H-1
Pendaftar sementara Virtual Games ATE = 107 Orang
Daftar Virtual Games ATE:
๐ https://forms.office.com/r/EsdfiA7sMp
Pendaftar sementara Virtual Games ATE = 107 Orang
Daftar Virtual Games ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar sementara Zuma ATE = 151 Orang
Daftar Kompetisi Zuma ATE:
๐ https://forms.office.com/r/EachhXZbmN
Pendaftar sementara Zuma ATE = 151 Orang
Daftar Kompetisi Zuma ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar Sementara Ranking 1 = 97 Orang
Daftar Ranking 1 ATE:
๐ https://forms.office.com/r/cZY4SBrG9y
Pendaftar Sementara Ranking 1 = 97 Orang
Daftar Ranking 1 ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 1 sd 10)
Daftar Family 100 ATE:
๐ https://forms.office.com/r/2cfb26LeNj
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 1 sd 10)
Daftar Family 100 ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 11 sd 20)
Daftar Family 100 ATE:
๐ https://forms.office.com/r/2cfb26LeNj
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 11 sd 20)
Daftar Family 100 ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 21 sd 30)
Daftar Family 100 ATE:
๐ https://forms.office.com/r/2cfb26LeNj
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 21 sd 30)
Daftar Family 100 ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 31 sd 40)
Daftar Family 100 ATE:
๐ https://forms.office.com/r/2cfb26LeNj
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 31 sd 40)
Daftar Family 100 ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
H-1
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 41 sd 50)
Daftar Family 100 ATE:
๐ https://forms.office.com/r/2cfb26LeNj
Pendaftar Sementara Family 100 (Tim No 41 sd 50)
Daftar Family 100 ATE:
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ijin share, buat Bapak/Ibu dan rekan2 yang penasaran cara main kompetisi zumanya nnti bagaimana? sementara bisa latihan atau ujicoba via link ini yah. Sebagian besar juknis dan tatib kegiatan udah dispill di deskripsi ketika peserta ngeklik link pendaftaran zuma competition. Adapun juknis dan tatib lainnya akan disampaikan saat Technical Meeting menjelang Lomba diadakan. Trims
https://poki.com/id/g/zuma-boom
https://poki.com/id/g/zuma-boom
Poki
ZUMA BOOM - Main Online Gratis! | Poki
Mainkan Zuma Boom di situs web paling populer untuk Game Online Gratis! Poki berfungsi di ponsel, tablet, atau komputer Anda. Tanpa unduhan, tanpa login. Mainkan sekarang!
Komunikasi dengan Berbagai Tipe Leader - Hertha Psikolog.pdf
17.9 MB
Ijin share materi pertemuan malam hari ini
Ijin share #recording kegiatan ATE Edisi 412 Leadership Style Unlocked (Seni Berkomunikasi dengan Berbagai Tipe Atasan) bersama Hertha Christabelle H., M. Psi., Psikolog
https://youtu.be/TVzhjOlJi_U?si=HR3vJqqyQJ4xyNL4
https://youtu.be/TVzhjOlJi_U?si=HR3vJqqyQJ4xyNL4
YouTube
ATE Edisi 412 Seni Berkomunikasi dengan Berbagai Tipe Atasan bersama Hertha Christabelle
Salam INSIATIF โ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi412๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts hari iniโจ
๐Seni komunikasi di tempat kerja itu seperti seni musikโbutuh ritme, harmoni, dan saling mendengar. Yuk, latih cara kitaโฆ
โจ๐ฅAsk the Experts #Edisi412๐ฅโจ
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts hari iniโจ
๐Seni komunikasi di tempat kerja itu seperti seni musikโbutuh ritme, harmoni, dan saling mendengar. Yuk, latih cara kitaโฆ
BREAKTIME ๐
oleh: Arisdiansah
Anda tidak punya waktu untuk keluarga? Anda tidak punya waktu untuk olahraga? Anda tidak punya waktu untuk tidur? Anda tidak punya waktu untuk istirahat?
Jangan2 selama ini anda terjebak dalam sebuah jebakan yang bernama "kesibukan".
Saya ulangi lagi, mengisi energi untuk menjalankan suatu pekerjaan itu tidak kalah penting dari melakukan pekerjaan itu sendiri.
Seperti jika anda menjadi pembalap formula 1. Maka masuk pitstop untuk mengisi BBM dan mengganti roda itu tidak kalah penting dari bermanuver dan melaju mengejar finish terdepan.
Banyak orang ketika dia salah memahami ini, dia akan terperangkap dalam kesibukannya yang membuatnya justru kehilangan energi dan kalah didalam perjuangannya.
Anda harus jadi orang yang cerdas, untuk mengoptimalisasi kehidupan anda agar anda menjadi orang yang produktif.
Karena banyak orang sibuk, tetapi tidak produktif. Mereka seakan2 kehabisan waktu untuk dirinya sendiri, tetapi hasilnya justru kurang produktif.
bisa jadi anda menjadi sangat optimal dan produktif justru ketika anda punya ruang kosong untuk diri anda melakukan "the deep refueling" atau "the deep recovery"
Penulis legendaris Haruki Murakami mengatakan, "when i'm not writing my books and living life is when i'm getting the best ideas"
Anda butuh breaktime. Anda butuh "bernafas".
Anda butuh bermain dengan anak, anda butuh berjalan di hutan atau taman, anda butuh mandi di kolam, anda butuh berinteraksi dengan kucing atau hewan peliharaan, dan ketika itulah idea untuk mengoptimalisasi kehidupan kita datang.
#INISIATIF
oleh: Arisdiansah
Anda tidak punya waktu untuk keluarga? Anda tidak punya waktu untuk olahraga? Anda tidak punya waktu untuk tidur? Anda tidak punya waktu untuk istirahat?
Jangan2 selama ini anda terjebak dalam sebuah jebakan yang bernama "kesibukan".
Saya teringat nasehat guru saya, "Energy is more valuable than even your intelect".
Artinya memberi ruang untuk kita bisa mengisi energi untuk menjalankan suatu pekerjaan itu tidak kalah pentingnya dari melakukan pekerjaan itu sendiri.
Saya ulangi lagi, mengisi energi untuk menjalankan suatu pekerjaan itu tidak kalah penting dari melakukan pekerjaan itu sendiri.
Seperti jika anda menjadi pembalap formula 1. Maka masuk pitstop untuk mengisi BBM dan mengganti roda itu tidak kalah penting dari bermanuver dan melaju mengejar finish terdepan.
Banyak orang ketika dia salah memahami ini, dia akan terperangkap dalam kesibukannya yang membuatnya justru kehilangan energi dan kalah didalam perjuangannya.
Anda harus jadi orang yang cerdas, untuk mengoptimalisasi kehidupan anda agar anda menjadi orang yang produktif.
Karena banyak orang sibuk, tetapi tidak produktif. Mereka seakan2 kehabisan waktu untuk dirinya sendiri, tetapi hasilnya justru kurang produktif.
bisa jadi anda menjadi sangat optimal dan produktif justru ketika anda punya ruang kosong untuk diri anda melakukan "the deep refueling" atau "the deep recovery"
Penulis legendaris Haruki Murakami mengatakan, "when i'm not writing my books and living life is when i'm getting the best ideas"
Anda butuh breaktime. Anda butuh "bernafas".
Anda butuh bermain dengan anak, anda butuh berjalan di hutan atau taman, anda butuh mandi di kolam, anda butuh berinteraksi dengan kucing atau hewan peliharaan, dan ketika itulah idea untuk mengoptimalisasi kehidupan kita datang.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
Per sore ini jumlah tim yang terdaftar sudah sebanyak 86 tim (Still counting karena penutupan pendaftaran masih bisa dilakukan sd malam hari ini). Jumlah ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah pagelaran family 100 ATE di Momen HUT dari beberapa Tahun belakangan. Terima kasih atas antusiasme rekan2 Selindo ๐ฒ๐จ๐ฒ๐จ
โก1
๐๐ฒ๐๐ถ๐ธ๐ฎ ๐๐บ๐ผ๐ท๐ถ ๐๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ป๐๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ซก ๐ ๐
oleh: Wicaksono
Di era digital yang makin riuh, Gen Z kembali membuat gebrakanโbukan dengan demonstrasi di jalanan, tapi lewat perang makna dalam ruang percakapan.
Kali ini yang jadi sasaran bukan isu politik atau lingkungan, melainkan sebuah ikon mungil berwarna kuning: emoji jempol ke atas.
Bagi Gen Z, emoji ini bukan lagi simbol setuju atau apresiasi. Sebaliknya, ia dibaca sebagai tanda pasif-agresif, dingin, bahkan menyebalkan. Seperti senyum simpul dari orang yang sudah malas berdebat tapi tetap ingin menang.
Ini bukan sekadar preferensi gaya komunikasi; ini adalah tafsir budaya yang berubah, refleksi dari sensitivitas zaman yang makin tajam terhadap nada, konteks, dan subteks.
Perubahan ini menyingkap sesuatu yang lebih besar: bahasa digital telah menjadi ladang ranjau emosional. Emoji bukan lagi hiasan percakapan, tapi senjata yang bisa menyampaikan kehangatan atau malah menyulut ketegangan.
Di sinilah generasi yang lebih tua sering keliru langkah, mengira mereka menyiram bunga, padahal justru memercikkan bensin ke api kecil.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar soal isi pesan, tapi bagaimana pesan itu dikemas dan diterima. Sama seperti dua orang bisa membaca puisi yang sama dan merasakan hal yang berbeda, begitu pula dengan emoji.
Jempol bisa menjadi pelukan digital atau sindiran halusโsemua tergantung pada siapa yang mengirim, siapa yang menerima, dan dalam konteks apa ia dikirimkan.
Sayangnya, banyak yang masih menyepelekan pergeseran ini. Mereka menyebut Gen Z terlalu sensitif, mudah tersinggung, atau "lebay". Namun tuduhan ini ibarat menyalahkan termometer karena menunjukkan suhu demam.
Gen Z bukan menciptakan masalah, mereka hanya mencerminkan iklim emosional yang berubah di lanskap digital. Mereka tidak sedang rewel, mereka sedang memetakan ulang etiket komunikasi zaman now.
Di balik sikap mereka, tersimpan ajakan untuk berpikir ulang: apakah komunikasi kita selama ini benar-benar menjembatani makna, atau justru menyisakan celah? Apakah kita bicara untuk dipahami, atau sekadar melempar simbol dan berharap semuanya akan beres?
Saatnya kita memahami bahwa emoji adalah alfabet baru. Dan jika kita tak mau ketinggalan zaman, kita perlu belajar kembali cara mengeja emosi dalam bentuk visual. Jempol tak lagi netral. Dalam dunia komunikasi hari ini, bahkan satu ikon kecil bisa menjadi panduan etika atau ranjau konflik.
Jadi sebelum kita menyapa kolega dengan sebuah jempol, ada baiknya kita bertanya: apakah ini pelukan virtual, atau tamparan yang dibungkus senyum?
Karena, di zaman digital, bahkan hal kecil bisa memicu perang besarโperang tanpa suara, tapi penuh makna. (*)
#INISIATIF #BesokWeekend
oleh: Wicaksono
Di era digital yang makin riuh, Gen Z kembali membuat gebrakanโbukan dengan demonstrasi di jalanan, tapi lewat perang makna dalam ruang percakapan.
Kali ini yang jadi sasaran bukan isu politik atau lingkungan, melainkan sebuah ikon mungil berwarna kuning: emoji jempol ke atas.
Bagi Gen Z, emoji ini bukan lagi simbol setuju atau apresiasi. Sebaliknya, ia dibaca sebagai tanda pasif-agresif, dingin, bahkan menyebalkan. Seperti senyum simpul dari orang yang sudah malas berdebat tapi tetap ingin menang.
Apa yang bagi generasi tua adalah "oke, noted, lanjut," kini diterjemahkan oleh Gen Z sebagai "terserah, males mikir, gue cuek." Bagaikan mengangkat gelas untuk bersulang, tapi air di dalamnya sudah basi.
Ini bukan sekadar preferensi gaya komunikasi; ini adalah tafsir budaya yang berubah, refleksi dari sensitivitas zaman yang makin tajam terhadap nada, konteks, dan subteks.
Perubahan ini menyingkap sesuatu yang lebih besar: bahasa digital telah menjadi ladang ranjau emosional. Emoji bukan lagi hiasan percakapan, tapi senjata yang bisa menyampaikan kehangatan atau malah menyulut ketegangan.
Di sinilah generasi yang lebih tua sering keliru langkah, mengira mereka menyiram bunga, padahal justru memercikkan bensin ke api kecil.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar soal isi pesan, tapi bagaimana pesan itu dikemas dan diterima. Sama seperti dua orang bisa membaca puisi yang sama dan merasakan hal yang berbeda, begitu pula dengan emoji.
Jempol bisa menjadi pelukan digital atau sindiran halusโsemua tergantung pada siapa yang mengirim, siapa yang menerima, dan dalam konteks apa ia dikirimkan.
Sayangnya, banyak yang masih menyepelekan pergeseran ini. Mereka menyebut Gen Z terlalu sensitif, mudah tersinggung, atau "lebay". Namun tuduhan ini ibarat menyalahkan termometer karena menunjukkan suhu demam.
Gen Z bukan menciptakan masalah, mereka hanya mencerminkan iklim emosional yang berubah di lanskap digital. Mereka tidak sedang rewel, mereka sedang memetakan ulang etiket komunikasi zaman now.
Di balik sikap mereka, tersimpan ajakan untuk berpikir ulang: apakah komunikasi kita selama ini benar-benar menjembatani makna, atau justru menyisakan celah? Apakah kita bicara untuk dipahami, atau sekadar melempar simbol dan berharap semuanya akan beres?
Saatnya kita memahami bahwa emoji adalah alfabet baru. Dan jika kita tak mau ketinggalan zaman, kita perlu belajar kembali cara mengeja emosi dalam bentuk visual. Jempol tak lagi netral. Dalam dunia komunikasi hari ini, bahkan satu ikon kecil bisa menjadi panduan etika atau ranjau konflik.
Jadi sebelum kita menyapa kolega dengan sebuah jempol, ada baiknya kita bertanya: apakah ini pelukan virtual, atau tamparan yang dibungkus senyum?
Karena, di zaman digital, bahkan hal kecil bisa memicu perang besarโperang tanpa suara, tapi penuh makna. (*)
#INISIATIF #BesokWeekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐1
"Kepada Ibu Hiduplah Lebih Lama"
Buku karya : @IlhamNuryadiAkbar (Koordinator EP3RS KC Pematangsiantar)
Buku sastra ini adalah pemantik ingatan dalam tiga masa yang berkelindan, dikemas dalam bentuk puisi yang menafsir seluruh fragmen ibu, termasuk mengurai sumber kekuatan ibu yang begitu mampu berjalan lurus meski keadaan sedang miring.
Pada dasarnya, ibu mencintaimu sebelum tubuhnya meniru sebuah bukit, dan mencintaimu sebelum Tuhan memberi tahu, siapa ibumu.
Sebab pada akhirnya, kala usia ibu sudah berbilang,
merawat ibu adalah perasaan dalam dua kubu:
Kesempatan membalas jasa
Kesedihan menjelang tiada.
Untuk pemesanan buku bisa langsung melalui penerbit.
Dio Media: 0856437620005
๐
Buku karya : @IlhamNuryadiAkbar (Koordinator EP3RS KC Pematangsiantar)
Buku sastra ini adalah pemantik ingatan dalam tiga masa yang berkelindan, dikemas dalam bentuk puisi yang menafsir seluruh fragmen ibu, termasuk mengurai sumber kekuatan ibu yang begitu mampu berjalan lurus meski keadaan sedang miring.
Pada dasarnya, ibu mencintaimu sebelum tubuhnya meniru sebuah bukit, dan mencintaimu sebelum Tuhan memberi tahu, siapa ibumu.
Sebab pada akhirnya, kala usia ibu sudah berbilang,
merawat ibu adalah perasaan dalam dua kubu:
Kesempatan membalas jasa
Kesedihan menjelang tiada.
Untuk pemesanan buku bisa langsung melalui penerbit.
Dio Media: 0856437620005
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค4๐4
MUDIK ๐ซ
oleh: Yusran Darmawan
https://www.timur-angin.com/2025/03/saatnya-kita-mudik-digital.html?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR47a1WcArzlwjBouUmryvPNmfe-Nfacl4axyUQRSzvfZfATpp_k_AOFJXX6bw_aem_GG931_-FwdYe6N2d4pzUmQ&m=1
#INISIATIF #HappyLongWeekend
oleh: Yusran Darmawan
Mudik seperti juga keheningan, adalah bentuk kecil dari pemberontakan terhadap keterhubungan yang berlebihan. Ia seperti puasa: menahan, mengosongkan, agar kita kembali menemukan rasa. Kita mematikan ponsel bukan karena anti-kemajuan, tapi karena sadar, tak semua suara perlu didengar, tak semua notifikasi perlu ditanggapi๐ฑ
https://www.timur-angin.com/2025/03/saatnya-kita-mudik-digital.html?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR47a1WcArzlwjBouUmryvPNmfe-Nfacl4axyUQRSzvfZfATpp_k_AOFJXX6bw_aem_GG931_-FwdYe6N2d4pzUmQ&m=1
#INISIATIF #HappyLongWeekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Timur-Angin
Saatnya Kita Mudik Digital
Saatnya Kita Mudik Digital - Yusran Darmawan - https://www.timur-angin.com/