HEDONIC TREADMILL 👊
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat😵💫
Di tahun 1932, seorang dokter bernama Walter Cannon dalam bukunya "The Wisdom of the Body" memperkenalkan konsep "homeostasis" yang menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kecenderungan alami untuk menjaga kestabilan dalam tubuhnya dengan tujuan untuk bertahan hidup. Konsep ini menjelaskan cara kerja alami tubuh dalam meregulasi suhu tubuh, kadar garam, air, gula, protein, kalsium, dan oksigen di dalam tubuh kita. Semuanya berlangsung terus menerus dan otomatis.
Selama ini mungkin banyak dari kita yang menganggap "kepuasan" (satisfaction) sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun dari konsep homeostasis tadi, "kepuasan" bisa didefinisikan sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan secara terus menerus.
Di kondisi masyarakat saat ini yang serba materialis, sukses sering diasosiasikan dengan "memiliki lebih banyak daripada orang lain." Dan ketika seseorang merasa memiliki lebih sedikit daripada orang lain, yang dia rasakan adalah kegagalan yang berujung pada penderitaan.
Di sinilah awal dimulainya "hedonic treadmill" yang membuat seseorang terus berlari di tempat dan takut untuk berhenti, karena berhenti artinya jatuh dan terlempar ke belakang.
Dengan mengubah cara pandang kita terhadap kepuasan dan kesuksesan, kita bisa menghindari "hedonic treadmill" ini. Di bukunya "From Strength to Strength," Arthur C. Brooks memberikan satu rumus yang paling pas untuk "kepuasan."
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Thanks God It's Friday❤️
#INISIATIF #TGIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat
Di tahun 1932, seorang dokter bernama Walter Cannon dalam bukunya "The Wisdom of the Body" memperkenalkan konsep "homeostasis" yang menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kecenderungan alami untuk menjaga kestabilan dalam tubuhnya dengan tujuan untuk bertahan hidup. Konsep ini menjelaskan cara kerja alami tubuh dalam meregulasi suhu tubuh, kadar garam, air, gula, protein, kalsium, dan oksigen di dalam tubuh kita. Semuanya berlangsung terus menerus dan otomatis.
Para pecandu narkoba, alkohol, nikotin, atau bahkan kafein, adalah beberapa contoh bagaimana homeostasis bekerja untuk pecandunya mencapai kondisi yang seimbang dengan menetralkan substansi tersebut. Namun efeknya, ketiadaan substansi ini (narkoba, alkohol, dll.) ternyata membuat mereka merasakan ketidaknyamanan, bahkan penderitaan. Dan keinginan untuk mendapatkan efek yang sama dengan ketika pertama kali mencoba substansi ini, pelan-pelan dosis yang digunakan pun semakin lama semakin tinggi tanpa disadari. Ada kepuasan yang dirasakan ketika substansi tersebut memasuki tubuhnya.
Selama ini mungkin banyak dari kita yang menganggap "kepuasan" (satisfaction) sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun dari konsep homeostasis tadi, "kepuasan" bisa didefinisikan sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan secara terus menerus.
Nah.. Menariknya,
konsep homeostasis ini juga berlaku dalam konteks kesuksesan
.
Di kondisi masyarakat saat ini yang serba materialis, sukses sering diasosiasikan dengan "memiliki lebih banyak daripada orang lain." Dan ketika seseorang merasa memiliki lebih sedikit daripada orang lain, yang dia rasakan adalah kegagalan yang berujung pada penderitaan.
Di sinilah awal dimulainya "hedonic treadmill" yang membuat seseorang terus berlari di tempat dan takut untuk berhenti, karena berhenti artinya jatuh dan terlempar ke belakang.
Dengan mengubah cara pandang kita terhadap kepuasan dan kesuksesan, kita bisa menghindari "hedonic treadmill" ini. Di bukunya "From Strength to Strength," Arthur C. Brooks memberikan satu rumus yang paling pas untuk "kepuasan."
Kepuasan = Apa yang kamu miliki / Apa yang kamu inginkan (Kepuasan adalah apa yang kita miliki dibagi dengan apa yang kita inginkan)
Selama ini kita mungkin terlalu fokus pada keinginan mengumpulkan harta benda dan kesuksesan untuk kita miliki.
Namun kita lupa untuk menanyakan, apa yang sebenar-benarnya kita inginkan dalam hidup ini.
Keinginan kita banyak terdistorsi dan membesar karena tuntutan orang lain, pekerjaan, dll.
Jika kita mau jujur pada diri kita masing-masing dan mengesampingkan hal-hal di luar diri kita, keinginan kita mungkin tidak sebanyak yang kita kira sebelumnya.
What do you want, and why do you want it?
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Thanks God It's Friday
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
PRELOVED SALE 🛍
Temukan barang-barang unik dengan harga terjangkau di Preloved Sale ATE! Dapatkan barang impian, berburu barang bekas berkualitas, dan temui teman-teman baru Selindo yang memiliki minat serupa.🤗
Jangan sampai ketinggalan, yuk gabung COMMIT ATE sekarang (Grup khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF
Temukan barang-barang unik dengan harga terjangkau di Preloved Sale ATE! Dapatkan barang impian, berburu barang bekas berkualitas, dan temui teman-teman baru Selindo yang memiliki minat serupa.
Note: Para Calon seller yang telah mendaftar, diharapkan segera mengirimkan dokumentasi beserta harga barang preloved yang akan ditawarkan cc ke kk @aliamahoroe (KC Ambon) dan kk @withhardshipwillbeease (KC Baubau)
Jangan sampai ketinggalan, yuk gabung COMMIT ATE sekarang (Grup khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Suka banget dengan detail penyebutan "mobile barista" untuk para jagoan ini. Kayak afirmasi meskipun mereka berjualan dengan sepeda, mereka juga sama kok dengan barista yang bekerja di cafe dengan berpakaian keren, mereka bukan cuma "tukang jualan kopi". Good job tim Kopi Jago!
~ Muggie
https://youtu.be/zugQ5xLQ8ZQ?si=dvbg80DOLmwE5KGB
YouTube
KENAPA BANYAK KOPI GEROBAK KELILING BERMUNCULAN? | #VERSPEKTIF
Sekarang, kopi sudah bergeser menjadi kebutuhan pokok para pekerja di Jakarta. Rasanya seperti ada yang kurang jika di meja kerja tidak ada segelas kopi yang menemani.
Jika bicara harga, tentu menjadi pertimbangan besar karena harga yang tergolong tidak…
Jika bicara harga, tentu menjadi pertimbangan besar karena harga yang tergolong tidak…
3 LAPIS PERUBAHAN PERILAKU 🧑💻
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat😵💫
Dari buku "Atomic Habits" (James Clear) pagi ini saya belajar tentang 3 lapis perubahan perilaku.
1. Perubahan terhadap hasil (outcome)😘
Pada tingkatan ini kita fokus pada hasil yang ingin dicapai. Misal: menurunkan berat badan, menerbitkan buku, memenangkan pertandingan.
2. Perubahan terhadap proses🫰
Pada tingkatan ini kita fokus pada kebiasaan dan sistem yang kita ciptakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: membaca minimal 1 halaman buku setiap hari, nge-gym seminggu dua kali.
3. Perubahan terhadap identitas😍
Ini merupakan perubahan yang paling mendalam karena berhubungan tentang keyakinan (belief) seseorang terhadap dirinya.
Semakin tinggi kebanggaan seseorang terhadap aspek dari identitas yang dibawanya, akan semakin termotivasi dia untuk terus menjaga kebiasaan yang diasosiasikan pada identitas tersebut.
Jika seseorang ingin memiliki identitas sebagai "pembaca buku" dan bangga dengan aspek identitas tersebut (misal: berpengetahuan luas), maka sangat besar kemungkinan dia akan terus memelihara kebiasaan membaca bukunya tersebut.
Namun untuk membentuk identitas, keyakinan diri yang baru harus ditumbuhkan, agar keyakinan yang lama bisa digantikan.
Kata identitas (identity) sendiri berasal dari bahasa Latin "essentitas" yang berarti "menjadi" (being) dan "identidem" yang berarti "berulang-ulang" (repeatedly).
Dengan kata lain, membentuk identitas yang baru membutuhkan usaha yang terus menerus, berulang-ulang, agar rasa percaya diri muncul.
Identitas yang baru membutuhkan "pembuktian yang baru," sekecil apapun itu.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice day!❤️
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat
Dari buku "Atomic Habits" (James Clear) pagi ini saya belajar tentang 3 lapis perubahan perilaku.
1. Perubahan terhadap hasil (outcome)
Pada tingkatan ini kita fokus pada hasil yang ingin dicapai. Misal: menurunkan berat badan, menerbitkan buku, memenangkan pertandingan.
2. Perubahan terhadap proses
Pada tingkatan ini kita fokus pada kebiasaan dan sistem yang kita ciptakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: membaca minimal 1 halaman buku setiap hari, nge-gym seminggu dua kali.
3. Perubahan terhadap identitas
Ini merupakan perubahan yang paling mendalam karena berhubungan tentang keyakinan (belief) seseorang terhadap dirinya.
Kita tidak akan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan apabila kita hanya fokus pada hasil dan proses saja. Perubahan identitas adalah kunci utamanya. Yaitu "Ingin menjadi siapakah kita?"
Semakin tinggi kebanggaan seseorang terhadap aspek dari identitas yang dibawanya, akan semakin termotivasi dia untuk terus menjaga kebiasaan yang diasosiasikan pada identitas tersebut.
Jika seseorang ingin memiliki identitas sebagai "pembaca buku" dan bangga dengan aspek identitas tersebut (misal: berpengetahuan luas), maka sangat besar kemungkinan dia akan terus memelihara kebiasaan membaca bukunya tersebut.
Namun untuk membentuk identitas, keyakinan diri yang baru harus ditumbuhkan, agar keyakinan yang lama bisa digantikan.
Kata identitas (identity) sendiri berasal dari bahasa Latin "essentitas" yang berarti "menjadi" (being) dan "identidem" yang berarti "berulang-ulang" (repeatedly).
Dengan kata lain, membentuk identitas yang baru membutuhkan usaha yang terus menerus, berulang-ulang, agar rasa percaya diri muncul.
Identitas yang baru membutuhkan "pembuktian yang baru," sekecil apapun itu.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice day!
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2❤1
You are NOT what you think 🤔
Ada yang menderita karena perilaku orang lain, padahal karena pikirannya sendiri dalam memaknai perilaku dan mengoperasikan aturan dalam pikiran sendiri.
Ada yang trauma terhadap kejadian yang mirip kejadian masa lalu, padahal trauma itu bukan karena masa lalu melainkan film tentang masa lalu yang ia putar-putar sendiri di dalam pikirannya.
Ada yang menderita karena menganggap dirinya gagal, padahal yang gagal bukan dirinya, melainkan rencananya.
Ada yang mengira bahagia itu tanpa syarat, padahal bahagia itu bersyarat. Akibatnya ia merasa seperti bahagia saat dapat uang dari mencurangi.
Ada yang mengharuskan dirinya selalu positive-thinking, akibatnya ia mudah tertipu, dan bahagia tersesat di mana saja.
Ada yang mengira ia mencintai seseorang, padahal ia hanya mencintai keinginannya tentang seseorang.
Ada yang mengira harga dirinya naik jika punya uang banyak, padahal harga diri tidak ada kaitannya dengan uang.
Ada yang percaya apa yang dipikirkannya 100% benar, padahal berasal dari informasi HOAX.
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Karena saya dan anda dapat tertipu oleh pikiran sendiri✍️
Ada yang menderita karena perilaku orang lain, padahal karena pikirannya sendiri dalam memaknai perilaku dan mengoperasikan aturan dalam pikiran sendiri.
Ada yang trauma terhadap kejadian yang mirip kejadian masa lalu, padahal trauma itu bukan karena masa lalu melainkan film tentang masa lalu yang ia putar-putar sendiri di dalam pikirannya.
Ada yang menderita karena menganggap dirinya gagal, padahal yang gagal bukan dirinya, melainkan rencananya.
Ada yang mengira bahagia itu tanpa syarat, padahal bahagia itu bersyarat. Akibatnya ia merasa seperti bahagia saat dapat uang dari mencurangi.
Ada yang mengharuskan dirinya selalu positive-thinking, akibatnya ia mudah tertipu, dan bahagia tersesat di mana saja.
Ada yang mengira ia mencintai seseorang, padahal ia hanya mencintai keinginannya tentang seseorang.
Ada yang mengira harga dirinya naik jika punya uang banyak, padahal harga diri tidak ada kaitannya dengan uang.
Ada yang percaya apa yang dipikirkannya 100% benar, padahal berasal dari informasi HOAX.
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Setiap keputusan kita saat ini, pasti mengandung konsekuensi di masa yang akan datang
Belajar dari kisah seorang binaraga profesional (alm) yang terkena Kanker Tiroid yang diduga karena penggunaan Steroid. Semoga almarhum Husnul khotimah 🙏🏻
https://youtu.be/rqtOQYT-BB4?si=htKwA5cCvJoCn1bQ
#INISIATIF #Fitlife
YouTube
ACHMAD GHADAVI | INDONESIAN BODYBUILDER
TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA ACHMAD GHADAVI,
PADA RABU, 23 OKTOBER 2024
Thanks for watching guys
and also for 17k subs🔥
==============================================
CHAPTER
00:00 - OPENING
00:19 - CHAPTER 1 | WHO IS ACHMAD GHADAVI
03:00 - CHAPTER…
PADA RABU, 23 OKTOBER 2024
Thanks for watching guys
and also for 17k subs🔥
==============================================
CHAPTER
00:00 - OPENING
00:19 - CHAPTER 1 | WHO IS ACHMAD GHADAVI
03:00 - CHAPTER…
BELIAU SEDANG BERCANDA 😇
oleh: Taufiqrahman Tedi
Dilihat dari potongan video yang beredar, Gus Miftah memang sedang bercanda. Hanya saja, gaya humor yang digunakan beliau termasuk Aggressive Humor.
Gaya humor yang berada di kuadran external (ke luar, maksudnya orang lain) dan detrimental (merugikan); gaya bercanda yang arahnya mengejek, menyindir, menertawakan bahkan mempermalukan orang lain.
Misalnya begini, saya lihat teman saya terpeleset terus jatuh masuk ke selokan. Bukannya membantu, saya malah tertawa. Ini sebenarnya juga termasuk humor yang agresif, dalam hal menertawakan penderitaan orang lain.
Tapi teman saya tidak ada akan tersinggung, tidak akan sakit hati karena kami berdua saling kenal dan saling tahu sifat masing-masing. Alih-alih marah, teman saya kemungkinan akan tertawa juga. Tentu saja setelah tertawa, saya membantunya juga keluar dari selokan.
Contoh lain dari kejadian ini yang sempat viral kejadian Ade Londok yang menarik kursi Malih. Malih jatuh beneran, maksudnya di luar skrip.
Ade Londok becanda, tapi becandanya kelewatan. Malih memang tidak senang, namun profesional tetap merespon lawakan Ade Londok.
Selepas acara tersebut sebagai pelawak senior Malih ngasih wejangan kepada semua para pelawak junior untuk lebih berhati-hati dalam berkomedi. Menurut Malih, lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain.
Ade Londok memang becanda tapi jenisnya agresif, merugikan atau menyakiti orang lain. Kerugiannya akan terminimalisir jika anda saling kenal. Oleh karena itu, gaya humor semacam ini sering dilakukan di tongkrongan karena semua orang saling mengenal satu sama lain. Kelebihannya, gaya humor agresif ini memang punya kelucuan yang lebih tinggi.
Gaya humor Vincent dan Desta termasuk jenis ini, tapi karena mereka berdua saling kenal jadi lawakan segimanapun tidak akan mempengaruhi hubungan mereka berdua. Tamu-tamu yang mereka undang juga memiliki persepsi sama, jadi enak banget denger obrolan mereka, gak terasa agresif lagi.
Contohnya ketika Desta bilang ke Dani Aditya, komika difabel, seorang komika yang sepanjang penampilannya selalu dilakukan dengan duduk di atas kursi roda.
"Dan, kamu kan sekarang stand up comedy juga." Dani menjawab, "Gak stand up juga sih bang."
Desta gelagapan. "Waduh salah ngomong gue." Semua orang terhenyak dengan jawaban Dani, apalagi Desta.
"Woi, bantuin gue." Teriak Desta ke Vincent.
Vincent dan Desta memainkan peran saling melengkapi. Pas guyonan Desta blunder, Vincet sapu-sapu. Begitu juga sebaliknya. Nah, Ade dan Malih belum dapat chemistrynya, beda kalo Bolot yang narik kursi, mungkin Malih gak akan tersinggung tapi Bolot gak bakalan melakukan komedi itu juga, kaya anak kemarin aja, gak ada materi lawakan lagi.
Lalu gimana kalau humor agresif dilakukan terhadap orang yang tidak kita kenal secara akrab dan melakukannya di depan publik?
Oh jangan. Maksudnya baiknya emang jangan dilakukan. Mending hindari. Karena jatuhnya jadi perundungan atau bahkan pelecehan lebih jauhnya penistaan. Ini berbahaya karena tidak semua orang suka atau bersedia menjadi obyek tertawaan apalagi di depan publik.
Apalagi jika hal itu dilakukan oleh seorang publik figur. Waduh itu apalagi, mending cari materi lain, atau tahan diri. Karena banyak efek sampingnya.
Ingat ucapan Malih, "Lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain." Itu ucapan pelawak, bukan pemuka agama.
oleh: Taufiqrahman Tedi
Dilihat dari potongan video yang beredar, Gus Miftah memang sedang bercanda. Hanya saja, gaya humor yang digunakan beliau termasuk Aggressive Humor.
Gaya humor yang berada di kuadran external (ke luar, maksudnya orang lain) dan detrimental (merugikan); gaya bercanda yang arahnya mengejek, menyindir, menertawakan bahkan mempermalukan orang lain.
Misalnya begini, saya lihat teman saya terpeleset terus jatuh masuk ke selokan. Bukannya membantu, saya malah tertawa. Ini sebenarnya juga termasuk humor yang agresif, dalam hal menertawakan penderitaan orang lain.
Tapi teman saya tidak ada akan tersinggung, tidak akan sakit hati karena kami berdua saling kenal dan saling tahu sifat masing-masing. Alih-alih marah, teman saya kemungkinan akan tertawa juga. Tentu saja setelah tertawa, saya membantunya juga keluar dari selokan.
Contoh lain dari kejadian ini yang sempat viral kejadian Ade Londok yang menarik kursi Malih. Malih jatuh beneran, maksudnya di luar skrip.
Ade Londok becanda, tapi becandanya kelewatan. Malih memang tidak senang, namun profesional tetap merespon lawakan Ade Londok.
Selepas acara tersebut sebagai pelawak senior Malih ngasih wejangan kepada semua para pelawak junior untuk lebih berhati-hati dalam berkomedi. Menurut Malih, lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain.
Ade Londok memang becanda tapi jenisnya agresif, merugikan atau menyakiti orang lain. Kerugiannya akan terminimalisir jika anda saling kenal. Oleh karena itu, gaya humor semacam ini sering dilakukan di tongkrongan karena semua orang saling mengenal satu sama lain. Kelebihannya, gaya humor agresif ini memang punya kelucuan yang lebih tinggi.
Gaya humor Vincent dan Desta termasuk jenis ini, tapi karena mereka berdua saling kenal jadi lawakan segimanapun tidak akan mempengaruhi hubungan mereka berdua. Tamu-tamu yang mereka undang juga memiliki persepsi sama, jadi enak banget denger obrolan mereka, gak terasa agresif lagi.
Contohnya ketika Desta bilang ke Dani Aditya, komika difabel, seorang komika yang sepanjang penampilannya selalu dilakukan dengan duduk di atas kursi roda.
"Dan, kamu kan sekarang stand up comedy juga." Dani menjawab, "Gak stand up juga sih bang."
Desta gelagapan. "Waduh salah ngomong gue." Semua orang terhenyak dengan jawaban Dani, apalagi Desta.
"Woi, bantuin gue." Teriak Desta ke Vincent.
Vincent dan Desta memainkan peran saling melengkapi. Pas guyonan Desta blunder, Vincet sapu-sapu. Begitu juga sebaliknya. Nah, Ade dan Malih belum dapat chemistrynya, beda kalo Bolot yang narik kursi, mungkin Malih gak akan tersinggung tapi Bolot gak bakalan melakukan komedi itu juga, kaya anak kemarin aja, gak ada materi lawakan lagi.
Lalu gimana kalau humor agresif dilakukan terhadap orang yang tidak kita kenal secara akrab dan melakukannya di depan publik?
Oh jangan. Maksudnya baiknya emang jangan dilakukan. Mending hindari. Karena jatuhnya jadi perundungan atau bahkan pelecehan lebih jauhnya penistaan. Ini berbahaya karena tidak semua orang suka atau bersedia menjadi obyek tertawaan apalagi di depan publik.
Apalagi jika hal itu dilakukan oleh seorang publik figur. Waduh itu apalagi, mending cari materi lain, atau tahan diri. Karena banyak efek sampingnya.
Ingat ucapan Malih, "Lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain." Itu ucapan pelawak, bukan pemuka agama.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
FILOSOFI BARAT DAN TIMUR ✍️
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat😵💫
Filosofi barat dan timur secara umum memiliki perbedaan dalam menjawab pertanyaan, "Bagaimanakah sebuah karya seni dimulai?"
Filosofi barat memandang bahwa sebuah karya seni dimulai dari kanvas kosong, lalu dari situ kita akan menambahkan warna-warna yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah.
Sebaliknya, filosofi timur melihat bahwa sebuah karya seni itu sesungguhnya sudah ada dari awal, namun masih tertutup oleh hal-hal yang lain. Sebuah karya seni tidak tercipta karena kita "menambahkan" sesuatu, melainkan "menghilangkan" hal-hal yang tidak memiliki nilai seni. Contohnya sebongkah batu giok yang dipahat untuk menghilangkan sebagiannya agar terbentuk sebuah patung Buddha yang indah.
Mari mencoba merenungi, dan mulai "melucuti" semua pencapaian kita selama ini, agar kita bisa menemukan diri kita yang sebenarnya.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice day!❤️
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat
Filosofi barat dan timur secara umum memiliki perbedaan dalam menjawab pertanyaan, "Bagaimanakah sebuah karya seni dimulai?"
Filosofi barat memandang bahwa sebuah karya seni dimulai dari kanvas kosong, lalu dari situ kita akan menambahkan warna-warna yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah.
Sebaliknya, filosofi timur melihat bahwa sebuah karya seni itu sesungguhnya sudah ada dari awal, namun masih tertutup oleh hal-hal yang lain. Sebuah karya seni tidak tercipta karena kita "menambahkan" sesuatu, melainkan "menghilangkan" hal-hal yang tidak memiliki nilai seni. Contohnya sebongkah batu giok yang dipahat untuk menghilangkan sebagiannya agar terbentuk sebuah patung Buddha yang indah.
Filosofi barat mengajarkan pada kita bahwa kesuksesan dan kebahagiaan bisa kita raih dengan "menghindari kehilangan/kegagalan" dan "mengumpulkan lebih banyak hal" misalnya uang, pencapaian, hubungan, pengalaman, kedudukan, bahkan follower.
Sedangkan filosofi timur memperingatkan kita bahwa keinginan untuk menguasai segalanya hanya akan membawa kita pada materialisme dan kesombongan, yang pada akhirnya justru menjauhkan kita dari kebahagiaan dan menghalangi pandangan kita dari hal-hal mendasar yang paling penting dalam hidup kita.
Mari mencoba merenungi, dan mulai "melucuti" semua pencapaian kita selama ini, agar kita bisa menemukan diri kita yang sebenarnya.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice day!
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🥰1
Info Podium 💪 🔥 🇮🇩
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Sonjaya Joy
Selamat buat @Wildarobiatul @demitriaaa juara 1 tenis meja HKN Jawa Barat 🏓🥇🏆
Pernah gak sih anda ngerasa hidup kayak gak ada arah? Di buku WHY karya Simon Sinek, Ada sebuah konsep yang bernama Golden Circle. Intinya, sukses itu dimulai baca selengkapnya
EKSPEKTASI TINGGI 💪
Kekecewaan datang dari pemikiran bahwa segalanya bisa jadi lebih baik dari yang dialami atau didapatkan. Sebaliknya, rasa syukur datang dari mengetahui bahwa segalanya bisa jadi lebih buruk dari yang dialami dan didapatkan.
Kalau dapat musibah, ya pikir saja bahwa musibah tersebut bisa jadi lebih buruk😇
Kalau dapat kebahagiaan, ya pikir saja bahwa itu semua nikmat yang melebihi usaha yang kita telah lakukan😇
Hanya saja, terkadang kita berekspektasi terlalu tinggi.
oleh: Muhammad Farid Maricar
#INISIATIF #TGIF
Kekecewaan datang dari pemikiran bahwa segalanya bisa jadi lebih baik dari yang dialami atau didapatkan. Sebaliknya, rasa syukur datang dari mengetahui bahwa segalanya bisa jadi lebih buruk dari yang dialami dan didapatkan.
Kita tidak bisa mengontrol kejadian di sekitar kita, tapi bisa mengubah sudut pandang dan perasaan kita tentang kejadian tersebut.
Kalau dapat musibah, ya pikir saja bahwa musibah tersebut bisa jadi lebih buruk
Kalau dapat kebahagiaan, ya pikir saja bahwa itu semua nikmat yang melebihi usaha yang kita telah lakukan
Hanya saja, terkadang kita berekspektasi terlalu tinggi.
oleh: Muhammad Farid Maricar
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BUDAK EMOSI 🤬 😡
oleh: Iwan Kusworo
Selamat sore, Sahabat😵💫
Cukup banyak referensi yang menyatakan bahwa pikiran adalah yang mengendalikan tubuh kita.
Namun di buku "Battle Cry" (Jason Wilson), penulis mengatakan bahwa jiwa (soul), yang merupakan tempat segala macam emosi berada, seringkali mengambil alih kendali atas diri kita, mencegat dan mensabotase apapun yang dikirimkan oleh pikiran.
Cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif tersebut adalah memastikan diri kita mendapatkan istirahat malam yang cukup dan berkualitas setelah melewati hari yang penuh kesibukan yang tanpa kita sadari telah membuat emosi kita naik turun.
Akan tetapi yang kebanyakan terjadi adalah kita justru sulit beristirahat/tidur di malam hari karena ternyata kita masih belum benar-benar melepaskan stres atau rasa kecewa yang kita alami di pagi, siang, hingga sore hari. Entah itu karena terjebak kemacetan di jalan, cekcok dengan tetangga atau rekan kerja, omelan atasan di kantor, perdebatan dengan pasangan di rumah, dan segala macam persoalan yang lain.
Penulis menawarkan suatu metode yang disebutnya 4R untuk membantu kita mengatasi itu semua dan mendapatkan ketenangan.
1. Reflect. Luangkan waktu untuk memulai dan mengakhiri hari dengan melakukan refleksi diri, untuk mengungkap, memahami dan menerima hal-hal apa saja yang mengguncang jiwa kita di hari itu.
2. Release. Melalui doa dan meditasi, biarkan jiwa kita melepaskan semua kendali dan pemeliharaan diri kita kepada Tuhan. Istilah lainnya mungkin "berserah."
3. Reset. Ketika kita sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, di situ kita akan memiliki perasaan tenang, damai, dan bisa memulai lagi dari awal.
4. Rest. Ketika jiwa kita sudah tenang, hasil akhirnya adalah kita lebih mudah untuk beristirahat.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Thank God It's Friday!❤️
#INISIATIF #TGIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat sore, Sahabat
Cukup banyak referensi yang menyatakan bahwa pikiran adalah yang mengendalikan tubuh kita.
Namun di buku "Battle Cry" (Jason Wilson), penulis mengatakan bahwa jiwa (soul), yang merupakan tempat segala macam emosi berada, seringkali mengambil alih kendali atas diri kita, mencegat dan mensabotase apapun yang dikirimkan oleh pikiran.
Jika kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga jiwa kita dengan baik, maka kita akan mudah hilang kendali diri dan hanya menjadi "budak" emosi.
Cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif tersebut adalah memastikan diri kita mendapatkan istirahat malam yang cukup dan berkualitas setelah melewati hari yang penuh kesibukan yang tanpa kita sadari telah membuat emosi kita naik turun.
Akan tetapi yang kebanyakan terjadi adalah kita justru sulit beristirahat/tidur di malam hari karena ternyata kita masih belum benar-benar melepaskan stres atau rasa kecewa yang kita alami di pagi, siang, hingga sore hari. Entah itu karena terjebak kemacetan di jalan, cekcok dengan tetangga atau rekan kerja, omelan atasan di kantor, perdebatan dengan pasangan di rumah, dan segala macam persoalan yang lain.
Penulis menawarkan suatu metode yang disebutnya 4R untuk membantu kita mengatasi itu semua dan mendapatkan ketenangan.
1. Reflect. Luangkan waktu untuk memulai dan mengakhiri hari dengan melakukan refleksi diri, untuk mengungkap, memahami dan menerima hal-hal apa saja yang mengguncang jiwa kita di hari itu.
2. Release. Melalui doa dan meditasi, biarkan jiwa kita melepaskan semua kendali dan pemeliharaan diri kita kepada Tuhan. Istilah lainnya mungkin "berserah."
3. Reset. Ketika kita sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, di situ kita akan memiliki perasaan tenang, damai, dan bisa memulai lagi dari awal.
4. Rest. Ketika jiwa kita sudah tenang, hasil akhirnya adalah kita lebih mudah untuk beristirahat.
Ketika seseorang belajar untuk mengelola emosinya di berbagai lingkungan (sekolah, tempat kerja, medan perang, keluarga, dll.), maka dia akan memiliki kemampuan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi lagi.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Thank God It's Friday!
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
START WITH WHY 🧐
oleh: Muhammad Farid Maricar
Dalam buku 'Start with Why', kita dipacu untuk memulai setiap hal yang kita kerjakan dengan bertanya "mengapa?" Dalam hal lanjut studi pada jenjang berikutnya, untuk seleksi beasiswa, atau untuk memulai riset kita memulainya dengan sesi tes atau pemberkasan.
Fungsi tes dan pemberkasan ini mungkin menguji kelayakan kita dalam memasuki suatu program, untuk melihat apakah mampu atau tidak, tapi setelah itu ada sebuah sesi yang kadang kita luput untuk mempertanyakan alasan keberadaannya, yaitu sesi wawancara.
Dalam sesi ini kita akan ditanya hal-hal untuk menjawab "why". Kenapa anda mau studi? Kenapa mau meneliti ini? Kenapa harus di negara ini? Kenapa harus di universitas ini? Kenapa memilih beasiswa ini? Kenapa... Kenapa... Kenapa...
Karena alasan "Kenapa" Ini yang nantinya menjadi alasan kenapa seseorang bisa bertahan dengan segala tantangan. Alasan ini yang membuat anda bangun pagi dan semangat dalam studi, melakukan riset, dll.
Tentu pemberi beasiswa tidak akan memberikan anda uang investasi mereka tanpa alasan yang jelas, seperti halnya investor yang tidak akan menginvestasikan uang mereka pada perusahaan yang tidak punya visi, misi, target yang jelas.
Jadi ya emang sepenting itu menjawab pertanyaan "why" ini. Setelah itu baru kita melangkah ke pertanyaan semisal, "How" dan "What", bagaimana dan apa. Bahkan dalam agama Islam, dalam hadits Arbain, hadits yang pertama disebutkan adalah "Amalan ditentukan oleh niatnya".
Kalau niatnya saja sudah salah, enggak jarang bagaimana dan apa yang dikerjakan juga akan amburadul. Karena esensi suatu hal yang kita kerjakan itu ya tergantung dari jawaban pertanyaan "Mengapa?"
#INISIATIF
oleh: Muhammad Farid Maricar
Konsep 'Start with Why' dalam buku Simon Sinek itu enggak melulu tentang bisnis, entrepreneur, dan yang serumpun. Bahkan dalam proses belajar, riset, pengembangan diri, dll, semua butuh konsep ini.
Dalam buku 'Start with Why', kita dipacu untuk memulai setiap hal yang kita kerjakan dengan bertanya "mengapa?" Dalam hal lanjut studi pada jenjang berikutnya, untuk seleksi beasiswa, atau untuk memulai riset kita memulainya dengan sesi tes atau pemberkasan.
Fungsi tes dan pemberkasan ini mungkin menguji kelayakan kita dalam memasuki suatu program, untuk melihat apakah mampu atau tidak, tapi setelah itu ada sebuah sesi yang kadang kita luput untuk mempertanyakan alasan keberadaannya, yaitu sesi wawancara.
Dalam sesi ini kita akan ditanya hal-hal untuk menjawab "why". Kenapa anda mau studi? Kenapa mau meneliti ini? Kenapa harus di negara ini? Kenapa harus di universitas ini? Kenapa memilih beasiswa ini? Kenapa... Kenapa... Kenapa...
Karena alasan "Kenapa" Ini yang nantinya menjadi alasan kenapa seseorang bisa bertahan dengan segala tantangan. Alasan ini yang membuat anda bangun pagi dan semangat dalam studi, melakukan riset, dll.
Tentu pemberi beasiswa tidak akan memberikan anda uang investasi mereka tanpa alasan yang jelas, seperti halnya investor yang tidak akan menginvestasikan uang mereka pada perusahaan yang tidak punya visi, misi, target yang jelas.
Jadi ya emang sepenting itu menjawab pertanyaan "why" ini. Setelah itu baru kita melangkah ke pertanyaan semisal, "How" dan "What", bagaimana dan apa. Bahkan dalam agama Islam, dalam hadits Arbain, hadits yang pertama disebutkan adalah "Amalan ditentukan oleh niatnya".
Kalau niatnya saja sudah salah, enggak jarang bagaimana dan apa yang dikerjakan juga akan amburadul. Karena esensi suatu hal yang kita kerjakan itu ya tergantung dari jawaban pertanyaan "Mengapa?"
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1👍1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
THE 7 FACTS ABOUT CHANGE 💪
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, dan memang akan sering terjadi di manapun kita berada. Mari kita lihat lagi, 7 Fakta tentang perubahan.
FIRST: "CHANGE ALWAYS HAPPEN”✅
Pertama kali yang memang kita perlu sadari adalah bahwa perubahan pasti terjadi. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jadi percuma berharap bahwa perubahan tidak akan terjadi. It's happening. Dan perubahan ini diperlukan oleh bisnis agar semakin efisien, semakin produktif dan semakin profitable, Justru kalau tidak berubah, bisnis akan berjalan di tempat, lama-lama mundur, lama lama rugi, dan kalau dibiarkan bisa tutup bisnisnya. Ingat, owner atau pemegang saham, berharap bisnis makin lama makin untung.
SECOND: “CHANGE WILL CONTINUE TO HAPPEN”✅
Berhentilah meratapi nasib. Tidak ada gunanya kembali ke masa lalu. Perubahan akan berjalan terus ke depan. Yang tidak mengerti atau tidak menyesuakan diri akan punah. Lihat apa yang terjadi dengan Sepatu Bata, Kodak, handhone Nokia (dan Blackberry). Tetapi lihat juga apa yang terjadi dengan Garmin, Telkom Indonesia, taxi Bluebird, mereka berinovasi dan terus survive bahkan semakin profitable. Kalau terjadi perubahan, kita boleh bersedih untuk beberapa saat. Dan setelah itu harus segera fokus ke masa depan.
THIRD: “CHANGE IS PAINFUL”✅
“Tapi Mas Pam, perubahan di tempat kami tidak ditangani dengan baik. Prosesnya kacau, Pak”
Sebuah perubahan tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Leader yang sebaik apapun, tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Mahatma Gandhi yang sebaik itu-pun dibunuh.
Jadi memang semua perubahan pasti painful. Waktu kita belajar naik sepeda pertama kali? Nyaman atau sakit? Pasti jatuh dan sakit kan? Painful kan? Semua perubahan pasti menyakitkan di awalnya. Tidak ada satu perubahanpun yang berjalan mulus tanpa halangan dan tanpa turunnya motivasi. Sekarang mari move on, dan mulai berexperimen, mencoba-coba, apa yang bisa saya lakukan untuk menyesuaikan diri, bahkan mencari opportunity lagi dengan perubahan ini. Mari move on dari “frustasi” ke “opportunity”
FOURTH: “THERE IS NO MY WAY, YOUR WAY, THERE IS ONLY OUR WAY”✅
“Tapi Mas Pam, kami merasa bahwa organisasi kami sebagai organisasi yang lebih baik diabaikan. Proses kami tidak digunakan di organisasi yang sekarang?”
Whatttt? Kami merasa sebagai organisasi yang lebih baik? Siapa yang menyatakan itu atau mengatakan itu? Anda sendiri kan? Yakin?
Pada saat sebuah perubahan berjalan, sebuah proses penggabungan berjalan, baik itu merger perusahaan, penggabungan organisasi atau pernikahan (antara suami dan istri), tidak ada satu pihak pun yang boleh meng-klaim dirinya yang terbaik. Semuanya duduk bersama, sharing best practice semuanya, pelajari. Kumpulkan semua best practice. Practice-practice yang dulunya kurang berjalan dengan baik, ditinggalkan.
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Adina malam itu marah-marah. Kebetulan perusahaannya dilebur menjadi satu dengan perusahaan lain. Dan sekarang team di mana dia bekerja harus digabung dengan team yang sama. Padahal cara kerja mereka, proses mereka sebelumnya berbeda.
Adina (bukan nama sebenarnya, seorang senior di perusahaan itu), sudah mempunyai feeling, bahwa setelah beberapa bulan, mereka akan melakukan efisiensi, dan beberapa orang akan kehilangan pekerjaannya, Begitulah yang biasanya terjadi kalau beberapa organisasi lain dilebur menjadi satu organisasi bersama (baik di swasta maupun di lembaga pemerintahan).
Di sebuah lembaga pemerintah, 3 tahun lalu, beberapa lembaga digabungkan menjadi satu. Change management nya sampai sekarang belum beres (sudah berjalan 3 tahun lebih!).
Dan sekarang, Adina dan teman-temannya galau. Proses perubahannya sangat tidak nyaman. Bahkan beberapa pimpinan tertinggi perusahaan pun sudah mengundurkan diri. Ribuan karyawan ikut resah, dan mulai saling berkomunikasi saling curhat tentang nasib mereka. Beberapa “pentolan” bahkan memanas-manasi situasi. Dan sambil dinner di sebuah restoran di Pacific Place, Adina malam itu bertanya,
"Apa yang harus saya lakukan mas?"
Pertanyaan yang menarik untuk dibahas, dan memang akan sering terjadi di manapun kita berada. Mari kita lihat lagi, 7 Fakta tentang perubahan.
FIRST: "CHANGE ALWAYS HAPPEN”
Pertama kali yang memang kita perlu sadari adalah bahwa perubahan pasti terjadi. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Jadi percuma berharap bahwa perubahan tidak akan terjadi. It's happening. Dan perubahan ini diperlukan oleh bisnis agar semakin efisien, semakin produktif dan semakin profitable, Justru kalau tidak berubah, bisnis akan berjalan di tempat, lama-lama mundur, lama lama rugi, dan kalau dibiarkan bisa tutup bisnisnya. Ingat, owner atau pemegang saham, berharap bisnis makin lama makin untung.
SECOND: “CHANGE WILL CONTINUE TO HAPPEN”
Berhentilah meratapi nasib. Tidak ada gunanya kembali ke masa lalu. Perubahan akan berjalan terus ke depan. Yang tidak mengerti atau tidak menyesuakan diri akan punah. Lihat apa yang terjadi dengan Sepatu Bata, Kodak, handhone Nokia (dan Blackberry). Tetapi lihat juga apa yang terjadi dengan Garmin, Telkom Indonesia, taxi Bluebird, mereka berinovasi dan terus survive bahkan semakin profitable. Kalau terjadi perubahan, kita boleh bersedih untuk beberapa saat. Dan setelah itu harus segera fokus ke masa depan.
THIRD: “CHANGE IS PAINFUL”
“Tapi Mas Pam, perubahan di tempat kami tidak ditangani dengan baik. Prosesnya kacau, Pak”
Sebuah perubahan tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Leader yang sebaik apapun, tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Mahatma Gandhi yang sebaik itu-pun dibunuh.
Jadi memang semua perubahan pasti painful. Waktu kita belajar naik sepeda pertama kali? Nyaman atau sakit? Pasti jatuh dan sakit kan? Painful kan? Semua perubahan pasti menyakitkan di awalnya. Tidak ada satu perubahanpun yang berjalan mulus tanpa halangan dan tanpa turunnya motivasi. Sekarang mari move on, dan mulai berexperimen, mencoba-coba, apa yang bisa saya lakukan untuk menyesuaikan diri, bahkan mencari opportunity lagi dengan perubahan ini. Mari move on dari “frustasi” ke “opportunity”
FOURTH: “THERE IS NO MY WAY, YOUR WAY, THERE IS ONLY OUR WAY”
“Tapi Mas Pam, kami merasa bahwa organisasi kami sebagai organisasi yang lebih baik diabaikan. Proses kami tidak digunakan di organisasi yang sekarang?”
Whatttt? Kami merasa sebagai organisasi yang lebih baik? Siapa yang menyatakan itu atau mengatakan itu? Anda sendiri kan? Yakin?
Pada saat sebuah perubahan berjalan, sebuah proses penggabungan berjalan, baik itu merger perusahaan, penggabungan organisasi atau pernikahan (antara suami dan istri), tidak ada satu pihak pun yang boleh meng-klaim dirinya yang terbaik. Semuanya duduk bersama, sharing best practice semuanya, pelajari. Kumpulkan semua best practice. Practice-practice yang dulunya kurang berjalan dengan baik, ditinggalkan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
Best practice di masing-masing organisasi dikumpulkan dan dijalankan. Ini berlaku bagi team yang melakukan perubahan, dan berlaku juga bagi para leader yang memimpin sebuah perubahan.
Leadernya juga harus mendengarkan semua anak buah. Tidak merasa bahwa praktek yang selama ini dia lakukan adalah yang terbaik. Siapa tahu ada best practice dari tempat lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kedaan. Be open mind to listen to others.
FIFTH: “BECOME A GOOD FOLLOWER, BEFORE YOUR BECOME A GREAT LEADER”✅
“Tapi Mas Pam, kadang kami tidak setuju dengan apa yang diputuskan boss kami? Apa yang kami lakukan?”
“Heyyy, siapa bossnya?“
Apakah waktu kalian jadi boss, semua anak buah kalian juga pasti setuju dengan semua keputusan kalian?
Jadi, pada saat pengambilan keputusan, prosesnya DDC (debate, decide, commit). Pada saat masih didiskusikan, sampaikan pendapat kalian, diskusikan, debat-lah. Tapi suatu saat, harus diputuskan (kalau bisa keputusan bersama, kalau enggak ya diputuskan oleh Leader-nya!).
Dan saat sebuah keputusan telah diambil, kemudian semua orang (termasuk anda, saya dan kita semua) harus berkomitmen menjalankannya! Ingat, semuanya harus menjadi good follower, sebelum menjadi great leader. Ada waktunya menerapkan ilmu leadership, ada waktunya menerapkan followership, dan menjadi follower yang baik.
SIXTH,”THERE ARE ONLY 2 CHOICES FOR PROFESSIONAL”✅
“Mas Pam, tapi hati nurani kami tetap tidak bisa menyetujui perubahan ini”
“Good, no problem, gak ada yang boleh memaksa!”.
SEVENTH:”IN THE END, IT IS ABOUT LEADING YOURSELF”✅
“Mas Pam, kenapa kami harus melakukan semua ini?”
“Pada akhirnya, semuanya kembali kepada anda sendiri.” Level terpenting dari kepemimpinan adalah memimpin diri kita sendiri. (Lead ourselves). Sebelum memimpin orang lain, dan sebelum memimpin diri kita sendiri. Seperti yang saya sampaikan, segera move on from frustasi, segera cari opportunity untuk diri anda, dan untuk team anda, agar bisa lebih positive beradaptasi.
Ingat, bahwa “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini”
Apakah dengan terus menerus komplain, dan terus menerus marah-marah, anda akan lebih baik lagi di masa depan? Tidak kan? Berarti sudah waktunya ganti strategy, dan menyikapi perubahan dengan positive, dengan mulai bereksperimen, beradaptasi, bahkan mencari opportunity.
Jadi apa yang harus kita lakukan pada saat kita merasa frustasi karena kita sedang berada di titik bawah kurva motivasi kita?
a) UNDERSTAND that it is a normal phase and everbody is going through the same phase. Sadarilah bahwa semua perubahan akan melalui phase phase itu. It is ok!
b) ACCEPT the change. Terimalah perubahan itu dengan positive.
c) ADAPT, Keep trying..keep exploring. Keep trying new things. Teruslah mencoba dan bereksperimen... mencoba dan melakukan hal hal yang baru, untuk menyesuakian diri
d) OPPORTUNITY, Kalau sudah melakukan a), b) dan c) di atas, dan masih belum bisa menerima, ingat, hanya ada 2 pilihan bagi professional, STAY or QUIT. Cari opportunity lain. Jangan menghabiskan waktu anda di tempat yang tidak memberikan aura positive bagi anda.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Leadernya juga harus mendengarkan semua anak buah. Tidak merasa bahwa praktek yang selama ini dia lakukan adalah yang terbaik. Siapa tahu ada best practice dari tempat lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kedaan. Be open mind to listen to others.
FIFTH: “BECOME A GOOD FOLLOWER, BEFORE YOUR BECOME A GREAT LEADER”
“Tapi Mas Pam, kadang kami tidak setuju dengan apa yang diputuskan boss kami? Apa yang kami lakukan?”
“Heyyy, siapa bossnya?“
Apakah waktu kalian jadi boss, semua anak buah kalian juga pasti setuju dengan semua keputusan kalian?
Jadi, pada saat pengambilan keputusan, prosesnya DDC (debate, decide, commit). Pada saat masih didiskusikan, sampaikan pendapat kalian, diskusikan, debat-lah. Tapi suatu saat, harus diputuskan (kalau bisa keputusan bersama, kalau enggak ya diputuskan oleh Leader-nya!).
Dan saat sebuah keputusan telah diambil, kemudian semua orang (termasuk anda, saya dan kita semua) harus berkomitmen menjalankannya! Ingat, semuanya harus menjadi good follower, sebelum menjadi great leader. Ada waktunya menerapkan ilmu leadership, ada waktunya menerapkan followership, dan menjadi follower yang baik.
SIXTH,”THERE ARE ONLY 2 CHOICES FOR PROFESSIONAL”
“Mas Pam, tapi hati nurani kami tetap tidak bisa menyetujui perubahan ini”
“Good, no problem, gak ada yang boleh memaksa!”.
Ingat, ada dua pilihan bagi profesional. “Stay di situ, terus dibayar gajinya, dan komitment untuk selalu mendukung 100%, atau keluar dan mengundurkan diri!”.
Tidak ada pilihan ketiga, stay di situ, tidak mendukung, terus menerus komplain, membujuk teman-temannya, that’s not professional.
SEVENTH:”IN THE END, IT IS ABOUT LEADING YOURSELF”
“Mas Pam, kenapa kami harus melakukan semua ini?”
“Pada akhirnya, semuanya kembali kepada anda sendiri.” Level terpenting dari kepemimpinan adalah memimpin diri kita sendiri. (Lead ourselves). Sebelum memimpin orang lain, dan sebelum memimpin diri kita sendiri. Seperti yang saya sampaikan, segera move on from frustasi, segera cari opportunity untuk diri anda, dan untuk team anda, agar bisa lebih positive beradaptasi.
Ingat, bahwa “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini”
Apakah dengan terus menerus komplain, dan terus menerus marah-marah, anda akan lebih baik lagi di masa depan? Tidak kan? Berarti sudah waktunya ganti strategy, dan menyikapi perubahan dengan positive, dengan mulai bereksperimen, beradaptasi, bahkan mencari opportunity.
Jadi apa yang harus kita lakukan pada saat kita merasa frustasi karena kita sedang berada di titik bawah kurva motivasi kita?
a) UNDERSTAND that it is a normal phase and everbody is going through the same phase. Sadarilah bahwa semua perubahan akan melalui phase phase itu. It is ok!
b) ACCEPT the change. Terimalah perubahan itu dengan positive.
c) ADAPT, Keep trying..keep exploring. Keep trying new things. Teruslah mencoba dan bereksperimen... mencoba dan melakukan hal hal yang baru, untuk menyesuakian diri
d) OPPORTUNITY, Kalau sudah melakukan a), b) dan c) di atas, dan masih belum bisa menerima, ingat, hanya ada 2 pilihan bagi professional, STAY or QUIT. Cari opportunity lain. Jangan menghabiskan waktu anda di tempat yang tidak memberikan aura positive bagi anda.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤🔥1
MENYESAL 🇮🇩
Pengantar jam istirahatmu, yuk mari saksikan Single terbaru Pak Dirut kolaborasi dengan Tim Paduan Suara BPJS Kesehatan🤩
Jangan lupa saksikan dan tinggalkan pendapatmu di kolom komentar🎼
https://youtu.be/GVwPxghTVAo?si=N4XwQjod-lAGSDv-
Pengantar jam istirahatmu, yuk mari saksikan Single terbaru Pak Dirut kolaborasi dengan Tim Paduan Suara BPJS Kesehatan
Jangan lupa saksikan dan tinggalkan pendapatmu di kolom komentar
https://youtu.be/GVwPxghTVAo?si=N4XwQjod-lAGSDv-
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
MENYESAL - GHUFRON MUKTI FEAT PADUAN SUARA BPJS KESEHATAN
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungi…