MARKETING CERDIK DI BALIK MELEDAKNYA FILM JUMBO ๐ฌ
oleh: Yusran Darmawan
Yang dilakukan tim Jumbo di dunia maya bukan promosi. Mereka menciptakan narasi paralel. Sejak film masih dalam tahap pengembangan, akun Instagram dan TikTok mereka sudah aktifโmembagikan sketsa karakter, potongan cerita, hingga proses rekaman suara.
https://unhas.tv/marketing-cerdik-di-balik-meledaknya-film-jumbo/1?
#INISIATIF
oleh: Yusran Darmawan
Yang dilakukan tim Jumbo di dunia maya bukan promosi. Mereka menciptakan narasi paralel. Sejak film masih dalam tahap pengembangan, akun Instagram dan TikTok mereka sudah aktifโmembagikan sketsa karakter, potongan cerita, hingga proses rekaman suara.
https://unhas.tv/marketing-cerdik-di-balik-meledaknya-film-jumbo/1?
Yuk absen sobat ATE yang sudah menonton film Jumbo ๐ค๐ป
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
Marketing Cerdik di Balik Meledaknya Film Jumbo - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran Darmawan*Bocah itu baru saja keluar dari sebuah bioskop di kota Bogor. Ia berdiri di trotoar, menyeka air mata yang tersisa di sudut matanya. Lalu, dengan suara pelan dan serak, ia menyanyikan potongan lagu yang baru saja mengalun di layar:โฆ
JARANG DIPUJI, TIBA-TIBA.... ๐
oleh: Afif Luthfi
Cerita teman di Coffee Shop. Ketemu barista/kasir.
Kopinya enak. Pelayanannya ramah.
Spontan ia memuji:
"Mas/Mbak, service nya bagus banget deh! Kopinya enak! Nanti aku kesini lagi yaa!
Mereka sedang bad day, who knows. Kita puji. Hati mereka adem.
Di lain waktu, "Mbak make up kamu baguus!" Dia tersipu, malah kita ikutan happy. Sama-sama senyum.
Jadi, apa pesan moralnya?
Kita gak pernah tau, seberapa lelah seseorang menjalani harinya. Tapi kadang satu kalimat sederhana bisa jadi obat pelipur yang sejuk๐ซถ
Dipandang biasa. Namun, mampu membuat hati mereka berbunga.
#INISIATIF
oleh: Afif Luthfi
Cerita teman di Coffee Shop. Ketemu barista/kasir.
Kopinya enak. Pelayanannya ramah.
Spontan ia memuji:
"Mas/Mbak, service nya bagus banget deh! Kopinya enak! Nanti aku kesini lagi yaa!
Mereka sumringah, seneng, hasil kerja mereka dihargai๐ซ
Mereka sedang bad day, who knows. Kita puji. Hati mereka adem.
Di lain waktu, "Mbak make up kamu baguus!" Dia tersipu, malah kita ikutan happy. Sama-sama senyum.
Jadi, apa pesan moralnya?
Kita gak pernah tau, seberapa lelah seseorang menjalani harinya. Tapi kadang satu kalimat sederhana bisa jadi obat pelipur yang sejuk
Dipandang biasa. Namun, mampu membuat hati mereka berbunga.
Rekan-rekan Sobat ATE sedang/pernah punya rekan kerja yg suka spontan memuji juga gak? Kalimat positif apa yang pernah Beliau sampaikan hingga masih terus membekas di hatimu?
๐ฅฐ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ2
oleh: Yusran Darmawan
Pernikahan Luna Maya terasa seperti pelunasan yang lama ditunggu, seakan semesta akhirnya memberikan keadilan bagi kisah seorang perempuan yang terlalu lama ditempa prasangka dan luka.
SEBUAH CERITA TENTANG LUNA MAYA๐
#INISIATIF #TGIF
Pernikahan Luna Maya terasa seperti pelunasan yang lama ditunggu, seakan semesta akhirnya memberikan keadilan bagi kisah seorang perempuan yang terlalu lama ditempa prasangka dan luka.
SEBUAH CERITA TENTANG LUNA MAYA
"Pernikahan mereka adalah pengingat bahwa cinta yang dewasa tidak datang untuk menghapus masa lalu, tapi untuk menemani perjalanan ke depan". Sobat ATE sepakat dgn kutipan ini?๐
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
๏ปฟCinta yang Datang Setelah Luka: Sebuah Cerita tentang Luna Maya - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran DarmawanDi sebuah kapel kecil nan teduh di pinggiran Pulau Dewata, Luna Maya berdiri dalam balutan gaun putih sederhana. Senyumnya lebar, matanya berkaca. Di sampingnya, Maxim menatap dengan penuh kasih, seolah ingin berkata kepada dunia: โAkuโฆ
TEMAN TAPI TOXIC ๐ โค๏ธโ๐ฉน
Oleh: Emil Bachtiar
Selama ini, kita cenderung memahami toxic friendship sebagai persoalan orang lain. Teman yang suka mengatur, menyindir, atau membuat kita merasa tidak cukup baik. Namun dalam proses belajar dan merenung, kita mulai menyadari: bukan tidak mungkin, kitalah yang pernah menjadi teman yang toxicโbukan karena niat jahat, tetapi karena ketidaksadaran, luka lama, atau kebutuhan akan penerimaan yang berlebihan.
Dari sini, kita belajar bahwa niat baik saja tidak cukup. Dalam pertemanan, cara kita hadir bisa berdampak besar, bahkan ketika kita merasa sedang berbuat benar. Refleksi ini mengajak kita untuk mengenali, memperbaiki, dan tidak malu untuk berubahโdemi hubungan yang lebih sehat dan lebih tulus.
Setelah menyadari bahwa kita pernah, atau mungkin sedang, menjadi teman yang toxic, pertanyaan berikutnya sering muncul: apa yang akan terjadi? Apakah kita akan kehilangan semua teman? Apakah kita pantas berteman lagi?
Realitasnya, perubahan tidak selalu langsung membawa perbaikan. Ada masa jeda. Ada jarak yang tercipta.
Mungkin ada teman yang perlahan menjauh karena luka yang sudah terlanjur dalam. Mungkin ada rasa kehilangan dan kesepian yang datang ketika kita mulai menata ulang cara kita berteman.
Namun proses ini penting. Karena dari sinilah kita mulai belajar membangun kembali relasi dengan cara yang lebih sehatโdengan tidak lagi menuntut, tidak lagi menekan, dan tidak lagi menjadikan orang lain sebagai tempat pelarian dari luka kita sendiri.
Dalam proses ini, self-awareness menjadi titik tolak yang sangat penting. Tanpa self-awareness, kita hanya akan mengulang pola lama, mengira diri selalu benar, dan terus menyalahkan pihak lain ketika hubungan tidak berjalan baik.
Self-awareness membantu kita:
Mengenali pola perilaku yang tidak sehat, bahkan ketika niat kita baik.
Membedakan antara kepedulian tulus dan kebutuhan tersembunyi akan pengakuan.
Melihat bahwa pertemanan bukan hanya tentang โkita hadirโ, tetapi bagaimana kita hadir.
Menyadari bahwa tidak semua orang harus memberi kita tempat khusus, dan itu tidak berarti kita tidak berharga.
Kesadaran ini juga mengajarkan bahwa pertemanan tidak selalu berarti kedekatan fisik atau intensitas komunikasi, tetapi rasa saling menghargai, memberi ruang, dan bertumbuh bersama.
Kadang kita perlu kehilangan beberapa pertemanan agar bisa membangun ulang relasi yang lebih setara dan jernih. Kadang kita perlu menyendiri agar bisa menjadi teman yang lebih aman dan tidak lagi mengulang pola menyakiti.
Dan mungkin, justru di titik inilah kita benar-benar belajar: bahwa berteman dimulai dari keberanian untuk melihat diri sendiriโdan mengubahnya.
#INISIATIF
Oleh: Emil Bachtiar
Selama ini, kita cenderung memahami toxic friendship sebagai persoalan orang lain. Teman yang suka mengatur, menyindir, atau membuat kita merasa tidak cukup baik. Namun dalam proses belajar dan merenung, kita mulai menyadari: bukan tidak mungkin, kitalah yang pernah menjadi teman yang toxicโbukan karena niat jahat, tetapi karena ketidaksadaran, luka lama, atau kebutuhan akan penerimaan yang berlebihan.
Toxic tidak selalu berarti keras atau menyakitkan secara langsung. Kadang ia hadir dalam bentuk perhatian yang memaksa, keinginan untuk selalu tahu, atau harapan-harapan yang tak diucapkan tapi membebani. Kita menyebutnya peduli, tapi bisa jadi orang lain merasa tertekan.
Kita mulai mengenali pola-pola itu:
Terlalu banyak memberi nasihat, padahal yang dibutuhkan hanya didengar.
Mudah kecewa jika tak diutamakan, padahal semua orang punya prioritas masing-masing.
Hadir dalam hidup orang lain, tetapi membawa harapan-harapan tersembunyi untuk dibalas.
Dari sini, kita belajar bahwa niat baik saja tidak cukup. Dalam pertemanan, cara kita hadir bisa berdampak besar, bahkan ketika kita merasa sedang berbuat benar. Refleksi ini mengajak kita untuk mengenali, memperbaiki, dan tidak malu untuk berubahโdemi hubungan yang lebih sehat dan lebih tulus.
Setelah menyadari bahwa kita pernah, atau mungkin sedang, menjadi teman yang toxic, pertanyaan berikutnya sering muncul: apa yang akan terjadi? Apakah kita akan kehilangan semua teman? Apakah kita pantas berteman lagi?
Realitasnya, perubahan tidak selalu langsung membawa perbaikan. Ada masa jeda. Ada jarak yang tercipta.
Mungkin ada teman yang perlahan menjauh karena luka yang sudah terlanjur dalam. Mungkin ada rasa kehilangan dan kesepian yang datang ketika kita mulai menata ulang cara kita berteman.
Namun proses ini penting. Karena dari sinilah kita mulai belajar membangun kembali relasi dengan cara yang lebih sehatโdengan tidak lagi menuntut, tidak lagi menekan, dan tidak lagi menjadikan orang lain sebagai tempat pelarian dari luka kita sendiri.
Dalam proses ini, self-awareness menjadi titik tolak yang sangat penting. Tanpa self-awareness, kita hanya akan mengulang pola lama, mengira diri selalu benar, dan terus menyalahkan pihak lain ketika hubungan tidak berjalan baik.
Self-awareness membantu kita:
Mengenali pola perilaku yang tidak sehat, bahkan ketika niat kita baik.
Membedakan antara kepedulian tulus dan kebutuhan tersembunyi akan pengakuan.
Melihat bahwa pertemanan bukan hanya tentang โkita hadirโ, tetapi bagaimana kita hadir.
Menyadari bahwa tidak semua orang harus memberi kita tempat khusus, dan itu tidak berarti kita tidak berharga.
Kesadaran ini juga mengajarkan bahwa pertemanan tidak selalu berarti kedekatan fisik atau intensitas komunikasi, tetapi rasa saling menghargai, memberi ruang, dan bertumbuh bersama.
Kadang kita perlu kehilangan beberapa pertemanan agar bisa membangun ulang relasi yang lebih setara dan jernih. Kadang kita perlu menyendiri agar bisa menjadi teman yang lebih aman dan tidak lagi mengulang pola menyakiti.
Dan mungkin, justru di titik inilah kita benar-benar belajar: bahwa berteman dimulai dari keberanian untuk melihat diri sendiriโdan mengubahnya.
Sudahkah Sobat ATE melakukan self-awareness terlebih dahulu sebelum menuduh orang lain Toxic?
๐
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐3๐ฅ1๐ซก1
6 LATIHAN BERPIKIR STRATEGIS ๐
oleh: Vicario Reinaldo
Gimana caranya jadi tangan kanan atasan?
Salah satunya adalah punya kemampuan berpikir strategis
Caranya bisa dengan melatih kebiasaan ini ketika bekerja
Yuk kita bahas satu satu
1. Jelasin dampaknyaโ
Dalam 1 minggu Dalam 1 bulan Dalam 1 tahun
Orang yang berpikir strategis itu ga cuma mikirin jangka pendek, tetapi juga dampaknya di masa depan.
Mereka juga mikirin apa impact nya terhadap pencapaian tujuan organisasi.
2. Cari tau nilai prioritasnyaโ
Ketika ada masalah, pemikir strategis akan mikirin akar masalahnya di mana.
Sehingga mereka gak menyelesaikan permukaan masalahnya aja, tapi juga mencabut sampai ke akar. Jadi masalah yang sama gak berulang, dengan bertanya "Kenapa" sebanyak 5 kali.
3. Jika - Makaโ
Jika rencana X gagal - maka gue akan ...
Pemikir strategis selalu punya lebih dari 1 rencana. Sehingga ketika gagal, mereka bisa lanjut strategi lain.
4. Selalu bawa dataโ
Bukan cuma ngandelin intuisi, tapi membuat keputusan berdasarkan data
โข Hasil riset
โข Tren terbaru
โข Pendapat ahli
โข Laporan keuangan
โข Feedback pelanggan
5. Analisis SWOTโ
Petakan dan pahami situasi sebelum buat keputusan strategis
โข Apa kelemahan kita?
โข Apa kekuatan kita?
โข Apa peluang yang kita punya?
โข Apa ancaman yang menghambat kita?
6. Six Thinking Hatsโ
Biasanya atasan butuh banyak perspektif berbeda sebelum membuat keputusan
Metode ini bantu lo memberikan pendapat yang kaya. Gak hanya fokus ke satu hal.
#INISIATIF
oleh: Vicario Reinaldo
Gimana caranya jadi tangan kanan atasan?
Salah satunya adalah punya kemampuan berpikir strategis
Caranya bisa dengan melatih kebiasaan ini ketika bekerja
Yuk kita bahas satu satu
1. Jelasin dampaknya
Dalam 1 minggu Dalam 1 bulan Dalam 1 tahun
Orang yang berpikir strategis itu ga cuma mikirin jangka pendek, tetapi juga dampaknya di masa depan.
Mereka juga mikirin apa impact nya terhadap pencapaian tujuan organisasi.
2. Cari tau nilai prioritasnya
Ketika ada masalah, pemikir strategis akan mikirin akar masalahnya di mana.
Sehingga mereka gak menyelesaikan permukaan masalahnya aja, tapi juga mencabut sampai ke akar. Jadi masalah yang sama gak berulang, dengan bertanya "Kenapa" sebanyak 5 kali.
3. Jika - Maka
Jika rencana X gagal - maka gue akan ...
Pemikir strategis selalu punya lebih dari 1 rencana. Sehingga ketika gagal, mereka bisa lanjut strategi lain.
4. Selalu bawa data
Bukan cuma ngandelin intuisi, tapi membuat keputusan berdasarkan data
โข Hasil riset
โข Tren terbaru
โข Pendapat ahli
โข Laporan keuangan
โข Feedback pelanggan
5. Analisis SWOT
Petakan dan pahami situasi sebelum buat keputusan strategis
โข Apa kelemahan kita?
โข Apa kekuatan kita?
โข Apa peluang yang kita punya?
โข Apa ancaman yang menghambat kita?
6. Six Thinking Hats
Biasanya atasan butuh banyak perspektif berbeda sebelum membuat keputusan
Metode ini bantu lo memberikan pendapat yang kaya. Gak hanya fokus ke satu hal.
Adakah Sobat ATE yang beberapa kali atau bahkan hampir selalu dipercaya jadi tangan kanan atasan? kamu kelassss King๐ซต ๐ช
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2โค1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi414
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Pernah gak sih kamu penasaran, strategi apa yang dipakai para pemimpin hebat sampai bisa membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan? yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi414 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#INISIATIF #GrowthMindset
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi414
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Pernah gak sih kamu penasaran, strategi apa yang dipakai para pemimpin hebat sampai bisa membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan? yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi414 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Menikah itu bukan cuma soal gaun dan gedung, tapi juga soal kesiapan mental dan emosional. Gimana cara adaptasi dengan keluarga pasangan hingga menyelesaikan konflik? ๐คฏ
yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#inisiatif #GrowthMindset
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Menikah itu bukan cuma soal gaun dan gedung, tapi juga soal kesiapan mental dan emosional. Gimana cara adaptasi dengan keluarga pasangan hingga menyelesaikan konflik? ๐คฏ
yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#inisiatif #GrowthMindset
PETUAH TENTANG SEKS DI MASYARAKAT BUTON ๐จโ๐ฉโ๐งโ๐ฆ
https://unhas.tv/petuah-tentang-seks-di-masyarakat-buton/1?
#INISIATIF #TGIF
"Kita tak kekurangan edukasi seks. Yang kita kurang adalah edukasi makna". Kutipan ini sangat daging sekaliโค๏ธ
https://unhas.tv/petuah-tentang-seks-di-masyarakat-buton/1?
Hari baik adalah jum'at dan Senin
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
๏ปฟPetuah tentang Seks di Masyarakat Buton - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran DarmawanDi tanah yang menghadap laut di ujung tenggara Sulawesi, puisi bukan sekadar suara hati. Ia adalah hukum, nasihat, dan juga pagar. Di Baubau, kota yang dulu menjadi pusat Kesultanan Buton, manusia belajar menjaga tubuh dan cintaโฆ
๐1
#INISIATIFdukungTimnas #GarudaMendunia
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐ฟ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ข๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ป๐๐? ๐ฃ ๐ค
(๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ง๐ญ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข ๐๐ช๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ข)
oleh: Afif Luthfi
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang peserta pelatihan yang curhat soal kantornya.
"Pak, saya tuh kerja bareng orang yang kalau ngomong tuh... nyolot, Pak. Kayak ngerasa dia paling bener. Saya capek, baper terus."
Saya diam. Lalu saya tanya, "Apa dia tahu kamu ngerasa begitu?"
"Kayaknya nggak. Soalnya dia ngomongnya gitu ke semua orang." Jawabnya.
Banyak dari kita diajarkan sejak kecil bahwa "semua orang itu sama". Tapi kenyataannya, cara kita melihat, merespons, bahkan mencintai... nggak selalu sama.
Ada orang yang berpikir cepat, bergerak agresif, dan suka ambil keputusan.
Ada juga yang lebih suka membangun hubungan, menenangkan, dan menghindari konflik.
Ada yang fokus ke detail. Ada yang fokus ke visi besar.
Lalu saat dua kepribadian itu bertemu, tanpa saling paham, muncullah benturan.
Dan ini bukan soal siapa yang benar. Tapi bagaimana kita bisa memahami gaya komunikasi dan kepribadian orang lain, lalu menyesuaikan... tanpa kehilangan jati diri.
Karena ketika kita tahu gaya komunikasi orang lain, kita bisa berhenti tersinggung, dan mulai terkoneksi.
#INISIATIF
(๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ง๐ญ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข ๐๐ช๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ข)
oleh: Afif Luthfi
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang peserta pelatihan yang curhat soal kantornya.
"Pak, saya tuh kerja bareng orang yang kalau ngomong tuh... nyolot, Pak. Kayak ngerasa dia paling bener. Saya capek, baper terus."
Saya diam. Lalu saya tanya, "Apa dia tahu kamu ngerasa begitu?"
"Kayaknya nggak. Soalnya dia ngomongnya gitu ke semua orang." Jawabnya.
Dan di titik itu saya sadar, kadang kita baper bukan karena orang lain salah, tapi karena kita beda.
Banyak dari kita diajarkan sejak kecil bahwa "semua orang itu sama". Tapi kenyataannya, cara kita melihat, merespons, bahkan mencintai... nggak selalu sama.
Ada orang yang berpikir cepat, bergerak agresif, dan suka ambil keputusan.
Ada juga yang lebih suka membangun hubungan, menenangkan, dan menghindari konflik.
Ada yang fokus ke detail. Ada yang fokus ke visi besar.
Lalu saat dua kepribadian itu bertemu, tanpa saling paham, muncullah benturan.
Yang satu ngerasa: "Kok dia lambat banget sih?"
Yang lain mikir: "Kok dia nyuruh-nyuruh mulu?"
Di sinilah seni berkomunikasi diuji. Diuji soal mengelola perbedaan cara berpikir dan berinteraksi.
Dan ini bukan soal siapa yang benar. Tapi bagaimana kita bisa memahami gaya komunikasi dan kepribadian orang lain, lalu menyesuaikan... tanpa kehilangan jati diri.
Karena ketika kita tahu gaya komunikasi orang lain, kita bisa berhenti tersinggung, dan mulai terkoneksi.
Sobat ATE sering merasa demikian juga gak dengan 1 atau beberapa orang tertentu?
โน๏ธ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
The Diary of a CEO : Hukum 1 - Isi ember Anda dalam urutan yang benar ๐ฅ
oleh: Deni Chan
5 (Lima) Ember
1. Apa yang Anda ketahui - Pengetahuan Anda
2. Apa yang dapat Anda lakukan - Keterampilan Anda
3. Siapa yang Anda kenal - Jaringan Anda
4. Apa yang Anda miliki - Sumber Daya Anda
5. Apa yang dunia pikirkan tentang Anda - Reputasi Anda
Kemunduran atau bencana dapat menghilangkan sumber daya Anda, jaringan Anda, atau reputasi Anda, tetapi tidak akan pernah menghilangkan pengetahuan Anda dan tidak akan pernah melupakan keterampilan Anda๐ฅ
https://youtu.be/08uFswMHg-U?si=xC7mGwlSjx4YkdVq
#INISIATIF
oleh: Deni Chan
5 (Lima) Ember
1. Apa yang Anda ketahui - Pengetahuan Anda
2. Apa yang dapat Anda lakukan - Keterampilan Anda
3. Siapa yang Anda kenal - Jaringan Anda
4. Apa yang Anda miliki - Sumber Daya Anda
5. Apa yang dunia pikirkan tentang Anda - Reputasi Anda
Prioritaskan pengisian dua ember pertama di fondasi Anda karena akan memiliki keberlanjutan jangka panjang yang Anda butuhkan๐ซก
Kemunduran atau bencana dapat menghilangkan sumber daya Anda, jaringan Anda, atau reputasi Anda, tetapi tidak akan pernah menghilangkan pengetahuan Anda dan tidak akan pernah melupakan keterampilan Anda
https://youtu.be/08uFswMHg-U?si=xC7mGwlSjx4YkdVq
Btw, malam ini mulai pukul 19.00 WIB, di ATE akan ada pembahasan buku The Diary of a CEO, Sobat ATE jangan sampai kelewatan yah
๐ค
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
The Diary of a CEO: Law 1- Fill your buckets in the right order
Law 1- Fill your buckets in the right order
The five buckets
1 What you know- your Knowledge
2 What you can do โ your Skills
3 Who you know โ your Network
4 What do you have โ your Resources
5. What the world thinks of you โ your Reputation
Prioritiseโฆ
The five buckets
1 What you know- your Knowledge
2 What you can do โ your Skills
3 Who you know โ your Network
4 What do you have โ your Resources
5. What the world thinks of you โ your Reputation
Prioritiseโฆ
โค1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
Sharing ATE edisi 414 akan dibawakan oleh Narasumber luar biasa Bapak @Erwinfa dan akan dipandu oleh host kece @mirdaherlinda dan @FarisFR
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#INISIATIF #GrowthMindset
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejati menyalakan cahaya di tengah gelap, bukan menunggu terang datang.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Sharing ATE edisi 414 akan dibawakan oleh Narasumber luar biasa Bapak @Erwinfa dan akan dipandu oleh host kece @mirdaherlinda dan @FarisFR
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset
Salah Kirim Pesan Bisa Bikin Masalah Jadi Panjang ๐ซฃ
oleh: Wicaksono
Kemarin saya dengar cerita lucu tapi sebenarnya agak miris. Seorang ibu bendahara sekolah dasar tiba-tiba kirim pesan ke grup WhatsApp wali murid.
Katanya, โUang kegiatan wajib disetor paling lambat Jumat.โ Titik. Nggak pakai keterangan tambahan apa pun.
Padahal, maksudnya pengumuman itu cuma untuk murid kelas 5 dan 6. Tapi karena pesannya singkat dan umum, wali murid dari kelas 1 sampai 4 pun ikut panik. Ada yang langsung transfer. Ada yang protes karena katanya belum ada pengumuman resmi. Grup WAG pun meledak, kayak petasan sumbu pendek.
Di tempat lain, seorang bapak bilang ke anaknya, โNak, bu guru kirim pesan di WAG. Besok jangan lupa bawa buku merah, ya.โ Maksudnya buku catatan matematika. Tapi karena tidak dijelaskan dengan jelas, anaknya besoknya malah bawa buku tabungan yang sampulnya juga merah.
Di sekolah, dia dimarahi guru karena dianggap teledor. Sampai di rumah, anak itu manyun, sambil ngomel, โAyah itu kalau ngomong nggak jelas, selalu bikin aku salah bawa.โ
Kedua cerita ini bukan dongeng. Ini kejadian sehari-hari. Bisa terjadi di rumah kita, di kantor, bahkan di warung kopi sebelah.
Masalah yang awalnya sederhana jadi runyam karena satu hal: komunikasi yang nggak nyambung. Bisa karena pesannya terlalu pendek, terlalu kabur, atau nggak mempertimbangkan siapa yang nerima. Kadang karena terlalu buru-buru, kadang karena kita merasa semua orang pasti ngerti maksud kita. Padahal, belum tentu.
Kita sering lupa bahwa gagal komunikasi itu bukan sekadar nggak nyambung. Ia bisa memecah tim, membunuh ide, bahkan menghancurkan kepercayaan yang sudah dibangun lama. Di dunia kerja, komunikasi bukan cuma soal bicara. Ia adalah mata uang kepercayaan. Dan begitu nilainya jatuh, sulit untuk menukarnya kembali.
Karena sesungguhnya, komunikasi bukan cuma soal ucapan. Ia adalah perpaduan antara seni dan ilmu: seni membaca suasana, dan ilmu menyampaikan makna.
Bayangkan sampeyan pegang senter di ruangan gelap. Komunikasi itu seperti senter tadi. Tugas kita bukan cuma menyalakannya, tapi juga mengarahkan cahaya ke tempat yang tepat. Kalau cahayanya buram, atau kita malah menyorot ke arah yang salah, ya orang lain akan tersandung. Dan yang disalahkan? Bukan lantainya, tapi yang megang senternya.
Kita hidup di zaman di mana teknologi berkembang pesat, AI makin canggih, dan semua serba otomatis. Tapi lucunya, di tengah semua kemajuan itu, keterampilan yang paling dicari justru bukan yang paling teknis.
AI bisa menjawab pertanyaan teknis dengan cepat. Tapi hanya manusia yang bisa tahu kapan harus diam, kapan harus bicara lembut, dan kapan harus merangkul lewat kata-kata. Komunikasi membawa empati. Membawa intuisi. Membawa rasa hangat yang nggak bisa diketik oleh mesin.
Itulah mengapa pemimpin besar bukanlah mereka yang tahu segalanya, tapi mereka yang bisa menjelaskan arah dan tujuan dengan cara yang menyentuh. Bukan megafon yang memekakkan telinga, tapi jembatan yang menghubungkan visi dan aksi. Sering kali, orang tidak peduli seberapa pintar Anda, tapi mereka peduli bagaimana Anda membuat mereka merasa disentuh hatinya.
Lanjut Part 2๐
oleh: Wicaksono
Kemarin saya dengar cerita lucu tapi sebenarnya agak miris. Seorang ibu bendahara sekolah dasar tiba-tiba kirim pesan ke grup WhatsApp wali murid.
Katanya, โUang kegiatan wajib disetor paling lambat Jumat.โ Titik. Nggak pakai keterangan tambahan apa pun.
Padahal, maksudnya pengumuman itu cuma untuk murid kelas 5 dan 6. Tapi karena pesannya singkat dan umum, wali murid dari kelas 1 sampai 4 pun ikut panik. Ada yang langsung transfer. Ada yang protes karena katanya belum ada pengumuman resmi. Grup WAG pun meledak, kayak petasan sumbu pendek.
Di tempat lain, seorang bapak bilang ke anaknya, โNak, bu guru kirim pesan di WAG. Besok jangan lupa bawa buku merah, ya.โ Maksudnya buku catatan matematika. Tapi karena tidak dijelaskan dengan jelas, anaknya besoknya malah bawa buku tabungan yang sampulnya juga merah.
Di sekolah, dia dimarahi guru karena dianggap teledor. Sampai di rumah, anak itu manyun, sambil ngomel, โAyah itu kalau ngomong nggak jelas, selalu bikin aku salah bawa.โ
Kedua cerita ini bukan dongeng. Ini kejadian sehari-hari. Bisa terjadi di rumah kita, di kantor, bahkan di warung kopi sebelah.
Masalah yang awalnya sederhana jadi runyam karena satu hal: komunikasi yang nggak nyambung. Bisa karena pesannya terlalu pendek, terlalu kabur, atau nggak mempertimbangkan siapa yang nerima. Kadang karena terlalu buru-buru, kadang karena kita merasa semua orang pasti ngerti maksud kita. Padahal, belum tentu.
Banyak orang berpikir, komunikasi itu cuma urusan bos di ruang rapat, atau PR di depan kamera. Padahal, persoalan komunikasi justru paling sering muncul dari hal-hal kecil yang kita anggap sepele. Tapi dampaknya bisa luar biasa. Salah paham, hubungan renggang, kerjaan jadi kacau, dan kadang, harga diri bisa ikut remuk. Komunikasi yang buruk itu seperti menabur benih di tanah yang salah: bukan tumbuh, tapi malah bikin semak liar di mana-mana.
Kita sering lupa bahwa gagal komunikasi itu bukan sekadar nggak nyambung. Ia bisa memecah tim, membunuh ide, bahkan menghancurkan kepercayaan yang sudah dibangun lama. Di dunia kerja, komunikasi bukan cuma soal bicara. Ia adalah mata uang kepercayaan. Dan begitu nilainya jatuh, sulit untuk menukarnya kembali.
Karena sesungguhnya, komunikasi bukan cuma soal ucapan. Ia adalah perpaduan antara seni dan ilmu: seni membaca suasana, dan ilmu menyampaikan makna.
Bayangkan sampeyan pegang senter di ruangan gelap. Komunikasi itu seperti senter tadi. Tugas kita bukan cuma menyalakannya, tapi juga mengarahkan cahaya ke tempat yang tepat. Kalau cahayanya buram, atau kita malah menyorot ke arah yang salah, ya orang lain akan tersandung. Dan yang disalahkan? Bukan lantainya, tapi yang megang senternya.
Kita hidup di zaman di mana teknologi berkembang pesat, AI makin canggih, dan semua serba otomatis. Tapi lucunya, di tengah semua kemajuan itu, keterampilan yang paling dicari justru bukan yang paling teknis.
Menurut riset dari Aura Intelligence, dari hampir dua juta lowongan kerja yang mereka telaah,
yang paling dicari bukan coding atau programming, tapiโฆ
komunikasi
.
Karena ternyata, algoritma sehebat apa pun belum bisa menandingi kemampuan manusia untuk mengerti emosi, menangkap gelagat, dan menyampaikan rasa.
AI bisa menjawab pertanyaan teknis dengan cepat. Tapi hanya manusia yang bisa tahu kapan harus diam, kapan harus bicara lembut, dan kapan harus merangkul lewat kata-kata. Komunikasi membawa empati. Membawa intuisi. Membawa rasa hangat yang nggak bisa diketik oleh mesin.
Itulah mengapa pemimpin besar bukanlah mereka yang tahu segalanya, tapi mereka yang bisa menjelaskan arah dan tujuan dengan cara yang menyentuh. Bukan megafon yang memekakkan telinga, tapi jembatan yang menghubungkan visi dan aksi. Sering kali, orang tidak peduli seberapa pintar Anda, tapi mereka peduli bagaimana Anda membuat mereka merasa disentuh hatinya.
Lanjut Part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Part 2
Dan komunikasi itu wajahnya banyak. Ia bisa verbalโkata-kata yang kita ucapkan. Tapi juga bisa nonverbalโgerak tangan, ekspresi, nada suara. Tubuh kita bisa menjadi panggung kecil tempat pesan-pesan tampil, meski tak ada satu kata pun terucap. Kadang, diam itu sendiri sudah merupakan bentuk komunikasi yang paling lantang.
Ia juga bisa tertulis. Lewat email, laporan, pesan pendek. Tulisan kita adalah bayangan kita ketika tubuh kita tidak hadir. Maka jangan remehkan koma, jangan abaikan titik. Karena satu paragraf yang rancu bisa merusak jam kerja satu tim.๐ซก
Dan yang tak kalah penting: komunikasi visual. Gambar, grafik, infografik. Di zaman data, visual itu seperti peta: ia membantu orang memahami tanpa harus menghafal seluruh kompas teknis.
Lalu bagaimana kita bisa belajar jadi komunikator yang baik?
Pertama, struktur itu penting. Sebelum bicara, tanya dulu pada diri sendiri: mau ngomong apa? Ke siapa? Dengan tujuan apa? Jangan asal nyerocos. Arahkan sentermu ke tempat yang ingin dituju.
Kedua, sederhanakan bahasa. Jargon itu kabut. Gunakan kata-kata yang jernih seperti air sumur. Supaya semua orang bisa minum tanpa tersedak.
Ketiga, dengarkan dengan hati. Jangan dengar untuk membalas. Dengarkan untuk mengerti. Tahan godaan ingin cepat-cepat menyela.
Keempat, pilih saluran yang pas. Tak semua urusan harus meeting. Tak semua pesan cocok di grup WhatsApp. Komunikasi itu bukan cuma isi, tapi juga wadahnya.
Dan terakhir, cari cermin. Tanyakan pada orang yang Anda percaya: โGaya ngomong saya ini jelas nggak sih? Bisa dipahami nggak?โ Cermin kadang menyakitkan. Tapi justru dari situ kita belajar menata ulang cara menyampaikan.
Sekarang ini, mesin sudah bisa bicara. Tapi manusialah yang masih harus belajar mendengar. Karena pada akhirnya, pesan bukan soal apa yang kita katakan. Tapi bagaimana orang lain merasakannya.
Dan di tengah bisingnya notifikasi, grafik penjualan, dan presentasi PowerPoint yang warnanya norak, keterampilan komunikasi adalah satu suara yang membuat Anda dikenali, dipercaya, dan diingat.โ๏ธ
Seperti kata pepatah lamaโyang barangkali perlu kita renungkan ulang: lidah tak bertulang, tapi bisa membangun atau meruntuhkan istana.
Atau seperti kata teman saya: lidah memang tak bertulang, tapi bisa bikin pinggang angkat. Entah maksudnya apa, tapi ya begitu kenyataannya.
#INISIATIF
Dan komunikasi itu wajahnya banyak. Ia bisa verbalโkata-kata yang kita ucapkan. Tapi juga bisa nonverbalโgerak tangan, ekspresi, nada suara. Tubuh kita bisa menjadi panggung kecil tempat pesan-pesan tampil, meski tak ada satu kata pun terucap. Kadang, diam itu sendiri sudah merupakan bentuk komunikasi yang paling lantang.
Ia juga bisa tertulis. Lewat email, laporan, pesan pendek. Tulisan kita adalah bayangan kita ketika tubuh kita tidak hadir. Maka jangan remehkan koma, jangan abaikan titik. Karena satu paragraf yang rancu bisa merusak jam kerja satu tim.
Dan yang tak kalah penting: komunikasi visual. Gambar, grafik, infografik. Di zaman data, visual itu seperti peta: ia membantu orang memahami tanpa harus menghafal seluruh kompas teknis.
Lalu bagaimana kita bisa belajar jadi komunikator yang baik?
Pertama, struktur itu penting. Sebelum bicara, tanya dulu pada diri sendiri: mau ngomong apa? Ke siapa? Dengan tujuan apa? Jangan asal nyerocos. Arahkan sentermu ke tempat yang ingin dituju.
Kedua, sederhanakan bahasa. Jargon itu kabut. Gunakan kata-kata yang jernih seperti air sumur. Supaya semua orang bisa minum tanpa tersedak.
Ketiga, dengarkan dengan hati. Jangan dengar untuk membalas. Dengarkan untuk mengerti. Tahan godaan ingin cepat-cepat menyela.
Keempat, pilih saluran yang pas. Tak semua urusan harus meeting. Tak semua pesan cocok di grup WhatsApp. Komunikasi itu bukan cuma isi, tapi juga wadahnya.
Dan terakhir, cari cermin. Tanyakan pada orang yang Anda percaya: โGaya ngomong saya ini jelas nggak sih? Bisa dipahami nggak?โ Cermin kadang menyakitkan. Tapi justru dari situ kita belajar menata ulang cara menyampaikan.
Keterampilan teknis bisa usang. Bisa tergantikan. Tapi komunikasi adalah akar yang menumbuhkan semua cabang lainnya. Kalau ia dirawat, ia bisa jadi pohon rindang. Meneduhkan hubungan, menguatkan karier, dan berbuah kepercayaan.
Sekarang ini, mesin sudah bisa bicara. Tapi manusialah yang masih harus belajar mendengar. Karena pada akhirnya, pesan bukan soal apa yang kita katakan. Tapi bagaimana orang lain merasakannya.
Dan di tengah bisingnya notifikasi, grafik penjualan, dan presentasi PowerPoint yang warnanya norak, keterampilan komunikasi adalah satu suara yang membuat Anda dikenali, dipercaya, dan diingat.
Seperti kata pepatah lamaโyang barangkali perlu kita renungkan ulang: lidah tak bertulang, tapi bisa membangun atau meruntuhkan istana.
Atau seperti kata teman saya: lidah memang tak bertulang, tapi bisa bikin pinggang angkat. Entah maksudnya apa, tapi ya begitu kenyataannya.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Buat Sobat ATE yang gak sempat ngikut sesi live semalam, berikut kami share rekaman kegiatan ATE Edisi 414 The Diary Of a CEO Bersama Pak Erwin Fadillah ๐ซก
Langsung cussโค๏ธ
https://youtu.be/txnw6nMhwrk?si=IBHEqcflgUGkev4C
Langsung cuss
https://youtu.be/txnw6nMhwrk?si=IBHEqcflgUGkev4C
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
ATE Edisi 414 The Diary of a CEO (Membongkar Pola Pikir Para Pemimpin Hebat) Bersama Erwin Fadillah
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejatiโฆ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejatiโฆ