Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
7 BUTIR PELAJARAN KARIER ๐Ÿซก

Oleh: Prasetya M Brata

Inilah prinsip-prinsip yang saya gunakan selama berkarier di perusahaan besar nasional. Dampaknya di setiap level jabatan menjadi pejabat termuda, bahkan loncat jabatan menjadi chief dan direksi. Pelajaran ini saya tulis 11 tahun lalu. Mungkin saja masih relevan. ๐Ÿ˜‡

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ2๐Ÿ‘1๐Ÿ™1
METODE MENDIDIK ANAK SECARA TEORI ๐Ÿซถ

oleh: Agung Prasetyo Utomo

2 metode ini bukan masalah salah bener tetapi disesuaikan dengan kondisi keluarga dan masing masing anak... Bahkan dua anak bisa beda pakai cara yang mana... Yaitu PUSH dan PULL nama metodenya...

Metode pull dan push adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak. Berikut adalah penjelasan tentang kedua metode tersebut:

Metode Push:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan orang tua untuk "mendorong" anak agar mencapai tujuan tertentu.

- Orang tua memiliki peran aktif dalam mengarahkan dan mengontrol perilaku anak.

- Anak diharapkan untuk mematuhi perintah dan aturan yang ditetapkan oleh orang tua.

- Metode ini dapat efektif dalam jangka pendek, tetapi dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan tidak memiliki kebebasan untuk membuat keputusan sendiri.

Metode Pull:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan anak untuk "menarik" diri sendiri ke arah tujuan tertentu.

- Orang tua memiliki peran sebagai fasilitator dan pendukung, bukan sebagai pengontrol.

- Anak diberikan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan.

- Metode ini dapat efektif dalam jangka panjang, karena anak dapat mengembangkan kemampuan self-regulasi dan membuat keputusan yang lebih baik.

Contoh perbedaan antara metode push dan pull:

- Metode push: "Kamu harus makan sayuran ini, karena itu baik untuk kesehatanmu."

- Metode pull: "Apa yang kamu pikir tentang sayuran ini? Apakah kamu ingin mencobanya?"

Dalam menggabungkan kedua metode tersebut, orang tua dapat menggunakan pendekatan berikut:

1. Berikan anak kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, tetapi tetapkan batasan yang jelas.

2. Berikan anak kesempatan untuk belajar dari kesalahan, tetapi juga berikan bimbingan dan dukungan.

3. Fokus pada pengembangan kemampuan self-regulasi anak, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik.
=====

Dari teori itu.. kita sebagai orang tua emang harus belajar mengenali anak anak kita dan menentukan pola mana yang akan kita pakai agar anak anak kita menjadi generasi emas... Jangan sampai jadi generasi lemas dan cemas...

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
MENCARI DAโ€™I ๐Ÿ˜‡

oleh: Yusran Darmawan

Demi mengisi bulan Ramadhan dengan hal-hal baik, saya dan kawan-kawan di Makassar menggelar โ€œUnhas TV Mencari Daโ€™iโ€. Ini ajang kompetisi yang diikuti semua santri, siswa, dan mahasiswa di Sulawesi Selatan.

Agar kompetisi ini menarik, kami mengajak Ustaz Dasโ€™ad Latif yang saat ini tengah hits. Penontonnya di Youtube sudah mencapai 700 juta orang. Bagi kami, sebuah kehormatan bisa kolaborasi dengan beliau.

Hebatnya, kami tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayarnya. Padahal valuasinya pasti sangat tinggi. Tak hanya itu, dia juga menyiapkan satu bajunya yang sering dipakai dakwah sebagai hadiah bagi juara pertama.

Kami membuat seleksi via online. Ratusan siswa, santri, dan mahasiswa mengirimkan vidio ceramah. Kami hanya memilih 20 peserta, yang kemudian mendapat mentoring dari Ustaz Dasโ€™ad sebelum tampil di studio kami.

Sebelum acara final, seorang kawan di satu media, sempat meremehkan. Dia yakin tidak banyak ditonton. Kalau semua orang berpikir begitu, maka medsos hanya berisikan aksi joged, berantem, juga konten viral yang tidak mendidik.

Perlu ada sejumlah orang yang lawan arus, buat konten hal baik, dan syukur-syukur jika ditonton banyak orang.

Hasilnya sangat membahagiakan. acara itu meriah. Kantor kami didatangi banyak santri dan Majelis Taklim. Banyak orang rela berkolaborasi untuk hal-hal baik.

Tak hanya itu, beberapa sponsor besar bergabung. Mulai Bank Indonesia, Garuda, Pegadaian, operator seluler, serta beberapa pebisnis kuliner.

Namun, terima kasih saya haturkan ke kak Anwar No' Cappana, pemilik Grup Titah yang ikut berpartisipasi dikarenakan adanya kesamaan visi yakni menyebar hal baik. Juga buat Prof Adi Maulana yang telah membuka acara, serta selalu mendukung ikhtiar hal-hal baik.

Tentu saja terima kasih terbesar buat Ustaz Dasโ€™ad yang ikhlas membantu kami. Bahkan dia minta dibuatkan grup whatsapp yang isinya para finalis, dan dia akan membantu mereka berkembang. Terimakasih.

Silakan tonton video Dasโ€™ad yang sedang mementori peserta, dengan gaya dakwahnya yang khas, sebab selalu konsisten dengan logat Bugis Makassar, serta gaya komunikasi yang sangat membumi.

https://youtu.be/KAR6mDXkx2A?si=tZ7c1_il-NgIlo-l

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค 4๏ธโƒฃ7๏ธโƒฃ ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Berikut Rekap Akhir Peserta Video Challenge: Ramadhan Series 2025
๐Ÿ˜‡

34. Kusudarsani Firdaus
@SudarSani (Koord EP3RS KC Parepare)
https://www.instagram.com/share/BANRX_CN4a

35. Laura Stephany @laurastephny (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAI7isFUM3

36. Alma Azatil @muthialya19 (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Kendari)
https://www.instagram.com/share/BATF8AzO5r

37. Muhammad Irham Imran @Iang271 (PATT Frontliner KC Polewali)
https://www.instagram.com/share/_hf8TByyZ

38. Mohammad Vikriyansyah Lihawa @Lihawaaa (PATT Staf Komsek KC Gorontalo)
https://www.instagram.com/share/_lIFIlNDf

39. Irfan Rizky Maulana @irfanrizkym (Staf SDM dan Umum KC Merauke)
https://www.instagram.com/share/_c51Yx6f1

40. Emilia @christaliabahng (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAQWVyHup0

41. Atika Febryanti Yusuf @atikafbryanti (PATT SDMUK KC Atambua)
https://www.instagram.com/share/BAhfI5mDg8

42. Claura Audi Flarenza @Clauradinza (PATT Staf Penagihan KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BANtjxHmjM

43. Vira Agustin @viravail (PATT EP3RS KC Malang)
https://www.instagram.com/share/BAjE8DAyhV

44. Mega Dwiyanti @notawaynotiyess (Petugas Pemeriksa KC Bukittinggi)
https://www.instagram.com/share/BAJxJXAJFA

45. Aida Ramadhani Amir @aidaramadhanii (PATT EP3RS KC Makassar)
https://www.instagram.com/share/BAIlzzE5f3

46. Siti Uswathun Chasanah @bpjs_uswathun (Verifikator PMU KC Semarang)
https://www.instagram.com/share/BADW4VUGpG

47. Elza Fahira Aziz @elzafahiraaziz (PATT Komunikasi & Kesekretariatan KC Banda Aceh)
https://www.instagram.com/share/BAC_R-xtY8

#INISIATIF
#BanggaJadiDutaBPJSKes
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐Ÿ‘1
SITUATIONAL LEADERSHIP ๐Ÿฅธ

oleh: Paulus Aditya Hernawan

Jadi leader itu harus gimana sih?
Kok banyak standarnya kayaknya ya?
- Selalu tampil di depan?
- Pinter delegasi?
- Membimbing?
- Atau behind the scene aja?

Jawabannya: tergantung ๐Ÿ˜€


Kok gitu sih?
Inilah yang dinamakan Situational Leadership.

Di mana kepemimpinan harus bisa adaptif dan fleksibel, tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi timnya.

Agak teknikal gak apa2 ya ๐Ÿ˜„
Mari kita bahas di bawah ๐Ÿ‘‡

Dari diagram di atas bisa kita lihat di sumbu X dan Y:

๐Ÿ’กDirective Behavior (Seberapa banyak arahan yang diberikan?)

๐Ÿ’กSupportive Behavior (Seberapa banyak dukungan yang diberikan?)

Gaya kepemimpinan yang dipilih bergantung pada kesiapan individu atau tim (performance readiness), yang terbagi menjadi 4 tingkatan:

R1: Tidak mampu & tidak mau
R2: Tidak mampu, tetapi mau
R3: Mampu, tetapi tidak mau
R4: Mampu & mau


Setiap tingkatan kesiapan ini membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda.

A. Directing/Telling Style (S1)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R1 (tidak mampu & tidak mau).

Kenapa?
Karena mereka masih belum memiliki keterampilan dan tidak termotivasi, mereka membutuhkan arahan yang jelas dan terstruktur.

Bagaimana caranya?
โœ… Berikan instruksi detail
โœ… Awasi dan koreksi secara langsung
โœ… Pastikan tugas dipahami sebelum mulai

Ini adalah pendekatan yang sangat leader-directed.

B. Selling/Coaching Style (S2)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R2 (tidak mampu, tetapi mau).

Kenapa?
Tim sudah bersemangat, tetapi masih butuh bimbingan.

Bagaimana caranya?
โœ… Tetap berikan arahan yang jelas
โœ… Jelaskan alasan di balik keputusan
โœ… Gunakan komunikasi dua arah

Di tahap ini, leader perlu membangun kepercayaan diri anggota tim sambil tetap memberi bimbingan.

Selling/coaching di sini artinya leader bisa "menjual" atau menjelaskan kenapa harus melakukan suatu hal.

C. Participating/Collaborating (S3)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R3 (mampu, tetapi tidak mau).

Kenapa?
Tim memang sudah terampil, tetapi kurang motivasi atau kepercayaan diri.

Bagaimana caranya?
โœ… Kurangi instruksi, perbanyak dukungan
โœ… Libatkan dalam pengambilan keputusan
โœ… Dengarkan dan berikan motivasi

Di sini, pemimpin berperan sebagai fasilitator dan motivator, tidak hanya memberi instruksi saja.

D. Delegating/Monitoring (S4)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R4 (mampu & mau).

Kenapa?
Mereka sudah mandiri dan tidak membutuhkan banyak bimbingan.

Bagaimana caranya?
โœ… Percayakan tugas sepenuhnya
โœ… Beri kebebasan mengambil keputusan
โœ… Pengawasan minimal, sambil monitor

Seperti sudah dibahas tadi, tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi.

Gunakan Situational Leadership untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan kesiapan tim:

๐Ÿ”ฅ R1 โžก๏ธ Telling (Beri instruksi)
๐Ÿ”ฅ R2 โžก๏ธ Selling (Beri motivasi & arahan)
๐Ÿ”ฅ R3 โžก๏ธ Participating (Dukung & fasilitasi)
๐Ÿ”ฅ R4 โžก๏ธ Delegating (Percayakan)

Leader = siap adaptasi dan fleksibel.

Satu hal menarik ๐Ÿ‘‡

Indonesia ternyata juga punya konsep leadership semacam ini, yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara.

Ing ngarsa sung tuladha:
Saat berada di depan, maka pemimpin harus memberi teladan.

Ing madya mangun karsa:
Saat berada di tengah, maka pemimpin harus bisa menginspirasi.

Tut wuri handayani:
Saat berada di belakang, pemimpin harus bisa memberikan dukungan dan dorongan.

Pemimpin harus selalu siap, adaptif, dan fleksibel, serta wajib paham apa dan bagaimana kondisi tim yang dipimpinnya ๐Ÿซก

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
LEADERSHIP & CULTURE ๐Ÿฅฐ

oleh: Arisdiansah

Terlepas dari kehidupan pekerjaan yang anda alami saat ini, saya ingin mengajak anda membayangkan 2 keadaan di sebuah perusahaan.

Pertama, bayangkan anda bekerja 8 jam sehari, dan hidup bersentuhan dengan orang-orang yang "mencuri kebahagian" anda dengan sikap toxic, saling memanfaatkan, serta beban pekerjaan yang membuat orang stres, dan sebagainya.

Kedua, bayangkan juga jika anda bekerja 8 jam sehari dan anda bertemu rekan kerja yang menyenangkan, teamwork yang bagus, anda menemukan makna dan tujuan hidup disana, anda juga lelah tapi tetap happy. Apa bedanya?

Ternyata sadar atau tidak sadar kita harus mengakui sebuah kenyataan ini.

Kenyataan bahwa pada umumnya orang-orang diusia produktif menghabiskan sebagian besar waktunya itu di tempat kerja.

Orang pada umumnya bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Belum lagi jam perjalanan berangkat dan pulang. Bandingkan dengan waktu bersama keluarga, berapa besar perbedaan durasinya?

Research dari Gallup juga menunjukkan tingkat kebahagiaan orang ditentukan dari di mana dan bagaimana dia bekerja.

Ketika seseorang bekerja di tempat yang baik, maka angka kebahagian hidupnya menjadi jauh lebih baik. Bahkan akhirnya berpengaruh kepada kebahagiaan di keluarganya.

Dari fenomena ini saya sebenarnya ingin mengajak berbicara dengan semua Leader yang membaca tulisan ini.

Sebesar atau sekecil apapun bisnis anda, asalkan di sana anda punya karyawan, maka sebenarnya anda telah mendapatkan amanah untuk membahagiakan kehidupan mereka.

Mulailah membangun suasana kerja dan culture yang baik. Dan culture itulah yang kemudian akan membentuk kinerja team yang optimal dan produktif.

Jadikan tempat kerja kita tidak sekedar tempat mencari uang. Jadikan perusahaan anda menjadi perusahaan di mana banyak orang menemukan kebahagiaan, persaudaraan, tujuan hidup, value, dan ketulusan.


Pertama dan ini paling penting. Pilihlah orang baik yang bergabung di perusahaan anda. Lalu kemudian perlakukan team anda dengan baik. Dan mereka akan memberi yang terbaik untuk perusahaan anda.

Bangun dan jaga culture perusahaan anda, didik mereka dengan hikmah. Dan jangan segan-segan untuk mengeluarkan orang-orang yang memang tidak "culture fit" dengan perusahaan anda.

Mereka akan menjadi toxic yang akan merusak culture di perusahaan anda.

Karena tugas Leader itu adalah merekrut orang-orang yang tepat, membangun culture yg baik dan kemudian mendidik mereka menjadi orang-orang yang hebat, baik, dan profesional dibidangnya masing-masing.

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Siap membela Merah Putih ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
UPDATE SQUAD TIMNAS ๐Ÿฆ…

Panitia Piala Dunia 2026 otw download lagu kebangsaan Indonesia Raya ๐ŸŽผ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ†๐Ÿซก


Usai selesainya proses pengambilan sumpah WNI Emil, Joey, dan Dean kini skuad sementara Timnas Indonesia total menjadi 30 orang. Kemungkinan nantinya akan dikerucutkan menjadi 26 yang akan didaftarkan untuk laga melawan Australia dan Bahrain ๐Ÿ”ฅ

Persiapan Nobar Timnas Bulan Maret:
๐Ÿ‡ฆ๐Ÿ‡บ vs ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (20/03/25 ~ Kick off 16.10 WIB)
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ vs ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ญ (25/03/25 ~ Kick off 20.45 WIB)

#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” 2๏ธโƒฃ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ” ๐Ÿ”  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kembali berlanjut bulan Maret ini. Satu di antara laga menarik yang layak ditunggu adalah pertemuan Australia kontra Timnas Indonesia.

Australia akan menjamu Timnas Indonesia pada laga ketujuh Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025). Laga ini akan menjadi pertandingan yang sangat menentukan bagi perjalanan kedua tim untuk menggapai tiket ke Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia untuk sementara berada diurutan ketiga dengan koleksi poin enam, hanya terpaut satu poin dari Australia untuk bersaing menjadi peringkat 2 sehingga bisa mendampingi Jepang menuju kelolosan otomatis ke Piala Dunia 2026. ๐Ÿ†


Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat ๐Ÿค”

Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Kamis, 20 Maret 2025 pukul 16.00 WIB ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค11
3 JENIS KEGAGALAN ๐Ÿ˜‡

oleh: Paulus Aditya Hernawan

Banyak orang salah paham tentang kegagalan. Mereka pikir sukses = tidak pernah gagal.

Sebenarnya, kegagalan bukanlah masalah utama. Takut gagal justru jadi biang keroknya.

Kegagalan bukan lawan dari kesuksesan. Kegagalan justru bagian dari kesuksesan.

Ada 3 jenis kegagalan. Dan hanya 1 yang layak diterima.

Apa saja itu?
Kita terjun dulu ke bawah๐Ÿ‘‡๐Ÿป

Kegagalan Jenis 1: Basic Failure ๐ŸŽฏ
Ini adalah kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari, karena sebenarnya bisa dicegah.

Contohnya:
- Salah kirim email.
- Salah dresscode.
- Lupa tanggal.

Hayo ngaku, siapa yang sering begini? Pelajaran: Jangan lakukan lagi.

PS:
Kegagalan tipe ini bukan yang membawa kita ke kesuksesan. Ini hanya kesalahan biasa. Lebih ke ceroboh sih.

Kegagalan Jenis 2: Complex Failure ๐ŸŽฏ
Kegagalan ini lebih rumit. Terjadi karena banyak faktor yang saling terkait. Susah buat dikontrol, apalagi dibenerin.

Contohnya:
- Gagal impor karena negara asal sedang perang.
- Jemur baju tapi tertiup tornado.

Banyak penyebab, sulit dikendalikan. Bisa jadi pelajaran, tapi juga mahal harganya.

Kegagalan Jenis 3: Intelligent Failure ๐ŸŽฏ
Inilah kegagalan yang layak dijadikan pelajaran.

Contohnya:
Mencoba ide baru โ†’ Gagal โ†’ Belajar โ†’ Berkembang.

Para inovator bukan tidak pernah gagal. Mereka gagal, tapi belajar dari situ.

Ciri-ciri intelligent failure:
โœ… Berada di bidang baru โ†’ belum dikuasai siapa pun.
โœ… Berorientasi tujuan โ†’ ada alasan jelas.
โœ… Berdasarkan hipotesis โ†’ bukan asal coba.
โœ… Skala kecil โ†’ meminimalkan risiko.


Kalau kalian tidak pernah gagal, Artinya kalian tidak mencoba hal baru.

Para ilmuwan gagal setiap hari, dan belajar dari sana. Dan dari kegagalan merekalah kita mendapatkan banyak penemuan besar.

Sebenarnya ini bukan tentang gagal atau tidak. Tapi, apakah kita mau belajar dari kegagalan.

Sekarang tanyakan pada diri sendiri: Apakah kita sedang menghindari kegagalan, Atau justru menghindari pertumbuhan?

Mencoba, mungkin gagal. Tidak mencoba, sudah pasti gagal.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ2๐Ÿซก1
Forwarded from Mardiana
Yth. Guru Besar, Senior, dan Sejawat

Pada Akhir 2024 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan Buku Tabel Morbiditas Indonesia. Ingin tahu apa saja isinya, bagaimana pemanfaatannya serta harapan yang ingin dicapai demi terwujudnya layanan kesehatan yang lebih baik?

Jangan lewatkan Kopdar Pamjakian Edisi 4 Sambil Ngabuburit ๐Ÿ˜Ž

โ€œBedah Tabel Morbiditas Penduduk Indonesiaโ€
Hari/Tanggal : Rabu/ 19 Maret 2025
Jam : 15.30 s/d 17.30
Media : bit.ly/KopdarPanjiEd-4

Terima kasih ๐Ÿ™๐Ÿป
๐Ÿ‘1
FEEDBACK CUSTOMER ๐Ÿ“

oleh: Paulus Aditya Hernawan

Haruskah kita mendengarkan dan mengiyakan semua feedback dari customer?

Banyak yang berpikir "customer selalu benar," tapi apakah benar semua feedback dari mereka harus diikuti?

Coba lihat gambar di atas ini.

Kira-kira beginilah tampilan iPhone sekiranya Apple mengikuti semua feedback dari customernya.

Gimana, masih tertarik buat beli? ๐Ÿ˜


Tidak semua customer feedback bernilai sama.

Beberapa hanya cerminan preferensi pribadi, dan bukan kebutuhan mayoritas.

Bagi kreator atau pemilik bisnis, kuncinya adalah mampu menyaring dan memprioritaskan mana yang memang penting.

Lalu harus gimana?

Tidak perlu buru-buru mengubah produk hanya karena satu atau dua komentar/feedback.

Ada feedback yang berupa signal (pesan penting), atau juga noise (berisik gak jelas).

Kategorikan, analisis, dan pastikan feedback yang diikuti benar-benar selaras dengan visi bisnis.

Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mempertahankan kepuasan customer, tetapi juga memastikan bisnis tetap berkembang dengan arah yang jelas.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘Œ1