Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
LOYALITAS 🫡

Anda bisa membayar profesional, tapi anda tidak akan bisa membeli loyalitas. Karena Loyalitas bukanlah angka tapi nilai 💯

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
LOYALITAS MEMBAWA KE TANGGA KESUKSESAN 💯
-
oleh: Ahmad DS

Kenapa saya belum sukses?
Pertanyaan yg jadi refleksi diri saya di awal tahun 2023. Kemarin hangat dibahas saat saya ngopi bareng dengan Pak Suwiryo, orang kepercayaan Pak Ricardo Gelael di KFC dan Pak Herdiyanto orang kepercayaan pemilik Bebek Kaleyo.
-
Begini singkatnya,
Di luar sana banyak orang yang pintar namun gagal sukses. Kenapa?
Salah satu sifat negatif yang melekat pada orang pintar nan jenius adalah:

🔠 oportunis
🔠 mudah bosen
🔠 tidak tekun
🔠 menggampangkan sesuatu hal
🔠 susah bekerja team a.k.a egois
-
Padahal yang dibutuhkan oleh organisasi perusahaan adalah orang yang:

jujur
loyal
tekun
mampu bekerjasama dalam tim
-
Ada missink link antara sifat orang pintar jenius dengan kebutuhan perusahaan.

Akibatnya bisa kita lihat kawan-kawan kita yang dulu sekolahnya juara kelas hari ini sebagian besar tidak sesukses kawan-kawan kita yang dulunya secara akademik biasa saja

Salah satu hal yang dimiliki orang sukses adalah sifat loyal pada pemimpin, loyal pada teman dan loyal pada organisasi/profesi, tidak jadi kutu loncat kompetensi selama berkarier. Tekun di satu atau dua area saja.


Menciptakan pemimpin nya berhutang budi dengan dirinya. Sabar menapaki jenjang karier.

Pak Wiryo bisa sampai level direktur di KFC karena beliau pernah "mengamankan Pak Ricardo Gelael" dan pasang badan saat kerusuhan 98.

Pak Herdi sukses di Kaleyo karena hampir 10 tahun mendedikasikan diri bekerja bahkan 25 jam sehari membangun kesisteman Kaleyo sehingga bisa menjadi organisasi kuliner yg mapan dan Autopilot.

Orang akan selalu ingat siapa yang membantu dan menyelamatkan dirinya terutama di waktu sulit.

Kawan saya itu sekarang memetik buah manis atas loyalitas mereka membantu dan menjaga pemimpin serta kawan-kawannya.

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Badminton Community (Ketua)
Yth. Bapak/Ibu Seluruh Duta BPJS Kesehatan!

Saatnya menyatukan semangat untuk memberikan dukungan serta doa kepada Kontingen Atlet Badminton BPJS Kesehatan yang akan bertarung dalam Turnamen Korpri Badminton 2024 di Makassar!

Jangan lewatkan aksi para atlet kita di pertandingan yang akan berlangsung pada:

📅 24 Oktober 2024
🕖 Pukul 19.00 WITA
📍 GOR Komplek Perkantoran
Gubernur Prov. Sulsel

Untuk teman-teman yang tidak bisa hadir langsung di lokasi, jangan khawatir, kami akan membagikan link live Instagram, agar kalian tetap bisa menyaksikan!

bpjskesehatan.badminton

Mari kita tunjukkan Spirit of Ewako untuk Badminton BPJS Kesehatan!
Forwarded from Community Of Interest (Commit)
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Selamat Bertanding Tim BPJS Kesehatan
pada perhelatan Turnamen Bulutangkis Beregu Eksekutif HUT ke 53 Korpri

Ingat! Menang bukan hanya tujuan, tapi kebersamaan dan semangat juang kita yang utama! Jika kalah, kita jadikan kekalahan sebagai bahan bakar untuk semangat lebih besar

Tim BPJS:
1. Harbu A. Hakim (Kacab KC Ambon)
2. Febri Fajrin (KC pontianak)
3. Revina Nurhasanah (KC Cimahi)
4. Dea Damara ( KC Sidoarjo)
5. Adi Darmawan (Kacab KC Cirebon)
6. Ade Rida Ridwan (KC Cikarang)
7. Bobby A. Andrean (Kepwil IX)
8. Tri Prasetya K. (KC Sorong)
Forwarded from D D
Hasil Hari Pertama KORPRI 2024.pdf
16.6 KB
Hasil Hari Pertama KORPRI 2024.pdf
KAYA ITU SEDERHANA 😇

Sumber: EQ Spotlight

Selamat pagi, Sahabat.
Pagi-pagi saya sudah “tertampol” oleh sebuah quote di halaman awal buku “The Good Enough Job” karya Simone Stolzoff.

“He who knows he has enough is rich.” (Dia yang tahu bahwa dirinya sudah cukup adalah orang kaya) ~ Lao-Tzu


Kalau definisi kaya menurut Nabi:
Bila hari ini Anda sehat, merasa aman (tidak dalam keadaan perang atau bencana alam) kemudian ada yang bisa dimakan/minum hari ini, maka Anda adalah orang kaya. 🤝

Sebenarnya sebagian besar dari kita itu kaya kecuali yang tidak memenuhi yang di atas ini👆

Kita belajar EQ supaya bisa merasa …aman, bisa makan, bisa minum. Karena “merasa bisa" itu sangat subyektif.

Ada kisah dari seorang Penyiar senior kepada saya, ketika masih remaja keluarganya bangkrut, ibunya yang punya modiste di Bandung memanggil anak-anaknya dan mengatakan:

"Kita tidak miskin, hanya tidak punya banyak uang seperti sebelum ini. Kita masih punya rumah, bisa makan, sekolah dan Bapak Ibu, saudara2 semua sehat. Kalian masih bisa punya keinginan untuk hal-hal bagus. Hanya sekarang perlu menabung dulu supaya bisa beli"


Jadi anak-anaknya terus giat bikin kue, atau bantu jahitan, dll sesuai hobi mereka untuk dapat uang jajan. Tetap hepi dan bangga dengan keadaan keluarga.

Ada lagi pelajaran EQ yg saya dapat dari seorang staf di kantor

Ayahnya sakit-sakitan sejak lama, sering keluar masuk Rumah Sakit. Dengan BPJS proses pengobatannya harus bersabar.

Ketika ayahnya meninggal, saya layat dan coba menghiburnya, nona tersebut malah jawab:

"Alhamdulillaah, kami puas merawat Bapak"

"Dengan Bapak sakit, keluarga jadi lebih erat. Tiap hari kami jadi bisa punya quality time bersama dan bisa godain Bapak serta Mama."


Mak jlebbb, begitu rasanya. Dan kagum, bersyukur, diberi kesempatan punya staf yg rasa syukurnya mengubah mindset.

Sakitnya sang Bapak disikapi sebagai berkah yg mempererat kasih sayang keluarga…. Ternyata Bahagia itu ada dicara fikir kita…..

Thank God It’s Friday! ❤️

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🥰1
Forwarded from Muhlis Amiruddin
Yth. Bapak/Ibu dan rekan-rekan yang baik hatinya, mhn ijin memanfaatkan grup ini sebagai wadah untuk penyebaran kuisioner "SURVEY EFEKTIVITAS PELAKSANAAN COACHING". Bila Bapak/Ibu dan rekan-rekan berkenan, kiranya kami dapat dibantu untuk memberikan pengalaman yang selama ini anda alami dalam proses coaching (Baik bertindak selaku Coach atau bertindak selaku Coachee (klien)😇

Pengisiannya hanya butuh waktu 5 menitan, dapat langsung partisipasi ke tautan:
https://forms.office.com/r/r304fpgpc5

Demikian kami sampaikan, semoga bantuannya kelak menjadi berkah dan bermanfaat buat diri kita sendiri, unit kerja, dan juga bagi organisasi BPJS Kesehatan 🇮🇩

DISCLAIMER
Harap mengisi survey ini dengan kondisi sebenar-benarnya. Survey ini bersifat anonim dan akan dijaga kerahasiaannya. Survey dilakukan untuk melihat efektifitas coaching di unit kerja sebagai salah satu bagian dalam project pembelajaran diklat penjenjangan Kepemimpinan Pratama (MP) BPJS Kesehatan 2024 (Kelompok 2A)
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ATE TALENT HUNT 2024 ⭐️🔥

~ Part 2 ~

43. Muhammad Akhbar Fikriansyah
@akhbarfikri (PATT Staf Penagihan KC Prabumulih)
Review Game 🎙

44. Lalu Mohamad Arief Prawiranegara @arprawira (PATT SDM dan Umum KC Mataram)
Menulis ✏️

45. Lalu Muhammad Wisnu Wardhana @Lalu_wisnu (Staf komunikasi dan kesekretariatan KC Mataram)
Basket 🏀

46. Muhammad Faiq Abdillah @faiqabdill (PATT Telekolekting KC Cirebon)
Dance 🎬

47. Hadi Saputra Harlah @Rohbert0 (PATT Telekolekting KC Parepare)
Puisi 🎬

48. Julianus Ndruru @Julianusndruru (Kasir KC Gunungsitoli)
Beatbox 🎶

49. Surya Darma @darmagaeng (Koordinator EP3RS KC Tapaktuan)
Sepeda 🚲

50. Kholivah @Olive723 (Staf Mutu Layanan Faskes KC Boyolali)
Memasak Bekal 🍱
Pound Fit 🔝
Yoga 🧘

51. Putri Ayu Dyah Sri Yolanda @cucurucucudora (PATT Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Supiori KC Biak Numfor)
Puisi 🎤

52. Priyangga Listika @PriyaNgga (RO KC Jayapura)
Musisi 🎼

53. Willy Galtieri @WillyGaltieri (Kabag MLK KC Dumai)
Drum 🥁

54. Isna Asti @IsnaAsti (Staf AK KC Surakarta)
Bowling 🎳

55. Musfirahtuddin. D @Ziimus (PATT Pemeriksa KC Tapaktuan)
Diving 🤿

56. Rizky Ashari @asharizky (PATT Administrasi Kepesertaan KC Surakarta)
Public Speaking 🎤

57. Rahmatullah @rahmatullah310121 (PATT RO KC Serang)
Tilawah 😇

58. Kristina Ulfa Sintani Putri @kristinaulfa (Staf EPP KC Sleman)
Dance 🕺

59. Alexandre Mehaga Pelawi @alexpelawi (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Tapaktuan)
Futsal ⚽️

60. Refli Yulisda Irma @refliyulisdairma (PATT Admin Kepesertaan KC Tanjung Pinang)
Jalan Kaki 👣

61. Johansyah @JohansyahJ (PATT EP3RS KC Bekasi)
Gaming 🎮

62. Khusnul Chotimah @uznu_ch (Staf Administrasi Kepesertaan KC Jakarta Pusat)
Video Editor 💻

63. Ildha Nurul Fajri @elde_enef (Kabag Yanfaskes KC Purwokerto)
Muaythai 💪

64. Dian Jabar S @Dianjabars (Staf Ahli Dirpatuhal)
Menyanyi 🎤

65. Mega Dwiyanti @notawaynotiyess (Petugas Pemeriksa KC Bukittinggi)
Piano 🎹

66. Amelya Sibarani @amelyasibarani (PATT Relationship Officer KC Kisaran)
Menyanyi 🎤

67. Afrillio Uston @afrilliouston (PATT Komunikasi dan Kesekretariatan KC Bukittinggi)
Menyanyi 🎤

68. Mochamad Rakha Swardhana @rakhapkp (PATT Admin Pemeriksa KC Banyuwangi)
Catur

69. Sanadi @adiiokey (PATT Frontliner Kab. Kuningan KC Cirebon)
Menari 🕺

70. Ririt Eka Agustania @Agustani4 (Staf Frontliner KC Jember)
Gym 💪

Terima kasih atas seluruh partisipasinya, selanjutnya akan masuk ke proses penyaringan Tahap 1 ⌛️

#INISIATIF
#ATETalentHunt2024
#YourTalentOurPride
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Selamat pagi

Dapet penjelasan bagus dari buku "The Bullet Journal Method" (Ryder Carroll).

Passion (keinginan yang besar) dan perseverance (kegigihan), sama seperti kualitas emosi lainnya, berada dalam sebuah spektrum. 💯

Di dunia yang serba "all-or-nothing," kita seringkali melupakan kekuatan dari satu hal yang mungkin terlihat sepele. Pohon paling besar di dunia pun lahir dari sebuah benih yang kecil dan awalnya sangat rapuh.


Benih dari "passion" adalah rasa ingin tahu (curiosity). Dan benih dari "perseverance" adalah kesabaran (patience).

Dengan merancang tujuan (goals) dalam hidup kita secara cermat dan strategis, maka kita telah mulai menumbuhkan kesempatan untuk meraihnya dengan menebarkan benih rasa ingin tahu dan kesabaran.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Oleh: Iwan Kusworo

#INISIATIF #weekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN 😭

Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu sobat ATE, kakak @fenaatridiah. Segenap sobat ATE BPJS Kesehatan mendoakan semoga segala amal ibadah dan dedikasi almarhumah diterima oleh Allah SWT, dan mendapat tempat terbaik di Sisi-Nya, aamiin 🤲

Selamat jalan, Pahlawan JKN 🥀
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢6
Yuk kita saksikan sesi sharing Pak Dirut selaku Pembicara dalam kegiatan ICOHESPE 2024 🇲🇨

Topic : Strengthening Health System Resilience through Health Financing System Transformation for All Levels of Society

Sabtu, 26 Okt 2024 (14.15-15.00 WIB)
Media : Zoom
Link : https://s.id/icohespe24plenary
Meeting ID: 799 359 5471
Passcode: FKUNNES
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Asli ngeri sihhh kakak Desi ini. Angkat aku jadi muridmu suhu 💯
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Runners
Selamat Desi Santika, Verifikator Claim Cabang Soreang
Potential Winners 1 Trail The Magnificent Balling 2024 di Malaysia kategori 50 Km
Forwarded from BPJS Kesehatan Runners
Keep inisiatif teteh @desisantikas
Jangan lupa metafisik ya 💯🫡
INFO PODIUM 🏆🥇
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Yoza Febriadi Staf Kepser
Ijin share Bapak/Ibu.. Tim KC Payakumbuh hari ini mengikuti lomba HKN 2024 cabor sepakbola.. alhamdulillah 🥇 😁🙏🏻
Forwarded from Yoza Febriadi Staf Kepser
KOMPETENSI KEMAMPUAN INTI 🎖

Selamat Pagi!

Tadi saya gowes dan mampir ngopi sambil melanjutkan baca buku "Deep Work" (Cal Newport).

Di bab yang saya baca pagi ini, Newport menjelaskan tentang pentingnya kita memiliki "core abilities" atau "kompetensi/kemampuan inti" agar kita tetap bisa bertumbuh di era yang sangat bergantung pada teknologi informasi yang serba cepat serta didominasi oleh sistem yang kompleks yang akan berubah dengan cepat juga.

Apa yang kita pelajari hari ini mungkin sudah tidak lagi relevan 3-5 tahun ke depan 💯


Newport menjelaskan ada 2 (dua) kompetensi inti yang diperlukan untuk menjawab tantangan ini, yaitu:

1. Kemampuan untuk menguasai dengan cepat keterampilan yang rumit/sulit

2. ⁠Kemampuan untuk menghasilkan dengan tingkatan elite, baik dalam hal kecepatan maupun kualitas kerja


Untuk poin yang pertama, Newport menekankan:

"If you can't learn, you can't thrive."

"Kalau kita tidak mampu/mau untuk belajar, ya kita tidak akan bisa terus bertumbuh."


Dan pada poin kedua, dia juga mengingatkan bahwa setelah kita mampu mempelajari keterampilan yang sulit, hal yang terpenting adalah menjadikan itu alat untuk menciptakan hasil kerja yang bernilai bagi orang lain.

Buku apa yang sedang Anda baca hari ini?

Have a nice day ❤️

oleh: Iwan Kusworo

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
KONSEP BUTTERFLY EFFECT 🤬

Masalah itu awalnya cuma 10%, tapi sadar atau tidak, REAKSI/RESPON KITA terhadap masalah itulah yang dapat memperburuknya. Keep Calm 😇

#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
THE CEO WHO FAILED TO UNDERSTAND THE MILLENNIALS 🫡

oleh: Pambudi Sunarsihanto

Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang talent ke saya. Suatu saat ada seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech tentang perkembangan bisnis dan challenge yang perusahaan akan hadapi tahun depan.

Saat itu ada seorang millennial yang sedang asyik mengetik di SmartPhone.
Sang CEO pun murka,

“Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di SmartPhone!!! Tidak sopan!!!”

Sang millennial menjawab, “Saya pikir yang Bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana. Katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. Do you want me to stop?”
(Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone ya yang layarnya memang menunjukan Twitternya).

CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak millennial itu. Dan suasana itu menggambarkan banyak situasi yang terjadi saat ini. Di mana banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi millennial dan menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda. Situasi di mana mereka dicap sebagai bosenan padahal memang mereke perlu tantangan yang berbeda setiap saat ).

Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja di bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji 8 juta. Bahkan di sebuah social media ada yang komentar,

“Jaman sekarang lu yang butuh perusahaan, bukan perusahaan yang butuh lu!” Well, not necessarily.

Saya pernah mengenal seorang yang baru lulus S-1 dan mendapatkan empat tawaran kerja (di empat perusahaan yang berbeda), yang gajinya belasan juta rupiah per bulan.

Ada posisi seperti itu (biasanya Management Trainee di perusahaan besar), dan ada millennial seperti itu (yang punya empat tawaran kerja yang bagus itu). Jadi sebelum kita menghakimi, mem-blaim dan mengkritik di social media, ada baiknya kita mengenal karakter mereka terlebih dahulu, jangan seperti CEO di atas (yang mempermalukan dirinya sendiri).

They are different. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun.

Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan.
Mereka kreatif, mereka cerdas, dan mereka merasa mereka berhak mendapatkan penghargaan yang lebih keras karena mereka bekerja keras dengan cerdas.

Di masa depan, customer anda adalah generasi millennial. Berarti anda harus mengenal mereka agar anda mengerti bagaimana product-product anda mampu menarik perhatian mereka.


Di masa depan (sebentar lagi), talent-talent anda dan leader-leader anda adalah generasi millenial. Kalau anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join perusahaan anda.

Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau anda tidak mampu memahami mereka, mereka akan lebih memilih untuk join perusahaan lain, (anda mungkin hanya akan mendapatkan yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality), dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan anda, anda malah repot nantinya.

Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader harus benar benar mampu mengerti dan menginspirasi Millennial.

“Tetapi millennial itu kutu loncat pak, mereka pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain setiap tahun!”, keluh seorang peserta di seminar saya.

Keluhan itu justru menunjukkan bahwa anda tidak mengenal mereka. Karena kalau anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maximal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena anda yang tidak mampu menginspirasi mereka.

Pertanyaannya, “Apakah anda mampu menginspirasi mereka?” Dan menginspirasi mereka dimulai dengan mengenal mereka?
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Anak saya yang kedua bernama Nadia. Hobbynya naik kuda di Sentul. Kudanya besar banget, hitam legam dan sangat kuat. Saya tahu kuda itu bisa berlari cepat sekali.

Tetapi saya tahu bahwa kuda itu juga bisa melemparkan tubuh mungil Nadia dan Nadia akan jatuh kesakitan. Tetapi somehow, Nadia mampu mengendalikan kuda itu.

Saya bertanya ke Nadia, “How do you do it?”
Nadia bilang, “Trainer saya mengajari saya bahwa saya harus breath and behave like the horse”

Nadia harus bernafas dan berperilaku seperti kuda! Maksudnya apa? Kalau Nadia ketemu kuda itu, Nadia harus mengerti apakah kudanya sedang marah, sedang happy, sedang sedih atau apa.

Kalau kudanya masih marah Nadia akan berdiri di sampingnya, dan berbicara dengan kuda, dan menunggu saat yang tepat untuk naik kuda itu Kalau kudanya sedih, Nadia akan menghiburnya. Kalau kudanya lagi happy, Nadia akan mengajaknya bermain.

Saya bertanya, “But how do you understand their feeling?”

Nadia menjawab, “Because I spend a lot of time with them, now I understand them.” Voila!


Pertanyaan saya ke anda...
- Apakah anda mengenal talent-talent millenial anda?
- Seberapa banyak anda menghabiskan waktu bersama mereka?

Banyak sekali leader yang bilang ke saya, “People is our No.1 asset. People development is my priority”

Terus saya bertanya, “Tunjukkan ke saya jadwal meeting anda. Tunjukkan ke saya berapa jam seminggu yang anda habiskan untuk mengelola Asset No.1 anda? Tunjukkan berapa jam anda habiskan untuk mengerjakan priority anda?”
Dan mereka tersenyum malu.

Saya sangat mengerti bahwa kita harus mengembangkan generasi millennial. Karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking).

Tetapi bagaimana anda akan mengembangkan mereka kalau anda tidak mengenal mereka?

Lakukan beberapa hal di bawah ini ...

a) SPEND TIME WITH THEM
Habiskan waktu bersama mereka. Ikuti gaya dan style mereka. Hang-out dan ngopi bersama mereka. Ikut pergi ke tempat yang mereka suka.
Coba baca dan cari informasi yang menarik bagi mereka. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan, You did it for your customer, why you would not do it for your talents?

b) LISTEN TO THEM
Pada saat anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman anda, dan anda juga ingin sharing pengalaman anda, wajar, anda kan lebih senior.

But this is not the objective. The objective is so you can listen and understand them. Maka cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan seperti;

“Hobby anda apa?”
“Apa mimpi atau cita-cita yang ingin anda capai dalan hidup”
“Sebenarnya anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?”

Mulailah dengan pertanyaan seperti itu dan lanjutkan dengan pertanyaan lain. Fokuslah pada beberapa sharing anda tapi kemudian anda harus lebih banyak mendengarkan mereka.

c) UNDERSTAND THEM
Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang anda dengarkan. Dan buatlah analisa dan kesimpulan:
- apakah sebenarnya yang penting bagi mereka
- apakah yang menjadi mimpi dan cita-cita mereka
- suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan
- apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka?

d) HELP THEM
Setelah anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya.
- Pinjemin buku anda
- Kirimkan mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang
- Coaching mereka
- Kenalkan pada teman-teman anda: Bantu mereka mengembangkan network mereka
- Berikan mereka project dan assignment yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari

e) WORK WITH THEM
Bekerjalah bersama mereka. Artinya kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai
mereka hanya disuruh-suruh.