Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Mengapa Kita Harus Waspada Terhadap "Anchoring Bias" di Media Sosial? ๐Ÿ‘ฉโ€๐Ÿ’ป

oleh: Wicaksono

Teman-teman, mari kita bayangkan kita sedang berselancar di dunia media sosial. Semua orang di sini pasti pernah membuka ponsel, melihat berita, atau mungkin membaca postingan teman, bukan?

Nah, pernahkah teman-teman merasa langsung percaya pada informasi pertama yang kalian baca, meskipun belum tahu kebenarannya? Itulah yang disebut dengan anchoring bias.

Anchoring bias adalah kecenderungan seseorang untuk terlalu bergantung pada informasi awal (atau "anchor") ketika membuat keputusan atau menilai sesuatu, bahkan jika informasi awal tersebut kurang relevan atau akurat. Bias ini biasanya terjadi secara tidak sadar, memengaruhi cara seseorang memahami situasi atau membuat pilihan.

Contoh Anchoring Bias

Bayangkan kita sedang berjalan di pasar. Tiba-tiba seorang penjual buah menawarkan dagangannya. "Mangga ini harganya Rp100 ribu per kilo, tapi untuk Mbaknya yang cantik, saya kasih Rp80 ribu."

Apa yang kalian pikirkan? Pasti merasa mendapat diskon besar, kan? Padahal, harga mangga di tempat lain mungkin cuma Rp50 ribu.

Nah, di sinilah otak kita bermain dengan "anchor" atau titik acuan pertama, yaitu Rp100 ribu tadi.

Di media sosial, hal yang sama terjadi. Saat kalian membaca sebuah judul berita sensasional, misalnya, "Artis A Menghina Artis B!", kalian langsung terpengaruh sebelum membaca isi beritanya.

Judul itu menjadi "anchor" yang membentuk pendapat kalian. Padahal, setelah dibaca, mungkin ternyata itu hanya kesalahpahaman.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak kasus lain yang memicu anchoring bias.

Daniel Kahneman. Dalam bukunya "Thinking, Fast and Slow", menjelaskan bahwa otak kita punya dua cara kerja: yang cepat dan instan (System 1), serta yang pelan tapi cermat (System 2).

Saat kita melihat informasi awal, otak kita yang cepat langsung menganggapnya benar, tanpa sempat berpikir panjang. Itu sebabnya anchoring bias sering muncul.

Rolf Dobelli, penulis buku "The Art of Thinking Clearly", menjelaskan, bias seperti ini sering membuat kita salah mengambil keputusan. Misalnya, kita berpikir sesuatu itu mahal atau murah hanya karena melihat harga pertama yang ditawarkan, bukan karena membandingkannya dengan fakta.

Nah, bayangkan jika semua orang di Indonesia terkena anchoring bias. Berita palsu jadi makin cepat menyebar. Opini yang salah jadi kebenaran di mata banyak orang.

Hasilnya? Konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi malah meletus.

Bagaimana Menghindari Bias Ini?

Pertama, jangan percaya pada satu sumber saja. Pastikan berita yang kalian baca benar. Check and recheck.

Jangan mudah terpancing judul click bait. Terkadang, judul berita sengaja dibuat mencolok agar kita penasaran. Jadi, baca isi berita sampai habis, ya!

Sebelum menyebarkan informasi, tanyakan ke diri sendiri, "Apakah ini masuk akal?" Saring sebelum sharing.

Setiap kali selesai mengonsumsi konten di media sosial, ambil waktu untuk berpikir sebelum memutuskan sesuatu. Tahan jari dan jempol.

Begitulah, teman-teman, sekarang kalian tahu kenapa kita harus berhati-hati dengan informasi pertama yang kita lihat.

Ingat, media sosial itu seperti samudra luas. Banyak yang indah, tapi ada juga yang berbahaya. Kalau kita bisa menggunakan otak kita dengan cermat, kita akan menjadi pelayar yang bijak di dunia digital.

Siap jadi pengguna media sosial yang cerdas?

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘4
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
APA?! BPJS BUBAR?!! ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ญ

๐Ÿ“น
Arif Muhammad

Cemana gak kaya kesambar petir mak beti dengar orang ngomong gitu. Udah jelas banyak kali yang kebantu gara- gara BPJS lo nakkuu.

#bpjskesehatan #bpjsmilikkita

INSTAGRAM:
https://www.instagram.com/reel/DFW1cZky2mg/?igsh=MXI0eWY0bzd5ZnA4cQ==

TIKTOK:
https://vt.tiktok.com/ZS6WGmc91
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ10
Kisah DeepSeek: Sang Pemain Baru dalam Kompetisi AI Dunia ๐Ÿ”ฅ

oleh: Wicaksono

Bayangkan sebuah perlombaan maraton besar yang diikuti oleh pelari-pelari tercepat dari seluruh dunia. Selama bertahun-tahun, pelari dari Amerika Serikat, seperti OpenAI dan Google, selalu mendominasi. Mereka memiliki sepatu teknologi canggih dan pelatih terbaik.

Suatu hari, seorang pelari dari Tiongkok yang tidak banyak dikenal, DeepSeek, muncul. Ia tidak memiliki sepatu mahal atau pelatih terbaik, tetapi entah bagaimana ia berlari lebih cepat, lebih jauh, dan dengan tenaga yang lebih sedikit.

DeepSeek pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 2025 oleh Liang Wenfeng, seorang visioner dan pendiri perusahaan ini. Sebelum mendirikan DeepSeek, Liang Wenfeng adalah seorang analis keuangan yang sukses di dunia hedge fund melalui perusahaannya, High-Flyer. Namun, hatinya tertarik pada teknologi, khususnya kecerdasan buatan. Ia melihat AI bukan hanya sebagai alat untuk menghasilkan uang, tetapi sebagai solusi untuk menjawab tantangan besar dunia, seperti efisiensi energi dan akses teknologi yang lebih inklusif.

Perjuangan Liang dan DeepSeek

Jalan menuju sukses DeepSeek penuh liku. Liang Wenfeng dan timnya bekerja di tengah keterbatasan teknologi akibat sanksi dari Amerika Serikat yang melarang ekspor chip canggih ke Tiongkok. Bayangkan seperti membangun mesin balap hanya dengan peralatan sederhanaโ€”itulah tantangan mereka. Namun, alih-alih menyerah, Liang memimpin timnya untuk menemukan cara baru.

Tim DeepSeek terdiri dari para insinyur muda berbakat dari universitas-universitas top Tiongkok. Mereka bekerja siang dan malam, bereksperimen dengan cara yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Salah satu inovasi terbesar mereka adalah menciptakan arsitektur AI yang sangat hemat energi, yang mereka sebut sebagai Multi-head Latent Attention. Teknologi ini memungkinkan DeepSeek untuk memproses data besar tanpa menghabiskan banyak sumber daya. Ibarat mobil yang bisa menempuh jarak ratusan kilometer hanya dengan satu liter bensin.

Liang juga memutuskan untuk membuat DeepSeek open-source. Ini adalah langkah yang berani, karena biasanya perusahaan teknologi besar menjaga model mereka seperti harta karun. Namun, Liang percaya bahwa pengetahuan adalah milik bersama, dan dengan membagikannya, DeepSeek bisa tumbuh lebih cepat dengan bantuan komunitas global.

Peluncuran DeepSeek dan Dampaknya

Saat DeepSeek diluncurkan, dunia seolah berhenti sejenak. Model AI mereka, yang lebih cerdas, lebih hemat energi, dan jauh lebih murah, langsung menarik perhatian.

Bagi banyak perusahaan kecil, terutama di negara berkembang, DeepSeek menjadi jalan keluar dari dominasi teknologi mahal buatan Barat. Seperti seorang anak desa yang tiba-tiba mengalahkan juara dunia, peluncuran DeepSeek mematahkan anggapan bahwa hanya perusahaan besar yang bisa menguasai AI.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat, seperti Nvidia, Google, dan Microsoft, panik. Saham mereka jatuh, dan investor mulai mempertanyakan apakah dominasi mereka dalam dunia AI bisa bertahan.

Banyak yang menyebut fenomena ini sebagai โ€œmomen Sputnikโ€ bagi AI, merujuk pada kejutan dunia ketika Uni Soviet meluncurkan satelit pertama ke luar angkasa.

Bersambung part 2 ๐Ÿ‘‡
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘1
Lanjut part 2

Kunci Sukses DeepSeek

Ada tiga hal utama yang membuat DeepSeek begitu luar biasa:

1. Efisiensi Teknologi: Mereka berhasil menciptakan model AI yang hemat energi dan tetap sangat canggih. Analogi sederhananya, jika model AI lain adalah mobil sport yang boros bahan bakar, DeepSeek adalah sepeda listrik yang bisa melaju jauh hanya dengan sedikit daya.

2. Keberanian Liang Wenfeng: Keputusan untuk membuat DeepSeek open-source membuka pintu kolaborasi global. Ini seperti membuka perpustakaan gratis bagi siapa saja yang ingin belajar dan berinovasi, sehingga DeepSeek berkembang lebih cepat.

3. Ketekunan Tim: Para insinyur muda di DeepSeek, meskipun bekerja dengan keterbatasan, memiliki semangat dan rasa kebanggaan nasional yang mendorong mereka untuk terus maju.

Kompetisi AI Dunia: Masa Depan yang Baru

Fenomena DeepSeek telah mengubah cara dunia memandang AI. Selama ini, perlombaan AI didominasi oleh dua โ€œtim besarโ€: Barat, yang diwakili Amerika Serikat dan Eropa, dan Timur, yang diwakili Tiongkok.

DeepSeek menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu datang dari pemain besar dengan sumber daya melimpah. Justru dalam keterbatasan, lahir solusi-solusi baru yang bisa mengguncang dunia.

Dampak dari peluncuran DeepSeek tidak hanya terasa di dunia bisnis, tetapi juga dalam hal sosial. Dengan biaya yang murah dan akses terbuka, DeepSeek memungkinkan lebih banyak negara, komunitas, dan individu untuk menggunakan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.

Inspirasi dari DeepSeek

Cerita DeepSeek adalah pengingat bahwa dalam dunia teknologi, siapa saja bisa menjadi inovator besar, asalkan mereka memiliki visi, keberanian, dan kemauan untuk bekerja keras. Liang Wenfeng dan timnya menunjukkan bahwa tantangan bukanlah penghalang, tetapi justru peluang untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.

Kini, dunia menantikan langkah DeepSeek berikutnya. Apakah mereka akan terus memimpin, ataukah para raksasa teknologi lainnya akan menemukan cara untuk kembali ke puncak? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi satu hal pasti: DeepSeek telah membuka babak baru dalam sejarah kecerdasan buatan dunia. (*)

#INISIATIF
๐Ÿ‘1
FLUID INTELLIGENCE VS CRYSTALLIZED INTELLIGENCE ๐Ÿง 

Oleh: Iwan Kusworo


Seorang psikolog asal Inggris bernama Raymond Cattel, pada tahun 1971 pernah menulis buku berjudul Abilities: Their Structure, Growth, and Action.

Di bukunya dia membahas tentang dua tipe kecerdasan (intelligence), yaitu:

1. Fluid intelligence (kecerdasan cair)
2. โ Crystallized intelligence (kecerdasan padat/kristal)


Fluid intelligence adalah kemampuan untuk menganalisa, berpikir secara fleksibel, dan memecahkan masalah yang sulit. Seringkali dihubungkan dengan keahlian membaca dan ilmu matematika. Seorang inovator biasanya memiliki fluid Intelligence yang tinggi. Kecerdasan tipe ini akan mencapai puncaknya di usia 20-an dan akan menurun dengan cepat dimulai di usia pertengahan 30-an atau 40-an.

Sedangkan crystallized intelligence adalah kemampuan dalam menggunakan pengetahuan yang dimiliki di masa lalu. Ibaratnya seorang petugas perpustakaan di sebuah perpustakaan tua yang tahu di mana letak buku-buku yang ingin dicarinya.

Berbeda dengan fluid Intelligence yang bisa muncul sejak seseorang masih kecil, crystallized intelligence terbentuk belakangan, dan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Akan ada penurunan memang, namun biasanya itu lebih karena kondisi fisik yang mulai menurun.

Seorang filsuf Romawi, Marcus Tullius Cicero, dalam surat terbuka kepada putranya, dia menyampaikan tiga hal tentang โ€œusia tua":

Yang pertama, usia tua seharusnya didedikasikan untuk pelayanan, bukan untuk bermalas-malasan. Kedua, berkah terbesar di usia tua adalah memiliki kearifan (wisdom), di mana hasil pembelajaran dan pemikiran seseorang bisa digunakan untuk memperkaya wawasan orang lain. Dan ketiga, kemampuan alamiah seseorang di titik ini adalah memberikan nasihat dan petuah. Aktifitas coaching, mentoring, dan mengajarkan sesuatu ke orang lain adalah beberapa contoh nyatanya.

Dari sini mungkin bisa dijadikan perenungan buat kita semua jika topik ini dihubungkan dengan diversity (keberagaman), terutama yang terkait โ€œusia.โ€ Apakah "senior employee" di sekitar kita selama ini sudah ditempatkan pada tugas-tugas yang sesuai dengan tahapan tipe kecerdasan yang saat ini mereka miliki?

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ†1
Info Podium Very Late Post ๐Ÿฅน

Kebanggaan kita bersama kakak @desisantikas yang berhasil keluar sebagai 1st Winner 21K Women Open dalam Tahura Trail Running Race 2025๐Ÿฅ‡๐Ÿ†
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ3๐Ÿ†1
Rasa Iri, Muncul dari Kompetisi ๐Ÿ‘€

oleh: Muhammad Farid Maricar

Kebanyakan orang mungkin tidak sadar, tapi pada umumnya rasa iri itu datang justru karena kita memiliki kesamaan dengan orang lain. Jarang ada ceritanya pengemis yang iri pada triliuner, yang ada adalah pengemis yang iri pada pengemis yang dapat lebih banyak.

Fenomena ini menunjukkan bahwa rasa iri sering kali lebih dipengaruhi oleh kedekatan sosial daripada jarak yang jauh. Kita cenderung membandingkan diri dengan orang-orang yang berada dalam lingkaran yang sama, misalnya dalam profesi, lingkungan, atau bahkan teman sebaya. Seorang dosen cemburu kepada sesama dosen, guru cemburu kepada sesama guru, selebritis cemburu kepada selebritis lain, dll.

Mengapa demikian? Karena kesamaan menciptakan standar pembanding yang lebih relevan. Jika kita melihat seseorang yang "mirip" dengan kita berhasil lebih jauh, kita merasa bahwa kesuksesan mereka adalah sesuatu yang juga seharusnya bisa kita capai.

Budaya kompetisi yang ada dalam struktur sosial sering kali memperkuat pola ini. Sistem yang mendorong individu untuk terus bersaing demi pencapaian dan pengakuan, tanpa sadar menumbuhkan benih rasa iri.

Dalam lingkup kerja, misalnya, keberhasilan seorang rekan bisa dirasa mengancam posisi kita sendiri, alih-alih memotivasi. Dalam komunitas yang lebih kecil, seperti lingkungan akademik, rasa iri terhadap kolega dapat menciptakan atmosfer yang kurang mendukung, bahkan merusak.

Jika dibiarkan tanpa pengelolaan, rasa iri dapat berujung pada berbagai dampak negatif, semisal hubungan sosial yang terganggu, fokus kepada orang lain dibanding diri sendiri, dan tentunya lingkungan yang penuh dengan tekanan dan tidak harmonis.

Saya pribadi, berusaha senantiasa belajar agar menghilangkan rasa iri dengan pencapaian orang lain, karena saya senantiasa menanamkan pencegahan untuk berkompetisi dengan orang lain. Misalnya dengan cara memberikan pujian bagi orang lain saat ada hal tertentu yang didapatkannya.

Orang lain mau dapat apa, saya nggak pusing, kecuali kalau mereka dapat dengan cara yang jelek dan zalim semisal korupsi, menjilat, dan semisalnya, semoga Allah balas dengan kejelekan yang setimpal dunia akhirat.

Alih-alih berkompetisi dengan orang lain, saya lebih senang untuk belajar bagaimana caranya untuk mendapatkan apa yang mereka miliki, selama mereka dapat dengan cara yang baik tentunya.

Karena bagaimana pun juga tiap orang punya rezekinya masing-masing yang tentunya itu semua adalah pembagian dari Allah.

Sumber foto : Buku The Conquest of Happiness by Bertrand Russell

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘4
Kompetisi tiada pemenang ๐Ÿ˜ญ

Si Agus, bangga banget dapat gaji 3 juta per bulan, "Gue dong gajinya tinggi, kamu cuma dapat 500.000 sebulan kan?". Si Agus dengan PD-nya posting di akun medsos. Nyombong.

Nasib. Temannya si Budi reply komen. "Agus agus.... Elu 3 juta per bulan sudah nyombong? Lah gue, gajinya dua digit, sebulan dapat 40 juta. Gaji elu setahun cuma kerja gw sebulan. Hahaha."

Hanya bertahan 5 menit kesombongan Budi, netizen lain, Si Bambang tidak mau kalah. Dia ikutan posting, "Gaji saya itu di LN sebulan 500 juta, gaes. Itu bahkan termasuk kecil sebenarnya." Gaya dong si Bambang pamer, sambil sok merendah. Daaan takjub netizen followernya, like like like, wuih keren 500 juta sebulan. Setahun berarti 6 milyar.

Masalahnya, saat postingan itu lewat di depan Si Tono yg pengusaha. Si Tono langsung tertawa. Bambang oh Bambang, kasihan banget deh elu. Gue itu jualan basreng di marketplace untungnya 6 milyar per bulan. Elu kerja setahun, gw cukup ongkang2 kaki sebulan.

Tapi oh tapi, Si Tono ternyata hanya bisa sombong 1-2 menit saja. Karena sejatinya di luar sana, buanyak yg penghasilannya 72 milyar sebulan (setara setahun Tono kerja). Wah wah puluhan ribu orang yg begini. Atlet2 top, penyanyi2 terkenal, pengusaha2, investor, dll dsbgnya.

Lantas apakah yg 72 milyar sebulan bisa sombong? Duh Rabbi, di luar sana, juga ada yg penghasilannya 1 trilyun sebulan. Juga ada yg setahun 12 trilyun. Teruuus saja angkanya naik.

Dan apakah orang2 ini juga bisa sombong? Nggaaak! Di luar sana ada yg penghasilannya 100 trilyun sebulan, dan seterusnya, dan seterusnya.

Inilah kompetisi tiada pemenang. Karena bahkan saat seseorang itu penghasilannya 1000 trilyun sebulan. Saat dia mati, serupiah pun tdk akan dia bawa. Jangankan piala, penghargaan, award, sekantong ciki pun TIDAK dia bawa.

Lantas kita masih mau sibuk pamer gaji, juga harta benda receh kita? Duh Rabbi. Pikirkanlah.

Tere Liye

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ€๐Ÿ”ฅ4โค2โœ1
Rilis souvenir kaos dan tote untuk setiap challenge fun and meaningful dari COMMIT ATE sepanjang Tahun 2025. Kedua souvenir ini membawa filosofi perubahan positif masing-masing dan telah siap membersamai Tahun 2025 Sobat ATE hingga jadi makin produktif ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ€๐Ÿ”ฅ1
BERSIAP NAIK LEVEL ๐Ÿ”ฅ

Yakinlah, Tuhan memberikan pertempuran sulit hanya kepada Prajurit yang Terkuat dan Terhebat ๐Ÿ’ช


๐Ÿ“ธ Mengutip arahan Pak Dirum saat arahan Awal Tahun 2025, untuk menjadi pribadi yang dipercaya kita belum cukup hanya memiliki knowledge dan skills saja, kita perlu perkuat diri dengan mindset positif dan Atittude yang baik ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

More Info ๐Ÿ”—

#INISIATIF #GrowthMindset
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
JIKA BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI? ๐Ÿ”ฅ

๐Ÿ“ธ Perubahan berawal dari kamu untuk membantu Bumi yang sedang menjerit minta tolong ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

More Info ๐Ÿ”—

#INISIATIF #EcoOffice
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Objective, Strategy, Tactics ๐ŸฅŠ

Oleh: Iwan Kusworo

Pertarungan legendaris antara Muhammad Ali dan George Foreman pada tahun 1974, yang dikenal sebagai โ€œRumble in the Jungleโ€, lebih dari sekadar pertandingan tinju. Ali, yang lebih tua dan dianggap kurang unggul secara fisik, berhasil mengalahkan Foreman dengan strategi yang cerdik.

Memahami bahwa Foreman adalah petinju yang kuat namun mudah terpancing emosi, Ali merancang sebuah strategi yang akan menguras tenaga lawannya. Ali sengaja memancing Foreman untuk terus menyerang, sementara ia sendiri bertahan dan menghemat energi. Setelah berhasil membuat Foreman kelelahan, Ali melancarkan serangan balik yang mematikan.

Kemenangan Ali ini mengajarkan kita pentingnya memiliki tujuan yang jelas, strategi yang matang, dan taktik yang tepat dalam menghadapi tantangan. Seperti kata Sun Tzu, โ€œStrategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat.โ€ (Strategi tanpa taktik adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan) ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Ali membuktikan bahwa dengan memahami lawan dan merencanakan langkah dengan cermat, kita dapat mengatasi rintangan yang tampak mustahil.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐Ÿ‘1
"Saya tidak tahu" bukanlah pengakuan atas kebodohan, melainkan ekspresi dari kerendahan hati dalam belajar.

Mengakui bahwa kita tidak mengetahui sesuatu menunjukkan kesediaan untuk belajar dan menerima bahwa pengetahuan kita memiliki batas.

"Saya salah" bukanlah pengakuan kegagalan, melainkan bukti integritas dalam proses apapun.

Mengakui kesalahan adalah tanda seseorang yang menghargai kebenaran lebih dari egonya. Hal ini juga menunjukkan rasa rendah hati untuk tumbuh dengan belajar dari kesalahan.

"Saya tidak mengerti" bukanlah tanda tidak mampu, melainkan alasan untuk menambah rasa ingin tahu.

Mengakui ketidakpahaman membuka pintu untuk eksplorasi lebih lanjut dan pencarian pemahaman yang lebih dalam pada suatu hal tertentu.

Ketiga pernyataan ini menggambarkan bahwa sikap rendah hati, jujur, dan penasaran adalah fondasi penting dalam perjalanan intelektual.

Mengakui keterbatasan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang memungkinkan kita untuk terus berkembang.

oleh: Muhammad Farid Maricar

#INISIATIF
โค3๐Ÿ‘1
๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค ๐Ÿ“ฃ

STORYTELLING CHALLENGE:
CONNECT THE DOTS ๐Ÿ’ฏ

โ€œAnda tidak dapat menghubungkan titik-titik di masa depan, Anda hanya dapat menghubungkannya dengan melihat ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa segala titik-titik yang telah berlalu dan saat ini itu kelak akan terhubung di masa depan Andaโ€ ~ Steve Jobs

๐Ÿ—“ Deadline: Jum'at 14 Februari 2025 (Hari ini maks 23.59 WIB)

Yuk Join Storytelling Challenge:
Baca juknis di sini ๐Ÿ“

Join COMMIT Ask The Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan)๐Ÿ“ฑ
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


#INISIATIF #GrowthMindset
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘1
GANBATTE > GOOD LUCK โœŠ

Oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat!

Semalem saya dibikin penasaran sama salah seorang teman tentang buku yang satu ini, "Ganbatte!: The Japanese Art of Always Moving Forward" yang ditulis oleh Albert Lieberman.

Kata pengantar dari buku ini disampaikan oleh Hรฉctor Garcia, co-author dari buku "Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life."

Kalau di budaya barat orang sering menggunakan kalimat "Goodluck!" untuk memberi semangat kepada teman atau rekan kerja yang akan berjuang. Namun "goodluck" terkesan maknanya bergantung pada faktor eksternal (luck/keberuntungan) di mana orang tersebut tidak memiliki kontrol terhadapnya.

Sementara di budaya Jepang, mereka menggunakan kalimat "Ganbatte!" yang bisa diartikan sebagai "Lakukan yang terbaik, jangan menyerah, terus maju," adalah panggilan pada kekuatan dan kemampuan orang tersebut, sehingga hasil yang didapatkan nanti adalah hasil maksimal yang telah diusahakan.

Sepertinya menarik membaca buku ini.

Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ€๐Ÿ”ฅ1
Sepasang suami istri muda pindah ke rumah baru. Keesokan paginya, saat mereka sedang sarapan, wanita muda itu melihat tetangganya menjemur cucian di luar.

"Cucian itu tidak terlalu bersih; dia tidak tahu cara mencuci dengan benar. Mungkin dia butuh sabun bubuk yang lebih bagus." Suaminya memperhatikan, tetap diam.

Setiap kali tetangganya menjemur cuciannya, wanita muda itu berkomentar sama.

Sebulan kemudian, wanita itu terkejut melihat cucian bersih di jemuran dan berkata kepada suaminya, "Lihat, dia akhirnya belajar cara mencuci dengan benar. Aku heran siapa yang mengajarinya ini?"

Suaminya menjawab, "Aku bangun pagi hari ini dan membersihkan jendela kita."

Begitu pula dengan kehidupan... Apa yang kita lihat saat mengamati orang lain bergantung pada kejernihan jendela tempat kita memandang.

Jadi, jangan terlalu cepat menghakimi orang lain, terutama jika perspektif hidup kita dikaburkan oleh kemarahan, kecemburuan, kenegatifan, atau keinginan yang tidak terpenuhi.

"Menilai seseorang tidak menentukan siapa mereka. Itu mendefinisikan siapa kita."

A J Raharjo

#INISIATIF
๐Ÿ”ฅ7๐Ÿ‘Œ3โคโ€๐Ÿ”ฅ1
INFO PODIUM ๐Ÿ†

Selamat kepada bro @dayatpasau yang berhasil keluar sebagai Juara 2 (beregu) dalam Turnamen Tenis Meja GNR Grand Master Cup 2025 ๐Ÿ”ฅ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TETAP PERHATIKAN ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA, KADANG TANDA-TANDANYA SULIT DIKENALI ๐Ÿ™

Potongan dialog yang saya highlight dari buku โ€After Darkโ€ karya Haruki Murakami ini mengingatkan saya pada satu video di Youtube yang menyampaikan pesan yang senada. Sebuah video layanan masyarakat tentang mental health, yang (sepertinya) dibuat dengan low budget, namun pesannya sangat kuat.

https://youtu.be/tX8TgVR33KM?si=5d3kTtbN2evoV67y

Seringkali seseorang yang dari luar terlihat baik-baik saja ternyata menyimpan emosi negatif yang lebih besar dan lebih dahsyat dampaknya bagi dirinya sendiri maupun orang lain


Have a nice day โค๏ธ

Iwan Kusworo

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ1๐Ÿ™1
๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค๐Ÿ”ค

Berikut rekap Daftar Peserta akhir Storytelling Challenge
๐Ÿฅ‡

1. Sariana @sarianacsg (Staff EPP KC Prabumulih)
https://t.me/c/1287712664/190942

2. Rizky Camellia Bibi @CamelliaBibi (Kepala Bagian Kepesertaan KC Gresik)
https://t.me/c/1287712664/190983

3. Mokhamad Alfian Fahmi @Mas_Fahmi15 (PATT Mutu Layanan Kepesertaan Kab. Pasuruan KC Pasuruan)
https://t.me/c/1287712664/190989

4. Putri Soraya @putsor (Verifikator Klaim KC Cibinong)
https://t.me/c/1287712664/190990

5. Josef Kristian Pakku @ChillEnjoyRelaxxx (Kasir KC Jayapura)
https://t.me/c/1287712664/190991

6. Mirrotul Khaya @khayamirrotul (PATT Penagihan KC Selong)
https://t.me/c/1287712664/190997

7. Yuki Halik @yukihalik (Kepala Kabupaten Kepulauan Sula KC Ternate)
https://t.me/c/1287712664/191011

8. Melysa Ripka Aritonang @melysaripka (Kepala Kabupaten Bengkulu Tengah KC Bengkulu)
https://t.me/c/1287712664/191012

9. Dani Aji Nugraha @daniajin (Staf SDM dan Umum KC Kotabumi)
https://t.me/c/1287712664/191015

10. Zulfa Fitriana @zulfafit (PATT Petugas Pemeriksa KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191022

11. Zulkifli Thaib @ZulkifliThaib (PATT KPI Kab. Bolaang Mongondow Selatan KC Tondano)
https://t.me/c/1287712664/191033

12. Nur Afriyanthi @nurafriyanthi (Staf EPP KC Waingapu)
https://t.me/c/1287712664/191046

13. Ari Andang Pratiwi @rhie_andang (Staf Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan KC Pekalongan)
https://t.me/c/1287712664/191049

14. Ana Satria @Anaasatria (PATT Frontliner KC Lubuklinggau)
https://t.me/c/1287712664/191087

15. Ikya Ulumudin @Ikya_Ulumudin (Kepala Kabupaten Pasuruan KC Pasuruan)
https://t.me/c/1287712664/191089

16. Yani Handayani @ynhanda (Koordinator Frontliner KC Sumedang)
https://t.me/c/1287712664/191094

17. Fransiskus @Franshs14 (PATT Petugas Pemeriksa KC Kotabumi)
https://t.me/c/1287712664/191096

18. Atmi Mesra @AmyZaramly (Kepala Kabupaten Bengkalis KC Dumai)
https://t.me/c/1287712664/191101

19. Meryta Rondonuwu @MerytaOR (Kepala KC Ternate)
https://t.me/c/1287712664/191104

20. Maria Inggrid E.S Ataupah @Ingeesss (PATT FL Kab Malaka KC Atambua)
https://t.me/c/1287712664/191105

21. Ikhwan Ashari @Dungoae (Staf Kepesertaan dan Penagihan Kab. Lanny Jaya KC Wamena)
https://t.me/c/1287712664/191108

22. Abriadi @Ady_Dech (Staf PMPF Kab Kepulauan Tanimbar KC Ambon)
https://t.me/c/1287712664/191118

23. Adli Hamid Ibrahim @adlihamid25 (PATT RO KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191119

24. Nonie Erinda @nonierinda (Relationship Officer KC Kupang)
https://t.me/c/1287712664/191120

25. Siti Munawaroh @noknoe (PATT Telecolecting KC Cirebon)
https://t.me/c/1287712664/191125

26. Aprilia Rizki Saputri @apriliaaya (PATT SDM dan Umum KC Surakarta)
https://t.me/c/1287712664/191126

27. Resti Safar @restisafar (PATT SDM Umum KC Parepare)
https://t.me/c/1287712664/191127

28. Sri Putri Wulandari @sriputri_wulandari (PATT Pemeriksa KC Solok)
https://t.me/c/1287712664/191142

29. Nurul Khicmah @nurulkhicmah (PATT FL KC Palopo)
https://t.me/c/1287712664/191143

30. Dewi Lestari Malau @BuMalau (Koordinator EP3RS KC Kisaran)
https://t.me/c/1287712664/191147

31. Annisa Qurratu Ain @annisaqurratuain (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191167

32. Pintara Dinda Syahjada @Pintaradinda (PATT SDMUK KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191168

33. Syahrul @Syahrulzulfikar (PATT Staf Kerja Sama Faskes KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191170

34. Dewi Shinta @shintakanmembawamu (PATT FL KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191176

35. Erwin Prayoga @gagaruda (PATT FL KC Serang)
https://t.me/c/1287712664/191182

36. Rendy Eko Priyanto @TungguPapaPulang (Staf Administrasi Kepesertaan KC Polewali)
https://t.me/c/1287712664/191183

37. Alwi Mu'ammar @Alwi_Muammar (PATT Tellecollecting KC Palu)
https://t.me/c/1287712664/191185

38. Amelya Sibarani @amelyasibarani (PATT RO KC Kisaran)
https://t.me/c/1287712664/191187
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM