BUDAK EMOSI 🤬 😡
oleh: Iwan Kusworo
Selamat sore, Sahabat😵💫
Cukup banyak referensi yang menyatakan bahwa pikiran adalah yang mengendalikan tubuh kita.
Namun di buku "Battle Cry" (Jason Wilson), penulis mengatakan bahwa jiwa (soul), yang merupakan tempat segala macam emosi berada, seringkali mengambil alih kendali atas diri kita, mencegat dan mensabotase apapun yang dikirimkan oleh pikiran.
Cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif tersebut adalah memastikan diri kita mendapatkan istirahat malam yang cukup dan berkualitas setelah melewati hari yang penuh kesibukan yang tanpa kita sadari telah membuat emosi kita naik turun.
Akan tetapi yang kebanyakan terjadi adalah kita justru sulit beristirahat/tidur di malam hari karena ternyata kita masih belum benar-benar melepaskan stres atau rasa kecewa yang kita alami di pagi, siang, hingga sore hari. Entah itu karena terjebak kemacetan di jalan, cekcok dengan tetangga atau rekan kerja, omelan atasan di kantor, perdebatan dengan pasangan di rumah, dan segala macam persoalan yang lain.
Penulis menawarkan suatu metode yang disebutnya 4R untuk membantu kita mengatasi itu semua dan mendapatkan ketenangan.
1. Reflect. Luangkan waktu untuk memulai dan mengakhiri hari dengan melakukan refleksi diri, untuk mengungkap, memahami dan menerima hal-hal apa saja yang mengguncang jiwa kita di hari itu.
2. Release. Melalui doa dan meditasi, biarkan jiwa kita melepaskan semua kendali dan pemeliharaan diri kita kepada Tuhan. Istilah lainnya mungkin "berserah."
3. Reset. Ketika kita sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, di situ kita akan memiliki perasaan tenang, damai, dan bisa memulai lagi dari awal.
4. Rest. Ketika jiwa kita sudah tenang, hasil akhirnya adalah kita lebih mudah untuk beristirahat.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Thank God It's Friday!❤️
#INISIATIF #TGIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat sore, Sahabat
Cukup banyak referensi yang menyatakan bahwa pikiran adalah yang mengendalikan tubuh kita.
Namun di buku "Battle Cry" (Jason Wilson), penulis mengatakan bahwa jiwa (soul), yang merupakan tempat segala macam emosi berada, seringkali mengambil alih kendali atas diri kita, mencegat dan mensabotase apapun yang dikirimkan oleh pikiran.
Jika kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga jiwa kita dengan baik, maka kita akan mudah hilang kendali diri dan hanya menjadi "budak" emosi.
Cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif tersebut adalah memastikan diri kita mendapatkan istirahat malam yang cukup dan berkualitas setelah melewati hari yang penuh kesibukan yang tanpa kita sadari telah membuat emosi kita naik turun.
Akan tetapi yang kebanyakan terjadi adalah kita justru sulit beristirahat/tidur di malam hari karena ternyata kita masih belum benar-benar melepaskan stres atau rasa kecewa yang kita alami di pagi, siang, hingga sore hari. Entah itu karena terjebak kemacetan di jalan, cekcok dengan tetangga atau rekan kerja, omelan atasan di kantor, perdebatan dengan pasangan di rumah, dan segala macam persoalan yang lain.
Penulis menawarkan suatu metode yang disebutnya 4R untuk membantu kita mengatasi itu semua dan mendapatkan ketenangan.
1. Reflect. Luangkan waktu untuk memulai dan mengakhiri hari dengan melakukan refleksi diri, untuk mengungkap, memahami dan menerima hal-hal apa saja yang mengguncang jiwa kita di hari itu.
2. Release. Melalui doa dan meditasi, biarkan jiwa kita melepaskan semua kendali dan pemeliharaan diri kita kepada Tuhan. Istilah lainnya mungkin "berserah."
3. Reset. Ketika kita sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, di situ kita akan memiliki perasaan tenang, damai, dan bisa memulai lagi dari awal.
4. Rest. Ketika jiwa kita sudah tenang, hasil akhirnya adalah kita lebih mudah untuk beristirahat.
Ketika seseorang belajar untuk mengelola emosinya di berbagai lingkungan (sekolah, tempat kerja, medan perang, keluarga, dll.), maka dia akan memiliki kemampuan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi lagi.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Thank God It's Friday!
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
START WITH WHY 🧐
oleh: Muhammad Farid Maricar
Dalam buku 'Start with Why', kita dipacu untuk memulai setiap hal yang kita kerjakan dengan bertanya "mengapa?" Dalam hal lanjut studi pada jenjang berikutnya, untuk seleksi beasiswa, atau untuk memulai riset kita memulainya dengan sesi tes atau pemberkasan.
Fungsi tes dan pemberkasan ini mungkin menguji kelayakan kita dalam memasuki suatu program, untuk melihat apakah mampu atau tidak, tapi setelah itu ada sebuah sesi yang kadang kita luput untuk mempertanyakan alasan keberadaannya, yaitu sesi wawancara.
Dalam sesi ini kita akan ditanya hal-hal untuk menjawab "why". Kenapa anda mau studi? Kenapa mau meneliti ini? Kenapa harus di negara ini? Kenapa harus di universitas ini? Kenapa memilih beasiswa ini? Kenapa... Kenapa... Kenapa...
Karena alasan "Kenapa" Ini yang nantinya menjadi alasan kenapa seseorang bisa bertahan dengan segala tantangan. Alasan ini yang membuat anda bangun pagi dan semangat dalam studi, melakukan riset, dll.
Tentu pemberi beasiswa tidak akan memberikan anda uang investasi mereka tanpa alasan yang jelas, seperti halnya investor yang tidak akan menginvestasikan uang mereka pada perusahaan yang tidak punya visi, misi, target yang jelas.
Jadi ya emang sepenting itu menjawab pertanyaan "why" ini. Setelah itu baru kita melangkah ke pertanyaan semisal, "How" dan "What", bagaimana dan apa. Bahkan dalam agama Islam, dalam hadits Arbain, hadits yang pertama disebutkan adalah "Amalan ditentukan oleh niatnya".
Kalau niatnya saja sudah salah, enggak jarang bagaimana dan apa yang dikerjakan juga akan amburadul. Karena esensi suatu hal yang kita kerjakan itu ya tergantung dari jawaban pertanyaan "Mengapa?"
#INISIATIF
oleh: Muhammad Farid Maricar
Konsep 'Start with Why' dalam buku Simon Sinek itu enggak melulu tentang bisnis, entrepreneur, dan yang serumpun. Bahkan dalam proses belajar, riset, pengembangan diri, dll, semua butuh konsep ini.
Dalam buku 'Start with Why', kita dipacu untuk memulai setiap hal yang kita kerjakan dengan bertanya "mengapa?" Dalam hal lanjut studi pada jenjang berikutnya, untuk seleksi beasiswa, atau untuk memulai riset kita memulainya dengan sesi tes atau pemberkasan.
Fungsi tes dan pemberkasan ini mungkin menguji kelayakan kita dalam memasuki suatu program, untuk melihat apakah mampu atau tidak, tapi setelah itu ada sebuah sesi yang kadang kita luput untuk mempertanyakan alasan keberadaannya, yaitu sesi wawancara.
Dalam sesi ini kita akan ditanya hal-hal untuk menjawab "why". Kenapa anda mau studi? Kenapa mau meneliti ini? Kenapa harus di negara ini? Kenapa harus di universitas ini? Kenapa memilih beasiswa ini? Kenapa... Kenapa... Kenapa...
Karena alasan "Kenapa" Ini yang nantinya menjadi alasan kenapa seseorang bisa bertahan dengan segala tantangan. Alasan ini yang membuat anda bangun pagi dan semangat dalam studi, melakukan riset, dll.
Tentu pemberi beasiswa tidak akan memberikan anda uang investasi mereka tanpa alasan yang jelas, seperti halnya investor yang tidak akan menginvestasikan uang mereka pada perusahaan yang tidak punya visi, misi, target yang jelas.
Jadi ya emang sepenting itu menjawab pertanyaan "why" ini. Setelah itu baru kita melangkah ke pertanyaan semisal, "How" dan "What", bagaimana dan apa. Bahkan dalam agama Islam, dalam hadits Arbain, hadits yang pertama disebutkan adalah "Amalan ditentukan oleh niatnya".
Kalau niatnya saja sudah salah, enggak jarang bagaimana dan apa yang dikerjakan juga akan amburadul. Karena esensi suatu hal yang kita kerjakan itu ya tergantung dari jawaban pertanyaan "Mengapa?"
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1👍1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
THE 7 FACTS ABOUT CHANGE 💪
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, dan memang akan sering terjadi di manapun kita berada. Mari kita lihat lagi, 7 Fakta tentang perubahan.
FIRST: "CHANGE ALWAYS HAPPEN”✅
Pertama kali yang memang kita perlu sadari adalah bahwa perubahan pasti terjadi. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jadi percuma berharap bahwa perubahan tidak akan terjadi. It's happening. Dan perubahan ini diperlukan oleh bisnis agar semakin efisien, semakin produktif dan semakin profitable, Justru kalau tidak berubah, bisnis akan berjalan di tempat, lama-lama mundur, lama lama rugi, dan kalau dibiarkan bisa tutup bisnisnya. Ingat, owner atau pemegang saham, berharap bisnis makin lama makin untung.
SECOND: “CHANGE WILL CONTINUE TO HAPPEN”✅
Berhentilah meratapi nasib. Tidak ada gunanya kembali ke masa lalu. Perubahan akan berjalan terus ke depan. Yang tidak mengerti atau tidak menyesuakan diri akan punah. Lihat apa yang terjadi dengan Sepatu Bata, Kodak, handhone Nokia (dan Blackberry). Tetapi lihat juga apa yang terjadi dengan Garmin, Telkom Indonesia, taxi Bluebird, mereka berinovasi dan terus survive bahkan semakin profitable. Kalau terjadi perubahan, kita boleh bersedih untuk beberapa saat. Dan setelah itu harus segera fokus ke masa depan.
THIRD: “CHANGE IS PAINFUL”✅
“Tapi Mas Pam, perubahan di tempat kami tidak ditangani dengan baik. Prosesnya kacau, Pak”
Sebuah perubahan tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Leader yang sebaik apapun, tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Mahatma Gandhi yang sebaik itu-pun dibunuh.
Jadi memang semua perubahan pasti painful. Waktu kita belajar naik sepeda pertama kali? Nyaman atau sakit? Pasti jatuh dan sakit kan? Painful kan? Semua perubahan pasti menyakitkan di awalnya. Tidak ada satu perubahanpun yang berjalan mulus tanpa halangan dan tanpa turunnya motivasi. Sekarang mari move on, dan mulai berexperimen, mencoba-coba, apa yang bisa saya lakukan untuk menyesuaikan diri, bahkan mencari opportunity lagi dengan perubahan ini. Mari move on dari “frustasi” ke “opportunity”
FOURTH: “THERE IS NO MY WAY, YOUR WAY, THERE IS ONLY OUR WAY”✅
“Tapi Mas Pam, kami merasa bahwa organisasi kami sebagai organisasi yang lebih baik diabaikan. Proses kami tidak digunakan di organisasi yang sekarang?”
Whatttt? Kami merasa sebagai organisasi yang lebih baik? Siapa yang menyatakan itu atau mengatakan itu? Anda sendiri kan? Yakin?
Pada saat sebuah perubahan berjalan, sebuah proses penggabungan berjalan, baik itu merger perusahaan, penggabungan organisasi atau pernikahan (antara suami dan istri), tidak ada satu pihak pun yang boleh meng-klaim dirinya yang terbaik. Semuanya duduk bersama, sharing best practice semuanya, pelajari. Kumpulkan semua best practice. Practice-practice yang dulunya kurang berjalan dengan baik, ditinggalkan.
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Adina malam itu marah-marah. Kebetulan perusahaannya dilebur menjadi satu dengan perusahaan lain. Dan sekarang team di mana dia bekerja harus digabung dengan team yang sama. Padahal cara kerja mereka, proses mereka sebelumnya berbeda.
Adina (bukan nama sebenarnya, seorang senior di perusahaan itu), sudah mempunyai feeling, bahwa setelah beberapa bulan, mereka akan melakukan efisiensi, dan beberapa orang akan kehilangan pekerjaannya, Begitulah yang biasanya terjadi kalau beberapa organisasi lain dilebur menjadi satu organisasi bersama (baik di swasta maupun di lembaga pemerintahan).
Di sebuah lembaga pemerintah, 3 tahun lalu, beberapa lembaga digabungkan menjadi satu. Change management nya sampai sekarang belum beres (sudah berjalan 3 tahun lebih!).
Dan sekarang, Adina dan teman-temannya galau. Proses perubahannya sangat tidak nyaman. Bahkan beberapa pimpinan tertinggi perusahaan pun sudah mengundurkan diri. Ribuan karyawan ikut resah, dan mulai saling berkomunikasi saling curhat tentang nasib mereka. Beberapa “pentolan” bahkan memanas-manasi situasi. Dan sambil dinner di sebuah restoran di Pacific Place, Adina malam itu bertanya,
"Apa yang harus saya lakukan mas?"
Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, dan memang akan sering terjadi di manapun kita berada. Mari kita lihat lagi, 7 Fakta tentang perubahan.
FIRST: "CHANGE ALWAYS HAPPEN”
Pertama kali yang memang kita perlu sadari adalah bahwa perubahan pasti terjadi. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jadi percuma berharap bahwa perubahan tidak akan terjadi. It's happening. Dan perubahan ini diperlukan oleh bisnis agar semakin efisien, semakin produktif dan semakin profitable, Justru kalau tidak berubah, bisnis akan berjalan di tempat, lama-lama mundur, lama lama rugi, dan kalau dibiarkan bisa tutup bisnisnya. Ingat, owner atau pemegang saham, berharap bisnis makin lama makin untung.
SECOND: “CHANGE WILL CONTINUE TO HAPPEN”
Berhentilah meratapi nasib. Tidak ada gunanya kembali ke masa lalu. Perubahan akan berjalan terus ke depan. Yang tidak mengerti atau tidak menyesuakan diri akan punah. Lihat apa yang terjadi dengan Sepatu Bata, Kodak, handhone Nokia (dan Blackberry). Tetapi lihat juga apa yang terjadi dengan Garmin, Telkom Indonesia, taxi Bluebird, mereka berinovasi dan terus survive bahkan semakin profitable. Kalau terjadi perubahan, kita boleh bersedih untuk beberapa saat. Dan setelah itu harus segera fokus ke masa depan.
THIRD: “CHANGE IS PAINFUL”
“Tapi Mas Pam, perubahan di tempat kami tidak ditangani dengan baik. Prosesnya kacau, Pak”
Sebuah perubahan tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Leader yang sebaik apapun, tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Mahatma Gandhi yang sebaik itu-pun dibunuh.
Jadi memang semua perubahan pasti painful. Waktu kita belajar naik sepeda pertama kali? Nyaman atau sakit? Pasti jatuh dan sakit kan? Painful kan? Semua perubahan pasti menyakitkan di awalnya. Tidak ada satu perubahanpun yang berjalan mulus tanpa halangan dan tanpa turunnya motivasi. Sekarang mari move on, dan mulai berexperimen, mencoba-coba, apa yang bisa saya lakukan untuk menyesuaikan diri, bahkan mencari opportunity lagi dengan perubahan ini. Mari move on dari “frustasi” ke “opportunity”
FOURTH: “THERE IS NO MY WAY, YOUR WAY, THERE IS ONLY OUR WAY”
“Tapi Mas Pam, kami merasa bahwa organisasi kami sebagai organisasi yang lebih baik diabaikan. Proses kami tidak digunakan di organisasi yang sekarang?”
Whatttt? Kami merasa sebagai organisasi yang lebih baik? Siapa yang menyatakan itu atau mengatakan itu? Anda sendiri kan? Yakin?
Pada saat sebuah perubahan berjalan, sebuah proses penggabungan berjalan, baik itu merger perusahaan, penggabungan organisasi atau pernikahan (antara suami dan istri), tidak ada satu pihak pun yang boleh meng-klaim dirinya yang terbaik. Semuanya duduk bersama, sharing best practice semuanya, pelajari. Kumpulkan semua best practice. Practice-practice yang dulunya kurang berjalan dengan baik, ditinggalkan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
Best practice di masing-masing organisasi dikumpulkan dan dijalankan. Ini berlaku bagi team yang melakukan perubahan, dan berlaku juga bagi para leader yang memimpin sebuah perubahan.
Leadernya juga harus mendengarkan semua anak buah. Tidak merasa bahwa praktek yang selama ini dia lakukan adalah yang terbaik. Siapa tahu ada best practice dari tempat lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kedaan. Be open mind to listen to others.
FIFTH: “BECOME A GOOD FOLLOWER, BEFORE YOUR BECOME A GREAT LEADER”✅
“Tapi Mas Pam, kadang kami tidak setuju dengan apa yang diputuskan boss kami? Apa yang kami lakukan?”
“Heyyy, siapa bossnya?“
Apakah waktu kalian jadi boss, semua anak buah kalian juga pasti setuju dengan semua keputusan kalian?
Jadi, pada saat pengambilan keputusan, prosesnya DDC (debate, decide, commit). Pada saat masih didiskusikan, sampaikan pendapat kalian, diskusikan, debat-lah. Tapi suatu saat, harus diputuskan (kalau bisa keputusan bersama, kalau enggak ya diputuskan oleh Leader-nya!).
Dan saat sebuah keputusan telah diambil, kemudian semua orang (termasuk anda, saya dan kita semua) harus berkomitmen menjalankannya! Ingat, semuanya harus menjadi good follower, sebelum menjadi great leader. Ada waktunya menerapkan ilmu leadership, ada waktunya menerapkan followership, dan menjadi follower yang baik.
SIXTH,”THERE ARE ONLY 2 CHOICES FOR PROFESSIONAL”✅
“Mas Pam, tapi hati nurani kami tetap tidak bisa menyetujui perubahan ini”
“Good, no problem, gak ada yang boleh memaksa!”.
SEVENTH:”IN THE END, IT IS ABOUT LEADING YOURSELF”✅
“Mas Pam, kenapa kami harus melakukan semua ini?”
“Pada akhirnya, semuanya kembali kepada anda sendiri.” Level terpenting dari kepemimpinan adalah memimpin diri kita sendiri. (Lead ourselves). Sebelum memimpin orang lain, dan sebelum memimpin diri kita sendiri. Seperti yang saya sampaikan, segera move on from frustasi, segera cari opportunity untuk diri anda, dan untuk team anda, agar bisa lebih positive beradaptasi.
Ingat, bahwa “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini”
Apakah dengan terus menerus komplain, dan terus menerus marah-marah, anda akan lebih baik lagi di masa depan? Tidak kan? Berarti sudah waktunya ganti strategy, dan menyikapi perubahan dengan positive, dengan mulai bereksperimen, beradaptasi, bahkan mencari opportunity.
Jadi apa yang harus kita lakukan pada saat kita merasa frustasi karena kita sedang berada di titik bawah kurva motivasi kita?
a) UNDERSTAND that it is a normal phase and everbody is going through the same phase. Sadarilah bahwa semua perubahan akan melalui phase phase itu. It is ok!
b) ACCEPT the change. Terimalah perubahan itu dengan positive.
c) ADAPT, Keep trying..keep exploring. Keep trying new things. Teruslah mencoba dan bereksperimen... mencoba dan melakukan hal hal yang baru, untuk menyesuakian diri
d) OPPORTUNITY, Kalau sudah melakukan a), b) dan c) di atas, dan masih belum bisa menerima, ingat, hanya ada 2 pilihan bagi professional, STAY or QUIT. Cari opportunity lain. Jangan menghabiskan waktu anda di tempat yang tidak memberikan aura positive bagi anda.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Leadernya juga harus mendengarkan semua anak buah. Tidak merasa bahwa praktek yang selama ini dia lakukan adalah yang terbaik. Siapa tahu ada best practice dari tempat lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kedaan. Be open mind to listen to others.
FIFTH: “BECOME A GOOD FOLLOWER, BEFORE YOUR BECOME A GREAT LEADER”
“Tapi Mas Pam, kadang kami tidak setuju dengan apa yang diputuskan boss kami? Apa yang kami lakukan?”
“Heyyy, siapa bossnya?“
Apakah waktu kalian jadi boss, semua anak buah kalian juga pasti setuju dengan semua keputusan kalian?
Jadi, pada saat pengambilan keputusan, prosesnya DDC (debate, decide, commit). Pada saat masih didiskusikan, sampaikan pendapat kalian, diskusikan, debat-lah. Tapi suatu saat, harus diputuskan (kalau bisa keputusan bersama, kalau enggak ya diputuskan oleh Leader-nya!).
Dan saat sebuah keputusan telah diambil, kemudian semua orang (termasuk anda, saya dan kita semua) harus berkomitmen menjalankannya! Ingat, semuanya harus menjadi good follower, sebelum menjadi great leader. Ada waktunya menerapkan ilmu leadership, ada waktunya menerapkan followership, dan menjadi follower yang baik.
SIXTH,”THERE ARE ONLY 2 CHOICES FOR PROFESSIONAL”
“Mas Pam, tapi hati nurani kami tetap tidak bisa menyetujui perubahan ini”
“Good, no problem, gak ada yang boleh memaksa!”.
Ingat, ada dua pilihan bagi profesional. “Stay di situ, terus dibayar gajinya, dan komitment untuk selalu mendukung 100%, atau keluar dan mengundurkan diri!”.
Tidak ada pilihan ketiga, stay di situ, tidak mendukung, terus menerus komplain, membujuk teman-temannya, that’s not professional.
SEVENTH:”IN THE END, IT IS ABOUT LEADING YOURSELF”
“Mas Pam, kenapa kami harus melakukan semua ini?”
“Pada akhirnya, semuanya kembali kepada anda sendiri.” Level terpenting dari kepemimpinan adalah memimpin diri kita sendiri. (Lead ourselves). Sebelum memimpin orang lain, dan sebelum memimpin diri kita sendiri. Seperti yang saya sampaikan, segera move on from frustasi, segera cari opportunity untuk diri anda, dan untuk team anda, agar bisa lebih positive beradaptasi.
Ingat, bahwa “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini”
Apakah dengan terus menerus komplain, dan terus menerus marah-marah, anda akan lebih baik lagi di masa depan? Tidak kan? Berarti sudah waktunya ganti strategy, dan menyikapi perubahan dengan positive, dengan mulai bereksperimen, beradaptasi, bahkan mencari opportunity.
Jadi apa yang harus kita lakukan pada saat kita merasa frustasi karena kita sedang berada di titik bawah kurva motivasi kita?
a) UNDERSTAND that it is a normal phase and everbody is going through the same phase. Sadarilah bahwa semua perubahan akan melalui phase phase itu. It is ok!
b) ACCEPT the change. Terimalah perubahan itu dengan positive.
c) ADAPT, Keep trying..keep exploring. Keep trying new things. Teruslah mencoba dan bereksperimen... mencoba dan melakukan hal hal yang baru, untuk menyesuakian diri
d) OPPORTUNITY, Kalau sudah melakukan a), b) dan c) di atas, dan masih belum bisa menerima, ingat, hanya ada 2 pilihan bagi professional, STAY or QUIT. Cari opportunity lain. Jangan menghabiskan waktu anda di tempat yang tidak memberikan aura positive bagi anda.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
MENYESAL 🇮🇩
Pengantar jam istirahatmu, yuk mari saksikan Single terbaru Pak Dirut kolaborasi dengan Tim Paduan Suara BPJS Kesehatan🤩
Jangan lupa saksikan dan tinggalkan pendapatmu di kolom komentar🎼
https://youtu.be/GVwPxghTVAo?si=N4XwQjod-lAGSDv-
Pengantar jam istirahatmu, yuk mari saksikan Single terbaru Pak Dirut kolaborasi dengan Tim Paduan Suara BPJS Kesehatan
Jangan lupa saksikan dan tinggalkan pendapatmu di kolom komentar
https://youtu.be/GVwPxghTVAo?si=N4XwQjod-lAGSDv-
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
MENYESAL - GHUFRON MUKTI FEAT PADUAN SUARA BPJS KESEHATAN
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
Berguru Kepada TENZING NORGAY 🇮🇩
Sebelum masuk dan keliling di dalam museum mewah ini, saya berasumsi isinya semuanya tentang otomotif terkait perjalanan sejarah Mercedes Benz. Asumsi saya salah karena ternyata semua momentum sejarah peradaban dunia terpajang data dan informasinya.
Dari sekian momentum dunia ada catatan data sejarah dalam museum Mercedes Benz yang spesial bagi saya, sebuah inspirasi besar bagi seorang guru atau pendidik yaitu tentang Penaklukan Gunung Himalaya oleh Edmund Hillary pada tahun 1953.
Tercatat dalam sejarah bahwa Pegunungan Himalaya dengan puncak tertinggi Everest pada tgl 29 Mei 1953 pertama kali ditaklukkan oleh Edmund Hillary asal Selandia Baru. Suksesnya sang pendaki Gunung tersebut ada sebuah kisah menarik yang sangat relevan dengan status kita sebagai seorang guru di sekolah atau guru bagi ummat.
Edmund Hillary mampu mencapai puncak Everest tidak terjadi karena kemampuan dia sendiri tapi dibelakangnya ada banyak orang yang menjadi supporternya. Ada 150 orang pendaki profesional dan 750 orang pendukung berbagai kebutuhan perbekalan dan seorang pemandunya yaitu TENZING NORGAY.
Puncak Everest dengan ketinggian 8850 MDPL itu dapat ditaklukan dan saat itu menjadi viral disemua Media Massa Dunia, nama Edmund Hillary menjadi buah bibir dan fotonya menghiasi berbagai mass media.. ya menjadi Spektakuler.
Dalam sebuah wawancara dengan Wartawan TENZING NORGAY ditanya,
Reporter : Bagaimana perasaan anda dengan keberhasilan menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali!
Reporter : Apakah anda seorang pemandu bagi Edmund Hillary? Tentunya posisi anda berada di depannya, bukankah seharusnya anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak gunung Everest?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama yang berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia ini.
Reporter : Mengapa anda melakukan itu?
Tenzing Norgay: Karena itu adalah impian Edmund Hillary, bukan impian saya… impian saya adalah berhasil membantu dan mengantarkannya meraih impiannya.
Seperti jiwa kita sebagai Guru. Dibelakangnya banyak supporter yang mendukung, para guru professional luar biasa dengan berbagai latar belakang.
Satu hal yang sangat kami apresiasi dan jarang ditemui di tempat lain adalah Memberi KESEMPATAN. Hakikat Samudra luas yang mampu menampung apa saja yang ada di dalamnya.
Aturan Semesta layaknya Jalan Raya, menampung siapa saja pengguna jalan dari R2 hingga tak terbatas jumlah rodanya. Tempat pertemuan segala situasi dan kondisi, namun memiliki satu hal yang menjadi kesamaan. Semua akan memberi KESEMPATAN ketika kendaraan bersirine lewat, Menerobos hak pengguna jalan lain karena adanya ALASAN.
Aturan Semesta, Kalamullah dan Programming Computer kesemuanya memiliki kesamaan Algoritma.
If ... then ...
If ... then ... else (illa/kecuali) ...
ELSE (illa/kecuali) sebagai hal extra-ordinary. Meski yang lewat terkadang bukan saja ambulance membawa pasien darurat, namun juga kendaraan Tahanan. Hal yang tidak kita sukai, namun tetap bisa legowo. Impossible SPBU/minimart menjadi area Pit Stop untuk sekedar mampir ke toilet 🫢😊🙏🏻
Kesempatan yang telah diberikan, akan melatih setiap pribadi untuk menari bersama tarian Semesta dengan tetap bertanggung jawab.
Anang Tri Pambudi
#INISIATIF
Artikel ini ditulis kawan saya saat kunjungan ke Jerman bulan Nopember 2023 lalu dan menyempatkan masuk di museum Mercedes Benz di Stuttgart.
Sebelum masuk dan keliling di dalam museum mewah ini, saya berasumsi isinya semuanya tentang otomotif terkait perjalanan sejarah Mercedes Benz. Asumsi saya salah karena ternyata semua momentum sejarah peradaban dunia terpajang data dan informasinya.
Dari sekian momentum dunia ada catatan data sejarah dalam museum Mercedes Benz yang spesial bagi saya, sebuah inspirasi besar bagi seorang guru atau pendidik yaitu tentang Penaklukan Gunung Himalaya oleh Edmund Hillary pada tahun 1953.
Tercatat dalam sejarah bahwa Pegunungan Himalaya dengan puncak tertinggi Everest pada tgl 29 Mei 1953 pertama kali ditaklukkan oleh Edmund Hillary asal Selandia Baru. Suksesnya sang pendaki Gunung tersebut ada sebuah kisah menarik yang sangat relevan dengan status kita sebagai seorang guru di sekolah atau guru bagi ummat.
Edmund Hillary mampu mencapai puncak Everest tidak terjadi karena kemampuan dia sendiri tapi dibelakangnya ada banyak orang yang menjadi supporternya. Ada 150 orang pendaki profesional dan 750 orang pendukung berbagai kebutuhan perbekalan dan seorang pemandunya yaitu TENZING NORGAY.
Puncak Everest dengan ketinggian 8850 MDPL itu dapat ditaklukan dan saat itu menjadi viral disemua Media Massa Dunia, nama Edmund Hillary menjadi buah bibir dan fotonya menghiasi berbagai mass media.. ya menjadi Spektakuler.
Dalam sebuah wawancara dengan Wartawan TENZING NORGAY ditanya,
Reporter : Bagaimana perasaan anda dengan keberhasilan menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali!
Reporter : Apakah anda seorang pemandu bagi Edmund Hillary? Tentunya posisi anda berada di depannya, bukankah seharusnya anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak gunung Everest?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama yang berhasil menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia ini.
Reporter : Mengapa anda melakukan itu?
Tenzing Norgay: Karena itu adalah impian Edmund Hillary, bukan impian saya… impian saya adalah berhasil membantu dan mengantarkannya meraih impiannya.
Seperti jiwa kita sebagai Guru. Dibelakangnya banyak supporter yang mendukung, para guru professional luar biasa dengan berbagai latar belakang.
Satu hal yang sangat kami apresiasi dan jarang ditemui di tempat lain adalah Memberi KESEMPATAN. Hakikat Samudra luas yang mampu menampung apa saja yang ada di dalamnya.
Aturan Semesta layaknya Jalan Raya, menampung siapa saja pengguna jalan dari R2 hingga tak terbatas jumlah rodanya. Tempat pertemuan segala situasi dan kondisi, namun memiliki satu hal yang menjadi kesamaan. Semua akan memberi KESEMPATAN ketika kendaraan bersirine lewat, Menerobos hak pengguna jalan lain karena adanya ALASAN.
Aturan Semesta, Kalamullah dan Programming Computer kesemuanya memiliki kesamaan Algoritma.
If ... then ...
If ... then ... else (illa/kecuali) ...
ELSE (illa/kecuali) sebagai hal extra-ordinary. Meski yang lewat terkadang bukan saja ambulance membawa pasien darurat, namun juga kendaraan Tahanan. Hal yang tidak kita sukai, namun tetap bisa legowo. Impossible SPBU/minimart menjadi area Pit Stop untuk sekedar mampir ke toilet 🫢😊🙏🏻
Kesempatan yang telah diberikan, akan melatih setiap pribadi untuk menari bersama tarian Semesta dengan tetap bertanggung jawab.
Anang Tri Pambudi
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
PRINSIP SEORANG GURU 😇
Bagi seorang Guru, Hal terbaik yang dapat dia lakukan untuk hidup nya sendiri adalah memastikan bahwa semua orang di sekitar nya menjadi lebih baik.
Setiap orang yang pernah dia hubungi,
Setiap orang yang pernah dia temui,
Hidup nya akan lebih baik jika mereka kaya, pintar, Sholeh, kuat, bahagia, dan mereka baik hati…!!
Jika seorang guru dapat mengorbankan 1 menit waktu nya untuk menghemat 15 menit waktu orang lain. Maka dia akan melakukannya.
Karena baginya, itu berarti dia telah MENCIPTAKAN 14 menit manfaat.
MENCIPTAKAN MANFAAT.
Dengan Tulus dia Lakukan ini terus-menerus,
Dengan ikhlas dia Lakukan ini terus-menerus,
Dan akhirnya semua menit-menit yang DICIPTAKAN itu menemukan jalan kembali kepada nya sendiri.
Kebahagiaan orang lain yang dia bantu, kembali kepada nya menjadi kebahagiaannya
Kesuksesan orang lain yang dia bantu, kembali kapadanya menjadi kesuksesannya
Seorang Guru menemukan cinta dan kebahagiaan melalui manfaat yang dia ciptakan.
Guru hidup dalam keberlimpahan yang dipenuhi dari manfaat yang diciptakannya
Musuh utama dari Seorang Guru adalah EGOIS
Mementingkan diri nya sendiri
Berpandangan pendek,
Bersifat negatif,
Merusak.
Dan semua guru yang seperti itupun akan hidup dalam kerusakan.
Saya tidak perlu meluangkan waktu untuk sering menulis postingan seperti ini untuk orang-orang.
Saya kehilangan 10 menit Untuk setiap kali menuliskan pesan-pesan kebaikan kepada semua orang
Namun, meskipun saya mungkin kehilangan waktu untuk melakukan ini, saya tahu bahwa orang lain akan mempelajari sesuatu yang baru.
Orang lain mempelajari sesuatu yang membutuhkan ratusan jam pengalaman hidup untuk menghasilkannya sendiri.
Dengan menulis postingan ini, saya menciptakan JUTAAN menit penghematan setiap hari yang bisa didapat orang lain.
Begitulah Jalan seorang Guru..
Selalu menyebarkan kebaikan, penuh Cinta, kasih sayang, dan mendorong semua orang menjadi yang terbaik.
Terimakasih untuk semua Guru.
With LOVE.
Fitra Jaya Saleh (FJS)
#INISIATIF
Bagi seorang Guru, Hal terbaik yang dapat dia lakukan untuk hidup nya sendiri adalah memastikan bahwa semua orang di sekitar nya menjadi lebih baik.
Setiap orang yang pernah dia hubungi,
Setiap orang yang pernah dia temui,
Hidup nya akan lebih baik jika mereka kaya, pintar, Sholeh, kuat, bahagia, dan mereka baik hati…!!
Jika seorang guru dapat mengorbankan 1 menit waktu nya untuk menghemat 15 menit waktu orang lain. Maka dia akan melakukannya.
Karena baginya, itu berarti dia telah MENCIPTAKAN 14 menit manfaat.
MENCIPTAKAN MANFAAT.
Dengan Tulus dia Lakukan ini terus-menerus,
Dengan ikhlas dia Lakukan ini terus-menerus,
Dan akhirnya semua menit-menit yang DICIPTAKAN itu menemukan jalan kembali kepada nya sendiri.
Kebahagiaan orang lain yang dia bantu, kembali kepada nya menjadi kebahagiaannya
Kesuksesan orang lain yang dia bantu, kembali kapadanya menjadi kesuksesannya
Seorang Guru menemukan cinta dan kebahagiaan melalui manfaat yang dia ciptakan.
Guru hidup dalam keberlimpahan yang dipenuhi dari manfaat yang diciptakannya
Musuh utama dari Seorang Guru adalah EGOIS
Mementingkan diri nya sendiri
Berpandangan pendek,
Bersifat negatif,
Merusak.
Dan semua guru yang seperti itupun akan hidup dalam kerusakan.
Saya tidak perlu meluangkan waktu untuk sering menulis postingan seperti ini untuk orang-orang.
Saya kehilangan 10 menit Untuk setiap kali menuliskan pesan-pesan kebaikan kepada semua orang
Namun, meskipun saya mungkin kehilangan waktu untuk melakukan ini, saya tahu bahwa orang lain akan mempelajari sesuatu yang baru.
Orang lain mempelajari sesuatu yang membutuhkan ratusan jam pengalaman hidup untuk menghasilkannya sendiri.
Dengan menulis postingan ini, saya menciptakan JUTAAN menit penghematan setiap hari yang bisa didapat orang lain.
Begitulah Jalan seorang Guru..
Selalu menyebarkan kebaikan, penuh Cinta, kasih sayang, dan mendorong semua orang menjadi yang terbaik.
Terimakasih untuk semua Guru.
With LOVE.
Fitra Jaya Saleh (FJS)
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
[SEMINAR ONLINE KESEHATAN FKM UI Seri 32]🚨
Program Studi Pascasarjana FKM UI Mata Kuliah Kepemimpinan Strategis menyelenggarakan Seminar Online dengan tema "peran Tenaga Kesehatan dalam Kepemimpinan Organisasi"
🗓️ : Sabtu, 21 Desember 2024
⏰ : 13.00 sd Selesai
📍 : Zoom
https://ui-ac-id.zoom.us/j/98827122723?pwd=a4KeUQop8DNy7isMViaSBaMlGIFwcn.1
Meeting ID: 98827122723
Passcode: 014572
Kegiatan ini bersifat *GRATIS* & tersedia Doorprize E-Wallet
Pengisi Acara :
🎤 Sambutan:
Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc (Dekan FKMUI)
🎤Pembicara
1. Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM (Ketua Departemen AKK FKM UI)
2. Dr. dr. Andi Afdal, M.B.A., AAK (Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan
3. Rabiatul Adawiyah, S.Gz (Mahasiswa Pascasarjana FKM UI)
Jangan sampai terlewat, Registrasi sekarang Juga (Free) ke : https://bit.ly/SeminarKepstrat2024
Narahubung
Bethany (085704175302)
Yuk Gabung Sekarang!
Dapatkan pengetahuan dan ilmu bermanfaat bersama kami!
Program Studi Pascasarjana FKM UI Mata Kuliah Kepemimpinan Strategis menyelenggarakan Seminar Online dengan tema "peran Tenaga Kesehatan dalam Kepemimpinan Organisasi"
🗓️ : Sabtu, 21 Desember 2024
⏰ : 13.00 sd Selesai
📍 : Zoom
https://ui-ac-id.zoom.us/j/98827122723?pwd=a4KeUQop8DNy7isMViaSBaMlGIFwcn.1
Meeting ID: 98827122723
Passcode: 014572
Kegiatan ini bersifat *GRATIS* & tersedia Doorprize E-Wallet
Pengisi Acara :
🎤 Sambutan:
Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, MS., DSc (Dekan FKMUI)
🎤Pembicara
1. Prof. Dr. Ede Surya Darmawan, SKM., MDM (Ketua Departemen AKK FKM UI)
2. Dr. dr. Andi Afdal, M.B.A., AAK (Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan
3. Rabiatul Adawiyah, S.Gz (Mahasiswa Pascasarjana FKM UI)
Jangan sampai terlewat, Registrasi sekarang Juga (Free) ke : https://bit.ly/SeminarKepstrat2024
Narahubung
Bethany (085704175302)
Yuk Gabung Sekarang!
Dapatkan pengetahuan dan ilmu bermanfaat bersama kami!
JADILAH GELAS KOSONG 🧐
Jadilah gelas kosong, itulah pesan seorang eks Sales Manager Nasional berbagai perusahaan top di Indonesia dengan salah satu reputasinya sebagai "Top 5 besar branding se-Asia-Pasific".
Sore itu, kami bertiga tidak akan pernah melupakan pelajaran berharga dari Bapak Kaya (Rich Dad), sebuah pembelajaran tentang rahasia kesuksesannya.
Cukup lama Bapak Kaya berpikir hingga mengatakan
"Coba Anda keluar (kami diminta turun ke lantai bawah) dan lihat ada apa di depan kantor saya".
Pertanyaan ini diulang hingga beberapa kali, dan baru saya tersadar kalau ini bukan pertanyaan retorika (pertanyaan yang tidak butuh jawaban).
"Maaf, ini perintah atau pertanyaan retorika Pak?", tanya saya memastikan.
Bapak Kaya menjawab, "Saya tidak sedang berbicara dengan OB (Office Boy), tapi dengan orang di level struktural seperti anda".
"Kalau pertanyaan saya jelas Do atau kerjakan kalau masih belum jelas saya akan ulangi lagi. Bos-bos Pertamina saja saya minta begitu langsung jalan".
”Jelas Pak”, sahut saya (sambil membayangkan situasi di luar).
Saya beranjak keluar sambil bertanya-tanya maksud pertanyaan dan perintah tadi. Tanpa disadari dua orang rekan dalam satu ruangan juga diminta melakukan hal yang sama (seorang diantaranya calon staf struktural di kantor tersebut).
Setelah melihat-lihat situasi di luar, kami kembali ke ruangan dan masing-masing diminta menjawab pertanyaan. Dari penjelasan kami bertiga, Bapak Kaya terlihat tidak antusias dan meminta salah seorang OB untuk melakukan hal yang sama sebagai jawaban pembanding.
Jawaban dari OB “Di depan kantor Bapak ada 4 sepeda motor, pot bunga, toko kue, dsbnya…”
Takjub, jawaban sederhana ini yang dibenarkan oleh Bapak Kaya.
Lantas kami bertiga ditanya lagi, jawaban mana yang benar?
Kami bertiga mengakui jawaban sederhana dari OB ini yang benar dan jawaban kami bertiga tidak tepat sasaran (salah satunya kami menjawab banyak orang di luar melakukan aktivitas dengan fokus, baik tukang parkir, sopir, orang yang sedang telp, dsbgnya yang intinya rumit/njlimet).
Di saat masih berupaya untuk interospeksi diri dari kesombongan, kami sudah diperintah lagi melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
“Coba kalian keluar lagi (turun ke bawah) dan lihat lagi ada apa di depan kantor saya?". 😱
#INISIATIF
Jadilah gelas kosong, itulah pesan seorang eks Sales Manager Nasional berbagai perusahaan top di Indonesia dengan salah satu reputasinya sebagai "Top 5 besar branding se-Asia-Pasific".
Sore itu, kami bertiga tidak akan pernah melupakan pelajaran berharga dari Bapak Kaya (Rich Dad), sebuah pembelajaran tentang rahasia kesuksesannya.
Cukup lama Bapak Kaya berpikir hingga mengatakan
"Coba Anda keluar (kami diminta turun ke lantai bawah) dan lihat ada apa di depan kantor saya".
Pertanyaan ini diulang hingga beberapa kali, dan baru saya tersadar kalau ini bukan pertanyaan retorika (pertanyaan yang tidak butuh jawaban).
"Maaf, ini perintah atau pertanyaan retorika Pak?", tanya saya memastikan.
Bapak Kaya menjawab, "Saya tidak sedang berbicara dengan OB (Office Boy), tapi dengan orang di level struktural seperti anda".
"Kalau pertanyaan saya jelas Do atau kerjakan kalau masih belum jelas saya akan ulangi lagi. Bos-bos Pertamina saja saya minta begitu langsung jalan".
”Jelas Pak”, sahut saya (sambil membayangkan situasi di luar).
Saya beranjak keluar sambil bertanya-tanya maksud pertanyaan dan perintah tadi. Tanpa disadari dua orang rekan dalam satu ruangan juga diminta melakukan hal yang sama (seorang diantaranya calon staf struktural di kantor tersebut).
Setelah melihat-lihat situasi di luar, kami kembali ke ruangan dan masing-masing diminta menjawab pertanyaan. Dari penjelasan kami bertiga, Bapak Kaya terlihat tidak antusias dan meminta salah seorang OB untuk melakukan hal yang sama sebagai jawaban pembanding.
Jawaban dari OB “Di depan kantor Bapak ada 4 sepeda motor, pot bunga, toko kue, dsbnya…”
Takjub, jawaban sederhana ini yang dibenarkan oleh Bapak Kaya.
Lantas kami bertiga ditanya lagi, jawaban mana yang benar?
Kami bertiga mengakui jawaban sederhana dari OB ini yang benar dan jawaban kami bertiga tidak tepat sasaran (salah satunya kami menjawab banyak orang di luar melakukan aktivitas dengan fokus, baik tukang parkir, sopir, orang yang sedang telp, dsbgnya yang intinya rumit/njlimet).
Moral cerita:
1. Dengar dan jalankan perintah (bukan dengar dan persepsikan sendiri perintah)✅
Ini agar tidak terjadi miskonsep antara Blue Print perusahaan dengan implementasi di lapangan karena masing-masing orang sudah mempersepsikan berbeda-beda.
2. Jangan Takabur✅
Menjalankan perintah sederhana yang terkesan aneh dari orang lain akan muncul rasa berontak antara patuh pada perintah atau gengsi menjalankan perintah. Ditambah banyak pasang mata melihat aksi kami seperti tidak lazim dilakukan.
Kami bertiga sadar sudah terjebak dengan perintah sederhana namun kami tangkap dengan sangat rumit.
Mungkin saja kami sudah merasa berisi sehingga banyak pemikiran/ide, inisiatif, konsep, dan teori yang sudah mencemari pikiran sehingga tak lagi bersih seperti awal. Seorang anak kecil yang ditanya cita-citanya dengan cepat akan menjawab ingin jadi Polisi, Dokter, atau Presiden tapi giliran kita ditanya cita-cita tak jarang kita masih berpikir panjang. Hal itu karena anak kecil ibarat gelas yang masih kosong.
Rahasia kesuksesan yang Bapak Kaya pegang kalau kita bisa jadi gelas kosong yang selalu siap untuk diisi. Bandingkan dengan gelas yang selalu berisi penuh, kalau dituang air maka akan tumpah. Sama dengan pikiran kita, kalau merasa sudah berisi, pendapat, saran, gagasan dan nasehat yang baik pun akan mental karena sudah merasa berisi.
Di saat masih berupaya untuk interospeksi diri dari kesombongan, kami sudah diperintah lagi melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
“Coba kalian keluar lagi (turun ke bawah) dan lihat lagi ada apa di depan kantor saya?". 😱
Note: Kisahnya masih ada part (2), dilanjut esok pagi yah
🤝
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1❤🔥1🤗1
(PART 2) JADILAH GELAS KOSONG 🧐
Disaat masih berupaya untuk interospeksi diri dari kesombongan, kami sudah diperintah lagi melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
“Coba kalian keluar lagi (turun ke bawah) dan lihat lagi ada apa di depan kantor saya?".
Apa yang ada dipikiran kita kalau diperintah sama dengan jawaban yang sudah sangat jelas?
Mungkin saja bathin ini akan berontak (dengan bertanya atau meminta penjelasan), tapi bisa saja itulah bentuk kesombongan berupa benih-benih halus yang hampir tidak kita sadari. Kami bertiga lantas beranjak keluar kantor lagi, mengamati obyek-obyek di depan kantor lagi, di saat itu banyak pasang mata mengamati kami.
Iyaa, benar…. mungkin kata yang tepat untuk kami saat itu terlihat “GILA”, tapi tak apalah karena kami sedang belajar mengikis habis benih kesombongan. Dengan berbagai gaya dan bahasa tubuh seakan-akan tidak sedang terjadi apa-apa, kami kembali ke lantai atas dan bertemu lagi dengan Bapak Kaya (masih terlihat sombong ngga yah?).
“Sekarang, apa yang kalian lihat?”, Tanya Bapak Kaya.
Sambil menunggu giliran menjawab, saya berpikir teka-teki apa lagi yah?
Nanti diberi jawaban betul ternyata salah, mau dikasih jawaban salah? masa iya sih diberi jawaban salah?!!.
Akhirnya satu persatu kami menjawab, ada yang melengkapi jawaban OB, ada yang mengurangi jawaban namun melengkapi di sisi yang lain dan jawaban lainnya yang intinya dari ketiga orang tidak ada jawaban yang sama persis.
Bapak Kaya pun tersenyum….. itulah fakta, Anda dikasih pertanyaan yang sudah jelas dengan jawaban yang juga sudah jelas, jawaban yang Anda berikan masih saja berbeda-beda. Kalian 3 orang yang berbeda, dan tidak mungkin sama.
Sejenak suasana larut dalam keheningan, tiba-tiba Bapak Kaya bertanya lagi.
“Apakah anda tadi melihat Antenna CB, Antenna Parabola dan Pesawat Terbang?”.
Hmm,…. dalam benak kami bertiga pertanyaan ini cukup menggelitik karena di kota kecil tempat kami tinggal hanya ada sekali penerbangan ke Jakarta, itu pun hanya di pagi hari dan hampir tidak pernah terlihat pesawat terbang melintas).
Kira-kira gimana kelanjutannya?
#INISIATIF
Ini adalah (Part 2) lanjutan kisah sebelumnya tentang pelajaran berharga dari Bapak Kaya (Rich Dad). Bila kalian ketinggalan, silakan ke sini buat awal mula kisahnya:
https://t.me/commit_asktheexperts/6017
Disaat masih berupaya untuk interospeksi diri dari kesombongan, kami sudah diperintah lagi melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
“Coba kalian keluar lagi (turun ke bawah) dan lihat lagi ada apa di depan kantor saya?".
Apa yang ada dipikiran kita kalau diperintah sama dengan jawaban yang sudah sangat jelas?
Mungkin saja bathin ini akan berontak (dengan bertanya atau meminta penjelasan), tapi bisa saja itulah bentuk kesombongan berupa benih-benih halus yang hampir tidak kita sadari. Kami bertiga lantas beranjak keluar kantor lagi, mengamati obyek-obyek di depan kantor lagi, di saat itu banyak pasang mata mengamati kami.
Iyaa, benar…. mungkin kata yang tepat untuk kami saat itu terlihat “GILA”, tapi tak apalah karena kami sedang belajar mengikis habis benih kesombongan. Dengan berbagai gaya dan bahasa tubuh seakan-akan tidak sedang terjadi apa-apa, kami kembali ke lantai atas dan bertemu lagi dengan Bapak Kaya (masih terlihat sombong ngga yah?).
“Sekarang, apa yang kalian lihat?”, Tanya Bapak Kaya.
Sambil menunggu giliran menjawab, saya berpikir teka-teki apa lagi yah?
Nanti diberi jawaban betul ternyata salah, mau dikasih jawaban salah? masa iya sih diberi jawaban salah?!!.
Akhirnya satu persatu kami menjawab, ada yang melengkapi jawaban OB, ada yang mengurangi jawaban namun melengkapi di sisi yang lain dan jawaban lainnya yang intinya dari ketiga orang tidak ada jawaban yang sama persis.
Bapak Kaya pun tersenyum….. itulah fakta, Anda dikasih pertanyaan yang sudah jelas dengan jawaban yang juga sudah jelas, jawaban yang Anda berikan masih saja berbeda-beda. Kalian 3 orang yang berbeda, dan tidak mungkin sama.
Moral cerita:
3. Hargai Perbedaan.
Setiap manusia dilahirkan berbeda-beda bahkan untuk perintah dan jawaban yang sudah jelas pun kami bertiga tidak memberikan jawaban yang sama persis. Ituah pentingnya memahami perbedaan, terutama bagi person yang diberi amanah untuk memimpin suatu kelompok baik dalam organisasi kecil maupun besar. Tidak ada kata-kata lagi yang bisa kami ucapkan saat itu kecuali pernyataan setuju.
4. Bersedia untuk Berbagi
Dengan perbedaan kita dituntut untuk saling bisa mengisi baik ide/gagasan, pendapat maupun kritikan. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Point ini menjadi salah satu dari kesuksesan Bapak Kaya. Ibarat tangan kita masing-masing terdiri dari jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Kalau sudah menyatu tidak mustahil kita bisa menggenggam apapun.
Sejenak suasana larut dalam keheningan, tiba-tiba Bapak Kaya bertanya lagi.
“Apakah anda tadi melihat Antenna CB, Antenna Parabola dan Pesawat Terbang?”.
Hmm,…. dalam benak kami bertiga pertanyaan ini cukup menggelitik karena di kota kecil tempat kami tinggal hanya ada sekali penerbangan ke Jakarta, itu pun hanya di pagi hari dan hampir tidak pernah terlihat pesawat terbang melintas).
Kira-kira gimana kelanjutannya?
Note: Kisahnya masih ada part (3), dilanjut esok pagi lagi yah
🤝
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍2❤🔥1
(PART 3) JADILAH GELAS KOSONG 🧐
Sejenak suasana larut dalam keheningan, tiba-tiba Bapak Kaya bertanya lagi. “Apakah anda tadi melihat Antenna CB, Antenna Parabola dan Pesawat Terbang?”.
Hmm, …. dalam benak kami bertiga pertanyaan ini cukup menggelitik karena di kota kecil tempat kami tinggal hanya ada sekali penerbangan ke Jakarta, itu pun hanya di pagi hari dan hampir tidak pernah terlihat pesawat terbang melintas). Jawaban kami bervariasi, ada yang menjawab “saya mungkin bisa melihat antenna CB atau Parabola tapi tidak mungkin melihat pesawat terbang. Jawaban yang lain, kami tidak melihat antenna CB atau Parabola tapi melihat gambar pesawat terbang di salah satu kios penjualan tiket pesawat …. hiikkss ...
“Coba, kalian jalan ke ujung dan lihat dari jendela keluar, apakah ada yang saya sebutkan tadi?”, seru Bapak Kaya.
Kami bertiga lagi-lagi harus ber-olahraga ringan (lari-lari kecil) untuk mematuhi perintah Bapak Kaya. Tiga pasang mata melihat ke arah luar jendela dan “surprise”!!
Dari lantai 2 terlihat jelas sebuah antenna parabola dan antenna CB. Dan, kedua antenna ini sama sekali tidak akan terlihat dari lantai 1 karena posisinya terhalangi dan berada di atap gedung. Dalam hati kami malu, tapi mengakui kalau pernyataan kami tentang antenna telah salah. Namun, bagaimana dengan pesawatnya yah?
Sejenak kami sempat berdiskusi dan akhirnya sepakat tidak melihat adanya pesawat terbang, memang seperti sebuah teka-teki, tapi apa kami harus menjawab hal yang tidak kami ketahui? … Tidak, dalam benak kami menjawab.
Akhirnya kami kembali lagi ke ruangan Bapak Kaya. Masing-masing dari kami pun ditanya lagi satu per-satu. Semua sepakat melihat antenna, namun tidak melihat pesawat terbang.
Bapak Kaya meneruskan bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya.
“Coba Anda naik ke atap kantor ini dan lihat ke arah Barat. Anda akan melihat sebuah Pesawat Terbang di ujung jalan”.
Kami sadar yang dimaksud ternyata sebuah “monumen Pesawat Terbang” yang berada sekitar 1 km dari tempat kami berada. Sebuah pesawat tempur yang menurut prediksi hasil lucutan tentara Jepang kala di masa penjajahan. Kami terdiam seribu bahasa, menyadari kebodohan kami bertiga yang selama ini telah dibutakan oleh banyak hal.
Mungkin saja, secara teoritis kami mengetahui banyak hal sisi manajemen atau manajerial tapi belum sampai pada taraf memahami betul dalam aplikasi nyata.
Artinya bahwa seorang yang mempunyai kelebihan dalam cara memandang di antara orang-orang dalam satu kelompoknya akan diangkat menjadi pemimpin karena tentu memiliki kemampuan lebih dibanding yang lain. Seorang pemimpin diibaratkan sedang naik tower, maka akan terlihat banyak benda hingga jarak jauh dibandingkan dengan staf yang memiliki deskripsi kerja sebagai front liner. Mungkin di depan kantor hanya akan terlihat sepeda motor, mobil, pot bunga, customer dan lainnya.
#INISIATIF
Ini adalah (Part 3) lanjutan kisah sebelumnya tentang pelajaran berharga dari Bapak Kaya (Rich Dad). Bila kalian ketinggalan, silakan ke sini buat awal mula kisahnya:
https://t.me/commit_asktheexperts/6017 (Part 1)
https://t.me/commit_asktheexperts/6019 (Part 2)
Sejenak suasana larut dalam keheningan, tiba-tiba Bapak Kaya bertanya lagi. “Apakah anda tadi melihat Antenna CB, Antenna Parabola dan Pesawat Terbang?”.
Hmm, …. dalam benak kami bertiga pertanyaan ini cukup menggelitik karena di kota kecil tempat kami tinggal hanya ada sekali penerbangan ke Jakarta, itu pun hanya di pagi hari dan hampir tidak pernah terlihat pesawat terbang melintas). Jawaban kami bervariasi, ada yang menjawab “saya mungkin bisa melihat antenna CB atau Parabola tapi tidak mungkin melihat pesawat terbang. Jawaban yang lain, kami tidak melihat antenna CB atau Parabola tapi melihat gambar pesawat terbang di salah satu kios penjualan tiket pesawat …. hiikkss ...
“Coba, kalian jalan ke ujung dan lihat dari jendela keluar, apakah ada yang saya sebutkan tadi?”, seru Bapak Kaya.
Kami bertiga lagi-lagi harus ber-olahraga ringan (lari-lari kecil) untuk mematuhi perintah Bapak Kaya. Tiga pasang mata melihat ke arah luar jendela dan “surprise”!!
Dari lantai 2 terlihat jelas sebuah antenna parabola dan antenna CB. Dan, kedua antenna ini sama sekali tidak akan terlihat dari lantai 1 karena posisinya terhalangi dan berada di atap gedung. Dalam hati kami malu, tapi mengakui kalau pernyataan kami tentang antenna telah salah. Namun, bagaimana dengan pesawatnya yah?
Sejenak kami sempat berdiskusi dan akhirnya sepakat tidak melihat adanya pesawat terbang, memang seperti sebuah teka-teki, tapi apa kami harus menjawab hal yang tidak kami ketahui? … Tidak, dalam benak kami menjawab.
Akhirnya kami kembali lagi ke ruangan Bapak Kaya. Masing-masing dari kami pun ditanya lagi satu per-satu. Semua sepakat melihat antenna, namun tidak melihat pesawat terbang.
Bapak Kaya meneruskan bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya.
“Coba Anda naik ke atap kantor ini dan lihat ke arah Barat. Anda akan melihat sebuah Pesawat Terbang di ujung jalan”.
Kami sadar yang dimaksud ternyata sebuah “monumen Pesawat Terbang” yang berada sekitar 1 km dari tempat kami berada. Sebuah pesawat tempur yang menurut prediksi hasil lucutan tentara Jepang kala di masa penjajahan. Kami terdiam seribu bahasa, menyadari kebodohan kami bertiga yang selama ini telah dibutakan oleh banyak hal.
Mungkin saja, secara teoritis kami mengetahui banyak hal sisi manajemen atau manajerial tapi belum sampai pada taraf memahami betul dalam aplikasi nyata.
Moral cerita:
5. Be Positif
✅
Setiap orang dianugerahi kemampuan untuk memandang, namun kemampuan cara memandang setiap orang bisa berbeda-beda. Ada orang yang bisa memandang lebih jauh dan luas, namun ada juga yang hanya bisa memandang jarak dekat. Dari contoh kisah di atas, kita bisa membuat komparasi sebagai berikut :
- Kami bertiga tidak mampu melihat antenna CB dan antenna parabola dari lantai 1, namun Bapak Kaya sudah mengetahui terlebih dulu bahwa perangkat-perangkat tersebut akan terlihat dari lantai 2.
- Kami bertiga tidak mampu melihat pesawat terbang dari lantai 2, namun Bapak Kaya pun sudah mengetahuinya terlebih dulu dengan melihatnya dari atap gedung kantornya.
Artinya bahwa seorang yang mempunyai kelebihan dalam cara memandang di antara orang-orang dalam satu kelompoknya akan diangkat menjadi pemimpin karena tentu memiliki kemampuan lebih dibanding yang lain. Seorang pemimpin diibaratkan sedang naik tower, maka akan terlihat banyak benda hingga jarak jauh dibandingkan dengan staf yang memiliki deskripsi kerja sebagai front liner. Mungkin di depan kantor hanya akan terlihat sepeda motor, mobil, pot bunga, customer dan lainnya.
Note: Kisahnya masih ada part (4), dilanjut esok pagi lagi yah
🤝
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
(PART 4) JADILAH GELAS KOSONG 🧐
5. Be Positif✅
Setiap orang dianugerahi kemampuan untuk memandang, namun kemampuan cara memandang setiap orang bisa berbeda-beda. Ada orang yang bisa memandang lebih jauh dan luas, namun ada juga yang hanya bisa memandang jarak dekat. Dari contoh kisah di atas, kita bisa membuat komparasi sebagai berikut :
- Kami bertiga tidak mampu melihat antenna CB dan antenna parabola dari lantai 1, namun Bapak Kaya sudah mengetahui terlebih dulu bahwa perangkat-perangkat tersebut akan terlihat dari lantai 2.
- Kami bertiga tidak mampu melihat pesawat terbang dari lantai 2, namun Bapak Kaya pun sudah mengetahuinya terlebih dulu dengan melihatnya dari atap gedung kantornya.
Artinya bahwa seorang yang mempunyai kelebihan dalam cara memandang diantara orang-orang dalam satu kelompoknya akan diangkat menjadi pemimpin karena tentu memiliki kemampuan lebih dibanding yang lain. Seorang pemimpin diibaratkan sedang naik tower, maka akan terlihat banyak benda hingga jarak jauh dibandingkan dengan staf yang memiliki deskripsi kerja sebagai front liner. Mungkin di depan kantor hanya akan terlihat sepeda motor, mobil, pot bunga, customer dan lainnya.
Untuk itu, kepada pimpinan kita di lingkungan manapun hindari prasangka buruk karena perintah atau himbauannya, arahan atau nasihatnya, koreksi atau bimbingannya sudah melalui tahapan proses. Kita tidak pernah menduga kalau akan ada “Pesawat Terbang lain” di kantor kita … So …. Be Positif ke pimpinan kita.
6. Selalu Belajar dan Upgrade Knowledge✅
Ketika Anda diberi amanah untuk memimpin sebuah organisasi baik skala makro maupun mikro, hal yang perlu ditekankan adalah selalu belajar dan senantiasa menambah ilmu. Cerita komparasi di atas sudah cukup jelas, bahwa seorang pemimpin dituntut memiliki pandangan dan pengetahuan lebih jauh dan luas. Seorang pimpinan tidak akan pernah tahu kalau akan ada pesawat terbang lain jika tidak ada upaya untuk selalu belajar dan menambah ilmu.
7. Lihat dengan Detail dan Teliti✅
Di sesi “Dengar dan jalankan perintah” kami tergelitik untuk menanyakan hal yang satu ini.
“Apakah kita harus menjadi staf seperti robot yang hanya mendengar dan menjalankan perintah tanpa ide dan kreativitas apapun?”.
Bapak Kaya menjawab, Tidak.
Justru harus menjalankan perintah dengan detail dan teliti. Contoh jawaban yang detail untuk perintah "Coba Anda keluar dan lihat ada apa di depan kantor saya?”.
Di depan kantor Bapak ada:
- Dua buah pot bunga warna bla bla bla dan bla bla bla masing-masing ditanami bunga bla bla bla dan bla bla bla
- Empat buah sepeda motor berbagai merk a.l. bla bla bla diparkir sejajar.
- Satu buah Mobil merk bla bla bla warna bla bla bla diparkir di sebelah ruko.
- Sebuah toko yang menjual aneka roti dengan brand bla bla bla bercorak warna bla bla bla khas menyambut acara bulan Februari, dan sebagainya.
Bandingkan dengan jawaban sebelumnya Dua pot bunga, 4 Sepeda Motor, toko kue, seperti uraian di atas.
#INISIATIF #Weekend
Ini adalah (Part 4/akhir) lanjutan kisah sebelumnya tentang pelajaran berharga dari Bapak Kaya (Rich Dad). Bila kalian ketinggalan, silakan ke sini buat awal mula kisahnya:
https://t.me/commit_asktheexperts/6017 (Part 1)
https://t.me/commit_asktheexperts/6019 (Part 2)
https://t.me/commit_asktheexperts/6020 (Part 3)
5. Be Positif
Setiap orang dianugerahi kemampuan untuk memandang, namun kemampuan cara memandang setiap orang bisa berbeda-beda. Ada orang yang bisa memandang lebih jauh dan luas, namun ada juga yang hanya bisa memandang jarak dekat. Dari contoh kisah di atas, kita bisa membuat komparasi sebagai berikut :
- Kami bertiga tidak mampu melihat antenna CB dan antenna parabola dari lantai 1, namun Bapak Kaya sudah mengetahui terlebih dulu bahwa perangkat-perangkat tersebut akan terlihat dari lantai 2.
- Kami bertiga tidak mampu melihat pesawat terbang dari lantai 2, namun Bapak Kaya pun sudah mengetahuinya terlebih dulu dengan melihatnya dari atap gedung kantornya.
Artinya bahwa seorang yang mempunyai kelebihan dalam cara memandang diantara orang-orang dalam satu kelompoknya akan diangkat menjadi pemimpin karena tentu memiliki kemampuan lebih dibanding yang lain. Seorang pemimpin diibaratkan sedang naik tower, maka akan terlihat banyak benda hingga jarak jauh dibandingkan dengan staf yang memiliki deskripsi kerja sebagai front liner. Mungkin di depan kantor hanya akan terlihat sepeda motor, mobil, pot bunga, customer dan lainnya.
Untuk itu, kepada pimpinan kita di lingkungan manapun hindari prasangka buruk karena perintah atau himbauannya, arahan atau nasihatnya, koreksi atau bimbingannya sudah melalui tahapan proses. Kita tidak pernah menduga kalau akan ada “Pesawat Terbang lain” di kantor kita … So …. Be Positif ke pimpinan kita.
6. Selalu Belajar dan Upgrade Knowledge
Ketika Anda diberi amanah untuk memimpin sebuah organisasi baik skala makro maupun mikro, hal yang perlu ditekankan adalah selalu belajar dan senantiasa menambah ilmu. Cerita komparasi di atas sudah cukup jelas, bahwa seorang pemimpin dituntut memiliki pandangan dan pengetahuan lebih jauh dan luas. Seorang pimpinan tidak akan pernah tahu kalau akan ada pesawat terbang lain jika tidak ada upaya untuk selalu belajar dan menambah ilmu.
7. Lihat dengan Detail dan Teliti
Di sesi “Dengar dan jalankan perintah” kami tergelitik untuk menanyakan hal yang satu ini.
“Apakah kita harus menjadi staf seperti robot yang hanya mendengar dan menjalankan perintah tanpa ide dan kreativitas apapun?”.
Bapak Kaya menjawab, Tidak.
Justru harus menjalankan perintah dengan detail dan teliti. Contoh jawaban yang detail untuk perintah "Coba Anda keluar dan lihat ada apa di depan kantor saya?”.
Di depan kantor Bapak ada:
- Dua buah pot bunga warna bla bla bla dan bla bla bla masing-masing ditanami bunga bla bla bla dan bla bla bla
- Empat buah sepeda motor berbagai merk a.l. bla bla bla diparkir sejajar.
- Satu buah Mobil merk bla bla bla warna bla bla bla diparkir di sebelah ruko.
- Sebuah toko yang menjual aneka roti dengan brand bla bla bla bercorak warna bla bla bla khas menyambut acara bulan Februari, dan sebagainya.
Bandingkan dengan jawaban sebelumnya Dua pot bunga, 4 Sepeda Motor, toko kue, seperti uraian di atas.
Ungkapan Martin Luther King “
Jika seorang terpanggil menjadi tukang sapu jalan, hendaklah ia menyapu jalan sebagaimana Michael Angelo melukis, atau Beethoven menciptakan musik, atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalan dengan sangat baik sehingga segenap isi surga dan bumi serentak menghentikan kegiatan mereka dan berkata, di sini tinggal seorang penyapu jalan yang agung yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik
”.
#INISIATIF #Weekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥2👍1
Strategi di Balik Wajah Tanpa Ekspresi 🤝
oleh: Wicaksono
Di sebuah ruangan dingin dengan meja panjang yang dikelilingi pemimpin-pemimpin dunia, negosiator Rusia duduk tegak, diam, dan tajam mengamati. Mereka berbicara sedikit, tetapi setiap kata membawa beban, setiap gerakan memiliki makna.
Igor Ryzov dalam "The Kremlin School of Negotiation" tidak hanya mengajak kita memasuki ruang-ruang seperti itu, tetapi juga mengajarkan seni menguasainya.
Buku ini adalah panduan praktis sekaligus filsafat tentang negosiasi, disaring dari tradisi keras dan taktis diplomasi Kremlin. Igor, seorang pelatih negosiasi yang berpengalaman, menyingkap rahasia di balik pendekatan negosiasi Rusia yang sering kali terlihat dingin, bahkan intimidatif. Namun, di balik ketenangan itu terdapat logika tajam dan strategi yang diukur dengan presisi.
Ryzov membuka buku ini dengan prinsip dasar yang menggugah: "Negosiasi adalah seni mendengarkan." Ia menekankan bahwa kekuatan sebenarnya dalam negosiasi tidak terletak pada kata-kata, melainkan pada keheningan.
"Ketika kita mendengarkan," tulisnya, "kita memenangkan hati lawan kita. Kita menunjukkan bahwa kita tertarik pada apa yang mereka katakan."
Dalam dunia yang sibuk berbicara, kemampuan untuk mendengar menjadi senjata yang paling jarang digunakan namun paling efektif.
Keteguhan dan Fleksibilitas
Salah satu pelajaran penting yang diusung buku ini adalah perpaduan antara keteguhan dan fleksibilitas. Ryzov meminjam konsep dari Niccolò Machiavelli yang menyebut bahwa seorang pemimpin ideal adalah "seperti rubah dan singa."
Dalam negosiasi, rubah mewakili kelicinan dan keluwesan, sementara singa adalah simbol keberanian dan kekuatan. "Kemampuan untuk menjadi seperti rubah dan singa adalah inti dari negosiasi yang efektif," tulis Ryzov.
Contoh menarik adalah kisah negosiator Rusia yang menghadapi tamu dari negara lain yang mencoba mendominasi dengan argumen emosional. Alih-alih melawan, negosiator itu tetap tenang, menawarkan solusi yang tampaknya netral tetapi secara tak langsung menguntungkan pihaknya. Ini adalah demonstrasi sempurna dari bagaimana ketenangan dapat menjadi taktik yang ampuh.
Psikologi di Balik Negosiasi
Buku ini juga membahas psikologi negosiasi, termasuk pentingnya membaca bahasa tubuh dan memahami motivasi tersembunyi. Salah satu prinsip yang disoroti Ryzov adalah pentingnya mengidentifikasi kebutuhan inti lawan bicara.
Strategi ini mengingatkan kita bahwa negosiasi bukan sekadar permainan kekuasaan, melainkan juga seni memahami manusia. Buku ini memberi pembaca alat untuk membaca situasi dan merumuskan langkah dengan presisi.
Meski kaya wawasan, beberapa pembaca mungkin merasa pendekatan Ryzov terlalu terfokus pada taktik kekuasaan, yang kadang terkesan manipulatif. Tidak semua konteks negosiasi membutuhkan tingkat intensitas seperti yang ia gambarkan.
Kekuatan buku ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan kerangka berpikir yang dapat disesuaikan dengan berbagai situasi, baik dalam dunia bisnis, politik, maupun kehidupan sehari-hari.
The Kremlin School of Negotiation adalah bacaan wajib bagi siapa pun yang ingin menguasai seni persuasi dan strategi komunikasi. Ryzov menulis dengan kejelasan dan ketajaman yang sama seperti strategi yang ia ajarkan.
Buku ini lebih dari sekadar panduan; dia adalah ajakan untuk berpikir lebih dalam tentang bagaimana kita berbicara, mendengarkan, dan memengaruhi dunia di sekitar kita.
Sebagai pembaca, kita akan menutup halaman terakhir buku ini dengan wawasan baru tentang bagaimana memosisikan diri dalam setiap percakapan penting.
#INISIATIF
oleh: Wicaksono
Di sebuah ruangan dingin dengan meja panjang yang dikelilingi pemimpin-pemimpin dunia, negosiator Rusia duduk tegak, diam, dan tajam mengamati. Mereka berbicara sedikit, tetapi setiap kata membawa beban, setiap gerakan memiliki makna.
Igor Ryzov dalam "The Kremlin School of Negotiation" tidak hanya mengajak kita memasuki ruang-ruang seperti itu, tetapi juga mengajarkan seni menguasainya.
Buku ini adalah panduan praktis sekaligus filsafat tentang negosiasi, disaring dari tradisi keras dan taktis diplomasi Kremlin. Igor, seorang pelatih negosiasi yang berpengalaman, menyingkap rahasia di balik pendekatan negosiasi Rusia yang sering kali terlihat dingin, bahkan intimidatif. Namun, di balik ketenangan itu terdapat logika tajam dan strategi yang diukur dengan presisi.
Ryzov membuka buku ini dengan prinsip dasar yang menggugah: "Negosiasi adalah seni mendengarkan." Ia menekankan bahwa kekuatan sebenarnya dalam negosiasi tidak terletak pada kata-kata, melainkan pada keheningan.
"Ketika kita mendengarkan," tulisnya, "kita memenangkan hati lawan kita. Kita menunjukkan bahwa kita tertarik pada apa yang mereka katakan."
Dalam dunia yang sibuk berbicara, kemampuan untuk mendengar menjadi senjata yang paling jarang digunakan namun paling efektif.
Keteguhan dan Fleksibilitas
Salah satu pelajaran penting yang diusung buku ini adalah perpaduan antara keteguhan dan fleksibilitas. Ryzov meminjam konsep dari Niccolò Machiavelli yang menyebut bahwa seorang pemimpin ideal adalah "seperti rubah dan singa."
Dalam negosiasi, rubah mewakili kelicinan dan keluwesan, sementara singa adalah simbol keberanian dan kekuatan. "Kemampuan untuk menjadi seperti rubah dan singa adalah inti dari negosiasi yang efektif," tulis Ryzov.
Contoh menarik adalah kisah negosiator Rusia yang menghadapi tamu dari negara lain yang mencoba mendominasi dengan argumen emosional. Alih-alih melawan, negosiator itu tetap tenang, menawarkan solusi yang tampaknya netral tetapi secara tak langsung menguntungkan pihaknya. Ini adalah demonstrasi sempurna dari bagaimana ketenangan dapat menjadi taktik yang ampuh.
Psikologi di Balik Negosiasi
Buku ini juga membahas psikologi negosiasi, termasuk pentingnya membaca bahasa tubuh dan memahami motivasi tersembunyi. Salah satu prinsip yang disoroti Ryzov adalah pentingnya mengidentifikasi kebutuhan inti lawan bicara.
"Negosiasi tidak dapat dimenangkan atau dikalahkan. Yang dapat Anda lakukan adalah menentukan dengan tepat di mana posisi Anda dalam proses negosiasi, dan langkah apa yang perlu diambil selanjutnya."
Strategi ini mengingatkan kita bahwa negosiasi bukan sekadar permainan kekuasaan, melainkan juga seni memahami manusia. Buku ini memberi pembaca alat untuk membaca situasi dan merumuskan langkah dengan presisi.
Meski kaya wawasan, beberapa pembaca mungkin merasa pendekatan Ryzov terlalu terfokus pada taktik kekuasaan, yang kadang terkesan manipulatif. Tidak semua konteks negosiasi membutuhkan tingkat intensitas seperti yang ia gambarkan.
Kekuatan buku ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan kerangka berpikir yang dapat disesuaikan dengan berbagai situasi, baik dalam dunia bisnis, politik, maupun kehidupan sehari-hari.
The Kremlin School of Negotiation adalah bacaan wajib bagi siapa pun yang ingin menguasai seni persuasi dan strategi komunikasi. Ryzov menulis dengan kejelasan dan ketajaman yang sama seperti strategi yang ia ajarkan.
Buku ini lebih dari sekadar panduan; dia adalah ajakan untuk berpikir lebih dalam tentang bagaimana kita berbicara, mendengarkan, dan memengaruhi dunia di sekitar kita.
Sebagai pembaca, kita akan menutup halaman terakhir buku ini dengan wawasan baru tentang bagaimana memosisikan diri dalam setiap percakapan penting.
Seperti yang ditulis Igor Ryzov, "Negosiasi adalah permainan pikiran, dan pikiran yang tenang selalu menang."
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
Mengapa Orang Gampang Mengumpat? 🫢
oleh: Wicaksono
Di sebuah perempatan macet Jakarta, seorang pengendara motor menyalip dengan agresif di depan mobil seorang pria bernama Aryo.
Refleks, Aryo mengumpat, "Goblok!"
Hampir tanpa berpikir, umpatan itu keluar begitu saja, seolah-olah bagian dari dirinya yang otomatis. Tapi bukan hanya Aryo. Banyak di antara kita yang bereaksi seperti itu di banyak kejadian. Kata-kata seperti "anjing" atau "bangsat" biasa meluncur sebagai respons terhadap stres, frustrasi, atau situasi mendesak.
Charles Duhigg, melalui The Power of Habit, memberikan lensa yang tajam untuk memahami fenomena ini. Mengumpat bukanlah sekadar respons emosional spontan; ia dapat dijelaskan sebagai kebiasaan yang terstruktur dalam Habit Loop: pemicu (cue), rutinitas (routine), dan imbalan (reward).
Mengumpat sebagai Kebiasaan: Dekonstruksi Habit Loop
Menurut Duhigg, kebiasaan terbentuk dari pola neurologis yang terdiri dari tiga elemen utama:
1. Pemicu (Cue): Apa yang memulai kebiasaan? Dalam kasus mengumpat, pemicunya sering kali adalah situasi yang memicu stres atau frustrasi—kemacetan, tindakan tidak sopan, atau bahkan kekalahan dalam game online.
2. Rutinitas (Routine): Mengumpat menjadi respons otomatis yang dilakukan tanpa banyak berpikir. Ini adalah kebiasaan yang terbentuk dari pengalaman sebelumnya, di mana umpatan telah menjadi cara seseorang mengekspresikan emosi.
3. Imbalan (Reward): Mengumpat memberikan pelampiasan emosional sementara. Meski singkat, imbalan ini memberikan perasaan lega atau rasa "kuasa" terhadap situasi.
Seperti kebiasaan lainnya, pola ini diperkuat oleh pengulangan. Ketika seseorang mengumpat dan merasa lega, otak mereka mencatatnya sebagai respons yang "efektif," sehingga kebiasaan itu semakin terpatri.
Mengapa Kebiasaan Mengumpat Begitu Kuat?
Mengumpat biasanya berkaitan dengan cravings atau keinginan tersembunyi yang tak disadari. Dalam konteks ini, keinginan tersebut adalah pelepasan emosi atau rasa kontrol terhadap situasi. Mengumpat memberikan katarsis yang cepat, terutama di lingkungan seperti Jakarta yang penuh tekanan.
Fenomena ini juga diperkuat oleh norma sosial. Di Indonesia, penggunaan kata seperti "goblok" atau "anjing" sering dianggap wajar dalam lingkup tertentu, terutama di lingkungan teman atau saat bermain game online. Norma ini memperkuat rutinitas dan imbalan, menjadikannya kebiasaan kolektif.
oleh: Wicaksono
Di sebuah perempatan macet Jakarta, seorang pengendara motor menyalip dengan agresif di depan mobil seorang pria bernama Aryo.
Refleks, Aryo mengumpat, "Goblok!"
Hampir tanpa berpikir, umpatan itu keluar begitu saja, seolah-olah bagian dari dirinya yang otomatis. Tapi bukan hanya Aryo. Banyak di antara kita yang bereaksi seperti itu di banyak kejadian. Kata-kata seperti "anjing" atau "bangsat" biasa meluncur sebagai respons terhadap stres, frustrasi, atau situasi mendesak.
Charles Duhigg, melalui The Power of Habit, memberikan lensa yang tajam untuk memahami fenomena ini. Mengumpat bukanlah sekadar respons emosional spontan; ia dapat dijelaskan sebagai kebiasaan yang terstruktur dalam Habit Loop: pemicu (cue), rutinitas (routine), dan imbalan (reward).
Mengumpat sebagai Kebiasaan: Dekonstruksi Habit Loop
Menurut Duhigg, kebiasaan terbentuk dari pola neurologis yang terdiri dari tiga elemen utama:
1. Pemicu (Cue): Apa yang memulai kebiasaan? Dalam kasus mengumpat, pemicunya sering kali adalah situasi yang memicu stres atau frustrasi—kemacetan, tindakan tidak sopan, atau bahkan kekalahan dalam game online.
2. Rutinitas (Routine): Mengumpat menjadi respons otomatis yang dilakukan tanpa banyak berpikir. Ini adalah kebiasaan yang terbentuk dari pengalaman sebelumnya, di mana umpatan telah menjadi cara seseorang mengekspresikan emosi.
3. Imbalan (Reward): Mengumpat memberikan pelampiasan emosional sementara. Meski singkat, imbalan ini memberikan perasaan lega atau rasa "kuasa" terhadap situasi.
Seperti kebiasaan lainnya, pola ini diperkuat oleh pengulangan. Ketika seseorang mengumpat dan merasa lega, otak mereka mencatatnya sebagai respons yang "efektif," sehingga kebiasaan itu semakin terpatri.
Mengapa Kebiasaan Mengumpat Begitu Kuat?
Mengumpat biasanya berkaitan dengan cravings atau keinginan tersembunyi yang tak disadari. Dalam konteks ini, keinginan tersebut adalah pelepasan emosi atau rasa kontrol terhadap situasi. Mengumpat memberikan katarsis yang cepat, terutama di lingkungan seperti Jakarta yang penuh tekanan.
Fenomena ini juga diperkuat oleh norma sosial. Di Indonesia, penggunaan kata seperti "goblok" atau "anjing" sering dianggap wajar dalam lingkup tertentu, terutama di lingkungan teman atau saat bermain game online. Norma ini memperkuat rutinitas dan imbalan, menjadikannya kebiasaan kolektif.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bagaimana Mengubah Kebiasaan Mengumpat?
Duhigg menawarkan kerangka perubahan kebiasaan yang dapat diterapkan pada fenomena ini. The Golden Rule of Habit Change menyatakan bahwa kebiasaan buruk dapat diubah dengan mengganti rutinitas (routine) sambil mempertahankan pemicu (cue) dan imbalan (reward).
Langkah Praktis:
1. Identifikasi Pemicu: Seseorang perlu menyadari kapan dan di mana mereka cenderung mengumpat. Apakah itu saat stres di jalan, saat bermain game, atau ketika berdebat?
2. Ganti Rutinitas: Alih-alih mengumpat, latih diri untuk menggunakan kata-kata netral atau humor. Contohnya, mengganti "anjing!" dengan "aduh, kocak banget sih."
3. Pertahankan Imbalan: Rasa lega atau katarsis tetap bisa diperoleh dengan cara baru. Misalnya, tarik napas dalam-dalam atau beralih ke respons humor yang tidak ofensif.
Mengumpat dalam Konteks Budaya Indonesia
Kebiasaan mengumpat memiliki akar budaya yang kompleks di Indonesia. Di satu sisi, kata-kata seperti "bangsat" sering digunakan dalam konteks bercanda antara teman dekat. Di sisi lain, kebiasaan ini dapat menjadi destruktif dalam situasi tertentu, terutama jika memicu konflik.
Dalam lingkungan urban seperti Jakarta, di mana tekanan emosional tinggi, mengumpat menjadi mekanisme pelarian yang umum. Namun, jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat memperburuk situasi, seperti memperbesar konflik di jalan atau merusak hubungan interpersonal.
Apakah Mengumpat Dapat Dikelola?
Berdasarkan temuan Duhigg, kebiasaan mengumpat bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Faktanya, mengelola kebiasaan ini dapat membawa dampak positif yang luas:
1. Meningkatkan Pengendalian Diri: Dengan mengganti kebiasaan mengumpat dengan respons yang lebih positif, seseorang dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosional.
2. Memperbaiki Hubungan Sosial: Mengurangi umpatan dapat menciptakan komunikasi yang lebih sehat dan menghindari konflik yang tidak perlu.
3. Mengurangi Stres Kolektif: Jika lebih banyak orang mengendalikan kebiasaan mengumpat, suasana sosial di lingkungan seperti jalanan Jakarta bisa menjadi lebih ramah dan kondusif.
Apa yang Dapat Dipelajari dari Buku Ini?
The Power of Habit memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kebiasaan, termasuk kebiasaan mengumpat, terbentuk dan dapat diubah.
Dalam konteks Indonesia, buku ini relevan bagi individu yang ingin meningkatkan pengendalian diri atau organisasi yang ingin menciptakan budaya kerja yang lebih positif.
Namun, penerapannya membutuhkan kesadaran dan kemauan individu. Apakah kebiasaan mengumpat adalah refleks sesaat atau pola yang telah mendarah daging, perubahan hanya mungkin jika seseorang mau mengamati pola cue-routine-reward dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengajarkan bahwa kebiasaan hanyalah pola, bukan takdir. Mengubah kebiasaan seperti mengumpat, meskipun sulit, adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam kehidupan.
Bagi warga Jakarta, seperti Aryo atau siapa pun, yang terjebak dalam kebiasaan yang tidak produktif, buku ini menawarkan harapan bahwa selalu ada cara untuk menjadi lebih baik.
#INISIATIF
Duhigg menawarkan kerangka perubahan kebiasaan yang dapat diterapkan pada fenomena ini. The Golden Rule of Habit Change menyatakan bahwa kebiasaan buruk dapat diubah dengan mengganti rutinitas (routine) sambil mempertahankan pemicu (cue) dan imbalan (reward).
Langkah Praktis:
1. Identifikasi Pemicu: Seseorang perlu menyadari kapan dan di mana mereka cenderung mengumpat. Apakah itu saat stres di jalan, saat bermain game, atau ketika berdebat?
2. Ganti Rutinitas: Alih-alih mengumpat, latih diri untuk menggunakan kata-kata netral atau humor. Contohnya, mengganti "anjing!" dengan "aduh, kocak banget sih."
3. Pertahankan Imbalan: Rasa lega atau katarsis tetap bisa diperoleh dengan cara baru. Misalnya, tarik napas dalam-dalam atau beralih ke respons humor yang tidak ofensif.
Mengumpat dalam Konteks Budaya Indonesia
Kebiasaan mengumpat memiliki akar budaya yang kompleks di Indonesia. Di satu sisi, kata-kata seperti "bangsat" sering digunakan dalam konteks bercanda antara teman dekat. Di sisi lain, kebiasaan ini dapat menjadi destruktif dalam situasi tertentu, terutama jika memicu konflik.
Dalam lingkungan urban seperti Jakarta, di mana tekanan emosional tinggi, mengumpat menjadi mekanisme pelarian yang umum. Namun, jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat memperburuk situasi, seperti memperbesar konflik di jalan atau merusak hubungan interpersonal.
Apakah Mengumpat Dapat Dikelola?
Berdasarkan temuan Duhigg, kebiasaan mengumpat bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Faktanya, mengelola kebiasaan ini dapat membawa dampak positif yang luas:
1. Meningkatkan Pengendalian Diri: Dengan mengganti kebiasaan mengumpat dengan respons yang lebih positif, seseorang dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosional.
2. Memperbaiki Hubungan Sosial: Mengurangi umpatan dapat menciptakan komunikasi yang lebih sehat dan menghindari konflik yang tidak perlu.
3. Mengurangi Stres Kolektif: Jika lebih banyak orang mengendalikan kebiasaan mengumpat, suasana sosial di lingkungan seperti jalanan Jakarta bisa menjadi lebih ramah dan kondusif.
Apa yang Dapat Dipelajari dari Buku Ini?
The Power of Habit memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kebiasaan, termasuk kebiasaan mengumpat, terbentuk dan dapat diubah.
Dalam konteks Indonesia, buku ini relevan bagi individu yang ingin meningkatkan pengendalian diri atau organisasi yang ingin menciptakan budaya kerja yang lebih positif.
Namun, penerapannya membutuhkan kesadaran dan kemauan individu. Apakah kebiasaan mengumpat adalah refleks sesaat atau pola yang telah mendarah daging, perubahan hanya mungkin jika seseorang mau mengamati pola cue-routine-reward dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengajarkan bahwa kebiasaan hanyalah pola, bukan takdir. Mengubah kebiasaan seperti mengumpat, meskipun sulit, adalah langkah kecil menuju perubahan besar dalam kehidupan.
Bagi warga Jakarta, seperti Aryo atau siapa pun, yang terjebak dalam kebiasaan yang tidak produktif, buku ini menawarkan harapan bahwa selalu ada cara untuk menjadi lebih baik.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2
HOW AI THINKS 😱
oleh: Yusran Darmawan
Di berbagai grup WA, orang-orang memamerkan percakapan dengan Meta AI. Berbagai pertanyaan aneh dikemukakan, misalnya kenalkan Anda dengan La Baco? Jawaban dari Meta AI akan bikin banyak orang tersenyum.
Nampaknya orang-orang gembira melihat kenyataan kalau AI bukanlah “Kakek Segala Tahu” dalam kisah Wiro Sableng. Beberapa bulan lalu, ChatGPT muncul. Semua orang memamerkan jawaban aneh.
Namun, saya meyakini, lebih banyak orang yang bahagia dengan ChatGPT. Para mahasiswa bodoh dan malas, mendadak hebat dalam menjawab pertanyaan. Semuamya mengandalkan ChatGPT.
Saya ingat percakapan dengan Muliadi Mau, pengajar Ilmu Komunikasi Unhas pekan lalu. Katanya, mahasiswa sekarang tak bisa lepas dari ChatGPT. Saat diminta dosen untuk membuat pertanyaan ke rekannya dalam satu diskusi kelompok, mahasiswa akan minta bantuan ChatGT.
Demikian pula saat menjawab pertanyaan dari rekannya (yang dibuat dengan ChatGPT), maka mahasiswa akan kembali minta bantuan ChatGPT. Di titik ini, tak ada nalar. Tak ada analisis dari hasil bacaan. Tak ada kreativitas menulis dan melahirkan ide-ide baru.
Entahlah. Bisa jadi, ini adalah wujud kekhawatiran kita melihat teknologi yang menyuapi kita hingga lupa untuk membaca, menalar, dan mencari jawaban dengan menyatukan keping demi keping pengetahuan.
Sepekan ini saya membaca buku How AI Thinks. Menurut penulisnya, Nigel Toon, kita lebih banyak khawatir soal teknologi ketimbang memahaminya. Kita kadang alpa dan malas untuk mempelajari satu inovasi, dan lebih memilih percaya kabar buruk terkait teknologi itu.
Saya suka dengan cerita penulisnya yang dahulu menderita disleksia, yang kesulitan mengeja kalimat. Tapi dia bekerja keras untuk menyederhanakan semua hal, hingga akhirnya dia berhasil menjadi CEO perusahaan semikonduktor.
Sementara komputer berbeda. Komputer menyesuaikan buku aturannya sendiri berdasarkan perubahan dalam informasi yang diterimanya, dengan cara yang sama seperti hewan beradaptasi berdasarkan perubahan lingkungan yang diamati melalui data sensorik.
Cara kerja AI mengikuti tahapan: (1) masukkan sensorik mentah atau data, (2) kenali hubungan antar data kontekstual hingga jadi informasi, (3) memahami hubungan antar informasi hingga jadi pengetahuan, (4) memahami hubungan antar pengetahuan hingga menjadi kecerdasan. Sesimpel itu.
Buku ini menawarkan tamasya di jagad AI. Saya cukup familiar dengan beberapa nama yang dibahas di sini. Di antaranya adalah Alan Turing, sang penemu komputer. Pernah lihat film The Imitation Game yang dibintangi Benedict Cumberbatch
Saya juga baru tahu, di masa-masa awal komputer dibuat, perempuan memegang peran penting. Di masa itu, laki-laki mengerjakan perangkat keras, sedangkan perempuan menguji dan menyempurnakan perangat lunak.
Inilah sebab mengapa gangguan pada komputer disebut “bug” atau serangga. Sebab pada masa itu, seorang perempuan Grace Hopper mengalami gangguan komputer saat menemukan serangga di dalam mesin.
Begitulah, buku ini tidak meramalkan apa yang terjadi di masa-masa mendatang. Bagian akhir lebih banyak basa-basi, misalnya menyatakan kita harus mengontrol AI agar tidak jadi masalah di masa depan. Saya pikir, saat ini saja AI sudah jadi masalah yakni menghilangkan kreativitas semua orang, dengan cara mencari jawaban instan.
"Setiap organisme hidup di planet ini, semuanya bergantung pada kita," kata Toon. AI pun bergantung pada kita. Iya, bergantung pada kita.
Tapi apa yang kita lakukan agar kreativitas dan nalar tetap tumbuh di era di mana ChatGPT terus memberi jawaban final pada mahasiwa kita?
#INISIATIF #TGIF
oleh: Yusran Darmawan
Di berbagai grup WA, orang-orang memamerkan percakapan dengan Meta AI. Berbagai pertanyaan aneh dikemukakan, misalnya kenalkan Anda dengan La Baco? Jawaban dari Meta AI akan bikin banyak orang tersenyum.
Nampaknya orang-orang gembira melihat kenyataan kalau AI bukanlah “Kakek Segala Tahu” dalam kisah Wiro Sableng. Beberapa bulan lalu, ChatGPT muncul. Semua orang memamerkan jawaban aneh.
Namun, saya meyakini, lebih banyak orang yang bahagia dengan ChatGPT. Para mahasiswa bodoh dan malas, mendadak hebat dalam menjawab pertanyaan. Semuamya mengandalkan ChatGPT.
Saya ingat percakapan dengan Muliadi Mau, pengajar Ilmu Komunikasi Unhas pekan lalu. Katanya, mahasiswa sekarang tak bisa lepas dari ChatGPT. Saat diminta dosen untuk membuat pertanyaan ke rekannya dalam satu diskusi kelompok, mahasiswa akan minta bantuan ChatGT.
Demikian pula saat menjawab pertanyaan dari rekannya (yang dibuat dengan ChatGPT), maka mahasiswa akan kembali minta bantuan ChatGPT. Di titik ini, tak ada nalar. Tak ada analisis dari hasil bacaan. Tak ada kreativitas menulis dan melahirkan ide-ide baru.
ChatGPT, Meta Ai, Copilot, hingga berbagai perangkat kecerdasan buatan lainnya menimbulkan banyak kekhawatiran. Kita membayangkan generasi yang tidak lagi membaca, tidak lagi menalar, dan hanya bisa mengetik bantuan ke ChatGPT.
Entahlah. Bisa jadi, ini adalah wujud kekhawatiran kita melihat teknologi yang menyuapi kita hingga lupa untuk membaca, menalar, dan mencari jawaban dengan menyatukan keping demi keping pengetahuan.
Sepekan ini saya membaca buku How AI Thinks. Menurut penulisnya, Nigel Toon, kita lebih banyak khawatir soal teknologi ketimbang memahaminya. Kita kadang alpa dan malas untuk mempelajari satu inovasi, dan lebih memilih percaya kabar buruk terkait teknologi itu.
Saya suka dengan cerita penulisnya yang dahulu menderita disleksia, yang kesulitan mengeja kalimat. Tapi dia bekerja keras untuk menyederhanakan semua hal, hingga akhirnya dia berhasil menjadi CEO perusahaan semikonduktor.
Apa arti "berpikir" dalam konteks AI? Nigel Toon menawarkan definisinya sendiri tentang kecerdasan:
"Kemampuan untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi untuk beradaptasi dan bertahan hidup." Manusia berpikir, maka manusia ada.
Sementara komputer berbeda. Komputer menyesuaikan buku aturannya sendiri berdasarkan perubahan dalam informasi yang diterimanya, dengan cara yang sama seperti hewan beradaptasi berdasarkan perubahan lingkungan yang diamati melalui data sensorik.
Cara kerja AI mengikuti tahapan: (1) masukkan sensorik mentah atau data, (2) kenali hubungan antar data kontekstual hingga jadi informasi, (3) memahami hubungan antar informasi hingga jadi pengetahuan, (4) memahami hubungan antar pengetahuan hingga menjadi kecerdasan. Sesimpel itu.
Buku ini menawarkan tamasya di jagad AI. Saya cukup familiar dengan beberapa nama yang dibahas di sini. Di antaranya adalah Alan Turing, sang penemu komputer. Pernah lihat film The Imitation Game yang dibintangi Benedict Cumberbatch
Saya juga baru tahu, di masa-masa awal komputer dibuat, perempuan memegang peran penting. Di masa itu, laki-laki mengerjakan perangkat keras, sedangkan perempuan menguji dan menyempurnakan perangat lunak.
Inilah sebab mengapa gangguan pada komputer disebut “bug” atau serangga. Sebab pada masa itu, seorang perempuan Grace Hopper mengalami gangguan komputer saat menemukan serangga di dalam mesin.
Begitulah, buku ini tidak meramalkan apa yang terjadi di masa-masa mendatang. Bagian akhir lebih banyak basa-basi, misalnya menyatakan kita harus mengontrol AI agar tidak jadi masalah di masa depan. Saya pikir, saat ini saja AI sudah jadi masalah yakni menghilangkan kreativitas semua orang, dengan cara mencari jawaban instan.
"Setiap organisme hidup di planet ini, semuanya bergantung pada kita," kata Toon. AI pun bergantung pada kita. Iya, bergantung pada kita.
Tapi apa yang kita lakukan agar kreativitas dan nalar tetap tumbuh di era di mana ChatGPT terus memberi jawaban final pada mahasiwa kita?
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙏1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Tidak seperti striker yang mendapatkan tepuk tangan dan selebrasi ketika memasukan gol, bek jarang melakukan selebrasi semacam itu. Karena kayaknya ada anggapan umum bahwa itu sudah tugasnya bek. Padahal sama juga dengan striker, bukankah tugas striker memasukan gol?
Perbedaannya ada di anggapan "kemenangan".
Kalau bek menggagalkan goal, itu tidak lantas bikin klubnya memiliki peluang untuk menang--sekalipun tidak bikin klub itu kemasukan goal sebenarnya juga adalah sebuah peluang untuk menang? Di sinilah benarnya ungkapan, posisi menentukan selebrasi.
Jadi, apa itu kemenangan?
Setiap orang memiliki definisi yang unik dalam mengartikan kemenangan. Dalam pertandingan sepakbola yang mendapatkan piala itu adalah pemenang, mau sebagus apapun anda bercerita, kalau klub anda gak dapat piala, itu artinya klub anda kalah.
Pada pemasaran, jika produk anda tidak laku, berarti anda kalah. Jika produk kompetitor terjual lebih banyak tapi anda mendapatkan pengakuan sebagai merk Top Of Mind berarti anda menang dalam satu hal tapi kalah dalam hal lain. Lho, kok bisa?
Bisa, karena itu bukan pertandingan sepabola. Memasarkan produk adalah pertandingan jangka panjang yang bertahan itu yang menang. Dan tidak seperti sepakbola, pertandingannya tanpa batas waktu. Infinite game. Tahun ini kalah, tahun depan bisa menang.
Lebih jauhnya lagi dalam hidup, apa arti kemenangan?
Punya mobil tiga, rumah lantai empat tiap tahun bisa liburan ke luar negeri, apa itu artinya kemenangan? Yah, jika bagi anda itu tolok ukurnya, anda menang. Berarti yang cuma punya motor, hidupnya mengandalkan dari gaji ke gaji, dan belum pernah ke luar negeri, hidupnya mirip cecunguk yang selalu ketakutan, mereka pecundang.
Apa pasangan yang tidak bisa mempertahankan biduk pernikahannya adalah orang yang gagal? Belum tentu. Apa mereka yang menjalani hidup sebagai pengusaha, hidup bebas dari telunjuk orang lain adalah orang-orang yang menang? Ya, mungkin saja, tapi..
Ukuran kemenangan dalam pemasaran produk saja sudah sedemikian kompleks, apalagi dalam hidup.
Jadi, apa arti kemenangan menurut anda?
oleh: Taufiqrahman Tedi
#INISIATIF #TGIF
Perbedaannya ada di anggapan "kemenangan".
Kalau bek menggagalkan goal, itu tidak lantas bikin klubnya memiliki peluang untuk menang--sekalipun tidak bikin klub itu kemasukan goal sebenarnya juga adalah sebuah peluang untuk menang? Di sinilah benarnya ungkapan, posisi menentukan selebrasi.
Apa itu kemenangan?
Naik panggung, dapat tepuk tangan. Jadi sorotan semua orang. Di puji, di puja. Apa itu yang disebut kemenangan?
Nampaknya jika itu arti sebuah kemenangan ada beberapa orang yang seumur hidupnya hanya jadi orang kalah. Menjalani hidupnya sebagai pecundang.
Nyatanya, tidak semua orang seperti itu. Ada orang yang rela sakit agar ada seseorang yang jadi pemenang. Ada orang yang rela diberi kartu merah dikeluarkan dari lapang agar teamnya tidak menjadi pecundang. Ada beberapa orang yang berani merelakan mimpinya agar mimpi orang lain bisa terwujud.
Jika orang haus akan panggung, dahaga akan tepuk tangan, sorak sorai keramaian, orang itu gak cocok berada di posisi bek. Bagusnya di gelandang atau pasnya memang striker.
Bek cocok bagi orang yang mudah dilupakan dan tidak memiliki keinginan mendapat lampu sorot. Posisi ini hanya cocok bagi orang yang datang, do the job whatever it takes, and going home spent time with family. No party. No celebration.
Jadi, apa itu kemenangan?
Setiap orang memiliki definisi yang unik dalam mengartikan kemenangan. Dalam pertandingan sepakbola yang mendapatkan piala itu adalah pemenang, mau sebagus apapun anda bercerita, kalau klub anda gak dapat piala, itu artinya klub anda kalah.
Pada pemasaran, jika produk anda tidak laku, berarti anda kalah. Jika produk kompetitor terjual lebih banyak tapi anda mendapatkan pengakuan sebagai merk Top Of Mind berarti anda menang dalam satu hal tapi kalah dalam hal lain. Lho, kok bisa?
Bisa, karena itu bukan pertandingan sepabola. Memasarkan produk adalah pertandingan jangka panjang yang bertahan itu yang menang. Dan tidak seperti sepakbola, pertandingannya tanpa batas waktu. Infinite game. Tahun ini kalah, tahun depan bisa menang.
Lebih jauhnya lagi dalam hidup, apa arti kemenangan?
Punya mobil tiga, rumah lantai empat tiap tahun bisa liburan ke luar negeri, apa itu artinya kemenangan? Yah, jika bagi anda itu tolok ukurnya, anda menang. Berarti yang cuma punya motor, hidupnya mengandalkan dari gaji ke gaji, dan belum pernah ke luar negeri, hidupnya mirip cecunguk yang selalu ketakutan, mereka pecundang.
Apa pasangan yang tidak bisa mempertahankan biduk pernikahannya adalah orang yang gagal? Belum tentu. Apa mereka yang menjalani hidup sebagai pengusaha, hidup bebas dari telunjuk orang lain adalah orang-orang yang menang? Ya, mungkin saja, tapi..
Ukuran kemenangan dalam pemasaran produk saja sudah sedemikian kompleks, apalagi dalam hidup.
Jadi, apa arti kemenangan menurut anda?
oleh: Taufiqrahman Tedi
#INISIATIF #TGIF
👍2
Forwarded from BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
GOOD POSITIONS DON'T WIN GAMES, GOOD MOVES DO🔥
Berikut rilis susunan line up Tim Catur BPJS Kesehatan Chess Club yang akan menghadapi Tim Catur Bank Mandiri Club Chess dalam ajang pertandingan persahabatan INISIATIF CHESS ARENA COLLABORATION pada 28 Desember 2024. Semoga kemitraan dan kerja sama yang baik bisa terus terjaga💯 🥇 🤝
#INISIATIF
#BerpikirSebelumBertindak
Berikut rilis susunan line up Tim Catur BPJS Kesehatan Chess Club yang akan menghadapi Tim Catur Bank Mandiri Club Chess dalam ajang pertandingan persahabatan INISIATIF CHESS ARENA COLLABORATION pada 28 Desember 2024. Semoga kemitraan dan kerja sama yang baik bisa terus terjaga
1. Join ke COMMIT BPJS Kesehatan Chess Club (BKC)
https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1
2. Saksikan live pertandingan BPJS Kes Vs Bank Mandiri:
https://lichess.org/tournament/KaM9ANo3
#INISIATIF
#BerpikirSebelumBertindak
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1