Ragam alasan mengapa orang bertanya โ
Jadi penasaran, alasan mana yang paling sering sobat temui/lakukan?
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Jadi penasaran, alasan mana yang paling sering sobat temui/lakukan?
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Kebanyakan orang berpikir orang berhenti melanjutkan apa yang diyakinin bisa meraih kesuksesanya karena ada sesuatu yang terlalu sulit.
SALAHโ
Mereka berhenti karena:
1. Pekerjaan sehari-hari terasa monotonโ
2. Kemajuan tampaknya tidak terlihatโ
3. Ia menyangka Semua orang mengalami โkesuksesan dalam semalamโโ
Namun inilah kenyataannya:โ
1. Kesuksesan dibangun di saat-saat yang membosankanโ
2. Sukses Itu muncul ketika tidak ada yang melihatโ
3. Sukses Itu adalah melakukan hal-hal kecil secara konsistenโ
Rahasianya?๐ก
1. Belajar menerima hal yang membosankan๐ก
2. Temukan kegembiraan dalam prosesnya๐ก
3. Berdamai dengan dataran tinggi di mana kita sendirian menjalani sesuai keyakinan dan harapan kita untuk sukses๐ก
oleh: Agung Prasetyo Utomo
#INISIATIF
SALAH
Mereka berhenti karena:
1. Pekerjaan sehari-hari terasa monoton
2. Kemajuan tampaknya tidak terlihat
3. Ia menyangka Semua orang mengalami โkesuksesan dalam semalamโ
Namun inilah kenyataannya:
1. Kesuksesan dibangun di saat-saat yang membosankan
2. Sukses Itu muncul ketika tidak ada yang melihat
3. Sukses Itu adalah melakukan hal-hal kecil secara konsisten
Rahasianya?
1. Belajar menerima hal yang membosankan
2. Temukan kegembiraan dalam prosesnya
3. Berdamai dengan dataran tinggi di mana kita sendirian menjalani sesuai keyakinan dan harapan kita untuk sukses
Karena mereka yang menguasai monoton, Adalah mereka yang pada akhirnya menang. Kisah sukses Anda ditulis di saat-saat tenang.๐
oleh: Agung Prasetyo Utomo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ3
oleh: Muhammad Farid Maricar
Kemurahan hati bukan hanya tanda kebaikan seseorang, tapi juga tanda kecerdasan. Ternyata, menurut data, orang-orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi lebih murah hati, dan menegosiasikan kesepakatan tertentu dengan orang lain. Mengapa?
Karena pada dasarnya, mereka memprioritaskan kebaikan jangka panjang daripada kepentingan pribadi jangka pendek. Pernyataan ini memberikan perspektif yang menarik tentang hubungan antara kecerdasan, kedermawanan, dan kebaikan seseorang.
Biasanya, kecerdasan sering didefinisikan berdasarkan kemampuan kognitif, seperti pemecahan masalah, logika, dan daya ingat.
Namun, sudut pandang Grant, seorang Professor di bidang psikologi, yang juga penulis terkenal, membuka wawasan baru bahwa ternyata kita bisa mengenali kecerdasan tidak hanya pada aspek kognitif semata, melainkan juga pada aspek sosial dan emosional.
Pernyataan ini diperkuat dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kolaborasi, empati, dan kesejahteraan bersama.
Banyak di antara kita yang tidak sadar, bahwa berbagi dengan orang lain adalah salah satu strategi yang cerdas untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih stabil dan mendukung peningkatan mutu lingkungan.
Di sisi lain, perilaku egois sering kali dikaitkan dengan kecenderungan untuk mengutamakan keuntungan jangka pendek yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam salah satu buku beliau yang saya koleksi, yang berjudul 'Give and Take', beliau menekankan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita mengambil, melainkan dari seberapa besar kontribusi kita kepada orang lain.
Konsep ini menantang pandangan kuno sebagian orang bahwa tentang kesuksesan adalah ketika berfokus pada pencapaian pribadi, padahal menjadi seorang giver, atau pemberi, bukan hanya sebuah tindakan kebaikan, tetapi juga strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan untuk mencapai kesuksesan.
#INISIATIF
Kemurahan hati bukan hanya tanda kebaikan seseorang, tapi juga tanda kecerdasan. Ternyata, menurut data, orang-orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi lebih murah hati, dan menegosiasikan kesepakatan tertentu dengan orang lain. Mengapa?
Karena pada dasarnya, mereka memprioritaskan kebaikan jangka panjang daripada kepentingan pribadi jangka pendek. Pernyataan ini memberikan perspektif yang menarik tentang hubungan antara kecerdasan, kedermawanan, dan kebaikan seseorang.
Biasanya, kecerdasan sering didefinisikan berdasarkan kemampuan kognitif, seperti pemecahan masalah, logika, dan daya ingat.
Namun, sudut pandang Grant, seorang Professor di bidang psikologi, yang juga penulis terkenal, membuka wawasan baru bahwa ternyata kita bisa mengenali kecerdasan tidak hanya pada aspek kognitif semata, melainkan juga pada aspek sosial dan emosional.
Orang dengan kecerdasan tinggi, dalam pandangannya, adalah mereka yang memiliki visi jangka panjang dan mampu memahami implikasi dari tindakan mereka terhadap kesejahteraan orang lain..
Pernyataan ini diperkuat dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kolaborasi, empati, dan kesejahteraan bersama.
Banyak di antara kita yang tidak sadar, bahwa berbagi dengan orang lain adalah salah satu strategi yang cerdas untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih stabil dan mendukung peningkatan mutu lingkungan.
Di sisi lain, perilaku egois sering kali dikaitkan dengan kecenderungan untuk mengutamakan keuntungan jangka pendek yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam salah satu buku beliau yang saya koleksi, yang berjudul 'Give and Take', beliau menekankan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita mengambil, melainkan dari seberapa besar kontribusi kita kepada orang lain.
Konsep ini menantang pandangan kuno sebagian orang bahwa tentang kesuksesan adalah ketika berfokus pada pencapaian pribadi, padahal menjadi seorang giver, atau pemberi, bukan hanya sebuah tindakan kebaikan, tetapi juga strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan untuk mencapai kesuksesan.
#INISIATIF
Selamat pagi!
Ketika masih kelas 5 SD, saya pernah menulis sebuah cerita detektif di buku tulis dengan tulisan tangan, menceritakan 5 anak SMP di Inggris yang mempunyai kegemaran menyelidiki kasus kejahatan. Bisa ditebak, ini terinspirasi dari novel Lima Sekawan yang populer saat itu. Waktu itu saya ingin membuat yang versi saya.
Yang unik, dengan berbekal pengetahuan anak kelas 5 SD yang menceritakan setting cerita di Inggris, saya menamai salah satu jalan tempat kejahatan terjadi adalah di "Jalan Kartini."๐
Saya suka tertawa sendiri jika mengingat itu. Karena pastinya Raden Ajeng Kartini tidak pernah jadi pahlawan nasional Kerajaan Inggris. Dan sudah pasti tidak akan pernah dijadikan nama jalan di sana.
Saat itu saya melakukan kesalahan. Dan bisa jadi saat ini pun saya masih banyak melakukan kesalahan yang saya tidak menyadarinya. Mungkin Iwan dari masa depan, yang melihat dari 5-10 tahun kemudian, akan bilang bahwa yang saya lakukan dan pikirkan saat ini adalah sesuatu yang salah.
Di setiap langkah dalam hidup, kita bisa melakukan kesalahan. Kita bisa salah dalam memahami diri kita, orang lain, masyarakat, budaya, bahkan alam semesta.
Dan idealnya kita berharap itu akan berlangsung terus menerus, karena ketika kita menyadari bahwa kita melakukan kesalahan, itu adalah tanda bahwa kita bertumbuh.
"We shouldn't seek to find the ultimate 'right' answer for ourselves, but rather, we should seek to chip away at the ways that we're wrong today so that we can be a little less wrong tomorrow." (Kita seharusnya tidak berusaha menemukan jawaban yang 'benar' bagi diri kita sendiri, tetapi sebaliknya, kita seharusnya berusaha memperbaiki kesalahan kita hari ini, sehingga kesalahan kita bisa berkurang sedikit di kemudian hari)
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice Thursday!โค๏ธ
oleh: Iwan Kusworo
#INISIATIF
Ketika masih kelas 5 SD, saya pernah menulis sebuah cerita detektif di buku tulis dengan tulisan tangan, menceritakan 5 anak SMP di Inggris yang mempunyai kegemaran menyelidiki kasus kejahatan. Bisa ditebak, ini terinspirasi dari novel Lima Sekawan yang populer saat itu. Waktu itu saya ingin membuat yang versi saya.
Yang unik, dengan berbekal pengetahuan anak kelas 5 SD yang menceritakan setting cerita di Inggris, saya menamai salah satu jalan tempat kejahatan terjadi adalah di "Jalan Kartini."
Saya suka tertawa sendiri jika mengingat itu. Karena pastinya Raden Ajeng Kartini tidak pernah jadi pahlawan nasional Kerajaan Inggris. Dan sudah pasti tidak akan pernah dijadikan nama jalan di sana.
Saat itu saya melakukan kesalahan. Dan bisa jadi saat ini pun saya masih banyak melakukan kesalahan yang saya tidak menyadarinya. Mungkin Iwan dari masa depan, yang melihat dari 5-10 tahun kemudian, akan bilang bahwa yang saya lakukan dan pikirkan saat ini adalah sesuatu yang salah.
Di setiap langkah dalam hidup, kita bisa melakukan kesalahan. Kita bisa salah dalam memahami diri kita, orang lain, masyarakat, budaya, bahkan alam semesta.
Dan idealnya kita berharap itu akan berlangsung terus menerus, karena ketika kita menyadari bahwa kita melakukan kesalahan, itu adalah tanda bahwa kita bertumbuh.
Pertumbuhan (growth) adalah proses yang iteratif. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, kita tidak serta merta berpindah dari "salah" menjadi "benar," melainkan berpindahnya dari "salah" menjadi "gak terlalu salah-salah banget lah."๐คญ
Sehingga tidak ada garis finish dalam kita menemukan kebenaran ini. Di sini lah perlunya kerendahan hati (humility), dengan mengakui bahwa diri kita "bisa saja salah."
"We shouldn't seek to find the ultimate 'right' answer for ourselves, but rather, we should seek to chip away at the ways that we're wrong today so that we can be a little less wrong tomorrow." (Kita seharusnya tidak berusaha menemukan jawaban yang 'benar' bagi diri kita sendiri, tetapi sebaliknya, kita seharusnya berusaha memperbaiki kesalahan kita hari ini, sehingga kesalahan kita bisa berkurang sedikit di kemudian hari)
Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini?
Have a nice Thursday!
oleh: Iwan Kusworo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
SALAM INISIATIF๐ตโ๐ซ .
Istilah coaching pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, tapi meskipun demikian masih ada banyak perbedaan persepsi terkait definisi, tujuan dan manfaat coaching ini.
Banyak orang menganggap bahwa coaching hanya untuk mereka yang memiliki masalah besar atau krisis dalam karir. Ada juga yang beranggapan bahwa coaching dan mentoring adalah hal yang sama. Selain itu banyak yang beranggapan bahwa coaching adalah salah satu solusi instan untuk membereskan semua masalah.
Apakah benar demikian adanya? Kali ini mari kita luruskan pemahaman tentang coaching untuk memaksimalkan manfaatnya๐
Spesial buat kalian semua para CLASS HUNTER, ATE #edisi407 ini akan membahas tema menarik "Apa sih COACHING itu...?". Sampai bertemu malam ini di kelas yah daahhh @putrikn @FarisFR
Join grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
๐ฑ
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
https://bit.ly/lessonlearnedATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Tak kenal maka tak sayang ๐ฅฐ
Berikut perkenalan singkat Narsum keren kita malam hari ini. Sampai bertemu di kelas๐ซก
Berikut perkenalan singkat Narsum keren kita malam hari ini. Sampai bertemu di kelas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Waktunya Quiz berhadiah 3 Souvenir untuk 3 Sobat ATE terbaik ๐
Pendapatnya langsung submit kesini:
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
Pendapatnya langsung submit kesini:
https://forms.office.com/r/t95afCxDyC
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Kadang kita lupa, milenial dan zilenial itu sebenarnya punya daya juang yang luar biasa!
Yang seringkali lembek? Justru Baca Selengkapnya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ3๐1
FYI kami ingatkan kembali tatacara untuk join kelas pembelajaran malam hari ini. Silakan langsung klik tanda โ
di atas grup setelah hitung mundurnya selesai. ๐
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Jangan lupa tinggalkan jejak kehadiran tmn2 di absen ATE. Tujuannya apa? karena kapan-kapan kalau ada yg butuh eviden, kita bisa bantu keluarkan rekapannya ๐
https://bit.ly/lessonlearnedATE
https://bit.ly/lessonlearnedATE
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Office
Please fill out this form
Rasanya masih banyak hal yang perlu diulas bersama Coach Prast, namun karena waktu yang membatasi maka akhirnya kegiatan harus dicukupkan. ๐
Bagi Bapak/ Ibu dan kawan2 yang tertarik memperdalam tentang Coaching. Langsung akses:
https://linktr.ee/fannieprasetyo
Bagi Bapak/ Ibu dan kawan2 yang tertarik memperdalam tentang Coaching. Langsung akses:
https://linktr.ee/fannieprasetyo
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ijin share link rekaman kegiatan ATE Edisi 407 "Apa sih Coaching itu .....?". Semoga ilmunya bermanfaat ๐ฏ
https://youtu.be/DC4nRqBCA90
https://youtu.be/DC4nRqBCA90
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
YouTube
ATE Edisi 407 "Apa Sih Coaching Itu.....?" Bersama M. Nur Fannie Prasetyo
SALAM INISIATIF ๐ตโ๐ซ.
Istilah coaching pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, tapi meskipun demikian masih ada banyak perbedaan persepsi terkait definisi, tujuan dan manfaat coaching ini.
Banyak orang menganggap bahwa coaching hanya untuk mereka yangโฆ
Istilah coaching pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, tapi meskipun demikian masih ada banyak perbedaan persepsi terkait definisi, tujuan dan manfaat coaching ini.
Banyak orang menganggap bahwa coaching hanya untuk mereka yangโฆ
Selamat pagi,
Sebuah quote dari John F. Kennedy di dalam buku Outlive (Peter Attia, MD) ini buat saya bagus banget.
"The time to repair the roof is when the sun is shining."
Bahwa waktu yang tepat untuk memperbaiki atap adalah ketika matahari sedang bersinar.๐ค
Jika dibawa ke dalam konteks kesehatan, waktu yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan adalah mencegahnya sejak kita masih muda dan sehat.๐ฅ
Salam sehat!โค๏ธ
Jangan lupa olahraga pagi ini๐ฌ
oleh : Iwan Kusworo
#INISIATIF
Sebuah quote dari John F. Kennedy di dalam buku Outlive (Peter Attia, MD) ini buat saya bagus banget.
"The time to repair the roof is when the sun is shining."
Bahwa waktu yang tepat untuk memperbaiki atap adalah ketika matahari sedang bersinar.
Jika dibawa ke dalam konteks kesehatan, waktu yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan adalah mencegahnya sejak kita masih muda dan sehat.
Salam sehat!
Jangan lupa olahraga pagi ini
oleh : Iwan Kusworo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
SI PALING JITU ๐
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Skor berakhir imbang selain opsi skor di atas
- Kaki Kanan
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu๐ฒ๐จ
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Jum'at (Hari ini), 11 Okt maks pukul 15.00 WIB๐
#INISIATIFdukungTimnas
#TGIF
Indonesia kembali gagal mengamankan posisi runner-up dengan 5 poin setelah hasil imbang 2-2 melawan Bahrain semalam. Selanjutnya mari kita bersiap-siap memberikan dukungan penuh pada pertandingan China Vs Indonesia pada Selasa (15/10). Ayo rebut 3 poin itu๐ฎ๐ฉ
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni:
- Skor berakhir imbang selain opsi skor di atas
- Kaki Kanan
Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu
Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Jum'at (Hari ini), 11 Okt maks pukul 15.00 WIB
#INISIATIFdukungTimnas
#TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Indonesia harus puas membawa satu poin dari Bahrain. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional Bahrain, Kamis 10 Oktober 2024, skuad Garuda sempat unggul 2-1 namun tuan rumah mampu membuat gol penyama kedudukan di menit 90+9 melalui sepakan Mohamed Marhoon sehingga skor berakhir imbang 2-2.โฝ๏ธ
Tak mau berlama-lama meratapi hasil, Timnas Indonesia langsung bersiap menatap pertandingan keempat babak tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan menghadapi Tiongkok pada Selasa, 15 Oktober 2024 (Kick off 19.00 WIB). Kembali menjalani pertandingan tandang, tim langsung terbang ke Qingdao empat jam setelah pertandingan menghadapi Bahrain. Saatnya terbang tinggi Garuda๐ฎ๐ฉ
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Selasa, 15 Oktober pukul 17.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from BPJS Kesehatan Badminton Community (Ketua)
Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas ๐ฅ
menang kalah itu biasa, tapi membawa nama organisasi adalah hal yang luar biasa.
mari kita dukung dan saksikan rekan kita yang akan bertanding mewakili BPJS Kesehatan pada perhelatan Universitas Malang Cup 2024 se Indonesia ๐ฅ๐ฅ
menang kalah itu biasa, tapi membawa nama organisasi adalah hal yang luar biasa.
mari kita dukung dan saksikan rekan kita yang akan bertanding mewakili BPJS Kesehatan pada perhelatan Universitas Malang Cup 2024 se Indonesia ๐ฅ๐ฅ
๐ฅ2
Apakah Anda termasuk seorang workaholic? ๐
oleh : Iwan Kusworo
Wayne Oates, seorang psikolog, yang pertama kali mencetuskan istilah workaholism pada tahun 1971 mendefinisikannya sebagai: dorongan atau kebutuhan yang tidak terkendali untuk bekerja tanpa henti.
Seorang workaholic umumnya telah terjebak dalam lingkaran setan yang membuatnya tidak bisa keluar dari lingkaran tersebut.
Awalnya mereka menghabiskan waktu untuk bekerja melebihi jam kerja normal, dengan harapan agar bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Lalu dari situ, ketika usahanya itu membuahkan hasil, mereka merasa perlu untuk menjaga ritme tersebut, karena ada ketakutan (fear) apabila mereka mengurangi waktu kerja mereka, maka kinerja mereka pun akan terlihat turun. Bahkan mereka menambah lagi waktu untuk bekerja demi mengobati rasa takutnya tadi.
Dan dampaknya, waktu yang mereka miliki untuk menjalin hubungan dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya pun menjadi sangat sedikit. Bahkan ada kejadian di mana seorang anak harus menemui ayahnya hanya di ruang kerja di kantornya, karena waktu yang dimiliki sang ayah di rumah sangat terbatas, lebih hanya untuk tidur.
Di sini selain rasa takut, ada rasa kesepian (loneliness) yang juga dirasakan oleh seorang workaholic. Dan untuk mengobati rasa takut dan rasa kesepian itu, dia lalu terus bekerja tanpa henti. Inilah lingkaran setan yang dimaksud di atas tadi.
Silakan menjawab 3 pertanyaan berikut ini untuk merenungkan kembali apakah Anda termasuk seorang workaholic.
1. Apakah Anda sering gagal dalam menyimpan energi untuk bersama orang-orang yang kalian sayangi? Dan apakah Anda hanya berhenti bekerja ketika sudah benar-benar tidak memiliki energi bagai kanebo kering?
2. โ Apakah Anda sering mengendap-endap mengurusi pekerjaan? Contoh: di hari Minggu, ketika sedang sendiri di rumah, Anda mulai membuka laptop dan bekerja. Lalu ketika anggota keluarga yang lain pulang, Anda akan menutup laptop dan bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
3. โ Apakah Anda merasa cemas dan tidak senang apabila ada seseorang (misal: pasangan) menyarankan Anda untuk sementara waktu rehat, mengambil cuti dan menjauh dari urusan pekerjaan ketika tidak ada yang benar-benar urgent di tempat kerja?
Di pertanyaan nomor 3 yang saya gagal.๐
Bagaimana dengan Anda?๐
Thank God It's Friday!โค๏ธ
---
Note: Insight dari buku "From Strength to Strength" (Arthur C. Brooks)
#INISIATIF #Happyweekend #TGIF
oleh : Iwan Kusworo
Wayne Oates, seorang psikolog, yang pertama kali mencetuskan istilah workaholism pada tahun 1971 mendefinisikannya sebagai: dorongan atau kebutuhan yang tidak terkendali untuk bekerja tanpa henti.
Seorang workaholic umumnya telah terjebak dalam lingkaran setan yang membuatnya tidak bisa keluar dari lingkaran tersebut.
Awalnya mereka menghabiskan waktu untuk bekerja melebihi jam kerja normal, dengan harapan agar bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Lalu dari situ, ketika usahanya itu membuahkan hasil, mereka merasa perlu untuk menjaga ritme tersebut, karena ada ketakutan (fear) apabila mereka mengurangi waktu kerja mereka, maka kinerja mereka pun akan terlihat turun. Bahkan mereka menambah lagi waktu untuk bekerja demi mengobati rasa takutnya tadi.
Dan dampaknya, waktu yang mereka miliki untuk menjalin hubungan dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya pun menjadi sangat sedikit. Bahkan ada kejadian di mana seorang anak harus menemui ayahnya hanya di ruang kerja di kantornya, karena waktu yang dimiliki sang ayah di rumah sangat terbatas, lebih hanya untuk tidur.
Di sini selain rasa takut, ada rasa kesepian (loneliness) yang juga dirasakan oleh seorang workaholic. Dan untuk mengobati rasa takut dan rasa kesepian itu, dia lalu terus bekerja tanpa henti. Inilah lingkaran setan yang dimaksud di atas tadi.
Silakan menjawab 3 pertanyaan berikut ini untuk merenungkan kembali apakah Anda termasuk seorang workaholic.
1. Apakah Anda sering gagal dalam menyimpan energi untuk bersama orang-orang yang kalian sayangi? Dan apakah Anda hanya berhenti bekerja ketika sudah benar-benar tidak memiliki energi bagai kanebo kering?
2. โ Apakah Anda sering mengendap-endap mengurusi pekerjaan? Contoh: di hari Minggu, ketika sedang sendiri di rumah, Anda mulai membuka laptop dan bekerja. Lalu ketika anggota keluarga yang lain pulang, Anda akan menutup laptop dan bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
3. โ Apakah Anda merasa cemas dan tidak senang apabila ada seseorang (misal: pasangan) menyarankan Anda untuk sementara waktu rehat, mengambil cuti dan menjauh dari urusan pekerjaan ketika tidak ada yang benar-benar urgent di tempat kerja?
Di pertanyaan nomor 3 yang saya gagal.
Bagaimana dengan Anda?
Thank God It's Friday!
---
Note: Insight dari buku "From Strength to Strength" (Arthur C. Brooks)
#INISIATIF #Happyweekend #TGIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM