SI PALING JITU DAN LUCKY 🫰
Tanpa perlu repot melalui skema pengundian, karena yang berhasil menebak dengan jitu memang hanya 3 orang saja. Selamat kepada kakak-kakak yang beruntung dalam undian Indonesia Vs Arab Saudi:
1. Nurdianto Jiwanjono @NurdiantoJ (Staf SDMUK KC Parepare)
2. Muhammad Ayyub Ibrahim @ayyub_Ibrahim (Kepala Bagian MLK KC Lubuklinggau)
3. Nur Sugiarti (JKN Apprenticeship Program MAA KC Kebumen)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada tebak2 seru selanjutnya🙏
Fun and meaningful di ATE🥰
#INISIATIF
Jika Kita Mempunyai Keinginan Yang Kuat Dari Dalam Hati, Seluruh Alam Semesta Akan Bahu Membahu Mewujudkannya💯
Tanpa perlu repot melalui skema pengundian, karena yang berhasil menebak dengan jitu memang hanya 3 orang saja. Selamat kepada kakak-kakak yang beruntung dalam undian Indonesia Vs Arab Saudi:
1. Nurdianto Jiwanjono @NurdiantoJ (Staf SDMUK KC Parepare)
2. Muhammad Ayyub Ibrahim @ayyub_Ibrahim (Kepala Bagian MLK KC Lubuklinggau)
3. Nur Sugiarti (JKN Apprenticeship Program MAA KC Kebumen)
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada tebak2 seru selanjutnya
Fun and meaningful di ATE
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
*KOPDAR PANJI #03*
_Edisi Spesial Ulang Tahun PAMJAKI ke-26_
=========================
*Kopi Daring PAMJAKIAN bersama Bung Jefri edisi ke-3*
PAMJAKI merupakan organisasi yang terdiri para Ahli Asuransi Kesehatan namun memiliki latar belakang yang beragam, dapat berasal dari sektor jaminan sosial, perasuransian maupun perumahsakitan.
Beberapa bulan yang lalu Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/1366/2024 tentang Pedoman Penataan Kebijakan Selisih Biaya oleh Asuransi Kesehatan Tambahan melalui Koordinasi Antara Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dalam program JKN.
KMK tersebut diharapkan dapat mengatur bagaimana BPJS Kesehatan, Perusahaan Asuransi Swasta, dan Rumah Sakit berbagi risiko pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN yang juga merupakan nasabah asuransi.
Dalam edisi spesial ulang tahun PAMJAKI, Bung Jefri akan mengulas “Pelaksaanaan KAPJ bagi Pasien di Rumah Sakit”, bersama:
1. *Dr. dr. Ari Dwi Aryani, M.K.M, AAK.* (BPJS Kesehatan)
2. *Faiza Kamalia, S.K.M., AAK., AAAIJ.* (PAMJAKI)
3. *drg. Iing Ichsan Hanafi, M.A.R.S., M.H.* (ARSSI)
🗓️ Hari/Tanggal : Sabtu, 23 November 2024
🕰️ Pukul : 09.00 - 12.00 WIB
🖥️ Platform : Zoom Meeting
Link zoom : https://bit.ly/KopdarPanjiEd-3
Link virtual background: https://bit.ly/VB-KopDarPANJIEdisi3
Admin:
1. Mukhlis Nasution (082130200212)
2. Fajriah Ayu (087872896025)
*Note:*
1. Kegiatan tidak berbayar
2. Akun dengan nama asli
3. Mendapatkan _e-certificate_
_Edisi Spesial Ulang Tahun PAMJAKI ke-26_
=========================
*Kopi Daring PAMJAKIAN bersama Bung Jefri edisi ke-3*
PAMJAKI merupakan organisasi yang terdiri para Ahli Asuransi Kesehatan namun memiliki latar belakang yang beragam, dapat berasal dari sektor jaminan sosial, perasuransian maupun perumahsakitan.
Beberapa bulan yang lalu Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/1366/2024 tentang Pedoman Penataan Kebijakan Selisih Biaya oleh Asuransi Kesehatan Tambahan melalui Koordinasi Antara Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dalam program JKN.
KMK tersebut diharapkan dapat mengatur bagaimana BPJS Kesehatan, Perusahaan Asuransi Swasta, dan Rumah Sakit berbagi risiko pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN yang juga merupakan nasabah asuransi.
Dalam edisi spesial ulang tahun PAMJAKI, Bung Jefri akan mengulas “Pelaksaanaan KAPJ bagi Pasien di Rumah Sakit”, bersama:
1. *Dr. dr. Ari Dwi Aryani, M.K.M, AAK.* (BPJS Kesehatan)
2. *Faiza Kamalia, S.K.M., AAK., AAAIJ.* (PAMJAKI)
3. *drg. Iing Ichsan Hanafi, M.A.R.S., M.H.* (ARSSI)
🗓️ Hari/Tanggal : Sabtu, 23 November 2024
🕰️ Pukul : 09.00 - 12.00 WIB
🖥️ Platform : Zoom Meeting
Link zoom : https://bit.ly/KopdarPanjiEd-3
Link virtual background: https://bit.ly/VB-KopDarPANJIEdisi3
Admin:
1. Mukhlis Nasution (082130200212)
2. Fajriah Ayu (087872896025)
*Note:*
1. Kegiatan tidak berbayar
2. Akun dengan nama asli
3. Mendapatkan _e-certificate_
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
INFO FREE WEBINAR
Hari ini kita akan mengadakan webinar yang akan membahas tentang *Breaktime- Membongkar Latent Power Seorang Leader* bareng Coach Arisdiansah
Breaktime adalah momen penting bagi seorang leader untuk mengembangkan latent power atau potensi tersembunyi yang dimilikinya. Dalam jeda sejenak dari rutinitas, seorang pemimpin dapat merenungkan visi, mengevaluasi strategi, dan menemukan energi baru untuk menghadapi tantangan. Selain itu, breaktime memungkinkan pemimpin untuk memperkuat keterampilan seperti empati, introspeksi, dan kreativitas, yang sering kali terabaikan dalam tekanan harian. Dengan memanfaatkan waktu istirahat secara bijak, seorang leader tidak hanya mengelola diri dengan lebih baik tetapi juga menciptakan dampak positif bagi tim dan organisasinya.
Yuk teman-teman kita seru seruan belajar bareng di diskusi malam ini. Jangan sampai terlewat yaa😁
Jumat, 22 November 2024
19.30 - selesai
JOIN LINK ZOOM 👇👇👇
https://us02web.zoom.us/j/87842828805?pwd=Koyjvb7CSTxosJ7IuQX7GLTNAq7Akf.1
Meeting ID: 878 4282 8805
Passcode: cxd
Sempai jumpa di kelas! 🙌
Hari ini kita akan mengadakan webinar yang akan membahas tentang *Breaktime- Membongkar Latent Power Seorang Leader* bareng Coach Arisdiansah
Breaktime adalah momen penting bagi seorang leader untuk mengembangkan latent power atau potensi tersembunyi yang dimilikinya. Dalam jeda sejenak dari rutinitas, seorang pemimpin dapat merenungkan visi, mengevaluasi strategi, dan menemukan energi baru untuk menghadapi tantangan. Selain itu, breaktime memungkinkan pemimpin untuk memperkuat keterampilan seperti empati, introspeksi, dan kreativitas, yang sering kali terabaikan dalam tekanan harian. Dengan memanfaatkan waktu istirahat secara bijak, seorang leader tidak hanya mengelola diri dengan lebih baik tetapi juga menciptakan dampak positif bagi tim dan organisasinya.
Yuk teman-teman kita seru seruan belajar bareng di diskusi malam ini. Jangan sampai terlewat yaa😁
Jumat, 22 November 2024
19.30 - selesai
JOIN LINK ZOOM 👇👇👇
https://us02web.zoom.us/j/87842828805?pwd=Koyjvb7CSTxosJ7IuQX7GLTNAq7Akf.1
Meeting ID: 878 4282 8805
Passcode: cxd
Sempai jumpa di kelas! 🙌
Gen Z 💪
Gaya Gen Z
- Multitasking Digital
- Self Reward
- FOMO
- Work From Cafe (WFC)
- Frugal Living
https://youtu.be/KJLx-vPERIA?si=ITXDXPb8qncQT_kU
Diprediksi Tahun 2030 Tenaga Kerja Indonesia akan didominasi oleh Gen Z🇮🇩
Gaya Gen Z
- Multitasking Digital
- Self Reward
- FOMO
- Work From Cafe (WFC)
- Frugal Living
https://youtu.be/KJLx-vPERIA?si=ITXDXPb8qncQT_kU
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
Frugal Living: Gen Z Hidup Hemat, tapi Sampai Kapan?
Gaya hidup tiap generasi terus berkembang, menciptakan tren yang memadukan antara kreativitas dan kesadaran sosial. Bagi Gen Z, hidup hemat bukan hanya soal menghemat uang, melainkan juga langkah untuk melindungi bumi. Di sisi lain, budaya self-reward dan…
MILIADER 🤩
Oleh: Yusran Darmawan
Anggur mahal disiapkan. Satu penthouse mahal juga telah disewa. Hari itu, dua peneliti Stanley dan Dano hendak mewawancarai 10 orang manusia super kaya, dengan pendapatan sekitar 33 miliar rupiah setahun. Orang kaya yang diwawancarai adalah mereka yang memulai karier dari bawah atau self made millionaire.
Pria pertama yang datang adalah Mr Bud. Usianya 61 tahun. Dia datang dengan memakai mantel murah, padahal kekayaannya ditaksir mencapai 10 juta dollar AS.
“Mr Bud, apakah Anda mau minum anggur 1970 Bordeaux?” tanya Stanley.
“Tidak. Saya hanya mau minum Wiski Skotch dan bir gratis,” katanya.
Stanley dan Dano tercengang. Di kultur masyarakat barat, Wiski Skotch adalah minuman kelas menengah bawah, Bir lebih bawah lagi. Mungkin, Mr Bud seorang yang nyentrik dan tidak suka pamer.
Namun 9 orang super kaya lainnya tak jauh berbeda. Mereka rata-rata tidak pakai outfit bermerek. Mereka tampil apa adanya. Tidak menonjolkan status sosial. Ke mana gambaran orang kaya memakai mantel Gucci, Versace, Channel, Dior? Ke mana jam tangan Rolex atau Patek Phillipe mereka?
Saya menemukan kisah ini dalam buku Ngomongin Uang karya Glenn Ardi, yang isinya senada dengan buku Psychology of Money, yang ditulis Morgan Housel.
Setelah melakukan wawancara mendalam, Stanley dan Dako menyimpulkan, para self made millionare atau jutawan yang memulai dari bawah, adalah mereka yang punya gaya hidup jauh di bawah pendapatan serta gaya hidup mereka.
Dari hasil survei pada 500 keluarga kaya, mereka tidak tinggal di kawasan elite. Mereka tinggal di perumahan biasa. Mayoritas percaya, memiliki kemerdekaan finansial adalah hal yang jauh lebih penting daripada mempertontonkan gaya hidup mewah.
Pertanyaannya, buat apa kaya tapi tidak dinikmati?
Orang-orang kaya yang diteliti Stanley dan Dano, berpandangan, memiliki kemerdekaan finansial, jauh lebih penting ketimbang mempertontonkan hidup mewah. Mereka menilai, kesuksesan itu penting, tetapi simbol-simbol kesuksesan itu tidak penting.
Lantas, golongan mana yang selama ini terlihat pamer dengan gaya hidup mewah dan aksesori serba mahal?
Nah, kedua peneliti ini memperkenalkan kategori baru, yakni High Earners, Not Rich Yet (Henry’s). Inilah karakteristik orang kaya baru, yang konsumtif boros, dan punya hasrat belanja impulsif. Mereka punya pendapatan tinggi (high income earners), tetapi tidak berhasil mencapai status miliader.
Yang membedakan dengan miliader beneran adalah kemampuan untuk menahan uang selama mungkin di genggaman. Yang membedakan adalah kemampuan mengontrol pengeluaran.
Bisa menahan pengeluaran 1 juta, saat punya uang 2 juta adalah hal biasa. Tapi bisa menahan 2 juta, saat uang di tangan 20 juta adalah hal luar biasa. Lebih hebat lagi, jika menahan 2 juta saat memiliki uang 10 miliar. Itu keren. Hal-hal sederhana inilah yang menjadi kunci untuk jadi miliader.
Kata Stanley dan Darko, para Henry’s memiliki persepsi mental yang berbeda dengan self made billionaire. Bagi para Henry’s, menjadi kaya adalah soal menampilkan gaya hidup mahal. Jika ada uang, semuanya harus dinikmati untuk konsumsi. Uang itu susah dicari, maka harus dinikmati selagi bisa. Mereka baru akan berhenti mengonsumsi jika uang sudah habis.
Jadi, crazy rich yang selama ini terlihat pamer, pada dasarnya bukan orang kaya banget. Mereka pamer karena ingin dikira kaya. Orang kaya beneran tidak butuh pengakuan orang lain. Saya ingat cerita seorang teman tentang Gunawan Lim, bos Harita Group, yang jika tiba waktu makan, maka minta dipesankan nasi bungkus dari pedagang kaki lima di dekat kantornya.
Sampai di sini, saya hentikan membaca buku ini. Saya menemukan rahasia mengapa hidup begini-begini saja. Saya bukan tipe boros, sebagaimana Henry’s. Saya tipe orang yang uangnya belum ada, tapi rencana belanja sudah tersusun rapi.
Buku ini menjadi panduan dan peta jalan untuk para pemula di dunia literasi keuangan. Tak perlu menjadi milader, tetapi setidaknya punya rencana hendak ke mana.
Oleh: Yusran Darmawan
Anggur mahal disiapkan. Satu penthouse mahal juga telah disewa. Hari itu, dua peneliti Stanley dan Dano hendak mewawancarai 10 orang manusia super kaya, dengan pendapatan sekitar 33 miliar rupiah setahun. Orang kaya yang diwawancarai adalah mereka yang memulai karier dari bawah atau self made millionaire.
Pria pertama yang datang adalah Mr Bud. Usianya 61 tahun. Dia datang dengan memakai mantel murah, padahal kekayaannya ditaksir mencapai 10 juta dollar AS.
“Mr Bud, apakah Anda mau minum anggur 1970 Bordeaux?” tanya Stanley.
“Tidak. Saya hanya mau minum Wiski Skotch dan bir gratis,” katanya.
Stanley dan Dano tercengang. Di kultur masyarakat barat, Wiski Skotch adalah minuman kelas menengah bawah, Bir lebih bawah lagi. Mungkin, Mr Bud seorang yang nyentrik dan tidak suka pamer.
Namun 9 orang super kaya lainnya tak jauh berbeda. Mereka rata-rata tidak pakai outfit bermerek. Mereka tampil apa adanya. Tidak menonjolkan status sosial. Ke mana gambaran orang kaya memakai mantel Gucci, Versace, Channel, Dior? Ke mana jam tangan Rolex atau Patek Phillipe mereka?
Saya menemukan kisah ini dalam buku Ngomongin Uang karya Glenn Ardi, yang isinya senada dengan buku Psychology of Money, yang ditulis Morgan Housel.
Setelah melakukan wawancara mendalam, Stanley dan Dako menyimpulkan, para self made millionare atau jutawan yang memulai dari bawah, adalah mereka yang punya gaya hidup jauh di bawah pendapatan serta gaya hidup mereka.
Dari hasil survei pada 500 keluarga kaya, mereka tidak tinggal di kawasan elite. Mereka tinggal di perumahan biasa. Mayoritas percaya, memiliki kemerdekaan finansial adalah hal yang jauh lebih penting daripada mempertontonkan gaya hidup mewah.
Pertanyaannya, buat apa kaya tapi tidak dinikmati?
Orang-orang kaya yang diteliti Stanley dan Dano, berpandangan, memiliki kemerdekaan finansial, jauh lebih penting ketimbang mempertontonkan hidup mewah. Mereka menilai, kesuksesan itu penting, tetapi simbol-simbol kesuksesan itu tidak penting.
Lantas, golongan mana yang selama ini terlihat pamer dengan gaya hidup mewah dan aksesori serba mahal?
Nah, kedua peneliti ini memperkenalkan kategori baru, yakni High Earners, Not Rich Yet (Henry’s). Inilah karakteristik orang kaya baru, yang konsumtif boros, dan punya hasrat belanja impulsif. Mereka punya pendapatan tinggi (high income earners), tetapi tidak berhasil mencapai status miliader.
Yang membedakan dengan miliader beneran adalah kemampuan untuk menahan uang selama mungkin di genggaman. Yang membedakan adalah kemampuan mengontrol pengeluaran.
Bisa menahan pengeluaran 1 juta, saat punya uang 2 juta adalah hal biasa. Tapi bisa menahan 2 juta, saat uang di tangan 20 juta adalah hal luar biasa. Lebih hebat lagi, jika menahan 2 juta saat memiliki uang 10 miliar. Itu keren. Hal-hal sederhana inilah yang menjadi kunci untuk jadi miliader.
Kata Stanley dan Darko, para Henry’s memiliki persepsi mental yang berbeda dengan self made billionaire. Bagi para Henry’s, menjadi kaya adalah soal menampilkan gaya hidup mahal. Jika ada uang, semuanya harus dinikmati untuk konsumsi. Uang itu susah dicari, maka harus dinikmati selagi bisa. Mereka baru akan berhenti mengonsumsi jika uang sudah habis.
Jadi, crazy rich yang selama ini terlihat pamer, pada dasarnya bukan orang kaya banget. Mereka pamer karena ingin dikira kaya. Orang kaya beneran tidak butuh pengakuan orang lain. Saya ingat cerita seorang teman tentang Gunawan Lim, bos Harita Group, yang jika tiba waktu makan, maka minta dipesankan nasi bungkus dari pedagang kaki lima di dekat kantornya.
Sampai di sini, saya hentikan membaca buku ini. Saya menemukan rahasia mengapa hidup begini-begini saja. Saya bukan tipe boros, sebagaimana Henry’s. Saya tipe orang yang uangnya belum ada, tapi rencana belanja sudah tersusun rapi.
Buku ini menjadi panduan dan peta jalan untuk para pemula di dunia literasi keuangan. Tak perlu menjadi milader, tetapi setidaknya punya rencana hendak ke mana.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Satu pelajaran yang saya petik dari buku ini, rata-rata miliader punya perencanaan atau budgeting yang bagus. Mereka tahu pengeluaran bulanan, serta investasi apa yang harus dilakukan.
Tetiba teringat seorang kawan, “Apa yang mau diinvestasikan kalau makan tiap hari saja susah?” Hmm. Benar juga.
#INISIATIF
Tetiba teringat seorang kawan, “Apa yang mau diinvestasikan kalau makan tiap hari saja susah?” Hmm. Benar juga.
#INISIATIF
DECLUTTERING 🛍
Nah, mungkin itu tandanya saat ini sobat harus memulai untuk decluttering. Decluttering sempat kembali dipopulerkan oleh Marie Kondo, seorang konsultan metode merapikan rumah asal Jepang, dalam bukunya yang berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up”.
Konsep declutter sebenarnya lekat lho dengan keseharian kita karena arti dari declutter sendiri adalah kegiatan membereskan rumah dengan mengurangi barang yang tidak lagi diperlukan.
Nyatanya banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan setelah melakukan kegiatan declutter. Selain bisa menghilangkan stres, declutter terbukti memberikan efek positif pada psikis dan mental kita.
Nggak ada lagi tuh, perasaan bingung dan kesulitan ketika nggak bisa mencari barang (baju/ jaket/ tas/ sepatu dll) yang mau kamu pakai, karena harus menumpuk dengan barang lainnya.
#INISIATIF
1. Pernah nggak sih, sobat ngerasa stres melihat barang (baju/ celana/ jaket/ tas/ sepatu dll) di rumah yang menumpuk?🤦♀️
2. Atau, sobat nggak sadar kalau selama ini suka impulsif beli barang? yakni pembelian yang dilakukan tanpa berpikir panjang atau mempertimbangkan konsekuensinya🛒
3. Atau bisa juga, akhir-akhir ini sobat udah mulai ngerasa kalau sebenarnya barang (baju/ celana/ jaket/ tas/ sepatu dll) yang kamu pakai selama ini memang itu-itu saja? sehingga akhirnya banyak barang lainnya yang hanya jadi pajangan di rumah🤷♂️
Nah, mungkin itu tandanya saat ini sobat harus memulai untuk decluttering. Decluttering sempat kembali dipopulerkan oleh Marie Kondo, seorang konsultan metode merapikan rumah asal Jepang, dalam bukunya yang berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up”.
Konsep declutter sebenarnya lekat lho dengan keseharian kita karena arti dari declutter sendiri adalah kegiatan membereskan rumah dengan mengurangi barang yang tidak lagi diperlukan.
Nyatanya banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan setelah melakukan kegiatan declutter. Selain bisa menghilangkan stres, declutter terbukti memberikan efek positif pada psikis dan mental kita.
Nggak ada lagi tuh, perasaan bingung dan kesulitan ketika nggak bisa mencari barang (baju/ jaket/ tas/ sepatu dll) yang mau kamu pakai, karena harus menumpuk dengan barang lainnya.
Kaitannya dengan hal di atas,
ATE pengen ngajakin dan fasilitasi-in
kalian untuk coba decluttering barang-barang kalian yang udah nggak dipake dengan cara
dijual sebagai barang preloved
di grup ATE
🫶
Cara partisipasinya:
1. Silakan Sobat ATE mulai melakukan
Decluttering
barang terlebih dahulu di rumah
2. Siapkan
barang preloved
anda yang akan ditawarkan ke Grup ATE
3.
Calon seller melakukan pendaftaran
ke tim ATE
(cc kk @aliamahoroe (KC Ambon) dan kk @withhardshipwillbeease (KC Baubau)
dengan melaporkan jenis barang (disertai foto/ video barangnya) kemudian estimasi harga yang akan diumumkan ke grup ATE
4.
Bursa jual beli akan
dibuka 1 hari saja
pada Hari Sabtu, 30 November 2024
di mana Tim ATE akan ngeshare foto/video barang preloved yang akan ditawarkan dengan mencantumkan username telegram penjual dan estimasi harga awalnya
5.
Pendaftaran seller dibuka mulai saat ini (Senin, 25 Nov) dan kuotanya di-list maksimal hanya sampe 20 peserta tercepat saja (pendaftaran otomatis ditutup bila kuota udah terpenuhi)
6. Kriteria barang yang ditawarkan tidak boleh dalam bentuk makanan karena kali ini bisnisnya lebih ke barang yang udah pernah dipake.
7. Bagi calon buyer yang tertarik, silakan langsung hubungi akun telegram seller melalui japri untuk negosiasi.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤2
BAIK BELUM TENTU CUKUP 😇
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Quote ini saya dapatkan ketika saya sharing dengan salah satu orang yang fokus menjaga kesehatan... salah satu mindsetnya dia begini:
Saya sih sepakat dengan motto hidupnya
Dia kasih contoh buat dia yang usianya 55 tahun...
Apakah olahraga jalan kaki buat saya sudah baik mas APU?
Saya merenung kemudian dia menjawabnya sendiri... Iya baik dibandingkan duduk-duduk atau rebahan... baik atau enggaknya itu enak kalau diperbandingkan.
Tetapi apakah sudah cukup mas APU? nah disinilah yang perlu ilmu lebih lanjut bahwa manusia usia 55 tahun, tinggi 167cm berat 70kg ... berapa kebutuhan olahraganya yang cukup?
Wah makin seru nih diskusinya....
Tak kasih contoh aja yang gampang dihitung deh mas APU
Wah diskusi pagi di tempat olga yang cukup mengena buat saya... Baik aja Ternyata Gak Cukup
Kemudian saya nanya... Terus nanti kalau udah pensiun gimana cara menambal uang pendapatan yang kurang 6jt Pak?
Beliau senyum sambil ketawa.... Nanti saya sharing mas..
Begini salah satu sharing Pegawai BUMN
Dilema dirasakan karyawan terutama BUMN yg bertahun-tahun mendapatkan penghasilan besar bisa jadi karena tunjangan jabatan Pemimpin Cabang dan lebih tinggi lagi.. Terlalu nyaman untuk saat ini tapi hanya sedikit yang memikirkan setelah pensiun.. banyak yang terjebak pada iming-iming kerja sama, setor modal dengan benefit didapat tiap bulan ada penghasilan tetap yang mungkin lebih tinggi dari saat masih kerja. Tdk salah juga mungkin karena tuntutan anak masih butuh biaya dan ini kesempatan dan tentunya sudah terbiasa jadi pimpinan dalam perusahaan lupa akan risiko pribadi di situ.
Dulu masih kerja kalau ada putusan yg salah dikemudian hari, dia bilang risiko bisnis.. perusahaan nutupin semua. Saat pensiun, harus tanggung sendiri... Nah tidak sedikit yang gagal, mau protes ke siapa? Yg ajak kerja sama?
Inilah diperlukan masa persiapan pensiun (MPP).. di tempat kerja saya, tidak ada MPP, tidak ada gaji pensiun, yang ada pesangon itupun dipotong kewajiban ke perusahaan seperti kredit karyawan dll...
MPP menurut saya efektif untuk yang pengen wiraswasta ketika sudah pensiun bukan mencari kesibukan disaat pensiun. Kalau sekedar kesibukan, momong cucu bisa sibuk seharian...
Pensiun menurut saya adalah di mana kita sudah tidak lagi produktif dan menikmati hidup.. status memang bukan karyawan tapi berpindah tempat dalam mencari pendapatan..
#INISIATIF
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Quote ini saya dapatkan ketika saya sharing dengan salah satu orang yang fokus menjaga kesehatan... salah satu mindsetnya dia begini:
Kualitas hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri, tetapi umur di tangan Sang Pencipta... Beliau tidak memilih mindset ... Olahraga gak olahraga toh juga sama sama mati...
Saya sih sepakat dengan motto hidupnya
Dia kasih contoh buat dia yang usianya 55 tahun...
Apakah olahraga jalan kaki buat saya sudah baik mas APU?
Saya merenung kemudian dia menjawabnya sendiri... Iya baik dibandingkan duduk-duduk atau rebahan... baik atau enggaknya itu enak kalau diperbandingkan.
Tetapi apakah sudah cukup mas APU? nah disinilah yang perlu ilmu lebih lanjut bahwa manusia usia 55 tahun, tinggi 167cm berat 70kg ... berapa kebutuhan olahraganya yang cukup?
Wah makin seru nih diskusinya....
Tak kasih contoh aja yang gampang dihitung deh mas APU
Saya sudah mau pensiun, anak saya bungsu masih kuliah dengan biaya sebulan sebesar 5jt sebulan, saya sama istri sebulan buat kebutuhan hidup habis 6jt jadi total 11jt. Sebagai pegawai BUMN gaji saya sekarang senilai 32jt maka saya sudah Baik dalam pendapatan, dan sudah cukup untuk kebutuhan hidup saya, bahkan cenderung berlebih.
Tahun depan saya pensiun dan hanya terima uang pensiun 5jt per bulan... Apakah Cukup? Tidak cukup.
Apakah baik? lebih baik daripada 0 rupiah gak terima pendapatan sama sekali...
Paham ya mas APU arti kata Baik belum Tentu Cukup
Wah diskusi pagi di tempat olga yang cukup mengena buat saya... Baik aja Ternyata Gak Cukup
Kemudian saya nanya... Terus nanti kalau udah pensiun gimana cara menambal uang pendapatan yang kurang 6jt Pak?
Beliau senyum sambil ketawa.... Nanti saya sharing mas..
Begini salah satu sharing Pegawai BUMN
Dilema dirasakan karyawan terutama BUMN yg bertahun-tahun mendapatkan penghasilan besar bisa jadi karena tunjangan jabatan Pemimpin Cabang dan lebih tinggi lagi.. Terlalu nyaman untuk saat ini tapi hanya sedikit yang memikirkan setelah pensiun.. banyak yang terjebak pada iming-iming kerja sama, setor modal dengan benefit didapat tiap bulan ada penghasilan tetap yang mungkin lebih tinggi dari saat masih kerja. Tdk salah juga mungkin karena tuntutan anak masih butuh biaya dan ini kesempatan dan tentunya sudah terbiasa jadi pimpinan dalam perusahaan lupa akan risiko pribadi di situ.
Dulu masih kerja kalau ada putusan yg salah dikemudian hari, dia bilang risiko bisnis.. perusahaan nutupin semua. Saat pensiun, harus tanggung sendiri... Nah tidak sedikit yang gagal, mau protes ke siapa? Yg ajak kerja sama?
Inilah diperlukan masa persiapan pensiun (MPP).. di tempat kerja saya, tidak ada MPP, tidak ada gaji pensiun, yang ada pesangon itupun dipotong kewajiban ke perusahaan seperti kredit karyawan dll...
MPP menurut saya efektif untuk yang pengen wiraswasta ketika sudah pensiun bukan mencari kesibukan disaat pensiun. Kalau sekedar kesibukan, momong cucu bisa sibuk seharian...
Pensiun menurut saya adalah di mana kita sudah tidak lagi produktif dan menikmati hidup.. status memang bukan karyawan tapi berpindah tempat dalam mencari pendapatan..
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1
Forwarded from A. Arief Hermansyah
[ Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Proudly Present ] 📢
International Poster Competition
Halo sobat Kesmas 🙌🏻
Pascasarjana IKM UI 2024 hadir untuk kalian! .
Pascasarjana IKM UI mengadakan International Poster Competition dengan tema “Impact of Climate Change on Food Security’ sebagai wadah untuk para mahasiswa (D3,D4/S1,Pascasarjana) dalam menyalurkan kontribusi dan ide yang solutif dan kreatif.
🗓 Periode Pendaftaran:
22 November – 10 Desember 2024
💰Biaya Pendaftaran:
Rp. 100.000 (Gratis Tiket Seminar Internasional)
💳 Rekening Pembayaran
ILHAM ISNIN DOLYANOV
Bank Mandiri
1070005903770
✨ Penghargaan ✨
Juara 1 : Plakat + Uang tunai Rp. 3.000.000
Juara 2 : Plakat + Uang tunai Rp. 2.000.000
Juara 3 : Plakat + Uang tunai Rp. 1.000.000
Juara Harapan 1 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Harapan 2 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Harapan 3 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Favorit : Uang tunai Rp. 300.000
Semua pemenang lomba mendapat e-sertifikat juara
Benefit Peserta:
- E-Sertifikat
- Free Seminar Internasional ber SKP
- Poster dipublikasikan di pameran poster Seminar Internasional
Pendaftaran bisa di akses pada link berikut:
https://bit.ly/FormPendaftaranPosterCompetitionFKMUI
Informasi lebih lanjut bisa di akses pada link berikut:
https://bit.ly/LogodanTemplateFormFKMUI
Contact Person (WhatsApp):
082180298529 (Zahra)
082188529891 (Elsa)
Save the date and register yourself! Jangan sampai ketinggalan!🙌🏻
International Poster Competition
Halo sobat Kesmas 🙌🏻
Pascasarjana IKM UI 2024 hadir untuk kalian! .
Pascasarjana IKM UI mengadakan International Poster Competition dengan tema “Impact of Climate Change on Food Security’ sebagai wadah untuk para mahasiswa (D3,D4/S1,Pascasarjana) dalam menyalurkan kontribusi dan ide yang solutif dan kreatif.
🗓 Periode Pendaftaran:
22 November – 10 Desember 2024
💰Biaya Pendaftaran:
Rp. 100.000 (Gratis Tiket Seminar Internasional)
💳 Rekening Pembayaran
ILHAM ISNIN DOLYANOV
Bank Mandiri
1070005903770
✨ Penghargaan ✨
Juara 1 : Plakat + Uang tunai Rp. 3.000.000
Juara 2 : Plakat + Uang tunai Rp. 2.000.000
Juara 3 : Plakat + Uang tunai Rp. 1.000.000
Juara Harapan 1 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Harapan 2 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Harapan 3 : Uang tunai Rp. 500.000
Juara Favorit : Uang tunai Rp. 300.000
Semua pemenang lomba mendapat e-sertifikat juara
Benefit Peserta:
- E-Sertifikat
- Free Seminar Internasional ber SKP
- Poster dipublikasikan di pameran poster Seminar Internasional
Pendaftaran bisa di akses pada link berikut:
https://bit.ly/FormPendaftaranPosterCompetitionFKMUI
Informasi lebih lanjut bisa di akses pada link berikut:
https://bit.ly/LogodanTemplateFormFKMUI
Contact Person (WhatsApp):
082180298529 (Zahra)
082188529891 (Elsa)
Save the date and register yourself! Jangan sampai ketinggalan!🙌🏻
PARKINSON'S LAW 😎
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat😵💫
Cyril Northcote Parkinson, seorang sejarawan dan penulis asal Inggris, di tahun 1958 pernah mencetuskan Parkinson's Law, yang mengatakan bahwa: Sebuah tugas akan "mengembang" dalam kompleksitas dan hal-hal yang dirasa penting sesuai dengan waktu yang disediakan untuk pengerjaannya.
Contohnya ketika kita diberikan waktu hanya 24 jam untuk menyelesaikan sebuah proyek, maka tekanan dari waktu yang singkat ini akan memaksa kita untuk fokus pada eksekusi dan tidak punya pilihan lain selain melakukan hal-hal yang dirasa paling penting.
Dan apabila kita diberi waktu lebih lama, let's say 1 minggu untuk tugas yang sama, barangkali 6 hari pertama kita belum mendapatkan hasil yang memadai. Dan sisa 1 harinya... yang terjadi adalah keajaiban.😂
Kualitas hasil kerja yang dikerjakan dengan tenggat waktu yang lebih singkat umumnya sama atau bahkan lebih baik, karena level fokus yang lebih tinggi.
Penggunaan kedua pendekatan ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan criticality tugas tersebut.
_"Report ini harus selesai siang ini. Bisa kan?"_
Sounds familiar?😂
Buku apa yang Anda baca pagi ini?❤️
#INISIATIF
Oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat
Cyril Northcote Parkinson, seorang sejarawan dan penulis asal Inggris, di tahun 1958 pernah mencetuskan Parkinson's Law, yang mengatakan bahwa: Sebuah tugas akan "mengembang" dalam kompleksitas dan hal-hal yang dirasa penting sesuai dengan waktu yang disediakan untuk pengerjaannya.
Contohnya ketika kita diberikan waktu hanya 24 jam untuk menyelesaikan sebuah proyek, maka tekanan dari waktu yang singkat ini akan memaksa kita untuk fokus pada eksekusi dan tidak punya pilihan lain selain melakukan hal-hal yang dirasa paling penting.
Dan apabila kita diberi waktu lebih lama, let's say 1 minggu untuk tugas yang sama, barangkali 6 hari pertama kita belum mendapatkan hasil yang memadai. Dan sisa 1 harinya... yang terjadi adalah keajaiban.
Kualitas hasil kerja yang dikerjakan dengan tenggat waktu yang lebih singkat umumnya sama atau bahkan lebih baik, karena level fokus yang lebih tinggi.
Dari sini kemudian dikenal dua pendekatan yang kerap digunakan untuk meningkatkan produktifitas:
1. Membatasi tugas pada hal-hal yang penting saja untuk memperpendek waktu pengerjaan (Prinsip Pareto 80/20)
2. Memperpendek waktu pengerjaan untuk membatasi tugas pada hal-hal yang penting saja (Parkinson's Law)
Penggunaan kedua pendekatan ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan criticality tugas tersebut.
_"Report ini harus selesai siang ini. Bisa kan?"_
Sounds familiar?
Buku apa yang Anda baca pagi ini?
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
HEDONIC TREADMILL 👊
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat😵💫
Di tahun 1932, seorang dokter bernama Walter Cannon dalam bukunya "The Wisdom of the Body" memperkenalkan konsep "homeostasis" yang menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kecenderungan alami untuk menjaga kestabilan dalam tubuhnya dengan tujuan untuk bertahan hidup. Konsep ini menjelaskan cara kerja alami tubuh dalam meregulasi suhu tubuh, kadar garam, air, gula, protein, kalsium, dan oksigen di dalam tubuh kita. Semuanya berlangsung terus menerus dan otomatis.
Selama ini mungkin banyak dari kita yang menganggap "kepuasan" (satisfaction) sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun dari konsep homeostasis tadi, "kepuasan" bisa didefinisikan sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan secara terus menerus.
Di kondisi masyarakat saat ini yang serba materialis, sukses sering diasosiasikan dengan "memiliki lebih banyak daripada orang lain." Dan ketika seseorang merasa memiliki lebih sedikit daripada orang lain, yang dia rasakan adalah kegagalan yang berujung pada penderitaan.
Di sinilah awal dimulainya "hedonic treadmill" yang membuat seseorang terus berlari di tempat dan takut untuk berhenti, karena berhenti artinya jatuh dan terlempar ke belakang.
Dengan mengubah cara pandang kita terhadap kepuasan dan kesuksesan, kita bisa menghindari "hedonic treadmill" ini. Di bukunya "From Strength to Strength," Arthur C. Brooks memberikan satu rumus yang paling pas untuk "kepuasan."
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Thanks God It's Friday❤️
#INISIATIF #TGIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat
Di tahun 1932, seorang dokter bernama Walter Cannon dalam bukunya "The Wisdom of the Body" memperkenalkan konsep "homeostasis" yang menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kecenderungan alami untuk menjaga kestabilan dalam tubuhnya dengan tujuan untuk bertahan hidup. Konsep ini menjelaskan cara kerja alami tubuh dalam meregulasi suhu tubuh, kadar garam, air, gula, protein, kalsium, dan oksigen di dalam tubuh kita. Semuanya berlangsung terus menerus dan otomatis.
Para pecandu narkoba, alkohol, nikotin, atau bahkan kafein, adalah beberapa contoh bagaimana homeostasis bekerja untuk pecandunya mencapai kondisi yang seimbang dengan menetralkan substansi tersebut. Namun efeknya, ketiadaan substansi ini (narkoba, alkohol, dll.) ternyata membuat mereka merasakan ketidaknyamanan, bahkan penderitaan. Dan keinginan untuk mendapatkan efek yang sama dengan ketika pertama kali mencoba substansi ini, pelan-pelan dosis yang digunakan pun semakin lama semakin tinggi tanpa disadari. Ada kepuasan yang dirasakan ketika substansi tersebut memasuki tubuhnya.
Selama ini mungkin banyak dari kita yang menganggap "kepuasan" (satisfaction) sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Namun dari konsep homeostasis tadi, "kepuasan" bisa didefinisikan sebagai perasaan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan secara terus menerus.
Nah.. Menariknya,
konsep homeostasis ini juga berlaku dalam konteks kesuksesan
.
Di kondisi masyarakat saat ini yang serba materialis, sukses sering diasosiasikan dengan "memiliki lebih banyak daripada orang lain." Dan ketika seseorang merasa memiliki lebih sedikit daripada orang lain, yang dia rasakan adalah kegagalan yang berujung pada penderitaan.
Di sinilah awal dimulainya "hedonic treadmill" yang membuat seseorang terus berlari di tempat dan takut untuk berhenti, karena berhenti artinya jatuh dan terlempar ke belakang.
Dengan mengubah cara pandang kita terhadap kepuasan dan kesuksesan, kita bisa menghindari "hedonic treadmill" ini. Di bukunya "From Strength to Strength," Arthur C. Brooks memberikan satu rumus yang paling pas untuk "kepuasan."
Kepuasan = Apa yang kamu miliki / Apa yang kamu inginkan (Kepuasan adalah apa yang kita miliki dibagi dengan apa yang kita inginkan)
Selama ini kita mungkin terlalu fokus pada keinginan mengumpulkan harta benda dan kesuksesan untuk kita miliki.
Namun kita lupa untuk menanyakan, apa yang sebenar-benarnya kita inginkan dalam hidup ini.
Keinginan kita banyak terdistorsi dan membesar karena tuntutan orang lain, pekerjaan, dll.
Jika kita mau jujur pada diri kita masing-masing dan mengesampingkan hal-hal di luar diri kita, keinginan kita mungkin tidak sebanyak yang kita kira sebelumnya.
What do you want, and why do you want it?
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Thanks God It's Friday
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
PRELOVED SALE 🛍
Temukan barang-barang unik dengan harga terjangkau di Preloved Sale ATE! Dapatkan barang impian, berburu barang bekas berkualitas, dan temui teman-teman baru Selindo yang memiliki minat serupa.🤗
Jangan sampai ketinggalan, yuk gabung COMMIT ATE sekarang (Grup khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF
Temukan barang-barang unik dengan harga terjangkau di Preloved Sale ATE! Dapatkan barang impian, berburu barang bekas berkualitas, dan temui teman-teman baru Selindo yang memiliki minat serupa.
Note: Para Calon seller yang telah mendaftar, diharapkan segera mengirimkan dokumentasi beserta harga barang preloved yang akan ditawarkan cc ke kk @aliamahoroe (KC Ambon) dan kk @withhardshipwillbeease (KC Baubau)
Jangan sampai ketinggalan, yuk gabung COMMIT ATE sekarang (Grup khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Suka banget dengan detail penyebutan "mobile barista" untuk para jagoan ini. Kayak afirmasi meskipun mereka berjualan dengan sepeda, mereka juga sama kok dengan barista yang bekerja di cafe dengan berpakaian keren, mereka bukan cuma "tukang jualan kopi". Good job tim Kopi Jago!
~ Muggie
https://youtu.be/zugQ5xLQ8ZQ?si=dvbg80DOLmwE5KGB
YouTube
KENAPA BANYAK KOPI GEROBAK KELILING BERMUNCULAN? | #VERSPEKTIF
Sekarang, kopi sudah bergeser menjadi kebutuhan pokok para pekerja di Jakarta. Rasanya seperti ada yang kurang jika di meja kerja tidak ada segelas kopi yang menemani.
Jika bicara harga, tentu menjadi pertimbangan besar karena harga yang tergolong tidak…
Jika bicara harga, tentu menjadi pertimbangan besar karena harga yang tergolong tidak…
3 LAPIS PERUBAHAN PERILAKU 🧑💻
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat😵💫
Dari buku "Atomic Habits" (James Clear) pagi ini saya belajar tentang 3 lapis perubahan perilaku.
1. Perubahan terhadap hasil (outcome)😘
Pada tingkatan ini kita fokus pada hasil yang ingin dicapai. Misal: menurunkan berat badan, menerbitkan buku, memenangkan pertandingan.
2. Perubahan terhadap proses🫰
Pada tingkatan ini kita fokus pada kebiasaan dan sistem yang kita ciptakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: membaca minimal 1 halaman buku setiap hari, nge-gym seminggu dua kali.
3. Perubahan terhadap identitas😍
Ini merupakan perubahan yang paling mendalam karena berhubungan tentang keyakinan (belief) seseorang terhadap dirinya.
Semakin tinggi kebanggaan seseorang terhadap aspek dari identitas yang dibawanya, akan semakin termotivasi dia untuk terus menjaga kebiasaan yang diasosiasikan pada identitas tersebut.
Jika seseorang ingin memiliki identitas sebagai "pembaca buku" dan bangga dengan aspek identitas tersebut (misal: berpengetahuan luas), maka sangat besar kemungkinan dia akan terus memelihara kebiasaan membaca bukunya tersebut.
Namun untuk membentuk identitas, keyakinan diri yang baru harus ditumbuhkan, agar keyakinan yang lama bisa digantikan.
Kata identitas (identity) sendiri berasal dari bahasa Latin "essentitas" yang berarti "menjadi" (being) dan "identidem" yang berarti "berulang-ulang" (repeatedly).
Dengan kata lain, membentuk identitas yang baru membutuhkan usaha yang terus menerus, berulang-ulang, agar rasa percaya diri muncul.
Identitas yang baru membutuhkan "pembuktian yang baru," sekecil apapun itu.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice day!❤️
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
Selamat pagi, Sahabat
Dari buku "Atomic Habits" (James Clear) pagi ini saya belajar tentang 3 lapis perubahan perilaku.
1. Perubahan terhadap hasil (outcome)
Pada tingkatan ini kita fokus pada hasil yang ingin dicapai. Misal: menurunkan berat badan, menerbitkan buku, memenangkan pertandingan.
2. Perubahan terhadap proses
Pada tingkatan ini kita fokus pada kebiasaan dan sistem yang kita ciptakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: membaca minimal 1 halaman buku setiap hari, nge-gym seminggu dua kali.
3. Perubahan terhadap identitas
Ini merupakan perubahan yang paling mendalam karena berhubungan tentang keyakinan (belief) seseorang terhadap dirinya.
Kita tidak akan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan apabila kita hanya fokus pada hasil dan proses saja. Perubahan identitas adalah kunci utamanya. Yaitu "Ingin menjadi siapakah kita?"
Semakin tinggi kebanggaan seseorang terhadap aspek dari identitas yang dibawanya, akan semakin termotivasi dia untuk terus menjaga kebiasaan yang diasosiasikan pada identitas tersebut.
Jika seseorang ingin memiliki identitas sebagai "pembaca buku" dan bangga dengan aspek identitas tersebut (misal: berpengetahuan luas), maka sangat besar kemungkinan dia akan terus memelihara kebiasaan membaca bukunya tersebut.
Namun untuk membentuk identitas, keyakinan diri yang baru harus ditumbuhkan, agar keyakinan yang lama bisa digantikan.
Kata identitas (identity) sendiri berasal dari bahasa Latin "essentitas" yang berarti "menjadi" (being) dan "identidem" yang berarti "berulang-ulang" (repeatedly).
Dengan kata lain, membentuk identitas yang baru membutuhkan usaha yang terus menerus, berulang-ulang, agar rasa percaya diri muncul.
Identitas yang baru membutuhkan "pembuktian yang baru," sekecil apapun itu.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice day!
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2❤1
You are NOT what you think 🤔
Ada yang menderita karena perilaku orang lain, padahal karena pikirannya sendiri dalam memaknai perilaku dan mengoperasikan aturan dalam pikiran sendiri.
Ada yang trauma terhadap kejadian yang mirip kejadian masa lalu, padahal trauma itu bukan karena masa lalu melainkan film tentang masa lalu yang ia putar-putar sendiri di dalam pikirannya.
Ada yang menderita karena menganggap dirinya gagal, padahal yang gagal bukan dirinya, melainkan rencananya.
Ada yang mengira bahagia itu tanpa syarat, padahal bahagia itu bersyarat. Akibatnya ia merasa seperti bahagia saat dapat uang dari mencurangi.
Ada yang mengharuskan dirinya selalu positive-thinking, akibatnya ia mudah tertipu, dan bahagia tersesat di mana saja.
Ada yang mengira ia mencintai seseorang, padahal ia hanya mencintai keinginannya tentang seseorang.
Ada yang mengira harga dirinya naik jika punya uang banyak, padahal harga diri tidak ada kaitannya dengan uang.
Ada yang percaya apa yang dipikirkannya 100% benar, padahal berasal dari informasi HOAX.
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Karena saya dan anda dapat tertipu oleh pikiran sendiri✍️
Ada yang menderita karena perilaku orang lain, padahal karena pikirannya sendiri dalam memaknai perilaku dan mengoperasikan aturan dalam pikiran sendiri.
Ada yang trauma terhadap kejadian yang mirip kejadian masa lalu, padahal trauma itu bukan karena masa lalu melainkan film tentang masa lalu yang ia putar-putar sendiri di dalam pikirannya.
Ada yang menderita karena menganggap dirinya gagal, padahal yang gagal bukan dirinya, melainkan rencananya.
Ada yang mengira bahagia itu tanpa syarat, padahal bahagia itu bersyarat. Akibatnya ia merasa seperti bahagia saat dapat uang dari mencurangi.
Ada yang mengharuskan dirinya selalu positive-thinking, akibatnya ia mudah tertipu, dan bahagia tersesat di mana saja.
Ada yang mengira ia mencintai seseorang, padahal ia hanya mencintai keinginannya tentang seseorang.
Ada yang mengira harga dirinya naik jika punya uang banyak, padahal harga diri tidak ada kaitannya dengan uang.
Ada yang percaya apa yang dipikirkannya 100% benar, padahal berasal dari informasi HOAX.
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM