The Four Burners Theory โ๏ธ
oleh: Vicario Reinaldo
Kita semua pengen punya:
โข Karir cemerlang
โข Sehat fisik dan mental
โข Pertemanan berkualitas
โข Keluarga harmonis
Tapi dikit banget yang bisa dapat itu semua. Jadi sebenernya work-life balance itu realistis ga sih?
Yuk kenalan sama Four Burners Theory
Apa itu The Four Burners Theory?
Bayangin hidup lo direpresentasikan seperti kompor dengan 4 tungku
Setiap tungku mewakili aspek utama dalam hidup
"Untuk jadi sukses, lo sebaiknya mematikan 1 tungku. Untuk jadi sangat sukses, lo sebaiknya mematikan 2 tungku."
Jadi, apa 2 tungku yang akan lo pilih?
Kalau memilih fokus di karir dan keluarga, lo mungkin perlu mengurangi fokus di teman dan kesehatan
Kalau memilih karir dan kesehatan, lo mungkin perlu mengurangi fokus di keluarga dan teman
Emang ga bisa ya pilih semuanya?
Tenang, James Clear menawarkan 3 opsi yang lebih balance untuk menerapkan ini
1. Pakai kompor lain
2. Maksimalin kondisi
3. Membagi hidup jadi musim-musim
1. Pakai kompor lain
Karena daya kompor kita terbatas, kita bisa pakai kompor lain
Caranya dengan mendelegasikan tugas atau menggunakan teknologi sehingga kita bisa fokus ke aspek lain
Misal
โข Nitipin anak ke day care / mertua
โข Pakai Chat GPT untuk bikin draf dokumen
2. Maksimalin keadaan
Kita semua punya energi dan waktu yang terbatas
Jadi sadari dan manfaatkan keterbatasan itu dengan optimal
Misalnya
โข Gimana caranya bisa perform dengan maksimal tanpa perlu lembur?
โข Gimana bisa maksimal quality time sama anak kalau cuma ada 1 jam?
3. Musim-musim hidup
Membagi hidup jadi beberapa musim
Di setiap musim, kita punya fokus dan prioritas yang berbeda
Misalnya:
โข Usia 20-30: Karir dan kesehatan
โข Usia 30-40: Karir dan keluarga
โข Usia 40-50: Keluarga dan teman
โข Usia 50-60: Keluarga dan kesehatan
Rumusan prioritas di tiap musim itu tergantung banget sama fase hidup yang lo jalani dan preferensi lo
#INISIATIF
oleh: Vicario Reinaldo
Kita semua pengen punya:
โข Karir cemerlang
โข Sehat fisik dan mental
โข Pertemanan berkualitas
โข Keluarga harmonis
Tapi dikit banget yang bisa dapat itu semua. Jadi sebenernya work-life balance itu realistis ga sih?
Yuk kenalan sama Four Burners Theory
Apa itu The Four Burners Theory?
Bayangin hidup lo direpresentasikan seperti kompor dengan 4 tungku
Setiap tungku mewakili aspek utama dalam hidup
"Untuk jadi sukses, lo sebaiknya mematikan 1 tungku. Untuk jadi sangat sukses, lo sebaiknya mematikan 2 tungku."
Jadi, apa 2 tungku yang akan lo pilih?
Kalau memilih fokus di karir dan keluarga, lo mungkin perlu mengurangi fokus di teman dan kesehatan
Kalau memilih karir dan kesehatan, lo mungkin perlu mengurangi fokus di keluarga dan teman
Emang ga bisa ya pilih semuanya?
Tenang, James Clear menawarkan 3 opsi yang lebih balance untuk menerapkan ini
1. Pakai kompor lain
2. Maksimalin kondisi
3. Membagi hidup jadi musim-musim
1. Pakai kompor lain
Karena daya kompor kita terbatas, kita bisa pakai kompor lain
Caranya dengan mendelegasikan tugas atau menggunakan teknologi sehingga kita bisa fokus ke aspek lain
Misal
โข Nitipin anak ke day care / mertua
โข Pakai Chat GPT untuk bikin draf dokumen
2. Maksimalin keadaan
Kita semua punya energi dan waktu yang terbatas
Jadi sadari dan manfaatkan keterbatasan itu dengan optimal
Misalnya
โข Gimana caranya bisa perform dengan maksimal tanpa perlu lembur?
โข Gimana bisa maksimal quality time sama anak kalau cuma ada 1 jam?
3. Musim-musim hidup
Membagi hidup jadi beberapa musim
Di setiap musim, kita punya fokus dan prioritas yang berbeda
Misalnya:
โข Usia 20-30: Karir dan kesehatan
โข Usia 30-40: Karir dan keluarga
โข Usia 40-50: Keluarga dan teman
โข Usia 50-60: Keluarga dan kesehatan
Rumusan prioritas di tiap musim itu tergantung banget sama fase hidup yang lo jalani dan preferensi lo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐1
ELASTIC HABITS ๐
Oleh: Vicario Reinaldo
Coba pake cara yang lebih fleksibel ini
Bangun habit yang awet jangka panjang itu emang susah-susah gampang
Biasanya kita terjebak di siklus begini berulang kali
- Semangat bangun habit mulai awal
- Rajin di minggu-minggu awal
- Mulai bolong-bolong
- Terus nyerah
3 penyebab yang mungkin lo alami:
- Bikin target yang ga realistis
- Ga fokus, karena terlalu banyak habit yang dibangun
- Buat sistem yang terlalu kaku
Coba jadiin proses lo lebih elastis
Elastic Habits
Cara membangun kebiasaan baru yang lebih fleksibel sehingga bisa bertahan lama
Teori ini berasal dari buku berjudul Elastic Habits
Selain Atomic Habits, buku ini juga bisa jadi referensi buat lo yang lagi bangun habit
Caranya gimana?๐ค
1. Pilih maksimal 3 habit
Pilih kebiasaan yang ga terlalu spesifik, karena detailnya di next step
Pilih habit yang mendukung value dan tujuan lo
Contoh: Olahraga, menulis, bangun pagi
2. Pilih 3 opsi lateral di tiap habit
Di sini lo mulai masuk ke action yang lebih detail
Aktivitas apa yang mau lo lakukan untuk membangun habit di step 1 tadi
Contoh: Olahraga
- Push up
- Bersepeda
- Jogging
Lanjut part 2๐
Oleh: Vicario Reinaldo
โ STOP bangun habit dengan aturan gini
- Olahraga 30 menit/hari
- Baca buku 10 lembar/hari
- Upgrade skill 1 jam/hari
Bagi beberapa orang cara ini ga ampuh dan ga bikin habit awet jangka panjang
Coba pake cara yang lebih fleksibel ini
Bangun habit yang awet jangka panjang itu emang susah-susah gampang
Biasanya kita terjebak di siklus begini berulang kali
- Semangat bangun habit mulai awal
- Rajin di minggu-minggu awal
- Mulai bolong-bolong
- Terus nyerah
3 penyebab yang mungkin lo alami:
- Bikin target yang ga realistis
- Ga fokus, karena terlalu banyak habit yang dibangun
- Buat sistem yang terlalu kaku
Coba jadiin proses lo lebih elastis
Elastic Habits
Cara membangun kebiasaan baru yang lebih fleksibel sehingga bisa bertahan lama
Teori ini berasal dari buku berjudul Elastic Habits
Selain Atomic Habits, buku ini juga bisa jadi referensi buat lo yang lagi bangun habit
Caranya gimana?
1. Pilih maksimal 3 habit
Pilih kebiasaan yang ga terlalu spesifik, karena detailnya di next step
Pilih habit yang mendukung value dan tujuan lo
Contoh: Olahraga, menulis, bangun pagi
2. Pilih 3 opsi lateral di tiap habit
Di sini lo mulai masuk ke action yang lebih detail
Aktivitas apa yang mau lo lakukan untuk membangun habit di step 1 tadi
Contoh: Olahraga
- Push up
- Bersepeda
- Jogging
Lanjut part 2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Part 2
3. Buat 3 target vertikal di tiap opsi
Di sini lo perlu bikin 3 tingkat kesulitan di tiap opsi lateral
Elit: Standar paling tinggi dan challenging
Plus: Standar "cukup"
Mini: Standar paling rendah, jadi lo tetap bisa melakukan habit di si di hari-hari paling sibuk sekalipun
4. Evaluasi tiap 15 hari
- Masih ga konsisten dan bolong-bolong
Solusi: Ubah target mini jadi lebih mudah
- Target mini terlalu sering, Plus dan Elite jarang banget
Solusi: Ubah target Plus jadi lebih mudah, mengecilkan gap antara Mini dan Plus
- Target Elite terlalu sering
Solusi: Target kurang challenging, tingkatkan kadarnya
Manfaat nerapin elastic habits:
- Cenderung lebih awet jangka panjang
- Kita secara konstan merasakan sense of acomplishment, karena melakukan habit tiap hari
- Gak terlalu membebani, karena kita bebas milih aktivitas sesuai kondisi kita
#INISIATIF
3. Buat 3 target vertikal di tiap opsi
Di sini lo perlu bikin 3 tingkat kesulitan di tiap opsi lateral
Elit: Standar paling tinggi dan challenging
Plus: Standar "cukup"
Mini: Standar paling rendah, jadi lo tetap bisa melakukan habit di si di hari-hari paling sibuk sekalipun
4. Evaluasi tiap 15 hari
- Masih ga konsisten dan bolong-bolong
Solusi: Ubah target mini jadi lebih mudah
- Target mini terlalu sering, Plus dan Elite jarang banget
Solusi: Ubah target Plus jadi lebih mudah, mengecilkan gap antara Mini dan Plus
- Target Elite terlalu sering
Solusi: Target kurang challenging, tingkatkan kadarnya
Sistem yang bagus adalah yang realisasinya seimbang antara Mini, Plus dan Elite
Manfaat nerapin elastic habits:
- Cenderung lebih awet jangka panjang
- Kita secara konstan merasakan sense of acomplishment, karena melakukan habit tiap hari
- Gak terlalu membebani, karena kita bebas milih aktivitas sesuai kondisi kita
Apakah ada Sobat ATE yang pernah nyoba strategi Elastic Habits ini? Yuk sharing dong pengalamannya
#INISIATIF
โค1
MARKETING CERDIK DI BALIK MELEDAKNYA FILM JUMBO ๐ฌ
oleh: Yusran Darmawan
Yang dilakukan tim Jumbo di dunia maya bukan promosi. Mereka menciptakan narasi paralel. Sejak film masih dalam tahap pengembangan, akun Instagram dan TikTok mereka sudah aktifโmembagikan sketsa karakter, potongan cerita, hingga proses rekaman suara.
https://unhas.tv/marketing-cerdik-di-balik-meledaknya-film-jumbo/1?
#INISIATIF
oleh: Yusran Darmawan
Yang dilakukan tim Jumbo di dunia maya bukan promosi. Mereka menciptakan narasi paralel. Sejak film masih dalam tahap pengembangan, akun Instagram dan TikTok mereka sudah aktifโmembagikan sketsa karakter, potongan cerita, hingga proses rekaman suara.
https://unhas.tv/marketing-cerdik-di-balik-meledaknya-film-jumbo/1?
Yuk absen sobat ATE yang sudah menonton film Jumbo ๐ค๐ป
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
Marketing Cerdik di Balik Meledaknya Film Jumbo - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran Darmawan*Bocah itu baru saja keluar dari sebuah bioskop di kota Bogor. Ia berdiri di trotoar, menyeka air mata yang tersisa di sudut matanya. Lalu, dengan suara pelan dan serak, ia menyanyikan potongan lagu yang baru saja mengalun di layar:โฆ
JARANG DIPUJI, TIBA-TIBA.... ๐
oleh: Afif Luthfi
Cerita teman di Coffee Shop. Ketemu barista/kasir.
Kopinya enak. Pelayanannya ramah.
Spontan ia memuji:
"Mas/Mbak, service nya bagus banget deh! Kopinya enak! Nanti aku kesini lagi yaa!
Mereka sedang bad day, who knows. Kita puji. Hati mereka adem.
Di lain waktu, "Mbak make up kamu baguus!" Dia tersipu, malah kita ikutan happy. Sama-sama senyum.
Jadi, apa pesan moralnya?
Kita gak pernah tau, seberapa lelah seseorang menjalani harinya. Tapi kadang satu kalimat sederhana bisa jadi obat pelipur yang sejuk๐ซถ
Dipandang biasa. Namun, mampu membuat hati mereka berbunga.
#INISIATIF
oleh: Afif Luthfi
Cerita teman di Coffee Shop. Ketemu barista/kasir.
Kopinya enak. Pelayanannya ramah.
Spontan ia memuji:
"Mas/Mbak, service nya bagus banget deh! Kopinya enak! Nanti aku kesini lagi yaa!
Mereka sumringah, seneng, hasil kerja mereka dihargai๐ซ
Mereka sedang bad day, who knows. Kita puji. Hati mereka adem.
Di lain waktu, "Mbak make up kamu baguus!" Dia tersipu, malah kita ikutan happy. Sama-sama senyum.
Jadi, apa pesan moralnya?
Kita gak pernah tau, seberapa lelah seseorang menjalani harinya. Tapi kadang satu kalimat sederhana bisa jadi obat pelipur yang sejuk
Dipandang biasa. Namun, mampu membuat hati mereka berbunga.
Rekan-rekan Sobat ATE sedang/pernah punya rekan kerja yg suka spontan memuji juga gak? Kalimat positif apa yang pernah Beliau sampaikan hingga masih terus membekas di hatimu?
๐ฅฐ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ2
oleh: Yusran Darmawan
Pernikahan Luna Maya terasa seperti pelunasan yang lama ditunggu, seakan semesta akhirnya memberikan keadilan bagi kisah seorang perempuan yang terlalu lama ditempa prasangka dan luka.
SEBUAH CERITA TENTANG LUNA MAYA๐
#INISIATIF #TGIF
Pernikahan Luna Maya terasa seperti pelunasan yang lama ditunggu, seakan semesta akhirnya memberikan keadilan bagi kisah seorang perempuan yang terlalu lama ditempa prasangka dan luka.
SEBUAH CERITA TENTANG LUNA MAYA
"Pernikahan mereka adalah pengingat bahwa cinta yang dewasa tidak datang untuk menghapus masa lalu, tapi untuk menemani perjalanan ke depan". Sobat ATE sepakat dgn kutipan ini?๐
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
๏ปฟCinta yang Datang Setelah Luka: Sebuah Cerita tentang Luna Maya - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran DarmawanDi sebuah kapel kecil nan teduh di pinggiran Pulau Dewata, Luna Maya berdiri dalam balutan gaun putih sederhana. Senyumnya lebar, matanya berkaca. Di sampingnya, Maxim menatap dengan penuh kasih, seolah ingin berkata kepada dunia: โAkuโฆ
TEMAN TAPI TOXIC ๐ โค๏ธโ๐ฉน
Oleh: Emil Bachtiar
Selama ini, kita cenderung memahami toxic friendship sebagai persoalan orang lain. Teman yang suka mengatur, menyindir, atau membuat kita merasa tidak cukup baik. Namun dalam proses belajar dan merenung, kita mulai menyadari: bukan tidak mungkin, kitalah yang pernah menjadi teman yang toxicโbukan karena niat jahat, tetapi karena ketidaksadaran, luka lama, atau kebutuhan akan penerimaan yang berlebihan.
Dari sini, kita belajar bahwa niat baik saja tidak cukup. Dalam pertemanan, cara kita hadir bisa berdampak besar, bahkan ketika kita merasa sedang berbuat benar. Refleksi ini mengajak kita untuk mengenali, memperbaiki, dan tidak malu untuk berubahโdemi hubungan yang lebih sehat dan lebih tulus.
Setelah menyadari bahwa kita pernah, atau mungkin sedang, menjadi teman yang toxic, pertanyaan berikutnya sering muncul: apa yang akan terjadi? Apakah kita akan kehilangan semua teman? Apakah kita pantas berteman lagi?
Realitasnya, perubahan tidak selalu langsung membawa perbaikan. Ada masa jeda. Ada jarak yang tercipta.
Mungkin ada teman yang perlahan menjauh karena luka yang sudah terlanjur dalam. Mungkin ada rasa kehilangan dan kesepian yang datang ketika kita mulai menata ulang cara kita berteman.
Namun proses ini penting. Karena dari sinilah kita mulai belajar membangun kembali relasi dengan cara yang lebih sehatโdengan tidak lagi menuntut, tidak lagi menekan, dan tidak lagi menjadikan orang lain sebagai tempat pelarian dari luka kita sendiri.
Dalam proses ini, self-awareness menjadi titik tolak yang sangat penting. Tanpa self-awareness, kita hanya akan mengulang pola lama, mengira diri selalu benar, dan terus menyalahkan pihak lain ketika hubungan tidak berjalan baik.
Self-awareness membantu kita:
Mengenali pola perilaku yang tidak sehat, bahkan ketika niat kita baik.
Membedakan antara kepedulian tulus dan kebutuhan tersembunyi akan pengakuan.
Melihat bahwa pertemanan bukan hanya tentang โkita hadirโ, tetapi bagaimana kita hadir.
Menyadari bahwa tidak semua orang harus memberi kita tempat khusus, dan itu tidak berarti kita tidak berharga.
Kesadaran ini juga mengajarkan bahwa pertemanan tidak selalu berarti kedekatan fisik atau intensitas komunikasi, tetapi rasa saling menghargai, memberi ruang, dan bertumbuh bersama.
Kadang kita perlu kehilangan beberapa pertemanan agar bisa membangun ulang relasi yang lebih setara dan jernih. Kadang kita perlu menyendiri agar bisa menjadi teman yang lebih aman dan tidak lagi mengulang pola menyakiti.
Dan mungkin, justru di titik inilah kita benar-benar belajar: bahwa berteman dimulai dari keberanian untuk melihat diri sendiriโdan mengubahnya.
#INISIATIF
Oleh: Emil Bachtiar
Selama ini, kita cenderung memahami toxic friendship sebagai persoalan orang lain. Teman yang suka mengatur, menyindir, atau membuat kita merasa tidak cukup baik. Namun dalam proses belajar dan merenung, kita mulai menyadari: bukan tidak mungkin, kitalah yang pernah menjadi teman yang toxicโbukan karena niat jahat, tetapi karena ketidaksadaran, luka lama, atau kebutuhan akan penerimaan yang berlebihan.
Toxic tidak selalu berarti keras atau menyakitkan secara langsung. Kadang ia hadir dalam bentuk perhatian yang memaksa, keinginan untuk selalu tahu, atau harapan-harapan yang tak diucapkan tapi membebani. Kita menyebutnya peduli, tapi bisa jadi orang lain merasa tertekan.
Kita mulai mengenali pola-pola itu:
Terlalu banyak memberi nasihat, padahal yang dibutuhkan hanya didengar.
Mudah kecewa jika tak diutamakan, padahal semua orang punya prioritas masing-masing.
Hadir dalam hidup orang lain, tetapi membawa harapan-harapan tersembunyi untuk dibalas.
Dari sini, kita belajar bahwa niat baik saja tidak cukup. Dalam pertemanan, cara kita hadir bisa berdampak besar, bahkan ketika kita merasa sedang berbuat benar. Refleksi ini mengajak kita untuk mengenali, memperbaiki, dan tidak malu untuk berubahโdemi hubungan yang lebih sehat dan lebih tulus.
Setelah menyadari bahwa kita pernah, atau mungkin sedang, menjadi teman yang toxic, pertanyaan berikutnya sering muncul: apa yang akan terjadi? Apakah kita akan kehilangan semua teman? Apakah kita pantas berteman lagi?
Realitasnya, perubahan tidak selalu langsung membawa perbaikan. Ada masa jeda. Ada jarak yang tercipta.
Mungkin ada teman yang perlahan menjauh karena luka yang sudah terlanjur dalam. Mungkin ada rasa kehilangan dan kesepian yang datang ketika kita mulai menata ulang cara kita berteman.
Namun proses ini penting. Karena dari sinilah kita mulai belajar membangun kembali relasi dengan cara yang lebih sehatโdengan tidak lagi menuntut, tidak lagi menekan, dan tidak lagi menjadikan orang lain sebagai tempat pelarian dari luka kita sendiri.
Dalam proses ini, self-awareness menjadi titik tolak yang sangat penting. Tanpa self-awareness, kita hanya akan mengulang pola lama, mengira diri selalu benar, dan terus menyalahkan pihak lain ketika hubungan tidak berjalan baik.
Self-awareness membantu kita:
Mengenali pola perilaku yang tidak sehat, bahkan ketika niat kita baik.
Membedakan antara kepedulian tulus dan kebutuhan tersembunyi akan pengakuan.
Melihat bahwa pertemanan bukan hanya tentang โkita hadirโ, tetapi bagaimana kita hadir.
Menyadari bahwa tidak semua orang harus memberi kita tempat khusus, dan itu tidak berarti kita tidak berharga.
Kesadaran ini juga mengajarkan bahwa pertemanan tidak selalu berarti kedekatan fisik atau intensitas komunikasi, tetapi rasa saling menghargai, memberi ruang, dan bertumbuh bersama.
Kadang kita perlu kehilangan beberapa pertemanan agar bisa membangun ulang relasi yang lebih setara dan jernih. Kadang kita perlu menyendiri agar bisa menjadi teman yang lebih aman dan tidak lagi mengulang pola menyakiti.
Dan mungkin, justru di titik inilah kita benar-benar belajar: bahwa berteman dimulai dari keberanian untuk melihat diri sendiriโdan mengubahnya.
Sudahkah Sobat ATE melakukan self-awareness terlebih dahulu sebelum menuduh orang lain Toxic?
๐
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐3๐ฅ1๐ซก1
6 LATIHAN BERPIKIR STRATEGIS ๐
oleh: Vicario Reinaldo
Gimana caranya jadi tangan kanan atasan?
Salah satunya adalah punya kemampuan berpikir strategis
Caranya bisa dengan melatih kebiasaan ini ketika bekerja
Yuk kita bahas satu satu
1. Jelasin dampaknyaโ
Dalam 1 minggu Dalam 1 bulan Dalam 1 tahun
Orang yang berpikir strategis itu ga cuma mikirin jangka pendek, tetapi juga dampaknya di masa depan.
Mereka juga mikirin apa impact nya terhadap pencapaian tujuan organisasi.
2. Cari tau nilai prioritasnyaโ
Ketika ada masalah, pemikir strategis akan mikirin akar masalahnya di mana.
Sehingga mereka gak menyelesaikan permukaan masalahnya aja, tapi juga mencabut sampai ke akar. Jadi masalah yang sama gak berulang, dengan bertanya "Kenapa" sebanyak 5 kali.
3. Jika - Makaโ
Jika rencana X gagal - maka gue akan ...
Pemikir strategis selalu punya lebih dari 1 rencana. Sehingga ketika gagal, mereka bisa lanjut strategi lain.
4. Selalu bawa dataโ
Bukan cuma ngandelin intuisi, tapi membuat keputusan berdasarkan data
โข Hasil riset
โข Tren terbaru
โข Pendapat ahli
โข Laporan keuangan
โข Feedback pelanggan
5. Analisis SWOTโ
Petakan dan pahami situasi sebelum buat keputusan strategis
โข Apa kelemahan kita?
โข Apa kekuatan kita?
โข Apa peluang yang kita punya?
โข Apa ancaman yang menghambat kita?
6. Six Thinking Hatsโ
Biasanya atasan butuh banyak perspektif berbeda sebelum membuat keputusan
Metode ini bantu lo memberikan pendapat yang kaya. Gak hanya fokus ke satu hal.
#INISIATIF
oleh: Vicario Reinaldo
Gimana caranya jadi tangan kanan atasan?
Salah satunya adalah punya kemampuan berpikir strategis
Caranya bisa dengan melatih kebiasaan ini ketika bekerja
Yuk kita bahas satu satu
1. Jelasin dampaknya
Dalam 1 minggu Dalam 1 bulan Dalam 1 tahun
Orang yang berpikir strategis itu ga cuma mikirin jangka pendek, tetapi juga dampaknya di masa depan.
Mereka juga mikirin apa impact nya terhadap pencapaian tujuan organisasi.
2. Cari tau nilai prioritasnya
Ketika ada masalah, pemikir strategis akan mikirin akar masalahnya di mana.
Sehingga mereka gak menyelesaikan permukaan masalahnya aja, tapi juga mencabut sampai ke akar. Jadi masalah yang sama gak berulang, dengan bertanya "Kenapa" sebanyak 5 kali.
3. Jika - Maka
Jika rencana X gagal - maka gue akan ...
Pemikir strategis selalu punya lebih dari 1 rencana. Sehingga ketika gagal, mereka bisa lanjut strategi lain.
4. Selalu bawa data
Bukan cuma ngandelin intuisi, tapi membuat keputusan berdasarkan data
โข Hasil riset
โข Tren terbaru
โข Pendapat ahli
โข Laporan keuangan
โข Feedback pelanggan
5. Analisis SWOT
Petakan dan pahami situasi sebelum buat keputusan strategis
โข Apa kelemahan kita?
โข Apa kekuatan kita?
โข Apa peluang yang kita punya?
โข Apa ancaman yang menghambat kita?
6. Six Thinking Hats
Biasanya atasan butuh banyak perspektif berbeda sebelum membuat keputusan
Metode ini bantu lo memberikan pendapat yang kaya. Gak hanya fokus ke satu hal.
Adakah Sobat ATE yang beberapa kali atau bahkan hampir selalu dipercaya jadi tangan kanan atasan? kamu kelassss King๐ซต ๐ช
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2โค1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi414
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Pernah gak sih kamu penasaran, strategi apa yang dipakai para pemimpin hebat sampai bisa membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan? yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi414 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#INISIATIF #GrowthMindset
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi414
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Pernah gak sih kamu penasaran, strategi apa yang dipakai para pemimpin hebat sampai bisa membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan? yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi414 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Menikah itu bukan cuma soal gaun dan gedung, tapi juga soal kesiapan mental dan emosional. Gimana cara adaptasi dengan keluarga pasangan hingga menyelesaikan konflik? ๐คฏ
yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#inisiatif #GrowthMindset
โจ๐ฅ COMING SOON ๐ฅโจ
Ask the Experts #Edisi415
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Menikah itu bukan cuma soal gaun dan gedung, tapi juga soal kesiapan mental dan emosional. Gimana cara adaptasi dengan keluarga pasangan hingga menyelesaikan konflik? ๐คฏ
yuk kita belajar bareng di ATE Sharing #Edisi415 ๐
โฐ Jangan lupa ingat dan catat waktunya yaa
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)
--> Link Telegram
#inisiatif #GrowthMindset
PETUAH TENTANG SEKS DI MASYARAKAT BUTON ๐จโ๐ฉโ๐งโ๐ฆ
https://unhas.tv/petuah-tentang-seks-di-masyarakat-buton/1?
#INISIATIF #TGIF
"Kita tak kekurangan edukasi seks. Yang kita kurang adalah edukasi makna". Kutipan ini sangat daging sekaliโค๏ธ
https://unhas.tv/petuah-tentang-seks-di-masyarakat-buton/1?
Hari baik adalah jum'at dan Senin
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
๏ปฟPetuah tentang Seks di Masyarakat Buton - Unhas TV
๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟ๏ปฟoleh: Yusran DarmawanDi tanah yang menghadap laut di ujung tenggara Sulawesi, puisi bukan sekadar suara hati. Ia adalah hukum, nasihat, dan juga pagar. Di Baubau, kota yang dulu menjadi pusat Kesultanan Buton, manusia belajar menjaga tubuh dan cintaโฆ
๐1
#INISIATIFdukungTimnas #GarudaMendunia
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐ฟ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ข๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ง๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ป๐๐? ๐ฃ ๐ค
(๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ง๐ญ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข ๐๐ช๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ข)
oleh: Afif Luthfi
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang peserta pelatihan yang curhat soal kantornya.
"Pak, saya tuh kerja bareng orang yang kalau ngomong tuh... nyolot, Pak. Kayak ngerasa dia paling bener. Saya capek, baper terus."
Saya diam. Lalu saya tanya, "Apa dia tahu kamu ngerasa begitu?"
"Kayaknya nggak. Soalnya dia ngomongnya gitu ke semua orang." Jawabnya.
Banyak dari kita diajarkan sejak kecil bahwa "semua orang itu sama". Tapi kenyataannya, cara kita melihat, merespons, bahkan mencintai... nggak selalu sama.
Ada orang yang berpikir cepat, bergerak agresif, dan suka ambil keputusan.
Ada juga yang lebih suka membangun hubungan, menenangkan, dan menghindari konflik.
Ada yang fokus ke detail. Ada yang fokus ke visi besar.
Lalu saat dua kepribadian itu bertemu, tanpa saling paham, muncullah benturan.
Dan ini bukan soal siapa yang benar. Tapi bagaimana kita bisa memahami gaya komunikasi dan kepribadian orang lain, lalu menyesuaikan... tanpa kehilangan jati diri.
Karena ketika kita tahu gaya komunikasi orang lain, kita bisa berhenti tersinggung, dan mulai terkoneksi.
#INISIATIF
(๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ง๐ญ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช๐ฃ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ข ๐๐ช๐ต๐ข ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช ๐๐ถ๐ฏ๐ช๐ข)
oleh: Afif Luthfi
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang peserta pelatihan yang curhat soal kantornya.
"Pak, saya tuh kerja bareng orang yang kalau ngomong tuh... nyolot, Pak. Kayak ngerasa dia paling bener. Saya capek, baper terus."
Saya diam. Lalu saya tanya, "Apa dia tahu kamu ngerasa begitu?"
"Kayaknya nggak. Soalnya dia ngomongnya gitu ke semua orang." Jawabnya.
Dan di titik itu saya sadar, kadang kita baper bukan karena orang lain salah, tapi karena kita beda.
Banyak dari kita diajarkan sejak kecil bahwa "semua orang itu sama". Tapi kenyataannya, cara kita melihat, merespons, bahkan mencintai... nggak selalu sama.
Ada orang yang berpikir cepat, bergerak agresif, dan suka ambil keputusan.
Ada juga yang lebih suka membangun hubungan, menenangkan, dan menghindari konflik.
Ada yang fokus ke detail. Ada yang fokus ke visi besar.
Lalu saat dua kepribadian itu bertemu, tanpa saling paham, muncullah benturan.
Yang satu ngerasa: "Kok dia lambat banget sih?"
Yang lain mikir: "Kok dia nyuruh-nyuruh mulu?"
Di sinilah seni berkomunikasi diuji. Diuji soal mengelola perbedaan cara berpikir dan berinteraksi.
Dan ini bukan soal siapa yang benar. Tapi bagaimana kita bisa memahami gaya komunikasi dan kepribadian orang lain, lalu menyesuaikan... tanpa kehilangan jati diri.
Karena ketika kita tahu gaya komunikasi orang lain, kita bisa berhenti tersinggung, dan mulai terkoneksi.
Sobat ATE sering merasa demikian juga gak dengan 1 atau beberapa orang tertentu?
โน๏ธ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
The Diary of a CEO : Hukum 1 - Isi ember Anda dalam urutan yang benar ๐ฅ
oleh: Deni Chan
5 (Lima) Ember
1. Apa yang Anda ketahui - Pengetahuan Anda
2. Apa yang dapat Anda lakukan - Keterampilan Anda
3. Siapa yang Anda kenal - Jaringan Anda
4. Apa yang Anda miliki - Sumber Daya Anda
5. Apa yang dunia pikirkan tentang Anda - Reputasi Anda
Kemunduran atau bencana dapat menghilangkan sumber daya Anda, jaringan Anda, atau reputasi Anda, tetapi tidak akan pernah menghilangkan pengetahuan Anda dan tidak akan pernah melupakan keterampilan Anda๐ฅ
https://youtu.be/08uFswMHg-U?si=xC7mGwlSjx4YkdVq
#INISIATIF
oleh: Deni Chan
5 (Lima) Ember
1. Apa yang Anda ketahui - Pengetahuan Anda
2. Apa yang dapat Anda lakukan - Keterampilan Anda
3. Siapa yang Anda kenal - Jaringan Anda
4. Apa yang Anda miliki - Sumber Daya Anda
5. Apa yang dunia pikirkan tentang Anda - Reputasi Anda
Prioritaskan pengisian dua ember pertama di fondasi Anda karena akan memiliki keberlanjutan jangka panjang yang Anda butuhkan๐ซก
Kemunduran atau bencana dapat menghilangkan sumber daya Anda, jaringan Anda, atau reputasi Anda, tetapi tidak akan pernah menghilangkan pengetahuan Anda dan tidak akan pernah melupakan keterampilan Anda
https://youtu.be/08uFswMHg-U?si=xC7mGwlSjx4YkdVq
Btw, malam ini mulai pukul 19.00 WIB, di ATE akan ada pembahasan buku The Diary of a CEO, Sobat ATE jangan sampai kelewatan yah
๐ค
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
The Diary of a CEO: Law 1- Fill your buckets in the right order
Law 1- Fill your buckets in the right order
The five buckets
1 What you know- your Knowledge
2 What you can do โ your Skills
3 Who you know โ your Network
4 What do you have โ your Resources
5. What the world thinks of you โ your Reputation
Prioritiseโฆ
The five buckets
1 What you know- your Knowledge
2 What you can do โ your Skills
3 Who you know โ your Network
4 What do you have โ your Resources
5. What the world thinks of you โ your Reputation
Prioritiseโฆ
โค1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
Sharing ATE edisi 414 akan dibawakan oleh Narasumber luar biasa Bapak @Erwinfa dan akan dipandu oleh host kece @mirdaherlinda dan @FarisFR
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
#INISIATIF #GrowthMindset
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi414๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts Edisi 414โจ
๐ Kebangkitan bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang keberanian memimpin perubahan hari ini. Seorang pemimpin sejati menyalakan cahaya di tengah gelap, bukan menunggu terang datang.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Sharing ATE edisi 414 akan dibawakan oleh Narasumber luar biasa Bapak @Erwinfa dan akan dipandu oleh host kece @mirdaherlinda dan @FarisFR
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI โจ
Join COMMIT Ask the Experts
(Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram
#INISIATIF #GrowthMindset