Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
DON'T BELIEVE IN LUCK, BELIEVE IN YOURSELF 🔥

Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi adik-adik magang program JKN Apprenticeship Program selindo, semoga sedikit banyaknya ilmu dan pengalaman yang diterima selama berkiprah di BPJS Kesehatan dalam 1 Tahun belakangan ini bisa bermanfaat buat tmn2 di kemudian hari 🥰

Tetaplah menjadi corong penghubung informasi seputar Program JKN di lingkungan masyarakat. Salam sehat dan sukses. See you on Top 🤝

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤‍🔥7
GROWTH MINDSET 🔥

Oleh: Iwan Kusworo


Sebuah quote yang legendaris dari penulis Paulo Coelho di bukunya “The Alchemist” ternyata punya makna yang sangat mendalam jika kita membaca keseluruhan isi bukunya.

“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”
(Dan ketika Anda menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantu Anda mencapainya)


Di bukunya kita bisa menemukan konteks yang lebih luas dari dialog antara Santiago dan Melchizedek, yang diawali dengan pembahasan tentang “the world’s greatest lie.”


Santiago:
“What’s the world’s greatest lie?”

("Apa kebohongan terbesar di dunia?”)

Melchizedek:
“It’s this: that at a certain point in our lives, we lose control of what’s happening to us, and our lives become controlled by fate. That’s the world’s greatest lie.”

("Begini: pada titik tertentu dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita dikendalikan oleh takdir. Itu adalah kebohongan terbesar di dunia")



Berapa banyak dari kita yang dulu ketika masih kecil mempunyai cita-cita setinggi langit? Apakah itu menjadi astronot, dokter, penemu hebat, atau ingin menyelamatkan dunia. Dahulu kita begitu bebasnya “bermimpi” ingin mencapai sesuatu yang lebih besar yang sangat kita idamkan.

Hingga... pada satu titik dalam hidup kita, kita mulai merasakan bahwa kenyataan tak seindah yang dulu kita bayangkan. Tekanan ekonomi, tuntutan keluarga dan masyarakat, serta banyak hal lainnya, membuat kita berhenti bermimpi dan akhirnya pasrah pada nasib dan mengikuti ekspektasi orang-orang di sekitar kita. Kita kehilangan kendali akan hidup dan cita-cita kita sendiri.

Tapi apakah benar begitu kenyataannya?

Buku ini akan membuka mata kita tentang bagaimana menghadapi perubahan dan mengembangkan “growth mindset” agar kita tidak tergerus oleh roda jaman.

Saya harus bilang, buku ini sangat bagus dan dalam maknanya. 🥺

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤‍🔥1👍1
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
COMING SOON 🇮🇩

Battle Team Chess Arena 🔥
Kolaborasi BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) dan UKM Catur Universitas Indonesia🏅

Salam INISIATIF
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan mendukung kampanye nilai INISIATIF serta budaya fun and meaningful di BPJS Kesehatan, kami dengan bangga mengumumkan pertandingan catur persahabatan yang akan mempertemukan Tim Catur BPJS Kesehatan dengan adik-adik mahasiswa dari UKM Catur Universitas Indonesia 🤝

Diharapkan kegiatan ini tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi catur yang seru, tetapi juga sebagai sarana untuk saling berbagi pengetahuan, menjalin persahabatan, dan menguatkan nilai-nilai kolaborasi serta INISIATIF positif di generasi muda

Jangan lupa membiasakan diri untuk Selalu Berpikir Sebelum Bertindak


1. Join ke Grup BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) 👇
https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1

2. Daftarkan dirimu pada link berikut ini maks Jumat, 10 Januari 2025 pukul 15.00 WIB (peserta yang tidak teregistrasi tidak berhak mengklaim doorprize peringkat akhir)
https://bit.ly/KolaborasiBPJSKesUI ‼️

3. Join arena turnamen battle BPJS Kes Vs Univ Indonesia:
https://lichess.org/tournament/FI6THF1h
Password: (INISIATIF2025)

#INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sekelas Grand Master (GM) pun bisa gemetar 😱

Jadi gemetar saat/setelah permainan catur itu memang biasa terjadi, apalagi bagi mereka yang sedang dihadapkan pada momen yang menguji adrenalin (terancam/bersemangat) yang membutuhkan konsentrasi tinggi 🤝

Yuk join Community of Interest (COMMIT) BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) bagi kalian yang memiliki ketertarikan di dunia catur (terbuka mulai dari level beginner, intermediate, hingga level advanced)👇
https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1


#INISIATIF
#BerpikirSebelumBertindak
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
oleh: Iqbal Aji Daryono

Ini sudah hari ketiga saya menjalani terapi: bangun tidur, bebersih, belum pegang HP (ini syaratnya), trus baca buku dua jam. Rasanya membahagiakan.

Tahun kemarin, saya sedikit sekali membaca buku. Overdosis kerjaan (saya nulis sampai 5 buku, lengkap dengan turun lapangan), dolan-dolan, dan tentu ratusan jam skrol-skrol-an. Tahun ini, saya kepengen membaca lagi yang agak banyak.

Saya membaca bukan untuk pretensi menjadi intelektual (seperti kata Mas Dodo tentang saya--sebuah amatan yang sangat jitu), bukan juga untuk cari-cari kutipan buat bahan tulisan (Mas Kae pernah gak percaya kalo saya baca buku karena esai-esai saya dulu gak pernah ada kutipan-kutipan intelektualnya bhaaa).

Saya membaca untuk mencari jeda dari banjir informasi yang lama-lama membosankan--sudah terjadi sejak lama, tapi meledak lagi terutama sejak era monetisasi FB itu, Bun.

Sadar gak sadar, cecaran reels IG (saya gak Tiktokan), mulai potongan ceramah pengajian, scene liburan Livy Renata, kelebat bayangan indah Dara Sarasvati, hingga video-video tabrakan mobil dan maling ketangkep, itu semua membuat kita sprint terus sampe ngos-ngosan. Kita jadi sering kehilangan momen untuk duduk, diam, dan mencerna.

Saya membaca biar masih bisa mikir dengan agak-agak matang. Entah jadi matang beneran atau enggak, yang jelas saya yakin bahwa salah satu skill utama untuk menghadapi gempuran AI sebentar lagi adalah kemampuan sekaligus daya tahan dalam berpikir logis, syukur-syukur kritis.

Saya membaca, juga biar bisa jadi contoh untuk anak-anak saya.

Pernah satu masa, saya pake Kindle untuk membaca. Anak-anak tidak sadar bahwa saya sedang membaca. Taunya ya Si Bapak main gadget aja. Begitu saya balik ke buku kertas, anak lanang jadi ikut-ikutan mau membaca.

Berkali-kali, di berbagai forum, saya ditanyai oleh audiens: Mas, gimana caranya agar anak-anak suka membaca? Saya jawab dengan balas bertanya, "Lha ortunya sendiri membaca atau enggaak? Anak-anak bisa melihat ortunya sedang membaca, atau cuma dapat perintah-perintah aja?"

Tentu, ini baru hari ketiga saya menjalani terapi ini. Masih terasa berat. Ibaratnya otak agak lama berkarat, apalagi lama sekali gak nulis esai (fyi, itu latihan berpikir terberat untuk saya), dan harus diputar mesinnya pelan-pelan sambil menuangkan beberapa tetes minyak goreng.

Makanya, saya menuliskan ini. Biar besok kalo tiba-tiba terapi saya macet, saya bisa malu sendiri. Itu kalo masih ingat malu, ding. 🫥

#INISIATIF
👍21
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🇮🇩The biggest loss for all Indonesian football fans! 💔
The man who brought so many historic moments for Indonesia’s national team officially ends his journey as head coach today.

Thank you, Shin Tae-Yong!
Terima kasih, Shin Tae-Yong!
감사합니다, 신태용! (Gamsahamnida, Shin Tae-Yong!)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
1
‼️BREAKING NEWS‼️

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membenarkan kabar bahwa Patrick Kluivert menjadi salah satu dari tiga kandidat pelatih yang dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan Shin Tae-yong. Meski begitu, ia tak menyebut dua kandidat lainnya.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢2
Seorang pelatih sekaliber Klopp pun belum tentu bisa meracik tim dengan pemain yang tingkat kemampuan passing-nya di bawah rata-rata. Belum tentu punya kesabaran saat menangani tim U-22, yang bahkan mengoper bola ke temannya sendiri, malah jatuh di kaki pemain lawan.

Belum tentu pelatih sekaliber Louis Van Gaal akan sabar meladeni pemain yang saat diberitahu makanan sehat terangguk-angguk, namun setengah jam berikutnya mulai mencari Indomie dan gorengan.


Ada tulisan bagus terkait berita pemecatan Shin Tae-Yong dari posisi Pelatih Kepala Timnas Indonesia 🇮🇩

https://unhas.tv/jangan-menangis-coach-shin/1?

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢1
🇮🇩 PATRICK KLUIVERT?

Fabrizio Romano memberikan Tweet terkait pelatih baru Timnas Indonesia, yakni pelatih asal Belanda🇳🇱, Patrick Kluivert (48th). Kontrak 2 tahun dengan 2 tahun opsi perpanjangan.

Statistik Kepelatihan:

2008-2010 | 🇳🇱 AZ Alkmaar (assistant)
2010-2010 | 🇦🇺 Brisbane Roar (assistant)
2010-2011 | 🇳🇱 NEC Breda (assistant)
2011-2012 | 🇳🇱 Jong Twente
2012-2014 | 🇳🇱 Belanda (assistant)
2015-2016 | 🇨🇼 Curaçao
2016-2016 | 🇳🇱 Ajax Amsterdam (youth)
2018-2019 | 🇨🇲 Cameroon (assistant)
2021-2021 | 🇨🇼 Curaçao (interim)

Terakhir melatih adalah tahun 2021 sebagai pelatih sementara Timnas Curacao.

Sementara saat aktif bermain, Patrick Kluivert adalah seorang striker dengan 79 caps dan 40 gol untuk Timnas Belanda. Di level klub, ia bermain untuk Ajax, AC Milan, Barcelona, Valencia, hingga Newcastle United, dan pensiun di Lille pada tahun 2008 di usia 32 tahun.

Pelatih Timnas Indonesia pengganti Shin Tae-yong akan diumumkan secara resmi pada 12 Januari 2024

📝garudafansbook
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🤡1
BPJS dan Drama 144 Penyakit: Salahnya di Mana? 🇮🇩

oleh: dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp. JP

Belakangan ini, BPJS jadi bahan obrolan hangat di media sosial. Banyak influencer yang tampaknya "momojo-kan" BPJS, terutama soal aturan 144 penyakit yang katanya hanya bisa ditangani di PPK 1 alias puskesmas. Belum lagi ada yang meledek aturan kalau kunjungan ke IGD itu tidak ditanggung kalau bukan kasus darurat. Jadi, sebenarnya salahnya di mana?

Pertama-tama, mari kita pahami bahwa BPJS itu sistem jaminan sosial. Fungsinya bukan untuk menanggung semua jenis penyakit, apalagi yang ringan seperti masuk angin atau "patah hati" karena habis ditolak gebetan. BPJS dirancang untuk mencegah warganya jatuh miskin karena biaya pengobatan penyakit berat, seperti serangan jantung, stroke, atau kanker. Kalau Anda harus jual rumah gara-gara biaya perawatan, di sinilah BPJS berperan sebagai penyelamat.

Kenapa 144 Penyakit di Puskesmas? 🤝

Sekarang soal 144 penyakit yang katanya hanya boleh ditangani di puskesmas. Logikanya sederhana: penyakit ini dianggap ringan dan bisa ditangani tanpa perlu fasilitas rumah sakit besar. Contohnya, demam biasa, batuk pilek, atau masalah pencernaan ringan. Kalau semua orang dengan penyakit ringan langsung menyerbu rumah sakit besar, fasilitas kesehatan akan penuh sesak. Bayangkan kalau Anda datang ke IGD karena serangan jantung, tapi antreannya panjang karena ada yang datang hanya untuk minta surat sakit buat absen kerja.

Jadi, aturan ini sebenarnya untuk efisiensi. Penyakit ringan cukup ditangani di PPK 1, yang lebih dekat dan cepat. Kalau memang membutuhkan rujukan, puskesmas atau dokter keluarga akan merujuk Anda ke rumah sakit.

IGD Hanya untuk Darurat 🤝

Lalu soal IGD. Banyak yang protes karena BPJS tidak menanggung kunjungan ke IGD jika bukan kasus darurat. Mari kita luruskan: IGD itu singkatan dari Instalasi Gawat Darurat, bukan Instalasi Gawat Sedikit. Kalau Anda datang ke IGD karena sakit perut setelah makan kebanyakan gorengan, atau habis mukbang super pedas ya wajar kalau tidak ditanggung. Itu bukan kasus darurat, dan Anda mungkin hanya butuh istirahat atau makan makanan lebih sehat.

Sistem ini bukan cuma ada di Indonesia. Coba lihat di negara lain. Misalnya di Singapura, kalau Anda datang ke IGD rumah sakit tanpa alasan darurat, Anda tetap harus bayar. Biayanya bisa lumayan mahal, meskipun Anda punya asuransi kesehatan. Sistemnya dibuat agar orang lebih bijak dalam menggunakan fasilitas kesehatan, bukan untuk meledek atau menyusahkan pasien.

BPJS untuk Kasus Berat, Bukan Penyakit "Ecek-ecek 🤝

Sekarang bayangkan ini: Anda dirawat karena serangan jantung dan butuh pengobatan yang total biayanya mencapai 100 juta. Nah, inilah peran BPJS yang sebenarnya. Biaya besar seperti ini yang seharusnya di-cover, karena tanpa bantuan, Anda mungkin harus menjual harta benda atau berutang hanya untuk bisa sembuh.

Tapi kalau semua penyakit, termasuk yang ringan seperti masuk angin atau demam biasa, ikut ditanggung, anggaran BPJS pasti kewalahan. Tidak ada negara mana pun yang sistem asuransinya bisa menanggung semua penyakit tanpa batas. Itu sebabnya, penyakit ringan sebaiknya diatasi secara out of pocket alias bayar sendiri. Lagi pula, biaya pengobatan penyakit ringan biasanya tidak akan membuat kantong bolong, kan? Atau kalau tidak out of pocket ya, setidaknya ada iur bayar atau co payment seperti yang diterapkan hampir di semua negara lain di dunia yang sistem kesehatan nya sudah mapan seperti German atau Singapura.

Sebagai dokter, kita juga punya tanggung jawab untuk membantu mengedukasi masyarakat. Jangan semua keluhan langsung diarahkan ke rumah sakit besar. Kalau memang kasusnya ringan dan bisa ditangani di puskesmas atau dengan istirahat di rumah, itu adalah pilihan yang lebih baik. Edukasi seperti ini penting untuk meringankan beban BPJS dan memastikan anggaran digunakan untuk kasus-kasus yang memang membutuhkan perawatan intensif.

Sebaliknya, untuk kasus berat seperti stroke, serangan jantung, atau kanker, BPJS memang harus hadir.

Bersambung ke hal 2 👇
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥21👍1