Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Menikah itu bukan cuma soal gaun dan gedung, tapi juga soal kesiapan mental dan emosional. Gimana cara adaptasi dengan keluarga pasangan hingga menyelesaikan konflik? ๐คฏ
yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#inisiatif #GrowthMindset
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Menikah itu bukan cuma soal gaun dan gedung, tapi juga soal kesiapan mental dan emosional. Gimana cara adaptasi dengan keluarga pasangan hingga menyelesaikan konflik? ๐คฏ
yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#inisiatif #GrowthMindset
PETUAH TENTANG SEKS DI MASYARAKAT BUTON ๐จโ๐ฉโ๐งโ๐ฆ
https://unhas.tv/petuah-tentang-seks-di-masyarakat-buton/1?
#INISIATIF #TGIF
"Kita tak kekurangan edukasi seks. Yang kita kurang adalah edukasi makna". Kutipan ini sangat daging sekaliโค๏ธ
https://unhas.tv/petuah-tentang-seks-di-masyarakat-buton/1?
Hari baik adalah jum'at dan Senin
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
๏ปฟPetuah tentang Seks di Masyarakat Buton - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran DarmawanDi tanah yang menghadap laut di ujung tenggara Sulawesi, puisi bukan sekadar suara hati. Ia adalah hukum, nasihat, dan juga pagar. Di Baubau, kota yang dulu menjadi pusat Kesultanan Buton, manusia belajar menjaga tubuh dan cintaโฆ
๐1
#INISIATIFdukungTimnas #GarudaMendunia
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐ฟ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ข๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ป๐๐? ๐ฃ ๐ค
(๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ง๐ญ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข ๐๐ช๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ข)
oleh: Afif Luthfi
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang peserta pelatihan yang curhat soal kantornya.
"Pak, saya tuh kerja bareng orang yang kalau ngomong tuh... nyolot, Pak. Kayak ngerasa dia paling bener. Saya capek, baper terus."
Saya diam. Lalu saya tanya, "Apa dia tahu kamu ngerasa begitu?"
"Kayaknya nggak. Soalnya dia ngomongnya gitu ke semua orang." Jawabnya.
Banyak dari kita diajarkan sejak kecil bahwa "semua orang itu sama". Tapi kenyataannya, cara kita melihat, merespons, bahkan mencintai... nggak selalu sama.
Ada orang yang berpikir cepat, bergerak agresif, dan suka ambil keputusan.
Ada juga yang lebih suka membangun hubungan, menenangkan, dan menghindari konflik.
Ada yang fokus ke detail. Ada yang fokus ke visi besar.
Lalu saat dua kepribadian itu bertemu, tanpa saling paham, muncullah benturan.
Dan ini bukan soal siapa yang benar. Tapi bagaimana kita bisa memahami gaya komunikasi dan kepribadian orang lain, lalu menyesuaikan... tanpa kehilangan jati diri.
Karena ketika kita tahu gaya komunikasi orang lain, kita bisa berhenti tersinggung, dan mulai terkoneksi.
#INISIATIF
(๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ง๐ญ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข ๐๐ช๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ข)
oleh: Afif Luthfi
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang peserta pelatihan yang curhat soal kantornya.
"Pak, saya tuh kerja bareng orang yang kalau ngomong tuh... nyolot, Pak. Kayak ngerasa dia paling bener. Saya capek, baper terus."
Saya diam. Lalu saya tanya, "Apa dia tahu kamu ngerasa begitu?"
"Kayaknya nggak. Soalnya dia ngomongnya gitu ke semua orang." Jawabnya.
Dan di titik itu saya sadar, kadang kita baper bukan karena orang lain salah, tapi karena kita beda.
Banyak dari kita diajarkan sejak kecil bahwa "semua orang itu sama". Tapi kenyataannya, cara kita melihat, merespons, bahkan mencintai... nggak selalu sama.
Ada orang yang berpikir cepat, bergerak agresif, dan suka ambil keputusan.
Ada juga yang lebih suka membangun hubungan, menenangkan, dan menghindari konflik.
Ada yang fokus ke detail. Ada yang fokus ke visi besar.
Lalu saat dua kepribadian itu bertemu, tanpa saling paham, muncullah benturan.
Yang satu ngerasa: "Kok dia lambat banget sih?"
Yang lain mikir: "Kok dia nyuruh-nyuruh mulu?"
Di sinilah seni berkomunikasi diuji. Diuji soal mengelola perbedaan cara berpikir dan berinteraksi.
Dan ini bukan soal siapa yang benar. Tapi bagaimana kita bisa memahami gaya komunikasi dan kepribadian orang lain, lalu menyesuaikan... tanpa kehilangan jati diri.
Karena ketika kita tahu gaya komunikasi orang lain, kita bisa berhenti tersinggung, dan mulai terkoneksi.
Sobat ATE sering merasa demikian juga gak dengan 1 atau beberapa orang tertentu?
โน๏ธ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
The Diary of a CEO : Hukum 1 - Isi ember Anda dalam urutan yang benar ๐ฅ
oleh: Deni Chan
5 (Lima) Ember
1. Apa yang Anda ketahui - Pengetahuan Anda
2. Apa yang dapat Anda lakukan - Keterampilan Anda
3. Siapa yang Anda kenal - Jaringan Anda
4. Apa yang Anda miliki - Sumber Daya Anda
5. Apa yang dunia pikirkan tentang Anda - Reputasi Anda
Kemunduran atau bencana dapat menghilangkan sumber daya Anda, jaringan Anda, atau reputasi Anda, tetapi tidak akan pernah menghilangkan pengetahuan Anda dan tidak akan pernah melupakan keterampilan Anda๐ฅ
https://youtu.be/08uFswMHg-U?si=xC7mGwlSjx4YkdVq
#INISIATIF
oleh: Deni Chan
5 (Lima) Ember
1. Apa yang Anda ketahui - Pengetahuan Anda
2. Apa yang dapat Anda lakukan - Keterampilan Anda
3. Siapa yang Anda kenal - Jaringan Anda
4. Apa yang Anda miliki - Sumber Daya Anda
5. Apa yang dunia pikirkan tentang Anda - Reputasi Anda
Prioritaskan pengisian dua ember pertama di fondasi Anda karena akan memiliki keberlanjutan jangka panjang yang Anda butuhkan๐ซก
Kemunduran atau bencana dapat menghilangkan sumber daya Anda, jaringan Anda, atau reputasi Anda, tetapi tidak akan pernah menghilangkan pengetahuan Anda dan tidak akan pernah melupakan keterampilan Anda
https://youtu.be/08uFswMHg-U?si=xC7mGwlSjx4YkdVq
Btw, malam ini mulai pukul 19.00 WIB, di ATE akan ada pembahasan buku The Diary of a CEO, Sobat ATE jangan sampai kelewatan yah
๐ค
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
The Diary of a CEO: Law 1- Fill your buckets in the right order
Law 1- Fill your buckets in the right order
The five buckets
1 What you know- your Knowledge
2 What you can do โ your Skills
3 Who you know โ your Network
4 What do you have โ your Resources
5. What the world thinks of you โ your Reputation
Prioritiseโฆ
The five buckets
1 What you know- your Knowledge
2 What you can do โ your Skills
3 Who you know โ your Network
4 What do you have โ your Resources
5. What the world thinks of you โ your Reputation
Prioritiseโฆ
โค1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
Sharing ATE edisi 414 akan dibawakan oleh Narasumber luar biasa Bapak @Erwinfa dan akan dipandu oleh host kece @mirdaherlinda dan @FarisFR
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#INISIATIF #GrowthMindset
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejati menyalakan cahaya di tengah gelap, bukan menunggu terang datang.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Sharing ATE edisi 414 akan dibawakan oleh Narasumber luar biasa Bapak @Erwinfa dan akan dipandu oleh host kece @mirdaherlinda dan @FarisFR
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset
Salah Kirim Pesan Bisa Bikin Masalah Jadi Panjang ๐ซฃ
oleh: Wicaksono
Kemarin saya dengar cerita lucu tapi sebenarnya agak miris. Seorang ibu bendahara sekolah dasar tiba-tiba kirim pesan ke grup WhatsApp wali murid.
Katanya, โUang kegiatan wajib disetor paling lambat Jumat.โ Titik. Nggak pakai keterangan tambahan apa pun.
Padahal, maksudnya pengumuman itu cuma untuk murid kelas 5 dan 6. Tapi karena pesannya singkat dan umum, wali murid dari kelas 1 sampai 4 pun ikut panik. Ada yang langsung transfer. Ada yang protes karena katanya belum ada pengumuman resmi. Grup WAG pun meledak, kayak petasan sumbu pendek.
Di tempat lain, seorang bapak bilang ke anaknya, โNak, bu guru kirim pesan di WAG. Besok jangan lupa bawa buku merah, ya.โ Maksudnya buku catatan matematika. Tapi karena tidak dijelaskan dengan jelas, anaknya besoknya malah bawa buku tabungan yang sampulnya juga merah.
Di sekolah, dia dimarahi guru karena dianggap teledor. Sampai di rumah, anak itu manyun, sambil ngomel, โAyah itu kalau ngomong nggak jelas, selalu bikin aku salah bawa.โ
Kedua cerita ini bukan dongeng. Ini kejadian sehari-hari. Bisa terjadi di rumah kita, di kantor, bahkan di warung kopi sebelah.
Masalah yang awalnya sederhana jadi runyam karena satu hal: komunikasi yang nggak nyambung. Bisa karena pesannya terlalu pendek, terlalu kabur, atau nggak mempertimbangkan siapa yang nerima. Kadang karena terlalu buru-buru, kadang karena kita merasa semua orang pasti ngerti maksud kita. Padahal, belum tentu.
Kita sering lupa bahwa gagal komunikasi itu bukan sekadar nggak nyambung. Ia bisa memecah tim, membunuh ide, bahkan menghancurkan kepercayaan yang sudah dibangun lama. Di dunia kerja, komunikasi bukan cuma soal bicara. Ia adalah mata uang kepercayaan. Dan begitu nilainya jatuh, sulit untuk menukarnya kembali.
Karena sesungguhnya, komunikasi bukan cuma soal ucapan. Ia adalah perpaduan antara seni dan ilmu: seni membaca suasana, dan ilmu menyampaikan makna.
Bayangkan sampeyan pegang senter di ruangan gelap. Komunikasi itu seperti senter tadi. Tugas kita bukan cuma menyalakannya, tapi juga mengarahkan cahaya ke tempat yang tepat. Kalau cahayanya buram, atau kita malah menyorot ke arah yang salah, ya orang lain akan tersandung. Dan yang disalahkan? Bukan lantainya, tapi yang megang senternya.
Kita hidup di zaman di mana teknologi berkembang pesat, AI makin canggih, dan semua serba otomatis. Tapi lucunya, di tengah semua kemajuan itu, keterampilan yang paling dicari justru bukan yang paling teknis.
AI bisa menjawab pertanyaan teknis dengan cepat. Tapi hanya manusia yang bisa tahu kapan harus diam, kapan harus bicara lembut, dan kapan harus merangkul lewat kata-kata. Komunikasi membawa empati. Membawa intuisi. Membawa rasa hangat yang nggak bisa diketik oleh mesin.
Itulah mengapa pemimpin besar bukanlah mereka yang tahu segalanya, tapi mereka yang bisa menjelaskan arah dan tujuan dengan cara yang menyentuh. Bukan megafon yang memekakkan telinga, tapi jembatan yang menghubungkan visi dan aksi. Sering kali, orang tidak peduli seberapa pintar Anda, tapi mereka peduli bagaimana Anda membuat mereka merasa disentuh hatinya.
Lanjut Part 2๐
oleh: Wicaksono
Kemarin saya dengar cerita lucu tapi sebenarnya agak miris. Seorang ibu bendahara sekolah dasar tiba-tiba kirim pesan ke grup WhatsApp wali murid.
Katanya, โUang kegiatan wajib disetor paling lambat Jumat.โ Titik. Nggak pakai keterangan tambahan apa pun.
Padahal, maksudnya pengumuman itu cuma untuk murid kelas 5 dan 6. Tapi karena pesannya singkat dan umum, wali murid dari kelas 1 sampai 4 pun ikut panik. Ada yang langsung transfer. Ada yang protes karena katanya belum ada pengumuman resmi. Grup WAG pun meledak, kayak petasan sumbu pendek.
Di tempat lain, seorang bapak bilang ke anaknya, โNak, bu guru kirim pesan di WAG. Besok jangan lupa bawa buku merah, ya.โ Maksudnya buku catatan matematika. Tapi karena tidak dijelaskan dengan jelas, anaknya besoknya malah bawa buku tabungan yang sampulnya juga merah.
Di sekolah, dia dimarahi guru karena dianggap teledor. Sampai di rumah, anak itu manyun, sambil ngomel, โAyah itu kalau ngomong nggak jelas, selalu bikin aku salah bawa.โ
Kedua cerita ini bukan dongeng. Ini kejadian sehari-hari. Bisa terjadi di rumah kita, di kantor, bahkan di warung kopi sebelah.
Masalah yang awalnya sederhana jadi runyam karena satu hal: komunikasi yang nggak nyambung. Bisa karena pesannya terlalu pendek, terlalu kabur, atau nggak mempertimbangkan siapa yang nerima. Kadang karena terlalu buru-buru, kadang karena kita merasa semua orang pasti ngerti maksud kita. Padahal, belum tentu.
Banyak orang berpikir, komunikasi itu cuma urusan bos di ruang rapat, atau PR di depan kamera. Padahal, persoalan komunikasi justru paling sering muncul dari hal-hal kecil yang kita anggap sepele. Tapi dampaknya bisa luar biasa. Salah paham, hubungan renggang, kerjaan jadi kacau, dan kadang, harga diri bisa ikut remuk. Komunikasi yang buruk itu seperti menabur benih di tanah yang salah: bukan tumbuh, tapi malah bikin semak liar di mana-mana.
Kita sering lupa bahwa gagal komunikasi itu bukan sekadar nggak nyambung. Ia bisa memecah tim, membunuh ide, bahkan menghancurkan kepercayaan yang sudah dibangun lama. Di dunia kerja, komunikasi bukan cuma soal bicara. Ia adalah mata uang kepercayaan. Dan begitu nilainya jatuh, sulit untuk menukarnya kembali.
Karena sesungguhnya, komunikasi bukan cuma soal ucapan. Ia adalah perpaduan antara seni dan ilmu: seni membaca suasana, dan ilmu menyampaikan makna.
Bayangkan sampeyan pegang senter di ruangan gelap. Komunikasi itu seperti senter tadi. Tugas kita bukan cuma menyalakannya, tapi juga mengarahkan cahaya ke tempat yang tepat. Kalau cahayanya buram, atau kita malah menyorot ke arah yang salah, ya orang lain akan tersandung. Dan yang disalahkan? Bukan lantainya, tapi yang megang senternya.
Kita hidup di zaman di mana teknologi berkembang pesat, AI makin canggih, dan semua serba otomatis. Tapi lucunya, di tengah semua kemajuan itu, keterampilan yang paling dicari justru bukan yang paling teknis.
Menurut riset dari Aura Intelligence, dari hampir dua juta lowongan kerja yang mereka telaah,
yang paling dicari bukan coding atau programming, tapiโฆ
komunikasi
.
Karena ternyata, algoritma sehebat apa pun belum bisa menandingi kemampuan manusia untuk mengerti emosi, menangkap gelagat, dan menyampaikan rasa.
AI bisa menjawab pertanyaan teknis dengan cepat. Tapi hanya manusia yang bisa tahu kapan harus diam, kapan harus bicara lembut, dan kapan harus merangkul lewat kata-kata. Komunikasi membawa empati. Membawa intuisi. Membawa rasa hangat yang nggak bisa diketik oleh mesin.
Itulah mengapa pemimpin besar bukanlah mereka yang tahu segalanya, tapi mereka yang bisa menjelaskan arah dan tujuan dengan cara yang menyentuh. Bukan megafon yang memekakkan telinga, tapi jembatan yang menghubungkan visi dan aksi. Sering kali, orang tidak peduli seberapa pintar Anda, tapi mereka peduli bagaimana Anda membuat mereka merasa disentuh hatinya.
Lanjut Part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Part 2
Dan komunikasi itu wajahnya banyak. Ia bisa verbalโkata-kata yang kita ucapkan. Tapi juga bisa nonverbalโgerak tangan, ekspresi, nada suara. Tubuh kita bisa menjadi panggung kecil tempat pesan-pesan tampil, meski tak ada satu kata pun terucap. Kadang, diam itu sendiri sudah merupakan bentuk komunikasi yang paling lantang.
Ia juga bisa tertulis. Lewat email, laporan, pesan pendek. Tulisan kita adalah bayangan kita ketika tubuh kita tidak hadir. Maka jangan remehkan koma, jangan abaikan titik. Karena satu paragraf yang rancu bisa merusak jam kerja satu tim.๐ซก
Dan yang tak kalah penting: komunikasi visual. Gambar, grafik, infografik. Di zaman data, visual itu seperti peta: ia membantu orang memahami tanpa harus menghafal seluruh kompas teknis.
Lalu bagaimana kita bisa belajar jadi komunikator yang baik?
Pertama, struktur itu penting. Sebelum bicara, tanya dulu pada diri sendiri: mau ngomong apa? Ke siapa? Dengan tujuan apa? Jangan asal nyerocos. Arahkan sentermu ke tempat yang ingin dituju.
Kedua, sederhanakan bahasa. Jargon itu kabut. Gunakan kata-kata yang jernih seperti air sumur. Supaya semua orang bisa minum tanpa tersedak.
Ketiga, dengarkan dengan hati. Jangan dengar untuk membalas. Dengarkan untuk mengerti. Tahan godaan ingin cepat-cepat menyela.
Keempat, pilih saluran yang pas. Tak semua urusan harus meeting. Tak semua pesan cocok di grup WhatsApp. Komunikasi itu bukan cuma isi, tapi juga wadahnya.
Dan terakhir, cari cermin. Tanyakan pada orang yang Anda percaya: โGaya ngomong saya ini jelas nggak sih? Bisa dipahami nggak?โ Cermin kadang menyakitkan. Tapi justru dari situ kita belajar menata ulang cara menyampaikan.
Sekarang ini, mesin sudah bisa bicara. Tapi manusialah yang masih harus belajar mendengar. Karena pada akhirnya, pesan bukan soal apa yang kita katakan. Tapi bagaimana orang lain merasakannya.
Dan di tengah bisingnya notifikasi, grafik penjualan, dan presentasi PowerPoint yang warnanya norak, keterampilan komunikasi adalah satu suara yang membuat Anda dikenali, dipercaya, dan diingat.โ๏ธ
Seperti kata pepatah lamaโyang barangkali perlu kita renungkan ulang: lidah tak bertulang, tapi bisa membangun atau meruntuhkan istana.
Atau seperti kata teman saya: lidah memang tak bertulang, tapi bisa bikin pinggang angkat. Entah maksudnya apa, tapi ya begitu kenyataannya.
#INISIATIF
Dan komunikasi itu wajahnya banyak. Ia bisa verbalโkata-kata yang kita ucapkan. Tapi juga bisa nonverbalโgerak tangan, ekspresi, nada suara. Tubuh kita bisa menjadi panggung kecil tempat pesan-pesan tampil, meski tak ada satu kata pun terucap. Kadang, diam itu sendiri sudah merupakan bentuk komunikasi yang paling lantang.
Ia juga bisa tertulis. Lewat email, laporan, pesan pendek. Tulisan kita adalah bayangan kita ketika tubuh kita tidak hadir. Maka jangan remehkan koma, jangan abaikan titik. Karena satu paragraf yang rancu bisa merusak jam kerja satu tim.
Dan yang tak kalah penting: komunikasi visual. Gambar, grafik, infografik. Di zaman data, visual itu seperti peta: ia membantu orang memahami tanpa harus menghafal seluruh kompas teknis.
Lalu bagaimana kita bisa belajar jadi komunikator yang baik?
Pertama, struktur itu penting. Sebelum bicara, tanya dulu pada diri sendiri: mau ngomong apa? Ke siapa? Dengan tujuan apa? Jangan asal nyerocos. Arahkan sentermu ke tempat yang ingin dituju.
Kedua, sederhanakan bahasa. Jargon itu kabut. Gunakan kata-kata yang jernih seperti air sumur. Supaya semua orang bisa minum tanpa tersedak.
Ketiga, dengarkan dengan hati. Jangan dengar untuk membalas. Dengarkan untuk mengerti. Tahan godaan ingin cepat-cepat menyela.
Keempat, pilih saluran yang pas. Tak semua urusan harus meeting. Tak semua pesan cocok di grup WhatsApp. Komunikasi itu bukan cuma isi, tapi juga wadahnya.
Dan terakhir, cari cermin. Tanyakan pada orang yang Anda percaya: โGaya ngomong saya ini jelas nggak sih? Bisa dipahami nggak?โ Cermin kadang menyakitkan. Tapi justru dari situ kita belajar menata ulang cara menyampaikan.
Keterampilan teknis bisa usang. Bisa tergantikan. Tapi komunikasi adalah akar yang menumbuhkan semua cabang lainnya. Kalau ia dirawat, ia bisa jadi pohon rindang. Meneduhkan hubungan, menguatkan karier, dan berbuah kepercayaan.
Sekarang ini, mesin sudah bisa bicara. Tapi manusialah yang masih harus belajar mendengar. Karena pada akhirnya, pesan bukan soal apa yang kita katakan. Tapi bagaimana orang lain merasakannya.
Dan di tengah bisingnya notifikasi, grafik penjualan, dan presentasi PowerPoint yang warnanya norak, keterampilan komunikasi adalah satu suara yang membuat Anda dikenali, dipercaya, dan diingat.
Seperti kata pepatah lamaโyang barangkali perlu kita renungkan ulang: lidah tak bertulang, tapi bisa membangun atau meruntuhkan istana.
Atau seperti kata teman saya: lidah memang tak bertulang, tapi bisa bikin pinggang angkat. Entah maksudnya apa, tapi ya begitu kenyataannya.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Buat Sobat ATE yang gak sempat ngikut sesi live semalam, berikut kami share rekaman kegiatan ATE Edisi 414 The Diary Of a CEO Bersama Pak Erwin Fadillah ๐ซก
Langsung cussโค๏ธ
https://youtu.be/txnw6nMhwrk?si=IBHEqcflgUGkev4C
Langsung cuss
https://youtu.be/txnw6nMhwrk?si=IBHEqcflgUGkev4C
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
ATE Edisi 414 The Diary of a CEO (Membongkar Pola Pikir Para Pemimpin Hebat) Bersama Erwin Fadillah
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejatiโฆ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejatiโฆ
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Belajar bikin komik dari nol?
Yuk, ikuti INISIATIF Class bertajuk:
โMulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komikโ bersama kakak @justnamuh
Hanya dengan coretan awal hingga jadi karya komik siap baca! Yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASIโจ
#INISIATIF #GrowthMindset
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Belajar bikin komik dari nol?
Yuk, ikuti INISIATIF Class bertajuk:
โMulai Ngomik: Dari Coretan Menjadi Komikโ bersama kakak @justnamuh
Hanya dengan coretan awal hingga jadi karya komik siap baca! Yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASIโจ
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset
๐ฅฐ3๐2
3 (TIGA) KETERAMPILAN PENTING UNTUK DUNIA SAAT INI ๐
oleh: Gatot Widayanto
https://youtu.be/Z-zYu4patP8?si=gG7-1KJh0Sx898GA
Dalam video ini, Robert Greene membahas tiga keterampilan penting untuk dunia saat ini:
1. Belajar bekerja sama dengan orang lain,
2. Cinta belajar, dan
3. Perlunya kesabaran๐ซถ
Asik aja ada "kesabaran" sebagai salah satu skill yang dia tawarkan. Memang bener juga sih, kesabaran harus dilatih dan bisa menjadi skill ya ....
#INISIATIF
oleh: Gatot Widayanto
https://youtu.be/Z-zYu4patP8?si=gG7-1KJh0Sx898GA
Dalam video ini, Robert Greene membahas tiga keterampilan penting untuk dunia saat ini:
1. Belajar bekerja sama dengan orang lain,
2. Cinta belajar, dan
3. Perlunya kesabaran
Asik aja ada "kesabaran" sebagai salah satu skill yang dia tawarkan. Memang bener juga sih, kesabaran harus dilatih dan bisa menjadi skill ya ....
Salah satu Leader kita di ATE pernah berpesan bahwa hidup ini itu gak pernah jauh dari 2 (dua) hal yakni Syukur dan Sabar. So selain memperbanyak rasa syukur, sudahkah anda selama ini juga melatih memperbanyak kesabaran?๐
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
Three Essential Skills For Todayโs World
Robert Greene is the author of the New York Times bestsellers The 48 Laws of Power, The Art of Seduction, The 33 Strategies of War, The 50th Law, Mastery, The Laws of Human Nature, and most recently, The Daily Laws.
Subscribe to my YouTube channel: @Robโฆ
Subscribe to my YouTube channel: @Robโฆ
MENDAKI TANJAKAN HIDUP ๐ฅ
oleh: Budiman Hakim
โBrenti dulu, Bro. Capek banget gueโฆโ
Saya menoleh ke belakang. Sahala nampak mukanya sangat pucat. Napasnya ngos-ngosan. Keringatnya netes dari pelipis. Padahal baru jalan beberapa menit.
โBelom juga 100m, masak udah capek?โ tanya saya heran.
โIya, gue juga bingung. Mungkin karena banyak tanjakan. Padahal kalo di jalan datar, gue bisa jalan 20 ribu langkah tanpa masalah.โ
Nah! Pernah nggak kalian merasa seperti yang dialami Sahala. Kalau jalan kaki di medan yang datar, kita bisa jauh melangkah. Bahkan sambil ngobrol, dengerin musik, atau mikirin hidup. Gak berasa tau-tau udah 10 ribu langkah. Tapi begitu jalurnya nanjak dikitโฆ
Langkah kita melambat. Napas jadi pendek. Pundak kerasa berat. Dan baru beberapa menit, kita langsung mengeluh, โHadoh! Capek banget.โ
Yang menyebabkan hal itu terjadi adalah gara-gara kerja otak. Gini penjelasannya: Waktu berjalan di jalur yang datar, otot bekerja stabil. Detak jantung tenang. Semua organ bergerak secara otomatis dan ritmik. Otak kita merasa tidak perlu mengendalikan tubuh dan masuk ke mode autopilot.
Otak bisa mikir yang lainโmerenung, mendengarkan lagu, bahkan merancang hidup. Proses melangkah di jalan datar itu kayak meditasi bergerak. Di saat itu biasanya pikiran kita melayang ke masa-masa lalu dan bukan jarang kita bisa mendapatkan ide dan pencerahan.
Tapi saat jalan mulai menanjak, semuanya berubah. Tubuh kita mulai mengirim sinyal: โNapas pendek. Kaki berat. Paru-paru ngos-ngosan.โ
Mode autopilot langsung dimatikan. Otak bersiaga penuh. Nggak bisa lagi santai atau mikir jauh. Karena otak sedang aktif mikir cara bertahan. Di sinilah kuncinya: capek itu bukan sekadar fisik. Tapi keputusan otak.
Inilah yang disebut dengan Central Governor Theory. Bahwa otak adalah โpengatur pusatโ yang mengatur seberapa jauh kita bisa terus bergerak. Hal yang sering terjadi adalah otot masih kuat tapi otak kita bisa bilang: โStop. Ini terlalu berat. Mending berhenti aja.โ
Dan anehnyaโฆ otak sering terlalu cepat menyerah. Dia seperti ibu-ibu yang over protective sama anaknya. Tujuannya, sih, bagus, dia ingin melindungi induknya. Dan itu yang menyebabkan kita berhenti sebelum waktunya. Yang terjadi adalah otot masih gagah tapi otak sudah nyerah.
Pernah suatu hari saya ikut lomba lari maraton. Saat itu saya udah gempor banget. Saya merasa gak kuat lari lagi dan memutuskan berhenti di pos terakhir sekalian ngambil minum lalu pulang ke rumah.
Begitu sampe di pos, panitia ngasih tau bahwa garis finish tinggal 100 meter lagi, lalu apa yang terjadi? Tiba-tiba saya bisa lari sprint kayak Gundala Putera Petir. Kenapa? Karena begitu mengetahui ada data baru yang rasanya bisa dilakukan, otak langsung mencabut remnya.
Sama persis dengan tanjakan hidup. Saat hidup mulai beratโutang numpuk, relasi ribet, kerjaan mentok, temen menjauhโkita gak cuma capek badan, tapi juga mental dan emosi. Dan saat itu, otak udah mulai berbisik: โUdahlah, kita gak sanggup.โ โCapek banget, kan? Nyerah aja, yuk! โ
Tapi ingat! Itu belum tentu kondisi asli kita. Bisa jadi itu cuma rem dari otak yang takut kita kenapa-kenapa. Maka, tanjakan bukan cuma tempat kita diuji. Tapi tempat kita disadarkan.
Di jalan datar, kita bisa jauh melangkah. Tapi di tanjakan, kita belajar siapa diri kita. Kita jadi sadar bahwa capek itu bisa dikalahkanโ bukan dengan tenaga, tapi dengan keyakinan.
Dan kadang, yang dibutuhkan bukan tambahan kekuatan. Tapi sekadar suara di kepala yang bilang: โAyo, dikit lagiโฆ Lo masih bisa.โ
Jalan datar membuat kita jauh melangkah. Jalan bergelombang membuat bertumbuh. Dan ketika berhasil melaluinya, kita bukan cuma lebih kuatโtapi juga lebih tahu seberapa besar potensi kita yang selama ini tersembunyi.
#INISIATIF #TGIF
oleh: Budiman Hakim
โBrenti dulu, Bro. Capek banget gueโฆโ
Saya menoleh ke belakang. Sahala nampak mukanya sangat pucat. Napasnya ngos-ngosan. Keringatnya netes dari pelipis. Padahal baru jalan beberapa menit.
โBelom juga 100m, masak udah capek?โ tanya saya heran.
โIya, gue juga bingung. Mungkin karena banyak tanjakan. Padahal kalo di jalan datar, gue bisa jalan 20 ribu langkah tanpa masalah.โ
Nah! Pernah nggak kalian merasa seperti yang dialami Sahala. Kalau jalan kaki di medan yang datar, kita bisa jauh melangkah. Bahkan sambil ngobrol, dengerin musik, atau mikirin hidup. Gak berasa tau-tau udah 10 ribu langkah. Tapi begitu jalurnya nanjak dikitโฆ
Langkah kita melambat. Napas jadi pendek. Pundak kerasa berat. Dan baru beberapa menit, kita langsung mengeluh, โHadoh! Capek banget.โ
Yang menyebabkan hal itu terjadi adalah gara-gara kerja otak. Gini penjelasannya: Waktu berjalan di jalur yang datar, otot bekerja stabil. Detak jantung tenang. Semua organ bergerak secara otomatis dan ritmik. Otak kita merasa tidak perlu mengendalikan tubuh dan masuk ke mode autopilot.
Otak bisa mikir yang lainโmerenung, mendengarkan lagu, bahkan merancang hidup. Proses melangkah di jalan datar itu kayak meditasi bergerak. Di saat itu biasanya pikiran kita melayang ke masa-masa lalu dan bukan jarang kita bisa mendapatkan ide dan pencerahan.
Tapi saat jalan mulai menanjak, semuanya berubah. Tubuh kita mulai mengirim sinyal: โNapas pendek. Kaki berat. Paru-paru ngos-ngosan.โ
Mode autopilot langsung dimatikan. Otak bersiaga penuh. Nggak bisa lagi santai atau mikir jauh. Karena otak sedang aktif mikir cara bertahan. Di sinilah kuncinya: capek itu bukan sekadar fisik. Tapi keputusan otak.
Inilah yang disebut dengan Central Governor Theory. Bahwa otak adalah โpengatur pusatโ yang mengatur seberapa jauh kita bisa terus bergerak. Hal yang sering terjadi adalah otot masih kuat tapi otak kita bisa bilang: โStop. Ini terlalu berat. Mending berhenti aja.โ
Dan anehnyaโฆ otak sering terlalu cepat menyerah. Dia seperti ibu-ibu yang over protective sama anaknya. Tujuannya, sih, bagus, dia ingin melindungi induknya. Dan itu yang menyebabkan kita berhenti sebelum waktunya. Yang terjadi adalah otot masih gagah tapi otak sudah nyerah.
Pernah suatu hari saya ikut lomba lari maraton. Saat itu saya udah gempor banget. Saya merasa gak kuat lari lagi dan memutuskan berhenti di pos terakhir sekalian ngambil minum lalu pulang ke rumah.
Begitu sampe di pos, panitia ngasih tau bahwa garis finish tinggal 100 meter lagi, lalu apa yang terjadi? Tiba-tiba saya bisa lari sprint kayak Gundala Putera Petir. Kenapa? Karena begitu mengetahui ada data baru yang rasanya bisa dilakukan, otak langsung mencabut remnya.
Sama persis dengan tanjakan hidup. Saat hidup mulai beratโutang numpuk, relasi ribet, kerjaan mentok, temen menjauhโkita gak cuma capek badan, tapi juga mental dan emosi. Dan saat itu, otak udah mulai berbisik: โUdahlah, kita gak sanggup.โ โCapek banget, kan? Nyerah aja, yuk! โ
Tapi ingat! Itu belum tentu kondisi asli kita. Bisa jadi itu cuma rem dari otak yang takut kita kenapa-kenapa. Maka, tanjakan bukan cuma tempat kita diuji. Tapi tempat kita disadarkan.
Di jalan datar, kita bisa jauh melangkah. Tapi di tanjakan, kita belajar siapa diri kita. Kita jadi sadar bahwa capek itu bisa dikalahkanโ bukan dengan tenaga, tapi dengan keyakinan.
Dan kadang, yang dibutuhkan bukan tambahan kekuatan. Tapi sekadar suara di kepala yang bilang: โAyo, dikit lagiโฆ Lo masih bisa.โ
Jalan datar membuat kita jauh melangkah. Jalan bergelombang membuat bertumbuh. Dan ketika berhasil melaluinya, kita bukan cuma lebih kuatโtapi juga lebih tahu seberapa besar potensi kita yang selama ini tersembunyi.
Tubuh kita ini cerdas, dia tahu kapan harus rehat, dan kapan harus lanjut. Sobat ATE harus mampu mengenali tanda-tanda sinyal kondisi tubuhnya masing-masing๐ค
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
GIVEAWAY WINNER ๐ฒ๐จ
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 414 The Diary of a CEO, Membongkar Pola Pikir Para Pemimpin Hebat:
1. Ibu Sri Wahyuningsih (Asdep Administrasi Badan)
2. Nur Sugiarti (PATT Telekolekting KC Semarang)
3. Fabio Syakira H @Fabioo_17 (PATT FL Kab Pesisir Selatan KC Padang)
4. Rahayu Triana Yusti (Verifikator Klaim KC Medan)
5. Effi Ekayanti @aakarpohon (RO KC Palopo)
6. Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kabag PKP KC Bengkulu)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada kelas pembelajaran ATE selanjutnya๐
Fun and meaningful di ATE๐ฅฐ
#INISIATIF
JUM'AT (Jangan Lupa Untuk Makin Hebat)๐ฏ
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 414 The Diary of a CEO, Membongkar Pola Pikir Para Pemimpin Hebat:
1. Ibu Sri Wahyuningsih (Asdep Administrasi Badan)
2. Nur Sugiarti (PATT Telekolekting KC Semarang)
3. Fabio Syakira H @Fabioo_17 (PATT FL Kab Pesisir Selatan KC Padang)
4. Rahayu Triana Yusti (Verifikator Klaim KC Medan)
5. Effi Ekayanti @aakarpohon (RO KC Palopo)
6. Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kabag PKP KC Bengkulu)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada kelas pembelajaran ATE selanjutnya
Fun and meaningful di ATE
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
KOPDAR PAMJAKIAN #5
Kopi Daring Pamjakian edisi 5
Transformasi digital sistem kesehatan nasional menuntut klaim asuransi yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Tantangan interoperabilitas antar penyedia layanan dan perusahaan asuransi menjadi krusial untuk diatasi bersama.
Kopdar Pamjakian kembali hadir dengan topik pembahasan:
INTEROPERABILITAS KLAIM ASURANSI KESEHATAN
๐๏ธ Minggu, 25 Mei 2025
๐ 09.00โ12.00 WIB
๐ Zoom โ bit.ly/KopdarPanjiEd-5
๐๏ธ Narasumber:
โข dr. Mulyadi Muchtiar, M.A.R.S. โ Direktur Utama RS Yarsi
โข dr. Aditya Indra Kusuma โ Head of Onboarding & Insurance Benefit, Sun Life Indonesia
โข Risty Restia, AAK โ Technical Advisor Pembiayaan Kesehatan, TTDK Kemenkes RI
๐ฃ๏ธ Moderator:
Jefri, AAK โ PAMJAKI
Mari diskusikan peluang dan tantangan integrasi data klaim antar sistem dan lembaga demi ekosistem asuransi kesehatan yang lebih efisien dan berdaya saing.
๐ Terbuka bagi profesional kesehatan, praktisi asuransi, serta pemangku kepentingan ekosistem pembiayaan kesehatan digital.
Informasi:
Ayu: +62 878-7289-6025
Mukhlis: +62 821-3020-0212
Kopi Daring Pamjakian edisi 5
Transformasi digital sistem kesehatan nasional menuntut klaim asuransi yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Tantangan interoperabilitas antar penyedia layanan dan perusahaan asuransi menjadi krusial untuk diatasi bersama.
Kopdar Pamjakian kembali hadir dengan topik pembahasan:
INTEROPERABILITAS KLAIM ASURANSI KESEHATAN
๐๏ธ Minggu, 25 Mei 2025
๐ 09.00โ12.00 WIB
๐ Zoom โ bit.ly/KopdarPanjiEd-5
๐๏ธ Narasumber:
โข dr. Mulyadi Muchtiar, M.A.R.S. โ Direktur Utama RS Yarsi
โข dr. Aditya Indra Kusuma โ Head of Onboarding & Insurance Benefit, Sun Life Indonesia
โข Risty Restia, AAK โ Technical Advisor Pembiayaan Kesehatan, TTDK Kemenkes RI
๐ฃ๏ธ Moderator:
Jefri, AAK โ PAMJAKI
Mari diskusikan peluang dan tantangan integrasi data klaim antar sistem dan lembaga demi ekosistem asuransi kesehatan yang lebih efisien dan berdaya saing.
๐ Terbuka bagi profesional kesehatan, praktisi asuransi, serta pemangku kepentingan ekosistem pembiayaan kesehatan digital.
Informasi:
Ayu: +62 878-7289-6025
Mukhlis: +62 821-3020-0212