PAYLATER, MENJERAT dan MERUSAK DIMENSI FINANCIALMU!!!! ๐ญ ๐ซฃ
Oleh : Agung Prasetyo Utomo
Salah satu ciri-ciri anak muda yang bisa sukses adalah yang bisa menunda kesenangan terutama kesenangan yang sifatnya konsumtif.
Awalnya saya gak paham apa itu PAYLATER sampai minggu ini..
Saya baca di berita :
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total utang masyarakat Indonesia melalui PayLater mencapai Rp25,82 triliun pada Juli 2024. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Akhirnya saya penasaran apa sih Paylater sampai akhirnya saya menyimpulkan kalau jaman saya muda dulu usia awal awal kerja 20 tahun lalu... Pay Later itu ya KARTU KREDIT yang tidak ada wujudnya tetapi digital akun yang bisa dipakai belanja sekarang bayarnya kemudian bisa dibayar cash bulan depan atau juga dibayar mencicil tiap bulan tentu dengan kena bunga..
Namanya Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan ya pasti bunganya gede, kalau saya baca berita bunganya bisa 2% an sebulan jadi kalau disetahunkan bisa 24% an itu juga belum ketambahan biaya administrasi dan lain-lain... Miriplah ama tahun 2000 di mana kartu kredit bunga gede-gedean, tapi kemudian ada banyak perubahan sekarang ini... ada biaya macam-macam, ada biaya late charges yang kadang lebih gede dari bunga...
Jaman saya dulu jadi pimpinan di kantor saya yang punya beberapa anak buah yang error masalah financial dengan banyaknya kartu kredit yang dia pakai kemudian gak bisa bayar karena hutangnya di mana-mana...
Widih yang menagih mulai dari ngefax berlembar-lembar dengan tinta hitam
"woei Pak X bayar kartu kreditmu"
Sampai datang ke kantor deb colector... Sampai akhirnya ada salah satu nasabah meninggal dunia baru aturannya diperketat ama pemerintah.
Sebagai atasan saya kadang juga dapat telepon tagihan kartu kredit anak buah saya... diomelin debt colector...
Saya cuma jawab :
"Si Mr X sudah dewasa, semua tanggung jawab hukum atas hutang dia adalah tanggung jawab dia... Saat kasih hutang tidak ngasih tahu saya kenapa saat macet saya ikutan ditagihin...."
Ya itu cerita 15 tahun yang lalu...
Sekarang kartu kredit bermetamorfosa menjadi PAYLATER
Lebih Mudah
Tetap Tanpa Agunan
Tetap bunganya tinggi di atas 24% setahun
Menaikkan GAYA HIDUP, gaya hidup konsumerisme
Akhirnya banyak yang memilih terjerat hutang Paylater
Tidak bisa menunda kesenengan
Slik OJK/BI Checking jadi hitam, tidak bisa aktivitas perbankan lain kayak misal mau punya rumah KPR
Bahkan ada yang tidak bisa kerja karena pemberi kerja meminta BI Checking Online
Tidak menutup kemungkinan ke depan calon mertua akan minta BI Checking calon menantunya... Karena hutang selain dibawa mati juga hutang dibawa nikah.
Mana ada mertua yang mau anaknya diajak nanggung hutang calon menantunya... Lha milih yang lain aja lah...
Paylater selain merusak demensi financialmu.. tentu akan merusak dimensi kehidupanmu yang lain
Ingat!! Kalau ke pengadilan perceraian... kasus paling banyak juga salah satunya karena EKONOMI bisa jadi masalah Paylater yang gak selesai-selesai
#INISIATIF
Oleh : Agung Prasetyo Utomo
Salah satu ciri-ciri anak muda yang bisa sukses adalah yang bisa menunda kesenangan terutama kesenangan yang sifatnya konsumtif.
Awalnya saya gak paham apa itu PAYLATER sampai minggu ini..
Saya baca di berita :
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total utang masyarakat Indonesia melalui PayLater mencapai Rp25,82 triliun pada Juli 2024. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Akhirnya saya penasaran apa sih Paylater sampai akhirnya saya menyimpulkan kalau jaman saya muda dulu usia awal awal kerja 20 tahun lalu... Pay Later itu ya KARTU KREDIT yang tidak ada wujudnya tetapi digital akun yang bisa dipakai belanja sekarang bayarnya kemudian bisa dibayar cash bulan depan atau juga dibayar mencicil tiap bulan tentu dengan kena bunga..
Namanya Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan ya pasti bunganya gede, kalau saya baca berita bunganya bisa 2% an sebulan jadi kalau disetahunkan bisa 24% an itu juga belum ketambahan biaya administrasi dan lain-lain... Miriplah ama tahun 2000 di mana kartu kredit bunga gede-gedean, tapi kemudian ada banyak perubahan sekarang ini... ada biaya macam-macam, ada biaya late charges yang kadang lebih gede dari bunga...
Jaman saya dulu jadi pimpinan di kantor saya yang punya beberapa anak buah yang error masalah financial dengan banyaknya kartu kredit yang dia pakai kemudian gak bisa bayar karena hutangnya di mana-mana...
Widih yang menagih mulai dari ngefax berlembar-lembar dengan tinta hitam
"woei Pak X bayar kartu kreditmu"
Sampai datang ke kantor deb colector... Sampai akhirnya ada salah satu nasabah meninggal dunia baru aturannya diperketat ama pemerintah.
Sebagai atasan saya kadang juga dapat telepon tagihan kartu kredit anak buah saya... diomelin debt colector...
Saya cuma jawab :
"Si Mr X sudah dewasa, semua tanggung jawab hukum atas hutang dia adalah tanggung jawab dia... Saat kasih hutang tidak ngasih tahu saya kenapa saat macet saya ikutan ditagihin...."
Ya itu cerita 15 tahun yang lalu...
Sekarang kartu kredit bermetamorfosa menjadi PAYLATER
Lebih Mudah
Tetap Tanpa Agunan
Tetap bunganya tinggi di atas 24% setahun
Menaikkan GAYA HIDUP, gaya hidup konsumerisme
Akhirnya banyak yang memilih terjerat hutang Paylater
Tidak bisa menunda kesenengan
Slik OJK/BI Checking jadi hitam, tidak bisa aktivitas perbankan lain kayak misal mau punya rumah KPR
Bahkan ada yang tidak bisa kerja karena pemberi kerja meminta BI Checking Online
Tidak menutup kemungkinan ke depan calon mertua akan minta BI Checking calon menantunya... Karena hutang selain dibawa mati juga hutang dibawa nikah.
Mana ada mertua yang mau anaknya diajak nanggung hutang calon menantunya... Lha milih yang lain aja lah...
Paylater selain merusak demensi financialmu.. tentu akan merusak dimensi kehidupanmu yang lain
Ingat!! Kalau ke pengadilan perceraian... kasus paling banyak juga salah satunya karena EKONOMI bisa jadi masalah Paylater yang gak selesai-selesai
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Waktu kecil rebutan mainan, udah dewasa rebutan warisan. Jangan ya dek yah
Video Highres
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Selamat dan sukses kepada kakak @IlhamNuryadiAkbar (KC Pematangsiantar) atas prestasinya sebagai Juara 2 Lomba menulis puisi ke 18 Tingkat Nasional (Kategori umum) yang diadakan oleh Tulis.me
dengan total peserta lomba 1.400
Pemenang 1 s/d 3, selain mendapatkan uang tunai juga mendapatkan tiket mengikuti Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) sebuah festival sastra tahunan yang diadakan di Ubud, Bali, Indonesia.
Festival ini dianggap sebagai festival sastra terbesar dan paling bermakna di Asia Tenggara karena akan mendatangkan hingga 170 penulis dan seniman dari seluruh penjuru dunia.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐7โค2๐1๐ฅ1๐1
"YOUR TALENT, OUR PRIDE"
Salam INISIATIF
Halo Sobat ATE yang selalu rindu akan tantangan, ceilaaaaaahh
Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober 2024, kami memanggil kalian semua dari Sabang sd Merauke untuk unjuk kebolehan hobi/bakat yang mungkin selama ini terpendam
Baca di sini untuk detail informasi lebih lanjut
#INISIATIF
#ATETalentHunt2024
#YourTalentOurPride
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
CAREER ADVICES FOR GEN Z ๐
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Jumโat malam itu, saya melakukan coaching discussion dengan beberapa anak muda Gen Z di kantor saya. Sebuah Silver Bird hitam mengantarkan kami ke Mr Roastman di Sarinah Thamrin.
Waiter-nya hari itu menyambut saya dengan ramah. Jenisa bilang,
"Kayaknya Pak Pam sering ke sini ya? Kok waiternya udah akrabโ
Iya sih, memang beberapa kali saya melakukan coaching discussion di restoran itu. Ada beberapa anak intern, management trainee, manager, VP, bahkan sampai beberapa CEO, pernah diskusi dengan saya di situ.
Setelah memesan makanan dan minuman kami, mulailah mereka bertanya ke saya tentang beberapa hal terkait karier, pekerjaan bahkan kehidupan personal mereka.
**
Sebuah pertanyaan menarik datang dari Aura, yang hari itu memakai baju hitam, kebetulan sama dengan baju saya (seolah-olah lagi janjian pakai dress-code, hahahahaha).
โPak Pam, saya merasa bahwa progress saya seperti terlambat. Di saat teman-teman saya sudah mempunyai pekerjaan tetap, bahkan ada yang membuka usaha sendiri, saya masih menjadi intern. Dan kadang ini menjadi beban sendiri buat saya. Dan saya sering merasa sedih. Menurut Pak Pam bagaimana ya?โ
Saya menenangkan dan menjawab,โAura, kamu merasa terlambat. Terlambat dibandingkan dengan siapa? Dengan teman-temanmu? Padahal hidup orang tidak sama, ritme tidak sama dan kecepatannya juga tidak sama.โ
Saya kemudian memberikan analogi seseorang yang menyetir di jalan toll menuju Bandung. Mungkin saja kamu menyetir Inova, ada yang menyetir Camry, ada yang menyetir mobil sport, ada yang menyetir Avanza. Semua berjalan dengan kecepatan yang berbeda kan?
Bisa saja yang menyetir mobil sport ternyata terhambat karena ada kecelakaan di KM 76. Bisa saja yang menyetir Camry harus istirahat di rest area, dan istirahat makan terus ketiduran.
Mungkin saja yang menyetir mobil Inova ternyata akan sampai di Bandung lebih cepat. Intinya, mengapa kamu harus membandingkan hidupmu dengan orang lain? Donโt do that!
Semua orang mempunyai kehidupan sendiri-sendiri, mempunyai kecepatan sendiri-sendiri, yang penting ada 2: bahwa kamu enjoy the ride (menikmati perjalanan), dan kamu mencapai tujuan (cita-cita kamu). Selama kamu mencapai dua hal itu, kamu tidak perlu terlalu memikirkan orang lain, kan?
Kita hanya boleh membandingkan diri kita yang sekarang dengan yang di masa lalu. Kita harus lebih baik dari diri kita sendiri, bukan lebih dari orang lain. Yang penting setiap tahun kita selalu tumbuh dan berkembang. Bertambah ilmu, bertambah pengalaman, bertambah pengetahuan, atau apapun!
Aura mulai bisa tersenyum.
โTapi pak, kadang ada pressure dari orang lain, dari teman, dari keluarga, dari mana-mana? Bagaimana meng-handle-nya?โAura, pressure akan selalu ada. Orang Indonesia itu banyak yang kepo, nyinyir, usil, alay dan lebay.
Kalau kamu kuliah, ditanya kapan kamu lulus. Kalau kamu lulus, ditanya, kapan kamu bekerja. Kalau kamu magang, ditanya, kapan kamu dapat kerja full-time. Kalau kamu bekerja full-time, kamu ditanya, kapan kamu nikah. Kalau kamu nikah, ditanya kapan kamu punya anak. Kalau kamu punya satu anak, kamu ditanya kapan adiknya lahir. Kalau belum punya mobil, ditanya kapan beli mobil. Kalau sudah beli mobil, ditanya kapan kamu beli rumah. Thatโs how โANEHโ they are! And you want to entertain those โANEHโ people.
Lain kali kalau ditanya, kamu cukup tersenyum, dan berkata,โMohon didoakan yang terbaik ya โฆโ, dan dalam hati (ingat dalam hati), kamu bisa berteriak,โItโs my life, and you should not care abot itโ.
Aura tersenyum lebar.
**
Tapi ingat, the most important thing is that you enjoy the ride and you achieve your dream!
Itโs time to work hard to achieve your dreams. If you want to achieve more than others, you will have to work harder than others. Problemnya ada banyak yang punya mimpi besar, banyak keinginan, tapi gak mau bekerja keras. Jangan terbuai dengan yang bilang โwork smart not hardโ. Saya bertemu dengan banyak CEO dalam karier saya, tidak ada yang tidak bekerja keras. They all work hard AND smart!!!
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Jumโat malam itu, saya melakukan coaching discussion dengan beberapa anak muda Gen Z di kantor saya. Sebuah Silver Bird hitam mengantarkan kami ke Mr Roastman di Sarinah Thamrin.
Waiter-nya hari itu menyambut saya dengan ramah. Jenisa bilang,
"Kayaknya Pak Pam sering ke sini ya? Kok waiternya udah akrabโ
Iya sih, memang beberapa kali saya melakukan coaching discussion di restoran itu. Ada beberapa anak intern, management trainee, manager, VP, bahkan sampai beberapa CEO, pernah diskusi dengan saya di situ.
Setelah memesan makanan dan minuman kami, mulailah mereka bertanya ke saya tentang beberapa hal terkait karier, pekerjaan bahkan kehidupan personal mereka.
**
Sebuah pertanyaan menarik datang dari Aura, yang hari itu memakai baju hitam, kebetulan sama dengan baju saya (seolah-olah lagi janjian pakai dress-code, hahahahaha).
โPak Pam, saya merasa bahwa progress saya seperti terlambat. Di saat teman-teman saya sudah mempunyai pekerjaan tetap, bahkan ada yang membuka usaha sendiri, saya masih menjadi intern. Dan kadang ini menjadi beban sendiri buat saya. Dan saya sering merasa sedih. Menurut Pak Pam bagaimana ya?โ
Saya menenangkan dan menjawab,โAura, kamu merasa terlambat. Terlambat dibandingkan dengan siapa? Dengan teman-temanmu? Padahal hidup orang tidak sama, ritme tidak sama dan kecepatannya juga tidak sama.โ
Saya kemudian memberikan analogi seseorang yang menyetir di jalan toll menuju Bandung. Mungkin saja kamu menyetir Inova, ada yang menyetir Camry, ada yang menyetir mobil sport, ada yang menyetir Avanza. Semua berjalan dengan kecepatan yang berbeda kan?
Bisa saja yang menyetir mobil sport ternyata terhambat karena ada kecelakaan di KM 76. Bisa saja yang menyetir Camry harus istirahat di rest area, dan istirahat makan terus ketiduran.
Mungkin saja yang menyetir mobil Inova ternyata akan sampai di Bandung lebih cepat. Intinya, mengapa kamu harus membandingkan hidupmu dengan orang lain? Donโt do that!
Semua orang mempunyai kehidupan sendiri-sendiri, mempunyai kecepatan sendiri-sendiri, yang penting ada 2: bahwa kamu enjoy the ride (menikmati perjalanan), dan kamu mencapai tujuan (cita-cita kamu). Selama kamu mencapai dua hal itu, kamu tidak perlu terlalu memikirkan orang lain, kan?
Kita hanya boleh membandingkan diri kita yang sekarang dengan yang di masa lalu. Kita harus lebih baik dari diri kita sendiri, bukan lebih dari orang lain. Yang penting setiap tahun kita selalu tumbuh dan berkembang. Bertambah ilmu, bertambah pengalaman, bertambah pengetahuan, atau apapun!
Aura mulai bisa tersenyum.
โTapi pak, kadang ada pressure dari orang lain, dari teman, dari keluarga, dari mana-mana? Bagaimana meng-handle-nya?โAura, pressure akan selalu ada. Orang Indonesia itu banyak yang kepo, nyinyir, usil, alay dan lebay.
Kalau kamu kuliah, ditanya kapan kamu lulus. Kalau kamu lulus, ditanya, kapan kamu bekerja. Kalau kamu magang, ditanya, kapan kamu dapat kerja full-time. Kalau kamu bekerja full-time, kamu ditanya, kapan kamu nikah. Kalau kamu nikah, ditanya kapan kamu punya anak. Kalau kamu punya satu anak, kamu ditanya kapan adiknya lahir. Kalau belum punya mobil, ditanya kapan beli mobil. Kalau sudah beli mobil, ditanya kapan kamu beli rumah. Thatโs how โANEHโ they are! And you want to entertain those โANEHโ people.
Lain kali kalau ditanya, kamu cukup tersenyum, dan berkata,โMohon didoakan yang terbaik ya โฆโ, dan dalam hati (ingat dalam hati), kamu bisa berteriak,โItโs my life, and you should not care abot itโ.
Aura tersenyum lebar.
**
Tapi ingat, the most important thing is that you enjoy the ride and you achieve your dream!
Itโs time to work hard to achieve your dreams. If you want to achieve more than others, you will have to work harder than others. Problemnya ada banyak yang punya mimpi besar, banyak keinginan, tapi gak mau bekerja keras. Jangan terbuai dengan yang bilang โwork smart not hardโ. Saya bertemu dengan banyak CEO dalam karier saya, tidak ada yang tidak bekerja keras. They all work hard AND smart!!!
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Berarti kita tetap harus bekerja keras untuk mencapai cita-cita kita.
Nah, sekarang perhatikan (dan jalankan) lima rekomendasi di bawah ini:
a) Passion: Donโt settle for a job youโre not passionate about.
Kerjakan sesuatu yang kita benar benar suka, sampai kita tidak melihat bedanya antara bekerja, hobby dan main main. When youโre passionate about your job, youโre excited, you work longer hours and end up accomplishing much more. Life is too short to settle for a career that you hate!
**
b) Think of your career as a series of experiences.
Kita harus memikirkan karier sebagai sebuah perjalanan (journey) untuk membangun CV dan portfolio kita agar lebih menarik di masa depan. Jangan keburu-buru loncat atau pindah kerja karena sekedar pindah (atau sekedar karena gajinya lebih gedhe di tempat lain).
Kita perlu mengumpulkan pengalaman sepanjang karier kita, baik dengan beberapa perusahaan, dengan beberapa fungsi bisnis, atau bahkan di beberapa kota atau di beberapa negara. Kita perlu menjadi pembelajar seumur hidup. Pengalaman yang kita miliki memperluas pandangan dunia kita, memberi kita perspektif baru, dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih menarik.
**
c) Take risks early and often in your career.
Beranilah mengambil resiko dalam career kita. No pain, no gain! Salah satu pelajaran penting adalah bahwa tidak mengambil risiko itu ternyata sangat berisiko tinggi. Ada begitu banyak hal yang berada di luar kendali kita dan jika kita terus melakukan apa yang kita lakukan kemarin, kita tidak akan bisa maju. Dengan mengambil risiko, kita menempatkan diri kita dalam posisi untuk belajar, terlepas dari kita berhasil atau gagal.
**
d) Spend more time with people than with your gadget or laptop
Saya mengerti, kalau saya menyuruh gen Z untuk tidak melihat gadgetnya selama 2 jam, maka akan ada yang epilepsi, diare, dan matanya berkunang kunang. Saya mengerti bahwa kita digitally connected dan perlu terus menerus melihat gadget kita, dan kebutuhan kita pada wifie sudah lebih urgent daripada kebutuhan makan dan minum.
But ....and but .... Agar kita sukses dalam karier kita, hal yang juga sangat penting adalah team work dan leadership skills kita. Di situlah kita harus sering berinteraksi dengan manusia lain untuk mengasah skills tersebut. Soft skills (communication, influencing, teamworking, leadership) akan selalu lebih dihargai di perusahaan. Jadi penting untuk (terkadang) meninggalkan teknologi dan benar-benar berkomunikasi dengan orang lain. Orang-orang mempekerjakan kita, bukan gadget kita .
e) Travel as much as you can, while learning about cultures and languages
Dunia adalah sebuah buku, dan negara adalah halaman di buku itu. Berapa halaman yang pernah kita baca? Berapa negara yang kita pernah kunjungi? Kita sekarang hidup di pasar global dan perusahaan-perusahaan berupaya untuk memperluas dan merekrut talenta terbaik, terlepas dari lokasinya. Semakin sering kita bepergian dan menjelajahi dunia, semakin baik kita dalam memahami dunia global ini dan memanfaatkannya untuk karier kita.
Lebih jauh lagi, jika kita mempelajari bahasa baru, kita akan mempunyai keunggulan tersendiri. Sulit bagi perusahaan untuk menemukan pekerja yang fasih beberapa bahasa, jadi jika kita seperti itu, kita akan mempunyai market value yang lebih tinggi.
Silahkan mencoba menerapkan hal-hal di atas.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Nah, sekarang perhatikan (dan jalankan) lima rekomendasi di bawah ini:
a) Passion: Donโt settle for a job youโre not passionate about.
Kerjakan sesuatu yang kita benar benar suka, sampai kita tidak melihat bedanya antara bekerja, hobby dan main main. When youโre passionate about your job, youโre excited, you work longer hours and end up accomplishing much more. Life is too short to settle for a career that you hate!
**
b) Think of your career as a series of experiences.
Kita harus memikirkan karier sebagai sebuah perjalanan (journey) untuk membangun CV dan portfolio kita agar lebih menarik di masa depan. Jangan keburu-buru loncat atau pindah kerja karena sekedar pindah (atau sekedar karena gajinya lebih gedhe di tempat lain).
Kita perlu mengumpulkan pengalaman sepanjang karier kita, baik dengan beberapa perusahaan, dengan beberapa fungsi bisnis, atau bahkan di beberapa kota atau di beberapa negara. Kita perlu menjadi pembelajar seumur hidup. Pengalaman yang kita miliki memperluas pandangan dunia kita, memberi kita perspektif baru, dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih menarik.
**
c) Take risks early and often in your career.
Beranilah mengambil resiko dalam career kita. No pain, no gain! Salah satu pelajaran penting adalah bahwa tidak mengambil risiko itu ternyata sangat berisiko tinggi. Ada begitu banyak hal yang berada di luar kendali kita dan jika kita terus melakukan apa yang kita lakukan kemarin, kita tidak akan bisa maju. Dengan mengambil risiko, kita menempatkan diri kita dalam posisi untuk belajar, terlepas dari kita berhasil atau gagal.
**
d) Spend more time with people than with your gadget or laptop
Saya mengerti, kalau saya menyuruh gen Z untuk tidak melihat gadgetnya selama 2 jam, maka akan ada yang epilepsi, diare, dan matanya berkunang kunang. Saya mengerti bahwa kita digitally connected dan perlu terus menerus melihat gadget kita, dan kebutuhan kita pada wifie sudah lebih urgent daripada kebutuhan makan dan minum.
But ....and but .... Agar kita sukses dalam karier kita, hal yang juga sangat penting adalah team work dan leadership skills kita. Di situlah kita harus sering berinteraksi dengan manusia lain untuk mengasah skills tersebut. Soft skills (communication, influencing, teamworking, leadership) akan selalu lebih dihargai di perusahaan. Jadi penting untuk (terkadang) meninggalkan teknologi dan benar-benar berkomunikasi dengan orang lain. Orang-orang mempekerjakan kita, bukan gadget kita .
e) Travel as much as you can, while learning about cultures and languages
Dunia adalah sebuah buku, dan negara adalah halaman di buku itu. Berapa halaman yang pernah kita baca? Berapa negara yang kita pernah kunjungi? Kita sekarang hidup di pasar global dan perusahaan-perusahaan berupaya untuk memperluas dan merekrut talenta terbaik, terlepas dari lokasinya. Semakin sering kita bepergian dan menjelajahi dunia, semakin baik kita dalam memahami dunia global ini dan memanfaatkannya untuk karier kita.
Lebih jauh lagi, jika kita mempelajari bahasa baru, kita akan mempunyai keunggulan tersendiri. Sulit bagi perusahaan untuk menemukan pekerja yang fasih beberapa bahasa, jadi jika kita seperti itu, kita akan mempunyai market value yang lebih tinggi.
Silahkan mencoba menerapkan hal-hal di atas.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
Timnas Indonesia akan menantang Bahrain dalam laga ketiga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis (10/10/2024) malam WIB. Kedua tim dipastikan bakal bermain dengan pemain terbaik yang mereka miliki.
Bahrain saat ini berada satu poin di atas Timnas Indonesia di klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bahrain punya tiga poin hasil kemenangan di markas Australia, namun dalam laga kandang menghadapi Jepang mereka harus kalah telak 0-5.
Sementara itu, Timnas Indonesia memiliki dua poin buah dari hasil imbang 1-1 di Arab Saudi dan 0-0 ketika menghadapi Australia. Namun, dua poin itu cukup membuat tim asuhan Shin Tae-yong itu optimistis bisa meraih poin ketika bertandang ke markas Bahrain.
Bahkan Timnas Indonesia memiliki amunisi baru dalam diri Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, dua pemain yang baru saja dinaturalisasi menjadi WNI dan sudah bisa langsung membela Tim Garuda dalam dua laga tandang pada Oktober 2024 ini.
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat
Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Kamis, 10 September pukul 17.00 WIB
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#INISIATIFDukungTimnas
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Ragam alasan mengapa orang bertanya โ
Jadi penasaran, alasan mana yang paling sering sobat temui/lakukan?
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Jadi penasaran, alasan mana yang paling sering sobat temui/lakukan?
oleh: Prasetya M Brata
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Kebanyakan orang berpikir orang berhenti melanjutkan apa yang diyakinin bisa meraih kesuksesanya karena ada sesuatu yang terlalu sulit.
SALAHโ
Mereka berhenti karena:
1. Pekerjaan sehari-hari terasa monotonโ
2. Kemajuan tampaknya tidak terlihatโ
3. Ia menyangka Semua orang mengalami โkesuksesan dalam semalamโโ
Namun inilah kenyataannya:โ
1. Kesuksesan dibangun di saat-saat yang membosankanโ
2. Sukses Itu muncul ketika tidak ada yang melihatโ
3. Sukses Itu adalah melakukan hal-hal kecil secara konsistenโ
Rahasianya?๐ก
1. Belajar menerima hal yang membosankan๐ก
2. Temukan kegembiraan dalam prosesnya๐ก
3. Berdamai dengan dataran tinggi di mana kita sendirian menjalani sesuai keyakinan dan harapan kita untuk sukses๐ก
oleh: Agung Prasetyo Utomo
#INISIATIF
SALAH
Mereka berhenti karena:
1. Pekerjaan sehari-hari terasa monoton
2. Kemajuan tampaknya tidak terlihat
3. Ia menyangka Semua orang mengalami โkesuksesan dalam semalamโ
Namun inilah kenyataannya:
1. Kesuksesan dibangun di saat-saat yang membosankan
2. Sukses Itu muncul ketika tidak ada yang melihat
3. Sukses Itu adalah melakukan hal-hal kecil secara konsisten
Rahasianya?
1. Belajar menerima hal yang membosankan
2. Temukan kegembiraan dalam prosesnya
3. Berdamai dengan dataran tinggi di mana kita sendirian menjalani sesuai keyakinan dan harapan kita untuk sukses
Karena mereka yang menguasai monoton, Adalah mereka yang pada akhirnya menang. Kisah sukses Anda ditulis di saat-saat tenang.๐
oleh: Agung Prasetyo Utomo
#INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅ3
oleh: Muhammad Farid Maricar
Kemurahan hati bukan hanya tanda kebaikan seseorang, tapi juga tanda kecerdasan. Ternyata, menurut data, orang-orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi lebih murah hati, dan menegosiasikan kesepakatan tertentu dengan orang lain. Mengapa?
Karena pada dasarnya, mereka memprioritaskan kebaikan jangka panjang daripada kepentingan pribadi jangka pendek. Pernyataan ini memberikan perspektif yang menarik tentang hubungan antara kecerdasan, kedermawanan, dan kebaikan seseorang.
Biasanya, kecerdasan sering didefinisikan berdasarkan kemampuan kognitif, seperti pemecahan masalah, logika, dan daya ingat.
Namun, sudut pandang Grant, seorang Professor di bidang psikologi, yang juga penulis terkenal, membuka wawasan baru bahwa ternyata kita bisa mengenali kecerdasan tidak hanya pada aspek kognitif semata, melainkan juga pada aspek sosial dan emosional.
Pernyataan ini diperkuat dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kolaborasi, empati, dan kesejahteraan bersama.
Banyak di antara kita yang tidak sadar, bahwa berbagi dengan orang lain adalah salah satu strategi yang cerdas untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih stabil dan mendukung peningkatan mutu lingkungan.
Di sisi lain, perilaku egois sering kali dikaitkan dengan kecenderungan untuk mengutamakan keuntungan jangka pendek yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam salah satu buku beliau yang saya koleksi, yang berjudul 'Give and Take', beliau menekankan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita mengambil, melainkan dari seberapa besar kontribusi kita kepada orang lain.
Konsep ini menantang pandangan kuno sebagian orang bahwa tentang kesuksesan adalah ketika berfokus pada pencapaian pribadi, padahal menjadi seorang giver, atau pemberi, bukan hanya sebuah tindakan kebaikan, tetapi juga strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan untuk mencapai kesuksesan.
#INISIATIF
Kemurahan hati bukan hanya tanda kebaikan seseorang, tapi juga tanda kecerdasan. Ternyata, menurut data, orang-orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi lebih murah hati, dan menegosiasikan kesepakatan tertentu dengan orang lain. Mengapa?
Karena pada dasarnya, mereka memprioritaskan kebaikan jangka panjang daripada kepentingan pribadi jangka pendek. Pernyataan ini memberikan perspektif yang menarik tentang hubungan antara kecerdasan, kedermawanan, dan kebaikan seseorang.
Biasanya, kecerdasan sering didefinisikan berdasarkan kemampuan kognitif, seperti pemecahan masalah, logika, dan daya ingat.
Namun, sudut pandang Grant, seorang Professor di bidang psikologi, yang juga penulis terkenal, membuka wawasan baru bahwa ternyata kita bisa mengenali kecerdasan tidak hanya pada aspek kognitif semata, melainkan juga pada aspek sosial dan emosional.
Orang dengan kecerdasan tinggi, dalam pandangannya, adalah mereka yang memiliki visi jangka panjang dan mampu memahami implikasi dari tindakan mereka terhadap kesejahteraan orang lain..
Pernyataan ini diperkuat dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kecerdasan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kolaborasi, empati, dan kesejahteraan bersama.
Banyak di antara kita yang tidak sadar, bahwa berbagi dengan orang lain adalah salah satu strategi yang cerdas untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih stabil dan mendukung peningkatan mutu lingkungan.
Di sisi lain, perilaku egois sering kali dikaitkan dengan kecenderungan untuk mengutamakan keuntungan jangka pendek yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam salah satu buku beliau yang saya koleksi, yang berjudul 'Give and Take', beliau menekankan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari seberapa banyak kita mengambil, melainkan dari seberapa besar kontribusi kita kepada orang lain.
Konsep ini menantang pandangan kuno sebagian orang bahwa tentang kesuksesan adalah ketika berfokus pada pencapaian pribadi, padahal menjadi seorang giver, atau pemberi, bukan hanya sebuah tindakan kebaikan, tetapi juga strategi jangka panjang yang lebih berkelanjutan untuk mencapai kesuksesan.
#INISIATIF