MENGAPA KITA MEMILIKI PEMIMPIN? ๐
Saat ngantri service motor kemarin, saya coba melanjutkan bacaan di DIARY BPJS. Judul bukunya adalah "LEADER EAT LAST" karya Simon Sinek.
Buku ini menjelaskan bahwa meskipun kita semua pasti menyukai gagasan kesetaraan, tapi faktanya memang kita tidak akan pernah setara krn itu demi kebaikan kita bersama juga.โ๏ธ
Seperti kisah para pemburu yg pulang membawa hasil buruan, mereka berhasil menaklukan seekor rusa besar untuk memberi makan semua orang di sukunya. Menyambut kepulangan mereka, sebagian besar anggota suku bergegas mengucapkan selamat & mengolah hasil buruan untuk acara pesta makan. Masalahnya, saat itu semua orang lapar & sangat ingin makan. Ketika hidup dalam populasi sekitar 100 sampai 150 orang seperti nenek moyang kita, jelas semua anggota suku tidak bisa masuk & mengambil begitu saja. Kekacauan pasti akan terjadi. Jadi siapa yg akan makan lebih dulu?๐ค
Tanpa tata tertib, semua orang akan berebut makan. Orang-orang akan saling dorong dan berdesak-desakan. Orang-orang yg cukup beruntung krn berbadan tegap seperti atlet rugbi akan makan terlebih dahulu, sedangkan yg badannya kecil pasti akan selalu tersingkir atau terluka.
Ketika itu terjadi, maka orang-orang yg selalu disingkirkan pasti tidak akan mau percaya atau bekerja sama lagi dgn orang yg hari sebelumnya mendorong atau memukul mereka, sehingga untuk memecahkan masalah ini, akhirnya berevolusilah kita menjadi makhluk hierarkis.
Ketika kita menganggap seseorang lebih kuat dari kita, daripada berhadapan dengannya untuk berebut makanan, akhirnya kita akan secara sukarela mundur teratur dan membiarkan mereka makan terlebih dahulu. Orang2 kuat ini akan merasakan peningkatan status dalam kelompoknya sebagai ALFA. Di antara kelebihan lainnya, mereka bisa memilih pasangan terlebih dahulu, dipersilakan menyantap daging terlebih dahulu. Setelah ALFA selesai makan, barulah anggota suku mereka makan. Meskipun anggota tdk mendapatkan potongan daging terbaik, setidaknya mereka tetap bisa makan & tidak perlu berdesak-desakan saat melakukannya. Sistem inilah yg kemudian dianggap lebih kondusif untuk membangun kerja sama.
Sampai hari modern ini, akhirnya kita merasa nyaman dgn keberadaan ALFA yg mendapatkan fasilitas tertentu dari masyarakat kita.
Kita tdk pernah memiliki masalah dengan seseorang yg memiliki jabatan yg lebih tinggi dari kita, justru sebagian dari kita malah akan merasa aneh atau merasa tidak sopan jika semisal anggaplah Kabag/Asdep/Kacab/Deputi kita harus membawa sendiri barang bawaannya karena Beliau adalah pemimpin dalam hierarki kita.
Namun, ternyata semua keuntungan kepemimpinan itu tdk gratis, malah harganya sangat mahal. Saya masih ingat penyampaian Bapak Donni Hendrawan kepada seluruh jajaran saat berkunjung di KC Mamuju beberapa Tahun silam, Beliau menyampaikan kurang lebih intinya sbb:
Memang benar bahwa ALFA mungkin benar-benar "lebih kuat" daripada kita semua. Karena ketika kelompok tersebut menghadapi ancaman dari luar, para anggota suku tentu berharap Sang Pemimpin yg benar-benar lebih kuat, lebih bergizi, & lebih percaya diri akan menjadi orang pertama yg bergegas menuju bahaya untuk melindungi para anggotanya.
Itu juga alasan mengapa kita memberikan kesempatan pertama kepada para ALFA untuk memilih pasangan mereka, krn jika kelak mereka gugur lebih awal saat mencoba membela kita, maka kita ingin memastikan semua gen kuat itu tetap bertahan dlm gen suku kita.
Mhn maaf bila ada yg kurang, krn masih belajar menuangkan gagasan๐
Hormatku
Muhlis Amiruddin (mumu)
#INISIATIF
Saat ngantri service motor kemarin, saya coba melanjutkan bacaan di DIARY BPJS. Judul bukunya adalah "LEADER EAT LAST" karya Simon Sinek.
Buku ini menjelaskan bahwa meskipun kita semua pasti menyukai gagasan kesetaraan, tapi faktanya memang kita tidak akan pernah setara krn itu demi kebaikan kita bersama juga.
Seperti kisah para pemburu yg pulang membawa hasil buruan, mereka berhasil menaklukan seekor rusa besar untuk memberi makan semua orang di sukunya. Menyambut kepulangan mereka, sebagian besar anggota suku bergegas mengucapkan selamat & mengolah hasil buruan untuk acara pesta makan. Masalahnya, saat itu semua orang lapar & sangat ingin makan. Ketika hidup dalam populasi sekitar 100 sampai 150 orang seperti nenek moyang kita, jelas semua anggota suku tidak bisa masuk & mengambil begitu saja. Kekacauan pasti akan terjadi. Jadi siapa yg akan makan lebih dulu?
Tanpa tata tertib, semua orang akan berebut makan. Orang-orang akan saling dorong dan berdesak-desakan. Orang-orang yg cukup beruntung krn berbadan tegap seperti atlet rugbi akan makan terlebih dahulu, sedangkan yg badannya kecil pasti akan selalu tersingkir atau terluka.
Ketika itu terjadi, maka orang-orang yg selalu disingkirkan pasti tidak akan mau percaya atau bekerja sama lagi dgn orang yg hari sebelumnya mendorong atau memukul mereka, sehingga untuk memecahkan masalah ini, akhirnya berevolusilah kita menjadi makhluk hierarkis.
Ketika kita menganggap seseorang lebih kuat dari kita, daripada berhadapan dengannya untuk berebut makanan, akhirnya kita akan secara sukarela mundur teratur dan membiarkan mereka makan terlebih dahulu. Orang2 kuat ini akan merasakan peningkatan status dalam kelompoknya sebagai ALFA. Di antara kelebihan lainnya, mereka bisa memilih pasangan terlebih dahulu, dipersilakan menyantap daging terlebih dahulu. Setelah ALFA selesai makan, barulah anggota suku mereka makan. Meskipun anggota tdk mendapatkan potongan daging terbaik, setidaknya mereka tetap bisa makan & tidak perlu berdesak-desakan saat melakukannya. Sistem inilah yg kemudian dianggap lebih kondusif untuk membangun kerja sama.
Sampai hari modern ini, akhirnya kita merasa nyaman dgn keberadaan ALFA yg mendapatkan fasilitas tertentu dari masyarakat kita.
Kita tdk pernah memiliki masalah dengan seseorang yg memiliki jabatan yg lebih tinggi dari kita, justru sebagian dari kita malah akan merasa aneh atau merasa tidak sopan jika semisal anggaplah Kabag/Asdep/Kacab/Deputi kita harus membawa sendiri barang bawaannya karena Beliau adalah pemimpin dalam hierarki kita.
Namun, ternyata semua keuntungan kepemimpinan itu tdk gratis, malah harganya sangat mahal. Saya masih ingat penyampaian Bapak Donni Hendrawan kepada seluruh jajaran saat berkunjung di KC Mamuju beberapa Tahun silam, Beliau menyampaikan kurang lebih intinya sbb:
"Jadi pemimpin itu tugas yg berat, jangan cuma lihat enak dibesaran gajinya saja. Para pemimpin itu digaji lebih besar dibanding bawahannya karena konon uang itu untuk persiapan biaya berobatnya kelak", canda Beliau๐
Memang benar bahwa ALFA mungkin benar-benar "lebih kuat" daripada kita semua. Karena ketika kelompok tersebut menghadapi ancaman dari luar, para anggota suku tentu berharap Sang Pemimpin yg benar-benar lebih kuat, lebih bergizi, & lebih percaya diri akan menjadi orang pertama yg bergegas menuju bahaya untuk melindungi para anggotanya.
Itu juga alasan mengapa kita memberikan kesempatan pertama kepada para ALFA untuk memilih pasangan mereka, krn jika kelak mereka gugur lebih awal saat mencoba membela kita, maka kita ingin memastikan semua gen kuat itu tetap bertahan dlm gen suku kita.
Lantas bgmn dgn Pemimpin yg sudah dibayar lebih & mendapatkan fasilitas, tapi tidak menawarkan perlindungan kepada para anggotanya? Hmm, ulasan buku ini masih panjang
๐
Silakan baca bukunya dgn login
๐
menggunakan password email kita
https://bit.ly/Diary-Web (Web)
https://apple.co/39KyJje (IOS)
Mhn maaf bila ada yg kurang, krn masih belajar menuangkan gagasan
Hormatku
Muhlis Amiruddin (mumu)
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
"Jika kamu belum bisa memetik kemenangan, setidaknya petiklah sebuah pengalaman"๐
Setelah seminggu lamanya melalui penjurian yang sangat ketat oleh para Dewan Juri Independen, berikut kami umumkan 12 Peserta Terbaik dari 46 Tulisan Terbaik yang terpilih sebagai pemenang dalam Storytelling Challenge CONNECT THE DOTS, selamat kepada:
1. Asyraf Mursalina @asyraf_mursalina (Asdep Evaluasi Kinerja dan Pelaporan Organisasi, PEO)
https://t.me/c/1287712664/191224
2. Ikhwan Ashari @Dungoae (Staf Kepesertaan dan Penagihan Kab. Lanny Jaya KC Wamena)
https://t.me/c/1287712664/191108
3. Sariana @sarianacsg (Staff EPP KC Prabumulih)
https://t.me/c/1287712664/190942
4. Josef Kristian Pakku @ChillEnjoyRelaxxx (Kasir KC Jayapura)
https://t.me/c/1287712664/190991
5. Baihaqi Ramzi @arukube (Staf Kerja Sama Faskes KC Medan)
https://t.me/c/1287712664/191225
6. Wulan Kristiana @wulankristiana (Staf Penjaminan Manfaat dan Pengelolaan Faskes KC Denpasar)
https://t.me/c/1287712664/191190
7. Adli Hamid Ibrahim @adlihamid25 (PATT RO KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191119
8. Meryta Rondonuwu @MerytaOR (Kepala KC Ternate)
https://t.me/c/1287712664/191104
9. Aprilia Rizki Saputri @apriliaaya (PATT SDM dan Umum KC Surakarta)
https://t.me/c/1287712664/191126
10. Atmi Mesra @AmyZaramly (Kepala Kabupaten Bengkalis KC Dumai)
https://t.me/c/1287712664/191101
11. Syahrul @Syahrulzulfikar (PATT Staf Kerja Sama Faskes KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191170
Tulisan Terfavorit (Reaksi/Emot terbanyak dari Sobat ATE)
12. Nonie Erinda @nonierinda (Relationship Officer KC Kupang)
https://t.me/c/1287712664/191120
#INISIATIF #GrowthMindset
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐3โค2
COGNITIVE OFF LOADING ๐คฏ
Oleh: Iwan Kusworo
Pagi ini saya melanjutkan baca buku โ100 Ways to Change Your Lifeโ (Liz Moody) dan sampai pada chapter berjudul โPractice cognitive off-loading.โ
Cara paling efisien dan efektif untuk mengelola โinformasiโ dan โideโ yang kita miliki adalah dengan mengeluarkannya dari kepala dan meletakkannya ke bentuk fisik. Proses ini disebut โcognitive off-loading atau โmenurunkan muatan kognitif.โ
Cognitive off-loading ini sangat penting untuk menjaga rekam jejak hal-hal apa saja yang ingin kita simpan di otak kita, sekaligus untuk menghemat dan mengalokasikan kapasitas serta kemampuan otak dalam berpikir, karena memang itulah sebenarnya fungsi otak, yaitu untuk berimajinasi, merencanakan, dan menemukan solusi secara kreatif.
Lalu bagaimana cara melakukan cognitive off-loading dan menjadikan apa yang ada di kepala kita menjadi bentuk fisik?
Cara paling mudah adalah: menuliskannya.
Kita bisa menggunakan buku catatan, post-it notes, aplikasi di smartphone (misal: Notes, Google Keep, Notion, Obsidian, dll.).
Saya menyarankan menulis dengan tangan, karena menuliskan sesuatu di media fisik seperti buku catatan atau post-it, akan mengaktifkan bagian otak tertentu yang membuat seseorang menjadi lebih kreatif.
Saya menemukan bahwa apa yang disampaikan penulis di buku ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Roger Seip dalam bukunya โTrain Your Brain for Success,โ yaitu bahwa salah satu dari 5 karakteristik "energizing goalsโ adalah โwritten down/turned into images.โ
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a nice dayโค๏ธ ๐
#INISIATIF
Oleh: Iwan Kusworo
Pagi ini saya melanjutkan baca buku โ100 Ways to Change Your Lifeโ (Liz Moody) dan sampai pada chapter berjudul โPractice cognitive off-loading.โ
Di chapter ini penulis menyampaikan gagasan bahwa agar otak kita mampu bekerja dengan lebih baik lagi, adalah dengan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.
Cara paling efisien dan efektif untuk mengelola โinformasiโ dan โideโ yang kita miliki adalah dengan mengeluarkannya dari kepala dan meletakkannya ke bentuk fisik. Proses ini disebut โcognitive off-loading atau โmenurunkan muatan kognitif.โ
Cognitive off-loading ini sangat penting untuk menjaga rekam jejak hal-hal apa saja yang ingin kita simpan di otak kita, sekaligus untuk menghemat dan mengalokasikan kapasitas serta kemampuan otak dalam berpikir, karena memang itulah sebenarnya fungsi otak, yaitu untuk berimajinasi, merencanakan, dan menemukan solusi secara kreatif.
Lalu bagaimana cara melakukan cognitive off-loading dan menjadikan apa yang ada di kepala kita menjadi bentuk fisik?
Cara paling mudah adalah: menuliskannya.
Kita bisa menggunakan buku catatan, post-it notes, aplikasi di smartphone (misal: Notes, Google Keep, Notion, Obsidian, dll.).
Saya menyarankan menulis dengan tangan, karena menuliskan sesuatu di media fisik seperti buku catatan atau post-it, akan mengaktifkan bagian otak tertentu yang membuat seseorang menjadi lebih kreatif.
Saya menemukan bahwa apa yang disampaikan penulis di buku ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Roger Seip dalam bukunya โTrain Your Brain for Success,โ yaitu bahwa salah satu dari 5 karakteristik "energizing goalsโ adalah โwritten down/turned into images.โ
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a nice day
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐ฅ1๐ซก1
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi tantangan, mengambil risiko, dan mencoba hal-hal baru. Rasa percaya diri penting dalam hubungan sosial dan pekerjaan, karena orang cenderung lebih mempercayai dan menghormati mereka yang memiliki keyakinan pada diri sendiri.
Tapi siapa nih, yang udah berlatih tapi masih saja insecure ?? Tenang, kalian gak sendiri, mimin juga gitu kok.. hehe
yuk kita belajar bareng bersama Narasumber luar biasa yang akan dipandu oleh host @mirdaherlinda (RO KC Sidoarjo) dan juga @withhardshipwillbeease (Verifikator Klaim KC Bau-Bau) โจ
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Instagram ATE
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapi tantangan, mengambil risiko, dan mencoba hal-hal baru. Rasa percaya diri penting dalam hubungan sosial dan pekerjaan, karena orang cenderung lebih mempercayai dan menghormati mereka yang memiliki keyakinan pada diri sendiri.
Tapi siapa nih, yang udah berlatih tapi masih saja insecure ?? Tenang, kalian gak sendiri, mimin juga gitu kok.. hehe
yuk kita belajar bareng bersama Narasumber luar biasa yang akan dipandu oleh host @mirdaherlinda (RO KC Sidoarjo) dan juga @withhardshipwillbeease (Verifikator Klaim KC Bau-Bau) โจ
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Instagram ATE
๐ฅ2โค1
Sebelum join ke pembahasan INISIATIF Class malam hari ini, silakan rekan-rekan bisa ikut menuangkan gagasannya pada form berikut ini. Siapa tahu andalah yang akan beruntung menjadi pemenang sesuai pilihan narasumber ๐
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ1
CV seruni 2024.pdf
1 MB
Perkenalan singkat narsum malam hari ini. Sampai bertemu di kelas yah ๐ฎ๐ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ1
LEADING FROM PURPOSE (MEMIMPIN DARI TUJUAN) ๐ค
oleh: Iwan Kusworo
"Leading from Purpose" karya Nick Craig adalah buku transformatif yang menyelidiki dampak mendalam dari tujuan dalam semua aspek kehidupan kita. Tema utamanya berkisar pada gagasan bahwa tujuan membawa makna mendalam pada tantangan hidup, dan bertahan sepanjang perjalanan kita. Terlepas dari profesi atau tujuan seseorang, tujuan bekerja secara universal, memberdayakan individu untuk melepaskan potensi sejati mereka.
Salah satu wawasan utama buku ini adalah bahwa tujuan setiap orang seunik sepatu kaca Cinderella โ hanya cocok untuk satu orang. Proses menemukan tujuan kita melibatkan introspeksi, mengingat momen-momen ajaib, pengalaman yang menantang, dan aktivitas yang telah membuat kita bersemangat secara konsisten selama bertahun-tahun. Peristiwa penting dalam hidup kita ini membantu membentuk pernyataan tujuan kita, yang mewujudkan hadiah unik yang kita tawarkan kepada dunia dan berakar pada pengalaman pribadi kita.
Penulis menekankan bahwa memimpin dari tujuan membawa kejelasan fokus dan keyakinan yang tak tergoyahkan untuk bertindak, terlepas dari peristiwa atau keadaan eksternal. Hal ini mendorong kita menuju kepemimpinan yang autentik, di mana tindakan kita menginspirasi orang lain untuk mengikuti dengan sukarela dari waktu ke waktu.
Lebih jauh, buku ini menyoroti bahwa tujuan tidak terbatas pada kehidupan profesional kita saja; tujuan juga meresap ke setiap aspek keberadaan kita. Individu yang berorientasi pada tujuan juga memahami pentingnya perawatan diri, menyadari bahwa mereka tidak dapat membantu orang lain secara efektif tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka sendiri terlebih dahulu.
Nick Craig menekankan peran tujuan dalam membina hubungan yang bermakna dengan orang lain. Dengan membantu dan memberi manfaat kepada orang lain, kita memperoleh rasa kompetensi dan kepuasan, yang memberi kita energi untuk mengatasi tantangan kita sendiri.
Sebagai kesimpulan, "Leading from Purpose" dengan ahli mengeksplorasi kekuatan transformatif tujuan dalam setiap aspek kehidupan. Wawasan Nick Craig mendorong pembaca untuk merangkul keunikan mereka, melepaskan potensi mereka, dan memimpin dengan keaslian.
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
"Leading from Purpose" karya Nick Craig adalah buku transformatif yang menyelidiki dampak mendalam dari tujuan dalam semua aspek kehidupan kita. Tema utamanya berkisar pada gagasan bahwa tujuan membawa makna mendalam pada tantangan hidup, dan bertahan sepanjang perjalanan kita. Terlepas dari profesi atau tujuan seseorang, tujuan bekerja secara universal, memberdayakan individu untuk melepaskan potensi sejati mereka.
Salah satu wawasan utama buku ini adalah bahwa tujuan setiap orang seunik sepatu kaca Cinderella โ hanya cocok untuk satu orang. Proses menemukan tujuan kita melibatkan introspeksi, mengingat momen-momen ajaib, pengalaman yang menantang, dan aktivitas yang telah membuat kita bersemangat secara konsisten selama bertahun-tahun. Peristiwa penting dalam hidup kita ini membantu membentuk pernyataan tujuan kita, yang mewujudkan hadiah unik yang kita tawarkan kepada dunia dan berakar pada pengalaman pribadi kita.
Penulis menekankan bahwa memimpin dari tujuan membawa kejelasan fokus dan keyakinan yang tak tergoyahkan untuk bertindak, terlepas dari peristiwa atau keadaan eksternal. Hal ini mendorong kita menuju kepemimpinan yang autentik, di mana tindakan kita menginspirasi orang lain untuk mengikuti dengan sukarela dari waktu ke waktu.
Lebih jauh, buku ini menyoroti bahwa tujuan tidak terbatas pada kehidupan profesional kita saja; tujuan juga meresap ke setiap aspek keberadaan kita. Individu yang berorientasi pada tujuan juga memahami pentingnya perawatan diri, menyadari bahwa mereka tidak dapat membantu orang lain secara efektif tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka sendiri terlebih dahulu.
Nick Craig menekankan peran tujuan dalam membina hubungan yang bermakna dengan orang lain. Dengan membantu dan memberi manfaat kepada orang lain, kita memperoleh rasa kompetensi dan kepuasan, yang memberi kita energi untuk mengatasi tantangan kita sendiri.
Sebagai kesimpulan, "Leading from Purpose" dengan ahli mengeksplorasi kekuatan transformatif tujuan dalam setiap aspek kehidupan. Wawasan Nick Craig mendorong pembaca untuk merangkul keunikan mereka, melepaskan potensi mereka, dan memimpin dengan keaslian.
Buku ini mengingatkan kita bahwa dengan tujuan sebagai kompas penuntun kita, kita dapat menavigasi tantangan hidup dengan fokus dan dorongan yang tak tergoyahkan, sehingga memberikan dampak positif pada diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita.๐ฎ๐ฉ ๐ฅ
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Mahkotamu sedang dalam Perjalanan King/Queen ๐
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema How to Deal with Insecurity, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live๐จโ๐ป
1. Pak Harbu Hakim @harbuhakim (Kepala KC Ambon)
2. Kk Zulpadri Eka Putra @zoelpad (Staf PMPF Kab. Dharmasraya, KC Solok)
3. Kk Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kepala Bagian PKP KC Bengkulu)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)๐
1. Kk Fredi Agam @Frediiagam (Plh Kepala Kab. Manokwari Selatan, KC Manokwari)
2. Kk Roshi Ernawati @Silverskye (Koord FL KC Mojokerto)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber kk @runiyuniarti semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING๐ฎ๐ฉ ๐
#INISIATIF #FunandMeaningful
Selamat kepada Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang beruntung dalam kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema How to Deal with Insecurity, yaitu:
a. Peserta Terbaik saat sesi live
1. Pak Harbu Hakim @harbuhakim (Kepala KC Ambon)
2. Kk Zulpadri Eka Putra @zoelpad (Staf PMPF Kab. Dharmasraya, KC Solok)
3. Kk Zaipan Popiyandi @Zaipan (Kepala Bagian PKP KC Bengkulu)
b. Peserta Terbaik saat sesi Adu Argumen/ Pendapat (Quiz Time)
1. Kk Fredi Agam @Frediiagam (Plh Kepala Kab. Manokwari Selatan, KC Manokwari)
2. Kk Roshi Ernawati @Silverskye (Koord FL KC Mojokerto)
Terima kasih atas partisipasi Sobat ATE, semoga ilmu yang telah diberikan narasumber kk @runiyuniarti semalam itu dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya Narasumber dan keluarga. Amin ya Rabb
Sampai bertemu kembali pada kelas pembelajaran selanjutnya. Tetap CONTINUOUS LEARNING
#INISIATIF #FunandMeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐1
Ijin share #rekaman kegiatan ATE Edisi 410 dengan Tema "How to Deal with Insecurity" Bersama Seruni Yuniarti, M. Psi. Psikolog
https://youtu.be/982Opo72Cc0
https://youtu.be/982Opo72Cc0
YouTube
ATE Edisi 410 "How to Deal with Insecurity" Bersama Seruni Yuniarti, M. Psi. Psikolog
Salam INSIATIF โ
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapiโฆ
Ask the Experts #Edisi410
Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan lupa join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Percaya diri adalah kunci untuk membuka banyak peluang dalam hidup. Ketika kita percaya pada kemampuan diri, kita lebih berani menghadapiโฆ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
You Are Not Aware - Ghufron Mukti
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungiโฆ
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungiโฆ
GIVE AND TAKE ๐
oleh: Muhammad Farid Maricar
Ketika kita berbicara tentang kesuksesan, kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan kecerdasan, kerja keras, atau strategi yang tepat.
Namun, dalam bukunya Give and Take, kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain ternyata juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan kita.
Dalam buku ini, manusia terbagi ke dalam tiga kategori dalam interaksi sosial: giver (pemberi), taker (pengambil), dan matcher (penyeimbang):
1. Giver adalah mereka yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain,
2. Taker fokus pada keuntungan pribadi,
3. Matcher menyeimbangkan antara memberi dan menerima.
Menariknya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih cenderung menjadi giver. Mereka memahami bahwa memberi bukan hanya soal kebaikan hati, tapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan bersama. Ini juga yang membuat mereka lebih sukses dibandingkan taker yang hanya mengambil tanpa kontribusi nyata.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua giver pasti sukses. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua jenis giver: giver yang sehat dan giver yang rentan dimanfaatkan, bahasa anak zaman nownya, people pleaser.
Giver yang sehat memahami batasannya, tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga diri. Sebaliknya, giver yang memberi secara berlebihan tanpa strategi sering kali dimanfaatkan oleh orang lain dan justru berakhir merugi.
Konsep ini menarik karena bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya datang dari mereka yang agresif dalam mengejar keuntungan pribadi.
Justru, menurut buku ini, orang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun hubungan sosial yang kuat, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat reputasi mereka.
Saya pertama kali tertarik dengan buku ini setelah melihat pembahasannya di TED. Begitu membaca bukunya, saya langsung merasa bahwa konsep yang diangkat sangat relevan, terutama di era media sosial seperti sekarang.
Banyak orang yang menggunakan media sosial hanya untuk mencari pengakuan atau bahkan membuat orang lain merasa minder. Padahal, jika digunakan dengan cara yang lebih strategis, media sosial bisa menjadi sarana untuk berbagi, belajar, dan membangun jaringan dengan cara yang lebih sehat.
Itulah mengapa saya pribadi lebih suka berbagi bukan hanya soal keberhasilan, tapi juga risiko dan kegagalan. Saya kurang suka ketika seseorang hanya membagikan tips sukses tanpa menyertakan risiko yang mungkin terjadi.
Karena ujung-ujungnya, ketika orang lain mengalami kesulitan, mereka hanya bisa berkata, "Saya juga dulu merasakannya kok," tanpa memberi solusi yang konkret. Hal ini yang saya lihat pada kebanyakan motivator dan influencer.
Buku ini juga mengingatkan saya pada satu hal yang paling saya benci, yaitu tentang persaingan yang tidak sehat. Banyak orang yang merasa bahwa untuk sukses, mereka harus menjatuhkan atau menyingkirkan orang lain.
Padahal, konsep di dalam buku ini justru sebaliknya, kesuksesan yang berkelanjutan terjadi ketika kita membangun hubungan yang saling menguntungkan, bukan dengan menyembunyikan informasi atau menghalangi orang lain untuk maju.
Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana keseimbangan antara memberi dan menerima dapat membentuk perjalanan kesuksesan seseorang.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu memberi tanpa berpikir, tetapi menjadi seorang giver yang cerdas, seseorang yang memahami nilai kolaborasi, membangun lingkungan yang suportif, dan menciptakan dampak jangka panjang yang lebih besar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
oleh: Muhammad Farid Maricar
Ketika kita berbicara tentang kesuksesan, kebanyakan orang akan mengaitkannya dengan kecerdasan, kerja keras, atau strategi yang tepat.
Namun, dalam bukunya Give and Take, kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan orang lain ternyata juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan kita.
Dalam buku ini, manusia terbagi ke dalam tiga kategori dalam interaksi sosial: giver (pemberi), taker (pengambil), dan matcher (penyeimbang):
1. Giver adalah mereka yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain,
2. Taker fokus pada keuntungan pribadi,
3. Matcher menyeimbangkan antara memberi dan menerima.
Menariknya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih cenderung menjadi giver. Mereka memahami bahwa memberi bukan hanya soal kebaikan hati, tapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan bersama. Ini juga yang membuat mereka lebih sukses dibandingkan taker yang hanya mengambil tanpa kontribusi nyata.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua giver pasti sukses. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua jenis giver: giver yang sehat dan giver yang rentan dimanfaatkan, bahasa anak zaman nownya, people pleaser.
Giver yang sehat memahami batasannya, tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga diri. Sebaliknya, giver yang memberi secara berlebihan tanpa strategi sering kali dimanfaatkan oleh orang lain dan justru berakhir merugi.
Konsep ini menarik karena bertentangan dengan pandangan lama yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya datang dari mereka yang agresif dalam mengejar keuntungan pribadi.
Justru, menurut buku ini, orang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun hubungan sosial yang kuat, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat reputasi mereka.
Saya pertama kali tertarik dengan buku ini setelah melihat pembahasannya di TED. Begitu membaca bukunya, saya langsung merasa bahwa konsep yang diangkat sangat relevan, terutama di era media sosial seperti sekarang.
Banyak orang yang menggunakan media sosial hanya untuk mencari pengakuan atau bahkan membuat orang lain merasa minder. Padahal, jika digunakan dengan cara yang lebih strategis, media sosial bisa menjadi sarana untuk berbagi, belajar, dan membangun jaringan dengan cara yang lebih sehat.
Itulah mengapa saya pribadi lebih suka berbagi bukan hanya soal keberhasilan, tapi juga risiko dan kegagalan. Saya kurang suka ketika seseorang hanya membagikan tips sukses tanpa menyertakan risiko yang mungkin terjadi.
Karena ujung-ujungnya, ketika orang lain mengalami kesulitan, mereka hanya bisa berkata, "Saya juga dulu merasakannya kok," tanpa memberi solusi yang konkret. Hal ini yang saya lihat pada kebanyakan motivator dan influencer.
Buku ini juga mengingatkan saya pada satu hal yang paling saya benci, yaitu tentang persaingan yang tidak sehat. Banyak orang yang merasa bahwa untuk sukses, mereka harus menjatuhkan atau menyingkirkan orang lain.
Padahal, konsep di dalam buku ini justru sebaliknya, kesuksesan yang berkelanjutan terjadi ketika kita membangun hubungan yang saling menguntungkan, bukan dengan menyembunyikan informasi atau menghalangi orang lain untuk maju.
Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana keseimbangan antara memberi dan menerima dapat membentuk perjalanan kesuksesan seseorang.
Bukan tentang menjadi orang yang selalu memberi tanpa berpikir, tetapi menjadi seorang giver yang cerdas, seseorang yang memahami nilai kolaborasi, membangun lingkungan yang suportif, dan menciptakan dampak jangka panjang yang lebih besar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐3
Forwarded from Effi Ekayanti-RO-K9-KC Palopo
Salam INSIATIF โ
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita sebagai pekerja. Seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Dari pembahasan tersebut, diharapkan agar keselamatan psikologis dan fisik kita dapat terus terjaga, jauh dari rasa tertekan dan keterancaman.
Yuk kita belajar dan sharing bareng bersama Narasumber Keren dan luar biasa kak Ayu R Yolandasari yang akan dipandu oleh host keren, ada kakak @haiduladha (RO KC Pasuruan) dan juga @Ilhamakbarw (Staf Adm dan umum Sesdewas) โจ
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
Instagram Ask the Experts
Ask the Experts #Edisi411
Halo Bapak/Ibu Sobat ATE, yuk join di INISIATIF Class bersama Ask the Expertsโจ
Dengan topik SGBV (Sexual and Gender Based Violence), kita akan sama-sama membahas mengenai lingkungan yang aman dan nyaman bagi kita sebagai pekerja. Seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Dari pembahasan tersebut, diharapkan agar keselamatan psikologis dan fisik kita dapat terus terjaga, jauh dari rasa tertekan dan keterancaman.
Yuk kita belajar dan sharing bareng bersama Narasumber Keren dan luar biasa kak Ayu R Yolandasari yang akan dipandu oleh host keren, ada kakak @haiduladha (RO KC Pasuruan) dan juga @Ilhamakbarw (Staf Adm dan umum Sesdewas) โจ
*Jangan lupa Lesson Learned untuk 2 JP
**Tersedia 3 souvenir bagi peserta dgn pertanyaan/sharing trbaik saat sharing nanti loh ๐ฅณ
Dengan sharing, Bisa meng#INSPIRASI
Join COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram
Instagram Ask the Experts
Sebelum join ke pembahasan INISIATIF Class ATE malam hari ini, silakan rekan-rekan bisa ikut menuangkan gagasannya pada form berikut. Siapa tahu andalah yang akan beruntung menjadi pemenang sesuai pilihan narasumber ๐
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
(Note: Maks partisipasi pukul 18.00 WIB)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM