Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Forwarded from A. Arief Hermansyah
Forwarded from A. Arief Hermansyah
[ Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Proudly Present ] ๐Ÿ“ข

International Poster Competition

Halo sobat Kesmas ๐Ÿ™Œ๐Ÿป
Pascasarjana IKM UI 2024 hadir untuk kalian! .
Pascasarjana IKM UI mengadakan International Poster Competition dengan tema โ€œImpact of Climate Change on Food Securityโ€™ sebagai wadah untuk para mahasiswa (D3,D4/S1,Pascasarjana) dalam menyalurkan kontribusi dan ide yang solutif dan kreatif.

๐Ÿ—“ Periode Pendaftaran:
22 November โ€“ 10 Desember 2024

๐Ÿ’ฐBiaya Pendaftaran:
Rp. 100.000 (Gratis Tiket Seminar Internasional)

๐Ÿ’ณ Rekening Pembayaran
ILHAM ISNIN DOLYANOV
Bank Mandiri
1070005903770

โœจ Penghargaan โœจ
Juara 1 : Plakat + Uang tunai Rp. 3.000.000
Juara 2 : Plakat + Uang tunai Rp. 2.000.000
Juara 3 : Plakat + Uang tunai Rp. 1.000.000
Juara Harapan 1 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Harapan 2 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Harapan 3 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Favorit : Uang tunai Rp. 300.000
Semua pemenang lomba mendapat e-sertifikat juara

Benefit Peserta:
- โ E-Sertifikat
- โ Free Seminar Internasional ber SKP
- Poster dipublikasikan di pameran poster Seminar Internasional

Pendaftaran bisa di akses pada link berikut:
https://bit.ly/FormPendaftaranPosterCompetitionFKMUI

Informasi lebih lanjut bisa di akses pada link berikut:
https://bit.ly/LogodanTemplateFormFKMUI

Contact Person (WhatsApp):
082180298529 (Zahra)
082188529891 (Elsa)

Save the date and register yourself! Jangan sampai ketinggalan!๐Ÿ™Œ๐Ÿป
PARKINSON'S LAW ๐Ÿ˜Ž

Oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Cyril Northcote Parkinson, seorang sejarawan dan penulis asal Inggris, di tahun 1958 pernah mencetuskan Parkinson's Law, yang mengatakan bahwa: Sebuah tugas akan "mengembang" dalam kompleksitas dan hal-hal yang dirasa penting sesuai dengan waktu yang disediakan untuk pengerjaannya.

Contohnya ketika kita diberikan waktu hanya 24 jam untuk menyelesaikan sebuah proyek, maka tekanan dari waktu yang singkat ini akan memaksa kita untuk fokus pada eksekusi dan tidak punya pilihan lain selain melakukan hal-hal yang dirasa paling penting.

Dan apabila kita diberi waktu lebih lama, let's say 1 minggu untuk tugas yang sama, barangkali 6 hari pertama kita belum mendapatkan hasil yang memadai. Dan sisa 1 harinya... yang terjadi adalah keajaiban. ๐Ÿ˜‚

Kualitas hasil kerja yang dikerjakan dengan tenggat waktu yang lebih singkat umumnya sama atau bahkan lebih baik, karena level fokus yang lebih tinggi.

Dari sini kemudian dikenal dua pendekatan yang kerap digunakan untuk meningkatkan produktifitas:

1. Membatasi tugas pada hal-hal yang penting saja untuk memperpendek waktu pengerjaan (Prinsip Pareto 80/20)
2. โ Memperpendek waktu pengerjaan untuk membatasi tugas pada hal-hal yang penting saja (Parkinson's Law)


Penggunaan kedua pendekatan ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan criticality tugas tersebut.

_"Report ini harus selesai siang ini. Bisa kan?"_

Sounds familiar? ๐Ÿ˜‚

Buku apa yang Anda baca pagi ini? โค๏ธ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
HEDONIC TREADMILL ๐Ÿ‘Š

oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Di tahun 1932, seorang dokter bernama Walter Cannon dalam bukunya "The Wisdom of the Body" memperkenalkan konsep "homeostasis" yang menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kecenderungan alami untuk menjaga kestabilan dalam tubuhnya dengan tujuan untuk bertahan hidup. Konsep ini menjelaskan cara kerja alami tubuh dalam meregulasi suhu tubuh, kadar garam, air, gula, protein, kalsium, dan oksigen di dalam tubuh kita. Semuanya berlangsung terus menerus dan otomatis.

Para pecandu narkoba, alkohol, nikotin, atau bahkan kafein, adalah beberapa contoh bagaimana homeostasis bekerja untuk pecandunya mencapai kondisi yang seimbang dengan menetralkan substansi tersebut. Namun efeknya, ketiadaan substansi ini (narkoba, alkohol, dll.) ternyata membuat mereka merasakan ketidaknyamanan, bahkan penderitaan. Dan keinginan untuk mendapatkan efek yang sama dengan ketika pertama kali mencoba substansi ini, pelan-pelan dosis yang digunakan pun semakin lama semakin tinggi tanpa disadari. Ada kepuasan yang dirasakan ketika substansi tersebut memasuki tubuhnya.


Selama ini mungkin banyak dari kita yang menganggap "kepuasan" (satisfaction) sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun dari konsep homeostasis tadi, "kepuasan" bisa didefinisikan sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan secara terus menerus.

Nah.. Menariknya,
konsep homeostasis ini juga berlaku dalam konteks kesuksesan
.


Di kondisi masyarakat saat ini yang serba materialis, sukses sering diasosiasikan dengan "memiliki lebih banyak daripada orang lain." Dan ketika seseorang merasa memiliki lebih sedikit daripada orang lain, yang dia rasakan adalah kegagalan yang berujung pada penderitaan.

Di sinilah awal dimulainya "hedonic treadmill" yang membuat seseorang terus berlari di tempat dan takut untuk berhenti, karena berhenti artinya jatuh dan terlempar ke belakang.

Dengan mengubah cara pandang kita terhadap kepuasan dan kesuksesan, kita bisa menghindari "hedonic treadmill" ini. Di bukunya "From Strength to Strength," Arthur C. Brooks memberikan satu rumus yang paling pas untuk "kepuasan."

Kepuasan = Apa yang kamu miliki / Apa yang kamu inginkan (Kepuasan adalah apa yang kita miliki dibagi dengan apa yang kita inginkan)

Selama ini kita mungkin terlalu fokus pada keinginan mengumpulkan harta benda dan kesuksesan untuk kita miliki.
Namun kita lupa untuk menanyakan, apa yang sebenar-benarnya kita inginkan dalam hidup ini.
Keinginan kita banyak terdistorsi dan membesar karena tuntutan orang lain, pekerjaan, dll.

Jika kita mau jujur pada diri kita masing-masing dan mengesampingkan hal-hal di luar diri kita, keinginan kita mungkin tidak sebanyak yang kita kira sebelumnya.

What do you want, and why do you want it?


Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?

Thanks God It's Friday โค๏ธ

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
PRELOVED SALE ๐Ÿ›

Temukan barang-barang unik dengan harga terjangkau di Preloved Sale ATE! Dapatkan barang impian, berburu barang bekas berkualitas, dan temui teman-teman baru Selindo yang memiliki minat serupa. ๐Ÿค—

Note: Para Calon seller yang telah mendaftar, diharapkan segera mengirimkan dokumentasi beserta harga barang preloved yang akan ditawarkan cc ke kk @aliamahoroe (KC Ambon) dan kk @withhardshipwillbeease (KC Baubau)


Jangan sampai ketinggalan, yuk gabung COMMIT ATE sekarang (Grup khusus Internal Duta BPJS Kesehatan) ๐Ÿ“ฑ
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BPJS Keren ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Yusuf Syahputra Gani
Suka banget dengan detail penyebutan "mobile barista" untuk para jagoan ini. Kayak afirmasi meskipun mereka berjualan dengan sepeda, mereka juga sama kok dengan barista yang bekerja di cafe dengan berpakaian keren, mereka bukan cuma "tukang jualan kopi". Good job tim Kopi Jago!
~ Muggie


https://youtu.be/zugQ5xLQ8ZQ?si=dvbg80DOLmwE5KGB
3 LAPIS PERUBAHAN PERILAKU ๐Ÿง‘โ€๐Ÿ’ป

oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Dari buku "Atomic Habits" (James Clear) pagi ini saya belajar tentang 3 lapis perubahan perilaku.

1. Perubahan terhadap hasil (outcome) ๐Ÿ˜˜
Pada tingkatan ini kita fokus pada hasil yang ingin dicapai. Misal: menurunkan berat badan, menerbitkan buku, memenangkan pertandingan.

2. โ Perubahan terhadap proses ๐Ÿซฐ
Pada tingkatan ini kita fokus pada kebiasaan dan sistem yang kita ciptakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: membaca minimal 1 halaman buku setiap hari, nge-gym seminggu dua kali.

3. โ Perubahan terhadap identitas ๐Ÿ˜
Ini merupakan perubahan yang paling mendalam karena berhubungan tentang keyakinan (belief) seseorang terhadap dirinya.

Kita tidak akan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan apabila kita hanya fokus pada hasil dan proses saja. Perubahan identitas adalah kunci utamanya. Yaitu "Ingin menjadi siapakah kita?"


Semakin tinggi kebanggaan seseorang terhadap aspek dari identitas yang dibawanya, akan semakin termotivasi dia untuk terus menjaga kebiasaan yang diasosiasikan pada identitas tersebut.

Jika seseorang ingin memiliki identitas sebagai "pembaca buku" dan bangga dengan aspek identitas tersebut (misal: berpengetahuan luas), maka sangat besar kemungkinan dia akan terus memelihara kebiasaan membaca bukunya tersebut.

Namun untuk membentuk identitas, keyakinan diri yang baru harus ditumbuhkan, agar keyakinan yang lama bisa digantikan.

Kata identitas (identity) sendiri berasal dari bahasa Latin "essentitas" yang berarti "menjadi" (being) dan "identidem" yang berarti "berulang-ulang" (repeatedly).

Dengan kata lain, membentuk identitas yang baru membutuhkan usaha yang terus menerus, berulang-ulang, agar rasa percaya diri muncul.

Identitas yang baru membutuhkan "pembuktian yang baru," sekecil apapun itu.

Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?

Have a nice day! โค๏ธ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ”ฅ2โค1
You are NOT what you think ๐Ÿค”

Karena saya dan anda dapat tertipu oleh pikiran sendiri โœ๏ธ

Ada yang menderita karena perilaku orang lain, padahal karena pikirannya sendiri dalam memaknai perilaku dan mengoperasikan aturan dalam pikiran sendiri.

Ada yang trauma terhadap kejadian yang mirip kejadian masa lalu, padahal trauma itu bukan karena masa lalu melainkan film tentang masa lalu yang ia putar-putar sendiri di dalam pikirannya.

Ada yang menderita karena menganggap dirinya gagal, padahal yang gagal bukan dirinya, melainkan rencananya.

Ada yang mengira bahagia itu tanpa syarat, padahal bahagia itu bersyarat. Akibatnya ia merasa seperti bahagia saat dapat uang dari mencurangi.

Ada yang mengharuskan dirinya selalu positive-thinking, akibatnya ia mudah tertipu, dan bahagia tersesat di mana saja.

Ada yang mengira ia mencintai seseorang, padahal ia hanya mencintai keinginannya tentang seseorang.

Ada yang mengira harga dirinya naik jika punya uang banyak, padahal harga diri tidak ada kaitannya dengan uang.

Ada yang percaya apa yang dipikirkannya 100% benar, padahal berasal dari informasi HOAX.

oleh: Prasetya M Brata

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Setiap keputusan kita saat ini, pasti mengandung konsekuensi di masa yang akan datang


Belajar dari kisah seorang binaraga profesional (alm) yang terkena Kanker Tiroid yang diduga karena penggunaan Steroid. Semoga almarhum Husnul khotimah ๐Ÿ™๐Ÿป

https://youtu.be/rqtOQYT-BB4?si=htKwA5cCvJoCn1bQ

#INISIATIF #Fitlife
BELIAU SEDANG BERCANDA ๐Ÿ˜‡

oleh: Taufiqrahman Tedi

Dilihat dari potongan video yang beredar, Gus Miftah memang sedang bercanda. Hanya saja, gaya humor yang digunakan beliau termasuk Aggressive Humor.

Gaya humor yang berada di kuadran external (ke luar, maksudnya orang lain) dan detrimental (merugikan); gaya bercanda yang arahnya mengejek, menyindir, menertawakan bahkan mempermalukan orang lain.

Misalnya begini, saya lihat teman saya terpeleset terus jatuh masuk ke selokan. Bukannya membantu, saya malah tertawa. Ini sebenarnya juga termasuk humor yang agresif, dalam hal menertawakan penderitaan orang lain.

Tapi teman saya tidak ada akan tersinggung, tidak akan sakit hati karena kami berdua saling kenal dan saling tahu sifat masing-masing. Alih-alih marah, teman saya kemungkinan akan tertawa juga. Tentu saja setelah tertawa, saya membantunya juga keluar dari selokan.

Contoh lain dari kejadian ini yang sempat viral kejadian Ade Londok yang menarik kursi Malih. Malih jatuh beneran, maksudnya di luar skrip.

Ade Londok becanda, tapi becandanya kelewatan. Malih memang tidak senang, namun profesional tetap merespon lawakan Ade Londok.

Selepas acara tersebut sebagai pelawak senior Malih ngasih wejangan kepada semua para pelawak junior untuk lebih berhati-hati dalam berkomedi. Menurut Malih, lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain.

Ade Londok memang becanda tapi jenisnya agresif, merugikan atau menyakiti orang lain. Kerugiannya akan terminimalisir jika anda saling kenal. Oleh karena itu, gaya humor semacam ini sering dilakukan di tongkrongan karena semua orang saling mengenal satu sama lain. Kelebihannya, gaya humor agresif ini memang punya kelucuan yang lebih tinggi.

Gaya humor Vincent dan Desta termasuk jenis ini, tapi karena mereka berdua saling kenal jadi lawakan segimanapun tidak akan mempengaruhi hubungan mereka berdua. Tamu-tamu yang mereka undang juga memiliki persepsi sama, jadi enak banget denger obrolan mereka, gak terasa agresif lagi.

Contohnya ketika Desta bilang ke Dani Aditya, komika difabel, seorang komika yang sepanjang penampilannya selalu dilakukan dengan duduk di atas kursi roda.

"Dan, kamu kan sekarang stand up comedy juga." Dani menjawab, "Gak stand up juga sih bang."

Desta gelagapan. "Waduh salah ngomong gue." Semua orang terhenyak dengan jawaban Dani, apalagi Desta.

"Woi, bantuin gue." Teriak Desta ke Vincent.

Vincent dan Desta memainkan peran saling melengkapi. Pas guyonan Desta blunder, Vincet sapu-sapu. Begitu juga sebaliknya. Nah, Ade dan Malih belum dapat chemistrynya, beda kalo Bolot yang narik kursi, mungkin Malih gak akan tersinggung tapi Bolot gak bakalan melakukan komedi itu juga, kaya anak kemarin aja, gak ada materi lawakan lagi.

Lalu gimana kalau humor agresif dilakukan terhadap orang yang tidak kita kenal secara akrab dan melakukannya di depan publik?

Oh jangan. Maksudnya baiknya emang jangan dilakukan. Mending hindari. Karena jatuhnya jadi perundungan atau bahkan pelecehan lebih jauhnya penistaan. Ini berbahaya karena tidak semua orang suka atau bersedia menjadi obyek tertawaan apalagi di depan publik.

Apalagi jika hal itu dilakukan oleh seorang publik figur. Waduh itu apalagi, mending cari materi lain, atau tahan diri. Karena banyak efek sampingnya.

Ingat ucapan Malih, "Lawakan yang baik itu tidak perlu menyakiti ataupun menghina orang lain." Itu ucapan pelawak, bukan pemuka agama.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
FILOSOFI BARAT DAN TIMUR โœ๏ธ

oleh: Iwan Kusworo

Selamat pagi, Sahabat ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Filosofi barat dan timur secara umum memiliki perbedaan dalam menjawab pertanyaan, "Bagaimanakah sebuah karya seni dimulai?"

Filosofi barat memandang bahwa sebuah karya seni dimulai dari kanvas kosong, lalu dari situ kita akan menambahkan warna-warna yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah.

Sebaliknya, filosofi timur melihat bahwa sebuah karya seni itu sesungguhnya sudah ada dari awal, namun masih tertutup oleh hal-hal yang lain. Sebuah karya seni tidak tercipta karena kita "menambahkan" sesuatu, melainkan "menghilangkan" hal-hal yang tidak memiliki nilai seni. Contohnya sebongkah batu giok yang dipahat untuk menghilangkan sebagiannya agar terbentuk sebuah patung Buddha yang indah.

Filosofi barat mengajarkan pada kita bahwa kesuksesan dan kebahagiaan bisa kita raih dengan "menghindari kehilangan/kegagalan" dan "mengumpulkan lebih banyak hal" misalnya uang, pencapaian, hubungan, pengalaman, kedudukan, bahkan follower.

Sedangkan filosofi timur memperingatkan kita bahwa keinginan untuk menguasai segalanya hanya akan membawa kita pada materialisme dan kesombongan, yang pada akhirnya justru menjauhkan kita dari kebahagiaan dan menghalangi pandangan kita dari hal-hal mendasar yang paling penting dalam hidup kita.


Mari mencoba merenungi, dan mulai "melucuti" semua pencapaian kita selama ini, agar kita bisa menemukan diri kita yang sebenarnya.

Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?

Have a nice day! โค๏ธ

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿฅฐ1
Info Podium ๐Ÿ’ช๐Ÿ”ฅ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Sonjaya Joy
Selamat buat @Wildarobiatul @demitriaaa juara 1 tenis meja HKN Jawa Barat ๐Ÿ“๐Ÿฅ‡๐Ÿ†
Pernah gak sih anda ngerasa hidup kayak gak ada arah? Di buku WHY karya Simon Sinek, Ada sebuah konsep yang bernama Golden Circle. Intinya, sukses itu dimulai baca selengkapnya
EKSPEKTASI TINGGI ๐Ÿ’ช

Kekecewaan datang dari pemikiran bahwa segalanya bisa jadi lebih baik dari yang dialami atau didapatkan. Sebaliknya, rasa syukur datang dari mengetahui bahwa segalanya bisa jadi lebih buruk dari yang dialami dan didapatkan.

Kita tidak bisa mengontrol kejadian di sekitar kita, tapi bisa mengubah sudut pandang dan perasaan kita tentang kejadian tersebut.


Kalau dapat musibah, ya pikir saja bahwa musibah tersebut bisa jadi lebih buruk ๐Ÿ˜‡

Kalau dapat kebahagiaan, ya pikir saja bahwa itu semua nikmat yang melebihi usaha yang kita telah lakukan ๐Ÿ˜‡

Hanya saja, terkadang kita berekspektasi terlalu tinggi.

oleh: Muhammad Farid Maricar

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
BUDAK EMOSI ๐Ÿคฌ๐Ÿ˜ก

oleh: Iwan Kusworo

Selamat sore, Sahabat ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ

Cukup banyak referensi yang menyatakan bahwa pikiran adalah yang mengendalikan tubuh kita.

Namun di buku "Battle Cry" (Jason Wilson), penulis mengatakan bahwa jiwa (soul), yang merupakan tempat segala macam emosi berada, seringkali mengambil alih kendali atas diri kita, mencegat dan mensabotase apapun yang dikirimkan oleh pikiran.

Jika kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga jiwa kita dengan baik, maka kita akan mudah hilang kendali diri dan hanya menjadi "budak" emosi.


Cara yang paling tepat untuk menghindari efek negatif tersebut adalah memastikan diri kita mendapatkan istirahat malam yang cukup dan berkualitas setelah melewati hari yang penuh kesibukan yang tanpa kita sadari telah membuat emosi kita naik turun.

Akan tetapi yang kebanyakan terjadi adalah kita justru sulit beristirahat/tidur di malam hari karena ternyata kita masih belum benar-benar melepaskan stres atau rasa kecewa yang kita alami di pagi, siang, hingga sore hari. Entah itu karena terjebak kemacetan di jalan, cekcok dengan tetangga atau rekan kerja, omelan atasan di kantor, perdebatan dengan pasangan di rumah, dan segala macam persoalan yang lain.

Penulis menawarkan suatu metode yang disebutnya 4R untuk membantu kita mengatasi itu semua dan mendapatkan ketenangan.

1. Reflect. Luangkan waktu untuk memulai dan mengakhiri hari dengan melakukan refleksi diri, untuk mengungkap, memahami dan menerima hal-hal apa saja yang mengguncang jiwa kita di hari itu.

2. โ Release. Melalui doa dan meditasi, biarkan jiwa kita melepaskan semua kendali dan pemeliharaan diri kita kepada Tuhan. Istilah lainnya mungkin "berserah."

3. โ Reset. Ketika kita sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, di situ kita akan memiliki perasaan tenang, damai, dan bisa memulai lagi dari awal.

4. โ Rest. Ketika jiwa kita sudah tenang, hasil akhirnya adalah kita lebih mudah untuk beristirahat.

Ketika seseorang belajar untuk mengelola emosinya di berbagai lingkungan (sekolah, tempat kerja, medan perang, keluarga, dll.), maka dia akan memiliki kemampuan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi lagi.


Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Thank God It's Friday! โค๏ธ

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
START WITH WHY ๐Ÿง

oleh: Muhammad Farid Maricar

Konsep 'Start with Why' dalam buku Simon Sinek itu enggak melulu tentang bisnis, entrepreneur, dan yang serumpun. Bahkan dalam proses belajar, riset, pengembangan diri, dll, semua butuh konsep ini.


Dalam buku 'Start with Why', kita dipacu untuk memulai setiap hal yang kita kerjakan dengan bertanya "mengapa?" Dalam hal lanjut studi pada jenjang berikutnya, untuk seleksi beasiswa, atau untuk memulai riset kita memulainya dengan sesi tes atau pemberkasan.

Fungsi tes dan pemberkasan ini mungkin menguji kelayakan kita dalam memasuki suatu program, untuk melihat apakah mampu atau tidak, tapi setelah itu ada sebuah sesi yang kadang kita luput untuk mempertanyakan alasan keberadaannya, yaitu sesi wawancara.

Dalam sesi ini kita akan ditanya hal-hal untuk menjawab "why". Kenapa anda mau studi? Kenapa mau meneliti ini? Kenapa harus di negara ini? Kenapa harus di universitas ini? Kenapa memilih beasiswa ini? Kenapa... Kenapa... Kenapa...

Karena alasan "Kenapa" Ini yang nantinya menjadi alasan kenapa seseorang bisa bertahan dengan segala tantangan. Alasan ini yang membuat anda bangun pagi dan semangat dalam studi, melakukan riset, dll.

Tentu pemberi beasiswa tidak akan memberikan anda uang investasi mereka tanpa alasan yang jelas, seperti halnya investor yang tidak akan menginvestasikan uang mereka pada perusahaan yang tidak punya visi, misi, target yang jelas.

Jadi ya emang sepenting itu menjawab pertanyaan "why" ini. Setelah itu baru kita melangkah ke pertanyaan semisal, "How" dan "What", bagaimana dan apa. Bahkan dalam agama Islam, dalam hadits Arbain, hadits yang pertama disebutkan adalah "Amalan ditentukan oleh niatnya".

Kalau niatnya saja sudah salah, enggak jarang bagaimana dan apa yang dikerjakan juga akan amburadul. Karena esensi suatu hal yang kita kerjakan itu ya tergantung dari jawaban pertanyaan "Mengapa?"

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ€๐Ÿ”ฅ1๐Ÿ‘1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM