GIVEAWAY WINNER ๐ฒ๐จ
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 414 The Diary of a CEO, Membongkar Pola Pikir Para Pemimpin Hebat:
1. Ibu Sri Wahyuningsih (Asdep Administrasi Badan)
2. Nur Sugiarti (PATT Telekolekting KC Semarang)
3. Fabio Syakira H @Fabioo_17 (PATT FL Kab Pesisir Selatan KC Padang)
4. Rahayu Triana Yusti (Verifikator Klaim KC Medan)
5. Effi Ekayanti @aakarpohon (RO KC Palopo)
6. Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kabag PKP KC Bengkulu)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada kelas pembelajaran ATE selanjutnya๐
Fun and meaningful di ATE๐ฅฐ
#INISIATIF
JUM'AT (Jangan Lupa Untuk Makin Hebat)๐ฏ
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 414 The Diary of a CEO, Membongkar Pola Pikir Para Pemimpin Hebat:
1. Ibu Sri Wahyuningsih (Asdep Administrasi Badan)
2. Nur Sugiarti (PATT Telekolekting KC Semarang)
3. Fabio Syakira H @Fabioo_17 (PATT FL Kab Pesisir Selatan KC Padang)
4. Rahayu Triana Yusti (Verifikator Klaim KC Medan)
5. Effi Ekayanti @aakarpohon (RO KC Palopo)
6. Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kabag PKP KC Bengkulu)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada kelas pembelajaran ATE selanjutnya
Fun and meaningful di ATE
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
KOPDAR PAMJAKIAN #5
Kopi Daring Pamjakian edisi 5
Transformasi digital sistem kesehatan nasional menuntut klaim asuransi yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Tantangan interoperabilitas antar penyedia layanan dan perusahaan asuransi menjadi krusial untuk diatasi bersama.
Kopdar Pamjakian kembali hadir dengan topik pembahasan:
INTEROPERABILITAS KLAIM ASURANSI KESEHATAN
๐๏ธ Minggu, 25 Mei 2025
๐ 09.00โ12.00 WIB
๐ Zoom โ bit.ly/KopdarPanjiEd-5
๐๏ธ Narasumber:
โข dr. Mulyadi Muchtiar, M.A.R.S. โ Direktur Utama RS Yarsi
โข dr. Aditya Indra Kusuma โ Head of Onboarding & Insurance Benefit, Sun Life Indonesia
โข Risty Restia, AAK โ Technical Advisor Pembiayaan Kesehatan, TTDK Kemenkes RI
๐ฃ๏ธ Moderator:
Jefri, AAK โ PAMJAKI
Mari diskusikan peluang dan tantangan integrasi data klaim antar sistem dan lembaga demi ekosistem asuransi kesehatan yang lebih efisien dan berdaya saing.
๐ Terbuka bagi profesional kesehatan, praktisi asuransi, serta pemangku kepentingan ekosistem pembiayaan kesehatan digital.
Informasi:
Ayu: +62 878-7289-6025
Mukhlis: +62 821-3020-0212
Kopi Daring Pamjakian edisi 5
Transformasi digital sistem kesehatan nasional menuntut klaim asuransi yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Tantangan interoperabilitas antar penyedia layanan dan perusahaan asuransi menjadi krusial untuk diatasi bersama.
Kopdar Pamjakian kembali hadir dengan topik pembahasan:
INTEROPERABILITAS KLAIM ASURANSI KESEHATAN
๐๏ธ Minggu, 25 Mei 2025
๐ 09.00โ12.00 WIB
๐ Zoom โ bit.ly/KopdarPanjiEd-5
๐๏ธ Narasumber:
โข dr. Mulyadi Muchtiar, M.A.R.S. โ Direktur Utama RS Yarsi
โข dr. Aditya Indra Kusuma โ Head of Onboarding & Insurance Benefit, Sun Life Indonesia
โข Risty Restia, AAK โ Technical Advisor Pembiayaan Kesehatan, TTDK Kemenkes RI
๐ฃ๏ธ Moderator:
Jefri, AAK โ PAMJAKI
Mari diskusikan peluang dan tantangan integrasi data klaim antar sistem dan lembaga demi ekosistem asuransi kesehatan yang lebih efisien dan berdaya saing.
๐ Terbuka bagi profesional kesehatan, praktisi asuransi, serta pemangku kepentingan ekosistem pembiayaan kesehatan digital.
Informasi:
Ayu: +62 878-7289-6025
Mukhlis: +62 821-3020-0212
๐ฏ๐ต Jepang umumkan sebagian besar skuad cadangan untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia bulan Juni melawan ๐ฆ๐บ Australia dan ๐ฎ๐ฉ Indonesia, 7 pemain debutan mendapat panggilan timnas pertamanya, sementara beberapa pemain bintang besar absen.
Nampaknya Pelatih Hajime Moriyasu akan menggunakan dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Putaran 3 terakhir ini untuk bereksperimen, karena Jepang telah dinyatakan lolos ke Piala Dunia 2026 terlepas dari apapun hasil di 2
laga terakhir ini.
Nampaknya Pelatih Hajime Moriyasu akan menggunakan dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Putaran 3 terakhir ini untuk bereksperimen, karena Jepang telah dinyatakan lolos ke Piala Dunia 2026 terlepas dari apapun hasil di 2
laga terakhir ini.
๐ซ Deretan Pemain andalan Jepang yang gak dipanggil seperti Kaoru Mitoma, Junya Ito, Hidemasa Morita, Ayase Ueda, Hiroki Ito, Ko Itakura, Ritsu Doan, Takehiro Tomiyasu (cedera), Daizen Maeda, Reo Hatate, Ao Tanaka, Takumi Minamino, Koki Ogawa (cedera), Yuki Sugawara, Seiya Maikuma, dan masih banyak lagi.
Akankah Timnas Garuda dapat memanfaatkan skuad lapis kedua Jepang ini? atau Jepang tetaplah Jepang, tidak peduli siapa yang berada di lapangan akan tetap kena bantai? ๐
๐ #AsianQualifiers ๐๐จ๐ฎ๐ง๐ ๐
โฝ๏ธ Matchday ๐ and ๐๐
๐ China โ ๐/๐๐/๐๐๐๐
๐ Japan โ ๐๐/๐๐/๐๐๐๐
#INISIATIFdukungTimnas #GarudaMendunia
#INISIATIFdukungTimnas #GarudaMendunia
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Kebijaksanaan (Wisdom) = Personal Values + EQ ๐
oleh: Emil Bachtiar
Apa itu kebijaksanaan? Banyak orang mengira bahwa kebijaksanaan bisa muncul seiring bertambahnya usia atau banyaknya buku yang dibaca. Padahal, kebijaksanaan lebih erat kaitannya dengan seberapa dalam seseorang memahami personal values dan menjalani hidup berdasarkan nilai-nilai itu. Tapi menjadi bijaksana bukan soal seberapa banyak yang kita tahu, melainkan bagaimana kita menjalani hidup berdasarkan apa yang kita pahami.
Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk hidup selaras dengan nilai-nilai yang penting, dengan mempertimbangkan kebaikan, konteks, dan akibat. Orang yang bijaksana bukan hanya tahu apa yang benar, tapi juga tahu kapan, bagaimana, dan sejauh mana bertindak. Ia tidak hanya berprinsip, tapi juga peka terhadap perasaan dan situasi orang lain.
Orang yang bijaksana tidak mudah reaktif. Ia tidak tergesa menilai, tidak merasa paling benar. Ia mendengarkan, merenung, dan bertindak dengan tenang. Ia tidak hanya tahu apa yang penting, tapi juga menjalaninya secara konsisten. Kehadirannya membawa ketenangan.
Di tengah dunia yang penuh kebisingan dan tuntutan instan, kebijaksanaan menjadi langka. Tapi justru karena itu, ia menjadi semakin penting. Bukan hanya untuk menjadi pemimpin yang baik, tapi untuk menjadi manusia yang utuh. Tanpa kebijaksanaan, nilai kehilangan makna, dan kecerdasan emosi kehilangan arah.
Contoh kebijaksanaan dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Seorang guru yang menegur muridnya dengan tenang dan penuh empati, bukan dengan kemarahan, karena tahu anak itu sedang menghadapi masalah di rumah.โ
2. Seorang teman yang memilih diam dan mendengarkan ketika sahabatnya curhat, walau sebenarnya tidak setuju, karena tahu bahwa yang dibutuhkan saat itu adalah pendampingan, bukan perdebatan.โ
3. Seorang pemimpin yang menunda keputusan penting agar bisa mempertimbangkan semua sudut pandang, meskipun ada tekanan untuk segera bertindak.โ
4. Seorang anak yang memaafkan orang tuanya yang pernah menyakitinya. Bukan karena melupakan, tapi karena ingin hidup tanpa membawa beban dendam.โ
Kebijaksanaan tidak selalu terlihat dalam keputusan besar. Ia justru sering hadir dalam pilihan-pilihan kecil yang diambil dengan pertimbangan dan kesadaran. Dalam dunia yang bergerak cepat, pilihan seperti itu adalah bentuk keteguhan.
Menjadi bijaksana bukan hasil dari usia, gelar, atau pengalaman semata. Ia tumbuh dari hidup yang dijalani dengan kesadaranโmerenung, merasa, memilih, dan menyesuaikan diri. Ia bukan kesempurnaan, melainkan proses yang terus berjalan untuk tetap jernih dan manusiawiโmenjaga agar kita tidak kehilangan arah, tidak kehilangan empati, dan tidak kehilangan diri sebagai manusia di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan.
#INISIATIF
oleh: Emil Bachtiar
Apa itu kebijaksanaan? Banyak orang mengira bahwa kebijaksanaan bisa muncul seiring bertambahnya usia atau banyaknya buku yang dibaca. Padahal, kebijaksanaan lebih erat kaitannya dengan seberapa dalam seseorang memahami personal values dan menjalani hidup berdasarkan nilai-nilai itu. Tapi menjadi bijaksana bukan soal seberapa banyak yang kita tahu, melainkan bagaimana kita menjalani hidup berdasarkan apa yang kita pahami.
Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk hidup selaras dengan nilai-nilai yang penting, dengan mempertimbangkan kebaikan, konteks, dan akibat. Orang yang bijaksana bukan hanya tahu apa yang benar, tapi juga tahu kapan, bagaimana, dan sejauh mana bertindak. Ia tidak hanya berprinsip, tapi juga peka terhadap perasaan dan situasi orang lain.
Kebijaksanaan bukan semata soal logika. Ia lahir dari pertemuan dua hal penting: personal values (nilai-nilai pribadi yang diyakini) dan emotional intelligence (kepekaan emosi terhadap diri sendiri dan orang lain). Personal values memberi arah hidup. EQ memberi kepekaan dalam menjalaninya. Tanpa personal values, seseorang bisa cerdas secara emosi tapi manipulatif. Tanpa EQ, seseorang bisa hidup berprinsip tapi menghakimi dan menyakiti.
Orang yang bijaksana tidak mudah reaktif. Ia tidak tergesa menilai, tidak merasa paling benar. Ia mendengarkan, merenung, dan bertindak dengan tenang. Ia tidak hanya tahu apa yang penting, tapi juga menjalaninya secara konsisten. Kehadirannya membawa ketenangan.
Di tengah dunia yang penuh kebisingan dan tuntutan instan, kebijaksanaan menjadi langka. Tapi justru karena itu, ia menjadi semakin penting. Bukan hanya untuk menjadi pemimpin yang baik, tapi untuk menjadi manusia yang utuh. Tanpa kebijaksanaan, nilai kehilangan makna, dan kecerdasan emosi kehilangan arah.
Contoh kebijaksanaan dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Seorang guru yang menegur muridnya dengan tenang dan penuh empati, bukan dengan kemarahan, karena tahu anak itu sedang menghadapi masalah di rumah.
2. Seorang teman yang memilih diam dan mendengarkan ketika sahabatnya curhat, walau sebenarnya tidak setuju, karena tahu bahwa yang dibutuhkan saat itu adalah pendampingan, bukan perdebatan.
3. Seorang pemimpin yang menunda keputusan penting agar bisa mempertimbangkan semua sudut pandang, meskipun ada tekanan untuk segera bertindak.
4. Seorang anak yang memaafkan orang tuanya yang pernah menyakitinya. Bukan karena melupakan, tapi karena ingin hidup tanpa membawa beban dendam.
Kebijaksanaan tidak selalu terlihat dalam keputusan besar. Ia justru sering hadir dalam pilihan-pilihan kecil yang diambil dengan pertimbangan dan kesadaran. Dalam dunia yang bergerak cepat, pilihan seperti itu adalah bentuk keteguhan.
Menjadi bijaksana bukan hasil dari usia, gelar, atau pengalaman semata. Ia tumbuh dari hidup yang dijalani dengan kesadaranโmerenung, merasa, memilih, dan menyesuaikan diri. Ia bukan kesempurnaan, melainkan proses yang terus berjalan untuk tetap jernih dan manusiawiโmenjaga agar kita tidak kehilangan arah, tidak kehilangan empati, dan tidak kehilangan diri sebagai manusia di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan.
Apakah Sobat ATE pernah melihat/mengamati orang yang "bijaksana" sesuai penjelasan di atas?
๐ซก
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
KENAPA IDE SERING MUNCUL DI TOILET ๐ง
oleh: Budiman Hakim
Tau gak? Saya punya pemahaman bahwa manusia itu ditakdirkan untuk berkarya. Berkarya itu penting untuk melanjutkan peradaban. Dan hebatnya, Tuhan tidak cuma nyuruh-nyuruh doang, Dia membekali kita perangkat untuk berkarya. Apa itu? Ada dua, 1. Pancaindra dan 2. Otak.
Pancaindra tugasnya sederhana: mendeteksi data. Dia seperti satpam di gerbang, melaporkan semua tamu yang keluar masukโapa yang kita lihat, dengar, cium, kecap, dan rasakan.
Mata menangkap cahaya dan bentuk. Telinga menangkap getaran suara. Hidung mencium aroma. Lidah mengecap rasa. Kulit merasakan tekanan dan suhu. Namun harus diingat: Semua itu cuma โdata mentah.โ
Data yang ditangkap pancaindra masuk ke otak seperti file ZIPโbelum bisa dibaca sebelum diekstrak. Nah, di sinilah tugas otak dimulai:
Otak adalah pusat pemrosesan. Ia membuka file ZIP itu satu per satu, menghubungkan antara satu data dengan data lain, mencocokkannya dengan memori masa lalu, dan menyusunnya menjadi makna.
Saat kita melihat awan mendung, pancaindra melaporkan: "Langit gelap, angin dingin, suara gemuruh." Otak segera menyimpulkan: โOh, mau hujan. Ambil jas hujan.โ
Tapiโฆ ada fenomena yang sangat menarik. Ketika pancaindra dalam keadaan idle, tidak sedang sibuk menangkap data, justru otak menjadi lebih leluasa bekerja. Dia mulai menyusun ulang potongan ingatan, menghubungkan hal-hal yang sebelumnya tampak tak berkaitan, memunculkan ide-ide baru, bahkan kadang melahirkan ilham.
Itu sebabnya ide sering muncul di tempat-tempat tak terduga. Misalnya yang paling sering dikatakan orang adalah ide suka nongol di toilet.
Bener banget. Bukan karena toiletnya sakti, tapi karena saat itu pancaindra sedang diam. Dan saat pancaindra diam, otak berpesta. Selain di toilet, otak paling sering menemukan ide waktu mandi, waktu bengong tunggu MRT, waktu nyetir atau waktu jalan sore sendirian tanpa earphone.
Itu semua momen ketika pancaindra off duty. Dan justru saat itulah otak bisa leluasa bersuara. Dia mulai mengurai ingatan, menyusun ulang potongan peristiwa, dan tiba-tibaโฆ โEh, gue kayaknya bisa bikin cerita dari kejadian itu yaโฆโ Atau: โOh! Ide buku gue dapet sekarang!โ
Maka jangan heran kalau orang zaman dulu suka bertapa. Mereka menonaktifkan semua pancaindraโtidak melihat, tidak bicara, tidak mendengar dunia luarโagar bisa menyelam ke dalam samudra pikiran. Karena di sanalah ide, makna, dan kadang jawaban hidup, muncul perlahan.
RUANG HENING ITU TEMPAT IDE BERTUMBUHAN
Setelah pancaindra dimatikan sementara, otak mulai bekerja. Satu hal penting yang harus kita siapkan adalah: ruang hening. Tempat di mana tidak ada gangguan dari luar. Bukan sekadar tempat fisikโtapi juga ruang batin.
Ruang hening itu bukan berarti harus pergi ke gunung atau ke gua di tepi pantai. Kadang cukup dengan tidak membuka HP selama sejam. Atau jalan kaki sore hari tanpa musik, hanya ditemani derap langkah dan suara angin.
Di ruang hening itu, memori kita mulai muncul satu-satu. Bukan yang besar-besar, tapi yang kecil-kecil. Kayak tawa teman masa kecil, suara pintu rumah yang berderit, wajah orang asing yang kita lihat lima detik di angkot. Semuanya bisa jadi bahan.
Di situlah otak mulai memainkan perannya yang paling hebat: mengolah. Menggabungkan hal-hal yang tidak berhubungan jadi sesuatu yang utuh. Yang satu dari ingatan, yang satu dari imajinasi, yang satu dari keinginan paling dalam.
Lanjut part 2๐
oleh: Budiman Hakim
Tau gak? Saya punya pemahaman bahwa manusia itu ditakdirkan untuk berkarya. Berkarya itu penting untuk melanjutkan peradaban. Dan hebatnya, Tuhan tidak cuma nyuruh-nyuruh doang, Dia membekali kita perangkat untuk berkarya. Apa itu? Ada dua, 1. Pancaindra dan 2. Otak.
Pancaindra tugasnya sederhana: mendeteksi data. Dia seperti satpam di gerbang, melaporkan semua tamu yang keluar masukโapa yang kita lihat, dengar, cium, kecap, dan rasakan.
Mata menangkap cahaya dan bentuk. Telinga menangkap getaran suara. Hidung mencium aroma. Lidah mengecap rasa. Kulit merasakan tekanan dan suhu. Namun harus diingat: Semua itu cuma โdata mentah.โ
Data yang ditangkap pancaindra masuk ke otak seperti file ZIPโbelum bisa dibaca sebelum diekstrak. Nah, di sinilah tugas otak dimulai:
Otak adalah pusat pemrosesan. Ia membuka file ZIP itu satu per satu, menghubungkan antara satu data dengan data lain, mencocokkannya dengan memori masa lalu, dan menyusunnya menjadi makna.
Saat kita melihat awan mendung, pancaindra melaporkan: "Langit gelap, angin dingin, suara gemuruh." Otak segera menyimpulkan: โOh, mau hujan. Ambil jas hujan.โ
Tapiโฆ ada fenomena yang sangat menarik. Ketika pancaindra dalam keadaan idle, tidak sedang sibuk menangkap data, justru otak menjadi lebih leluasa bekerja. Dia mulai menyusun ulang potongan ingatan, menghubungkan hal-hal yang sebelumnya tampak tak berkaitan, memunculkan ide-ide baru, bahkan kadang melahirkan ilham.
Itu sebabnya ide sering muncul di tempat-tempat tak terduga. Misalnya yang paling sering dikatakan orang adalah ide suka nongol di toilet.
Bener banget. Bukan karena toiletnya sakti, tapi karena saat itu pancaindra sedang diam. Dan saat pancaindra diam, otak berpesta. Selain di toilet, otak paling sering menemukan ide waktu mandi, waktu bengong tunggu MRT, waktu nyetir atau waktu jalan sore sendirian tanpa earphone.
Itu semua momen ketika pancaindra off duty. Dan justru saat itulah otak bisa leluasa bersuara. Dia mulai mengurai ingatan, menyusun ulang potongan peristiwa, dan tiba-tibaโฆ โEh, gue kayaknya bisa bikin cerita dari kejadian itu yaโฆโ Atau: โOh! Ide buku gue dapet sekarang!โ
Maka jangan heran kalau orang zaman dulu suka bertapa. Mereka menonaktifkan semua pancaindraโtidak melihat, tidak bicara, tidak mendengar dunia luarโagar bisa menyelam ke dalam samudra pikiran. Karena di sanalah ide, makna, dan kadang jawaban hidup, muncul perlahan.
RUANG HENING ITU TEMPAT IDE BERTUMBUHAN
Setelah pancaindra dimatikan sementara, otak mulai bekerja. Satu hal penting yang harus kita siapkan adalah: ruang hening. Tempat di mana tidak ada gangguan dari luar. Bukan sekadar tempat fisikโtapi juga ruang batin.
Ruang hening itu bukan berarti harus pergi ke gunung atau ke gua di tepi pantai. Kadang cukup dengan tidak membuka HP selama sejam. Atau jalan kaki sore hari tanpa musik, hanya ditemani derap langkah dan suara angin.
Di ruang hening itu, memori kita mulai muncul satu-satu. Bukan yang besar-besar, tapi yang kecil-kecil. Kayak tawa teman masa kecil, suara pintu rumah yang berderit, wajah orang asing yang kita lihat lima detik di angkot. Semuanya bisa jadi bahan.
Di situlah otak mulai memainkan perannya yang paling hebat: mengolah. Menggabungkan hal-hal yang tidak berhubungan jadi sesuatu yang utuh. Yang satu dari ingatan, yang satu dari imajinasi, yang satu dari keinginan paling dalam.
Itulah asal mula ide.
Ide itu tidak turun dari langit, Guys. Dia muncul dari hutan kecil di dalam kepala kita, dan hanya akan muncul kalau kita berani menenangkan suara luar. Jadi kadang, kalo kamu bilang,"Gue buntu nulis, gak ada ide." Coba cek: Mungkin bukan karena kamu nggak punya ide.Tapi karena kamu nggak kasih waktu untuk mendengarnya.
Besok-besok kalau kamu ke toilet, jangan anggap itu momen sepele. Bisa jadi itu satu-satunya ruang hening dalam hidupmu hari itu. Dan siapa tahu, ide besar justru keluar dari kloset kecil.
Lanjut part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Part 2
JANGAN PERNAH PERCAYA PADA IDE
Kadang ide itu cuma satu kalimat. Kadang cuma gambaran samar. Kadang cuma perasaan aneh yang nggak bisa dijelasin. Tapi semua itu bisa jadi awal dari cerita besar, kalau kamu kasih tempat untuk tumbuh.
Makanya penulis, pemikir, senimanโ mereka semua punya kebiasaan yang sama: bawa catatan. Mereka tau: yang paling berharga dari proses kreatif bukan otak yang cemerlang, tapi kesadaran untuk menangkap momen.
Menulis itu bukan soal bakat. Tapi soal kesiapan. Dan ide adalah tamu penting yang tidak pernah membuat janji. Jadi kalau kamu tiba-tiba kepikiran sesuatu di tengah jalan, di toilet, atau lagi di atap ngangkat jemuran kering, jangan ragu untuk berhenti sebentar dan nulis. Karena bisa jadi... itulah kalimat pertama dari buku yang akan mengubah hidupmu.
#INISIATIF
JANGAN PERNAH PERCAYA PADA IDE
Begitu ide muncul, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah: tangkap. Catat. Tulis. Gores. Rekam. Coret. Karena ide itu seperti kupu-kupu liarโdatangnya tiba-tiba, warnanya indah, tapi sebentar lagi pasti akan terbang menjauh.
Jangan pernah percaya pada kalimat: "Nanti juga gue inget lagi." Percaya deh, kalian enggak akan inget. Karena otak punya ribuan pintu, dan ide yang tidak dicatat itu kayak tamu yang numpang lewat, pergi tanpa pamit, tanpa meninggalkan jejak.
Kadang ide itu cuma satu kalimat. Kadang cuma gambaran samar. Kadang cuma perasaan aneh yang nggak bisa dijelasin. Tapi semua itu bisa jadi awal dari cerita besar, kalau kamu kasih tempat untuk tumbuh.
Makanya penulis, pemikir, senimanโ mereka semua punya kebiasaan yang sama: bawa catatan. Mereka tau: yang paling berharga dari proses kreatif bukan otak yang cemerlang, tapi kesadaran untuk menangkap momen.
Menulis itu bukan soal bakat. Tapi soal kesiapan. Dan ide adalah tamu penting yang tidak pernah membuat janji. Jadi kalau kamu tiba-tiba kepikiran sesuatu di tengah jalan, di toilet, atau lagi di atap ngangkat jemuran kering, jangan ragu untuk berhenti sebentar dan nulis. Karena bisa jadi... itulah kalimat pertama dari buku yang akan mengubah hidupmu.
#INISIATIF
๐1๐ซก1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Yuk, ikuti INISIATIF Class bertajuk:
โMulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komikโ bersama kakak @justnamuh dan akan dipandu oleh kakak @withhardshipwillbeease dan @aakarpohon
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASIโจ
#INISIATIF #GrowthMindset
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
"Dari coretan iseng jadi cerita. Siapa sangka belajar jadi komikus ternyata seru banget?"
Yuk, ikuti INISIATIF Class bertajuk:
โMulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komikโ bersama kakak @justnamuh dan akan dipandu oleh kakak @withhardshipwillbeease dan @aakarpohon
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASIโจ
Join COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset
KOMEDI DI JALAN RAYA ๐ซฃ
oleh: Budiman Hakim
Tadi siang ada kejadian lucu sekaligus miris. Sebuah motor disenggol mobil di pertigaan Senopati. Nggak parah, sih. Motornya cuma jatuh pelan. Pengendaranya dengan sigap bangun sendiri. Tapi begitu berdiri, langsung membentak, "Heh! Bisa bawa mobil nggak? Goblok!"
Si pengemudi mobil juga turun dan dengan nggak kalah sengit langsung memaki, "Lo yang bego, motong jalan sembarangan, nggak pakai sen pulak!"
Suasana makin panas. Tadinya saya mengira akan terjadi baku hantam. Ternyata dugaan saya salah. Keduanya meraih senjata masing-masing dari kantongnya. Pistol? Bukan. Pisau? Salah! Senjata yang mereka gunakan adalah HP. Dengan HP itu mereka mulai saling rekam. Bukannya saling tolong, bukannya saling memaafkan, tapi saling bentak, saling rekam dan saling memviralkan.
โGue viralin lo. Biar tau rasa.โ Si pengendara motor sambil mengarahkan kamera HPnya.
โLo juga gue viralin. Udah salah ngotot pulak! Tolol lo!โ
Keanehan semakin absurd, orang-orang di sekitar TKP, nggak ada yang berniat melerai. Mereka malahan beramai-ramai ngeluarin HP juga dan ikut ngerekam yang lagi berseteru. Buat saya ini komedi yang paling gak lucu. Udah gak jelas siapa korban, siapa kawan, siapa lawan dan siapa wartawan.
Kadang saya mikir, kita hidup di zaman aneh. Kamera ada di mana-mana. Dulu buat mengabadikan kenangan, sekarang buat membenarkan pandangan. Yang dicari bukan kebenaran, tapi pembenaran. Yang penting bukan siapa yang salah, tapi siapa yang lebih dulu upload.
Kamera di tangan kita menjanjikan satu hal: kuasa atas narasi. Sekali rekam, bisa framing. Sekali unggah, bisa jadi korban. Dan satu video bisa jadi pelindung dari rasa bersalah, bahkan ketika kita sebenarnya salah.
Teknologi harusnya membantu kita melihat lebih jelas, tapi nyatanya justru bikin kita makin keruh oleh ego. Kamera yang dulu jadi mata ketiga, kini jadi tameng untuk tidak mau melihat diri sendiri.
Zaman dulu orang ribut lalu berdamai. Sekarang orang ribut lalu rekam. Berdamai urusan nantiโyang penting masuk FYP dulu.
Karena di era ini, yang terekam dianggap nyata, dan yang tidak terekam dianggap tak pernah ada. Kita semua mungkin sudah lupa bahwa dalam hidup, yang paling penting bukan siapa yang benar di depan kamera, tapi siapa yang berani minta maaf meski nggak ada yang nonton.๐
#INISIATIF #MenujuLongWeekend
oleh: Budiman Hakim
Tadi siang ada kejadian lucu sekaligus miris. Sebuah motor disenggol mobil di pertigaan Senopati. Nggak parah, sih. Motornya cuma jatuh pelan. Pengendaranya dengan sigap bangun sendiri. Tapi begitu berdiri, langsung membentak, "Heh! Bisa bawa mobil nggak? Goblok!"
Si pengemudi mobil juga turun dan dengan nggak kalah sengit langsung memaki, "Lo yang bego, motong jalan sembarangan, nggak pakai sen pulak!"
Suasana makin panas. Tadinya saya mengira akan terjadi baku hantam. Ternyata dugaan saya salah. Keduanya meraih senjata masing-masing dari kantongnya. Pistol? Bukan. Pisau? Salah! Senjata yang mereka gunakan adalah HP. Dengan HP itu mereka mulai saling rekam. Bukannya saling tolong, bukannya saling memaafkan, tapi saling bentak, saling rekam dan saling memviralkan.
โGue viralin lo. Biar tau rasa.โ Si pengendara motor sambil mengarahkan kamera HPnya.
โLo juga gue viralin. Udah salah ngotot pulak! Tolol lo!โ
Keanehan semakin absurd, orang-orang di sekitar TKP, nggak ada yang berniat melerai. Mereka malahan beramai-ramai ngeluarin HP juga dan ikut ngerekam yang lagi berseteru. Buat saya ini komedi yang paling gak lucu. Udah gak jelas siapa korban, siapa kawan, siapa lawan dan siapa wartawan.
Kadang saya mikir, kita hidup di zaman aneh. Kamera ada di mana-mana. Dulu buat mengabadikan kenangan, sekarang buat membenarkan pandangan. Yang dicari bukan kebenaran, tapi pembenaran. Yang penting bukan siapa yang salah, tapi siapa yang lebih dulu upload.
Kamera di tangan kita menjanjikan satu hal: kuasa atas narasi. Sekali rekam, bisa framing. Sekali unggah, bisa jadi korban. Dan satu video bisa jadi pelindung dari rasa bersalah, bahkan ketika kita sebenarnya salah.
Teknologi harusnya membantu kita melihat lebih jelas, tapi nyatanya justru bikin kita makin keruh oleh ego. Kamera yang dulu jadi mata ketiga, kini jadi tameng untuk tidak mau melihat diri sendiri.
Zaman dulu orang ribut lalu berdamai. Sekarang orang ribut lalu rekam. Berdamai urusan nantiโyang penting masuk FYP dulu.
Kita pikir kamera itu jujur. Tapi kamera cuma menangkap apa yang kita arahkan. Dan tangan yang menggenggam kamera itu sering kali lebih sibuk membela ego, bukan mencari kebenaran.
Karena di era ini, yang terekam dianggap nyata, dan yang tidak terekam dianggap tak pernah ada. Kita semua mungkin sudah lupa bahwa dalam hidup, yang paling penting bukan siapa yang benar di depan kamera, tapi siapa yang berani minta maaf meski nggak ada yang nonton.
#INISIATIF #MenujuLongWeekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ijin share #recording kegiatan ATE Edisi 415 Mulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komik bersama Kakak Hidayatul Fitriyati ๐ฎ๐ฉ
https://youtu.be/n_3CF8L6HUI?si=wjkZLtp3wfbnPw8p
https://youtu.be/n_3CF8L6HUI?si=wjkZLtp3wfbnPw8p
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
ATE Edisi 415 Mulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komik Bersama Hidayatul Fitriyati
Salam INSIATIF โ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
"Dari coretan iseng jadi cerita. Siapa sangka belajar jadi komikus ternyata seru banget?"
Yuk, ikuti INISIATIF Class bertajuk:
โMulaiโฆ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
"Dari coretan iseng jadi cerita. Siapa sangka belajar jadi komikus ternyata seru banget?"
Yuk, ikuti INISIATIF Class bertajuk:
โMulaiโฆ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Yang Ngeluh Capek Kerja Mana Suaranya? yuk kita intip video berikut ini
https://www.instagram.com/reel/DKJj8BszBou/?igsh=MThtZW9heGJtdW5pNg==
#INISIATIF #LongWeekend
https://www.instagram.com/reel/DKJj8BszBou/?igsh=MThtZW9heGJtdW5pNg==
#INISIATIF #LongWeekend
Siap action dan Siap Memberikan yang terbaik! ๐ฅ โจ
Berikut kami sampaikan RILIS SQUAD LIST Panitia dari COMMIT Ask The Experts yang akan saling berkolaborasi dalam mengawal seluruh rangkaian kegiatan lomba COMMIT ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Bravo๐ฎ๐ฉ โญ๏ธ
1. Kk @mirdaherlinda (RO KC Sidoarjo)
2. Kk @papavesya (Staf Kerja Sama Faskes KC Jayapura)
3. Kk @aakarpohon (RO KC Palopo)
4. Kk @aliamahoroe (Kasir KC Ambon)
5. Kk @withhardshipwillbeease (Verifikator Klaim KC Baubau)
6. Kk @haiduladha (RO KC Pasuruan)
7. Kk @FarisFR (Staf Penagihan KC Bima)
8. Kk @Ilhamakbarw (Staf Adm dan Umum Sedewas)
9. Kk @MumuAmiruddin (Analis Komin Pratama Komsi)
10. Kk @Ikaisnawati89 (Petugas Pemeriksa KC Biak Numfor)
11. Kk @deyaaaq (PATT Adm Klaim KC Sidoarjo)
12. Kk @Sonia_Fransiska (PATT Penagihan KC Batam)
13. Kk @Rohbert0 (PATT Penagihan KC Parepare)
14. Kk @shintaaeyoung (PATT Frontliner KC Serang)
15. Kk @Andraa_Windraa (PATT Yanfaskes KC Solok)
16. Kk @Citraoktabangun (PATT EP3RS KC Makale)
17. Kk @noviaaia (PATT EP3RS KC Sidoarjo)
#INISIATIF #HUT57BPJSKesehatan
Berikut kami sampaikan RILIS SQUAD LIST Panitia dari COMMIT Ask The Experts yang akan saling berkolaborasi dalam mengawal seluruh rangkaian kegiatan lomba COMMIT ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Bravo
1. Kk @mirdaherlinda (RO KC Sidoarjo)
2. Kk @papavesya (Staf Kerja Sama Faskes KC Jayapura)
3. Kk @aakarpohon (RO KC Palopo)
4. Kk @aliamahoroe (Kasir KC Ambon)
5. Kk @withhardshipwillbeease (Verifikator Klaim KC Baubau)
6. Kk @haiduladha (RO KC Pasuruan)
7. Kk @FarisFR (Staf Penagihan KC Bima)
8. Kk @Ilhamakbarw (Staf Adm dan Umum Sedewas)
9. Kk @MumuAmiruddin (Analis Komin Pratama Komsi)
10. Kk @Ikaisnawati89 (Petugas Pemeriksa KC Biak Numfor)
11. Kk @deyaaaq (PATT Adm Klaim KC Sidoarjo)
12. Kk @Sonia_Fransiska (PATT Penagihan KC Batam)
13. Kk @Rohbert0 (PATT Penagihan KC Parepare)
14. Kk @shintaaeyoung (PATT Frontliner KC Serang)
15. Kk @Andraa_Windraa (PATT Yanfaskes KC Solok)
16. Kk @Citraoktabangun (PATT EP3RS KC Makale)
17. Kk @noviaaia (PATT EP3RS KC Sidoarjo)
Organized by: COMMIT ATE
Supported by: MSDM, KPM, MDI, AKUNTANSI, KOMSI
#INISIATIF #HUT57BPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ซก1
Berikut kami sampaikan ragam jenis hadiah/souvenir rangkaian lomba fun and meaningful dari COMMIT ATE (Supported by: MSDM, KPM, MDI, AKUNTANSI, KOMSI) yang bakal meramaikan momen bahagia organisasi Tahun ini!
- FAMILY 100๐จโ๐ฉโ๐งโ๐ฆ
Tim Juara 1 : Uang Pembinaan 1 jt + Souvenir HUT (4 pcs)
Tim Juara 2 : Uang Pembinaan 750 rb + Souvenir HUT (4 pcs)
Tim peringkat 3 : Souvenir HUT (4 pcs)
Tim Peringkat 4 : Souvenir HUT (4 pcs)
- VIRTUAL GAMES๐ฎ
Juara 1 : Uang Pembinaan 750 rb + Souvenir HUT
Juara 2 : Souvenir HUT
Juara 3 : Souvenir HUT
Juara 4 : Souvenir HUT
Juara 5 : Souvenir HUT
Jangan lupa siapkan strategi masing-masing perwakilan unit kerjamu dan coba raihlah kemenangan!
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
#INISIATIF #HUT57BPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
Berikut kami sampaikan ragam jenis hadiah/souvenir rangkaian lomba fun and meaningful dari COMMIT ATE (Supported by: MSDM, KPM, MDI, AKUNTANSI, KOMSI) yang bakal meramaikan momen bahagia organisasi Tahun ini!
- RANKING 1๐
Babak Seleknas Ranking 1
Peringkat 1 Seleknas : Souvenir HUT
Peringkat 2 Seleknas : Souvenir HUT
Peringkat 15 Seleknas : Souvenir HUT
Peringkat 25 Seleknas : Souvenir HUT
Peringkat 57 Seleknas : Souvenir HUT
Babak Final Ranking 1
Juara 1 akhir : Uang Pembinaan 1 jt + Souvenir HUT
Juara 2 akhir : Uang Pembinaan 750 rb + Souvenir HUT
Peringkat 3 : Souvenir HUT
Peringkat 4 : Souvenir HUT
Peringkat 5 : Souvenir HUT
- ZUMA๐ธ
Juara 1 : Uang Pembinaan 750 rb + Souvenir HUT
Juara 2 : Souvenir HUT
Juara 3 : Souvenir HUT
Juara 4 : Souvenir HUT
Juara 5 : Souvenir HUT
Jangan lupa siapkan strategi masing-masing perwakilan unit kerjamu dan coba raihlah kemenangan!
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
#INISIATIF #HUT57BPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Senin, 2 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025๐ฒ๐จ
Senin, 2 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GET READY!!!
Selasa, 3 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025๐ฒ๐จ
Selasa, 3 Juni 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
-->
Link Telegram
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1