Ask The Experts
1.81K subscribers
4.75K photos
414 videos
188 files
2.91K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
SAAT KITA HARUS TETAP MENJAGA KESEIMBANGAN HIDUP ๐Ÿงฎ
**
oleh: Pambudi Sunarsihanto

Saya baru saja mendapatkan cerita sedih. Seorang sahabat saja mengalami mental break-down, dan harus dirawat berbulan-bulan. Sebut saja namanya Sebastian (bukan nama sebenarnya, sahabat saya sejak saya kuliah di Perancis, waktu itu dia mengambil kuliah Finance saat saya mengambil kuliah di bidang Computer Sciences).

Beberapa puluh tahun kemudian, saya pulang ke Indonesia, menjalani kehidupan saya. Dia masih di Perancis, dan sukses sebagai Finance Director, hidup berbahagia bersama istri dan dua anaknya yang lucu.

Sebastian rajin berolahraga, dia rajin lari, renang dan bersepeda, bahkan ikut lomba triathlon. Badannya sehat walafiat. Facebooknya selalu kelihatan cerah dan Bahagia.

Beberapa bulan yang lalu, di Whatsapps group, dia memberi kabar.

โ€œTeman-teman, saya harus update bahwa sayangnya saya baru saja mengalami mental break down dan harus dirawat di rumah sakit beberapa bulan ini. Saya perlu beristirahat beberapa bulan lagi, dan sementara saya masih di rumah sakit.โ€

Kabar itu mengejutkan kami semua. Sebastian yang beberapa bulan lalu kelihatan begitu happy, bersama keluarganya, dan juga rajin berolahraga, ternyata mengalami hal itu.
**
Saya juga tidak tahu persisnya apa penyebabnya pada Sebastian. Tetapi mental break down itu sering kali dipicu oleh stres berat dan dapat menimbulkan gejala psikologis maupun fisik. Tanda-tanda gangguannya bisa berbeda-beda pada setiap orang, dan mereka mungkin mengalami gejala-gejala fisik, psikologis dan perilaku sehari-hari.


Sebenarnya kasus Sebastian ini sering terjadi. Saya mengenal beberapa kenalan yang level senior leader yang mengalami hal yang sama. Mengapa demikian?

Mari kita analogykan hal ini dengan sebuah mobil balap yang harus berjalan secepat cepatnya untuk mencapai finish menjadi juara pertama. Mobil yang berjalan kencang pasti mesinnya panas. Tetapi mari kita lihat lebih dahulu, apa saja yang menjadi bagian dari mobil balap itu.

1. Engine (CC Mesin Mobil)
Ukuran mesin mobil melambangkan IQ atau kecerdasan yang kita miliki. Semakin tinggi CC semakin cepat mobilnya. Semakin tinggi IQ semakin tinggi kemampuan belajar dan menyelesaikan masalah kompleks di pekerjaan. IQ itu penting! Dan tentunya IQ bukan satu satunya faktor yang menentukan keberhasilan kita.

2. Emotional Intelligence (steering wheel, ability to drive).
Percuma punya mobil dengan mesin yang besar dan CC yang tinggi ternyata tidak bisa menyetir, nanti nabrak-nabrak. Sama persis, tidak ada gunanya punya kacerdasan tinggi tapi tidak bisa bekerja sama dengan timnya, tidak mampu mengorganisasi pekerjaanya dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Nah faktor-faktor inilah yang termasuk dalam Emotional Intelligence. Kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan menggunakan kekuatan kita dalam karier.

3. Adversity Quotient (pedal gas, accelerator).
Kadang kadang saya mengenal orang dengan kecerdasan dan emotional intelligence yang tinggi tetapi tetap saja tidak berhasil dalam hidupnya. Nah, analoginya adalah seperti mobil dengan CC yang tinggi dan sopir yang jago tetapi tidak berani menginjak gas nya. Takut nabrak dan tidak berani mengambil risiko.

Dalam kehidupan juga ada orang cerdas dan pintar mengendalikan emosinya. Tetapi mereka tidak mempunyai daya juang dan fighting spirit yang tinggi. Tidak ada keinginan yang kuat untuk mengubah nasib. Persistence and perserverance are the key to your success. Kegigihan dan ketekunan adalah kubnci kesuksesan kita.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ‘1
4. Spiritual Quotient (including stress management quotient)
Ini adalah radiator yang berfungsi untuk mendinginkan mesin mobil pada saat kecepatannya tinggi. Ini mengingatkan kita bahwa pada saat kita menyetir mobil dengan kecepatan tinggi (karena mesin kita CC nya tinggi, karena sopirnya jago nyetir, dan berani menginjak gas) kita juga perlu yakin bahwa radiator kita berjalan dengan baik. Kalau tidak nanti mesin terlalu panas dan bisa bisa turun mesin.

Dalam karier kita, semuanya akan berjalan begitu cepat. Dan kalau karier kita melesat cepat, kemungkinan besar kecerdasan kita tinggi, kita mampu mengendalikan emosi, dan kita juga mempunyai fighting spirit yang tinggi.

Tetapi tentunya akan banyak pressure dan stress yang tinggi di pekerjaan kita. Kita harus mampu memanage stress dan pressure kita dengan baik. Kalau tidak bisa bisa otak kita harus "turun mesin" dan mungkin kita akan depresi dan frustasi. Dan ini yang menyebabkan banyak sekali orang sukses yang frustasi, depresi dan bahkan bunuh diri.

Karena semakin tinggi posisinya tentunya semakin tinggi juga stress dan pressurenya. Jadi kita akan memerlukan penyeimbangnya. Di sinilah pentingnya aspect spiritual. Saya mengobservasi beberapa business leaders di Indonesia maupun di luar negeri. Ada yang dengan menekuni agamanya sesuai kepercayaannya. And that's great they found their inner peace. Ada yang active di kegiatan charity. Ada yang menekuni hobby nya sebagai sarana untuk melepaskan pressure dan stress.
**
So in summary, what you need to balance are :
- kecerdasan
- emotional intelligence
(kemampuan mengendalikan emosi, berkomunikasi, bekerjasama)
- adversity
(daya juang)
- spirituality
(kemampuan mencari inner peace dan kebahagiaan dalam diri sendiri)

Dan keempat aspect itu seperti empat kaki meja. Idealnya empat kaki meja kokoh dan seimbang. Satu kaki patah,meja mulai goyang, tidak stabil. Dua kaki patah, maka meja pun roboh, tak bisa berdiri lagi. Maka kita perlu mengingatkan diri untuk menjaga keseimbangan di antara 4 hal di atas.

**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

#INISIATIF
โค2
Forwarded from Nody Silaban
Selamat Sore Bapak/Ibu Teman-teman Duta BPJS Kesehatan!!

Ayo berikan dukungan kepada Paduan Suara BPJS Kesehatan pada keikutsertaan perdananya di Festival Paduan Suara Sektor Jasa Keuangan 2024 dengan cara :

1. Follow akun instagram @FPSSJK https://instagram.com/fpssjk?igshid=MzRlODBiNWFlZA== sebelum tanggal 31 Oktober 2024
2. Like dan Comment foto Paduan Suara BPJS Kesehatan yang akan diunggah di instagram @FPSSJK pada 1 November 2024 (sebagai favorit pilihan netizen)
3. Admin Akun IG @FPSSJK akan menutup friend request nya pada 1 November 2024 (hanya followers IG @FPSSJK yang dapat memberikan like dan comment)
๐Ÿ™1
๐Ÿ”ก๐Ÿ”ก๐Ÿ”ก๐Ÿ”ก๐Ÿ”ก ๐Ÿ”ก๐Ÿ”ก๐Ÿ”ก ๐Ÿ›ซ

SALAM INISIATIF ๐Ÿ˜ตโ€๐Ÿ’ซ.
Mengelola harta kekayaan bukan hanya soal bagaimana cara memperoleh, tetapi juga bagaimana cara mewariskannya. Dalam konteks hukum, kita mengenal dua konsep penting: waris dan wasiat. Waris adalah proses pewarisan otomatis yang terjadi setelah seseorang meninggal, diatur oleh hukum yang berlaku. Sementara itu, wasiat adalah dokumen yang dibuat oleh pewaris semasa hidupnya, yang menentukan bagaimana harta akan dibagikan setelah ia tiada. Keduanya memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing.

Pertimbangan hukum dalam kedua konsep ini sangat krusial. Dalam waris, harta dibagikan menurut ketentuan hukum yang berlaku, yang bisa jadi tidak selalu sesuai dengan keinginan si pewaris. Di sisi lain, wasiat memberi fleksibilitas, tetapi memerlukan proses yang lebih formal dan bisa menghadapi tantangan dari pihak-pihak tertentu. Memahami perbedaan ini membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak tentang bagaimana mengelola dan mendistribusikan harta kita di masa depan.

Dengan memahami seni dalam mengelola harta, kita tidak hanya melindungi aset yang kita miliki, tetapi juga memastikan bahwa warisan kita memberikan manfaat maksimal bagi generasi mendatang. ๐ŸŽŠ


Spesial buat kalian semua para CLASS HUNTER, ATE #edisi408 ini akan membahas tema menarik "Seni Mengelola Harta: Waris Vs Wasiat dalam Perspektif Hukum". Sampai bertemu di kelas yah daahhh @withhardshipwillbeease @aliamahoroe ๐Ÿ’ก

Join grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
๐Ÿ“ฑ

https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1


๐Ÿ“Link Lesson Learned ATE
https://bit.ly/lessonlearnedATE ๐Ÿ’ซ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
APA ITU PRIVILEGE? ๐Ÿ’ฏ

oleh: Iim Fahima Jachja

Saya sering mengingatkan anak-anak betapa privilege-nya mereka. Bukan untuk sombong, melainkan untuk one day mereka mempertanggung jawabkan apa yang dimiliki dengan menjadi manusia yang bermanfaat.

Apa itu privilege? Dalam bahasa Indonesia biasanya diterjemahkan sebagai "hak istimewa yang dimiliki seseorang"

Tapi untuk memudahkan refleksi personal, saya sering menterjemahkannya sebagai "hilangnya halangan"

Kamu ada halangan kesehatan? Kalo tidak, berarti dibanding yang sakit, kamu privileged.

Kamu ada halangan baca? Kalo tidak, berarti dibanding yang buta huruf, kamu privileged

Kamu ada halangan memiliki tempat berteduh? Kalo tidak, berarti dibanding homeless kamu privileged.

Kamu ada halangan untuk bisa makan? Kalo tidak, berarti dibanding orang kelaparan ga punya makanan, kamu privileged.

Kamu ada halangan untuk bekerja? Kalo tidak, berarti dibanding pengangguran, kamu privileged.

Begitu seterusnya.

Ngecek privilege itu mudah, asal seseorang mau duduk tenang dan melakukan refleksi. Bukan gelisah dan terus menggerutu atas berbagai berbagai tantangan yang dihadapi.


Kalo menggerutu terus, hidup rasanya akan sempit terus. ๐Ÿ˜‡

#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
CV Mentor Ahmad.pdf
395.3 KB
Perkenalan singkat Narasumber ATE malam hari ini
Kegiatan udah dimulai si grup telegram ATE Internal ๐Ÿ’ฏ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Alia Amahoroe ๐ŸŒป
Forwarded from Alia Amahoroe ๐ŸŒป
HAPPINESS ๐Ÿฅฐ

oleh : Iwan Kusworo

Selamat pagi
Pagi ini saya melanjutkan baca buku "The Bullet Journal Method" (Ryder Carroll) dan sampai pada pembahasan tentang "happiness" atau kebahagiaan.

Apa yang kita beli di dunia ini akan bisa kita miliki, itu sudah menjadi kontrak sosial. Kita bisa membeli sepatu dari toko sepatu, membeli baju dari toko baju, membeli mobil dari dealer mobil. Tapi apakah kita menyadari bahwa tidak pernah kita jumpai "toko kebahagiaan?"

Itu karena kebahagiaan tidak bisa kita beli. Dan karena kebahagiaan itu tidak bisa kita beli, maka dia pun tidak bisa kita miliki.

Kebahagiaan, sama seperti kesedihan, datang dan pergi silih berganti. Itu adalah salah satu bentuk emosi. Dan seperti emosi-emosi lainnya, dia hanya sementara.


Kebahagiaan, secara istilah akan memiliki banyak definisi yang terkadang cukup kompleks. Pada akhirnya ini akan menyentuh ranah filosofi.

Dalam salah satu filosofi Yunani, "eudaimonism," kebahagiaan adalah sebuah filosofi moral yang mendefinisikan tindakan yang tepat yang akan membawa seseorang kepada kesejahteraan (well-being).

Dengan kalimat lain:
Kebahagiaan adalah hasil dari tindakan kita yang mengarah pada tujuan kita.

"If happiness is the result of our actions, then we need to stop asking ourselves how to
be happy
. Rather, we should be asking ourselves how to
be
."

"Jika kebahagiaan adalah hasil dari tindakan kita, maka
kita harus berhenti bertanya pada diri sendiri bagaimana cara menjadi bahagia
. Sebaliknya, kita harus bertanya pada diri sendiri
bagaimana cara menjadi diri sendiri
."


Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?

#INISIATIF #weekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
MENTERI + WAKIL MENTERI Kabinet Merah Putih 2024-2029

Berikut daftar lengkap susunan kabinet Merah Putih:

A. Kementerian Koordinator

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan: Yusril Ihza Mahendra

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat: Muhaimin IskandarMenteri Koordinator Bidang Pangan: Zulkifli Hasan

b. Kementerian Teknis

Menteri Sekretariat Negara: Prasetyo Hadi

Menteri Dalam NegerI: Tito Karnavian

Menteri Luar Negeri: Sugiono

Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin

Menteri Agama: Nasaruddin Umar

Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas

Menteri Hak Asasi Manusia: Natalius Pigai

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto

Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Muโ€™ti

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi: Satryo Soemantri Brodjonegoro

Menteri Kebudayaan: Fadli Zon

Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin

Menteri Sosial: Saifullah Yusuf

Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran: Abdul Kadir Karding

Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita

Menteri Perdagangan: Budi Santoso

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Bahlil Lahadalia

Menteri Pekerjaan Umum: Dodi Hanggodo

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Maruarar Sirait

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT): Yandri Susanto

Menteri Transmigrasi: Iftitah Suryanegara

Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi

Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid

Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman

Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni

Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional: Nusron Wahid

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas: Rachmat Pambudy

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Rini Widiyantini

Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN: Wihaji

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Hanif Faisol Nurofiq

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Rosan Roeslani

Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM): Maman Abdurrahman

Menteri Pariwisata: Widiyanti Putri Wardhana

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Barekraf: Teuku Riefky Harsya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifatul Choiri Fauzi

Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo

Sekretaris Kabinet: Teddy Indra Wijaya

c. Lembaga setingkat menteri

Kepala Badan Intelijen Negara: Letjen Muhammad Herindra

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia: Listyo Sigit Prabowo

Panglima Tentara Nasional Indonesia: Agus Subiyanto

Jaksa Agung: Sanitiar Burhanuddin

Kepala Staf Kepresidenan: Letjen (Purn) A.M Putranto

Kepala Kantor Komunikasi Presiden: Hasan Hasbi

d. Wakil Menteri

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan: Lodewijk F Paulus

Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan: Otto Hasibuan

Wakil Menteri Sekretaris Negara: Bambang Eko Suhariyanto, Juri Ardiantoro

Wakil Menteri Dalam Negeri: Bima Arya, Ribka Haluk

Wakil Menteri Luar Negeri: Annis Matta, Arrmanatha Nasir, Arif Havas Oegroseno

Wakil Menteri Pertahanan: Donny Ermawan Taufanto

Wakil Menteri Agama: Muhammad Syafi'i

Wakil Menteri Hukum: Edward Omar Sharif Hiariej

Wakil Menteri HAM: Mugiyanto

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Silmy Karim

Wakil Menteri Keuangan: Thomas AM Jiwandono, Suahasil, Anggito Abimanyu

Wakil Menteri Pendidikan: Fajar Riza Ulhaq, Atip Latipulhayat

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Science dan Teknologi: Fauzan, Stela Cristi
Wakil Menteri Kebudayaan: Giring Ganesha

Wakil Menteri Kesehatan: Dante Saksono Harguono

Wakil Menteri Sosial: Agus Jabo Priyono

Wakil Menteri Ketenagakerjaan: Emanuel Ebenezer

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Cristina Ariyani

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Zulfikar Ahmad Tawala

Wakil Menteri Perindustrian: Faisol Riza

Wakil Menteri Perdagangan: Diah Roro

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Yuliot

Wakil Menteri Pekerjaan Umum: Diana Kusumastuti

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Perkumiman: Fahri Hamzah

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal: Ahmad Riza Patria

Wakil Menteri Transmigrasi: Viva Yoga Mauladi

Wakil Menteri Perhubungan: Suntana

Wamen Komunikasi dan Digital: Angga Raka Prabowo, Nezar Patria

Wakil Menteri Pertanian: Sudaryono

Wakil Menteri Kehutanan: Sulaeman Umar

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan: Didit Erdiawan Asyaf

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional: Ossy Dermawan

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Wakil Kepala Badan Perencanaan Nasional: Febrian Alphyanto Ruddyard

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Purwadi Arianto

Wakil Menteri BUMN: Kartiko Wirjoatmodjo, Aminuddin Maruf, Dony Oskaria

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Wakil Kepala Badan dan Keluarga Berencana Nasional: Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka

Wakil Menteri Lingkungan Hidup / Wakil Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup: Diaz Hendropriyono

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Todotua Pasaribu

Wakil Menteri Koperasi: Ferry Joko Yuliantono

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: Helvi Yuni Moraza

Wakil Menteri Pariwisata: Ni Luh Puspa

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Irene Umar

Wakil Menteri PPPA: Veronica Tan

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga: Taufik Hidayat

Wakil Kepala Staf Kepresidenan: Muhammad Qodari

Sumber : https://www.merdeka.com/politik/daftar-lengkap-menteri-dan-wakil-menteri-kabinet-merah-putih-prabowo-gibran-219085-mvk.html