FACING THE UNCERTAINTY IN THE FUTURE (Menghadapi ketidakpastian di masa depan) 🇲🇨 🎖
Kemarin, saya dan keluarga jalan-jalan di Bandung. Saya sempat bangun pagi, dan memulai perjalanan dengan menyetir sendiri. Di KM88, Adrian , anak saya, ingin gantian, menyetir, menikmati perjalanan di jalan toll yang sedang lancar.
Saat itulah, seorang teman saya, sebut saja namanya Thomas, mengirimkan WA ke saya.
“Pam, I lost my job … this is the end of my career in this company.”
Thomas adalah lulusan Teknik Elektro, dari sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini.
Dia memulai karier sebagai engineer, dan kemudian menjadi technical trainer. Kariernya terus berkembang, di perusahaannya, sebuah global leader dalam technology, dia adalah seorang senior expert.
Karena expertise nya, dia pun menjadi senior trainer. Kerjaanya mengajarkan technology dengan feature tercanggih dan terbaru kepada pelanggan-pelanggan perusahaannya di seluruh dunia. Maka dia pun sering terbang ke Portugal, Rusia, India, Jerman, Australia bahkan ke Brazil, untuk menjadi trainer.
Hidupnya enak dan nyaman sekali. Tidak usah masuk ke kantor. Kalau sedang bekerja di Bandung, dia hanyalah mempersiapkan trainingnya di rumah. Hampir setiap hari dia masih bisa bermain golf, hobby-nya.
Kalau lagi bekerja, dia akan travelling ke negara-negara yang indah seperti negara-negara yang saya tulis di atas. What a beautiful life.
“Tapi Pam, mulai bulan depan, semua training teknologi di perusahaanku akan diganti menjadi video on-line training. Dan itu berarti aku akan kehilangan pekerjaanku.
Thomas menyadari, itu adalah akhir dari kariernya sebagai global trainer di perusahaan itu.
Tentu saja, Sebagian trainer, mungkin masih akan diperlukan untuk mengajar dan direkam di video. Tapi jumlahnya jadi jauh lebih berkurang. Berarti jumlah trainernya berkurang, jumlah pendapatan trainernya berkurang, dan mungkin tidak semua trainer masih bisa melanjutkan pekerjaannya. Ini adalah akhir hidup yang tadinya nyaman dan indah itu. Selalu kerja dari rumah, mempersiapkan training dari rumah, kemudian jalan-jalan ke negara indah, sambil bekerja sebagai trainer.
That’s the end! (Kalau meminjam istilah anak muda, perusahaan itu sedang bilang ke Thomas, Lu-Gue-End!)
Apa yang sedang terjadi? Dunia berubah, bisnis berubah, semuanya berubah. Apapun pekerjaan kita, kita harus bersiap seandainya kita kehilangan pekerjaan kita.
Seandainya suatu saat jumlah mesin-mesin dengan artificial intelligence akan semakin banyak dipakai perusahaan, mereka akan menggantikan manusia, dan banyak HR akan kehilangan pekerjaannya.
Tapi bukankah masih tetap ada manusia yang diperlukan? Iya, tapi jumlahnya akan berkurang. Sebuah perusahaan membangun pabrik di Sukabumi dengan hanya 30 karyawan dan mesin-mesin, padahal pabrik yang sama di Malang, memerlukan 1.200 karyawan. Tentu saja jumlah HR yang diperlukan jauh lebih sedikit kan, dan mungkin juga lebih junior. Jadi beberapa HR akan kehilangan pekerjaannya. By the way, pabrik di Sukabumi jauh lebih produktif daripada di Malang.
Dan fenomena di atas bukan hanya pada HR. Lama-lama dengan kemampuan Artifical Intelligence yang semakin canggih, kita akan memerlukan dokter jauh lebih sedikit, lawyer, teacher, dosen, dan banyak pekerjaan lainnya. Termasuk teman saya, Thomas, yang menjadi global technology expert di sebuah perusahaan technology, dan tetapi kehilangan pekerjaannya. Resiko ada pada semua orang, termasuk kita.
Apakah artikel saya hari ini ditulis untuk menakut-nakuti? Tidak! Terus untuk apa? Untuk memotivasi dan menginspirasi kita semua agar terus belajar, terus menambah kompetensi, agar kita terus menerus relevant dan diperlukan di masa depan.
Karena semakin banyak kompetensi, pengetahuan dan Skills kita, akan semakin sulit digantikan oleh komputer.
Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa hal yang bisa dikerjakan setiap hari, sambil mengerjakan pekerjaan kita.
Kemarin, saya dan keluarga jalan-jalan di Bandung. Saya sempat bangun pagi, dan memulai perjalanan dengan menyetir sendiri. Di KM88, Adrian , anak saya, ingin gantian, menyetir, menikmati perjalanan di jalan toll yang sedang lancar.
Saat itulah, seorang teman saya, sebut saja namanya Thomas, mengirimkan WA ke saya.
“Pam, I lost my job … this is the end of my career in this company.”
Thomas adalah lulusan Teknik Elektro, dari sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini.
Dia memulai karier sebagai engineer, dan kemudian menjadi technical trainer. Kariernya terus berkembang, di perusahaannya, sebuah global leader dalam technology, dia adalah seorang senior expert.
Karena expertise nya, dia pun menjadi senior trainer. Kerjaanya mengajarkan technology dengan feature tercanggih dan terbaru kepada pelanggan-pelanggan perusahaannya di seluruh dunia. Maka dia pun sering terbang ke Portugal, Rusia, India, Jerman, Australia bahkan ke Brazil, untuk menjadi trainer.
Hidupnya enak dan nyaman sekali. Tidak usah masuk ke kantor. Kalau sedang bekerja di Bandung, dia hanyalah mempersiapkan trainingnya di rumah. Hampir setiap hari dia masih bisa bermain golf, hobby-nya.
Kalau lagi bekerja, dia akan travelling ke negara-negara yang indah seperti negara-negara yang saya tulis di atas. What a beautiful life.
“Tapi Pam, mulai bulan depan, semua training teknologi di perusahaanku akan diganti menjadi video on-line training. Dan itu berarti aku akan kehilangan pekerjaanku.
Thomas menyadari, itu adalah akhir dari kariernya sebagai global trainer di perusahaan itu.
Tentu saja, Sebagian trainer, mungkin masih akan diperlukan untuk mengajar dan direkam di video. Tapi jumlahnya jadi jauh lebih berkurang. Berarti jumlah trainernya berkurang, jumlah pendapatan trainernya berkurang, dan mungkin tidak semua trainer masih bisa melanjutkan pekerjaannya. Ini adalah akhir hidup yang tadinya nyaman dan indah itu. Selalu kerja dari rumah, mempersiapkan training dari rumah, kemudian jalan-jalan ke negara indah, sambil bekerja sebagai trainer.
That’s the end! (Kalau meminjam istilah anak muda, perusahaan itu sedang bilang ke Thomas, Lu-Gue-End!)
Apa yang sedang terjadi? Dunia berubah, bisnis berubah, semuanya berubah. Apapun pekerjaan kita, kita harus bersiap seandainya kita kehilangan pekerjaan kita.
Seandainya suatu saat jumlah mesin-mesin dengan artificial intelligence akan semakin banyak dipakai perusahaan, mereka akan menggantikan manusia, dan banyak HR akan kehilangan pekerjaannya.
Tapi bukankah masih tetap ada manusia yang diperlukan? Iya, tapi jumlahnya akan berkurang. Sebuah perusahaan membangun pabrik di Sukabumi dengan hanya 30 karyawan dan mesin-mesin, padahal pabrik yang sama di Malang, memerlukan 1.200 karyawan. Tentu saja jumlah HR yang diperlukan jauh lebih sedikit kan, dan mungkin juga lebih junior. Jadi beberapa HR akan kehilangan pekerjaannya. By the way, pabrik di Sukabumi jauh lebih produktif daripada di Malang.
Dan fenomena di atas bukan hanya pada HR. Lama-lama dengan kemampuan Artifical Intelligence yang semakin canggih, kita akan memerlukan dokter jauh lebih sedikit, lawyer, teacher, dosen, dan banyak pekerjaan lainnya. Termasuk teman saya, Thomas, yang menjadi global technology expert di sebuah perusahaan technology, dan tetapi kehilangan pekerjaannya. Resiko ada pada semua orang, termasuk kita.
Apakah artikel saya hari ini ditulis untuk menakut-nakuti? Tidak! Terus untuk apa? Untuk memotivasi dan menginspirasi kita semua agar terus belajar, terus menambah kompetensi, agar kita terus menerus relevant dan diperlukan di masa depan.
Karena semakin banyak kompetensi, pengetahuan dan Skills kita, akan semakin sulit digantikan oleh komputer.
Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa hal yang bisa dikerjakan setiap hari, sambil mengerjakan pekerjaan kita.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
a) DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE
Fokuslah pada pengembangan diri kita. Waktu kita terbatas, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.
Apa yang bisa anda lakukan yang akan membuat anda lebih “ready-to-compete” di masa depan, Untuk terus mendapatkan pekerjaan yang bagus, ada kompetisi. Untuk membuka usaha, dan mendapatkan investasi yang cukup, ada kompetisi. Kalau sudah punya usaha sendiri, atau sudah bekerja, dan perlu menjuat product anda, ada kompetisi.
It is competition everywhere! Pemenangnya adalah yang lebih siap, dengan kemampuan, pengetahuan, skills dan karakter yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Pengalaman hands on yang lebih banyak, pengalaman organisasi, leadership dan teamwork yang lebih bagus, juga akan sangat dibutuhkan.
b) ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME
Meskipun ini kompetisi, meskipun banyak pekerjaan, dan banyak usaha yang perlu dilakukan untuk terus belajar, jangan terlalu stress. Lakukan apa yang anda suka. Enjoy perjalanan menuju ke sana. Jangan hanya memikirkan tujuan akhir. Pendaki gunung itu bernyanyi dan memainkan gitar saat mendaki gunung. Apa yang anda lakukan untuk menghibur anda sendiri, di sela-sela kesibukan anda untuk “mengembangkan” anda sendiri.
Oh ya, semua orang punya irama sendiri. Saya jadi Director umur 40-an, ada yang jadi Director umur 30-an, ada yang jadi Director umur 50-an, ada yang tidak pernah menjadi Director. Its ok. Semua orang punya “pace” sendiri.
Gak ada gunanya membandingkan anda dengan orang lain. Yang anda bandingkan adalah, membandingkan anda dengan anda sendiri di masa lalu. Apakah ada kemajuan, apakah ada perbaikan, apakah ada peningkatan (kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork?)
c) LEARN SOMETHING NEW EVERYDAY.
Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Apa saja. Bisa bidang ilmu baru, olahraga baru, cabang seni baru, bahasa asing baru. Anything!
Ini akan melatih otak anda untuk selalu bersiap menerima dan mengolah informasi baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Challenge yourself. Saya adalah seorang computer engineer yang belajar HR. Teman saya, seorang pramugari, dulu banyak belajar tentang bisnis di waktu senggangnya, sementara teman-temannya asyik main-main.
Anak saya yang pertama belajar Finance untuk membuktikan apakah dia mampu menguasai ilmu lain selain Chemical Engineering. Anak saya yang kedua belajar menjalankan online shop meskipun belajar Teknik Mesin, Dan anak saya yang ketiga belajar coding/programming, meskipun belajar Teknik Kimia. Do not limite your challenges. Challenge your own limit!
d) LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B
Terakhir, ingat, semua yang anda rencanakan itu mungkin baik-baik saja, tetapi pada jaman now yang penuh ketidakpastian ini, semua bisa berantakan.
Yang kuliah akunting, bisa saja suatu saat nanti semua proses akunting digantikan oleh software canggih berbasis artificial intelligence. Apa yang akan dilakukan?
Ada yang kuliah Teknik Mesin, apa yang akan dia lakukan seandainya, saat dia lulus demand untuk insinyur teknik mesin ternyata rendah, dan harus cari karier di bidang lain?
Kalau anda kuliah kedokteran, apa yang akan anda lakukan seandainya suatu saat dokter bisa digantikan oleh smart application?
Jangan pernah punya PLAN. Buatlah FLAN anda, Flexible Plan!
WHAT IF …. (teruskan sendiri)
Yang lebih ready akan memenangkan kompetisi di masa depan.
Jadi ingat ya, jangan hanya sibuk kuliah dan memelototi pekerjaan atau kuliah anda. Anda tetap harus perform maximal di pekerjaan anda sekarang, dan menambah kompetensi anda.
Kalau anda masih kuliah, anda tetap harus berprestasi akademis, tapi jangan lupa mengembangkan diri anda, dengan menyeimbangkan antara kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork.
Dan inilah 4 langkah untuk membuat anda lebih ready di amsa depan :
• DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE
• ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME
• LEARN SOMETHING NEW, EVERYDAY
• LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIFStory #LoveMonday
Fokuslah pada pengembangan diri kita. Waktu kita terbatas, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.
Apa yang bisa anda lakukan yang akan membuat anda lebih “ready-to-compete” di masa depan, Untuk terus mendapatkan pekerjaan yang bagus, ada kompetisi. Untuk membuka usaha, dan mendapatkan investasi yang cukup, ada kompetisi. Kalau sudah punya usaha sendiri, atau sudah bekerja, dan perlu menjuat product anda, ada kompetisi.
It is competition everywhere! Pemenangnya adalah yang lebih siap, dengan kemampuan, pengetahuan, skills dan karakter yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Pengalaman hands on yang lebih banyak, pengalaman organisasi, leadership dan teamwork yang lebih bagus, juga akan sangat dibutuhkan.
b) ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME
Meskipun ini kompetisi, meskipun banyak pekerjaan, dan banyak usaha yang perlu dilakukan untuk terus belajar, jangan terlalu stress. Lakukan apa yang anda suka. Enjoy perjalanan menuju ke sana. Jangan hanya memikirkan tujuan akhir. Pendaki gunung itu bernyanyi dan memainkan gitar saat mendaki gunung. Apa yang anda lakukan untuk menghibur anda sendiri, di sela-sela kesibukan anda untuk “mengembangkan” anda sendiri.
Oh ya, semua orang punya irama sendiri. Saya jadi Director umur 40-an, ada yang jadi Director umur 30-an, ada yang jadi Director umur 50-an, ada yang tidak pernah menjadi Director. Its ok. Semua orang punya “pace” sendiri.
Gak ada gunanya membandingkan anda dengan orang lain. Yang anda bandingkan adalah, membandingkan anda dengan anda sendiri di masa lalu. Apakah ada kemajuan, apakah ada perbaikan, apakah ada peningkatan (kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork?)
c) LEARN SOMETHING NEW EVERYDAY.
Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Apa saja. Bisa bidang ilmu baru, olahraga baru, cabang seni baru, bahasa asing baru. Anything!
Ini akan melatih otak anda untuk selalu bersiap menerima dan mengolah informasi baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Challenge yourself. Saya adalah seorang computer engineer yang belajar HR. Teman saya, seorang pramugari, dulu banyak belajar tentang bisnis di waktu senggangnya, sementara teman-temannya asyik main-main.
Anak saya yang pertama belajar Finance untuk membuktikan apakah dia mampu menguasai ilmu lain selain Chemical Engineering. Anak saya yang kedua belajar menjalankan online shop meskipun belajar Teknik Mesin, Dan anak saya yang ketiga belajar coding/programming, meskipun belajar Teknik Kimia. Do not limite your challenges. Challenge your own limit!
d) LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B
Terakhir, ingat, semua yang anda rencanakan itu mungkin baik-baik saja, tetapi pada jaman now yang penuh ketidakpastian ini, semua bisa berantakan.
Yang kuliah akunting, bisa saja suatu saat nanti semua proses akunting digantikan oleh software canggih berbasis artificial intelligence. Apa yang akan dilakukan?
Ada yang kuliah Teknik Mesin, apa yang akan dia lakukan seandainya, saat dia lulus demand untuk insinyur teknik mesin ternyata rendah, dan harus cari karier di bidang lain?
Kalau anda kuliah kedokteran, apa yang akan anda lakukan seandainya suatu saat dokter bisa digantikan oleh smart application?
Jangan pernah punya PLAN. Buatlah FLAN anda, Flexible Plan!
WHAT IF …. (teruskan sendiri)
Yang lebih ready akan memenangkan kompetisi di masa depan.
Jadi ingat ya, jangan hanya sibuk kuliah dan memelototi pekerjaan atau kuliah anda. Anda tetap harus perform maximal di pekerjaan anda sekarang, dan menambah kompetensi anda.
Kalau anda masih kuliah, anda tetap harus berprestasi akademis, tapi jangan lupa mengembangkan diri anda, dengan menyeimbangkan antara kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork.
Dan inilah 4 langkah untuk membuat anda lebih ready di amsa depan :
• DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE
• ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME
• LEARN SOMETHING NEW, EVERYDAY
• LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIFStory #LoveMonday
👍2
Forwarded from Muhlis Amiruddin
Telegraph
10 (SEPULUH) PELAJARAN HIDUP
Sepuluh Pelajaran dari singkatnya hidup: Hidup itu panjang jika Anda tahu cara menggunakannya oleh Seneca Dikutip dari : HR Diary • Hidup itu panjang jika Anda tahu cara menggunakannya. Ini adalah pesan pokok dari esai Seneca. Dia berpendapat bahwa kita sebenarnya…
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
FYI. Tulisan kalian masih kami tunggu sd malam ini pukul 23.59 WIB
https://telegra.ph/Special-Giveaway-HUT-ke-4-COMMIT-Ask-The-Experts-08-19
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Telegraph
Special Giveaway HUT ke 4 COMMIT Ask The Experts
"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.~ Pramoedya Ananta Toer" Pertama-tama kami ucapkan banyak terima kasih atas kebersamaan Bapak/ Ibu…
Forwarded from Zulfa Fitriana
Telegraph
Menunggu yang tidak pernah ku sesali
Dulu, tidak pernah terpikir bahwa BPJS Kesehatan akan menjadi wishlist tertinggi untuk mencari penghidupan. Saat itu, dengan bermodalkan ijazah SLTA, aku memberanikan diri untuk ikut rekrutmen sebagai mitra BPJS Kesehatan sebagai kader JKN. Saat mendaftar…
Forwarded from apriyantina
Telegraph
Jalani takdirmu kamu akan dapat pahala
April 2005 hari bahagia sangat kerena hari wisuda dan sah menjadi seorang apoteker kehendak orang tua ( hehe ga mau kecewakan mereka walau dijalani dengan terpaksa) belum terfikir untuk bekerja masih ingin jeda rehat sejenak setelah penat kuliah S1 farmasi…
Forwarded from Anang Riyadi
Telegraph
Keberuntungan, Inisiatif, dan Time Value BPJS Kesehatan
Saat itu sekitar Tahun 2008 saya masih menjadi pekerja tidak tetap di suatu instansi kesehatan milik Pemerintah Propinsi dengan gaji yang di bawah UMR Kota tersebut, namun di Tahun 2008 juga Alhamdulillah ada kesempatan untuk berkarir tambahan walaupun event…
"Menulis mengajarimu bahwa yang terucap bisa saja kamu lupakan. Namun yang kamu tuliskan itu akan selalu ada" (Anonim)
1. Zulfa Fitriana (PTT Petugas Pemeriksa KC Serang)
https://telegra.ph/Menunggu-yang-tidak-pernah-ku-sesali-08-21
2. Apriyantina (Kabag Yanfaskes KC Kotabumi)
https://telegra.ph/Jalani-takdirmu-kamu-akan-dapat-pahala-08-21
3. Anang Riyadi (Kabag Yanfaskes KC Jember)
https://telegra.ph/Keberuntungan-Inisiatif-dan-Time-Value-BPJS-Kesehatan-08-21
4. Steyfan Benawan (PTT Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab Pulau Morotai KC Ternate)
https://telegra.ph/Kesempatan-Hadir-Bagi-Mereka-yang-Tidak-Berhenti-Mencoba-08-21
5. Yupisa Darma (Kepala Kab Murung Raya KC Muara Teweh)
https://telegra.ph/Wawancara-dengan-celana-jeans-warna-biru-pula-08-22
6. Lalu Kahar Kusman (Kabag kepesertaan KC Mojokerto)
https://telegra.ph/Karena-rezeki-gak-akan-tertukar--dan-mungkin-hanya-tertunda-jadi-bersabarlah-08-22
7. Raditya Sasra Bhirawa (Staf Penagihan KC Selong)
https://telegra.ph/Journey-of-My-Life-at-My-Work-Story-08-22
8. Rezki Rahmaputra (PTT Frontliner KC Bengkulu)
https://telegra.ph/Kesabaran-Cara-Terbaik-Memahami-Kehidupan-08-21
9. Josef Kristian Pakku (Kasir KC Jayapura)
https://telegra.ph/Tetaplah-berdoa-dan-berusaha-semua-akan-indah-pada-waktuNya-08-22
10. Chandra Purnama Wibawaningrum (PTT Staf Verifikator Klaim KC Surakarta)
https://telegra.ph/MY-DREAM-COME-TRUE-08-23
11. Nurul Khicmah (PTT Frontliner KC Palopo)
https://telegra.ph/Mawar-Yang-Mekar-Hari-Ini-Tidak-Ditanam-Kemarin-Sore-08-23
12. Fathimah Al Tami Chan (Relationship Officer KC Tanjungpinang)
https://telegra.ph/Yang-Tidak-Pernah-Meninggalkanku-Selain-Allah-Adalah-Doa-Ibuku-08-23
13. Ipan Sopian (Staf Komunikasi dan kesekretariatan KC Selong)
https://telegra.ph/PERJALANAN-08-23
14. Stepani Antusia (PTT Frontliner KC Palangka Raya)
https://telegra.ph/Sing-Penting-Yakin-08-24
15. Wayan Ria Medisina (Staf PMPF Kab Manggarai KC Ende)
https://telegra.ph/Metamorfosa-Sebuah-Jalan-Menuju-Pulang-yang-Bukan-Pulang-08-25
16. Isna Asti Nur Cahyani (PTT Staf Verifikator Klaim KC Surakarta)
https://telegra.ph/Takdir-08-25
17. Ratri Rahayu Athamukhaliddinar (PTT Edukasi dan Penanganan Pengaduan KC Surabaya)
https://telegra.ph/Sebuah-Syukur-08-25
18. Eva Yeni Rustiana (Staf Administrasi Klaim KC Tulungagung)
https://telegra.ph/Orang-Tuaku-Kepanjangan-Tangan-Tuhan-Untukku-08-25
19. Ainun Munfarisa (PTT EP3RS KC Jember)
https://telegra.ph/Doa-Ibu-Menembus-Langit-Ke-Tujuh-08-25
20. Dienda Febriani (PTT Telekolekting KC Rengat)
https://telegra.ph/Kenangan-Manis-Yang-Bermakna-08-25
21. Ana Mutmainna (PTT Frontliner Kab Deiyai KC Biak Numfor)
https://telegra.ph/KITA-YANG-HARI-INI-ADALAH-VERSI-TERBAIK-DARI-PROSES-MASA-LALU-08-25
22. Yeni Eka Firdaus (Koordinator Frontliner KC Kotabumi)
https://telegra.ph/Suport-terbesar-adalah-doa-dan-dukungan-suami-08-25-2
23. Rizky Ashari (PTT Frontliner KC Surakarta)
https://telegra.ph/RASA-Rencana-Allah-Selalu-luar-biasa-08-25
24. Nonie Erinda (Relationship Officer KC Kupang)
https://telegra.ph/Sebuah-catatan-tentang-pilihan-08-25
25. Euis Rahmawati (Staf PMPF Kab Tanah Laut KC Banjarmasin)
https://telegra.ph/Feminisme-dalam-JKN-08-25
#Shareyourstory #INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Yupisa - D
pergi kreden ke gunung batu
ternyata hujan sedikit basah
assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh
ijin share sepenggal kisah
🙏🙏🙏
https://telegra.ph/Wawancara-dengan-celana-jeans-warna-biru-pula-08-22
ternyata hujan sedikit basah
assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh
ijin share sepenggal kisah
🙏🙏🙏
https://telegra.ph/Wawancara-dengan-celana-jeans-warna-biru-pula-08-22
Telegraph
Wawancara dengan celana jeans⁉️ warna biru pula‼️
3 januari 2012 -- 08.00 WIB Matahari mulai menunjukkan wajahnya, nampak parkiran pegawai Rumah sakit umum daerah Buntok sudah terlihat ramai lalu lalang, para pegawai yang bertugas shift pagi sudah siap menjalankan tugas kenegaraannya sebagai pegawai RSUD…
Forwarded from Raditya Sasra Bhirawa
Telegraph
“ Journey of My Life at My Work Story ”
Saya adalah Seorang lulusan Program Studi Ekonomi Akuntansi dari sebuah Universitas Negeri yang ada di Kota Mataram, sering di sebut Unram oleh banyak orang. Saat ini saya sudah dan sedang bekerja atau mengabdi di salah satu Organisasi Besar yang ada di Indonesia…
Forwarded from Rezki Rahmaputra
Telegraph
Kesabaran: Cara Terbaik Memahami Kehidupan
Sebagai Frontliner tentunya banyak tantangan yang dihadapi. Terlebih lagi kedisiplinan waktu dalam bekerja. Seperti pada saat pergantian shift layanan tatap muka di jam istirahat, 1 menit pun sangatlah berharga (bisa digunakan memasang sepatu atau lainnya…
❤2
Forwarded from Josef Oruh
Selamat pagi bapak, ibu, dan rekan2. Mohon ijin share 😇🙏🏻
https://telegra.ph/Tetaplah-berdoa-dan-berusaha-semua-akan-indah-pada-waktuNya-08-22
https://telegra.ph/Tetaplah-berdoa-dan-berusaha-semua-akan-indah-pada-waktuNya-08-22
Telegraph
Tetaplah berdoa dan berusaha, semua akan indah pada waktuNya
Nama saya Josef Kristian Pakku, saat ini saya bertugas sebagai Kasir di Kantor Cabang Jayapura, Kedeputian Wilayah XII, dan berikut merupakan cerita tentang pengalaman saya dalam mencari pekerjaan dan melamar di BPJS Kesehatan. Juni 2013, bulan dan tahun…
👍1
Forwarded from Chandra
Telegraph
MY DREAM COME TRUE
Pada akhir tahun 2019 dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh corona virus disease atau yang akrab disebut Covid 19, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari…
🥰3❤1