INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN 😭
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE, kakak @fenaatridiah. Segenap sobat ATE BPJS Kesehatan mendoakan semoga segala amal ibadah dan dedikasi almarhumah diterima oleh Allah SWT, dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin🤲
Selamat jalan, Pahlawan JKN🥀
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE, kakak @fenaatridiah. Segenap sobat ATE BPJS Kesehatan mendoakan semoga segala amal ibadah dan dedikasi almarhumah diterima oleh Allah SWT, dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin
Selamat jalan, Pahlawan JKN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢6
Yuk kita saksikan sesi sharing Pak Dirut selaku Pembicara dalam kegiatan ICOHESPE 2024 🇲🇨
Topic : Strengthening Health System Resilience through Health Financing System Transformation for All Levels of Society
Sabtu, 26 Okt 2024 (14.15-15.00 WIB)
Media : Zoom
Link : https://s.id/icohespe24plenary
Meeting ID: 799 359 5471
Passcode: FKUNNES
Topic : Strengthening Health System Resilience through Health Financing System Transformation for All Levels of Society
Sabtu, 26 Okt 2024 (14.15-15.00 WIB)
Media : Zoom
Link : https://s.id/icohespe24plenary
Meeting ID: 799 359 5471
Passcode: FKUNNES
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Asli ngeri sihhh kakak Desi ini. Angkat aku jadi muridmu suhu 💯
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Runners
Keep inisiatif teteh @desisantikas
Jangan lupa metafisik ya 💯🫡
Jangan lupa metafisik ya 💯🫡
Forwarded from Yoza Febriadi Staf Kepser
Ijin share Bapak/Ibu.. Tim KC Payakumbuh hari ini mengikuti lomba HKN 2024 cabor sepakbola.. alhamdulillah 🥇 😁🙏🏻
KOMPETENSI KEMAMPUAN INTI 🎖
Selamat Pagi!
Tadi saya gowes dan mampir ngopi sambil melanjutkan baca buku "Deep Work" (Cal Newport).
Di bab yang saya baca pagi ini, Newport menjelaskan tentang pentingnya kita memiliki "core abilities" atau "kompetensi/kemampuan inti" agar kita tetap bisa bertumbuh di era yang sangat bergantung pada teknologi informasi yang serba cepat serta didominasi oleh sistem yang kompleks yang akan berubah dengan cepat juga.
Newport menjelaskan ada 2 (dua) kompetensi inti yang diperlukan untuk menjawab tantangan ini, yaitu:
Untuk poin yang pertama, Newport menekankan:
"If you can't learn, you can't thrive."
"Kalau kita tidak mampu/mau untuk belajar, ya kita tidak akan bisa terus bertumbuh."
Dan pada poin kedua, dia juga mengingatkan bahwa setelah kita mampu mempelajari keterampilan yang sulit, hal yang terpenting adalah menjadikan itu alat untuk menciptakan hasil kerja yang bernilai bagi orang lain.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Have a nice day❤️
oleh: Iwan Kusworo
#INISIATIF
Selamat Pagi!
Tadi saya gowes dan mampir ngopi sambil melanjutkan baca buku "Deep Work" (Cal Newport).
Di bab yang saya baca pagi ini, Newport menjelaskan tentang pentingnya kita memiliki "core abilities" atau "kompetensi/kemampuan inti" agar kita tetap bisa bertumbuh di era yang sangat bergantung pada teknologi informasi yang serba cepat serta didominasi oleh sistem yang kompleks yang akan berubah dengan cepat juga.
Apa yang kita pelajari hari ini mungkin sudah tidak lagi relevan 3-5 tahun ke depan💯
Newport menjelaskan ada 2 (dua) kompetensi inti yang diperlukan untuk menjawab tantangan ini, yaitu:
1. Kemampuan untuk menguasai dengan cepat keterampilan yang rumit/sulit
✅
2. Kemampuan untuk menghasilkan dengan tingkatan elite, baik dalam hal kecepatan maupun kualitas kerja
✅
Untuk poin yang pertama, Newport menekankan:
"If you can't learn, you can't thrive."
"Kalau kita tidak mampu/mau untuk belajar, ya kita tidak akan bisa terus bertumbuh."
Dan pada poin kedua, dia juga mengingatkan bahwa setelah kita mampu mempelajari keterampilan yang sulit, hal yang terpenting adalah menjadikan itu alat untuk menciptakan hasil kerja yang bernilai bagi orang lain.
Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?
Have a nice day
oleh: Iwan Kusworo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
KONSEP BUTTERFLY EFFECT 🤬
Masalah itu awalnya cuma 10%, tapi sadar atau tidak, REAKSI/RESPON KITA terhadap masalah itulah yang dapat memperburuknya. Keep Calm😇
#INISIATIF
Masalah itu awalnya cuma 10%, tapi sadar atau tidak, REAKSI/RESPON KITA terhadap masalah itulah yang dapat memperburuknya. Keep Calm
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
THE CEO WHO FAILED TO UNDERSTAND THE MILLENNIALS 🫡
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.
Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.
Sang CEO pun murka,
“Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!”
Sang millennial menjawab, “Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”
(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).
CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda. Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).
Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar,
“Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily.
Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan.
Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu). Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).
They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.
Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan.
Mereka kreatif, mereka cerdas, dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.
Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.
Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka, mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.
Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.
“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya.
Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.
Pertanyaannya, “Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.
Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.
Sang CEO pun murka,
“Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!”
Sang millennial menjawab, “Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”
(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).
CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda. Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).
Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar,
“Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily.
Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan.
Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu). Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).
They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.
Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan.
Mereka kreatif, mereka cerdas, dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.
Di masa depan, customer anda adalah generasi millennial. Berarti anda harus mengenal mereka agar anda mengerti bagaimana product-product anda mampu menarik perhatian mereka.
Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.
Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka, mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.
Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.
“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya.
Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.
Pertanyaannya, “Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Anak saya yang kedua bernama Nadia. Hobbynya naik kuda di Sentul. Kudanya besar banget, hitam legam dan sangat kuat. Saya tahu kuda itu bisa berlari cepat sekali.
Tetapi saya tahu bahwa kuda itu juga bisa melemparkan tubuh mungil Nadia dan Nadia akan jatuh kesakitan. Tetapi somehow, Nadia mampu mengendalikan kuda itu.
Saya bertanya ke Nadia, “How do you do it?”
Nadia bilang, “Trainer saya mengajari saya bahwa saya harus breath and behave like the horse”
Nadia harus bernafas dan berperilaku seperti kuda! Maksudnya apa? Kalau Nadia ketemu kuda itu, Nadia harus mengerti apakah kudanya sedang marah, sedang happy, sedang sedih atau apa.
Kalau kudanya masih marah Nadia akan berdiri di sampingnya, dan berbicara dengan kuda, dan menunggu saat yang tepat untuk naik kuda itu Kalau kudanya sedih, Nadia akan menghiburnya. Kalau kudanya lagi happy, Nadia akan mengajaknya bermain.
Saya bertanya, “But how do you understand their feeling?”
Nadia menjawab, “Because I spend a lot of time with them, now I understand them.” Voila!
Pertanyaan saya ke anda...
- Apakah anda mengenal talent-talent millenial anda?
- Seberapa banyak anda menghabiskan waktu bersama mereka?
Banyak sekali leader yang bilang ke saya, “People is our No.1 asset. People development is my priority”
Terus saya bertanya, “Tunjukkan ke saya jadwal meeting anda. Tunjukkan ke saya berapa jam seminggu yang anda habiskan untuk mengelola Asset No.1 anda? Tunjukkan berapa jam anda habiskan untuk mengerjakan priority anda?”
Dan mereka tersenyum malu.
Saya sangat mengerti bahwa kita harus mengembangkan generasi millennial. Karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking).
Tetapi bagaimana anda akan mengembangkan mereka kalau anda tidak mengenal mereka?
Lakukan beberapa hal di bawah ini ...
a) SPEND TIME WITH THEM
Habiskan waktu bersama mereka. Ikuti gaya dan style mereka. Hang-out dan ngopi bersama mereka. Ikut pergi ke tempat yang mereka suka.
Coba baca dan cari informasi yang menarik bagi mereka. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan, You did it for your customer, why you would not do it for your talents?
b) LISTEN TO THEM
Pada saat anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman anda, dan anda juga ingin sharing pengalaman anda, wajar, anda kan lebih senior.
But this is not the objective. The objective is so you can listen and understand them. Maka cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan seperti;
“Hobby anda apa?”
“Apa mimpi atau cita-cita yang ingin anda capai dalan hidup”
“Sebenarnya anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?”
Mulailah dengan pertanyaan seperti itu dan lanjutkan dengan pertanyaan lain. Fokuslah pada beberapa sharing anda tapi kemudian anda harus lebih banyak mendengarkan mereka.
c) UNDERSTAND THEM
Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang anda dengarkan. Dan buatlah analisa dan kesimpulan:
- apakah sebenarnya yang penting bagi mereka
- apakah yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka
- suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan
- apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka?
d) HELP THEM
Setelah anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya.
- Pinjemin buku anda
- Kirimkan mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang
- Coaching mereka
- Kenalkan pada teman-teman anda: Bantu mereka mengembangkan network mereka
- Berikan mereka project dan assignment yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari
e) WORK WITH THEM
Bekerjalah bersama mereka. Artinya kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai
mereka hanya disuruh-suruh.
Ingat, they are smart, fast and digitally connected. Berarti mereka punya banyak ide-ide baru, berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari digital world. Get their ideas, use and experiment their ideas.
f) LEARN FROM THEM
Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan mengupdate kemampuan kita kan? Padahal mungkin saja millenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang:
- Fintech
- Digital marketing
- Data analytic
- Artificial Intelligences
- Cognitive flexibility
- Gamification
- ...etc
Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau bahkan lebih baik lagi mutual-mentoring (saling belajar antara generasi yang lebih senior dengan generasi millennial).
Jadi ingat ya, untuk menarik generasi millennial, mengembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan anda, lakukan beberapa hal ini:
* Spend time with them
* Listen to them
* Understand them
* Help them
* Work with them
* Learn from them
Because in the end of the day, you need go understand them before you can INSPIRE them.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
f) LEARN FROM THEM
Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan mengupdate kemampuan kita kan? Padahal mungkin saja millenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang:
- Fintech
- Digital marketing
- Data analytic
- Artificial Intelligences
- Cognitive flexibility
- Gamification
- ...etc
Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau bahkan lebih baik lagi mutual-mentoring (saling belajar antara generasi yang lebih senior dengan generasi millennial).
Jadi ingat ya, untuk menarik generasi millennial, mengembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan anda, lakukan beberapa hal ini:
* Spend time with them
* Listen to them
* Understand them
* Help them
* Work with them
* Learn from them
Because in the end of the day, you need go understand them before you can INSPIRE them.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
IN-TE-GRI-TY 🤝
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Selasa pagi itu saya janjian sarapan bareng dengan seorang teman lama, Sebut saja namanya Rashid, seorang HR Director di sebuah perusahaan asing.
Dia sedang menghadapi kasus yang berat di perusahaannya. Seorang senior sales leader dipecat, karena fraud yang nilainya tak seberapa (padahal gajinya ratusan juta rupiah per bulan, mobilnya mobil mewah dari Jerman dan rumahnya di perumahan elite di Jakarta Selatan).
Aturan di perusahaan itu sederhana, kalau makan malam untuk entertain client, bisa di-charge ke perusahaan, kalau makan malam bersama anak buahnya itu tidak bisa. Boleh patungan, boleh ditraktir bossnya. Asalkan tidak di-charge ke perusahaan. Dan leader tersebut berkali-kali membebankan ke perusahaan, padahal dia makan malam dengan anak buahnya.
Bohong adalah bohong. Korupsi adalah korupsi. Berapapun nilainya. Lihat betapa pentingnya faktor integrity (kejujuran) di mata perusahaan.
Tentu saja fraud bisa bermacam-macam, korupsi, penggelapan facture, kong-kali-kong dengan vendor, gratifikasi (uang, benda, segala bentuk entertainment/hiburan), dan bentuk-bentuk lainnya, tidak boleh ditolerir.
“Iya ya, yang aku sayangkan adalah beberapa leader yang cukup senior, tetapi karier mereka jadi terpaksa terhenti karena masalah integrity, dan aku terpaksa harus menangani kasus-kasus itu dengan tegas”
“Iya juga sih Mas, tapi ya mau bagaimana lagi, posisiku dan posisi perusahaanku sama, kalau sudah masalah integrity, gak ada kompromi!”
“Padahal ini menyangkut leader yang kadang senior”
Integrity? Masalah yang menarik, dan tidak pernah usang untuk dibahas. Salah satu karakter terpenting yang harus terus kita jaga dan kita pertahankan adalah integritas.
Dan ini berarti kita mengerti, bukan hanya hasil yang penting tetapi juga prosesnya.
Dan ini berarti untuk mencapai tujuan kita, kita tidak boleh melanggar dan menabrak peraturan yang ada.
How can you be a leader if you don't even follow the rules. How do you expect people to follow you? Remember, before you become a great leader, you need to be a good follower (sometime follower of the existing rules).
Why is this important?
Karena kita harus menyeimbangkan kemampuan dan kejujuran (competency and integrity). Memang untuk mencapai performance business yang diharapkan (dan makin lama makin sulit) Kita perlu mempunyai competence level yang tinggi.
Tetapi leader yang tidak memiliki integrity yang kuat akan membahayakan kelangsungan perusahaan di masa depan. Idealnya sih kita memilih leader dengan competency yang tinggi dan integrity yang kuat. Mari kita seimbangkan kedua hal tersebut.
Ok, sekarang dari perspektif karyawan, apa yang kita bisa lakukan untuk memperkuat integrity dan credibility kita. Coba kita terapkan langkah langkah di bawah ini ...
a) Understand and apply the rules, process and policy
Kita harus mengerti dan memahaminya agar bisa mengimplementasikan dengan baik. Terapkan dengan strict. Kalau kita menjadi leader, selain menerapkan kita juga menjadi contoh/teladan bagi team kita dalam menerapkannya.
b) Use these 3 lenses when evaluating the situation, Right, Good, Fit.
Pada saat mengevaluasi apa yang harus kita lakukan, evaluasilah denga 3 lensa ini:
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Selasa pagi itu saya janjian sarapan bareng dengan seorang teman lama, Sebut saja namanya Rashid, seorang HR Director di sebuah perusahaan asing.
Dia sedang menghadapi kasus yang berat di perusahaannya. Seorang senior sales leader dipecat, karena fraud yang nilainya tak seberapa (padahal gajinya ratusan juta rupiah per bulan, mobilnya mobil mewah dari Jerman dan rumahnya di perumahan elite di Jakarta Selatan).
Aturan di perusahaan itu sederhana, kalau makan malam untuk entertain client, bisa di-charge ke perusahaan, kalau makan malam bersama anak buahnya itu tidak bisa. Boleh patungan, boleh ditraktir bossnya. Asalkan tidak di-charge ke perusahaan. Dan leader tersebut berkali-kali membebankan ke perusahaan, padahal dia makan malam dengan anak buahnya.
Bohong adalah bohong. Korupsi adalah korupsi. Berapapun nilainya. Lihat betapa pentingnya faktor integrity (kejujuran) di mata perusahaan.
Tentu saja fraud bisa bermacam-macam, korupsi, penggelapan facture, kong-kali-kong dengan vendor, gratifikasi (uang, benda, segala bentuk entertainment/hiburan), dan bentuk-bentuk lainnya, tidak boleh ditolerir.
“Iya ya, yang aku sayangkan adalah beberapa leader yang cukup senior, tetapi karier mereka jadi terpaksa terhenti karena masalah integrity, dan aku terpaksa harus menangani kasus-kasus itu dengan tegas”
“Iya juga sih Mas, tapi ya mau bagaimana lagi, posisiku dan posisi perusahaanku sama, kalau sudah masalah integrity, gak ada kompromi!”
“Padahal ini menyangkut leader yang kadang senior”
Integrity? Masalah yang menarik, dan tidak pernah usang untuk dibahas. Salah satu karakter terpenting yang harus terus kita jaga dan kita pertahankan adalah integritas.
Memiliki integritas berarti benar-benar jujur di setiap bagian kehidupan Kita. Dengan membuat komitmen untuk menjadi orang yang jujur, Kita akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memastikan kesuksesan mempunyai fondasi yang kuat.
Dan ini berarti kita mengerti, bukan hanya hasil yang penting tetapi juga prosesnya.
In our work, It is not only about the "what you need to achieve", but also about "how you are going to achieve it?". (Bukan tentang apa yang perlu Anda capai, tetapi juga tentang bagaimana Anda akan mencapainya?)
Dan ini berarti untuk mencapai tujuan kita, kita tidak boleh melanggar dan menabrak peraturan yang ada.
How can you be a leader if you don't even follow the rules. How do you expect people to follow you? Remember, before you become a great leader, you need to be a good follower (sometime follower of the existing rules).
Why is this important?
Karena kita harus menyeimbangkan kemampuan dan kejujuran (competency and integrity). Memang untuk mencapai performance business yang diharapkan (dan makin lama makin sulit) Kita perlu mempunyai competence level yang tinggi.
Tetapi leader yang tidak memiliki integrity yang kuat akan membahayakan kelangsungan perusahaan di masa depan. Idealnya sih kita memilih leader dengan competency yang tinggi dan integrity yang kuat. Mari kita seimbangkan kedua hal tersebut.
Ok, sekarang dari perspektif karyawan, apa yang kita bisa lakukan untuk memperkuat integrity dan credibility kita. Coba kita terapkan langkah langkah di bawah ini ...
a) Understand and apply the rules, process and policy
Kita harus mengerti dan memahaminya agar bisa mengimplementasikan dengan baik. Terapkan dengan strict. Kalau kita menjadi leader, selain menerapkan kita juga menjadi contoh/teladan bagi team kita dalam menerapkannya.
b) Use these 3 lenses when evaluating the situation, Right, Good, Fit.
Pada saat mengevaluasi apa yang harus kita lakukan, evaluasilah denga 3 lensa ini:
-
Right
Apakah yang akan kita lakukan memang benar secara policy dan proses di organisasi kita?
-
Good?
Apakah yang akan kita lakukan memang positive bagi organisasi kita?
-
Fit
Apakah yang akan kita lakukan cocok dan relevant dengan situasi yang saat ini kita hadapi?
Lakukan sesuatu kalau jawaban untuk ketiga hal di atas adalah positive. Kalau salah satu jawaban sudah tidak,
ya jangan dilakukan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
c) Always deliver your promise.
Selalu jalankan dan capai business objective Kita. Tepati janji Kita ke customer, boss, peer dan anak buah Kita.
d) Avoid people with lack of integrity.
Hindari dan jangan bergaul dengan orang orang yang memang integritasnya lemah. Kalau kita bergaul dengan macan, lama-lama kita akan bisa mengaum. Kalau kita banyak bergaul dengan tikus, lama-lama kita akan mencicit. Bergaul dengan orang-orang yang positif, akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan kita.
Kita coba terapkan yuk ..., dan semoga kita semua menjadi individu dengan integrity yang tinggi agar dapat terus meningkatkan diri kita, dan mengembangkan karier kita.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Selalu jalankan dan capai business objective Kita. Tepati janji Kita ke customer, boss, peer dan anak buah Kita.
d) Avoid people with lack of integrity.
Hindari dan jangan bergaul dengan orang orang yang memang integritasnya lemah. Kalau kita bergaul dengan macan, lama-lama kita akan bisa mengaum. Kalau kita banyak bergaul dengan tikus, lama-lama kita akan mencicit. Bergaul dengan orang-orang yang positif, akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan kita.
Kita coba terapkan yuk ..., dan semoga kita semua menjadi individu dengan integrity yang tinggi agar dapat terus meningkatkan diri kita, dan mengembangkan karier kita.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
TIDUR AJA KITA HARUS BELAJAR 💯
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Kisah dalam buku "Dying to be me", ini adalah sebuah kisah yang menyadarkan kita semua tentang siapa diri kita sesungguhnya, untuk apa kita hidup di dunia, dan bagaimana harusnya kita mengatasi ketakutan dan kebencian pada diri sendiri yang sangat memengaruhi kehidupan.
Katanya, Saya sendiri pernah mendapatkan informasi ilmiah tentang hal ini, ternyata benar menurut pendapat banyak ilmuwan berdasar hasil penelitian di beberapa Universitas di Inggris dan China, bahwa tidur dengan emosi negatif menyebabkan sel-sel otak tak bekerja dengan baik.
Anda bisa mulai menutup mata sambil memaafkan semua orang yang berbuat salah pada Anda. Diakhiri dengan mendoakan keluarga, saudara dan sahabat dengan kebahagiaan dan keberkahan.
Tidurlah seperti bayi yang tenang dan damai, niscaya Anda akan mendapatkan healthy and quality sleep (Tidur yang sehat dan berkualitas).
Semoga Bermanfaat & Salam Sehat🙏
#INISIATIF
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Kisah dalam buku "Dying to be me", ini adalah sebuah kisah yang menyadarkan kita semua tentang siapa diri kita sesungguhnya, untuk apa kita hidup di dunia, dan bagaimana harusnya kita mengatasi ketakutan dan kebencian pada diri sendiri yang sangat memengaruhi kehidupan.
Pada tahun 2006 seorang wanita di Singapura bernama Anita Moorjani mengalami koma selama 30 jam karena penyakit kanker sel darah putih yang dideritanya. Seluruh organ tubuhnya tidak lagi berfungsi dan harapan hidupnya sangat kecil.
Namun tanpa diduga ia sadar dari komanya, sehingga dokter kembali melanjutkan pengobatan.
Seperti sebuah keajaiban, sejak peristiwa tersebut ia berangsur membaik. Hampir 70% kanker yang dideritanya menyusut dan sirna dalam hitungan hari.
Bahkan dalam lima bulan ia dinyatakan sembuh dan hanya membutuhkan fisioterapi selama beberapa bulan berikutnya.
Pengalaman ini ditulisnya dalam buku berjudul "Dying to be Me" yang menjadi salah satu buku best seller versi New York Times.
Apa yang ia rasakan ketika mengalami koma tersebut?
Anita Moorjani bercerita bahwa ketika koma seolah ia mendapatkan pencerahan tentang penyebab semua penyakit ini. Yaitu kebiasaannya yang selalu "tidur sambil membawa emosi negatif."
Ia berjanji pada dirinya sendiri apabila mendapat kesempatan kedua, ia akan perbaiki satu hal tersebut.
Ketika kemudian sadar, hidup kembali, maka mulailah ia mengubah kebiasaan tidurnya.
Setiap malam, Anita mengevaluasi diri sebelum tidur. Apakah pada siang tadi ada orang yang membuatnya marah? Maka ia segera memaafkan detik itu juga.
Apakah pada siang tadi ada peristiwa yang membuatnya kecewa? Maka ia segera merelakan hal itu menjadi bagian dari masa lalu.
Demikianlah semua emosi negatif seperti marah, dendam, kecewa, frustrasi, dan sebagainya harus sudah dibuang dari pikirannya sebelum tidur.
Anita hanya akan tidur jika ia sudah penuh dengan emosi positif seperti tenang, damai, memaafkan, optimis, dan sebagainya.
Katanya, Saya sendiri pernah mendapatkan informasi ilmiah tentang hal ini, ternyata benar menurut pendapat banyak ilmuwan berdasar hasil penelitian di beberapa Universitas di Inggris dan China, bahwa tidur dengan emosi negatif menyebabkan sel-sel otak tak bekerja dengan baik.
Anda bisa mulai menutup mata sambil memaafkan semua orang yang berbuat salah pada Anda. Diakhiri dengan mendoakan keluarga, saudara dan sahabat dengan kebahagiaan dan keberkahan.
Tidurlah seperti bayi yang tenang dan damai, niscaya Anda akan mendapatkan healthy and quality sleep (Tidur yang sehat dan berkualitas).
Semoga Bermanfaat & Salam Sehat
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍2
SEPELE (JANGAN PERNAH MEREMEHKAN HAL KECIL) 💯
oleh: Gatot Suhariawan
Suatu ketika, Bos Mercedes Benz, yakni Mr Benz menelpon seorang tukang ledeng yg direkomendasikan temannya untuk memperbaiki kran air yg bocor di rumahnya. Temannya bilang, bahwa tukang ledeng yg satu ini bisa diandalkan. Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sedang banyak pekerjaan & baru bisa datang 2 hari lagi.
Akhirnya Mr Benz setuju untuk menunggu 2 hari.
Sehari berikutnya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy lagi, sekedar menyampaikan terima kasih karena bersedia menunggu 1 hari lagi (krn 2 hari baru dia akan datang).
Sang Bospun terkesan atas pelayanan & cara berbicara sang tukang ledeng tsb.
Pada hari yang disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tersebut untuk memperbaiki kran yg bocor.
Setelah diutak atik sana-sini, kranpun selesai diperbaiki & sang tukang ledengpun pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.
Sekitar 2 minggu setelah itu, sang tukang ledeng menghubungi Mr Benz lagi untuk sekedar menanyakan apakah kran yg diperbaiki sdh benar2 beres atau masih ada masalah?
Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya, tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tidak tahu orang yang dibantunya itu adalah Big Bos sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia.
Pertanyaanya, kira2 pekerjaan apa untuknya sekarang?
Apakah tukang tersebut akan diangkat menjadi pengawas saluran air perledengan di pabrik Mercedez?
Apakah keahlian di bidang pipa yang membuatnya direkrut???
Kita tidak pernah tahu, rezeki berarti itu ada di mana, dan betapa seringnya Tuhan memberikan rejeki yg tidak diduga-duga jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh & dengan hati.
Maksimalkan potensi2 kecil yg kadang/mungkin diremehkan kebanyakan orang.
“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan” [HR. Muslim, 3509]
wallahu a’lam
Selamat Pagi Selamat Beraktifitas
#INISIATIF #TGIF
oleh: Gatot Suhariawan
Suatu ketika, Bos Mercedes Benz, yakni Mr Benz menelpon seorang tukang ledeng yg direkomendasikan temannya untuk memperbaiki kran air yg bocor di rumahnya. Temannya bilang, bahwa tukang ledeng yg satu ini bisa diandalkan. Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sedang banyak pekerjaan & baru bisa datang 2 hari lagi.
Akhirnya Mr Benz setuju untuk menunggu 2 hari.
Sehari berikutnya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy lagi, sekedar menyampaikan terima kasih karena bersedia menunggu 1 hari lagi (krn 2 hari baru dia akan datang).
Sang Bospun terkesan atas pelayanan & cara berbicara sang tukang ledeng tsb.
Pada hari yang disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tersebut untuk memperbaiki kran yg bocor.
Setelah diutak atik sana-sini, kranpun selesai diperbaiki & sang tukang ledengpun pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.
Sekitar 2 minggu setelah itu, sang tukang ledeng menghubungi Mr Benz lagi untuk sekedar menanyakan apakah kran yg diperbaiki sdh benar2 beres atau masih ada masalah?
Mr Benz berpikir orang ini luar biasa, walaupun cuma tukang ledeng tetapi begitu memperhatikan kepuasan pelanggan.
Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya, tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tidak tahu orang yang dibantunya itu adalah Big Bos sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia.
Pertanyaanya, kira2 pekerjaan apa untuknya sekarang?
Apakah tukang tersebut akan diangkat menjadi pengawas saluran air perledengan di pabrik Mercedez?
Apakah keahlian di bidang pipa yang membuatnya direkrut???
TIDAK…!!!
Bukan keahliannya sebagai tukang pipa yang membuatnya mendapat posisi baru,
tapi dedikasinya yang ingin selalu membuat pelanggannya puaslah yg membuatnya menjadi pegawai terhormat
.
Tukang ledeng ini bernama: Christopher L. Jr.
Ia direkrut untuk mengurusi customer Mercedes Benz, dengan tujuan utama agar pemilik mobil Mercedez puas atas pelayanan perusahaan otomotif tersebut.
Dengan pekerjaan barunya, sang tukang pipa kini harus mengembangkan bakatnya di bidang kepuasan pelanggan. Sebuah bidang yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan sebagai pekerjaaannya.
Sang tukang pipa tidak menyangka bahwa keramahannya melayani pelanggan & keinginannya memuaskan pelanggan ternyata merupakan keahlian yg sangat berharga & langka.
Karena keahlian itu bukan hanya menyangkut ilmu, tapi hati manusia.
Tak terpikir olehnya, sebuah sikap yg dianggap sekedar nilai tambah (value) bagi suatu pekerjaaan, ternyata mempunyai nilai besar.
Karirnya melesat hingga ia menjabat sbg General Manager di Customer Servis & Public Relation di Mercedez Benz!!! Suatu lompatan yang tinggi bagi seorang tukang pipa ledeng.
Oleh karena itu seriuslah terhadap setiap pekerjaan ataupun pelayanan. Lakukanlah dengan sepenuh hati, lakukan dengan berorientasi mutu, dengan dedikasi yang tinggi. Terlebih lagi kalau itu diniatkan ibadah.
Kita tidak pernah tahu, rezeki berarti itu ada di mana, dan betapa seringnya Tuhan memberikan rejeki yg tidak diduga-duga jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh & dengan hati.
Maksimalkan potensi2 kecil yg kadang/mungkin diremehkan kebanyakan orang.
“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan” [HR. Muslim, 3509]
wallahu a’lam
Selamat Pagi Selamat Beraktifitas
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
KAMBING HITAM 🐐
oleh: Iwan Kusworo
Malam tadi saya melanjutkan baca buku “100 Ways to Change Your Life” (Liz Moody) dan sudah sampai pada chapter berjudul “Limit the physical causes of anxiety.”
Ada kalanya kita mengalami rasa cemas dan rasa marah, yang kita sendiri tidak tahu apa penyebabnya, namun kita lalu menjadikan seseorang atau situasi tertentu di sekitar kita sebagai kambing hitamnya.
Memang benar bahwa tindakan orang lain atau kejadian di sekitar kita bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan berujung pada rasa cemas karena memang itu sejatinya adalah respon emosi kita yang terpicu. Tapi selain faktor psikologis tadi, jangan lupakan pula faktor fisiologis, yaitu kondisi tubuh kita.
Kondisi metabolisme tubuh yang kurang seimbang bisa menyebabkan kita mudah mengalami rasa cemas “palsu” (false moods). Contohnya ketika kita kurang tidur, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, sedang dalam siklus menstruasi bagi perempuan, dan yang paling sering dialami oleh banyak orang adalah terjadinya “blood sugar crash.”
Blood sugar crash adalah kondisi ketika kita mengkonsumsi terlalu banyak gula dan karbohidrat yang menyebabkan lonjakan gula darah yang terlalu tinggi dalam waktu yang singkat (blood sugar spike), yang kemudian direspon tubuh dengan menghasilkan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula darah tersebut. Dan karena penurunannya terlalu cepat, hal itu menyebabkan respon tubuh yang lain yang mirip dengan respon tubuh ketika kita sedang stres. Inilah yang kemudian kita terjemahkan dengan rasa cemas.
Lalu bagaimana cara kita menghindari blood sugar crash Ini?
Perhatikan apa yang kita makan. Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Batasi konsumsi karbohidrat atau imbangi dengan berolahraga. Perkaya kandungan serat dalam pola makan kita agar penyerapan gula dalam tubuh lebih teregulasi.
Dengan cara ini, semoga kita bisa terhindar dari rasa cemas, mudah marah, dan false mood lain yang berasal dari pola makan yang kurang tepat.
Buku apa yang sedang anda baca hari ini?
Selamat berakhir pekan ya.😊 ❤️
#INISIATIF
oleh: Iwan Kusworo
Malam tadi saya melanjutkan baca buku “100 Ways to Change Your Life” (Liz Moody) dan sudah sampai pada chapter berjudul “Limit the physical causes of anxiety.”
Ada kalanya kita mengalami rasa cemas dan rasa marah, yang kita sendiri tidak tahu apa penyebabnya, namun kita lalu menjadikan seseorang atau situasi tertentu di sekitar kita sebagai kambing hitamnya.
Memang benar bahwa tindakan orang lain atau kejadian di sekitar kita bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan berujung pada rasa cemas karena memang itu sejatinya adalah respon emosi kita yang terpicu. Tapi selain faktor psikologis tadi, jangan lupakan pula faktor fisiologis, yaitu kondisi tubuh kita.
Kondisi metabolisme tubuh yang kurang seimbang bisa menyebabkan kita mudah mengalami rasa cemas “palsu” (false moods). Contohnya ketika kita kurang tidur, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, sedang dalam siklus menstruasi bagi perempuan, dan yang paling sering dialami oleh banyak orang adalah terjadinya “blood sugar crash.”
Blood sugar crash adalah kondisi ketika kita mengkonsumsi terlalu banyak gula dan karbohidrat yang menyebabkan lonjakan gula darah yang terlalu tinggi dalam waktu yang singkat (blood sugar spike), yang kemudian direspon tubuh dengan menghasilkan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula darah tersebut. Dan karena penurunannya terlalu cepat, hal itu menyebabkan respon tubuh yang lain yang mirip dengan respon tubuh ketika kita sedang stres. Inilah yang kemudian kita terjemahkan dengan rasa cemas.
Dan ironisnya, kadang kita mengatasinya dengan…. makan lagi. Dan blood sugar crash pun akan berulang lagi sepanjang hari bagaikan mengendarai roller coaster.
Lalu bagaimana cara kita menghindari blood sugar crash Ini?
Perhatikan apa yang kita makan. Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Batasi konsumsi karbohidrat atau imbangi dengan berolahraga. Perkaya kandungan serat dalam pola makan kita agar penyerapan gula dalam tubuh lebih teregulasi.
Dengan cara ini, semoga kita bisa terhindar dari rasa cemas, mudah marah, dan false mood lain yang berasal dari pola makan yang kurang tepat.
Buku apa yang sedang anda baca hari ini?
Selamat berakhir pekan ya.
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat, kini didapatkan nama-nama Top 20 peserta terbaik dalam ATE Talent Hunt 2024.
Info lebih lanjut kunjungi
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Sambil menunggu pengumuman Top 20nya, berikut kami coba kirimkan kembali rekapan nama-nama partisipan keren ATE Talent Hunt 2024 yang telah difilter oleh panitia berdasarkan kategori 💯
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM