PERSONAL VALUES ๐
Oleh : Iwan Kusworo
Pada tahun 1983, seorang gitaris dikeluarkan dari sebuah group band yang baru saja akan menandatangani kontrak album pertama mereka. Alasan dia dikeluarkan adalah karena dia dinilai sering terlibat konflik dengan anggota band lainnya, juga terkait penggunaan obat terlarang.
Gitaris tersebut bernama Dave Mustaine, dan group band yang dibentuknya adalah group musik legendaris beraliran heavy-metal bernama Megadeth.
Sayangnya, group band lamanya yang mendepak dia adalah Metallica, yang telah menjual 180 juta copy album di seluruh dunia, dan dinobatkan sebagai group band rock terhebat sepanjang masa.
Terlepas dari kesuksesan yang diraih Megadeth, karena ambisi Dave Mustaine adalah mengalahkan Metallica, sampai 20 tahun kemudian dia tidak pernah merasa telah berhasil. Dan lebih parahnya, dia menganggap dirinya orang yang gagal, orang yang โdibuangโ dari Metallica.
What are your personal values?๐
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a nice day, folks!โค๏ธ
โ
Note: Insight dari buku โThe Subtle Art of Not Giving a F*ckโ (Mark Manson)
#INISIATIF
Oleh : Iwan Kusworo
Pada tahun 1983, seorang gitaris dikeluarkan dari sebuah group band yang baru saja akan menandatangani kontrak album pertama mereka. Alasan dia dikeluarkan adalah karena dia dinilai sering terlibat konflik dengan anggota band lainnya, juga terkait penggunaan obat terlarang.
Gitaris ini kemudian membentuk group band baru, dengan ambisi bahwa band-nya ini akan jauh lebih hebat dari group band lamanya. Dia merekrut beberapa musisi berbakat lainnya dan bekerja keras untuk memenuhi ambisinya itu.
Group band baru bentukan gitaris ini pada akhirnya berhasil menjual 25 juta copy album dan beberapa kali melakukan tour keliling dunia. Sebuah prestasi yang luar biasa!๐ฅ
Gitaris tersebut bernama Dave Mustaine, dan group band yang dibentuknya adalah group musik legendaris beraliran heavy-metal bernama Megadeth.
Sayangnya, group band lamanya yang mendepak dia adalah Metallica, yang telah menjual 180 juta copy album di seluruh dunia, dan dinobatkan sebagai group band rock terhebat sepanjang masa.
Terlepas dari kesuksesan yang diraih Megadeth, karena ambisi Dave Mustaine adalah mengalahkan Metallica, sampai 20 tahun kemudian dia tidak pernah merasa telah berhasil. Dan lebih parahnya, dia menganggap dirinya orang yang gagal, orang yang โdibuangโ dari Metallica.
Rasa sakit hatinya karena dikeluarkan dari Metallica
telah menjadikan โlebih hebat dari Metallicaโ sebagai ukuran suksesnya.
Ini yang kemudian membuat
dia selalu merasa gagal
dalam hidupnya.
Kita mendefinisikan sukses kita masing-masing berdasarkan personal values, yaitu nilai dan prinsip hidup yang kita junjung tinggi dalam hidup ini. Contohnya: integritas, kejujuran, cinta kasih, disiplin, kepercayaan (trust), dll.
What are your personal values?
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a nice day, folks!
โ
Note: Insight dari buku โThe Subtle Art of Not Giving a F*ckโ (Mark Manson)
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Menang kudukung, kalah kusanjung ๐ฒ๐จ
Potret keseruan nobar timnas malam tadi di Kantor Pusat. Kawan-kawan di daerah jangan mau ketinggalan momennya juga๐ฅ
#INISIATIF #Kolaborasi
Potret keseruan nobar timnas malam tadi di Kantor Pusat. Kawan-kawan di daerah jangan mau ketinggalan momennya juga
#INISIATIF #Kolaborasi
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
TIDAK ADA YANG TAHU ๐
FYI. Sampai berakhirnya waktu konfirmasi, tidak ada peserta yang melaporkan bisa menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat baik di polling #INISIATIFdukungTimnas๐ฒ๐จ
Sementara souvenirnya disimpan dulu untuk tantangan selanjutnya yah. Sampai bertemu kembali๐ฏ
#INISIATIF
FYI. Sampai berakhirnya waktu konfirmasi, tidak ada peserta yang melaporkan bisa menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat baik di polling #INISIATIFdukungTimnas
Sementara souvenirnya disimpan dulu untuk tantangan selanjutnya yah. Sampai bertemu kembali
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SAAT KITA HARUS TETAP MENJAGA KESEIMBANGAN HIDUP ๐งฎ
**
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Saya baru saja mendapatkan cerita sedih. Seorang sahabat saja mengalami mental break-down, dan harus dirawat berbulan-bulan. Sebut saja namanya Sebastian (bukan nama sebenarnya, sahabat saya sejak saya kuliah di Perancis, waktu itu dia mengambil kuliah Finance saat saya mengambil kuliah di bidang Computer Sciences).
Beberapa puluh tahun kemudian, saya pulang ke Indonesia, menjalani kehidupan saya. Dia masih di Perancis, dan sukses sebagai Finance Director, hidup berbahagia bersama istri dan dua anaknya yang lucu.
Sebastian rajin berolahraga, dia rajin lari, renang dan bersepeda, bahkan ikut lomba triathlon. Badannya sehat walafiat. Facebooknya selalu kelihatan cerah dan Bahagia.
Beberapa bulan yang lalu, di Whatsapps group, dia memberi kabar.
โTeman-teman, saya harus update bahwa sayangnya saya baru saja mengalami mental break down dan harus dirawat di rumah sakit beberapa bulan ini. Saya perlu beristirahat beberapa bulan lagi, dan sementara saya masih di rumah sakit.โ
Kabar itu mengejutkan kami semua. Sebastian yang beberapa bulan lalu kelihatan begitu happy, bersama keluarganya, dan juga rajin berolahraga, ternyata mengalami hal itu.
**
Sebenarnya kasus Sebastian ini sering terjadi. Saya mengenal beberapa kenalan yang level senior leader yang mengalami hal yang sama. Mengapa demikian?
Mari kita analogykan hal ini dengan sebuah mobil balap yang harus berjalan secepat cepatnya untuk mencapai finish menjadi juara pertama. Mobil yang berjalan kencang pasti mesinnya panas. Tetapi mari kita lihat lebih dahulu, apa saja yang menjadi bagian dari mobil balap itu.
1. Engine (CC Mesin Mobil)
Ukuran mesin mobil melambangkan IQ atau kecerdasan yang kita miliki. Semakin tinggi CC semakin cepat mobilnya. Semakin tinggi IQ semakin tinggi kemampuan belajar dan menyelesaikan masalah kompleks di pekerjaan. IQ itu penting! Dan tentunya IQ bukan satu satunya faktor yang menentukan keberhasilan kita.
2. Emotional Intelligence (steering wheel, ability to drive).
Percuma punya mobil dengan mesin yang besar dan CC yang tinggi ternyata tidak bisa menyetir, nanti nabrak-nabrak. Sama persis, tidak ada gunanya punya kacerdasan tinggi tapi tidak bisa bekerja sama dengan timnya, tidak mampu mengorganisasi pekerjaanya dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Nah faktor-faktor inilah yang termasuk dalam Emotional Intelligence. Kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan menggunakan kekuatan kita dalam karier.
3. Adversity Quotient (pedal gas, accelerator).
Kadang kadang saya mengenal orang dengan kecerdasan dan emotional intelligence yang tinggi tetapi tetap saja tidak berhasil dalam hidupnya. Nah, analoginya adalah seperti mobil dengan CC yang tinggi dan sopir yang jago tetapi tidak berani menginjak gas nya. Takut nabrak dan tidak berani mengambil risiko.
Dalam kehidupan juga ada orang cerdas dan pintar mengendalikan emosinya. Tetapi mereka tidak mempunyai daya juang dan fighting spirit yang tinggi. Tidak ada keinginan yang kuat untuk mengubah nasib. Persistence and perserverance are the key to your success. Kegigihan dan ketekunan adalah kubnci kesuksesan kita.
**
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Saya baru saja mendapatkan cerita sedih. Seorang sahabat saja mengalami mental break-down, dan harus dirawat berbulan-bulan. Sebut saja namanya Sebastian (bukan nama sebenarnya, sahabat saya sejak saya kuliah di Perancis, waktu itu dia mengambil kuliah Finance saat saya mengambil kuliah di bidang Computer Sciences).
Beberapa puluh tahun kemudian, saya pulang ke Indonesia, menjalani kehidupan saya. Dia masih di Perancis, dan sukses sebagai Finance Director, hidup berbahagia bersama istri dan dua anaknya yang lucu.
Sebastian rajin berolahraga, dia rajin lari, renang dan bersepeda, bahkan ikut lomba triathlon. Badannya sehat walafiat. Facebooknya selalu kelihatan cerah dan Bahagia.
Beberapa bulan yang lalu, di Whatsapps group, dia memberi kabar.
โTeman-teman, saya harus update bahwa sayangnya saya baru saja mengalami mental break down dan harus dirawat di rumah sakit beberapa bulan ini. Saya perlu beristirahat beberapa bulan lagi, dan sementara saya masih di rumah sakit.โ
Kabar itu mengejutkan kami semua. Sebastian yang beberapa bulan lalu kelihatan begitu happy, bersama keluarganya, dan juga rajin berolahraga, ternyata mengalami hal itu.
**
Saya juga tidak tahu persisnya apa penyebabnya pada Sebastian. Tetapi mental break down itu sering kali dipicu oleh stres berat dan dapat menimbulkan gejala psikologis maupun fisik. Tanda-tanda gangguannya bisa berbeda-beda pada setiap orang, dan mereka mungkin mengalami gejala-gejala fisik, psikologis dan perilaku sehari-hari.
Sebenarnya kasus Sebastian ini sering terjadi. Saya mengenal beberapa kenalan yang level senior leader yang mengalami hal yang sama. Mengapa demikian?
Mari kita analogykan hal ini dengan sebuah mobil balap yang harus berjalan secepat cepatnya untuk mencapai finish menjadi juara pertama. Mobil yang berjalan kencang pasti mesinnya panas. Tetapi mari kita lihat lebih dahulu, apa saja yang menjadi bagian dari mobil balap itu.
1. Engine (CC Mesin Mobil)
Ukuran mesin mobil melambangkan IQ atau kecerdasan yang kita miliki. Semakin tinggi CC semakin cepat mobilnya. Semakin tinggi IQ semakin tinggi kemampuan belajar dan menyelesaikan masalah kompleks di pekerjaan. IQ itu penting! Dan tentunya IQ bukan satu satunya faktor yang menentukan keberhasilan kita.
2. Emotional Intelligence (steering wheel, ability to drive).
Percuma punya mobil dengan mesin yang besar dan CC yang tinggi ternyata tidak bisa menyetir, nanti nabrak-nabrak. Sama persis, tidak ada gunanya punya kacerdasan tinggi tapi tidak bisa bekerja sama dengan timnya, tidak mampu mengorganisasi pekerjaanya dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Nah faktor-faktor inilah yang termasuk dalam Emotional Intelligence. Kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan menggunakan kekuatan kita dalam karier.
3. Adversity Quotient (pedal gas, accelerator).
Kadang kadang saya mengenal orang dengan kecerdasan dan emotional intelligence yang tinggi tetapi tetap saja tidak berhasil dalam hidupnya. Nah, analoginya adalah seperti mobil dengan CC yang tinggi dan sopir yang jago tetapi tidak berani menginjak gas nya. Takut nabrak dan tidak berani mengambil risiko.
Dalam kehidupan juga ada orang cerdas dan pintar mengendalikan emosinya. Tetapi mereka tidak mempunyai daya juang dan fighting spirit yang tinggi. Tidak ada keinginan yang kuat untuk mengubah nasib. Persistence and perserverance are the key to your success. Kegigihan dan ketekunan adalah kubnci kesuksesan kita.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐1
4. Spiritual Quotient (including stress management quotient)
Ini adalah radiator yang berfungsi untuk mendinginkan mesin mobil pada saat kecepatannya tinggi. Ini mengingatkan kita bahwa pada saat kita menyetir mobil dengan kecepatan tinggi (karena mesin kita CC nya tinggi, karena sopirnya jago nyetir, dan berani menginjak gas) kita juga perlu yakin bahwa radiator kita berjalan dengan baik. Kalau tidak nanti mesin terlalu panas dan bisa bisa turun mesin.
Dalam karier kita, semuanya akan berjalan begitu cepat. Dan kalau karier kita melesat cepat, kemungkinan besar kecerdasan kita tinggi, kita mampu mengendalikan emosi, dan kita juga mempunyai fighting spirit yang tinggi.
Tetapi tentunya akan banyak pressure dan stress yang tinggi di pekerjaan kita. Kita harus mampu memanage stress dan pressure kita dengan baik. Kalau tidak bisa bisa otak kita harus "turun mesin" dan mungkin kita akan depresi dan frustasi. Dan ini yang menyebabkan banyak sekali orang sukses yang frustasi, depresi dan bahkan bunuh diri.
Karena semakin tinggi posisinya tentunya semakin tinggi juga stress dan pressurenya. Jadi kita akan memerlukan penyeimbangnya. Di sinilah pentingnya aspect spiritual. Saya mengobservasi beberapa business leaders di Indonesia maupun di luar negeri. Ada yang dengan menekuni agamanya sesuai kepercayaannya. And that's great they found their inner peace. Ada yang active di kegiatan charity. Ada yang menekuni hobby nya sebagai sarana untuk melepaskan pressure dan stress.
**
So in summary, what you need to balance are :
- kecerdasan
- emotional intelligence (kemampuan mengendalikan emosi, berkomunikasi, bekerjasama)
- adversity (daya juang)
- spirituality (kemampuan mencari inner peace dan kebahagiaan dalam diri sendiri)
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Ini adalah radiator yang berfungsi untuk mendinginkan mesin mobil pada saat kecepatannya tinggi. Ini mengingatkan kita bahwa pada saat kita menyetir mobil dengan kecepatan tinggi (karena mesin kita CC nya tinggi, karena sopirnya jago nyetir, dan berani menginjak gas) kita juga perlu yakin bahwa radiator kita berjalan dengan baik. Kalau tidak nanti mesin terlalu panas dan bisa bisa turun mesin.
Dalam karier kita, semuanya akan berjalan begitu cepat. Dan kalau karier kita melesat cepat, kemungkinan besar kecerdasan kita tinggi, kita mampu mengendalikan emosi, dan kita juga mempunyai fighting spirit yang tinggi.
Tetapi tentunya akan banyak pressure dan stress yang tinggi di pekerjaan kita. Kita harus mampu memanage stress dan pressure kita dengan baik. Kalau tidak bisa bisa otak kita harus "turun mesin" dan mungkin kita akan depresi dan frustasi. Dan ini yang menyebabkan banyak sekali orang sukses yang frustasi, depresi dan bahkan bunuh diri.
Karena semakin tinggi posisinya tentunya semakin tinggi juga stress dan pressurenya. Jadi kita akan memerlukan penyeimbangnya. Di sinilah pentingnya aspect spiritual. Saya mengobservasi beberapa business leaders di Indonesia maupun di luar negeri. Ada yang dengan menekuni agamanya sesuai kepercayaannya. And that's great they found their inner peace. Ada yang active di kegiatan charity. Ada yang menekuni hobby nya sebagai sarana untuk melepaskan pressure dan stress.
**
So in summary, what you need to balance are :
- kecerdasan
- emotional intelligence (kemampuan mengendalikan emosi, berkomunikasi, bekerjasama)
- adversity (daya juang)
- spirituality (kemampuan mencari inner peace dan kebahagiaan dalam diri sendiri)
Dan keempat aspect itu seperti empat kaki meja. Idealnya empat kaki meja kokoh dan seimbang. Satu kaki patah,meja mulai goyang, tidak stabil. Dua kaki patah, maka meja pun roboh, tak bisa berdiri lagi. Maka kita perlu mengingatkan diri untuk menjaga keseimbangan di antara 4 hal di atas.
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
โค2
Forwarded from Nody Silaban
Selamat Sore Bapak/Ibu Teman-teman Duta BPJS Kesehatan!!
Ayo berikan dukungan kepada Paduan Suara BPJS Kesehatan pada keikutsertaan perdananya di Festival Paduan Suara Sektor Jasa Keuangan 2024 dengan cara :
1. Follow akun instagram @FPSSJK https://instagram.com/fpssjk?igshid=MzRlODBiNWFlZA== sebelum tanggal 31 Oktober 2024
2. Like dan Comment foto Paduan Suara BPJS Kesehatan yang akan diunggah di instagram @FPSSJK pada 1 November 2024 (sebagai favorit pilihan netizen)
3. Admin Akun IG @FPSSJK akan menutup friend request nya pada 1 November 2024 (hanya followers IG @FPSSJK yang dapat memberikan like dan comment)
Ayo berikan dukungan kepada Paduan Suara BPJS Kesehatan pada keikutsertaan perdananya di Festival Paduan Suara Sektor Jasa Keuangan 2024 dengan cara :
1. Follow akun instagram @FPSSJK https://instagram.com/fpssjk?igshid=MzRlODBiNWFlZA== sebelum tanggal 31 Oktober 2024
2. Like dan Comment foto Paduan Suara BPJS Kesehatan yang akan diunggah di instagram @FPSSJK pada 1 November 2024 (sebagai favorit pilihan netizen)
3. Admin Akun IG @FPSSJK akan menutup friend request nya pada 1 November 2024 (hanya followers IG @FPSSJK yang dapat memberikan like dan comment)
๐1
SALAM INISIATIF๐ตโ๐ซ .
Mengelola harta kekayaan bukan hanya soal bagaimana cara memperoleh, tetapi juga bagaimana cara mewariskannya. Dalam konteks hukum, kita mengenal dua konsep penting: waris dan wasiat. Waris adalah proses pewarisan otomatis yang terjadi setelah seseorang meninggal, diatur oleh hukum yang berlaku. Sementara itu, wasiat adalah dokumen yang dibuat oleh pewaris semasa hidupnya, yang menentukan bagaimana harta akan dibagikan setelah ia tiada. Keduanya memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing.
Pertimbangan hukum dalam kedua konsep ini sangat krusial. Dalam waris, harta dibagikan menurut ketentuan hukum yang berlaku, yang bisa jadi tidak selalu sesuai dengan keinginan si pewaris. Di sisi lain, wasiat memberi fleksibilitas, tetapi memerlukan proses yang lebih formal dan bisa menghadapi tantangan dari pihak-pihak tertentu. Memahami perbedaan ini membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak tentang bagaimana mengelola dan mendistribusikan harta kita di masa depan.
Dengan memahami seni dalam mengelola harta, kita tidak hanya melindungi aset yang kita miliki, tetapi juga memastikan bahwa warisan kita memberikan manfaat maksimal bagi generasi mendatang.๐
Spesial buat kalian semua para CLASS HUNTER, ATE #edisi408 ini akan membahas tema menarik "Seni Mengelola Harta: Waris Vs Wasiat dalam Perspektif Hukum". Sampai bertemu di kelas yah daahhh @withhardshipwillbeease @aliamahoroe
Join grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
๐ฑ
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
https://bit.ly/lessonlearnedATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
APA ITU PRIVILEGE? ๐ฏ
oleh: Iim Fahima Jachja
Saya sering mengingatkan anak-anak betapa privilege-nya mereka. Bukan untuk sombong, melainkan untuk one day mereka mempertanggung jawabkan apa yang dimiliki dengan menjadi manusia yang bermanfaat.
Apa itu privilege? Dalam bahasa Indonesia biasanya diterjemahkan sebagai "hak istimewa yang dimiliki seseorang"
Tapi untuk memudahkan refleksi personal, saya sering menterjemahkannya sebagai "hilangnya halangan"
Kamu ada halangan kesehatan? Kalo tidak, berarti dibanding yang sakit, kamu privileged.
Kamu ada halangan baca? Kalo tidak, berarti dibanding yang buta huruf, kamu privileged
Kamu ada halangan memiliki tempat berteduh? Kalo tidak, berarti dibanding homeless kamu privileged.
Kamu ada halangan untuk bisa makan? Kalo tidak, berarti dibanding orang kelaparan ga punya makanan, kamu privileged.
Kamu ada halangan untuk bekerja? Kalo tidak, berarti dibanding pengangguran, kamu privileged.
Begitu seterusnya.
Kalo menggerutu terus, hidup rasanya akan sempit terus.๐
#INISIATIF #TGIF
oleh: Iim Fahima Jachja
Saya sering mengingatkan anak-anak betapa privilege-nya mereka. Bukan untuk sombong, melainkan untuk one day mereka mempertanggung jawabkan apa yang dimiliki dengan menjadi manusia yang bermanfaat.
Apa itu privilege? Dalam bahasa Indonesia biasanya diterjemahkan sebagai "hak istimewa yang dimiliki seseorang"
Tapi untuk memudahkan refleksi personal, saya sering menterjemahkannya sebagai "hilangnya halangan"
Kamu ada halangan kesehatan? Kalo tidak, berarti dibanding yang sakit, kamu privileged.
Kamu ada halangan baca? Kalo tidak, berarti dibanding yang buta huruf, kamu privileged
Kamu ada halangan memiliki tempat berteduh? Kalo tidak, berarti dibanding homeless kamu privileged.
Kamu ada halangan untuk bisa makan? Kalo tidak, berarti dibanding orang kelaparan ga punya makanan, kamu privileged.
Kamu ada halangan untuk bekerja? Kalo tidak, berarti dibanding pengangguran, kamu privileged.
Begitu seterusnya.
Ngecek privilege itu mudah, asal seseorang mau duduk tenang dan melakukan refleksi. Bukan gelisah dan terus menggerutu atas berbagai berbagai tantangan yang dihadapi.
Kalo menggerutu terus, hidup rasanya akan sempit terus.
#INISIATIF #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
CV Mentor Ahmad.pdf
395.3 KB
Perkenalan singkat Narasumber ATE malam hari ini
Kegiatan udah dimulai si grup telegram ATE Internal ๐ฏ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
HAPPINESS ๐ฅฐ
oleh : Iwan Kusworo
Selamat pagi
Pagi ini saya melanjutkan baca buku "The Bullet Journal Method" (Ryder Carroll) dan sampai pada pembahasan tentang "happiness" atau kebahagiaan.
Apa yang kita beli di dunia ini akan bisa kita miliki, itu sudah menjadi kontrak sosial. Kita bisa membeli sepatu dari toko sepatu, membeli baju dari toko baju, membeli mobil dari dealer mobil. Tapi apakah kita menyadari bahwa tidak pernah kita jumpai "toko kebahagiaan?"
Itu karena kebahagiaan tidak bisa kita beli. Dan karena kebahagiaan itu tidak bisa kita beli, maka dia pun tidak bisa kita miliki.
Kebahagiaan, secara istilah akan memiliki banyak definisi yang terkadang cukup kompleks. Pada akhirnya ini akan menyentuh ranah filosofi.
Dalam salah satu filosofi Yunani, "eudaimonism," kebahagiaan adalah sebuah filosofi moral yang mendefinisikan tindakan yang tepat yang akan membawa seseorang kepada kesejahteraan (well-being).
Dengan kalimat lain:
Kebahagiaan adalah hasil dari tindakan kita yang mengarah pada tujuan kita.
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
#INISIATIF #weekend
oleh : Iwan Kusworo
Selamat pagi
Pagi ini saya melanjutkan baca buku "The Bullet Journal Method" (Ryder Carroll) dan sampai pada pembahasan tentang "happiness" atau kebahagiaan.
Apa yang kita beli di dunia ini akan bisa kita miliki, itu sudah menjadi kontrak sosial. Kita bisa membeli sepatu dari toko sepatu, membeli baju dari toko baju, membeli mobil dari dealer mobil. Tapi apakah kita menyadari bahwa tidak pernah kita jumpai "toko kebahagiaan?"
Itu karena kebahagiaan tidak bisa kita beli. Dan karena kebahagiaan itu tidak bisa kita beli, maka dia pun tidak bisa kita miliki.
Kebahagiaan, sama seperti kesedihan, datang dan pergi silih berganti. Itu adalah salah satu bentuk emosi. Dan seperti emosi-emosi lainnya, dia hanya sementara.
Kebahagiaan, secara istilah akan memiliki banyak definisi yang terkadang cukup kompleks. Pada akhirnya ini akan menyentuh ranah filosofi.
Dalam salah satu filosofi Yunani, "eudaimonism," kebahagiaan adalah sebuah filosofi moral yang mendefinisikan tindakan yang tepat yang akan membawa seseorang kepada kesejahteraan (well-being).
Dengan kalimat lain:
Kebahagiaan adalah hasil dari tindakan kita yang mengarah pada tujuan kita.
"If happiness is the result of our actions, then we need to stop asking ourselves how to
be happy
. Rather, we should be asking ourselves how to
be
."
"Jika kebahagiaan adalah hasil dari tindakan kita, maka
kita harus berhenti bertanya pada diri sendiri bagaimana cara menjadi bahagia
. Sebaliknya, kita harus bertanya pada diri sendiri
bagaimana cara menjadi diri sendiri
."
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
#INISIATIF #weekend
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM