Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Forwarded from Muhlis Amiruddin
Yth. Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang baik hatinya, mhn ijin memanfaatkan grup ini sebagai wadah untuk penyebaran kuisioner "SURVEY EFEKTIVITAS PELAKSANAAN COACHING". Bila Bapak/Ibu dan rekan-rekan berkenan, kiranya kami dapat dibantu untuk memberikan pengalaman yang selama ini anda alami dalam proses coaching (Baik bertindak selaku Coach atau bertindak selaku Coachee (klien)😇

Pengisiannya hanya butuh waktu 5 menitan, dapat langsung partisipasi ke tautan:
https://forms.office.com/r/r304fpgpc5

Demikian kami sampaikan, semoga bantuannya kelak menjadi berkah dan bermanfaat buat diri kita sendiri, unit kerja, dan juga bagi organisasi BPJS Kesehatan 🇮🇩

DISCLAIMER
Harap mengisi survey ini dengan kondisi sebenar-benarnya. Survey ini bersifat anonim dan akan dijaga kerahasiaannya. Survey dilakukan untuk melihat efektifitas coaching di unit kerja sebagai salah satu bagian dalam project pembelajaran diklat penjenjangan Kepemimpinan Pratama (MP) BPJS Kesehatan 2024 (Kelompok 2A)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ATE TALENT HUNT 2024 ⭐️🔥

~ Part 2 ~

43. Muhammad Akhbar Fikriansyah
@akhbarfikri (PATT Staf Penagihan KC Prabumulih)
Review Game 🎙

44. Lalu Mohamad Arief Prawiranegara @arprawira (PATT SDM dan Umum KC Mataram)
Menulis ✏️

45. Lalu Muhammad Wisnu Wardhana @Lalu_wisnu (Staf komunikasi dan kesekretariatan KC Mataram)
Basket 🏀

46. Muhammad Faiq Abdillah @faiqabdill (PATT Telekolekting KC Cirebon)
Dance 🎬

47. Hadi Saputra Harlah @Rohbert0 (PATT Telekolekting KC Parepare)
Puisi 🎬

48. Julianus Ndruru @Julianusndruru (Kasir KC Gunungsitoli)
Beatbox 🎶

49. Surya Darma @darmagaeng (Koordinator EP3RS KC Tapaktuan)
Sepeda 🚲

50. Kholivah @Olive723 (Staf Mutu Layanan Faskes KC Boyolali)
Memasak Bekal 🍱
Pound Fit 🔝
Yoga 🧘

51. Putri Ayu Dyah Sri Yolanda @cucurucucudora (PATT Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Supiori KC Biak Numfor)
Puisi 🎤

52. Priyangga Listika @PriyaNgga (RO KC Jayapura)
Musisi 🎼

53. Willy Galtieri @WillyGaltieri (Kabag MLK KC Dumai)
Drum 🥁

54. Isna Asti @IsnaAsti (Staf AK KC Surakarta)
Bowling 🎳

55. Musfirahtuddin. D @Ziimus (PATT Pemeriksa KC Tapaktuan)
Diving 🤿

56. Rizky Ashari @asharizky (PATT Administrasi Kepesertaan KC Surakarta)
Public Speaking 🎤

57. Rahmatullah @rahmatullah310121 (PATT RO KC Serang)
Tilawah 😇

58. Kristina Ulfa Sintani Putri @kristinaulfa (Staf EPP KC Sleman)
Dance 🕺

59. Alexandre Mehaga Pelawi @alexpelawi (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Tapaktuan)
Futsal ⚽️

60. Refli Yulisda Irma @refliyulisdairma (PATT Admin Kepesertaan KC Tanjung Pinang)
Jalan Kaki 👣

61. Johansyah @JohansyahJ (PATT EP3RS KC Bekasi)
Gaming 🎮

62. Khusnul Chotimah @uznu_ch (Staf Administrasi Kepesertaan KC Jakarta Pusat)
Video Editor 💻

63. Ildha Nurul Fajri @elde_enef (Kabag Yanfaskes KC Purwokerto)
Muaythai 💪

64. Dian Jabar S @Dianjabars (Staf Ahli Dirpatuhal)
Menyanyi 🎤

65. Mega Dwiyanti @notawaynotiyess (Petugas Pemeriksa KC Bukittinggi)
Piano 🎹

66. Amelya Sibarani @amelyasibarani (PATT Relationship Officer KC Kisaran)
Menyanyi 🎤

67. Afrillio Uston @afrilliouston (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Bukittinggi)
Menyanyi 🎤

68. Mochamad Rakha Swardhana @rakhapkp (PATT Admin Pemeriksa KC Banyuwangi)
Catur

69. Sanadi @adiiokey (PATT Frontliner Kab. Kuningan KC Cirebon)
Menari 🕺

70. Ririt Eka Agustania @Agustani4 (Staf Frontliner KC Jember)
Gym 💪

Terima kasih atas seluruh partisipasinya, selanjutnya akan masuk ke proses penyaringan Tahap 1 ⌛️

#INISIATIF
#ATETalentHunt2024
#YourTalentOurPride
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Selamat pagi

Dapet penjelasan bagus dari buku "The Bullet Journal Method" (Ryder Carroll).

Passion (keinginan yang besar) dan perseverance (kegigihan), sama seperti kualitas emosi lainnya, berada dalam sebuah spektrum. 💯

Di dunia yang serba "all-or-nothing," kita seringkali melupakan kekuatan dari satu hal yang mungkin terlihat sepele. Pohon paling besar di dunia pun lahir dari sebuah benih yang kecil dan awalnya sangat rapuh.


Benih dari "passion" adalah rasa ingin tahu (curiosity). Dan benih dari "perseverance" adalah kesabaran (patience).

Dengan merancang tujuan (goals) dalam hidup kita secara cermat dan strategis, maka kita telah mulai menumbuhkan kesempatan untuk meraihnya dengan menebarkan benih rasa ingin tahu dan kesabaran.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Oleh: Iwan Kusworo

#INISIATIF #weekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN 😭

Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE, kakak @fenaatridiah. Segenap sobat ATE BPJS Kesehatan mendoakan semoga segala amal ibadah dan dedikasi almarhumah diterima oleh Allah SWT, dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin 🤲

Selamat jalan, Pahlawan JKN 🥀
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢6
Yuk kita saksikan sesi sharing Pak Dirut selaku Pembicara dalam kegiatan ICOHESPE 2024 🇲🇨

Topic : Strengthening Health System Resilience through Health Financing System Transformation for All Levels of Society

Sabtu, 26 Okt 2024 (14.15-15.00 WIB)
Media : Zoom
Link : https://s.id/icohespe24plenary
Meeting ID: 799 359 5471
Passcode: FKUNNES
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Asli ngeri sihhh kakak Desi ini. Angkat aku jadi muridmu suhu 💯
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Runners
Selamat Desi Santika, Verifikator Claim Cabang Soreang
Potential Winners 1 Trail The Magnificent Balling 2024 di Malaysia kategori 50 Km
Forwarded from BPJS Kesehatan Runners
Keep inisiatif teteh @desisantikas
Jangan lupa metafisik ya 💯🫡
INFO PODIUM 🏆🥇
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Yoza Febriadi Staf Kepser
Ijin share Bapak/Ibu.. Tim KC Payakumbuh hari ini mengikuti lomba HKN 2024 cabor sepakbola.. alhamdulillah 🥇 😁🙏🏻
Forwarded from Yoza Febriadi Staf Kepser
KOMPETENSI KEMAMPUAN INTI 🎖

Selamat Pagi!

Tadi saya gowes dan mampir ngopi sambil melanjutkan baca buku "Deep Work" (Cal Newport).

Di bab yang saya baca pagi ini, Newport menjelaskan tentang pentingnya kita memiliki "core abilities" atau "kompetensi/kemampuan inti" agar kita tetap bisa bertumbuh di era yang sangat bergantung pada teknologi informasi yang serba cepat serta didominasi oleh sistem yang kompleks yang akan berubah dengan cepat juga.

Apa yang kita pelajari hari ini mungkin sudah tidak lagi relevan 3-5 tahun ke depan 💯


Newport menjelaskan ada 2 (dua) kompetensi inti yang diperlukan untuk menjawab tantangan ini, yaitu:

1. Kemampuan untuk menguasai dengan cepat keterampilan yang rumit/sulit

2. ⁠Kemampuan untuk menghasilkan dengan tingkatan elite, baik dalam hal kecepatan maupun kualitas kerja


Untuk poin yang pertama, Newport menekankan:

"If you can't learn, you can't thrive."

"Kalau kita tidak mampu/mau untuk belajar, ya kita tidak akan bisa terus bertumbuh."


Dan pada poin kedua, dia juga mengingatkan bahwa setelah kita mampu mempelajari keterampilan yang sulit, hal yang terpenting adalah menjadikan itu alat untuk menciptakan hasil kerja yang bernilai bagi orang lain.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Have a nice day ❤️

oleh: Iwan Kusworo

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
KONSEP BUTTERFLY EFFECT 🤬

Masalah itu awalnya cuma 10%, tapi sadar atau tidak, REAKSI/RESPON KITA terhadap masalah itulah yang dapat memperburuknya. Keep Calm 😇

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
THE CEO WHO FAILED TO UNDERSTAND THE MILLENNIALS 🫡

oleh: Pambudi Sunarsihanto

Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.

Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.
Sang CEO pun murka,

“Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!”

Sang millennial menjawab, “Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”
(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).

CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda. Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).

Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar,

“Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily.

Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan.

Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu). Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).

They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.

Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan.
Mereka kreatif, mereka cerdas, dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.

Di masa depan, customer anda adalah generasi millennial. Berarti anda harus mengenal mereka agar anda mengerti bagaimana product-product anda mampu menarik perhatian mereka.


Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.

Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka, mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.

Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.

“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya.

Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.

Pertanyaannya, “Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Anak saya yang kedua bernama Nadia. Hobbynya naik kuda di Sentul. Kudanya besar banget, hitam legam dan sangat kuat. Saya tahu kuda itu bisa berlari cepat sekali.

Tetapi saya tahu bahwa kuda itu juga bisa melemparkan tubuh mungil Nadia dan Nadia akan jatuh kesakitan. Tetapi somehow, Nadia mampu mengendalikan kuda itu.

Saya bertanya ke Nadia, “How do you do it?”
Nadia bilang, “Trainer saya mengajari saya bahwa saya harus breath and behave like the horse”

Nadia harus bernafas dan berperilaku seperti kuda! Maksudnya apa? Kalau Nadia ketemu kuda itu, Nadia harus mengerti apakah kudanya sedang marah, sedang happy, sedang sedih atau apa.

Kalau kudanya masih marah Nadia akan berdiri di sampingnya, dan berbicara dengan kuda, dan menunggu saat yang tepat untuk naik kuda itu Kalau kudanya sedih, Nadia akan menghiburnya. Kalau kudanya lagi happy, Nadia akan mengajaknya bermain.

Saya bertanya, “But how do you understand their feeling?”

Nadia menjawab, “Because I spend a lot of time with them, now I understand them.” Voila!


Pertanyaan saya ke anda...
- Apakah anda mengenal talent-talent millenial anda?
- Seberapa banyak anda menghabiskan waktu bersama mereka?

Banyak sekali leader yang bilang ke saya, “People is our No.1 asset. People development is my priority”

Terus saya bertanya, “Tunjukkan ke saya jadwal meeting anda. Tunjukkan ke saya berapa jam seminggu yang anda habiskan untuk mengelola Asset No.1 anda? Tunjukkan berapa jam anda habiskan untuk mengerjakan priority anda?”
Dan mereka tersenyum malu.

Saya sangat mengerti bahwa kita harus mengembangkan generasi millennial. Karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking).

Tetapi bagaimana anda akan mengembangkan mereka kalau anda tidak mengenal mereka?

Lakukan beberapa hal di bawah ini ...

a) SPEND TIME WITH THEM
Habiskan waktu bersama mereka. Ikuti gaya dan style mereka. Hang-out dan ngopi bersama mereka. Ikut pergi ke tempat yang mereka suka.
Coba baca dan cari informasi yang menarik bagi mereka. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan, You did it for your customer, why you would not do it for your talents?

b) LISTEN TO THEM
Pada saat anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman anda, dan anda juga ingin sharing pengalaman anda, wajar, anda kan lebih senior.

But this is not the objective. The objective is so you can listen and understand them. Maka cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan seperti;

“Hobby anda apa?”
“Apa mimpi atau cita-cita yang ingin anda capai dalan hidup”
“Sebenarnya anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?”

Mulailah dengan pertanyaan seperti itu dan lanjutkan dengan pertanyaan lain. Fokuslah pada beberapa sharing anda tapi kemudian anda harus lebih banyak mendengarkan mereka.

c) UNDERSTAND THEM
Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang anda dengarkan. Dan buatlah analisa dan kesimpulan:
- apakah sebenarnya yang penting bagi mereka
- apakah yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka
- suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan
- apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka?

d) HELP THEM
Setelah anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya.
- Pinjemin buku anda
- Kirimkan mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang
- Coaching mereka
- Kenalkan pada teman-teman anda: Bantu mereka mengembangkan network mereka
- Berikan mereka project dan assignment yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari

e) WORK WITH THEM
Bekerjalah bersama mereka. Artinya kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai
mereka hanya disuruh-suruh.
Ingat, they are smart, fast and digitally connected. Berarti mereka punya banyak ide-ide baru, berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari digital world. Get their ideas, use and experiment their ideas.

f) LEARN FROM THEM

Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan mengupdate kemampuan kita kan? Padahal mungkin saja millenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang:
- Fintech
- Digital marketing
- Data analytic
- Artificial Intelligences
- Cognitive flexibility
- Gamification
- ...etc

Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau bahkan lebih baik lagi mutual-mentoring (saling belajar antara generasi yang lebih senior dengan generasi millennial).

Jadi ingat ya, untuk menarik generasi millennial, mengembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan anda, lakukan beberapa hal ini:

* Spend time with them
* Listen to them
* Understand them
* Help them
* Work with them
* Learn from them

Because in the end of the day, you need go understand them before you can INSPIRE them.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

#INISIATIF
IN-TE-GRI-TY 🤝

oleh: Pambudi Sunarsihanto

Selasa pagi itu saya janjian sarapan bareng dengan seorang teman lama, Sebut saja namanya Rashid, seorang HR Director di sebuah perusahaan asing.

Dia sedang menghadapi kasus yang berat di perusahaannya. Seorang senior sales leader dipecat, karena fraud yang nilainya tak seberapa (padahal gajinya ratusan juta rupiah per bulan, mobilnya mobil mewah dari Jerman dan rumahnya di perumahan elite di Jakarta Selatan).

Aturan di perusahaan itu sederhana, kalau makan malam untuk entertain client, bisa di-charge ke perusahaan, kalau makan malam bersama anak buahnya itu tidak bisa. Boleh patungan, boleh ditraktir bossnya. Asalkan tidak di-charge ke perusahaan. Dan leader tersebut berkali-kali membebankan ke perusahaan, padahal dia makan malam dengan anak buahnya.

Bohong adalah bohong. Korupsi adalah korupsi. Berapapun nilainya. Lihat betapa pentingnya faktor integrity (kejujuran) di mata perusahaan.

Tentu saja fraud bisa bermacam-macam, korupsi, penggelapan facture, kong-kali-kong dengan vendor, gratifikasi (uang, benda, segala bentuk entertainment/hiburan), dan bentuk-bentuk lainnya, tidak boleh ditolerir.

“Iya ya, yang aku sayangkan adalah beberapa leader yang cukup senior, tetapi karier mereka jadi terpaksa terhenti karena masalah integrity, dan aku terpaksa harus menangani kasus-kasus itu dengan tegas”

“Iya juga sih Mas, tapi ya mau bagaimana lagi, posisiku dan posisi perusahaanku sama, kalau sudah masalah integrity, gak ada kompromi!”

“Padahal ini menyangkut leader yang kadang senior”


Integrity? Masalah yang menarik, dan tidak pernah usang untuk dibahas. Salah satu karakter terpenting yang harus terus kita jaga dan kita pertahankan adalah integritas.

Memiliki integritas berarti benar-benar jujur di setiap bagian kehidupan Kita. Dengan membuat komitmen untuk menjadi orang yang jujur, Kita akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memastikan kesuksesan mempunyai fondasi yang kuat.


Dan ini berarti kita mengerti, bukan hanya hasil yang penting tetapi juga prosesnya.

In our work, It is not only about the "what you need to achieve", but also about "how you are going to achieve it?". (Bukan tentang apa yang perlu Anda capai, tetapi juga tentang bagaimana Anda akan mencapainya?)


Dan ini berarti untuk mencapai tujuan kita, kita tidak boleh melanggar dan menabrak peraturan yang ada.

How can you be a leader if you don't even follow the rules. How do you expect people to follow you? Remember, before you become a great leader, you need to be a good follower (sometime follower of the existing rules).

Why is this important?

Karena kita harus menyeimbangkan kemampuan dan kejujuran (competency and integrity). Memang untuk mencapai performance business yang diharapkan (dan makin lama makin sulit) Kita perlu mempunyai competence level yang tinggi.

Tetapi leader yang tidak memiliki integrity yang kuat akan membahayakan kelangsungan perusahaan di masa depan. Idealnya sih kita memilih leader dengan competency yang tinggi dan integrity yang kuat. Mari kita seimbangkan kedua hal tersebut.

Ok, sekarang dari perspektif karyawan, apa yang kita bisa lakukan untuk memperkuat integrity dan credibility kita. Coba kita terapkan langkah langkah di bawah ini ...

a) Understand and apply the rules, process and policy
Kita harus mengerti dan memahaminya agar bisa mengimplementasikan dengan baik. Terapkan dengan strict. Kalau kita menjadi leader, selain menerapkan kita juga menjadi contoh/teladan bagi team kita dalam menerapkannya.

b) Use these 3 lenses when evaluating the situation, Right, Good, Fit.
Pada saat mengevaluasi apa yang harus kita lakukan, evaluasilah denga 3 lensa ini:
-
Right

Apakah yang akan kita lakukan memang benar secara policy dan proses di organisasi kita?
-
Good?

Apakah yang akan kita lakukan memang positive bagi organisasi kita?
-
Fit

Apakah yang akan kita lakukan cocok dan relevant dengan situasi yang saat ini kita hadapi?

Lakukan sesuatu kalau jawaban untuk ketiga hal di atas adalah positive. Kalau salah satu jawaban sudah tidak,
ya jangan dilakukan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
c) Always deliver your promise.
Selalu jalankan dan capai business objective Kita. Tepati janji Kita ke customer, boss, peer dan anak buah Kita.

d) Avoid people with lack of integrity.
Hindari dan jangan bergaul dengan orang orang yang memang integritasnya lemah. Kalau kita bergaul dengan macan, lama-lama kita akan bisa mengaum. Kalau kita banyak bergaul dengan tikus, lama-lama kita akan mencicit. Bergaul dengan orang-orang yang positif, akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan kita.

Kita coba terapkan yuk ..., dan semoga kita semua menjadi individu dengan integrity yang tinggi agar dapat terus meningkatkan diri kita, dan mengembangkan karier kita.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

#INISIATIF
TIDUR AJA KITA HARUS BELAJAR 💯

oleh: Agung Prasetyo Utomo

Kisah dalam buku "Dying to be me", ini adalah sebuah kisah yang menyadarkan kita semua tentang siapa diri kita sesungguhnya, untuk apa kita hidup di dunia, dan bagaimana harusnya kita mengatasi ketakutan dan kebencian pada diri sendiri yang sangat memengaruhi kehidupan.

Pada tahun 2006 seorang wanita di Singapura bernama Anita Moorjani mengalami koma selama 30 jam karena penyakit kanker sel darah putih yang dideritanya. Seluruh organ tubuhnya tidak lagi berfungsi dan harapan hidupnya sangat kecil.

Namun tanpa diduga ia sadar dari komanya, sehingga dokter kembali melanjutkan pengobatan.

Seperti sebuah keajaiban, sejak peristiwa tersebut ia berangsur membaik. Hampir 70% kanker yang dideritanya menyusut dan sirna dalam hitungan hari.

Bahkan dalam lima bulan ia dinyatakan sembuh dan hanya membutuhkan fisioterapi selama beberapa bulan berikutnya.

Pengalaman ini ditulisnya dalam buku berjudul "Dying to be Me" yang menjadi salah satu buku best seller versi New York Times.

Apa yang ia rasakan ketika mengalami koma tersebut?

Anita Moorjani bercerita bahwa ketika koma seolah ia mendapatkan pencerahan tentang penyebab semua penyakit ini. Yaitu kebiasaannya yang selalu "tidur sambil membawa emosi negatif."

Ia berjanji pada dirinya sendiri apabila mendapat kesempatan kedua, ia akan perbaiki satu hal tersebut.

Ketika kemudian sadar, hidup kembali, maka mulailah ia mengubah kebiasaan tidurnya.

Setiap malam, Anita mengevaluasi diri sebelum tidur. Apakah pada siang tadi ada orang yang membuatnya marah? Maka ia segera memaafkan detik itu juga.

Apakah pada siang tadi ada peristiwa yang membuatnya kecewa? Maka ia segera merelakan hal itu menjadi bagian dari masa lalu.

Demikianlah semua emosi negatif seperti marah, dendam, kecewa, frustrasi, dan sebagainya harus sudah dibuang dari pikirannya sebelum tidur.

Anita hanya akan tidur jika ia sudah penuh dengan emosi positif seperti tenang, damai, memaafkan, optimis, dan sebagainya.


Katanya, Saya sendiri pernah mendapatkan informasi ilmiah tentang hal ini, ternyata benar menurut pendapat banyak ilmuwan berdasar hasil penelitian di beberapa Universitas di Inggris dan China, bahwa tidur dengan emosi negatif menyebabkan sel-sel otak tak bekerja dengan baik.

Anda bisa mulai menutup mata sambil memaafkan semua orang yang berbuat salah pada Anda. Diakhiri dengan mendoakan keluarga, saudara dan sahabat dengan kebahagiaan dan keberkahan.

Tidurlah seperti bayi yang tenang dan damai, niscaya Anda akan mendapatkan healthy and quality sleep (Tidur yang sehat dan berkualitas).

Semoga Bermanfaat & Salam Sehat 🙏

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍2
SEPELE (JANGAN PERNAH MEREMEHKAN HAL KECIL) 💯

oleh: Gatot Suhariawan

Suatu ketika, Bos Mercedes Benz, yakni Mr Benz menelpon seorang tukang ledeng yg direkomendasikan temannya untuk memperbaiki kran air yg bocor di rumahnya. Temannya bilang, bahwa tukang ledeng yg satu ini bisa diandalkan. Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sedang banyak pekerjaan & baru bisa datang 2 hari lagi.

Akhirnya Mr Benz setuju untuk menunggu 2 hari.

Sehari berikutnya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy lagi, sekedar menyampaikan terima kasih karena bersedia menunggu 1 hari lagi (krn 2 hari baru dia akan datang).

Sang Bospun terkesan atas pelayanan & cara berbicara sang tukang ledeng tsb.

Pada hari yang disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tersebut untuk memperbaiki kran yg bocor.

Setelah diutak atik sana-sini, kranpun selesai diperbaiki & sang tukang ledengpun pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu setelah itu, sang tukang ledeng menghubungi Mr Benz lagi untuk sekedar menanyakan apakah kran yg diperbaiki sdh benar2 beres atau masih ada masalah?

Mr Benz berpikir orang ini luar biasa, walaupun cuma tukang ledeng tetapi begitu memperhatikan kepuasan pelanggan.


Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya, tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tidak tahu orang yang dibantunya itu adalah Big Bos sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia.

Pertanyaanya, kira2 pekerjaan apa untuknya sekarang?

Apakah tukang tersebut akan diangkat menjadi pengawas saluran air perledengan di pabrik Mercedez?

Apakah keahlian di bidang pipa yang membuatnya direkrut???

TIDAK…!!!

Bukan keahliannya sebagai tukang pipa yang membuatnya mendapat posisi baru,
tapi dedikasinya yang ingin selalu membuat pelanggannya puaslah yg membuatnya menjadi pegawai terhormat
.

Tukang ledeng ini bernama: Christopher L. Jr.

Ia direkrut untuk mengurusi customer Mercedes Benz, dengan tujuan utama agar pemilik mobil Mercedez puas atas pelayanan perusahaan otomotif tersebut.

Dengan pekerjaan barunya, sang tukang pipa kini harus mengembangkan bakatnya di bidang kepuasan pelanggan. Sebuah bidang yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan sebagai pekerjaaannya.

Sang tukang pipa tidak menyangka bahwa keramahannya melayani pelanggan & keinginannya memuaskan pelanggan ternyata merupakan keahlian yg sangat berharga & langka.

Karena keahlian itu bukan hanya menyangkut ilmu, tapi hati manusia.
Tak terpikir olehnya, sebuah sikap yg dianggap sekedar nilai tambah (value) bagi suatu pekerjaaan, ternyata mempunyai nilai besar.


Karirnya melesat hingga ia menjabat sbg General Manager di Customer Servis & Public Relation di Mercedez Benz!!! Suatu lompatan yang tinggi bagi seorang tukang pipa ledeng.

Oleh karena itu seriuslah terhadap setiap pekerjaan ataupun pelayanan. Lakukanlah dengan sepenuh hati, lakukan dengan berorientasi mutu, dengan dedikasi yang tinggi. Terlebih lagi kalau itu diniatkan ibadah.


Kita tidak pernah tahu, rezeki berarti itu ada di mana, dan betapa seringnya Tuhan memberikan rejeki yg tidak diduga-duga jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh & dengan hati.

Maksimalkan potensi2 kecil yg kadang/mungkin diremehkan kebanyakan orang.

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan” [HR. Muslim, 3509]
wallahu a’lam

Selamat Pagi Selamat Beraktifitas

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Buat Ikutan sesi sharing malam ini, langsung klik 👇

INSTAGRAM 💯
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM