๐๐ผ๐ธ ๐ง๐ฎ๐ธ๐๐ ๐๐? ๐ค
Oleh: Wicaksono
Di sudut kantin sekolah seni, di bawah poster pudar yang bertuliskan "๐๐ฆ๐ฏ๐ช ๐๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ", Paklik Isnogud duduk santai. Wajahnya yang dihiasi kerutan penuh pengalaman tampak serius mengaduk kopi tubruknya, seolah mencari jawaban hidup di dasar cangkir.
Mahasiswa-mahasiswa seni berkumpul di sekelilingnya, mata mereka berbinarโentah karena semangat berdiskusi atau baru sadar mereka punya tugas yang belum dikumpulkan.
"Lama-lama saya kok merasa percuma belajar animasi, Paklik," keluh Agus, mahasiswa animasi yang lebih sering menggambar meme kritik sosial daripada tugas kuliah. "Apalagi pemerintah sekarang sering pakai AI buat bikin video animasi. Lha terus kita ini buat apa? Mau jadi karyawan AI?"
Paklik tertawa pendek. "Lho, takutnya bukan sama AI, tapi sama orang yang menguasai AI, Le!"
Mahasiswa-mahasiswa itu terdiam, mencoba mencerna maksudnya. Mbak Rara, mahasiswa desain grafis yang lebih sering membuat poster aksi sosial daripada logo perusahaan, menyela, "Maksudnya gimana, Paklik?"
Paklik meniup kopinya. "Begini. AI itu cuma alat, sama kayak pensil, kuas, atau software desain. Bedanya, AI ini pintar, bisa belajar dari data, bisa meniru gaya, dan bisa bikin sesuatu dalam sekejap. Tapi AI itu tetap alat. Sama seperti pisau, bisa buat masak, bisa juga buat hal lain tergantung siapa yang megang."
Mas Bejo, mahasiswa film yang lebih sering membuat video esai tentang kapitalisme daripada film pendek, menepuk meja. "Lha terus, kalau AI udah bisa bikin animasi sendiri, kita jadi pengangguran dong, Paklik?"
Paklik tertawa lebih keras. "Lha, itu pikiran yang bikin kalian kalah sebelum bertanding! Dulu orang juga panik waktu kamera digital menggantikan kamera film. Tapi lihatlah, yang tetap bertahan adalah mereka yang ngerti komposisi, pencahayaan, dan cerita! Bukan yang cuma modal kamera mahal."
Mahasiswa-mahasiswa itu mulai mengangguk-angguk. Paklik melanjutkan, "Takutlah sama orang yang ngerti AI dan tahu cara makainya. Kalau kalian cuma menggambar tanpa paham konsep, ya, gampang digantikan. Tapi kalau kalian bisa bikin karya yang menyentuh, yang punya rasa, yang punya makna, AI gak bakal bisa nyamain itu!"
Mbak Rara bersedekap. "Jadi intinya, kita harus paham cara kerja AI biar gak tergilas?"
Paklik tersenyum lebar. "Tepat sekali! AI bisa bikin animasi, tapi dia gak bisa merasakan keresahan sosial, gak bisa menangkap nuansa budaya dengan kedalaman yang sama kayak manusia. Kalau kalian cuma takut dan ngeluh, ya, selamat! Kalian cuma jadi penonton perubahan."
Agus, yang dari tadi cemberut, tiba-tiba bersinar matanya. "Jadi solusinya apa, Paklik?"
Paklik menyeruput kopinya, lalu berkata, "Belajarlah! Kuasai AI, bukan malah lari dari AI. Gunakan AI untuk mempercepat kerja, tapi jangan biarkan AI yang mengambil alih kreativitas kalian. Orang yang ngerti AI dan ngerti seni, dialah yang akan memimpin industri kreatif ke depan!"
Mahasiswa-mahasiswa itu saling pandang. Mas Bejo mengangkat gelas tehnya tinggi-tinggi. "Hidup kreativitas manusia!"
Paklik tertawa. "Hidup kreativitas! Dan jangan lupa, takutlah bukan pada AI, tapi pada orang yang tahu cara makainya!"
Di sudut kantin sekolah seni itu, dengan aroma kopi tubruk dan gorengan, revolusi kecil baru saja dimulai. (*)
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Wicaksono
Di sudut kantin sekolah seni, di bawah poster pudar yang bertuliskan "๐๐ฆ๐ฏ๐ช ๐๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ", Paklik Isnogud duduk santai. Wajahnya yang dihiasi kerutan penuh pengalaman tampak serius mengaduk kopi tubruknya, seolah mencari jawaban hidup di dasar cangkir.
Mahasiswa-mahasiswa seni berkumpul di sekelilingnya, mata mereka berbinarโentah karena semangat berdiskusi atau baru sadar mereka punya tugas yang belum dikumpulkan.
"Lama-lama saya kok merasa percuma belajar animasi, Paklik," keluh Agus, mahasiswa animasi yang lebih sering menggambar meme kritik sosial daripada tugas kuliah. "Apalagi pemerintah sekarang sering pakai AI buat bikin video animasi. Lha terus kita ini buat apa? Mau jadi karyawan AI?"
Paklik tertawa pendek. "Lho, takutnya bukan sama AI, tapi sama orang yang menguasai AI, Le!"
Mahasiswa-mahasiswa itu terdiam, mencoba mencerna maksudnya. Mbak Rara, mahasiswa desain grafis yang lebih sering membuat poster aksi sosial daripada logo perusahaan, menyela, "Maksudnya gimana, Paklik?"
Paklik meniup kopinya. "Begini. AI itu cuma alat, sama kayak pensil, kuas, atau software desain. Bedanya, AI ini pintar, bisa belajar dari data, bisa meniru gaya, dan bisa bikin sesuatu dalam sekejap. Tapi AI itu tetap alat. Sama seperti pisau, bisa buat masak, bisa juga buat hal lain tergantung siapa yang megang."
Mas Bejo, mahasiswa film yang lebih sering membuat video esai tentang kapitalisme daripada film pendek, menepuk meja. "Lha terus, kalau AI udah bisa bikin animasi sendiri, kita jadi pengangguran dong, Paklik?"
Paklik tertawa lebih keras. "Lha, itu pikiran yang bikin kalian kalah sebelum bertanding! Dulu orang juga panik waktu kamera digital menggantikan kamera film. Tapi lihatlah, yang tetap bertahan adalah mereka yang ngerti komposisi, pencahayaan, dan cerita! Bukan yang cuma modal kamera mahal."
Mahasiswa-mahasiswa itu mulai mengangguk-angguk. Paklik melanjutkan, "Takutlah sama orang yang ngerti AI dan tahu cara makainya. Kalau kalian cuma menggambar tanpa paham konsep, ya, gampang digantikan. Tapi kalau kalian bisa bikin karya yang menyentuh, yang punya rasa, yang punya makna, AI gak bakal bisa nyamain itu!"
Mbak Rara bersedekap. "Jadi intinya, kita harus paham cara kerja AI biar gak tergilas?"
Paklik tersenyum lebar. "Tepat sekali! AI bisa bikin animasi, tapi dia gak bisa merasakan keresahan sosial, gak bisa menangkap nuansa budaya dengan kedalaman yang sama kayak manusia. Kalau kalian cuma takut dan ngeluh, ya, selamat! Kalian cuma jadi penonton perubahan."
Agus, yang dari tadi cemberut, tiba-tiba bersinar matanya. "Jadi solusinya apa, Paklik?"
Paklik menyeruput kopinya, lalu berkata, "Belajarlah! Kuasai AI, bukan malah lari dari AI. Gunakan AI untuk mempercepat kerja, tapi jangan biarkan AI yang mengambil alih kreativitas kalian. Orang yang ngerti AI dan ngerti seni, dialah yang akan memimpin industri kreatif ke depan!"
Mahasiswa-mahasiswa itu saling pandang. Mas Bejo mengangkat gelas tehnya tinggi-tinggi. "Hidup kreativitas manusia!"
Paklik tertawa. "Hidup kreativitas! Dan jangan lupa, takutlah bukan pada AI, tapi pada orang yang tahu cara makainya!"
Di sudut kantin sekolah seni itu, dengan aroma kopi tubruk dan gorengan, revolusi kecil baru saja dimulai. (*)
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โก1
Berikut Rekap Akhir Peserta Video Challenge: Ramadhan Series 2025
1. Citra Okta Bangun @Citraoktabangun (PATT Staf EP3RS KC Makale)
https://www.instagram.com/share/_bhXt1n5q
2. Devi Srinervi @Devisrinervi (PATT Frontliner KC Makale)
https://www.instagram.com/share/BAJ_xl8ik5
3. Rina Febriyanti @rinafebriyanti_23 (PATT Komunikasi & Kesekretariatan KC Padangsidimpuan)
https://www.instagram.com/share/BARQJH0DXV
4. Jati Sarana Pardiyana @jati_sp (Staf Kepesertaan Kabupaten Wonogiri KC Surakarta)
https://www.instagram.com/share/_fc4ApOD_
5. Ika Isnawati A. Rahman @Ikaisnawati89 (Petugas Pemeriksa KC Biak Numfor)
https://www.instagram.com/share/BBr7-Drl84
6. Mahwa Savira @MahwaSavira_RO_BPJSKesehatan (PATT Relantionship Officer KC Lubuklinggau)
https://www.instagram.com/share/BAC_k_9i5U
7. Putri Ayu Azizah @putriayuazizah (PATT EP3RS KC Metro)
https://www.instagram.com/share/_aECslTQg
8. Afrillio Uston @afrilliouston (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Bukittinggi)
https://www.instagram.com/share/BAK333zQfi
9. Mario Seftriadi @mseftriadi (Staf EPP KC Muara Teweh)
https://www.instagram.com/share/BAFhzIoeB0
10. Muhammad Fepi @muhammadfepi (PATT Frontliner KC Watampone)
https://www.instagram.com/share/BALykjTWgU
11. Rezki Rahmaputra @rezkirahmaputra (PATT EP3RS KC Curup)
https://www.instagram.com/share/_i2bTQ72p
12. M Bintang Timur Abimayu @Abimayu2 (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAGaRYvQXG
13. M. Daniel Fauzan @MDanielFauzan (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Prabumulih)
https://www.instagram.com/share/BARkkSFnfM
14. Septina HM @SeptinaHerdia (Staf PP KC Balikpapan)
https://www.instagram.com/share/BBsISYZAjK
15. Wiwindasari Siregar @wiwindasarisrg (PATT Administrasi Kepesertaan KC Padang Sidempuan)
https://www.instagram.com/share/_mwweqbm2
16. Erwin Prayoga @gagaruda (PATT Frontliner KC Serang)
https://www.instagram.com/share/BAWoSPZYA9
17. Khoiron Nur Kho'im @cocotwothree3 (PATT EP3RS KC Jember)
https://www.instagram.com/share/BAYqBMGDS4
18. Muhammad Firdaus Ramadhan @Rama_Isya (PATT Relationship Officer KC Sukabumi)
https://www.instagram.com/share/BBA9wD9BsV
19. Ade Shindy Supriyani @adeshindys (PATT Frontliner KC Gorontalo)
https://www.instagram.com/share/BA433O-GeO
20. Nurul Syaadah @nurulsyahdah (PATT Frontliner KC Maumere)
https://www.instagram.com/share/__23sxjM6
21. Yudiansyah @yepees (Petugas pemeriksa KC Kotabumi)
https://www.instagram.com/share/_cWI_1GHM
22. Dani Martin Hutajulu @DaniHutajulu (PATT RO Kab Kutai Barat KC Samarinda)
https://www.instagram.com/share/BAELMcpeqg
23. Novia Aisyatul Izza Astri @noviaaia (PATT EP3RS KC Sidoarjo)
https://www.instagram.com/share/BAOYuLLKBh
24. Hermans @hermans99 (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Bogor)
https://www.instagram.com/share/BACRnoWH3X
25. Faisal Riyanda @kt1cal (PATT Relationship Officer KC Samarinda)
https://www.instagram.com/share/BAFuPEEhc_
26. Nur Shadrina Nasution @kaninaaaaaa (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Semarang)
https://www.instagram.com/share/_vdacfNJl
27. Murdah Anugrah @ughanugrah (PATT EP3RS KC Watampone)
https://www.instagram.com/share/BAOccRsX0L
28. Ferdy Setiyawan @bukan_sambo (PATT Relationship Officer KC Bojonegoro)
https://www.instagram.com/share/BBKna_eii6
29. Deva Amanda Putri @devamanda
(PATT Team leader pandawa
Kantor Sentralisasi Yogyakarta)
https://www.instagram.com/share/BAIIqCBan8
30. Muh. Resky Ramadhan @rramskuy (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Mamuju)
https://www.instagram.com/share/_pHdrirho
31. Muhammad Al Gazali @daengemba (Koordinator EP3RS KC Bulukumba)
https://www.instagram.com/share/BAJ-gAvtPm
32. Riski Alam Pambudi @Alampamb (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Jember)
https://www.instagram.com/share/BANUSavat_
33. Wiwin Nurjana Nurdin @winnrdn (PATT Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran KC Kupang)
https://www.instagram.com/share/BAIyRRPbeL
#INISIATIF
#BanggaJadiDutaBPJSKes
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1๐ฅ1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Provisional skuad Timnas Indonesia perdana dari coach Patrick Kluivert untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia dan Bahrain.
Daftar ini masih menunggu 3 pemain yang sedang menjalani proses untuk menjadi WNI.๐ฎ๐ฉ
sumber : Erick Thohir (Ketum PSSI)
#INISIATIF #KitaGaruda #GarudaMendunia
Daftar ini masih menunggu 3 pemain yang sedang menjalani proses untuk menjadi WNI.
sumber : Erick Thohir (Ketum PSSI)
Fyi Jadwal Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 Bulan Maret 2025:
- Australia Vs Indonesia : Kamis, 20 Maret 2025 (Kick Off 16.10 WIB)
- Indonesia Vs Bahrain : Selasa, 25 Maret 2025 (Kick Off 20.45 WIB)
#INISIATIF #KitaGaruda #GarudaMendunia
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ2๐1๐ฅ1
7 BUTIR PELAJARAN KARIER ๐ซก
Oleh: Prasetya M Brata
Inilah prinsip-prinsip yang saya gunakan selama berkarier di perusahaan besar nasional. Dampaknya di setiap level jabatan menjadi pejabat termuda, bahkan loncat jabatan menjadi chief dan direksi. Pelajaran ini saya tulis 11 tahun lalu. Mungkin saja masih relevan.๐
#INISIATIF
Oleh: Prasetya M Brata
Inilah prinsip-prinsip yang saya gunakan selama berkarier di perusahaan besar nasional. Dampaknya di setiap level jabatan menjadi pejabat termuda, bahkan loncat jabatan menjadi chief dan direksi. Pelajaran ini saya tulis 11 tahun lalu. Mungkin saja masih relevan.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ2๐1๐1
METODE MENDIDIK ANAK SECARA TEORI ๐ซถ
oleh: Agung Prasetyo Utomo
2 metode ini bukan masalah salah bener tetapi disesuaikan dengan kondisi keluarga dan masing masing anak... Bahkan dua anak bisa beda pakai cara yang mana... Yaitu PUSH dan PULL nama metodenya...
Metode pull dan push adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak. Berikut adalah penjelasan tentang kedua metode tersebut:
Metode Push:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan orang tua untuk "mendorong" anak agar mencapai tujuan tertentu.
- Orang tua memiliki peran aktif dalam mengarahkan dan mengontrol perilaku anak.
- Anak diharapkan untuk mematuhi perintah dan aturan yang ditetapkan oleh orang tua.
- Metode ini dapat efektif dalam jangka pendek, tetapi dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan tidak memiliki kebebasan untuk membuat keputusan sendiri.
Metode Pull:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan anak untuk "menarik" diri sendiri ke arah tujuan tertentu.
- Orang tua memiliki peran sebagai fasilitator dan pendukung, bukan sebagai pengontrol.
- Anak diberikan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan.
- Metode ini dapat efektif dalam jangka panjang, karena anak dapat mengembangkan kemampuan self-regulasi dan membuat keputusan yang lebih baik.
Contoh perbedaan antara metode push dan pull:
- Metode push: "Kamu harus makan sayuran ini, karena itu baik untuk kesehatanmu."
- Metode pull: "Apa yang kamu pikir tentang sayuran ini? Apakah kamu ingin mencobanya?"
Dalam menggabungkan kedua metode tersebut, orang tua dapat menggunakan pendekatan berikut:
1. Berikan anak kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, tetapi tetapkan batasan yang jelas.
2. Berikan anak kesempatan untuk belajar dari kesalahan, tetapi juga berikan bimbingan dan dukungan.
3. Fokus pada pengembangan kemampuan self-regulasi anak, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik.
=====
Dari teori itu.. kita sebagai orang tua emang harus belajar mengenali anak anak kita dan menentukan pola mana yang akan kita pakai agar anak anak kita menjadi generasi emas... Jangan sampai jadi generasi lemas dan cemas...
#INISIATIF
oleh: Agung Prasetyo Utomo
2 metode ini bukan masalah salah bener tetapi disesuaikan dengan kondisi keluarga dan masing masing anak... Bahkan dua anak bisa beda pakai cara yang mana... Yaitu PUSH dan PULL nama metodenya...
Metode pull dan push adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak. Berikut adalah penjelasan tentang kedua metode tersebut:
Metode Push:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan orang tua untuk "mendorong" anak agar mencapai tujuan tertentu.
- Orang tua memiliki peran aktif dalam mengarahkan dan mengontrol perilaku anak.
- Anak diharapkan untuk mematuhi perintah dan aturan yang ditetapkan oleh orang tua.
- Metode ini dapat efektif dalam jangka pendek, tetapi dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan tidak memiliki kebebasan untuk membuat keputusan sendiri.
Metode Pull:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan anak untuk "menarik" diri sendiri ke arah tujuan tertentu.
- Orang tua memiliki peran sebagai fasilitator dan pendukung, bukan sebagai pengontrol.
- Anak diberikan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan.
- Metode ini dapat efektif dalam jangka panjang, karena anak dapat mengembangkan kemampuan self-regulasi dan membuat keputusan yang lebih baik.
Contoh perbedaan antara metode push dan pull:
- Metode push: "Kamu harus makan sayuran ini, karena itu baik untuk kesehatanmu."
- Metode pull: "Apa yang kamu pikir tentang sayuran ini? Apakah kamu ingin mencobanya?"
Dalam menggabungkan kedua metode tersebut, orang tua dapat menggunakan pendekatan berikut:
1. Berikan anak kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, tetapi tetapkan batasan yang jelas.
2. Berikan anak kesempatan untuk belajar dari kesalahan, tetapi juga berikan bimbingan dan dukungan.
3. Fokus pada pengembangan kemampuan self-regulasi anak, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik.
=====
Dari teori itu.. kita sebagai orang tua emang harus belajar mengenali anak anak kita dan menentukan pola mana yang akan kita pakai agar anak anak kita menjadi generasi emas... Jangan sampai jadi generasi lemas dan cemas...
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
MENCARI DAโI ๐
oleh: Yusran Darmawan
Demi mengisi bulan Ramadhan dengan hal-hal baik, saya dan kawan-kawan di Makassar menggelar โUnhas TV Mencari Daโiโ. Ini ajang kompetisi yang diikuti semua santri, siswa, dan mahasiswa di Sulawesi Selatan.
Agar kompetisi ini menarik, kami mengajak Ustaz Dasโad Latif yang saat ini tengah hits. Penontonnya di Youtube sudah mencapai 700 juta orang. Bagi kami, sebuah kehormatan bisa kolaborasi dengan beliau.
Hebatnya, kami tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayarnya. Padahal valuasinya pasti sangat tinggi. Tak hanya itu, dia juga menyiapkan satu bajunya yang sering dipakai dakwah sebagai hadiah bagi juara pertama.
Kami membuat seleksi via online. Ratusan siswa, santri, dan mahasiswa mengirimkan vidio ceramah. Kami hanya memilih 20 peserta, yang kemudian mendapat mentoring dari Ustaz Dasโad sebelum tampil di studio kami.
Sebelum acara final, seorang kawan di satu media, sempat meremehkan. Dia yakin tidak banyak ditonton. Kalau semua orang berpikir begitu, maka medsos hanya berisikan aksi joged, berantem, juga konten viral yang tidak mendidik.
Perlu ada sejumlah orang yang lawan arus, buat konten hal baik, dan syukur-syukur jika ditonton banyak orang.
Hasilnya sangat membahagiakan. acara itu meriah. Kantor kami didatangi banyak santri dan Majelis Taklim. Banyak orang rela berkolaborasi untuk hal-hal baik.
Tak hanya itu, beberapa sponsor besar bergabung. Mulai Bank Indonesia, Garuda, Pegadaian, operator seluler, serta beberapa pebisnis kuliner.
Namun, terima kasih saya haturkan ke kak Anwar No' Cappana, pemilik Grup Titah yang ikut berpartisipasi dikarenakan adanya kesamaan visi yakni menyebar hal baik. Juga buat Prof Adi Maulana yang telah membuka acara, serta selalu mendukung ikhtiar hal-hal baik.
Tentu saja terima kasih terbesar buat Ustaz Dasโad yang ikhlas membantu kami. Bahkan dia minta dibuatkan grup whatsapp yang isinya para finalis, dan dia akan membantu mereka berkembang. Terimakasih.
Silakan tonton video Dasโad yang sedang mementori peserta, dengan gaya dakwahnya yang khas, sebab selalu konsisten dengan logat Bugis Makassar, serta gaya komunikasi yang sangat membumi.
https://youtu.be/KAR6mDXkx2A?si=tZ7c1_il-NgIlo-l
#INISIATIF
oleh: Yusran Darmawan
Demi mengisi bulan Ramadhan dengan hal-hal baik, saya dan kawan-kawan di Makassar menggelar โUnhas TV Mencari Daโiโ. Ini ajang kompetisi yang diikuti semua santri, siswa, dan mahasiswa di Sulawesi Selatan.
Agar kompetisi ini menarik, kami mengajak Ustaz Dasโad Latif yang saat ini tengah hits. Penontonnya di Youtube sudah mencapai 700 juta orang. Bagi kami, sebuah kehormatan bisa kolaborasi dengan beliau.
Hebatnya, kami tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayarnya. Padahal valuasinya pasti sangat tinggi. Tak hanya itu, dia juga menyiapkan satu bajunya yang sering dipakai dakwah sebagai hadiah bagi juara pertama.
Kami membuat seleksi via online. Ratusan siswa, santri, dan mahasiswa mengirimkan vidio ceramah. Kami hanya memilih 20 peserta, yang kemudian mendapat mentoring dari Ustaz Dasโad sebelum tampil di studio kami.
Sebelum acara final, seorang kawan di satu media, sempat meremehkan. Dia yakin tidak banyak ditonton. Kalau semua orang berpikir begitu, maka medsos hanya berisikan aksi joged, berantem, juga konten viral yang tidak mendidik.
Perlu ada sejumlah orang yang lawan arus, buat konten hal baik, dan syukur-syukur jika ditonton banyak orang.
Hasilnya sangat membahagiakan. acara itu meriah. Kantor kami didatangi banyak santri dan Majelis Taklim. Banyak orang rela berkolaborasi untuk hal-hal baik.
Tak hanya itu, beberapa sponsor besar bergabung. Mulai Bank Indonesia, Garuda, Pegadaian, operator seluler, serta beberapa pebisnis kuliner.
Namun, terima kasih saya haturkan ke kak Anwar No' Cappana, pemilik Grup Titah yang ikut berpartisipasi dikarenakan adanya kesamaan visi yakni menyebar hal baik. Juga buat Prof Adi Maulana yang telah membuka acara, serta selalu mendukung ikhtiar hal-hal baik.
Tentu saja terima kasih terbesar buat Ustaz Dasโad yang ikhlas membantu kami. Bahkan dia minta dibuatkan grup whatsapp yang isinya para finalis, dan dia akan membantu mereka berkembang. Terimakasih.
Silakan tonton video Dasโad yang sedang mementori peserta, dengan gaya dakwahnya yang khas, sebab selalu konsisten dengan logat Bugis Makassar, serta gaya komunikasi yang sangat membumi.
https://youtu.be/KAR6mDXkx2A?si=tZ7c1_il-NgIlo-l
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Berikut Rekap Akhir Peserta Video Challenge: Ramadhan Series 2025
34. Kusudarsani Firdaus @SudarSani (Koord EP3RS KC Parepare)
https://www.instagram.com/share/BANRX_CN4a
35. Laura Stephany @laurastephny (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAI7isFUM3
36. Alma Azatil @muthialya19 (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Kendari)
https://www.instagram.com/share/BATF8AzO5r
37. Muhammad Irham Imran @Iang271 (PATT Frontliner KC Polewali)
https://www.instagram.com/share/_hf8TByyZ
38. Mohammad Vikriyansyah Lihawa @Lihawaaa (PATT Staf Komsek KC Gorontalo)
https://www.instagram.com/share/_lIFIlNDf
39. Irfan Rizky Maulana @irfanrizkym (Staf SDM dan Umum KC Merauke)
https://www.instagram.com/share/_c51Yx6f1
40. Emilia @christaliabahng (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAQWVyHup0
41. Atika Febryanti Yusuf @atikafbryanti (PATT SDMUK KC Atambua)
https://www.instagram.com/share/BAhfI5mDg8
42. Claura Audi Flarenza @Clauradinza (PATT Staf Penagihan KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BANtjxHmjM
43. Vira Agustin @viravail (PATT EP3RS KC Malang)
https://www.instagram.com/share/BAjE8DAyhV
44. Mega Dwiyanti @notawaynotiyess (Petugas Pemeriksa KC Bukittinggi)
https://www.instagram.com/share/BAJxJXAJFA
45. Aida Ramadhani Amir @aidaramadhanii (PATT EP3RS KC Makassar)
https://www.instagram.com/share/BAIlzzE5f3
46. Siti Uswathun Chasanah @bpjs_uswathun (Verifikator PMU KC Semarang)
https://www.instagram.com/share/BADW4VUGpG
47. Elza Fahira Aziz @elzafahiraaziz (PATT Komunikasi & Kesekretariatan KC Banda Aceh)
https://www.instagram.com/share/BAC_R-xtY8
#INISIATIF
#BanggaJadiDutaBPJSKes
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐1
SITUATIONAL LEADERSHIP ๐ฅธ
oleh: Paulus Aditya Hernawan
Kok gitu sih?
Inilah yang dinamakan Situational Leadership.
Di mana kepemimpinan harus bisa adaptif dan fleksibel, tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi timnya.
Agak teknikal gak apa2 ya๐
Mari kita bahas di bawah๐
Dari diagram di atas bisa kita lihat di sumbu X dan Y:
๐ก Directive Behavior (Seberapa banyak arahan yang diberikan?)
๐ก Supportive Behavior (Seberapa banyak dukungan yang diberikan?)
Gaya kepemimpinan yang dipilih bergantung pada kesiapan individu atau tim (performance readiness), yang terbagi menjadi 4 tingkatan:
Setiap tingkatan kesiapan ini membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda.
A. Directing/Telling Style (S1)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R1 (tidak mampu & tidak mau).
Kenapa?
Karena mereka masih belum memiliki keterampilan dan tidak termotivasi, mereka membutuhkan arahan yang jelas dan terstruktur.
Bagaimana caranya?
โ
Berikan instruksi detail
โ
Awasi dan koreksi secara langsung
โ
Pastikan tugas dipahami sebelum mulai
Ini adalah pendekatan yang sangat leader-directed.
B. Selling/Coaching Style (S2)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R2 (tidak mampu, tetapi mau).
Kenapa?
Tim sudah bersemangat, tetapi masih butuh bimbingan.
Bagaimana caranya?
โ
Tetap berikan arahan yang jelas
โ
Jelaskan alasan di balik keputusan
โ
Gunakan komunikasi dua arah
Di tahap ini, leader perlu membangun kepercayaan diri anggota tim sambil tetap memberi bimbingan.
Selling/coaching di sini artinya leader bisa "menjual" atau menjelaskan kenapa harus melakukan suatu hal.
C. Participating/Collaborating (S3)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R3 (mampu, tetapi tidak mau).
Kenapa?
Tim memang sudah terampil, tetapi kurang motivasi atau kepercayaan diri.
Bagaimana caranya?
โ
Kurangi instruksi, perbanyak dukungan
โ
Libatkan dalam pengambilan keputusan
โ
Dengarkan dan berikan motivasi
Di sini, pemimpin berperan sebagai fasilitator dan motivator, tidak hanya memberi instruksi saja.
D. Delegating/Monitoring (S4)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R4 (mampu & mau).
Kenapa?
Mereka sudah mandiri dan tidak membutuhkan banyak bimbingan.
Bagaimana caranya?
โ
Percayakan tugas sepenuhnya
โ
Beri kebebasan mengambil keputusan
โ
Pengawasan minimal, sambil monitor
Seperti sudah dibahas tadi, tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi.
Gunakan Situational Leadership untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan kesiapan tim:
๐ฅ R1 โก๏ธ Telling (Beri instruksi)
๐ฅ R2 โก๏ธ Selling (Beri motivasi & arahan)
๐ฅ R3 โก๏ธ Participating (Dukung & fasilitasi)
๐ฅ R4 โก๏ธ Delegating (Percayakan)
Leader = siap adaptasi dan fleksibel.
Satu hal menarik๐
Indonesia ternyata juga punya konsep leadership semacam ini, yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara.
Ing ngarsa sung tuladha:
Saat berada di depan, maka pemimpin harus memberi teladan.
Ing madya mangun karsa:
Saat berada di tengah, maka pemimpin harus bisa menginspirasi.
Tut wuri handayani:
Saat berada di belakang, pemimpin harus bisa memberikan dukungan dan dorongan.
Pemimpin harus selalu siap, adaptif, dan fleksibel, serta wajib paham apa dan bagaimana kondisi tim yang dipimpinnya๐ซก
#INISIATIF
oleh: Paulus Aditya Hernawan
Jadi leader itu harus gimana sih?
Kok banyak standarnya kayaknya ya?
- Selalu tampil di depan?
- Pinter delegasi?
- Membimbing?
- Atau behind the scene aja?
Jawabannya: tergantung๐
Kok gitu sih?
Inilah yang dinamakan Situational Leadership.
Di mana kepemimpinan harus bisa adaptif dan fleksibel, tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi timnya.
Agak teknikal gak apa2 ya
Mari kita bahas di bawah
Dari diagram di atas bisa kita lihat di sumbu X dan Y:
Gaya kepemimpinan yang dipilih bergantung pada kesiapan individu atau tim (performance readiness), yang terbagi menjadi 4 tingkatan:
R1: Tidak mampu & tidak mau
R2: Tidak mampu, tetapi mau
R3: Mampu, tetapi tidak mau
R4: Mampu & mau
Setiap tingkatan kesiapan ini membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda.
A. Directing/Telling Style (S1)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R1 (tidak mampu & tidak mau).
Kenapa?
Karena mereka masih belum memiliki keterampilan dan tidak termotivasi, mereka membutuhkan arahan yang jelas dan terstruktur.
Bagaimana caranya?
Ini adalah pendekatan yang sangat leader-directed.
B. Selling/Coaching Style (S2)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R2 (tidak mampu, tetapi mau).
Kenapa?
Tim sudah bersemangat, tetapi masih butuh bimbingan.
Bagaimana caranya?
Di tahap ini, leader perlu membangun kepercayaan diri anggota tim sambil tetap memberi bimbingan.
Selling/coaching di sini artinya leader bisa "menjual" atau menjelaskan kenapa harus melakukan suatu hal.
C. Participating/Collaborating (S3)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R3 (mampu, tetapi tidak mau).
Kenapa?
Tim memang sudah terampil, tetapi kurang motivasi atau kepercayaan diri.
Bagaimana caranya?
Di sini, pemimpin berperan sebagai fasilitator dan motivator, tidak hanya memberi instruksi saja.
D. Delegating/Monitoring (S4)
Kapan digunakan?
Saat tim berada di tingkat R4 (mampu & mau).
Kenapa?
Mereka sudah mandiri dan tidak membutuhkan banyak bimbingan.
Bagaimana caranya?
Seperti sudah dibahas tadi, tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi.
Gunakan Situational Leadership untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan kesiapan tim:
Leader = siap adaptasi dan fleksibel.
Satu hal menarik
Indonesia ternyata juga punya konsep leadership semacam ini, yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara.
Ing ngarsa sung tuladha:
Saat berada di depan, maka pemimpin harus memberi teladan.
Ing madya mangun karsa:
Saat berada di tengah, maka pemimpin harus bisa menginspirasi.
Tut wuri handayani:
Saat berada di belakang, pemimpin harus bisa memberikan dukungan dan dorongan.
Pemimpin harus selalu siap, adaptif, dan fleksibel, serta wajib paham apa dan bagaimana kondisi tim yang dipimpinnya
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
LEADERSHIP & CULTURE ๐ฅฐ
oleh: Arisdiansah
Terlepas dari kehidupan pekerjaan yang anda alami saat ini, saya ingin mengajak anda membayangkan 2 keadaan di sebuah perusahaan.
Pertama, bayangkan anda bekerja 8 jam sehari, dan hidup bersentuhan dengan orang-orang yang "mencuri kebahagian" anda dengan sikap toxic, saling memanfaatkan, serta beban pekerjaan yang membuat orang stres, dan sebagainya.
Kedua, bayangkan juga jika anda bekerja 8 jam sehari dan anda bertemu rekan kerja yang menyenangkan, teamwork yang bagus, anda menemukan makna dan tujuan hidup disana, anda juga lelah tapi tetap happy. Apa bedanya?
Ternyata sadar atau tidak sadar kita harus mengakui sebuah kenyataan ini.
Kenyataan bahwa pada umumnya orang-orang diusia produktif menghabiskan sebagian besar waktunya itu di tempat kerja.
Orang pada umumnya bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Belum lagi jam perjalanan berangkat dan pulang. Bandingkan dengan waktu bersama keluarga, berapa besar perbedaan durasinya?
Research dari Gallup juga menunjukkan tingkat kebahagiaan orang ditentukan dari di mana dan bagaimana dia bekerja.
Ketika seseorang bekerja di tempat yang baik, maka angka kebahagian hidupnya menjadi jauh lebih baik. Bahkan akhirnya berpengaruh kepada kebahagiaan di keluarganya.
Dari fenomena ini saya sebenarnya ingin mengajak berbicara dengan semua Leader yang membaca tulisan ini.
Sebesar atau sekecil apapun bisnis anda, asalkan di sana anda punya karyawan, maka sebenarnya anda telah mendapatkan amanah untuk membahagiakan kehidupan mereka.
Mulailah membangun suasana kerja dan culture yang baik. Dan culture itulah yang kemudian akan membentuk kinerja team yang optimal dan produktif.
Pertama dan ini paling penting. Pilihlah orang baik yang bergabung di perusahaan anda. Lalu kemudian perlakukan team anda dengan baik. Dan mereka akan memberi yang terbaik untuk perusahaan anda.
Bangun dan jaga culture perusahaan anda, didik mereka dengan hikmah. Dan jangan segan-segan untuk mengeluarkan orang-orang yang memang tidak "culture fit" dengan perusahaan anda.
Mereka akan menjadi toxic yang akan merusak culture di perusahaan anda.
Karena tugas Leader itu adalah merekrut orang-orang yang tepat, membangun culture yg baik dan kemudian mendidik mereka menjadi orang-orang yang hebat, baik, dan profesional dibidangnya masing-masing.
#INISIATIF #TGIF
oleh: Arisdiansah
Terlepas dari kehidupan pekerjaan yang anda alami saat ini, saya ingin mengajak anda membayangkan 2 keadaan di sebuah perusahaan.
Pertama, bayangkan anda bekerja 8 jam sehari, dan hidup bersentuhan dengan orang-orang yang "mencuri kebahagian" anda dengan sikap toxic, saling memanfaatkan, serta beban pekerjaan yang membuat orang stres, dan sebagainya.
Kedua, bayangkan juga jika anda bekerja 8 jam sehari dan anda bertemu rekan kerja yang menyenangkan, teamwork yang bagus, anda menemukan makna dan tujuan hidup disana, anda juga lelah tapi tetap happy. Apa bedanya?
Ternyata sadar atau tidak sadar kita harus mengakui sebuah kenyataan ini.
Kenyataan bahwa pada umumnya orang-orang diusia produktif menghabiskan sebagian besar waktunya itu di tempat kerja.
Orang pada umumnya bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Belum lagi jam perjalanan berangkat dan pulang. Bandingkan dengan waktu bersama keluarga, berapa besar perbedaan durasinya?
Research dari Gallup juga menunjukkan tingkat kebahagiaan orang ditentukan dari di mana dan bagaimana dia bekerja.
Ketika seseorang bekerja di tempat yang baik, maka angka kebahagian hidupnya menjadi jauh lebih baik. Bahkan akhirnya berpengaruh kepada kebahagiaan di keluarganya.
Dari fenomena ini saya sebenarnya ingin mengajak berbicara dengan semua Leader yang membaca tulisan ini.
Sebesar atau sekecil apapun bisnis anda, asalkan di sana anda punya karyawan, maka sebenarnya anda telah mendapatkan amanah untuk membahagiakan kehidupan mereka.
Mulailah membangun suasana kerja dan culture yang baik. Dan culture itulah yang kemudian akan membentuk kinerja team yang optimal dan produktif.
Jadikan tempat kerja kita tidak sekedar tempat mencari uang. Jadikan perusahaan anda menjadi perusahaan di mana banyak orang menemukan kebahagiaan, persaudaraan, tujuan hidup, value, dan ketulusan.
Pertama dan ini paling penting. Pilihlah orang baik yang bergabung di perusahaan anda. Lalu kemudian perlakukan team anda dengan baik. Dan mereka akan memberi yang terbaik untuk perusahaan anda.
Bangun dan jaga culture perusahaan anda, didik mereka dengan hikmah. Dan jangan segan-segan untuk mengeluarkan orang-orang yang memang tidak "culture fit" dengan perusahaan anda.
Mereka akan menjadi toxic yang akan merusak culture di perusahaan anda.
Karena tugas Leader itu adalah merekrut orang-orang yang tepat, membangun culture yg baik dan kemudian mendidik mereka menjadi orang-orang yang hebat, baik, dan profesional dibidangnya masing-masing.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Siap membela Merah Putih ๐ฎ๐ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
UPDATE SQUAD TIMNAS ๐ฆ
Usai selesainya proses pengambilan sumpah WNI Emil, Joey, dan Dean kini skuad sementara Timnas Indonesia total menjadi 30 orang. Kemungkinan nantinya akan dikerucutkan menjadi 26 yang akan didaftarkan untuk laga melawan Australia dan Bahrain๐ฅ
Persiapan Nobar Timnas Bulan Maret:
๐ฆ๐บ vs ๐ฎ๐ฉ (20/03/25 ~ Kick off 16.10 WIB)
๐ฎ๐ฉ vs ๐ง๐ญ (25/03/25 ~ Kick off 20.45 WIB)
#INISIATIFdukungTimnas
Panitia Piala Dunia 2026 otw download lagu kebangsaan Indonesia Raya๐ผ ๐ฎ๐ฉ ๐ ๐ซก
Usai selesainya proses pengambilan sumpah WNI Emil, Joey, dan Dean kini skuad sementara Timnas Indonesia total menjadi 30 orang. Kemungkinan nantinya akan dikerucutkan menjadi 26 yang akan didaftarkan untuk laga melawan Australia dan Bahrain
Persiapan Nobar Timnas Bulan Maret:
#INISIATIFdukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM