DON'T BELIEVE IN LUCK, BELIEVE IN YOURSELF 🔥
Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi adik-adik magang program JKN Apprenticeship Program selindo, semoga sedikit banyaknya ilmu dan pengalaman yang diterima selama berkiprah di BPJS Kesehatan dalam 1 Tahun belakangan ini bisa bermanfaat buat tmn2 di kemudian hari🥰
Tetaplah menjadi corong penghubung informasi seputar Program JKN di lingkungan masyarakat. Salam sehat dan sukses. See you on Top🤝
#INISIATIF
Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi adik-adik magang program JKN Apprenticeship Program selindo, semoga sedikit banyaknya ilmu dan pengalaman yang diterima selama berkiprah di BPJS Kesehatan dalam 1 Tahun belakangan ini bisa bermanfaat buat tmn2 di kemudian hari
Tetaplah menjadi corong penghubung informasi seputar Program JKN di lingkungan masyarakat. Salam sehat dan sukses. See you on Top
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥7
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
PENGHARGAAN - GHUFRON MUKTI FEAT ERWIN FADILLAH (ARANSEMEN BY FACHRI AFRIZAL)
PENGHARGAAN - GHUFRON MUKTI FEAT ERWIN FADILLAH
ARANSEMEN BY FACHRI AFRIZAL
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
…
ARANSEMEN BY FACHRI AFRIZAL
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
…
GROWTH MINDSET 🔥
Oleh: Iwan Kusworo
Sebuah quote yang legendaris dari penulis Paulo Coelho di bukunya “The Alchemist” ternyata punya makna yang sangat mendalam jika kita membaca keseluruhan isi bukunya.
Di bukunya kita bisa menemukan konteks yang lebih luas dari dialog antara Santiago dan Melchizedek, yang diawali dengan pembahasan tentang “the world’s greatest lie.”
—
—
Berapa banyak dari kita yang dulu ketika masih kecil mempunyai cita-cita setinggi langit? Apakah itu menjadi astronot, dokter, penemu hebat, atau ingin menyelamatkan dunia. Dahulu kita begitu bebasnya “bermimpi” ingin mencapai sesuatu yang lebih besar yang sangat kita idamkan.
Hingga... pada satu titik dalam hidup kita, kita mulai merasakan bahwa kenyataan tak seindah yang dulu kita bayangkan. Tekanan ekonomi, tuntutan keluarga dan masyarakat, serta banyak hal lainnya, membuat kita berhenti bermimpi dan akhirnya pasrah pada nasib dan mengikuti ekspektasi orang-orang di sekitar kita. Kita kehilangan kendali akan hidup dan cita-cita kita sendiri.
Tapi apakah benar begitu kenyataannya?
Buku ini akan membuka mata kita tentang bagaimana menghadapi perubahan dan mengembangkan “growth mindset” agar kita tidak tergerus oleh roda jaman.
Saya harus bilang, buku ini sangat bagus dan dalam maknanya.🥺
#INISIATIF #TGIF
Oleh: Iwan Kusworo
Sebuah quote yang legendaris dari penulis Paulo Coelho di bukunya “The Alchemist” ternyata punya makna yang sangat mendalam jika kita membaca keseluruhan isi bukunya.
“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”
(Dan ketika Anda menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantu Anda mencapainya)
Di bukunya kita bisa menemukan konteks yang lebih luas dari dialog antara Santiago dan Melchizedek, yang diawali dengan pembahasan tentang “the world’s greatest lie.”
—
Santiago:
“What’s the world’s greatest lie?”
("Apa kebohongan terbesar di dunia?”)
Melchizedek:
“It’s this: that at a certain point in our lives, we lose control of what’s happening to us, and our lives become controlled by fate. That’s the world’s greatest lie.”
("Begini: pada titik tertentu dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita dikendalikan oleh takdir. Itu adalah kebohongan terbesar di dunia")
—
Berapa banyak dari kita yang dulu ketika masih kecil mempunyai cita-cita setinggi langit? Apakah itu menjadi astronot, dokter, penemu hebat, atau ingin menyelamatkan dunia. Dahulu kita begitu bebasnya “bermimpi” ingin mencapai sesuatu yang lebih besar yang sangat kita idamkan.
Hingga... pada satu titik dalam hidup kita, kita mulai merasakan bahwa kenyataan tak seindah yang dulu kita bayangkan. Tekanan ekonomi, tuntutan keluarga dan masyarakat, serta banyak hal lainnya, membuat kita berhenti bermimpi dan akhirnya pasrah pada nasib dan mengikuti ekspektasi orang-orang di sekitar kita. Kita kehilangan kendali akan hidup dan cita-cita kita sendiri.
Tapi apakah benar begitu kenyataannya?
Buku ini akan membuka mata kita tentang bagaimana menghadapi perubahan dan mengembangkan “growth mindset” agar kita tidak tergerus oleh roda jaman.
Saya harus bilang, buku ini sangat bagus dan dalam maknanya.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1👍1
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
COMING SOON 🇮🇩
Battle Team Chess Arena🔥
Kolaborasi BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) dan UKM Catur Universitas Indonesia🏅
Salam INISIATIF✅
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan mendukung kampanye nilai INISIATIF serta budaya fun and meaningful di BPJS Kesehatan, kami dengan bangga mengumumkan pertandingan catur persahabatan yang akan mempertemukan Tim Catur BPJS Kesehatan dengan adik-adik mahasiswa dari UKM Catur Universitas Indonesia🤝
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi catur yang seru, tetapi juga sebagai sarana untuk saling berbagi pengetahuan, menjalin persahabatan, dan menguatkan nilai-nilai kolaborasi serta INISIATIF positif di generasi muda♟
1. Join ke Grup BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)👇
https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1
2. Daftarkan dirimu pada link berikut ini maks Jumat, 10 Januari 2025 pukul 15.00 WIB (peserta yang tidak teregistrasi tidak berhak mengklaim doorprize peringkat akhir)
https://bit.ly/KolaborasiBPJSKesUI‼️
3. Join arena turnamen battle BPJS Kes Vs Univ Indonesia:
https://lichess.org/tournament/FI6THF1h
Password: (INISIATIF2025)
#INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
Battle Team Chess Arena
Kolaborasi BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) dan UKM Catur Universitas Indonesia
Salam INISIATIF
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan mendukung kampanye nilai INISIATIF serta budaya fun and meaningful di BPJS Kesehatan, kami dengan bangga mengumumkan pertandingan catur persahabatan yang akan mempertemukan Tim Catur BPJS Kesehatan dengan adik-adik mahasiswa dari UKM Catur Universitas Indonesia
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi catur yang seru, tetapi juga sebagai sarana untuk saling berbagi pengetahuan, menjalin persahabatan, dan menguatkan nilai-nilai kolaborasi serta INISIATIF positif di generasi muda
Jangan lupa membiasakan diri untuk Selalu Berpikir Sebelum Bertindak
1. Join ke Grup BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1
2. Daftarkan dirimu pada link berikut ini maks Jumat, 10 Januari 2025 pukul 15.00 WIB (peserta yang tidak teregistrasi tidak berhak mengklaim doorprize peringkat akhir)
https://bit.ly/KolaborasiBPJSKesUI
3. Join arena turnamen battle BPJS Kes Vs Univ Indonesia:
https://lichess.org/tournament/FI6THF1h
Password: (INISIATIF2025)
#INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sekelas Grand Master (GM) pun bisa gemetar 😱
Jadi gemetar saat/setelah permainan catur itu memang biasa terjadi, apalagi bagi mereka yang sedang dihadapkan pada momen yang menguji adrenalin (terancam/bersemangat) yang membutuhkan konsentrasi tinggi🤝
#INISIATIF
#BerpikirSebelumBertindak
Jadi gemetar saat/setelah permainan catur itu memang biasa terjadi, apalagi bagi mereka yang sedang dihadapkan pada momen yang menguji adrenalin (terancam/bersemangat) yang membutuhkan konsentrasi tinggi
Yuk join Community of Interest (COMMIT) BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) bagi kalian yang memiliki ketertarikan di dunia catur (terbuka mulai dari level beginner, intermediate, hingga level advanced)👇
https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1
#INISIATIF
#BerpikirSebelumBertindak
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
oleh: Iqbal Aji Daryono
Ini sudah hari ketiga saya menjalani terapi: bangun tidur, bebersih, belum pegang HP (ini syaratnya), trus baca buku dua jam. Rasanya membahagiakan.
Tahun kemarin, saya sedikit sekali membaca buku. Overdosis kerjaan (saya nulis sampai 5 buku, lengkap dengan turun lapangan), dolan-dolan, dan tentu ratusan jam skrol-skrol-an. Tahun ini, saya kepengen membaca lagi yang agak banyak.
Saya membaca bukan untuk pretensi menjadi intelektual (seperti kata Mas Dodo tentang saya--sebuah amatan yang sangat jitu), bukan juga untuk cari-cari kutipan buat bahan tulisan (Mas Kae pernah gak percaya kalo saya baca buku karena esai-esai saya dulu gak pernah ada kutipan-kutipan intelektualnya bhaaa).
Saya membaca untuk mencari jeda dari banjir informasi yang lama-lama membosankan--sudah terjadi sejak lama, tapi meledak lagi terutama sejak era monetisasi FB itu, Bun.
Sadar gak sadar, cecaran reels IG (saya gak Tiktokan), mulai potongan ceramah pengajian, scene liburan Livy Renata, kelebat bayangan indah Dara Sarasvati, hingga video-video tabrakan mobil dan maling ketangkep, itu semua membuat kita sprint terus sampe ngos-ngosan. Kita jadi sering kehilangan momen untuk duduk, diam, dan mencerna.
Saya membaca biar masih bisa mikir dengan agak-agak matang. Entah jadi matang beneran atau enggak, yang jelas saya yakin bahwa salah satu skill utama untuk menghadapi gempuran AI sebentar lagi adalah kemampuan sekaligus daya tahan dalam berpikir logis, syukur-syukur kritis.
Saya membaca, juga biar bisa jadi contoh untuk anak-anak saya.
Pernah satu masa, saya pake Kindle untuk membaca. Anak-anak tidak sadar bahwa saya sedang membaca. Taunya ya Si Bapak main gadget aja. Begitu saya balik ke buku kertas, anak lanang jadi ikut-ikutan mau membaca.
Berkali-kali, di berbagai forum, saya ditanyai oleh audiens: Mas, gimana caranya agar anak-anak suka membaca? Saya jawab dengan balas bertanya, "Lha ortunya sendiri membaca atau enggaak? Anak-anak bisa melihat ortunya sedang membaca, atau cuma dapat perintah-perintah aja?"
Tentu, ini baru hari ketiga saya menjalani terapi ini. Masih terasa berat. Ibaratnya otak agak lama berkarat, apalagi lama sekali gak nulis esai (fyi, itu latihan berpikir terberat untuk saya), dan harus diputar mesinnya pelan-pelan sambil menuangkan beberapa tetes minyak goreng.
Makanya, saya menuliskan ini. Biar besok kalo tiba-tiba terapi saya macet, saya bisa malu sendiri. Itu kalo masih ingat malu, ding. 🫥
#INISIATIF
Ini sudah hari ketiga saya menjalani terapi: bangun tidur, bebersih, belum pegang HP (ini syaratnya), trus baca buku dua jam. Rasanya membahagiakan.
Tahun kemarin, saya sedikit sekali membaca buku. Overdosis kerjaan (saya nulis sampai 5 buku, lengkap dengan turun lapangan), dolan-dolan, dan tentu ratusan jam skrol-skrol-an. Tahun ini, saya kepengen membaca lagi yang agak banyak.
Saya membaca bukan untuk pretensi menjadi intelektual (seperti kata Mas Dodo tentang saya--sebuah amatan yang sangat jitu), bukan juga untuk cari-cari kutipan buat bahan tulisan (Mas Kae pernah gak percaya kalo saya baca buku karena esai-esai saya dulu gak pernah ada kutipan-kutipan intelektualnya bhaaa).
Saya membaca untuk mencari jeda dari banjir informasi yang lama-lama membosankan--sudah terjadi sejak lama, tapi meledak lagi terutama sejak era monetisasi FB itu, Bun.
Sadar gak sadar, cecaran reels IG (saya gak Tiktokan), mulai potongan ceramah pengajian, scene liburan Livy Renata, kelebat bayangan indah Dara Sarasvati, hingga video-video tabrakan mobil dan maling ketangkep, itu semua membuat kita sprint terus sampe ngos-ngosan. Kita jadi sering kehilangan momen untuk duduk, diam, dan mencerna.
Saya membaca biar masih bisa mikir dengan agak-agak matang. Entah jadi matang beneran atau enggak, yang jelas saya yakin bahwa salah satu skill utama untuk menghadapi gempuran AI sebentar lagi adalah kemampuan sekaligus daya tahan dalam berpikir logis, syukur-syukur kritis.
Saya membaca, juga biar bisa jadi contoh untuk anak-anak saya.
Pernah satu masa, saya pake Kindle untuk membaca. Anak-anak tidak sadar bahwa saya sedang membaca. Taunya ya Si Bapak main gadget aja. Begitu saya balik ke buku kertas, anak lanang jadi ikut-ikutan mau membaca.
Berkali-kali, di berbagai forum, saya ditanyai oleh audiens: Mas, gimana caranya agar anak-anak suka membaca? Saya jawab dengan balas bertanya, "Lha ortunya sendiri membaca atau enggaak? Anak-anak bisa melihat ortunya sedang membaca, atau cuma dapat perintah-perintah aja?"
Tentu, ini baru hari ketiga saya menjalani terapi ini. Masih terasa berat. Ibaratnya otak agak lama berkarat, apalagi lama sekali gak nulis esai (fyi, itu latihan berpikir terberat untuk saya), dan harus diputar mesinnya pelan-pelan sambil menuangkan beberapa tetes minyak goreng.
Makanya, saya menuliskan ini. Biar besok kalo tiba-tiba terapi saya macet, saya bisa malu sendiri. Itu kalo masih ingat malu, ding. 🫥
#INISIATIF
👍2❤1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
The man who brought so many historic moments for Indonesia’s national team officially ends his journey as head coach today.
Thank you, Shin Tae-Yong!
Terima kasih, Shin Tae-Yong!
감사합니다, 신태용! (Gamsahamnida, Shin Tae-Yong!)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membenarkan kabar bahwa Patrick Kluivert menjadi salah satu dari tiga kandidat pelatih yang dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan Shin Tae-yong. Meski begitu, ia tak menyebut dua kandidat lainnya.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢2
Seorang pelatih sekaliber Klopp pun belum tentu bisa meracik tim dengan pemain yang tingkat kemampuan passing-nya di bawah rata-rata. Belum tentu punya kesabaran saat menangani tim U-22, yang bahkan mengoper bola ke temannya sendiri, malah jatuh di kaki pemain lawan.
Belum tentu pelatih sekaliber Louis Van Gaal akan sabar meladeni pemain yang saat diberitahu makanan sehat terangguk-angguk, namun setengah jam berikutnya mulai mencari Indomie dan gorengan.
Ada tulisan bagus terkait berita pemecatan Shin Tae-Yong dari posisi Pelatih Kepala Timnas Indonesia
https://unhas.tv/jangan-menangis-coach-shin/1?
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Unhas TV
Jangan Menangis Coach Shin! - Unhas TV
Oleh: Yusran Darmawan*Jika pengganti Shin Tae-Yong gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia, maka kecaman akan ditujukan ke Erick Thohir. Dia bisa bernasib seperti Ganjar yang mengecewakan pencinta bola demi dukungan partai politik, lalu kehilangan suara kaum…
😢1
Fabrizio Romano memberikan Tweet terkait pelatih baru Timnas Indonesia, yakni pelatih asal Belanda
Statistik Kepelatihan:
2008-2010 |
2010-2010 |
2010-2011 |
2011-2012 |
2012-2014 |
2015-2016 |
2016-2016 |
2018-2019 |
2021-2021 |
Terakhir melatih adalah tahun 2021 sebagai pelatih sementara Timnas Curacao.
Sementara saat aktif bermain, Patrick Kluivert adalah seorang striker dengan 79 caps dan 40 gol untuk Timnas Belanda. Di level klub, ia bermain untuk Ajax, AC Milan, Barcelona, Valencia, hingga Newcastle United, dan pensiun di Lille pada tahun 2008 di usia 32 tahun.
Pelatih Timnas Indonesia pengganti Shin Tae-yong akan diumumkan secara resmi pada 12 Januari 2024
📝garudafansbook
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🤡1