Rasa Iri, Muncul dari Kompetisi ๐
oleh: Muhammad Farid Maricar
Kebanyakan orang mungkin tidak sadar, tapi pada umumnya rasa iri itu datang justru karena kita memiliki kesamaan dengan orang lain. Jarang ada ceritanya pengemis yang iri pada triliuner, yang ada adalah pengemis yang iri pada pengemis yang dapat lebih banyak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa rasa iri sering kali lebih dipengaruhi oleh kedekatan sosial daripada jarak yang jauh. Kita cenderung membandingkan diri dengan orang-orang yang berada dalam lingkaran yang sama, misalnya dalam profesi, lingkungan, atau bahkan teman sebaya. Seorang dosen cemburu kepada sesama dosen, guru cemburu kepada sesama guru, selebritis cemburu kepada selebritis lain, dll.
Mengapa demikian? Karena kesamaan menciptakan standar pembanding yang lebih relevan. Jika kita melihat seseorang yang "mirip" dengan kita berhasil lebih jauh, kita merasa bahwa kesuksesan mereka adalah sesuatu yang juga seharusnya bisa kita capai.
Budaya kompetisi yang ada dalam struktur sosial sering kali memperkuat pola ini. Sistem yang mendorong individu untuk terus bersaing demi pencapaian dan pengakuan, tanpa sadar menumbuhkan benih rasa iri.
Dalam lingkup kerja, misalnya, keberhasilan seorang rekan bisa dirasa mengancam posisi kita sendiri, alih-alih memotivasi. Dalam komunitas yang lebih kecil, seperti lingkungan akademik, rasa iri terhadap kolega dapat menciptakan atmosfer yang kurang mendukung, bahkan merusak.
Jika dibiarkan tanpa pengelolaan, rasa iri dapat berujung pada berbagai dampak negatif, semisal hubungan sosial yang terganggu, fokus kepada orang lain dibanding diri sendiri, dan tentunya lingkungan yang penuh dengan tekanan dan tidak harmonis.
Saya pribadi, berusaha senantiasa belajar agar menghilangkan rasa iri dengan pencapaian orang lain, karena saya senantiasa menanamkan pencegahan untuk berkompetisi dengan orang lain. Misalnya dengan cara memberikan pujian bagi orang lain saat ada hal tertentu yang didapatkannya.
Orang lain mau dapat apa, saya nggak pusing, kecuali kalau mereka dapat dengan cara yang jelek dan zalim semisal korupsi, menjilat, dan semisalnya, semoga Allah balas dengan kejelekan yang setimpal dunia akhirat.
Alih-alih berkompetisi dengan orang lain, saya lebih senang untuk belajar bagaimana caranya untuk mendapatkan apa yang mereka miliki, selama mereka dapat dengan cara yang baik tentunya.
Karena bagaimana pun juga tiap orang punya rezekinya masing-masing yang tentunya itu semua adalah pembagian dari Allah.
Sumber foto : Buku The Conquest of Happiness by Bertrand Russell
#INISIATIF
oleh: Muhammad Farid Maricar
Kebanyakan orang mungkin tidak sadar, tapi pada umumnya rasa iri itu datang justru karena kita memiliki kesamaan dengan orang lain. Jarang ada ceritanya pengemis yang iri pada triliuner, yang ada adalah pengemis yang iri pada pengemis yang dapat lebih banyak.
Fenomena ini menunjukkan bahwa rasa iri sering kali lebih dipengaruhi oleh kedekatan sosial daripada jarak yang jauh. Kita cenderung membandingkan diri dengan orang-orang yang berada dalam lingkaran yang sama, misalnya dalam profesi, lingkungan, atau bahkan teman sebaya. Seorang dosen cemburu kepada sesama dosen, guru cemburu kepada sesama guru, selebritis cemburu kepada selebritis lain, dll.
Mengapa demikian? Karena kesamaan menciptakan standar pembanding yang lebih relevan. Jika kita melihat seseorang yang "mirip" dengan kita berhasil lebih jauh, kita merasa bahwa kesuksesan mereka adalah sesuatu yang juga seharusnya bisa kita capai.
Budaya kompetisi yang ada dalam struktur sosial sering kali memperkuat pola ini. Sistem yang mendorong individu untuk terus bersaing demi pencapaian dan pengakuan, tanpa sadar menumbuhkan benih rasa iri.
Dalam lingkup kerja, misalnya, keberhasilan seorang rekan bisa dirasa mengancam posisi kita sendiri, alih-alih memotivasi. Dalam komunitas yang lebih kecil, seperti lingkungan akademik, rasa iri terhadap kolega dapat menciptakan atmosfer yang kurang mendukung, bahkan merusak.
Jika dibiarkan tanpa pengelolaan, rasa iri dapat berujung pada berbagai dampak negatif, semisal hubungan sosial yang terganggu, fokus kepada orang lain dibanding diri sendiri, dan tentunya lingkungan yang penuh dengan tekanan dan tidak harmonis.
Saya pribadi, berusaha senantiasa belajar agar menghilangkan rasa iri dengan pencapaian orang lain, karena saya senantiasa menanamkan pencegahan untuk berkompetisi dengan orang lain. Misalnya dengan cara memberikan pujian bagi orang lain saat ada hal tertentu yang didapatkannya.
Orang lain mau dapat apa, saya nggak pusing, kecuali kalau mereka dapat dengan cara yang jelek dan zalim semisal korupsi, menjilat, dan semisalnya, semoga Allah balas dengan kejelekan yang setimpal dunia akhirat.
Alih-alih berkompetisi dengan orang lain, saya lebih senang untuk belajar bagaimana caranya untuk mendapatkan apa yang mereka miliki, selama mereka dapat dengan cara yang baik tentunya.
Karena bagaimana pun juga tiap orang punya rezekinya masing-masing yang tentunya itu semua adalah pembagian dari Allah.
Sumber foto : Buku The Conquest of Happiness by Bertrand Russell
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐4
Kompetisi tiada pemenang ๐ญ
Si Agus, bangga banget dapat gaji 3 juta per bulan, "Gue dong gajinya tinggi, kamu cuma dapat 500.000 sebulan kan?". Si Agus dengan PD-nya posting di akun medsos. Nyombong.
Nasib. Temannya si Budi reply komen. "Agus agus.... Elu 3 juta per bulan sudah nyombong? Lah gue, gajinya dua digit, sebulan dapat 40 juta. Gaji elu setahun cuma kerja gw sebulan. Hahaha."
Hanya bertahan 5 menit kesombongan Budi, netizen lain, Si Bambang tidak mau kalah. Dia ikutan posting, "Gaji saya itu di LN sebulan 500 juta, gaes. Itu bahkan termasuk kecil sebenarnya." Gaya dong si Bambang pamer, sambil sok merendah. Daaan takjub netizen followernya, like like like, wuih keren 500 juta sebulan. Setahun berarti 6 milyar.
Masalahnya, saat postingan itu lewat di depan Si Tono yg pengusaha. Si Tono langsung tertawa. Bambang oh Bambang, kasihan banget deh elu. Gue itu jualan basreng di marketplace untungnya 6 milyar per bulan. Elu kerja setahun, gw cukup ongkang2 kaki sebulan.
Tapi oh tapi, Si Tono ternyata hanya bisa sombong 1-2 menit saja. Karena sejatinya di luar sana, buanyak yg penghasilannya 72 milyar sebulan (setara setahun Tono kerja). Wah wah puluhan ribu orang yg begini. Atlet2 top, penyanyi2 terkenal, pengusaha2, investor, dll dsbgnya.
Lantas apakah yg 72 milyar sebulan bisa sombong? Duh Rabbi, di luar sana, juga ada yg penghasilannya 1 trilyun sebulan. Juga ada yg setahun 12 trilyun. Teruuus saja angkanya naik.
Dan apakah orang2 ini juga bisa sombong? Nggaaak! Di luar sana ada yg penghasilannya 100 trilyun sebulan, dan seterusnya, dan seterusnya.
Inilah kompetisi tiada pemenang. Karena bahkan saat seseorang itu penghasilannya 1000 trilyun sebulan. Saat dia mati, serupiah pun tdk akan dia bawa. Jangankan piala, penghargaan, award, sekantong ciki pun TIDAK dia bawa.
Lantas kita masih mau sibuk pamer gaji, juga harta benda receh kita? Duh Rabbi. Pikirkanlah.
Tere Liye
#INISIATIF
Si Agus, bangga banget dapat gaji 3 juta per bulan, "Gue dong gajinya tinggi, kamu cuma dapat 500.000 sebulan kan?". Si Agus dengan PD-nya posting di akun medsos. Nyombong.
Nasib. Temannya si Budi reply komen. "Agus agus.... Elu 3 juta per bulan sudah nyombong? Lah gue, gajinya dua digit, sebulan dapat 40 juta. Gaji elu setahun cuma kerja gw sebulan. Hahaha."
Hanya bertahan 5 menit kesombongan Budi, netizen lain, Si Bambang tidak mau kalah. Dia ikutan posting, "Gaji saya itu di LN sebulan 500 juta, gaes. Itu bahkan termasuk kecil sebenarnya." Gaya dong si Bambang pamer, sambil sok merendah. Daaan takjub netizen followernya, like like like, wuih keren 500 juta sebulan. Setahun berarti 6 milyar.
Masalahnya, saat postingan itu lewat di depan Si Tono yg pengusaha. Si Tono langsung tertawa. Bambang oh Bambang, kasihan banget deh elu. Gue itu jualan basreng di marketplace untungnya 6 milyar per bulan. Elu kerja setahun, gw cukup ongkang2 kaki sebulan.
Tapi oh tapi, Si Tono ternyata hanya bisa sombong 1-2 menit saja. Karena sejatinya di luar sana, buanyak yg penghasilannya 72 milyar sebulan (setara setahun Tono kerja). Wah wah puluhan ribu orang yg begini. Atlet2 top, penyanyi2 terkenal, pengusaha2, investor, dll dsbgnya.
Lantas apakah yg 72 milyar sebulan bisa sombong? Duh Rabbi, di luar sana, juga ada yg penghasilannya 1 trilyun sebulan. Juga ada yg setahun 12 trilyun. Teruuus saja angkanya naik.
Dan apakah orang2 ini juga bisa sombong? Nggaaak! Di luar sana ada yg penghasilannya 100 trilyun sebulan, dan seterusnya, dan seterusnya.
Inilah kompetisi tiada pemenang. Karena bahkan saat seseorang itu penghasilannya 1000 trilyun sebulan. Saat dia mati, serupiah pun tdk akan dia bawa. Jangankan piala, penghargaan, award, sekantong ciki pun TIDAK dia bawa.
Lantas kita masih mau sibuk pamer gaji, juga harta benda receh kita? Duh Rabbi. Pikirkanlah.
Tere Liye
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ4โค2โ1
Rilis souvenir kaos dan tote untuk setiap challenge fun and meaningful dari COMMIT ATE sepanjang Tahun 2025. Kedua souvenir ini membawa filosofi perubahan positif masing-masing dan telah siap membersamai Tahun 2025 Sobat ATE hingga jadi makin produktif ๐ฎ๐ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ1
BERSIAP NAIK LEVEL ๐ฅ
๐ธ Mengutip arahan Pak Dirum saat arahan Awal Tahun 2025, untuk menjadi pribadi yang dipercaya kita belum cukup hanya memiliki knowledge dan skills saja, kita perlu perkuat diri dengan mindset positif dan Atittude yang baik๐ฎ๐ฉ
More Info๐
#INISIATIF #GrowthMindset
Yakinlah, Tuhan memberikan pertempuran sulit hanya kepada Prajurit yang Terkuat dan Terhebat๐ช
๐ธ Mengutip arahan Pak Dirum saat arahan Awal Tahun 2025, untuk menjadi pribadi yang dipercaya kita belum cukup hanya memiliki knowledge dan skills saja, kita perlu perkuat diri dengan mindset positif dan Atittude yang baik
More Info
#INISIATIF #GrowthMindset
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
JIKA BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI? ๐ฅ
๐ธ Perubahan berawal dari kamu untuk membantu Bumi yang sedang menjerit minta tolong๐ฎ๐ฉ
More Info๐
#INISIATIF #EcoOffice
๐ธ Perubahan berawal dari kamu untuk membantu Bumi yang sedang menjerit minta tolong
More Info
#INISIATIF #EcoOffice
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Objective, Strategy, Tactics ๐ฅ
Oleh: Iwan Kusworo
Pertarungan legendaris antara Muhammad Ali dan George Foreman pada tahun 1974, yang dikenal sebagai โRumble in the Jungleโ, lebih dari sekadar pertandingan tinju. Ali, yang lebih tua dan dianggap kurang unggul secara fisik, berhasil mengalahkan Foreman dengan strategi yang cerdik.
Memahami bahwa Foreman adalah petinju yang kuat namun mudah terpancing emosi, Ali merancang sebuah strategi yang akan menguras tenaga lawannya. Ali sengaja memancing Foreman untuk terus menyerang, sementara ia sendiri bertahan dan menghemat energi. Setelah berhasil membuat Foreman kelelahan, Ali melancarkan serangan balik yang mematikan.
Kemenangan Ali ini mengajarkan kita pentingnya memiliki tujuan yang jelas, strategi yang matang, dan taktik yang tepat dalam menghadapi tantangan. Seperti kata Sun Tzu, โStrategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat.โ (Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan)๐ตโ๐ซ
Ali membuktikan bahwa dengan memahami lawan dan merencanakan langkah dengan cermat, kita dapat mengatasi rintangan yang tampak mustahil.
#INISIATIF
Oleh: Iwan Kusworo
Pertarungan legendaris antara Muhammad Ali dan George Foreman pada tahun 1974, yang dikenal sebagai โRumble in the Jungleโ, lebih dari sekadar pertandingan tinju. Ali, yang lebih tua dan dianggap kurang unggul secara fisik, berhasil mengalahkan Foreman dengan strategi yang cerdik.
Memahami bahwa Foreman adalah petinju yang kuat namun mudah terpancing emosi, Ali merancang sebuah strategi yang akan menguras tenaga lawannya. Ali sengaja memancing Foreman untuk terus menyerang, sementara ia sendiri bertahan dan menghemat energi. Setelah berhasil membuat Foreman kelelahan, Ali melancarkan serangan balik yang mematikan.
Kemenangan Ali ini mengajarkan kita pentingnya memiliki tujuan yang jelas, strategi yang matang, dan taktik yang tepat dalam menghadapi tantangan. Seperti kata Sun Tzu, โStrategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat.โ (Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan)
Ali membuktikan bahwa dengan memahami lawan dan merencanakan langkah dengan cermat, kita dapat mengatasi rintangan yang tampak mustahil.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐1
"Saya tidak tahu" bukanlah pengakuan atas kebodohan, melainkan ekspresi dari kerendahan hati dalam belajar.
Mengakui bahwa kita tidak mengetahui sesuatu menunjukkan kesediaan untuk belajar dan menerima bahwa pengetahuan kita memiliki batas.
"Saya salah" bukanlah pengakuan kegagalan, melainkan bukti integritas dalam proses apapun.
Mengakui kesalahan adalah tanda seseorang yang menghargai kebenaran lebih dari egonya. Hal ini juga menunjukkan rasa rendah hati untuk tumbuh dengan belajar dari kesalahan.
"Saya tidak mengerti" bukanlah tanda tidak mampu, melainkan alasan untuk menambah rasa ingin tahu.
Mengakui ketidakpahaman membuka pintu untuk eksplorasi lebih lanjut dan pencarian pemahaman yang lebih dalam pada suatu hal tertentu.
Ketiga pernyataan ini menggambarkan bahwa sikap rendah hati, jujur, dan penasaran adalah fondasi penting dalam perjalanan intelektual.
Mengakui keterbatasan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang memungkinkan kita untuk terus berkembang.
oleh: Muhammad Farid Maricar
#INISIATIF
Mengakui bahwa kita tidak mengetahui sesuatu menunjukkan kesediaan untuk belajar dan menerima bahwa pengetahuan kita memiliki batas.
"Saya salah" bukanlah pengakuan kegagalan, melainkan bukti integritas dalam proses apapun.
Mengakui kesalahan adalah tanda seseorang yang menghargai kebenaran lebih dari egonya. Hal ini juga menunjukkan rasa rendah hati untuk tumbuh dengan belajar dari kesalahan.
"Saya tidak mengerti" bukanlah tanda tidak mampu, melainkan alasan untuk menambah rasa ingin tahu.
Mengakui ketidakpahaman membuka pintu untuk eksplorasi lebih lanjut dan pencarian pemahaman yang lebih dalam pada suatu hal tertentu.
Ketiga pernyataan ini menggambarkan bahwa sikap rendah hati, jujur, dan penasaran adalah fondasi penting dalam perjalanan intelektual.
Mengakui keterbatasan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang memungkinkan kita untuk terus berkembang.
oleh: Muhammad Farid Maricar
#INISIATIF
โค3๐1
STORYTELLING CHALLENGE: CONNECT THE DOTS
โAnda tidak dapat menghubungkan titik-titik di masa depan, Anda hanya dapat menghubungkannya dengan melihat ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa segala titik-titik yang telah berlalu dan saat ini itu kelak akan terhubung di masa depan Andaโ ~ Steve Jobs
Yuk Join Storytelling Challenge:
Baca juknis di sini๐
Join COMMIT Ask The Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)๐ฑ
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF #GrowthMindset
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
GANBATTE > GOOD LUCK โ
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Semalem saya dibikin penasaran sama salah seorang teman tentang buku yang satu ini, "Ganbatte!: The Japanese Art of Always Moving Forward" yang ditulis oleh Albert Lieberman.
Kata pengantar dari buku ini disampaikan oleh Hรฉctor Garcia, co-author dari buku "Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life."
Kalau di budaya barat orang sering menggunakan kalimat "Goodluck!" untuk memberi semangat kepada teman atau rekan kerja yang akan berjuang. Namun "goodluck" terkesan maknanya bergantung pada faktor eksternal (luck/keberuntungan) di mana orang tersebut tidak memiliki kontrol terhadapnya.
Sementara di budaya Jepang, mereka menggunakan kalimat "Ganbatte!" yang bisa diartikan sebagai "Lakukan yang terbaik, jangan menyerah, terus maju," adalah panggilan pada kekuatan dan kemampuan orang tersebut, sehingga hasil yang didapatkan nanti adalah hasil maksimal yang telah diusahakan.
Sepertinya menarik membaca buku ini.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat!
Semalem saya dibikin penasaran sama salah seorang teman tentang buku yang satu ini, "Ganbatte!: The Japanese Art of Always Moving Forward" yang ditulis oleh Albert Lieberman.
Kata pengantar dari buku ini disampaikan oleh Hรฉctor Garcia, co-author dari buku "Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life."
Kalau di budaya barat orang sering menggunakan kalimat "Goodluck!" untuk memberi semangat kepada teman atau rekan kerja yang akan berjuang. Namun "goodluck" terkesan maknanya bergantung pada faktor eksternal (luck/keberuntungan) di mana orang tersebut tidak memiliki kontrol terhadapnya.
Sementara di budaya Jepang, mereka menggunakan kalimat "Ganbatte!" yang bisa diartikan sebagai "Lakukan yang terbaik, jangan menyerah, terus maju," adalah panggilan pada kekuatan dan kemampuan orang tersebut, sehingga hasil yang didapatkan nanti adalah hasil maksimal yang telah diusahakan.
Sepertinya menarik membaca buku ini.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ1
Sepasang suami istri muda pindah ke rumah baru. Keesokan paginya, saat mereka sedang sarapan, wanita muda itu melihat tetangganya menjemur cucian di luar.
"Cucian itu tidak terlalu bersih; dia tidak tahu cara mencuci dengan benar. Mungkin dia butuh sabun bubuk yang lebih bagus." Suaminya memperhatikan, tetap diam.
Setiap kali tetangganya menjemur cuciannya, wanita muda itu berkomentar sama.
Sebulan kemudian, wanita itu terkejut melihat cucian bersih di jemuran dan berkata kepada suaminya, "Lihat, dia akhirnya belajar cara mencuci dengan benar. Aku heran siapa yang mengajarinya ini?"
Suaminya menjawab, "Aku bangun pagi hari ini dan membersihkan jendela kita."
Begitu pula dengan kehidupan... Apa yang kita lihat saat mengamati orang lain bergantung pada kejernihan jendela tempat kita memandang.
Jadi, jangan terlalu cepat menghakimi orang lain, terutama jika perspektif hidup kita dikaburkan oleh kemarahan, kecemburuan, kenegatifan, atau keinginan yang tidak terpenuhi.
"Menilai seseorang tidak menentukan siapa mereka. Itu mendefinisikan siapa kita."
A J Raharjo
#INISIATIF
"Cucian itu tidak terlalu bersih; dia tidak tahu cara mencuci dengan benar. Mungkin dia butuh sabun bubuk yang lebih bagus." Suaminya memperhatikan, tetap diam.
Setiap kali tetangganya menjemur cuciannya, wanita muda itu berkomentar sama.
Sebulan kemudian, wanita itu terkejut melihat cucian bersih di jemuran dan berkata kepada suaminya, "Lihat, dia akhirnya belajar cara mencuci dengan benar. Aku heran siapa yang mengajarinya ini?"
Suaminya menjawab, "Aku bangun pagi hari ini dan membersihkan jendela kita."
Begitu pula dengan kehidupan... Apa yang kita lihat saat mengamati orang lain bergantung pada kejernihan jendela tempat kita memandang.
Jadi, jangan terlalu cepat menghakimi orang lain, terutama jika perspektif hidup kita dikaburkan oleh kemarahan, kecemburuan, kenegatifan, atau keinginan yang tidak terpenuhi.
"Menilai seseorang tidak menentukan siapa mereka. Itu mendefinisikan siapa kita."
A J Raharjo
#INISIATIF
๐ฅ7๐3โคโ๐ฅ1
INFO PODIUM ๐
Selamat kepada bro @dayatpasau yang berhasil keluar sebagai Juara 2 (beregu) dalam Turnamen Tenis Meja GNR Grand Master Cup 2025๐ฅ
#INISIATIF
Selamat kepada bro @dayatpasau yang berhasil keluar sebagai Juara 2 (beregu) dalam Turnamen Tenis Meja GNR Grand Master Cup 2025
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TETAP PERHATIKAN ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA, KADANG TANDA-TANDANYA SULIT DIKENALI ๐
Potongan dialog yang saya highlight dari buku โAfter Darkโ karya Haruki Murakami ini mengingatkan saya pada satu video di Youtube yang menyampaikan pesan yang senada. Sebuah video layanan masyarakat tentang mental health, yang (sepertinya) dibuat dengan low budget, namun pesannya sangat kuat.
https://youtu.be/tX8TgVR33KM?si=5d3kTtbN2evoV67y
Have a nice dayโค๏ธ
Iwan Kusworo
#INISIATIF
Potongan dialog yang saya highlight dari buku โAfter Darkโ karya Haruki Murakami ini mengingatkan saya pada satu video di Youtube yang menyampaikan pesan yang senada. Sebuah video layanan masyarakat tentang mental health, yang (sepertinya) dibuat dengan low budget, namun pesannya sangat kuat.
https://youtu.be/tX8TgVR33KM?si=5d3kTtbN2evoV67y
Seringkali seseorang yang dari luar terlihat baik-baik saja ternyata menyimpan emosi negatif yang lebih besar dan lebih dahsyat dampaknya bagi dirinya sendiri maupun orang lain
Have a nice day
Iwan Kusworo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ1๐1
Berikut rekap Daftar Peserta akhir Storytelling Challenge
1. Sariana @sarianacsg (Staff EPP KC Prabumulih)
https://t.me/c/1287712664/190942
2. Rizky Camellia Bibi @CamelliaBibi (Kepala Bagian Kepesertaan KC Gresik)
https://t.me/c/1287712664/190983
3. Mokhamad Alfian Fahmi @Mas_Fahmi15 (PATT Mutu Layanan Kepesertaan Kab. Pasuruan KC Pasuruan)
https://t.me/c/1287712664/190989
4. Putri Soraya @putsor (Verifikator Klaim KC Cibinong)
https://t.me/c/1287712664/190990
5. Josef Kristian Pakku @ChillEnjoyRelaxxx (Kasir KC Jayapura)
https://t.me/c/1287712664/190991
6. Mirrotul Khaya @khayamirrotul (PATT Penagihan KC Selong)
https://t.me/c/1287712664/190997
7. Yuki Halik @yukihalik (Kepala Kabupaten Kepulauan Sula KC Ternate)
https://t.me/c/1287712664/191011
8. Melysa Ripka Aritonang @melysaripka (Kepala Kabupaten Bengkulu Tengah KC Bengkulu)
https://t.me/c/1287712664/191012
9. Dani Aji Nugraha @daniajin (Staf SDM dan Umum KC Kotabumi)
https://t.me/c/1287712664/191015
10. Zulfa Fitriana @zulfafit (PATT Petugas Pemeriksa KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191022
11. Zulkifli Thaib @ZulkifliThaib (PATT KPI Kab. Bolaang Mongondow Selatan KC Tondano)
https://t.me/c/1287712664/191033
12. Nur Afriyanthi @nurafriyanthi (Staf EPP KC Waingapu)
https://t.me/c/1287712664/191046
13. Ari Andang Pratiwi @rhie_andang (Staf Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan KC Pekalongan)
https://t.me/c/1287712664/191049
14. Ana Satria @Anaasatria (PATT Frontliner KC Lubuklinggau)
https://t.me/c/1287712664/191087
15. Ikya Ulumudin @Ikya_Ulumudin (Kepala Kabupaten Pasuruan KC Pasuruan)
https://t.me/c/1287712664/191089
16. Yani Handayani @ynhanda (Koordinator Frontliner KC Sumedang)
https://t.me/c/1287712664/191094
17. Fransiskus @Franshs14 (PATT Petugas Pemeriksa KC Kotabumi)
https://t.me/c/1287712664/191096
18. Atmi Mesra @AmyZaramly (Kepala Kabupaten Bengkalis KC Dumai)
https://t.me/c/1287712664/191101
19. Meryta Rondonuwu @MerytaOR (Kepala KC Ternate)
https://t.me/c/1287712664/191104
20. Maria Inggrid E.S Ataupah @Ingeesss (PATT FL Kab Malaka KC Atambua)
https://t.me/c/1287712664/191105
21. Ikhwan Ashari @Dungoae (Staf Kepesertaan dan Penagihan Kab. Lanny Jaya KC Wamena)
https://t.me/c/1287712664/191108
22. Abriadi @Ady_Dech (Staf PMPF Kab Kepulauan Tanimbar KC Ambon)
https://t.me/c/1287712664/191118
23. Adli Hamid Ibrahim @adlihamid25 (PATT RO KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191119
24. Nonie Erinda @nonierinda (Relationship Officer KC Kupang)
https://t.me/c/1287712664/191120
25. Siti Munawaroh @noknoe (PATT Telecolecting KC Cirebon)
https://t.me/c/1287712664/191125
26. Aprilia Rizki Saputri @apriliaaya (PATT SDM dan Umum KC Surakarta)
https://t.me/c/1287712664/191126
27. Resti Safar @restisafar (PATT SDM Umum KC Parepare)
https://t.me/c/1287712664/191127
28. Sri Putri Wulandari @sriputri_wulandari (PATT Pemeriksa KC Solok)
https://t.me/c/1287712664/191142
29. Nurul Khicmah @nurulkhicmah (PATT FL KC Palopo)
https://t.me/c/1287712664/191143
30. Dewi Lestari Malau @BuMalau (Koordinator EP3RS KC Kisaran)
https://t.me/c/1287712664/191147
31. Annisa Qurratu Ain @annisaqurratuain (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191167
32. Pintara Dinda Syahjada @Pintaradinda (PATT SDMUK KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191168
33. Syahrul @Syahrulzulfikar (PATT Staf Kerja Sama Faskes KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191170
34. Dewi Shinta @shintakanmembawamu (PATT FL KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191176
35. Erwin Prayoga @gagaruda (PATT FL KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191182
36. Rendy Eko Priyanto @TungguPapaPulang (Staf Administrasi Kepesertaan KC Polewali)
https://t.me/c/1287712664/191183
37. Alwi Mu'ammar @Alwi_Muammar (PATT Tellecollecting KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191185
38. Amelya Sibarani @amelyasibarani (PATT RO KC Kisaran)
https://t.me/c/1287712664/191187
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
MENIKMATI PROSES โ
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Ini salah satu buku untuk belajar menggambar, harganya 110 yen (sekitar 13 ribu rupiah), tebal sekitar 60 halaman. Yang menarik dari buku ini adalah susunan strukturnya dari awal mengajarkan basicnya, lalu naik ke level tingkat lanjut.
Dalam pendidikan, salah satu hal yang terpenting adalah melalui proses mulai dari dasar, lalu naik level sedikit demi sedikit. Jangan sampai mendidik agar seseorang dengan berusaha memaksa naik, jika level dasarnya belum memadai. Ibarat belum paham pertambahan, sudah ingin belajar perkalian, pangkat, dll.
Ini juga saya pelajari dari sensei-sensei saya di sini, yang ketika memberikan bahan belajar, nggak langsung semuanya, tapi dikasih bertahap. Kalau dikasih segelondongan untuk otodidak apalagi tanpa penjelasan tahapannya, akan berisiko menyebabkan kesalah pahaman. Pendidik, terutama pada tingkat pendidikan tinggi di mana skill pengembangan ilmu lebih utama dari sekadar keterampilan seharusnya menerapkan hal-hal seperti ini.
Kesalahan memang hal yang wajar, tetapi jika kesalahan tersebut adalah masalah level dasar, ini akan menyebabkan banyak masalah di kemudian hari. Makanya, proses mempelajari sesuatu yang dasar itu lebih panjang, daripada tingkat lanjut.
Apa yang terjadi jika tidak memahami yang dasar secara komperehensif? Manipulasi. Ketika hasil tidak sesuai harapan, alih-alih mencari kesalahan untuk memperbaikinya, yang ada malah menutupi kesalahan.
Maka dari itu, kita perlu paham bahwa proses belajar itu panjang. Nggak ada orang yang paham dan terampil dalam proses yang sebentar.
Ingat, orang yang rawan menjadi korban kecelakaan lalu lintas bukanlah mereka mengendarai dengan kecepatan tinggi, melainkan mereka yang mengendarai dengan kecepatan tinggi pada jalan yang tak biasa mereka lalui, dan akselerasi yang tidak konstan dan stabil. Santai saja....
#INISIATIF
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Ini salah satu buku untuk belajar menggambar, harganya 110 yen (sekitar 13 ribu rupiah), tebal sekitar 60 halaman. Yang menarik dari buku ini adalah susunan strukturnya dari awal mengajarkan basicnya, lalu naik ke level tingkat lanjut.
Dalam pendidikan, salah satu hal yang terpenting adalah melalui proses mulai dari dasar, lalu naik level sedikit demi sedikit. Jangan sampai mendidik agar seseorang dengan berusaha memaksa naik, jika level dasarnya belum memadai. Ibarat belum paham pertambahan, sudah ingin belajar perkalian, pangkat, dll.
Ini juga saya pelajari dari sensei-sensei saya di sini, yang ketika memberikan bahan belajar, nggak langsung semuanya, tapi dikasih bertahap. Kalau dikasih segelondongan untuk otodidak apalagi tanpa penjelasan tahapannya, akan berisiko menyebabkan kesalah pahaman. Pendidik, terutama pada tingkat pendidikan tinggi di mana skill pengembangan ilmu lebih utama dari sekadar keterampilan seharusnya menerapkan hal-hal seperti ini.
Kesalahan memang hal yang wajar, tetapi jika kesalahan tersebut adalah masalah level dasar, ini akan menyebabkan banyak masalah di kemudian hari. Makanya, proses mempelajari sesuatu yang dasar itu lebih panjang, daripada tingkat lanjut.
Apa yang terjadi jika tidak memahami yang dasar secara komperehensif? Manipulasi. Ketika hasil tidak sesuai harapan, alih-alih mencari kesalahan untuk memperbaikinya, yang ada malah menutupi kesalahan.
Maka dari itu, kita perlu paham bahwa proses belajar itu panjang. Nggak ada orang yang paham dan terampil dalam proses yang sebentar.
Jadi, nikmati prosesnya, jangan terburu-buru, nggak usah terlalu ambisi ingin cepat-cepat memperoleh semuanya. Membangun dasar yang kuat, naik perlahan secara rasional, lebih bertahan lama.
Ingat, orang yang rawan menjadi korban kecelakaan lalu lintas bukanlah mereka mengendarai dengan kecepatan tinggi, melainkan mereka yang mengendarai dengan kecepatan tinggi pada jalan yang tak biasa mereka lalui, dan akselerasi yang tidak konstan dan stabil. Santai saja....
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐2
SOPIR TAKSI YANG JUJUR ๐ซก
Di Tokyo seorang pria naik taksi. Karena kendala bahasa, dia tidak bisa berkata banyak, kecuali menyebutkan nama tempat yang ingin dia datangi. Sopir taksi mengerti, ia mengangguk, dan dengan hormat membukakan pintu bagi penumpang untuk masuk, yang merupakan bagian dari budaya mereka.
Saat perjalanan dimulai, sopir taksi menyalakan argo, lalu setelah beberapa saat mematikannya, dan kemudian menyalakannya kembali. Penumpang itu bingung tetapi tetap diam karena kendala bahasa. Sesampainya di kantor yang ia datangi, dia bertanya kepada orang-orang yang menyambutnya, "Coba tanyakan kepada sopir taksi mengapa dia mematikan meteran selama beberapa waktu selama perjalanan."
Ketika mereka bertanya kepada sang pengemudi, ia menjawab, "Saya melakukan kesalahan di jalanan tadi. Saya melewati belokan yang seharusnya saya ambil, dan belokan berikutnya yang harus saya ambil cukup jauh. Karena kesalahan saya, kami harus menempuh jarak tambahan dua hingga dua setengah kilometer. Selama waktu itu, saya mematikan meteran. Saya tidak dapat membebankan biaya kepada penumpang untuk jarak yang bertambah karena kesalahan saya."๐
Oleh: Satria Dharma
#INISIATIF
Di Tokyo seorang pria naik taksi. Karena kendala bahasa, dia tidak bisa berkata banyak, kecuali menyebutkan nama tempat yang ingin dia datangi. Sopir taksi mengerti, ia mengangguk, dan dengan hormat membukakan pintu bagi penumpang untuk masuk, yang merupakan bagian dari budaya mereka.
Saat perjalanan dimulai, sopir taksi menyalakan argo, lalu setelah beberapa saat mematikannya, dan kemudian menyalakannya kembali. Penumpang itu bingung tetapi tetap diam karena kendala bahasa. Sesampainya di kantor yang ia datangi, dia bertanya kepada orang-orang yang menyambutnya, "Coba tanyakan kepada sopir taksi mengapa dia mematikan meteran selama beberapa waktu selama perjalanan."
Ketika mereka bertanya kepada sang pengemudi, ia menjawab, "Saya melakukan kesalahan di jalanan tadi. Saya melewati belokan yang seharusnya saya ambil, dan belokan berikutnya yang harus saya ambil cukup jauh. Karena kesalahan saya, kami harus menempuh jarak tambahan dua hingga dua setengah kilometer. Selama waktu itu, saya mematikan meteran. Saya tidak dapat membebankan biaya kepada penumpang untuk jarak yang bertambah karena kesalahan saya."๐
Oleh: Satria Dharma
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3๐2โคโ๐ฅ1
PERFEKSIONIS ๐
Oleh: Iwan Kusworo
Seorang filsuf kelahiran Swiss bernama Jean-Jacques Rousseau pernah menuliskan:
Sebuah survei di tahun 2018 mengungkapkan bahwa 90% CEO mengaku bahwa rasa takut akan kegagalan membuat mereka sering terjaga di tengah malam.
Sungguh ironis ketika kita mengetahui bahwa orang-orang yang sering merasa takut akan kegagalan justru kesulitan untuk merasakan kebahagiaan atas keberhasilan yang telah mereka raih. Selalu ada rasa cemas yang menanti di setiap momen penting dalam perjalanan hidup mereka. What if I fail next time? (Bagaimana jika lain kali saya gagal?)
Tanpa disadari, mereka menjadi seorang perfeksionis, yang melihat kesuksesan bukan sebagai usaha untuk โmelakukan sesuatu dengan baik,โ melainkan sebagai usaha untuk โtidak melakukan sesuatu dengan buruk/gagal.โ Kegagalan tidak pernah ada dalam kamusnya.
Seorang perfeksionis juga merasa dirinya memiliki keahlian/pengetahuan yang lebih tinggi, standar yang lebih tinggi, dan juga kemampuan untuk meraih keberhasilan yang lebih besar dibandingkan orang lain.
Kesuksesan di masa sekarang sering dipandang sebagai sesuatu yang bersifat โpositional,โ yang artinya bisa meningkatkan posisi seseorang dalam hirarki sosial. Namun, banyak pakar ilmu sosial selama satu dekade ini berpendapat bahwa apapun yang bersifat positional tidak akan bisa memberikan dampak pada kebahagiaan. Harta dan popularitas adalah beberapa diantaranya.
Buku apa yang Anda baca hari ini?โค๏ธ
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Iwan Kusworo
Seorang filsuf kelahiran Swiss bernama Jean-Jacques Rousseau pernah menuliskan:
โI was not afraid of punishment. I was only afraid of disgrace; and that I feared more than death, more than crime, more than anything else in the world.โ
โAku tidak takut akan hukuman. Aku hanya takut akan rasa malu (atas kegagalan); dan itu yang aku takuti lebih dari kematian, lebih dari kejahatan, lebih dari apapun di dunia ini.โ
Sebuah survei di tahun 2018 mengungkapkan bahwa 90% CEO mengaku bahwa rasa takut akan kegagalan membuat mereka sering terjaga di tengah malam.
Sungguh ironis ketika kita mengetahui bahwa orang-orang yang sering merasa takut akan kegagalan justru kesulitan untuk merasakan kebahagiaan atas keberhasilan yang telah mereka raih. Selalu ada rasa cemas yang menanti di setiap momen penting dalam perjalanan hidup mereka. What if I fail next time? (Bagaimana jika lain kali saya gagal?)
Tanpa disadari, mereka menjadi seorang perfeksionis, yang melihat kesuksesan bukan sebagai usaha untuk โmelakukan sesuatu dengan baik,โ melainkan sebagai usaha untuk โtidak melakukan sesuatu dengan buruk/gagal.โ Kegagalan tidak pernah ada dalam kamusnya.
Seorang perfeksionis juga merasa dirinya memiliki keahlian/pengetahuan yang lebih tinggi, standar yang lebih tinggi, dan juga kemampuan untuk meraih keberhasilan yang lebih besar dibandingkan orang lain.
Kesuksesan di masa sekarang sering dipandang sebagai sesuatu yang bersifat โpositional,โ yang artinya bisa meningkatkan posisi seseorang dalam hirarki sosial. Namun, banyak pakar ilmu sosial selama satu dekade ini berpendapat bahwa apapun yang bersifat positional tidak akan bisa memberikan dampak pada kebahagiaan. Harta dan popularitas adalah beberapa diantaranya.
โWealth is like sea-water; the more we drink, the thirstier we become, and the same is true of fame.โ
(Kekayaan itu seperti air laut; semakin banyak kita minum, semakin haus kita, dan hal yang sama berlaku untuk ketenaran)
~ Arthur Schopenhauer, 1851.
Buku apa yang Anda baca hari ini?
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Mempertimbangkan beberapa hal, kami memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu penyelesaian tulisan dalam storytelling challenge ATE maks selama 2 hari hingga Minggu, 16 Februari 2025 (23.59 WIB).
Semoga info ini dapat memudahkan rekan-rekan yang sedari kemarin memang sudah berkutat di Bab NIAT namun dalam sepekan yang lalu masih terkendala dengan jadwal agenda kegiatan yang sangat padat. Juknisnya masih sama, klik di sini
Note: Jumlah tulisan inspirasi yang masuk s.d saat ini berjumlah 38 tulisan (update 22.00 WIB)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Berikut rekap Daftar Peserta akhir Storytelling Challenge
39. Wulan Kristiana @wulankristiana (Staf Penjaminan Manfaat dan Pengelolaan Faskes KC Denpasar)
https://t.me/c/1287712664/191190
40. Nelrahmi @Nelrahmi (Kabag Yanfaskes KC Payakumbuh)
https://t.me/c/1287712664/191191
41. Wahyu Ediningtias @WahyuEdiningtias (Staf SDM dan Umum KC Pamekasan)
https://t.me/c/1287712664/191192
42. Sylvana Dyna @sylvana (Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Labuhanbatu KC Kisaran)
https://t.me/c/1287712664/191213
43. Ridho Mardatilah @ridhomardatilah (Staf PMPF KC Malang)
https://t.me/c/1287712664/191218
44. Nur Imam Rhamdani @Bismillah_Jabar_Aamiin (Koordinator EP3RS KC Tondano)
https://t.me/c/1287712664/191219
45. Asyraf Mursalina @asyraf_mursalina (Asdep Evaluasi Kinerja dan Pelaporan Organisasi, PEO)
https://t.me/c/1287712664/191224
46. Baihaqi Ramzi @arukube (Staf Kerja Sama Faskes KC Medan)
https://t.me/c/1287712664/191225
Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dan rekan-rekan selindo untuk berbagi kisah inspirasi, selanjutnya kini giliran panitia tim penilai yang akan bekerja memilih 10 tulisan terbaik daripada 46 yang terbaik
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Steal Like an Artist ๐ฒ๐จ
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Sudah lama banget mencari buku ini, tapi baru hari ini menemukannya. Banyak kutipan-kutipan dari buku ini yang membuat saya penasaran ingin membacanya.
Salah satu favorit saya adalah yang ini: Bila ada dua atau tiga hal yang kamu minati, jangan merasa harus memilih. Sebagai laki-laki, saya meyakini bahwa laki2 harus punya hobi, apa saja boleh, asal jangan yang buruk, hehehe.
Hobi-hobi ini nantinya akan menjadi pelarian, tapi bukan dalam arti melarikan diri dari tanggung jawab, melainkan sebagai tempat beristirahat dari pekerjaan, masalah, dan segala hal yang menuntut seseorang untuk terus fokus.
Kalau ditanya, hobi saya apa? Dari dulu, hanya dua: membaca dan bermain game.
Tapi jangan salah, kedua hobi ini pun berevolusi, melahirkan hobi-hobi baru. Misalnya, menulis di media sosial. Kok bisa? Karena membaca memperkaya pengetahuan saya, sementara bermain game melatih saya berpikir lebih kompleks, menghubungkan berbagai fakta, memahami pola, dan mengintegrasikannya menjadi suatu pemahaman baru.
Dari situlah saya belajar bahwa kreativitas sering kali lahir dari menghubungkan hal-hal yang sebelumnya tampak terpisah.
Ini juga selaras dengan gagasan dalam Steal Like an Artist, bahwa tidak ada ide yang benar-benar orisinal, tetapi kita dapat mengumpulkan, memodifikasi, dan mengombinasikan inspirasi dari berbagai sumber untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Jadi, kalau punya lebih dari satu minat, jangan buru-buru menganggapnya sebagai gangguan. Bisa jadi, itulah yang akan membentuk identitas kreatif kita di masa depan. Siapa yang tahu? Hehehe
#INISIATIF
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Sudah lama banget mencari buku ini, tapi baru hari ini menemukannya. Banyak kutipan-kutipan dari buku ini yang membuat saya penasaran ingin membacanya.
Salah satu favorit saya adalah yang ini: Bila ada dua atau tiga hal yang kamu minati, jangan merasa harus memilih. Sebagai laki-laki, saya meyakini bahwa laki2 harus punya hobi, apa saja boleh, asal jangan yang buruk, hehehe.
Hobi-hobi ini nantinya akan menjadi pelarian, tapi bukan dalam arti melarikan diri dari tanggung jawab, melainkan sebagai tempat beristirahat dari pekerjaan, masalah, dan segala hal yang menuntut seseorang untuk terus fokus.
Kalau ditanya, hobi saya apa? Dari dulu, hanya dua: membaca dan bermain game.
Tapi jangan salah, kedua hobi ini pun berevolusi, melahirkan hobi-hobi baru. Misalnya, menulis di media sosial. Kok bisa? Karena membaca memperkaya pengetahuan saya, sementara bermain game melatih saya berpikir lebih kompleks, menghubungkan berbagai fakta, memahami pola, dan mengintegrasikannya menjadi suatu pemahaman baru.
Dari situlah saya belajar bahwa kreativitas sering kali lahir dari menghubungkan hal-hal yang sebelumnya tampak terpisah.
Ini juga selaras dengan gagasan dalam Steal Like an Artist, bahwa tidak ada ide yang benar-benar orisinal, tetapi kita dapat mengumpulkan, memodifikasi, dan mengombinasikan inspirasi dari berbagai sumber untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Jadi, kalau punya lebih dari satu minat, jangan buru-buru menganggapnya sebagai gangguan. Bisa jadi, itulah yang akan membentuk identitas kreatif kita di masa depan. Siapa yang tahu? Hehehe
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1