MENGAPA KITA MEMILIKI PEMIMPIN? 👑
Saat ngantri service motor kemarin, saya coba melanjutkan bacaan di DIARY BPJS. Judul bukunya adalah "LEADER EAT LAST" karya Simon Sinek.
Buku ini menjelaskan bahwa meskipun kita semua pasti menyukai gagasan kesetaraan, tapi faktanya memang kita tidak akan pernah setara krn itu demi kebaikan kita bersama juga.✍️
Seperti kisah para pemburu yg pulang membawa hasil buruan, mereka berhasil menaklukan seekor rusa besar untuk memberi makan semua orang di sukunya. Menyambut kepulangan mereka, sebagian besar anggota suku bergegas mengucapkan selamat & mengolah hasil buruan untuk acara pesta makan. Masalahnya, saat itu semua orang lapar & sangat ingin makan. Ketika hidup dalam populasi sekitar 100 sampai 150 orang seperti nenek moyang kita, jelas semua anggota suku tidak bisa masuk & mengambil begitu saja. Kekacauan pasti akan terjadi. Jadi siapa yg akan makan lebih dulu?🤔
Tanpa tata tertib, semua orang akan berebut makan. Orang-orang akan saling dorong dan berdesak-desakan. Orang-orang yg cukup beruntung krn berbadan tegap seperti atlet rugbi akan makan terlebih dahulu, sedangkan yg badannya kecil pasti akan selalu tersingkir atau terluka.
Ketika itu terjadi, maka orang-orang yg selalu disingkirkan pasti tidak akan mau percaya atau bekerja sama lagi dgn orang yg hari sebelumnya mendorong atau memukul mereka, sehingga untuk memecahkan masalah ini, akhirnya berevolusilah kita menjadi makhluk hierarkis.
Ketika kita menganggap seseorang lebih kuat dari kita, daripada berhadapan dengannya untuk berebut makanan, akhirnya kita akan secara sukarela mundur teratur dan membiarkan mereka makan terlebih dahulu. Orang2 kuat ini akan merasakan peningkatan status dalam kelompoknya sebagai ALFA. Di antara kelebihan lainnya, mereka bisa memilih pasangan terlebih dahulu, dipersilakan menyantap daging terlebih dahulu. Setelah ALFA selesai makan, barulah anggota suku mereka makan. Meskipun anggota tdk mendapatkan potongan daging terbaik, setidaknya mereka tetap bisa makan & tidak perlu berdesak-desakan saat melakukannya. Sistem inilah yg kemudian dianggap lebih kondusif untuk membangun kerja sama.
Sampai hari modern ini, akhirnya kita merasa nyaman dgn keberadaan ALFA yg mendapatkan fasilitas tertentu dari masyarakat kita.
Kita tdk pernah memiliki masalah dengan seseorang yg memiliki jabatan yg lebih tinggi dari kita, justru sebagian dari kita malah akan merasa aneh atau merasa tidak sopan jika semisal anggaplah Kabag/Asdep/Kacab/Deputi kita harus membawa sendiri barang bawaannya karena Beliau adalah pemimpin dalam hierarki kita.
Namun, ternyata semua keuntungan kepemimpinan itu tdk gratis, malah harganya sangat mahal. Saya masih ingat penyampaian Bapak Donni Hendrawan kepada seluruh jajaran saat berkunjung di KC Mamuju beberapa Tahun silam, Beliau menyampaikan kurang lebih intinya sbb:
Memang benar bahwa ALFA mungkin benar-benar "lebih kuat" daripada kita semua. Karena ketika kelompok tersebut menghadapi ancaman dari luar, para anggota suku tentu berharap Sang Pemimpin yg benar-benar lebih kuat, lebih bergizi, & lebih percaya diri akan menjadi orang pertama yg bergegas menuju bahaya untuk melindungi para anggotanya.
Itu juga alasan mengapa kita memberikan kesempatan pertama kepada para ALFA untuk memilih pasangan mereka, krn jika kelak mereka gugur lebih awal saat mencoba membela kita, maka kita ingin memastikan semua gen kuat itu tetap bertahan dlm gen suku kita.
Mhn maaf bila ada yg kurang, krn masih belajar menuangkan gagasan🙏
Hormatku
Muhlis Amiruddin (mumu)
#INISIATIF
Saat ngantri service motor kemarin, saya coba melanjutkan bacaan di DIARY BPJS. Judul bukunya adalah "LEADER EAT LAST" karya Simon Sinek.
Buku ini menjelaskan bahwa meskipun kita semua pasti menyukai gagasan kesetaraan, tapi faktanya memang kita tidak akan pernah setara krn itu demi kebaikan kita bersama juga.
Seperti kisah para pemburu yg pulang membawa hasil buruan, mereka berhasil menaklukan seekor rusa besar untuk memberi makan semua orang di sukunya. Menyambut kepulangan mereka, sebagian besar anggota suku bergegas mengucapkan selamat & mengolah hasil buruan untuk acara pesta makan. Masalahnya, saat itu semua orang lapar & sangat ingin makan. Ketika hidup dalam populasi sekitar 100 sampai 150 orang seperti nenek moyang kita, jelas semua anggota suku tidak bisa masuk & mengambil begitu saja. Kekacauan pasti akan terjadi. Jadi siapa yg akan makan lebih dulu?
Tanpa tata tertib, semua orang akan berebut makan. Orang-orang akan saling dorong dan berdesak-desakan. Orang-orang yg cukup beruntung krn berbadan tegap seperti atlet rugbi akan makan terlebih dahulu, sedangkan yg badannya kecil pasti akan selalu tersingkir atau terluka.
Ketika itu terjadi, maka orang-orang yg selalu disingkirkan pasti tidak akan mau percaya atau bekerja sama lagi dgn orang yg hari sebelumnya mendorong atau memukul mereka, sehingga untuk memecahkan masalah ini, akhirnya berevolusilah kita menjadi makhluk hierarkis.
Ketika kita menganggap seseorang lebih kuat dari kita, daripada berhadapan dengannya untuk berebut makanan, akhirnya kita akan secara sukarela mundur teratur dan membiarkan mereka makan terlebih dahulu. Orang2 kuat ini akan merasakan peningkatan status dalam kelompoknya sebagai ALFA. Di antara kelebihan lainnya, mereka bisa memilih pasangan terlebih dahulu, dipersilakan menyantap daging terlebih dahulu. Setelah ALFA selesai makan, barulah anggota suku mereka makan. Meskipun anggota tdk mendapatkan potongan daging terbaik, setidaknya mereka tetap bisa makan & tidak perlu berdesak-desakan saat melakukannya. Sistem inilah yg kemudian dianggap lebih kondusif untuk membangun kerja sama.
Sampai hari modern ini, akhirnya kita merasa nyaman dgn keberadaan ALFA yg mendapatkan fasilitas tertentu dari masyarakat kita.
Kita tdk pernah memiliki masalah dengan seseorang yg memiliki jabatan yg lebih tinggi dari kita, justru sebagian dari kita malah akan merasa aneh atau merasa tidak sopan jika semisal anggaplah Kabag/Asdep/Kacab/Deputi kita harus membawa sendiri barang bawaannya karena Beliau adalah pemimpin dalam hierarki kita.
Namun, ternyata semua keuntungan kepemimpinan itu tdk gratis, malah harganya sangat mahal. Saya masih ingat penyampaian Bapak Donni Hendrawan kepada seluruh jajaran saat berkunjung di KC Mamuju beberapa Tahun silam, Beliau menyampaikan kurang lebih intinya sbb:
"Jadi pemimpin itu tugas yg berat, jangan cuma lihat enak dibesaran gajinya saja. Para pemimpin itu digaji lebih besar dibanding bawahannya karena konon uang itu untuk persiapan biaya berobatnya kelak", canda Beliau😁
Memang benar bahwa ALFA mungkin benar-benar "lebih kuat" daripada kita semua. Karena ketika kelompok tersebut menghadapi ancaman dari luar, para anggota suku tentu berharap Sang Pemimpin yg benar-benar lebih kuat, lebih bergizi, & lebih percaya diri akan menjadi orang pertama yg bergegas menuju bahaya untuk melindungi para anggotanya.
Itu juga alasan mengapa kita memberikan kesempatan pertama kepada para ALFA untuk memilih pasangan mereka, krn jika kelak mereka gugur lebih awal saat mencoba membela kita, maka kita ingin memastikan semua gen kuat itu tetap bertahan dlm gen suku kita.
Lantas bgmn dgn Pemimpin yg sudah dibayar lebih & mendapatkan fasilitas, tapi tidak menawarkan perlindungan kepada para anggotanya? Hmm, ulasan buku ini masih panjang
📖
Silakan baca bukunya dgn login
😏
menggunakan password email kita
https://bit.ly/Diary-Web (Web)
https://apple.co/39KyJje (IOS)
Mhn maaf bila ada yg kurang, krn masih belajar menuangkan gagasan
Hormatku
Muhlis Amiruddin (mumu)
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
"Jika kamu belum bisa memetik kemenangan, setidaknya petiklah sebuah pengalaman"👑
Setelah seminggu lamanya melalui penjurian yang sangat ketat oleh para Dewan Juri Independen, berikut kami umumkan 12 Peserta Terbaik dari 46 Tulisan Terbaik yang terpilih sebagai pemenang dalam Storytelling Challenge CONNECT THE DOTS, selamat kepada:
1. Asyraf Mursalina @asyraf_mursalina (Asdep Evaluasi Kinerja dan Pelaporan Organisasi, PEO)
https://t.me/c/1287712664/191224
2. Ikhwan Ashari @Dungoae (Staf Kepesertaan dan Penagihan Kab. Lanny Jaya KC Wamena)
https://t.me/c/1287712664/191108
3. Sariana @sarianacsg (Staff EPP KC Prabumulih)
https://t.me/c/1287712664/190942
4. Josef Kristian Pakku @ChillEnjoyRelaxxx (Kasir KC Jayapura)
https://t.me/c/1287712664/190991
5. Baihaqi Ramzi @arukube (Staf Kerja Sama Faskes KC Medan)
https://t.me/c/1287712664/191225
6. Wulan Kristiana @wulankristiana (Staf Penjaminan Manfaat dan Pengelolaan Faskes KC Denpasar)
https://t.me/c/1287712664/191190
7. Adli Hamid Ibrahim @adlihamid25 (PATT RO KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191119
8. Meryta Rondonuwu @MerytaOR (Kepala KC Ternate)
https://t.me/c/1287712664/191104
9. Aprilia Rizki Saputri @apriliaaya (PATT SDM dan Umum KC Surakarta)
https://t.me/c/1287712664/191126
10. Atmi Mesra @AmyZaramly (Kepala Kabupaten Bengkalis KC Dumai)
https://t.me/c/1287712664/191101
11. Syahrul @Syahrulzulfikar (PATT Staf Kerja Sama Faskes KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191170
Tulisan Terfavorit (Reaksi/Emot terbanyak dari Sobat ATE)
12. Nonie Erinda @nonierinda (Relationship Officer KC Kupang)
https://t.me/c/1287712664/191120
#INISIATIF #GrowthMindset
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏3❤2
COGNITIVE OFF LOADING 🤯
Oleh: Iwan Kusworo
Pagi ini saya melanjutkan baca buku ”100 Ways to Change Your Life” (Liz Moody) dan sampai pada chapter berjudul ”Practice cognitive off-loading.”
Cara paling efisien dan efektif untuk mengelola “informasi” dan “ide” yang kita miliki adalah dengan mengeluarkannya dari kepala dan meletakkannya ke bentuk fisik. Proses ini disebut ”cognitive off-loading atau “menurunkan muatan kognitif.”
Cognitive off-loading ini sangat penting untuk menjaga rekam jejak hal-hal apa saja yang ingin kita simpan di otak kita, sekaligus untuk menghemat dan mengalokasikan kapasitas serta kemampuan otak dalam berpikir, karena memang itulah sebenarnya fungsi otak, yaitu untuk berimajinasi, merencanakan, dan menemukan solusi secara kreatif.
Lalu bagaimana cara melakukan cognitive off-loading dan menjadikan apa yang ada di kepala kita menjadi bentuk fisik?
Cara paling mudah adalah: menuliskannya.
Kita bisa menggunakan buku catatan, post-it notes, aplikasi di smartphone (misal: Notes, Google Keep, Notion, Obsidian, dll.).
Saya menyarankan menulis dengan tangan, karena menuliskan sesuatu di media fisik seperti buku catatan atau post-it, akan mengaktifkan bagian otak tertentu yang membuat seseorang menjadi lebih kreatif.
Saya menemukan bahwa apa yang disampaikan penulis di buku ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Roger Seip dalam bukunya ”Train Your Brain for Success,” yaitu bahwa salah satu dari 5 karakteristik "energizing goals” adalah ”written down/turned into images.”
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a nice day❤️ 😊
#INISIATIF
Oleh: Iwan Kusworo
Pagi ini saya melanjutkan baca buku ”100 Ways to Change Your Life” (Liz Moody) dan sampai pada chapter berjudul ”Practice cognitive off-loading.”
Di chapter ini penulis menyampaikan gagasan bahwa agar otak kita mampu bekerja dengan lebih baik lagi, adalah dengan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.
Cara paling efisien dan efektif untuk mengelola “informasi” dan “ide” yang kita miliki adalah dengan mengeluarkannya dari kepala dan meletakkannya ke bentuk fisik. Proses ini disebut ”cognitive off-loading atau “menurunkan muatan kognitif.”
Cognitive off-loading ini sangat penting untuk menjaga rekam jejak hal-hal apa saja yang ingin kita simpan di otak kita, sekaligus untuk menghemat dan mengalokasikan kapasitas serta kemampuan otak dalam berpikir, karena memang itulah sebenarnya fungsi otak, yaitu untuk berimajinasi, merencanakan, dan menemukan solusi secara kreatif.
Lalu bagaimana cara melakukan cognitive off-loading dan menjadikan apa yang ada di kepala kita menjadi bentuk fisik?
Cara paling mudah adalah: menuliskannya.
Kita bisa menggunakan buku catatan, post-it notes, aplikasi di smartphone (misal: Notes, Google Keep, Notion, Obsidian, dll.).
Saya menyarankan menulis dengan tangan, karena menuliskan sesuatu di media fisik seperti buku catatan atau post-it, akan mengaktifkan bagian otak tertentu yang membuat seseorang menjadi lebih kreatif.
Saya menemukan bahwa apa yang disampaikan penulis di buku ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Roger Seip dalam bukunya ”Train Your Brain for Success,” yaitu bahwa salah satu dari 5 karakteristik "energizing goals” adalah ”written down/turned into images.”
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a nice day
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1🔥1🫡1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi tantangan, mengambil risiko, dan mencoba hal-hal baru. Rasa percaya diri penting dalam hubungan sosial dan pekerjaan, karena orang cenderung lebih mempercayai dan menghormati mereka yang memiliki keyakinan pada diri sendiri.
Tapi siapa nih, yang udah berlatih tapi masih saja insecure ?? Tenang, kalian gak sendiri, mimin juga gitu kok.. hehe
yuk kita belajar bareng bersama Narasumber luar biasa yang akan dipandu oleh host @mirdaherlinda (RO KC Sidoarjo) dan juga @withhardshipwillbeease (Verifikator Klaim KC Bau-Bau) ✨
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh 🥳
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Instagram ATE
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi tantangan, mengambil risiko, dan mencoba hal-hal baru. Rasa percaya diri penting dalam hubungan sosial dan pekerjaan, karena orang cenderung lebih mempercayai dan menghormati mereka yang memiliki keyakinan pada diri sendiri.
Tapi siapa nih, yang udah berlatih tapi masih saja insecure ?? Tenang, kalian gak sendiri, mimin juga gitu kok.. hehe
yuk kita belajar bareng bersama Narasumber luar biasa yang akan dipandu oleh host @mirdaherlinda (RO KC Sidoarjo) dan juga @withhardshipwillbeease (Verifikator Klaim KC Bau-Bau) ✨
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh 🥳
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Instagram ATE
🔥2❤1
Sebelum join ke pembahasan INISIATIF Class malam hari ini, silakan rekan-rekan bisa ikut menuangkan gagasannya pada form berikut ini. Siapa tahu andalah yang akan beruntung menjadi pemenang sesuai pilihan narasumber 🏆
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1
CV seruni 2024.pdf
1 MB
Perkenalan singkat narsum malam hari ini. Sampai bertemu di kelas yah 🇮🇩
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1
LEADING FROM PURPOSE (MEMIMPIN DARI TUJUAN) 🌤
oleh: Iwan Kusworo
"Leading from Purpose" karya Nick Craig adalah buku transformatif yang menyelidiki dampak mendalam dari tujuan dalam semua aspek kehidupan kita. Tema utamanya berkisar pada gagasan bahwa tujuan membawa makna mendalam pada tantangan hidup, dan bertahan sepanjang perjalanan kita. Terlepas dari profesi atau tujuan seseorang, tujuan bekerja secara universal, memberdayakan individu untuk melepaskan potensi sejati mereka.
Salah satu wawasan utama buku ini adalah bahwa tujuan setiap orang seunik sepatu kaca Cinderella – hanya cocok untuk satu orang. Proses menemukan tujuan kita melibatkan introspeksi, mengingat momen-momen ajaib, pengalaman yang menantang, dan aktivitas yang telah membuat kita bersemangat secara konsisten selama bertahun-tahun. Peristiwa penting dalam hidup kita ini membantu membentuk pernyataan tujuan kita, yang mewujudkan hadiah unik yang kita tawarkan kepada dunia dan berakar pada pengalaman pribadi kita.
Penulis menekankan bahwa memimpin dari tujuan membawa kejelasan fokus dan keyakinan yang tak tergoyahkan untuk bertindak, terlepas dari peristiwa atau keadaan eksternal. Hal ini mendorong kita menuju kepemimpinan yang autentik, di mana tindakan kita menginspirasi orang lain untuk mengikuti dengan sukarela dari waktu ke waktu.
Lebih jauh, buku ini menyoroti bahwa tujuan tidak terbatas pada kehidupan profesional kita saja; tujuan juga meresap ke setiap aspek keberadaan kita. Individu yang berorientasi pada tujuan juga memahami pentingnya perawatan diri, menyadari bahwa mereka tidak dapat membantu orang lain secara efektif tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka sendiri terlebih dahulu.
Nick Craig menekankan peran tujuan dalam membina hubungan yang bermakna dengan orang lain. Dengan membantu dan memberi manfaat kepada orang lain, kita memperoleh rasa kompetensi dan kepuasan, yang memberi kita energi untuk mengatasi tantangan kita sendiri.
Sebagai kesimpulan, "Leading from Purpose" dengan ahli mengeksplorasi kekuatan transformatif tujuan dalam setiap aspek kehidupan. Wawasan Nick Craig mendorong pembaca untuk merangkul keunikan mereka, melepaskan potensi mereka, dan memimpin dengan keaslian.
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
"Leading from Purpose" karya Nick Craig adalah buku transformatif yang menyelidiki dampak mendalam dari tujuan dalam semua aspek kehidupan kita. Tema utamanya berkisar pada gagasan bahwa tujuan membawa makna mendalam pada tantangan hidup, dan bertahan sepanjang perjalanan kita. Terlepas dari profesi atau tujuan seseorang, tujuan bekerja secara universal, memberdayakan individu untuk melepaskan potensi sejati mereka.
Salah satu wawasan utama buku ini adalah bahwa tujuan setiap orang seunik sepatu kaca Cinderella – hanya cocok untuk satu orang. Proses menemukan tujuan kita melibatkan introspeksi, mengingat momen-momen ajaib, pengalaman yang menantang, dan aktivitas yang telah membuat kita bersemangat secara konsisten selama bertahun-tahun. Peristiwa penting dalam hidup kita ini membantu membentuk pernyataan tujuan kita, yang mewujudkan hadiah unik yang kita tawarkan kepada dunia dan berakar pada pengalaman pribadi kita.
Penulis menekankan bahwa memimpin dari tujuan membawa kejelasan fokus dan keyakinan yang tak tergoyahkan untuk bertindak, terlepas dari peristiwa atau keadaan eksternal. Hal ini mendorong kita menuju kepemimpinan yang autentik, di mana tindakan kita menginspirasi orang lain untuk mengikuti dengan sukarela dari waktu ke waktu.
Lebih jauh, buku ini menyoroti bahwa tujuan tidak terbatas pada kehidupan profesional kita saja; tujuan juga meresap ke setiap aspek keberadaan kita. Individu yang berorientasi pada tujuan juga memahami pentingnya perawatan diri, menyadari bahwa mereka tidak dapat membantu orang lain secara efektif tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka sendiri terlebih dahulu.
Nick Craig menekankan peran tujuan dalam membina hubungan yang bermakna dengan orang lain. Dengan membantu dan memberi manfaat kepada orang lain, kita memperoleh rasa kompetensi dan kepuasan, yang memberi kita energi untuk mengatasi tantangan kita sendiri.
Sebagai kesimpulan, "Leading from Purpose" dengan ahli mengeksplorasi kekuatan transformatif tujuan dalam setiap aspek kehidupan. Wawasan Nick Craig mendorong pembaca untuk merangkul keunikan mereka, melepaskan potensi mereka, dan memimpin dengan keaslian.
Buku ini mengingatkan kita bahwa dengan tujuan sebagai kompas penuntun kita, kita dapat menavigasi tantangan hidup dengan fokus dan dorongan yang tak tergoyahkan, sehingga memberikan dampak positif pada diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita.🇮🇩 🔥
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Mahkotamu sedang dalam Perjalanan King/Queen 🔗
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema How to Deal with Insecurity, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live👨💻
1. Pak Harbu Hakim @harbuhakim (Kepala KC Ambon)
2. Kk Zulpadri Eka Putra @zoelpad (Staf PMPF Kab. Dharmasraya, KC Solok)
3. Kk Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kepala Bagian PKP KC Bengkulu)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)🎙
1. Kk Fredi Agam @Frediiagam (Plh Kepala Kab. Manokwari Selatan, KC Manokwari)
2. Kk Roshi Ernawati @Silverskye (Koord FL KC Mojokerto)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber kk @runiyuniarti semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING🇮🇩 📖
#INISIATIF #FunandMeaningful
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema How to Deal with Insecurity, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live
1. Pak Harbu Hakim @harbuhakim (Kepala KC Ambon)
2. Kk Zulpadri Eka Putra @zoelpad (Staf PMPF Kab. Dharmasraya, KC Solok)
3. Kk Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kepala Bagian PKP KC Bengkulu)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)
1. Kk Fredi Agam @Frediiagam (Plh Kepala Kab. Manokwari Selatan, KC Manokwari)
2. Kk Roshi Ernawati @Silverskye (Koord FL KC Mojokerto)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber kk @runiyuniarti semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING
#INISIATIF #FunandMeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤2👌1
Ijin share #rekaman kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema "How to Deal with Insecurity" Bersama Seruni Yuniarti, M. Psi. Psikolog
https://youtu.be/982Opo72Cc0
https://youtu.be/982Opo72Cc0
YouTube
ATE Edisi 410 "How to Deal with Insecurity" Bersama Seruni Yuniarti, M. Psi. Psikolog
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi…
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi…
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
You Are Not Aware - Ghufron Mukti
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
GIVE AND TAKE 😇
oleh: Muhammad Farid Maricar
Ketika kita berbicara tentang kesuksesan, kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan kecerdasan, kerja keras, atau strategi yang tepat.
Namun, dalam bukunya Give and Take, kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain ternyata juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan kita.
Dalam buku ini, manusia terbagi ke dalam tiga kategori dalam interaksi sosial: giver (pemberi), taker (pengambil), dan matcher (penyeimbang):
1. Giver adalah mereka yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain,
2. Taker fokus pada keuntungan pribadi,
3. Matcher menyeimbangkan antara memberi dan menerima.
Menariknya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih cenderung menjadi giver. Mereka memahami bahwa memberi bukan hanya soal kebaikan hati, tapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan bersama. Ini juga yang membuat mereka lebih sukses dibandingkan taker yang hanya mengambil tanpa kontribusi nyata.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua giver pasti sukses. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua jenis giver: giver yang sehat dan giver yang rentan dimanfaatkan, bahasa anak zaman nownya, people pleaser.
Giver yang sehat memahami batasannya, tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga diri. Sebaliknya, giver yang memberi secara berlebihan tanpa strategi sering kali dimanfaatkan oleh orang lain dan justru berakhir merugi.
Konsep ini menarik karena bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya datang dari mereka yang agresif dalam mengejar keuntungan pribadi.
Justru, menurut buku ini, orang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun hubungan sosial yang kuat, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat reputasi mereka.
Saya pertama kali tertarik dengan buku ini setelah melihat pembahasannya di TED. Begitu membaca bukunya, saya langsung merasa bahwa konsep yang diangkat sangat relevan, terutama di era media sosial seperti sekarang.
Banyak orang yang menggunakan media sosial hanya untuk mencari pengakuan atau bahkan membuat orang lain merasa minder. Padahal, jika digunakan dengan cara yang lebih strategis, media sosial bisa menjadi sarana untuk berbagi, belajar, dan membangun jaringan dengan cara yang lebih sehat.
Itulah mengapa saya pribadi lebih suka berbagi bukan hanya soal keberhasilan, tapi juga risiko dan kegagalan. Saya kurang suka ketika seseorang hanya membagikan tips sukses tanpa menyertakan risiko yang mungkin terjadi.
Karena ujung-ujungnya, ketika orang lain mengalami kesulitan, mereka hanya bisa berkata, "Saya juga dulu merasakannya kok," tanpa memberi solusi yang konkret. Hal ini yang saya lihat pada kebanyakan motivator dan influencer.
Buku ini juga mengingatkan saya pada satu hal yang paling saya benci, yaitu tentang persaingan yang tidak sehat. Banyak orang yang merasa bahwa untuk sukses, mereka harus menjatuhkan atau menyingkirkan orang lain.
Padahal, konsep di dalam buku ini justru sebaliknya, kesuksesan yang berkelanjutan terjadi ketika kita membangun hubungan yang saling menguntungkan, bukan dengan menyembunyikan informasi atau menghalangi orang lain untuk maju.
Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana keseimbangan antara memberi dan menerima dapat membentuk perjalanan kesuksesan seseorang.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu memberi tanpa berpikir, tetapi menjadi seorang giver yang cerdas, seseorang yang memahami nilai kolaborasi, membangun lingkungan yang suportif, dan menciptakan dampak jangka panjang yang lebih besar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
oleh: Muhammad Farid Maricar
Ketika kita berbicara tentang kesuksesan, kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan kecerdasan, kerja keras, atau strategi yang tepat.
Namun, dalam bukunya Give and Take, kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain ternyata juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan kita.
Dalam buku ini, manusia terbagi ke dalam tiga kategori dalam interaksi sosial: giver (pemberi), taker (pengambil), dan matcher (penyeimbang):
1. Giver adalah mereka yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain,
2. Taker fokus pada keuntungan pribadi,
3. Matcher menyeimbangkan antara memberi dan menerima.
Menariknya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih cenderung menjadi giver. Mereka memahami bahwa memberi bukan hanya soal kebaikan hati, tapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan bersama. Ini juga yang membuat mereka lebih sukses dibandingkan taker yang hanya mengambil tanpa kontribusi nyata.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua giver pasti sukses. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua jenis giver: giver yang sehat dan giver yang rentan dimanfaatkan, bahasa anak zaman nownya, people pleaser.
Giver yang sehat memahami batasannya, tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga diri. Sebaliknya, giver yang memberi secara berlebihan tanpa strategi sering kali dimanfaatkan oleh orang lain dan justru berakhir merugi.
Konsep ini menarik karena bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya datang dari mereka yang agresif dalam mengejar keuntungan pribadi.
Justru, menurut buku ini, orang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun hubungan sosial yang kuat, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat reputasi mereka.
Saya pertama kali tertarik dengan buku ini setelah melihat pembahasannya di TED. Begitu membaca bukunya, saya langsung merasa bahwa konsep yang diangkat sangat relevan, terutama di era media sosial seperti sekarang.
Banyak orang yang menggunakan media sosial hanya untuk mencari pengakuan atau bahkan membuat orang lain merasa minder. Padahal, jika digunakan dengan cara yang lebih strategis, media sosial bisa menjadi sarana untuk berbagi, belajar, dan membangun jaringan dengan cara yang lebih sehat.
Itulah mengapa saya pribadi lebih suka berbagi bukan hanya soal keberhasilan, tapi juga risiko dan kegagalan. Saya kurang suka ketika seseorang hanya membagikan tips sukses tanpa menyertakan risiko yang mungkin terjadi.
Karena ujung-ujungnya, ketika orang lain mengalami kesulitan, mereka hanya bisa berkata, "Saya juga dulu merasakannya kok," tanpa memberi solusi yang konkret. Hal ini yang saya lihat pada kebanyakan motivator dan influencer.
Buku ini juga mengingatkan saya pada satu hal yang paling saya benci, yaitu tentang persaingan yang tidak sehat. Banyak orang yang merasa bahwa untuk sukses, mereka harus menjatuhkan atau menyingkirkan orang lain.
Padahal, konsep di dalam buku ini justru sebaliknya, kesuksesan yang berkelanjutan terjadi ketika kita membangun hubungan yang saling menguntungkan, bukan dengan menyembunyikan informasi atau menghalangi orang lain untuk maju.
Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana keseimbangan antara memberi dan menerima dapat membentuk perjalanan kesuksesan seseorang.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu memberi tanpa berpikir, tetapi menjadi seorang giver yang cerdas, seseorang yang memahami nilai kolaborasi, membangun lingkungan yang suportif, dan menciptakan dampak jangka panjang yang lebih besar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍3
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita sebagai pekerja. Seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Dari pembahasan tersebut, diharapkan agar keselamatan psikologis dan fisik kita dapat terus terjaga, jauh dari rasa tertekan dan keterancaman.
Yuk kita belajar dan sharing bareng bersama Narasumber Keren dan luar biasa kak Ayu R Yolandasari yang akan dipandu oleh host keren, ada kakak @haiduladha (RO KC Pasuruan) dan juga @Ilhamakbarw (Staf Adm dan umum Sesdewas) ✨
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh 🥳
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
Instagram Ask the Experts
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita sebagai pekerja. Seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Dari pembahasan tersebut, diharapkan agar keselamatan psikologis dan fisik kita dapat terus terjaga, jauh dari rasa tertekan dan keterancaman.
Yuk kita belajar dan sharing bareng bersama Narasumber Keren dan luar biasa kak Ayu R Yolandasari yang akan dipandu oleh host keren, ada kakak @haiduladha (RO KC Pasuruan) dan juga @Ilhamakbarw (Staf Adm dan umum Sesdewas) ✨
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh 🥳
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
Instagram Ask the Experts
Sebelum join ke pembahasan INISIATIF Class ATE malam hari ini, silakan rekan-rekan bisa ikut menuangkan gagasannya pada form berikut. Siapa tahu andalah yang akan beruntung menjadi pemenang sesuai pilihan narasumber 🏆
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ATE_BPJS_Kesehatan_Introduction_Slide_Ayu_R_Yolandasari_Bahasa_Indonesia.pdf
412.1 KB
Perkenalan singkat Narsum kita malam hari ini
VERSI 👮
Oleh: Nana Padmosaputro
Pernah, suatu hari…. CCTV tokoku menayangkan adegan gelut pasutri, sampai si istri pingsan karena didorong oleh suaminya keluar toko. Mendorongnya nggak keras, sekedar mengeluarkan si istri lewat pintu. Tapi karena lantai toko lebih tinggi daripada lantai teras di luar, si istri kejlungup, kepala membentur aspal, lalu pingsan.
Oleh si suami, tubuh istri dibopong, dibawa masuk ke toko, dielus, dikasih napas buatan, supaya bangun.
Setelah istrinya sadar, si istri ngamuk lagi. Mereka berantem lagi!
Aku dengar semua yang diucapkan mereka, karena CCTVku yang model ada suara. Tapi aku memutuskan menanyai si suami, karena dia adalah karyawanku.
Lanjut👇
Oleh: Nana Padmosaputro
Musuhmu yang terbesar, adalah pikiranmu sendiri yang tidak terkontrol.
Pernah, suatu hari…. CCTV tokoku menayangkan adegan gelut pasutri, sampai si istri pingsan karena didorong oleh suaminya keluar toko. Mendorongnya nggak keras, sekedar mengeluarkan si istri lewat pintu. Tapi karena lantai toko lebih tinggi daripada lantai teras di luar, si istri kejlungup, kepala membentur aspal, lalu pingsan.
Oleh si suami, tubuh istri dibopong, dibawa masuk ke toko, dielus, dikasih napas buatan, supaya bangun.
Setelah istrinya sadar, si istri ngamuk lagi. Mereka berantem lagi!
Aku dengar semua yang diucapkan mereka, karena CCTVku yang model ada suara. Tapi aku memutuskan menanyai si suami, karena dia adalah karyawanku.
Lanjut
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Si suami bercerita apa adanya, sesuai pendengaranku di CCTV: istrinya beli kemeja untuk si suami, pakai cara COD. Cash On Delivery. Pas barangnya datang, uang nggak ada. Maka istrinya lalu ke toko, nyamperin suami yang sedang kerja, memaksa meminta uang.
Suami bilang, “Kan semua gaji udah gue kasih ke elo. Elo yang pegang ATM gue. Kenapa bisa abis? Lo pake apa aja?”
“Lalu istri saya ngamuk bu. Panjang lebar. Lalu saya usir pulang, supaya nggak bikin ribut di toko. Saya kuatir security pada datang.”
Ya, ini suami baik. Dia masih berusaha melindungi istrinya. Padahal istrinya ‘menyuruh’ dia menyalahgunakan tanggung jawab.
Aku jelas mendengar kata-kata si istri. Meskipun aku nggak ingat persis, karena si istri mencerocos melebar kemana-mana. Sampai menyebut nama tetangga yang suaminya sayang banget ke istrinya, nggak kayak elu!
Intinya saja yang kuingat: perempuan ini bilang gaji si suami kurang. Mana bisa cukup untuk kebutuhan keluarga. Lagipula malu banget sama tetangga, disamperin COD tapi nggak bisa bayar. Harus ada uang sekarang…! Pake dulu uang kasir. Kan boss juga gak bakal tahu. Besok baru cari utangan untuk gantiin uang kasir.
Si suami, kudengar di CCTV, mendebat “Kurang apanya! UMR itu! Semua pegawe di Indonesia gajinya juga segitu, tapi bisa idup! Nggak harus nyolong! Anak kita cuma dua. Mustinya cukup!”
Si istri membentak lebih keras, “Nggak mau tahu!!! Lu kasih duit sekarang, nggak! Malu gue!”
“Lah, elu yang belanja. Kok gue yang kudu jadi maling!”
“Siapa yang suruh lu jadi maling??? Hah???!!”
“Sudah, sudah. Pulang sana. Gue lagi kerja.”
Lalu mereka dorong-dorongan… dan si istri jatuh, pingsan.
*
Besoknya, si istri menelpon manager toko YANG LAIN (bukan manajernya si suami) menanyakan, nomor telpon Bu Nana. Mau ketemu. Katanya penting.
Aku membolehkan nomorku diberikan. Lalu si istri meminta waktu menelpon. Ngapain?
“Bu, saya minta supaya suami saya dipecat saja.”
“Lho kenapa?”
“Dia melalukan KDRT bu. Saya dipukuli sampai pingsan.”
“Terus apa hubungannya dengan pemecatan?”
“Ibu kan perempuan. Kita sesama perempuan perlu saling mendukung bu… Saya jadi korban KDRT bu…”
“Lho emang, kalian berantemnya kenapa?”
“Suami saya nggak menghargai saya bu. Saya beliin dia baju. Tapi dia nggak senang. Lalu saya dimarah-marahi… dikatain nggak bisa kelola uang segala. Boros lah, apalah. Dia memang kasar kalau marah bu. Bisa kalap kayak kesetanan….”
**
Aku cuma bisa geleng-geleng.
Setiap orang itu, punya versinya sendiri-sendiri, atas suatu peristiwa. Kadar ngawurnya, tergantung seberapa ‘rusak’ otak dan kesadaran moralnya.
Makanya, kalau ada kawanku yang datang padaku, gosipin kawan lain, karena mereka berseteru… aku selalu ingat peristiwa karyawanku itu dengan istrinya.
Dia ini sedang ngarang versi 0001 alias benar, atau ngarang versi 0729 yang sudah penuh bumbu???
**
Btw, tentu aku tidak memecat karyawanku ya. Mana bisa memecat orang di pekerjaan, atas perbuatan yang masuk ranah pribadi? Pun sebetulnya juga bukan KDRT. Jelas pingsannya karena didorong keluar ruangan, lalu terperosok pada perbedaan tinggi lantai.
Beberapa hari kemudian, mereka sudah rukun dan mesra-mesraan lagi. Menurut manajerku, yang mengintai WA status anak buahnya (yaitu si suami) dan WA status si istrinya… lalu discreenshot, dan dilaporkan ke aku.
Hahahaha koplak.
Sejak itu, aku semakin mantabbb untuk menjauhkan diri dari gosip, drama, dan curhatan pribadi kawan-kawanku.
Bodoamattttttt!
Selama kalian masih bertahan dalam pernikahan, atau pertemanan, atau di sebuah pekerjaan… selama itulah kalian PERLU KONSEKUEN menerima keputusan kalian sendiri. Telen!!!
Jangan nyampah ke gue. Kecuali masuk ruang konsultasi Garuda Amerta, dan mendapatkan layanan secara profesional. Di situ, kami menggunakan tarot, dan akan ketahuan juga kalau bikin versi ngarang yang 0729 itu…
Caramu berpikir yang sedemikian rupa itu, adalah musuhmu sendiri. Bukan musuhku. Apalagi problemku.
Oleh: Nana Padmosaputro
#INISIATIF #TGIF
Suami bilang, “Kan semua gaji udah gue kasih ke elo. Elo yang pegang ATM gue. Kenapa bisa abis? Lo pake apa aja?”
“Lalu istri saya ngamuk bu. Panjang lebar. Lalu saya usir pulang, supaya nggak bikin ribut di toko. Saya kuatir security pada datang.”
Ya, ini suami baik. Dia masih berusaha melindungi istrinya. Padahal istrinya ‘menyuruh’ dia menyalahgunakan tanggung jawab.
Aku jelas mendengar kata-kata si istri. Meskipun aku nggak ingat persis, karena si istri mencerocos melebar kemana-mana. Sampai menyebut nama tetangga yang suaminya sayang banget ke istrinya, nggak kayak elu!
Intinya saja yang kuingat: perempuan ini bilang gaji si suami kurang. Mana bisa cukup untuk kebutuhan keluarga. Lagipula malu banget sama tetangga, disamperin COD tapi nggak bisa bayar. Harus ada uang sekarang…! Pake dulu uang kasir. Kan boss juga gak bakal tahu. Besok baru cari utangan untuk gantiin uang kasir.
Si suami, kudengar di CCTV, mendebat “Kurang apanya! UMR itu! Semua pegawe di Indonesia gajinya juga segitu, tapi bisa idup! Nggak harus nyolong! Anak kita cuma dua. Mustinya cukup!”
Si istri membentak lebih keras, “Nggak mau tahu!!! Lu kasih duit sekarang, nggak! Malu gue!”
“Lah, elu yang belanja. Kok gue yang kudu jadi maling!”
“Siapa yang suruh lu jadi maling??? Hah???!!”
“Sudah, sudah. Pulang sana. Gue lagi kerja.”
Lalu mereka dorong-dorongan… dan si istri jatuh, pingsan.
*
Besoknya, si istri menelpon manager toko YANG LAIN (bukan manajernya si suami) menanyakan, nomor telpon Bu Nana. Mau ketemu. Katanya penting.
Aku membolehkan nomorku diberikan. Lalu si istri meminta waktu menelpon. Ngapain?
“Bu, saya minta supaya suami saya dipecat saja.”
“Lho kenapa?”
“Dia melalukan KDRT bu. Saya dipukuli sampai pingsan.”
“Terus apa hubungannya dengan pemecatan?”
“Ibu kan perempuan. Kita sesama perempuan perlu saling mendukung bu… Saya jadi korban KDRT bu…”
“Lho emang, kalian berantemnya kenapa?”
“Suami saya nggak menghargai saya bu. Saya beliin dia baju. Tapi dia nggak senang. Lalu saya dimarah-marahi… dikatain nggak bisa kelola uang segala. Boros lah, apalah. Dia memang kasar kalau marah bu. Bisa kalap kayak kesetanan….”
**
Aku cuma bisa geleng-geleng.
Setiap orang itu, punya versinya sendiri-sendiri, atas suatu peristiwa. Kadar ngawurnya, tergantung seberapa ‘rusak’ otak dan kesadaran moralnya.
Makanya, kalau ada kawanku yang datang padaku, gosipin kawan lain, karena mereka berseteru… aku selalu ingat peristiwa karyawanku itu dengan istrinya.
Dia ini sedang ngarang versi 0001 alias benar, atau ngarang versi 0729 yang sudah penuh bumbu???
**
Btw, tentu aku tidak memecat karyawanku ya. Mana bisa memecat orang di pekerjaan, atas perbuatan yang masuk ranah pribadi? Pun sebetulnya juga bukan KDRT. Jelas pingsannya karena didorong keluar ruangan, lalu terperosok pada perbedaan tinggi lantai.
Beberapa hari kemudian, mereka sudah rukun dan mesra-mesraan lagi. Menurut manajerku, yang mengintai WA status anak buahnya (yaitu si suami) dan WA status si istrinya… lalu discreenshot, dan dilaporkan ke aku.
Hahahaha koplak.
Sejak itu, aku semakin mantabbb untuk menjauhkan diri dari gosip, drama, dan curhatan pribadi kawan-kawanku.
Bodoamattttttt!
Selama kalian masih bertahan dalam pernikahan, atau pertemanan, atau di sebuah pekerjaan… selama itulah kalian PERLU KONSEKUEN menerima keputusan kalian sendiri. Telen!!!
Jangan nyampah ke gue. Kecuali masuk ruang konsultasi Garuda Amerta, dan mendapatkan layanan secara profesional. Di situ, kami menggunakan tarot, dan akan ketahuan juga kalau bikin versi ngarang yang 0729 itu…
Caramu berpikir yang sedemikian rupa itu, adalah musuhmu sendiri. Bukan musuhku. Apalagi problemku.
Oleh: Nana Padmosaputro
#INISIATIF #TGIF
❤1
Ijin share #rekaman kegiatan ATE Edisi 411 dengan Tema "SGBV: Sexual and Gender-Based Violence" Bersama Ayu R Yolandasari
https://youtu.be/6dZ9kLeykmA?si=r3giGU4idRWPTxhR
https://youtu.be/6dZ9kLeykmA?si=r3giGU4idRWPTxhR
YouTube
ATE Edisi 411 "SGBV: Sexual and Gender-Based Violence" bersama Ayu R Yolandasari
Salam INSIATIF ✅
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita…
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Experts✨
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita…
Mahkotamu sedang dalam Perjalanan King/Queen 🔗
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 411 dengan Tema SGBV: Sexual and Gender-Based Violence, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live👨💻
1. Kk Lina Maryana @lina_Maryana (Staf KPI Kab. Mempawah, KC Pontianak)
2. Kk Dominikus Ribo @dominikusr (Staf Adm Klaim KC Wamena)
3. Kk Akhmad Ikhsan A @akhmadakikal (PATT Telekolekting KC Makassar)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)🎙
1. Kk Hadi Saputra H @Rohbert0 (PATT Telekolekting KC Parepare)
2. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koord FL KC Prabumulih)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber Kk @aryolandasari semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING🇮🇩 📖
#INISIATIF #FunandMeaningful
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 411 dengan Tema SGBV: Sexual and Gender-Based Violence, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live
1. Kk Lina Maryana @lina_Maryana (Staf KPI Kab. Mempawah, KC Pontianak)
2. Kk Dominikus Ribo @dominikusr (Staf Adm Klaim KC Wamena)
3. Kk Akhmad Ikhsan A @akhmadakikal (PATT Telekolekting KC Makassar)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)
1. Kk Hadi Saputra H @Rohbert0 (PATT Telekolekting KC Parepare)
2. Kk Ditha Fradila @fradiladitha (Koord FL KC Prabumulih)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber Kk @aryolandasari semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING
#INISIATIF #FunandMeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2
Forwarded from Ahmad Afandi
Bismillah. Untuk Bekal Ramadan. Ini link murottal Al-Qur'an 30 Juz tanpa harus download, tinggal play saja. Bisa play walaupun HP ditutup. Semoga bermanfaat.
Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs
Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o
Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu
Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y
Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby
Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG
Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz
Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95
Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc
Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm
Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5
Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf
Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno
Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai
Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc
Silahkan disebarluaskan. Semoga menjadi ladang amal jariah bagi kita semua. Barakallahu Fiikum. Aamiin.
Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs
Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o
Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu
Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y
Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby
Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG
Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz
Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95
Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc
Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm
Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5
Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf
Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno
Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai
Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc
Silahkan disebarluaskan. Semoga menjadi ladang amal jariah bagi kita semua. Barakallahu Fiikum. Aamiin.
❤3