Mahkotamu sedang dalam Perjalanan King/Queen 🔗
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema How to Deal with Insecurity, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live👨💻
1. Pak Harbu Hakim @harbuhakim (Kepala KC Ambon)
2. Kk Zulpadri Eka Putra @zoelpad (Staf PMPF Kab. Dharmasraya, KC Solok)
3. Kk Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kepala Bagian PKP KC Bengkulu)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)🎙
1. Kk Fredi Agam @Frediiagam (Plh Kepala Kab. Manokwari Selatan, KC Manokwari)
2. Kk Roshi Ernawati @Silverskye (Koord FL KC Mojokerto)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber kk @runiyuniarti semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING🇮🇩 📖
#INISIATIF #FunandMeaningful
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema How to Deal with Insecurity, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live
1. Pak Harbu Hakim @harbuhakim (Kepala KC Ambon)
2. Kk Zulpadri Eka Putra @zoelpad (Staf PMPF Kab. Dharmasraya, KC Solok)
3. Kk Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kepala Bagian PKP KC Bengkulu)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)
1. Kk Fredi Agam @Frediiagam (Plh Kepala Kab. Manokwari Selatan, KC Manokwari)
2. Kk Roshi Ernawati @Silverskye (Koord FL KC Mojokerto)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber kk @runiyuniarti semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING
#INISIATIF #FunandMeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤2👌1
Ijin share #rekaman kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema "How to Deal with Insecurity" Bersama Seruni Yuniarti, M. Psi. Psikolog
https://youtu.be/982Opo72Cc0
https://youtu.be/982Opo72Cc0
YouTube
ATE Edisi 410 "How to Deal with Insecurity" Bersama Seruni Yuniarti, M. Psi. Psikolog
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi…
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi…
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
You Are Not Aware - Ghufron Mukti
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
GIVE AND TAKE 😇
oleh: Muhammad Farid Maricar
Ketika kita berbicara tentang kesuksesan, kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan kecerdasan, kerja keras, atau strategi yang tepat.
Namun, dalam bukunya Give and Take, kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain ternyata juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan kita.
Dalam buku ini, manusia terbagi ke dalam tiga kategori dalam interaksi sosial: giver (pemberi), taker (pengambil), dan matcher (penyeimbang):
1. Giver adalah mereka yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain,
2. Taker fokus pada keuntungan pribadi,
3. Matcher menyeimbangkan antara memberi dan menerima.
Menariknya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih cenderung menjadi giver. Mereka memahami bahwa memberi bukan hanya soal kebaikan hati, tapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan bersama. Ini juga yang membuat mereka lebih sukses dibandingkan taker yang hanya mengambil tanpa kontribusi nyata.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua giver pasti sukses. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua jenis giver: giver yang sehat dan giver yang rentan dimanfaatkan, bahasa anak zaman nownya, people pleaser.
Giver yang sehat memahami batasannya, tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga diri. Sebaliknya, giver yang memberi secara berlebihan tanpa strategi sering kali dimanfaatkan oleh orang lain dan justru berakhir merugi.
Konsep ini menarik karena bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya datang dari mereka yang agresif dalam mengejar keuntungan pribadi.
Justru, menurut buku ini, orang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun hubungan sosial yang kuat, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat reputasi mereka.
Saya pertama kali tertarik dengan buku ini setelah melihat pembahasannya di TED. Begitu membaca bukunya, saya langsung merasa bahwa konsep yang diangkat sangat relevan, terutama di era media sosial seperti sekarang.
Banyak orang yang menggunakan media sosial hanya untuk mencari pengakuan atau bahkan membuat orang lain merasa minder. Padahal, jika digunakan dengan cara yang lebih strategis, media sosial bisa menjadi sarana untuk berbagi, belajar, dan membangun jaringan dengan cara yang lebih sehat.
Itulah mengapa saya pribadi lebih suka berbagi bukan hanya soal keberhasilan, tapi juga risiko dan kegagalan. Saya kurang suka ketika seseorang hanya membagikan tips sukses tanpa menyertakan risiko yang mungkin terjadi.
Karena ujung-ujungnya, ketika orang lain mengalami kesulitan, mereka hanya bisa berkata, "Saya juga dulu merasakannya kok," tanpa memberi solusi yang konkret. Hal ini yang saya lihat pada kebanyakan motivator dan influencer.
Buku ini juga mengingatkan saya pada satu hal yang paling saya benci, yaitu tentang persaingan yang tidak sehat. Banyak orang yang merasa bahwa untuk sukses, mereka harus menjatuhkan atau menyingkirkan orang lain.
Padahal, konsep di dalam buku ini justru sebaliknya, kesuksesan yang berkelanjutan terjadi ketika kita membangun hubungan yang saling menguntungkan, bukan dengan menyembunyikan informasi atau menghalangi orang lain untuk maju.
Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana keseimbangan antara memberi dan menerima dapat membentuk perjalanan kesuksesan seseorang.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu memberi tanpa berpikir, tetapi menjadi seorang giver yang cerdas, seseorang yang memahami nilai kolaborasi, membangun lingkungan yang suportif, dan menciptakan dampak jangka panjang yang lebih besar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
oleh: Muhammad Farid Maricar
Ketika kita berbicara tentang kesuksesan, kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan kecerdasan, kerja keras, atau strategi yang tepat.
Namun, dalam bukunya Give and Take, kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain ternyata juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan kita.
Dalam buku ini, manusia terbagi ke dalam tiga kategori dalam interaksi sosial: giver (pemberi), taker (pengambil), dan matcher (penyeimbang):
1. Giver adalah mereka yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain,
2. Taker fokus pada keuntungan pribadi,
3. Matcher menyeimbangkan antara memberi dan menerima.
Menariknya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih cenderung menjadi giver. Mereka memahami bahwa memberi bukan hanya soal kebaikan hati, tapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan bersama. Ini juga yang membuat mereka lebih sukses dibandingkan taker yang hanya mengambil tanpa kontribusi nyata.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua giver pasti sukses. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua jenis giver: giver yang sehat dan giver yang rentan dimanfaatkan, bahasa anak zaman nownya, people pleaser.
Giver yang sehat memahami batasannya, tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga diri. Sebaliknya, giver yang memberi secara berlebihan tanpa strategi sering kali dimanfaatkan oleh orang lain dan justru berakhir merugi.
Konsep ini menarik karena bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya datang dari mereka yang agresif dalam mengejar keuntungan pribadi.
Justru, menurut buku ini, orang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun hubungan sosial yang kuat, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat reputasi mereka.
Saya pertama kali tertarik dengan buku ini setelah melihat pembahasannya di TED. Begitu membaca bukunya, saya langsung merasa bahwa konsep yang diangkat sangat relevan, terutama di era media sosial seperti sekarang.
Banyak orang yang menggunakan media sosial hanya untuk mencari pengakuan atau bahkan membuat orang lain merasa minder. Padahal, jika digunakan dengan cara yang lebih strategis, media sosial bisa menjadi sarana untuk berbagi, belajar, dan membangun jaringan dengan cara yang lebih sehat.
Itulah mengapa saya pribadi lebih suka berbagi bukan hanya soal keberhasilan, tapi juga risiko dan kegagalan. Saya kurang suka ketika seseorang hanya membagikan tips sukses tanpa menyertakan risiko yang mungkin terjadi.
Karena ujung-ujungnya, ketika orang lain mengalami kesulitan, mereka hanya bisa berkata, "Saya juga dulu merasakannya kok," tanpa memberi solusi yang konkret. Hal ini yang saya lihat pada kebanyakan motivator dan influencer.
Buku ini juga mengingatkan saya pada satu hal yang paling saya benci, yaitu tentang persaingan yang tidak sehat. Banyak orang yang merasa bahwa untuk sukses, mereka harus menjatuhkan atau menyingkirkan orang lain.
Padahal, konsep di dalam buku ini justru sebaliknya, kesuksesan yang berkelanjutan terjadi ketika kita membangun hubungan yang saling menguntungkan, bukan dengan menyembunyikan informasi atau menghalangi orang lain untuk maju.
Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana keseimbangan antara memberi dan menerima dapat membentuk perjalanan kesuksesan seseorang.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu memberi tanpa berpikir, tetapi menjadi seorang giver yang cerdas, seseorang yang memahami nilai kolaborasi, membangun lingkungan yang suportif, dan menciptakan dampak jangka panjang yang lebih besar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍3
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita sebagai pekerja. Seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Dari pembahasan tersebut, diharapkan agar keselamatan psikologis dan fisik kita dapat terus terjaga, jauh dari rasa tertekan dan keterancaman.
Yuk kita belajar dan sharing bareng bersama Narasumber Keren dan luar biasa kak Ayu R Yolandasari yang akan dipandu oleh host keren, ada kakak @haiduladha (RO KC Pasuruan) dan juga @Ilhamakbarw (Staf Adm dan umum Sesdewas) ✨
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh 🥳
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
Instagram Ask the Experts
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita sebagai pekerja. Seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Dari pembahasan tersebut, diharapkan agar keselamatan psikologis dan fisik kita dapat terus terjaga, jauh dari rasa tertekan dan keterancaman.
Yuk kita belajar dan sharing bareng bersama Narasumber Keren dan luar biasa kak Ayu R Yolandasari yang akan dipandu oleh host keren, ada kakak @haiduladha (RO KC Pasuruan) dan juga @Ilhamakbarw (Staf Adm dan umum Sesdewas) ✨
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh 🥳
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
Instagram Ask the Experts
Sebelum join ke pembahasan INISIATIF Class ATE malam hari ini, silakan rekan-rekan bisa ikut menuangkan gagasannya pada form berikut. Siapa tahu andalah yang akan beruntung menjadi pemenang sesuai pilihan narasumber 🏆
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ATE_BPJS_Kesehatan_Introduction_Slide_Ayu_R_Yolandasari_Bahasa_Indonesia.pdf
412.1 KB
Perkenalan singkat Narsum kita malam hari ini
VERSI 👮
Oleh: Nana Padmosaputro
Pernah, suatu hari…. CCTV tokoku menayangkan adegan gelut pasutri, sampai si istri pingsan karena didorong oleh suaminya keluar toko. Mendorongnya nggak keras, sekedar mengeluarkan si istri lewat pintu. Tapi karena lantai toko lebih tinggi daripada lantai teras di luar, si istri kejlungup, kepala membentur aspal, lalu pingsan.
Oleh si suami, tubuh istri dibopong, dibawa masuk ke toko, dielus, dikasih napas buatan, supaya bangun.
Setelah istrinya sadar, si istri ngamuk lagi. Mereka berantem lagi!
Aku dengar semua yang diucapkan mereka, karena CCTVku yang model ada suara. Tapi aku memutuskan menanyai si suami, karena dia adalah karyawanku.
Lanjut👇
Oleh: Nana Padmosaputro
Musuhmu yang terbesar, adalah pikiranmu sendiri yang tidak terkontrol.
Pernah, suatu hari…. CCTV tokoku menayangkan adegan gelut pasutri, sampai si istri pingsan karena didorong oleh suaminya keluar toko. Mendorongnya nggak keras, sekedar mengeluarkan si istri lewat pintu. Tapi karena lantai toko lebih tinggi daripada lantai teras di luar, si istri kejlungup, kepala membentur aspal, lalu pingsan.
Oleh si suami, tubuh istri dibopong, dibawa masuk ke toko, dielus, dikasih napas buatan, supaya bangun.
Setelah istrinya sadar, si istri ngamuk lagi. Mereka berantem lagi!
Aku dengar semua yang diucapkan mereka, karena CCTVku yang model ada suara. Tapi aku memutuskan menanyai si suami, karena dia adalah karyawanku.
Lanjut
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Si suami bercerita apa adanya, sesuai pendengaranku di CCTV: istrinya beli kemeja untuk si suami, pakai cara COD. Cash On Delivery. Pas barangnya datang, uang nggak ada. Maka istrinya lalu ke toko, nyamperin suami yang sedang kerja, memaksa meminta uang.
Suami bilang, “Kan semua gaji udah gue kasih ke elo. Elo yang pegang ATM gue. Kenapa bisa abis? Lo pake apa aja?”
“Lalu istri saya ngamuk bu. Panjang lebar. Lalu saya usir pulang, supaya nggak bikin ribut di toko. Saya kuatir security pada datang.”
Ya, ini suami baik. Dia masih berusaha melindungi istrinya. Padahal istrinya ‘menyuruh’ dia menyalahgunakan tanggung jawab.
Aku jelas mendengar kata-kata si istri. Meskipun aku nggak ingat persis, karena si istri mencerocos melebar kemana-mana. Sampai menyebut nama tetangga yang suaminya sayang banget ke istrinya, nggak kayak elu!
Intinya saja yang kuingat: perempuan ini bilang gaji si suami kurang. Mana bisa cukup untuk kebutuhan keluarga. Lagipula malu banget sama tetangga, disamperin COD tapi nggak bisa bayar. Harus ada uang sekarang…! Pake dulu uang kasir. Kan boss juga gak bakal tahu. Besok baru cari utangan untuk gantiin uang kasir.
Si suami, kudengar di CCTV, mendebat “Kurang apanya! UMR itu! Semua pegawe di Indonesia gajinya juga segitu, tapi bisa idup! Nggak harus nyolong! Anak kita cuma dua. Mustinya cukup!”
Si istri membentak lebih keras, “Nggak mau tahu!!! Lu kasih duit sekarang, nggak! Malu gue!”
“Lah, elu yang belanja. Kok gue yang kudu jadi maling!”
“Siapa yang suruh lu jadi maling??? Hah???!!”
“Sudah, sudah. Pulang sana. Gue lagi kerja.”
Lalu mereka dorong-dorongan… dan si istri jatuh, pingsan.
*
Besoknya, si istri menelpon manager toko YANG LAIN (bukan manajernya si suami) menanyakan, nomor telpon Bu Nana. Mau ketemu. Katanya penting.
Aku membolehkan nomorku diberikan. Lalu si istri meminta waktu menelpon. Ngapain?
“Bu, saya minta supaya suami saya dipecat saja.”
“Lho kenapa?”
“Dia melalukan KDRT bu. Saya dipukuli sampai pingsan.”
“Terus apa hubungannya dengan pemecatan?”
“Ibu kan perempuan. Kita sesama perempuan perlu saling mendukung bu… Saya jadi korban KDRT bu…”
“Lho emang, kalian berantemnya kenapa?”
“Suami saya nggak menghargai saya bu. Saya beliin dia baju. Tapi dia nggak senang. Lalu saya dimarah-marahi… dikatain nggak bisa kelola uang segala. Boros lah, apalah. Dia memang kasar kalau marah bu. Bisa kalap kayak kesetanan….”
**
Aku cuma bisa geleng-geleng.
Setiap orang itu, punya versinya sendiri-sendiri, atas suatu peristiwa. Kadar ngawurnya, tergantung seberapa ‘rusak’ otak dan kesadaran moralnya.
Makanya, kalau ada kawanku yang datang padaku, gosipin kawan lain, karena mereka berseteru… aku selalu ingat peristiwa karyawanku itu dengan istrinya.
Dia ini sedang ngarang versi 0001 alias benar, atau ngarang versi 0729 yang sudah penuh bumbu???
**
Btw, tentu aku tidak memecat karyawanku ya. Mana bisa memecat orang di pekerjaan, atas perbuatan yang masuk ranah pribadi? Pun sebetulnya juga bukan KDRT. Jelas pingsannya karena didorong keluar ruangan, lalu terperosok pada perbedaan tinggi lantai.
Beberapa hari kemudian, mereka sudah rukun dan mesra-mesraan lagi. Menurut manajerku, yang mengintai WA status anak buahnya (yaitu si suami) dan WA status si istrinya… lalu discreenshot, dan dilaporkan ke aku.
Hahahaha koplak.
Sejak itu, aku semakin mantabbb untuk menjauhkan diri dari gosip, drama, dan curhatan pribadi kawan-kawanku.
Bodoamattttttt!
Selama kalian masih bertahan dalam pernikahan, atau pertemanan, atau di sebuah pekerjaan… selama itulah kalian PERLU KONSEKUEN menerima keputusan kalian sendiri. Telen!!!
Jangan nyampah ke gue. Kecuali masuk ruang konsultasi Garuda Amerta, dan mendapatkan layanan secara profesional. Di situ, kami menggunakan tarot, dan akan ketahuan juga kalau bikin versi ngarang yang 0729 itu…
Caramu berpikir yang sedemikian rupa itu, adalah musuhmu sendiri. Bukan musuhku. Apalagi problemku.
Oleh: Nana Padmosaputro
#INISIATIF #TGIF
Suami bilang, “Kan semua gaji udah gue kasih ke elo. Elo yang pegang ATM gue. Kenapa bisa abis? Lo pake apa aja?”
“Lalu istri saya ngamuk bu. Panjang lebar. Lalu saya usir pulang, supaya nggak bikin ribut di toko. Saya kuatir security pada datang.”
Ya, ini suami baik. Dia masih berusaha melindungi istrinya. Padahal istrinya ‘menyuruh’ dia menyalahgunakan tanggung jawab.
Aku jelas mendengar kata-kata si istri. Meskipun aku nggak ingat persis, karena si istri mencerocos melebar kemana-mana. Sampai menyebut nama tetangga yang suaminya sayang banget ke istrinya, nggak kayak elu!
Intinya saja yang kuingat: perempuan ini bilang gaji si suami kurang. Mana bisa cukup untuk kebutuhan keluarga. Lagipula malu banget sama tetangga, disamperin COD tapi nggak bisa bayar. Harus ada uang sekarang…! Pake dulu uang kasir. Kan boss juga gak bakal tahu. Besok baru cari utangan untuk gantiin uang kasir.
Si suami, kudengar di CCTV, mendebat “Kurang apanya! UMR itu! Semua pegawe di Indonesia gajinya juga segitu, tapi bisa idup! Nggak harus nyolong! Anak kita cuma dua. Mustinya cukup!”
Si istri membentak lebih keras, “Nggak mau tahu!!! Lu kasih duit sekarang, nggak! Malu gue!”
“Lah, elu yang belanja. Kok gue yang kudu jadi maling!”
“Siapa yang suruh lu jadi maling??? Hah???!!”
“Sudah, sudah. Pulang sana. Gue lagi kerja.”
Lalu mereka dorong-dorongan… dan si istri jatuh, pingsan.
*
Besoknya, si istri menelpon manager toko YANG LAIN (bukan manajernya si suami) menanyakan, nomor telpon Bu Nana. Mau ketemu. Katanya penting.
Aku membolehkan nomorku diberikan. Lalu si istri meminta waktu menelpon. Ngapain?
“Bu, saya minta supaya suami saya dipecat saja.”
“Lho kenapa?”
“Dia melalukan KDRT bu. Saya dipukuli sampai pingsan.”
“Terus apa hubungannya dengan pemecatan?”
“Ibu kan perempuan. Kita sesama perempuan perlu saling mendukung bu… Saya jadi korban KDRT bu…”
“Lho emang, kalian berantemnya kenapa?”
“Suami saya nggak menghargai saya bu. Saya beliin dia baju. Tapi dia nggak senang. Lalu saya dimarah-marahi… dikatain nggak bisa kelola uang segala. Boros lah, apalah. Dia memang kasar kalau marah bu. Bisa kalap kayak kesetanan….”
**
Aku cuma bisa geleng-geleng.
Setiap orang itu, punya versinya sendiri-sendiri, atas suatu peristiwa. Kadar ngawurnya, tergantung seberapa ‘rusak’ otak dan kesadaran moralnya.
Makanya, kalau ada kawanku yang datang padaku, gosipin kawan lain, karena mereka berseteru… aku selalu ingat peristiwa karyawanku itu dengan istrinya.
Dia ini sedang ngarang versi 0001 alias benar, atau ngarang versi 0729 yang sudah penuh bumbu???
**
Btw, tentu aku tidak memecat karyawanku ya. Mana bisa memecat orang di pekerjaan, atas perbuatan yang masuk ranah pribadi? Pun sebetulnya juga bukan KDRT. Jelas pingsannya karena didorong keluar ruangan, lalu terperosok pada perbedaan tinggi lantai.
Beberapa hari kemudian, mereka sudah rukun dan mesra-mesraan lagi. Menurut manajerku, yang mengintai WA status anak buahnya (yaitu si suami) dan WA status si istrinya… lalu discreenshot, dan dilaporkan ke aku.
Hahahaha koplak.
Sejak itu, aku semakin mantabbb untuk menjauhkan diri dari gosip, drama, dan curhatan pribadi kawan-kawanku.
Bodoamattttttt!
Selama kalian masih bertahan dalam pernikahan, atau pertemanan, atau di sebuah pekerjaan… selama itulah kalian PERLU KONSEKUEN menerima keputusan kalian sendiri. Telen!!!
Jangan nyampah ke gue. Kecuali masuk ruang konsultasi Garuda Amerta, dan mendapatkan layanan secara profesional. Di situ, kami menggunakan tarot, dan akan ketahuan juga kalau bikin versi ngarang yang 0729 itu…
Caramu berpikir yang sedemikian rupa itu, adalah musuhmu sendiri. Bukan musuhku. Apalagi problemku.
Oleh: Nana Padmosaputro
#INISIATIF #TGIF
❤1
Ijin share #rekaman kegiatan ATE Edisi 411 dengan Tema "SGBV: Sexual and Gender-Based Violence" Bersama Ayu R Yolandasari
https://youtu.be/6dZ9kLeykmA?si=r3giGU4idRWPTxhR
https://youtu.be/6dZ9kLeykmA?si=r3giGU4idRWPTxhR
YouTube
ATE Edisi 411 "SGBV: Sexual and Gender-Based Violence" bersama Ayu R Yolandasari
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita…
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita…
Mahkotamu sedang dalam Perjalanan King/Queen 🔗
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 411 dengan Tema SGBV: Sexual and Gender-Based Violence, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live👨💻
1. Kk Lina Maryana @lina_Maryana (Staf KPI Kab. Mempawah, KC Pontianak)
2. Kk Dominikus Ribo @dominikusr (Staf Adm Klaim KC Wamena)
3. Kk Akhmad Ikhsan A @akhmadakikal (PATT Telekolekting KC Makassar)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)🎙
1. Kk Hadi Saputra H @Rohbert0 (PATT Telekolekting KC Parepare)
2. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koord FL KC Prabumulih)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber Kk @aryolandasari semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING🇮🇩 📖
#INISIATIF #FunandMeaningful
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 411 dengan Tema SGBV: Sexual and Gender-Based Violence, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live
1. Kk Lina Maryana @lina_Maryana (Staf KPI Kab. Mempawah, KC Pontianak)
2. Kk Dominikus Ribo @dominikusr (Staf Adm Klaim KC Wamena)
3. Kk Akhmad Ikhsan A @akhmadakikal (PATT Telekolekting KC Makassar)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)
1. Kk Hadi Saputra H @Rohbert0 (PATT Telekolekting KC Parepare)
2. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koord FL KC Prabumulih)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber Kk @aryolandasari semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING
#INISIATIF #FunandMeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2
Forwarded from Ahmad Afandi
Bismillah. Untuk Bekal Ramadan. Ini link murottal Al-Qur'an 30 Juz tanpa harus download, tinggal play saja. Bisa play walaupun HP ditutup. Semoga bermanfaat.
Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs
Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o
Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu
Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y
Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby
Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG
Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz
Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95
Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc
Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm
Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5
Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf
Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno
Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai
Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc
Silahkan disebarluaskan. Semoga menjadi ladang amal jariah bagi kita semua. Barakallahu Fiikum. Aamiin.
Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs
Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o
Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu
Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y
Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby
Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG
Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz
Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95
Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc
Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm
Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5
Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf
Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno
Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai
Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc
Silahkan disebarluaskan. Semoga menjadi ladang amal jariah bagi kita semua. Barakallahu Fiikum. Aamiin.
❤3
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Pak Ustadz saya mau tanya, kan kalau ramadhan ini kita tetap kerja, tetap bertemu orang banyak, kadang sy suka lupa untuk menahan emosi, akhirnya suka nangis, terus suka kelepasan marah. Nah apakah hal itu bisa membatalkan puasa saya atau hanya mengurangi pahala puasanya? Dan kira-kira hal apa saja yang bisa membatalkan atau mengurangi pahala puasa?
#1Ramadhan
#1Ramadhan
POLISI YANG MEMBAYAR 😇
Oleh: Satria Dharma
Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang penuh tekad berulang kali diperingatkan oleh manajemen gym karena masuk tanpa bayar. Namun kecintaannya pada bola basket mendorongnya untuk selalu menemukan cara kreatif untuk terus menyelinap masuk. Akhirnya kegigihannya menyebabkan Manajemen gym melapor ke penegak hukum setempat. Seorang polisi datang untuk melihat situasinya.
Setelah berbicara dengan anak laki-laki tersebut, Petugas polisi mengetahui bahwa anak ini sebelumnya adalah anggota gym tetapi kemudian tidak mampu lagi membayar biaya karena kesulitan keuangan ibunya. Alih-alih menahannya atau menuduhnya melakukan pelanggaran, petugas tersebut mengambil pilihan yang penuh belas kasih—dia menggunakan uangnya sendiri untuk membayar keanggotaan anak laki-laki tersebut di gym selama empat bulan.
Karena terkesan dan tersentuh oleh tindakan polisi ini, pemilik gym berbagi cerita dengan kantor pusat perusahaan, yang kemudian justru memutuskan untuk memberikan anak tersebut keanggotaan dua tahun. Dengan demikian memastikan bahwa si anak terus memiliki akses ke olahraga yang dia sukai.
Ketika ditanya mengapa ia melakukan tindakannya itu, Petugas polisi menyatakan, “Pekerjaan saya bukanlah mencari pengakuan. Kebanyakan petugas polisi ingin membantu masyarakat dan memperkuat komunitas mereka. Saya lebih suka melihat pemuda ini berprestasi di lapangan basket daripada mendapat masalah di jalanan.”.
Intinya adalah : Kebaikan adalah jembatan menuju rasa syukur dan kasih sayang.
#INISIATIF
Oleh: Satria Dharma
Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang penuh tekad berulang kali diperingatkan oleh manajemen gym karena masuk tanpa bayar. Namun kecintaannya pada bola basket mendorongnya untuk selalu menemukan cara kreatif untuk terus menyelinap masuk. Akhirnya kegigihannya menyebabkan Manajemen gym melapor ke penegak hukum setempat. Seorang polisi datang untuk melihat situasinya.
Setelah berbicara dengan anak laki-laki tersebut, Petugas polisi mengetahui bahwa anak ini sebelumnya adalah anggota gym tetapi kemudian tidak mampu lagi membayar biaya karena kesulitan keuangan ibunya. Alih-alih menahannya atau menuduhnya melakukan pelanggaran, petugas tersebut mengambil pilihan yang penuh belas kasih—dia menggunakan uangnya sendiri untuk membayar keanggotaan anak laki-laki tersebut di gym selama empat bulan.
Karena terkesan dan tersentuh oleh tindakan polisi ini, pemilik gym berbagi cerita dengan kantor pusat perusahaan, yang kemudian justru memutuskan untuk memberikan anak tersebut keanggotaan dua tahun. Dengan demikian memastikan bahwa si anak terus memiliki akses ke olahraga yang dia sukai.
Ketika ditanya mengapa ia melakukan tindakannya itu, Petugas polisi menyatakan, “Pekerjaan saya bukanlah mencari pengakuan. Kebanyakan petugas polisi ingin membantu masyarakat dan memperkuat komunitas mereka. Saya lebih suka melihat pemuda ini berprestasi di lapangan basket daripada mendapat masalah di jalanan.”.
Intinya adalah : Kebaikan adalah jembatan menuju rasa syukur dan kasih sayang.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍6🥰1
"Uang tidak pernah cukup. Hanya rasa syukur yang bisa mencukupkannya" 😇
oleh: Yusran Darmawan
https://www.timur-angin.com/2025/02/kisah-seorang-pejabat-pertamina-yang.html?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR2CMGpTcbrSMMoiRHWtKVkLs9qZzAGE5B2QIKnq1awFmozg1SUSuJ_NXQ4_aem_zvd2awD9ZegK-zARKsfibg&m=1
#INISIATIF
oleh: Yusran Darmawan
https://www.timur-angin.com/2025/02/kisah-seorang-pejabat-pertamina-yang.html?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR2CMGpTcbrSMMoiRHWtKVkLs9qZzAGE5B2QIKnq1awFmozg1SUSuJ_NXQ4_aem_zvd2awD9ZegK-zARKsfibg&m=1
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Timur-Angin
Kisah Seorang Pejabat Pertamina yang Mengeruk Miliaran dari Pertalite Rasa Pertamax
Kisah Seorang Pejabat Pertamina yang Mengeruk Miliaran dari Pertalite Rasa Pertamax - Yusran Darmawan - https://www.timur-angin.com/
👌3🥰1🎉1
VIDEO CHALLENGE: RAMADHAN SERIES
Join COMMIT Ask The Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Referensi video:
https://t.me/commit_asktheexperts/6171
FAQ:
https://t.me/commit_asktheexperts/6173
File Backsound:
https://t.me/commit_asktheexperts/6174
#INISIATIF #BanggaJadiDutaBPJSKes
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Buat gambaran awal, terlampir beberapa referensi contoh Video IG untuk bahan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) sesuai tema video challenge ATE Ramadhan Series:
1. https://www.instagram.com/reel/DGYEEXbTvh5/?igsh=dm5haGRzb2VmcDVn
2. https://www.instagram.com/reel/DGQATQnhW94/?igsh=MTZrYWpxOGMzaWZkNg==
3. https://www.instagram.com/reel/DGDCn4yS1Os/?igsh=cnlwaWkwNHZ3a3Bp
4. https://www.instagram.com/reel/DFu6EeQSYvy/?igsh=dm1tcXltcnN5emF3
1. https://www.instagram.com/reel/DGYEEXbTvh5/?igsh=dm5haGRzb2VmcDVn
2. https://www.instagram.com/reel/DGQATQnhW94/?igsh=MTZrYWpxOGMzaWZkNg==
3. https://www.instagram.com/reel/DGDCn4yS1Os/?igsh=cnlwaWkwNHZ3a3Bp
4. https://www.instagram.com/reel/DFu6EeQSYvy/?igsh=dm1tcXltcnN5emF3
KHIANAT 🤐
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Pernah tahu ada orang, beliau diamanahkan untuk mengelola duit orang, lebih tepatnya duit untuk suatu event tertentu. Suatu hari, setelah menghitung duit tersebut, ternyata duit tersebut lebih dari perkiraan yang seharusnya. dan sayangnya karena orangnya nggak telaten dan nggak mau repot, pencatatannya kadang berantakan.
Uniknya, dalam pengelolaan tersebut, orang percaya saja dengan orang ini, jadi dia tidak perlu melakukan pelaporan pertanggung jawaban. Tapi, duit tadi tidak dimasukkannya ke kantong, yang dia lakukan adalah bertanya ke seorang imam, ustadz, ulama, yang di tempatnya tersebut dianggap ahli dalam ilmu.
Akhirnya dijawablah, agar biarkan duit tersebut, dan jika berlebih digunakan untuk event yang sama pada periode selanjutnya. Nah, akhirnya duit lebih tadi disimpan oleh orang ini, padahal kalau dipikir waktu itu dia juga kekurangan. Kalau dia ambil, enggak bakal ada yang tahu, kecuali dia dan Allah.
Tentunya, banyak di antara kita yang mungkin pernah ada di posisi-posisi seperti ini, dan tidak semua Allah berikan taufiq dan hidayah, untuk menjaga amanah di saat ada kesempatan untuk khianat.
Kita tidak pernah tahu, khianat-khianat kecil yang kita lakukan, biasakan, bisa jadi akan terus berkembang menjadi khianat-khianat dalam jumlah yang lebih besar. Korupsi itu tidak pernah terjadi dalam sejam, sehari, atau seminggu, biasanya bermula dari korupsi kecil-kecilan yang akhirnya jadi kebiasaan karena tidak diputus dan tidak ketahuan.
Seperti halnya kebaikan, yang setiap kebaikan walaupun kecil biasanya diikuti kebaikan lainnya, keburukan pun begitu, yang setiap keburukan biasanya diikuti dengan keburukan lainnya. Kalau kata buku Atomic Habits, peningkatan satu persen setiap hari, akan menjadi lebih banyak 37 kali lipat dalam setahun.
#INISIATIF
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Pernah tahu ada orang, beliau diamanahkan untuk mengelola duit orang, lebih tepatnya duit untuk suatu event tertentu. Suatu hari, setelah menghitung duit tersebut, ternyata duit tersebut lebih dari perkiraan yang seharusnya. dan sayangnya karena orangnya nggak telaten dan nggak mau repot, pencatatannya kadang berantakan.
Uniknya, dalam pengelolaan tersebut, orang percaya saja dengan orang ini, jadi dia tidak perlu melakukan pelaporan pertanggung jawaban. Tapi, duit tadi tidak dimasukkannya ke kantong, yang dia lakukan adalah bertanya ke seorang imam, ustadz, ulama, yang di tempatnya tersebut dianggap ahli dalam ilmu.
Akhirnya dijawablah, agar biarkan duit tersebut, dan jika berlebih digunakan untuk event yang sama pada periode selanjutnya. Nah, akhirnya duit lebih tadi disimpan oleh orang ini, padahal kalau dipikir waktu itu dia juga kekurangan. Kalau dia ambil, enggak bakal ada yang tahu, kecuali dia dan Allah.
Tentunya, banyak di antara kita yang mungkin pernah ada di posisi-posisi seperti ini, dan tidak semua Allah berikan taufiq dan hidayah, untuk menjaga amanah di saat ada kesempatan untuk khianat.
Kita tidak pernah tahu, khianat-khianat kecil yang kita lakukan, biasakan, bisa jadi akan terus berkembang menjadi khianat-khianat dalam jumlah yang lebih besar. Korupsi itu tidak pernah terjadi dalam sejam, sehari, atau seminggu, biasanya bermula dari korupsi kecil-kecilan yang akhirnya jadi kebiasaan karena tidak diputus dan tidak ketahuan.
Seperti halnya kebaikan, yang setiap kebaikan walaupun kecil biasanya diikuti kebaikan lainnya, keburukan pun begitu, yang setiap keburukan biasanya diikuti dengan keburukan lainnya. Kalau kata buku Atomic Habits, peningkatan satu persen setiap hari, akan menjadi lebih banyak 37 kali lipat dalam setahun.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
FAQ Video Challenge : Ramadhan Series 🫡
1. Teknik pengambilan Video, Portrait atau Landscape?
Jawab : sebaiknya Portrait karena sesuai dengan perkembangan video reels masa kini
2. Untuk aktifitas yang ditampilkan dalam video, apakah harus kegiatan selama ramadhan saja?
Jawab : Tidak mesti kegiatan ramadhan saja, pengambilan video kegiatan dll dapat diambil sebelum ramadhan (pengambilan januari sd maret 2025)
3. Apakah boleh menyisipkan beberapa dokumentasi foto diantara video yang dibuat?
Jawab : boleh
4. Untuk teknis pemilihan lirik dan musik dalam lagu .Feast ~ Nina, apakah ada syarat wajib diambil pada menit keberapa dan lirik lagu yang mana?
jawab : bebas, penggalan lirik/musik .Feast ~ Nina yang digunakan dalam video bisa disesuaikan dengan selera editor video
5. Apakah boleh menambahkan voice over seperti puisi, quote motivasi, dll diantara backsound video?
jawab : boleh, silakan disesuaikan sesuai selera editor video
More info: https://t.me/commit_asktheexperts/6170
1. Teknik pengambilan Video, Portrait atau Landscape?
Jawab : sebaiknya Portrait karena sesuai dengan perkembangan video reels masa kini
2. Untuk aktifitas yang ditampilkan dalam video, apakah harus kegiatan selama ramadhan saja?
Jawab : Tidak mesti kegiatan ramadhan saja, pengambilan video kegiatan dll dapat diambil sebelum ramadhan (pengambilan januari sd maret 2025)
3. Apakah boleh menyisipkan beberapa dokumentasi foto diantara video yang dibuat?
Jawab : boleh
4. Untuk teknis pemilihan lirik dan musik dalam lagu .Feast ~ Nina, apakah ada syarat wajib diambil pada menit keberapa dan lirik lagu yang mana?
jawab : bebas, penggalan lirik/musik .Feast ~ Nina yang digunakan dalam video bisa disesuaikan dengan selera editor video
5. Apakah boleh menambahkan voice over seperti puisi, quote motivasi, dll diantara backsound video?
jawab : boleh, silakan disesuaikan sesuai selera editor video
More info: https://t.me/commit_asktheexperts/6170
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Telegram
Ask The Experts
VIDEO CHALLENGE: RAMADHAN SERIES 😇
🎤🎼 “Maaf atas perjalanan yang tidak sempurna, namun percayalah, untukmu kujual Dunia. Segala hal kuupayakan untuk melindungi, tunggu aku kembali lagi esok pagi” ~ .Feast (Nina) 🎬
🗓 Deadline: Rabu, 12 Maret 2025 (maks 23.59…
🎤🎼 “Maaf atas perjalanan yang tidak sempurna, namun percayalah, untukmu kujual Dunia. Segala hal kuupayakan untuk melindungi, tunggu aku kembali lagi esok pagi” ~ .Feast (Nina) 🎬
🗓 Deadline: Rabu, 12 Maret 2025 (maks 23.59…
👌4❤1👍1
Audio
Siapa tahu ada yang butuh, tinggal potong dan sesuaikan dgn desain videonya di aplikasi capcut atau aplikasi lainnya 🇮🇩
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏3❤1
SOCIAL COMPARISON 😊
oleh: Iwan Kusworo
Rasa takut akan kegagalan (fear of failure), perfeksionisme, dan perbandingan sosial (social comparison) adalah 3 hal yang membuat kita sering mengkhawatirkan tentang pandangan orang lain ketika kita tidak bisa meraih kesuksesan. Dan cara pandang orang lain ini pula yang kemudian membentuk cara pandang kita dalam melihat diri kita sendiri.
Terkait social comparison, di jaman orang tua kita dulu mereka mungkin hanya bisa melakukan itu dengan membandingkan dirinya dengan rekan kerja di kantor, atau tetangga kiri kanan.
Kalau tetangga sebelah rumahnya beli mobil baru, besoknya dia langsung demam. Atau ketika rekan kerjanya naik jabatan, sore hari tekanan darahnya langsung naik.🤯
Bayangkan jika social comparison ini kita pupuk hingga masa sekarang ini, di mana saat kita baru lima menit buka media sosial, begitu banyaknya orang di luar sana yang sedang “memamerkan” pencapaian mereka.
Di salah satu postingan Instagram ada satu teman kuliah yang kita tidak pernah jumpa belasan tahun sedang berfoto di depan Menara Eiffel bersama keluarganya. Sementara kita mungkin untuk pergi ke Jogja aja mesti nunggu pas outing dari kantor.🤭
Ada rekan kerja dari kantor lama yang posting di LinkedIn bahwa dia baru saja dipromosikan dan sekarang naik jabatan memegang peran penting di perusahaan. Sementara kita mungkin sudah sekian tahun tidak mengalami kemajuan yang berarti dalam hal karir.
Media sosial sangat memfasilitasi kita dalam hal social comparison ini. Dan seringkali efek negatifnya sangat hebat ke kondisi psikologis kita.
Di buku “From Strength to Strength,” penulis memaparkan bahwa 3 hal ini (social comparison, fear of failure, perfectionism) akan membuat kita menjadi seorang “success addicts” (pecandu kesuksesan).
Dan di usia tertentu ketika kinerja kita sudah mulai menurun, dan kita mulai tertinggal dari rekan kerja yang masih muda, bisa dipastikan perasaan negatif seperti merasa diri tidak berguna, sudah usang, kuno, ketinggalan jaman, akan datang dan menghantui kita.
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a Nice Day❤️
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
Rasa takut akan kegagalan (fear of failure), perfeksionisme, dan perbandingan sosial (social comparison) adalah 3 hal yang membuat kita sering mengkhawatirkan tentang pandangan orang lain ketika kita tidak bisa meraih kesuksesan. Dan cara pandang orang lain ini pula yang kemudian membentuk cara pandang kita dalam melihat diri kita sendiri.
Terkait social comparison, di jaman orang tua kita dulu mereka mungkin hanya bisa melakukan itu dengan membandingkan dirinya dengan rekan kerja di kantor, atau tetangga kiri kanan.
Kalau tetangga sebelah rumahnya beli mobil baru, besoknya dia langsung demam. Atau ketika rekan kerjanya naik jabatan, sore hari tekanan darahnya langsung naik.
Bayangkan jika social comparison ini kita pupuk hingga masa sekarang ini, di mana saat kita baru lima menit buka media sosial, begitu banyaknya orang di luar sana yang sedang “memamerkan” pencapaian mereka.
Di salah satu postingan Instagram ada satu teman kuliah yang kita tidak pernah jumpa belasan tahun sedang berfoto di depan Menara Eiffel bersama keluarganya. Sementara kita mungkin untuk pergi ke Jogja aja mesti nunggu pas outing dari kantor.
Ada rekan kerja dari kantor lama yang posting di LinkedIn bahwa dia baru saja dipromosikan dan sekarang naik jabatan memegang peran penting di perusahaan. Sementara kita mungkin sudah sekian tahun tidak mengalami kemajuan yang berarti dalam hal karir.
Media sosial sangat memfasilitasi kita dalam hal social comparison ini. Dan seringkali efek negatifnya sangat hebat ke kondisi psikologis kita.
Di buku “From Strength to Strength,” penulis memaparkan bahwa 3 hal ini (social comparison, fear of failure, perfectionism) akan membuat kita menjadi seorang “success addicts” (pecandu kesuksesan).
Dan di usia tertentu ketika kinerja kita sudah mulai menurun, dan kita mulai tertinggal dari rekan kerja yang masih muda, bisa dipastikan perasaan negatif seperti merasa diri tidak berguna, sudah usang, kuno, ketinggalan jaman, akan datang dan menghantui kita.
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a Nice Day
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM