi juga ga bikin lo overwhelmed
Latihannya: Coba ngomong "iya" untuk tawaran pekerjaan yang menurut lo menantang
Meskipun saat itu lo ga tau gimana caranya, tapi itu bisa dipikirin nanti dalam prosesnya
Kadar "menantang" atau gak ini sangat subjektif, jadi pinter-pinter membaca kapasitas lo ya
3. Kembangkan resilience dan grit✅
Ketika ada masalah, Impact Player (Pemain berdampak) gak mudah kaget, pembawaannya cenderung tenang dan fokus pada solusi
• Meminta feedback dan mengeksekusinya
• Mencari bantuan atau expert untuk memecahkan masalah
• Melakukan eksperimen dan mengambil pelajaran
Recap
3 cara mengatasi burnout karena impact terlalu kecil
1. Proaktif mengatasi masalah
2. Tingkatkan tantangan bukan kuantitas pekerjaan
3. Kembangkan resilience dan grit
#INISIATIF
Oleh: Vicario Reinaldo
Kita mengira burnout itu karena
• Beban kerja terlalu besar
• Tekanan yang terlalu banyak
• Jam kerja yang panjang
Ada benarnya, tapi ada penyebab lain yang jarang dibahas yakni → Impact yang kita buat terlalu kecil
Gimana tuh impact yang terlalu kecil?
• Pekerjaan terlalu mudah dan gak berdampak banyak pada organisasi
• Tidak ada tantangan dan gak mengoptimalkan potensi yang kita punya
• Merasa kosong dan kurangnya kepuasan
Ketika penyebab burnout adalah impact yang terlalu kecil maka Istirahat atau mengurangi jam kerja bukan jadi solusi
Dari buku Impact Player, gue belajar 3 cara meningkatkan impact tanpa harus kerja lebih lama
1. Proaktif mengatasi masalah
Karyawan terbaik ga membatasi diri pada tugasnya sendiri. Tapi dia proaktif untuk mencari apa hal penting yang dibutuhkan organisasi saat itu juga, Kemudian mengambil peran aktif untuk membantu kesuksesan tersebut.
Cara melatih mindset ini adalah dengan bertanya
• Apa hal yang lagi diprioritaskan oleh perusahaan saat ini?
• Apa masalah yang dihadapi perusahaan sekarang?
• Di antara prioritas dan masalah tadi, apa yang bisa gue contribute dengan skill unik yang gue punya?
2. Tingkatkan tantangan bukan kuantitas pekerjaan
Menurut studi, kepuasan kerja meningkat seiring meningkatnya tantangan di pekerjaan
Cari cara biar lo dapat:
• Project yang berdampak untuk organisasi
• Pekerjaan yang ga terlalu mudah, tapi juga ga bikin lo overwhelmed
Latihannya: Coba ngomong "iya" untuk tawaran pekerjaan yang menurut lo menantang
Meskipun saat itu lo ga tau gimana caranya, tapi itu bisa dipikirin nanti dalam prosesnya
Kadar "menantang" atau gak ini sangat subjektif, jadi pinter-pinter membaca kapasitas lo ya
3. Kembangkan resilience dan grit
Resilience (Ketahanan):
Selalu yakin solusinya ada, bahkan jika itu butuh waktu yang lama
Grit (Ketabahan):
Gak gampang nyerah ketika menemukan masalah dalam prosesnya
Ketika ada masalah, Impact Player (Pemain berdampak) gak mudah kaget, pembawaannya cenderung tenang dan fokus pada solusi
• Meminta feedback dan mengeksekusinya
• Mencari bantuan atau expert untuk memecahkan masalah
• Melakukan eksperimen dan mengambil pelajaran
Recap
3 cara mengatasi burnout karena impact terlalu kecil
1. Proaktif mengatasi masalah
2. Tingkatkan tantangan bukan kuantitas pekerjaan
3. Kembangkan resilience dan grit
Dari 3 cara tadi, mana yang Sobat ATE mau coba dalam waktu dekat?
🤝
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤5
Ketika Kamu Menyebutnya Sebagai Sebuah Kegagalan, Kami Malah Menyebutnya Sebagai Sebuah Pelajaran 🫡
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Rabu, 4 Juni 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya🇲🇨
Terima kasih atas perjuangan seluruh peserta pada Rabu, 4 Juni 2025. Sampai bertemu di match selanjutnya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @haiduladha @mirdaherlinda
- PIC Match 3 dan 4 : @Citraoktabangun @Ilhamakbarw
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025🇲🇨
Kamis, 5 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
- PIC Match 1 dan 2 : @haiduladha @mirdaherlinda
- PIC Match 3 dan 4 : @Citraoktabangun @Ilhamakbarw
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1
THE UPSIDE OF STRESS 😑
oleh: Vicario Reinaldo
Selama 7 tahun berkarir, saya menganggap stress itu buruk Jadi saya berusaha untuk menghindarinya. Ternyata persepsi dan pendekatan ini salah
Ini insights mengenai stress dan cara menghadapinya dari buku The Upside of Stress
Insight 1: Stress tingkat tinggi dapat mengakibatkan resiko kematian hingga 43%✅
Lah kalo gitu bener dong stress itu buruk?
Mari kita kulik lebih dalam
Ternyata stress berdampak buruk hanya kepada orang orang yang memiliki persepsi bahwa stress itu berbahaya
Untuk mereka yang mengalami stress tapi ga menganggap itu berbahaya, mereka ga lebih rentan terhadap resiko kematian
Insight 2: Selama ini stress mendapat asosiasi negatif✅
Penelitian tentang stress seringkali memakai tikus sebagai objek. Tikus dibuat stress dengan dikurung dan diserang oleh tikus lain.
Ketika tikus berperilaku depresif, konklusi yang muncul “Penelitian menunjukkan stress membuat kita depresi”
Well, sebenernya ini ga sepenuhnya salah tapi ga sepenuhnya tepat juga
Kita mungkin punya kerjaan yang demanding dan butuh waktu mengurus keluarga
Tapi kita ga berada di situasi seperti tikus ini di mana kehidupan kita terancam setiap waktu
Insight 3: Stress itu juga bisa memiliki manfaat positif✅
Coba deh kita ingat ingat lagi momen dimana kita merasa stress. Ada stress yang amit-amit gamau dialamin lagi
Tapi ada juga stress yang ternyata bisa bikin kita jadi lebih baik lagi
Ini 3 hal yang bisa kamu coba setiap kali merasa stress
Step 1: Sadarin ketika kamu merasakan stress❤️
Setiap orang memiliki penyebab stress yang berbeda, Jadi coba cari tahu apa sih yang bikin kamu stress
Apakah itu ketika mau presentasi, lagi dikasi project baru, atau malah ga berhubungan sama kerjaan
Saya merasakan ini ketika lagi debat sama orang untuk ide yang saya percaya banget tapi orang itu ga nangkep. Rasanya kayak saya berhenti bernapas, terus detak jantung cepet banget, dan bawaannya kesel
Cara sadar ada 2 bisa saat itu juga dan bisa juga setelah selesai kerja
Semakin kamu terbiasa, biasanya semakin cepat kamu sadar kapan kamu merasakan stress
Step 2: Menganalisis stress lebih dalam❤️
Ketika udah sadar kalo kamu merasakan stress, berikutnya kamu bisa menganalisa lebih dalam
Bisa mulai dengan pertanyaan simple “Kenapa ya saya ngotot banget sama hal itu?”
Dari sini saya jadi mempertanyakan apa yang sebenernya dalam bahaya
Apakah kalo orang ga nangkep ide saya itu bahaya? Dari situ saya jadi sadar tiga hal
Pertama, saya gampang kebawa perasaan kalo lagi bahas hal yang saya passionate
Kedua, saya ngerasa ga butuh butuh amat sih untuk segitunya ngotot sama ide ini
Ketiga, ya kalo orangnya belum paham dijelasin aja
Step 3: Menyalurkan energi yang didapat dari stress❤️
Ketika lagi banyak energi ini, kita salurin lah ke hal yang lebih konstruktif. Ga harus melakukan apa yang produktif tapi sebaiknya ga destruktif
Untuk tahu apa yang bisa kita lakukan, kita bisa reflect pertanyaan ini
“Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang sejalan dengan tujuan dan value saya?”
Di kasus saya biasanya rilis dulu dengan journalling. Saya tulisin tuh segala kekesalan yang saya rasain Lalu saya commit sama action item untuk selanjutnya
Recap
Persepsi bahwa stress itu negatif -> bahaya
Ini 3 step untuk memiliki persepsi yang lebih holistik tentang stress
Step 1: Sadarin ketika kamu merasakan stress
Step 2: Menganalisis stress lebih dalam
Step 3: Menyalurkan energi yang didapat dari stress
#INISIATIF
oleh: Vicario Reinaldo
Selama 7 tahun berkarir, saya menganggap stress itu buruk Jadi saya berusaha untuk menghindarinya. Ternyata persepsi dan pendekatan ini salah
Ini insights mengenai stress dan cara menghadapinya dari buku The Upside of Stress
Insight 1: Stress tingkat tinggi dapat mengakibatkan resiko kematian hingga 43%
Lah kalo gitu bener dong stress itu buruk?
Mari kita kulik lebih dalam
Ternyata stress berdampak buruk hanya kepada orang orang yang memiliki persepsi bahwa stress itu berbahaya
Untuk mereka yang mengalami stress tapi ga menganggap itu berbahaya, mereka ga lebih rentan terhadap resiko kematian
Dari riset ini, peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa bukan stress aja yang membunuh orang, Melainkan kombinasi dari stress dan kepercayaan kalau stress itu berbahaya
Insight 2: Selama ini stress mendapat asosiasi negatif
Penelitian tentang stress seringkali memakai tikus sebagai objek. Tikus dibuat stress dengan dikurung dan diserang oleh tikus lain.
Ketika tikus berperilaku depresif, konklusi yang muncul “Penelitian menunjukkan stress membuat kita depresi”
Well, sebenernya ini ga sepenuhnya salah tapi ga sepenuhnya tepat juga
Kita mungkin punya kerjaan yang demanding dan butuh waktu mengurus keluarga
Tapi kita ga berada di situasi seperti tikus ini di mana kehidupan kita terancam setiap waktu
Insight 3: Stress itu juga bisa memiliki manfaat positif
Coba deh kita ingat ingat lagi momen dimana kita merasa stress. Ada stress yang amit-amit gamau dialamin lagi
Tapi ada juga stress yang ternyata bisa bikin kita jadi lebih baik lagi
Ini 3 hal yang bisa kamu coba setiap kali merasa stress
Step 1: Sadarin ketika kamu merasakan stress
Setiap orang memiliki penyebab stress yang berbeda, Jadi coba cari tahu apa sih yang bikin kamu stress
Apakah itu ketika mau presentasi, lagi dikasi project baru, atau malah ga berhubungan sama kerjaan
Saya merasakan ini ketika lagi debat sama orang untuk ide yang saya percaya banget tapi orang itu ga nangkep. Rasanya kayak saya berhenti bernapas, terus detak jantung cepet banget, dan bawaannya kesel
Cara sadar ada 2 bisa saat itu juga dan bisa juga setelah selesai kerja
Semakin kamu terbiasa, biasanya semakin cepat kamu sadar kapan kamu merasakan stress
Step 2: Menganalisis stress lebih dalam
Ketika udah sadar kalo kamu merasakan stress, berikutnya kamu bisa menganalisa lebih dalam
Bisa mulai dengan pertanyaan simple “Kenapa ya saya ngotot banget sama hal itu?”
Stress itu terjadi ketika sesuatu yang kita pedulikan berada dalam situasi “
bahaya
”
Dari sini saya jadi mempertanyakan apa yang sebenernya dalam bahaya
Apakah kalo orang ga nangkep ide saya itu bahaya? Dari situ saya jadi sadar tiga hal
Pertama, saya gampang kebawa perasaan kalo lagi bahas hal yang saya passionate
Kedua, saya ngerasa ga butuh butuh amat sih untuk segitunya ngotot sama ide ini
Ketiga, ya kalo orangnya belum paham dijelasin aja
Step 3: Menyalurkan energi yang didapat dari stress
Ketika lagi banyak energi ini, kita salurin lah ke hal yang lebih konstruktif. Ga harus melakukan apa yang produktif tapi sebaiknya ga destruktif
Untuk tahu apa yang bisa kita lakukan, kita bisa reflect pertanyaan ini
“Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang sejalan dengan tujuan dan value saya?”
Di kasus saya biasanya rilis dulu dengan journalling. Saya tulisin tuh segala kekesalan yang saya rasain Lalu saya commit sama action item untuk selanjutnya
Recap
Persepsi bahwa stress itu negatif -> bahaya
Ini 3 step untuk memiliki persepsi yang lebih holistik tentang stress
Step 1: Sadarin ketika kamu merasakan stress
Step 2: Menganalisis stress lebih dalam
Step 3: Menyalurkan energi yang didapat dari stress
Sobat ATE biasanya akan merasakan stress dalam situasi seperti apa?
🤝
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SI PALING JITU 👑
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Timnas Indonesia menang dengan skor 1-0
dan
- Titik Putih (Penalti)
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu🇲🇨
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Jum'at, 6 Juni maks pukul 15.00 WIB🎁
#INISIATIFdukungTimnas
Timnas Indonesia terus menjaga asa menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah mengalahkan China 1-0 dalam laga lanjutan Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kemenangan ini menjadi krusial bagi skuad Garuda yang kini mengoleksi 12 poin dari 9 pertandingan dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Grup C, menggusur Arab Saudi yang baru akan bertanding pada Jumat (6/6)🇲🇨
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Timnas Indonesia menang dengan skor 1-0
dan
- Titik Putih (Penalti)
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Jum'at, 6 Juni maks pukul 15.00 WIB
#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM