Ask The Experts
1.82K subscribers
4.77K photos
414 videos
188 files
2.92K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Dan karena kita harus bekerja keras untuk mencapai mimpi kita, berarti kita harus tahu prioritas kita. Bekerja keras, mengembangkan kompetensi kita, mengembangkan karakter kita agar kita bisa meraih mimpi kita. Jangan terpengaruh teman teman kita untuk always have fun bersama mereka. Remember, you and our friends have different dream. Don't let them becoming the obstacles and prevent you from achieving our dreams.
- Understand our priority
- Stick to them
- Work hard to achieve our dream

d) Understand how to handle the failures
Dalam perjalanan panjang kita untuk mencapai sukses, sayangnya perjalanan kita akan mengalami masa masa sulit dan banyak kegagalan. Jangan pernah percaya bahwa orang-orang sukses itu tidak gagal. Berkali-kali. Mereka semua pernah gagal. Tetapi mereka tahu bagaimana untuk bangkit dengan gagah berani setelah kegagalan yang mereka alami.

e) Understand our limits
Terakhir, jangan lupa mengenal limit dan batasan kita. Kita boleh bekerja keras mengejar mimpi dan ambisi kita. Tapi ingat semua orang punya limit dan batasan masih masih. Jangan sampai kerja keras kita di luar batas stress kita. Ingat, kita harus me-reward diri kita sendiri.

Intinya adalah pada kata jangan "mudah" menyerah. Bukan jangan "pernah" menyerah. Karena banyak yang memaksakan diri dan akhirnya berakibat fatal pada miliknya yang paling berharga, keluarganya atau dirinya sendiri. Bukan berarti pula bahwa kita cepat pasrah, cepat menyerah dan tidak mem-push ourself. You still have to work hard. Harder than anyone else.

Life is a marathon. It is going to be a long journey. Take a break and celebrate every single success that you achieve (no matter how small they are).

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

#INISIATIFStory
4
DIGITAL TRANSFORMATION AWARDS 🎖🏹

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun BPJS Kesehatan Tahun 2023, Direktorat TI BPJS Kesehatan menyelenggarakan lomba Digital Tranformation Awards untuk Fasilitas Kesehatan 🇲🇨

Yuk ikuti lomba Digital Tranformation Awards untuk Fasilitas Kesehatan dengan kategori lombanya sebagai berikut:
1. Video Testimoni Pemanfaatan Antrean Online Terbaik
2. Video Visualisasi Pemanfaatan Antrean Online Terbaik
3. Mobile JKN Corner Terbaik di FKRTL
4. Duta Mobile JKN di FKRTL

Periode pelaksanaan lomba: Juli - Oktober 2023 🇲🇨

Jangan sampai ketinggalan!

Link 🏆

#digitaltransformation
#bpjskesehatan
#hutbpjskesehatan55
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1
PARA FILOSOF DI PERAHU SANDEQ 🛥🤿

Bapak tua itu memandang laut. Wajahnya mengeriput. Kumis dan janggutnya berwarna putih kekuningan. Ketika saya temui di Pantai Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dia lebih banyak diam sembari sesekali mengisap rokok kretek yang dijepit dua jemarinya.

Bapak itu adalah seorang nakhoda perahu sandeq. Ketika saya tanya mana perahunya, dia menunjuk ke satu arah. Di sana, ada perahu dengan tiang layar berwarna putih, nampak anggun saat meniti ombak. Dia tersenyum.

Di mata saya, sandeq adalah salah satu warisan jenius dari leluhur Mandar. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa sandeq adalah perahu tercepat di dunia. Bentuk yang ramping dan pipih itu bisa melesat dan menembus ombak menggunung. Di lautan itu, sandeq melaju dengan kelihaian seorang ballerina. Sandeq tahu kapan saat menembus ombak, dan kapan saat berjalan anggun.

Saya memandang bapak tua ini. Seorang kawan di Majene bercerita bahwa bapak tua ini adalah nakhoda legendaris yang saat berada di atas perahu, kalimatnya serupa dewa. Dia ibarat Sinbad yang pernah berlayar memembus tujuh samudera, dari Pantai Balanipa hingga tanah Marege (Australia).

Saya teringat esai yang ditulis Ignas Kleden tentang kepemimpinan maritim. Ignas membandingkan kepemimpinan para nakhoda versus tuan tanah (feodalisme). Kata Ignas, tuan tanah adalah mereka yang melestarikan kuasa atas tanah, membangun hierarki antara pemimpin dan bawahan, serta melestarikan dominasi.

Tapi seorang nakhoda lahir dari sistem yang sangat mengedepankan keahlian. Seorang nakhoda tidak dipilih secara demokratis oleh semua penghuni kapal. Dia adalah sosok paling senior, sosok yang paling memahami laut dan semua pergerakan ombak, juga bisa membaca bintang gemintang dan gerak semua hewan laut. Dia peka pada setiap hembusan angin.

Di tengah ombak yang menerjang, seorang nakhoda tidak akan mengajak awak kapalnya berdiskusi demi mencari solusi. Dia tahu apa yang harus dilakukan. Setiap kalimatnya adalah perintah. Semua penumpang percaya kepadanya. Semua orang menambatkan selembar nyawa padanya.

Ketika krisis menghadang dan kapal mulai oleng, nakhoda akan menyelamatkan semua penumpang. Di kalangan para nakhoda terdapat konsensus bahwa lebih baik tenggelam bersama kapal daripada lari sebagai pengecut.

Laku moral dan kebajikan inilah yang menyebabkan Kapten Rifai, nakhoda kapal Tamponas 2 memilih karam bersama kapalnya. Juga Kapten Edward Smith, nakhoda Titanic yang tenang memilih bersama kapal saat memasuki kedalaman samudera.

Entah, apakah para awak perahu pernah membaca filsafat, tapi mereka mengingatkan saya pada filsuf Plato yang pernah mengatakan bahwa pemimpin harusnya tidak dipilih secara demokratis. Pemimpin adalah mereka yang tahu dan paling paham apa yang harus dilakukan.

Saya menoleh ke bapak tua di sebelah ini. Dia bercerita tentang tiga unsur di perahu sandeq. Pertama, cadik di kiri kanan. Katanya, cadik adalah simbol dari kuatnya karakter dan jati diri. Tanpa itu, manusia akan oleng. Kedua, palayyarang atau layar. Ini adalah simbol dari pentingnya tujuan dan arah ke mana seseorang hendak bergerak. Ketiga, warna putih di layar. Ini adalah simbol kesucian hati dan kejernihan jiwa. Hidup seseorang akan seimbang ketika menjaga kesucian hatinya.

Kali ini saya yang terdiam dan menyerap kalimat bijak dari nakhoda perahu sandeq. Dia punya kearifan yang tercermin dari setiap helai kata2nya. Saya membayangkan para nakhoda yang tenang memandang ombak sembari tetap mengarahkan kapal. Saya membayangkan keberanian Kapten Rifai dan Kapten Edward Smith.

"Pernahkah bapak ketakutan saat berada di laut, ketika ombak menghadang dan petir bersahut-sahutan" tanya saya kepadanya.

"Nak, saya ini orang Mandar. Kami punya semboyan dari leluhur kami yakni 'dota lele ruppu dari na lele di lolangang'. Lebih baik hancur perahu daripada mundur dalam pelayaran," katanya.

Saya memandang bapak ini dengan takjub. Dia bukan cuma filosof, tapi juga menyerap semua kearifan Mandar dalam setiap aliran darahnya.

Di ufuk sana, perahu sandeq nampak berayun-ayun meniti ombak.

Yusran Darmawan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1
Saat berusia 11 tahun, Kobe Bryant memainkan 25 pertandingan basket penuh musim tanpa mencetak satu poin pun.

“Waktu itu saya sangat buruk,” katanya mengenang. “Menyedihkan."

Setelah musim itu, Kobe mengatakan dia mulai mengambil pendekatan matematika sederhana tentang bagaimana caranya untuk kelak menjadi salah satu pemain bola basket hebat sepanjang masa?

“Saya mulai menatap tujuan jangka panjang, dan saya berkata, "Oke, tahun ini saya akan menjadi lebih baik dalam menggiring bola. Tahun depan, saya akan menjadi lebih baik dalam mengoper. Lalu Tahun setelah itu, saya akan mulai menjadi lebih baik dengan membuat bidikan saya sendiri. Begitulah seterusnya. "Saya pasti akan kembali ke sini"

“Sediki demi sedikit dan sepotong demi sepotong, saya kemudian merasa menjadi lebih baik. Ketika saya kembali bermain pada musim berikutnya saya merasa sedikit lebih baik. Dan seterusnya musim setelah itu, saya seterusnya menjadi sedikit lebih baik."

“Itu sedikit demi sedikit, sepotong demi sepotong,” ia mengulangi. “Itu adalah bentuk konsistensi dari pekerjaan. Konsistensi pekerjaan: Senin menjadi lebih baik. Selasa membaik. Rabu terus membaik, dstnya.

Lakukan itu selama periode waktu—tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh tahun dan pasti Anda akan sampai ke tempat yang Anda inginkan."

“Itu sangat sederhana,” katanya. “Ini matematika."

Dalam Buku “Atomic Habits,” James Clear menulis tentang matematika sederhana dari pekerjaan yang konsisten.

“Inilah cara matematika bekerja: jika Anda mendapatkan 1 persen lebih baik setiap hari selama satu tahun, Anda akan berakhir tiga puluh tujuh kali lebih baik pada saat Anda selesai di akhir tahun."

Jika Anda mendapatkan tiga puluh tujuh kali lebih baik dari tahun ke tahun selama periode waktu—tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh tahun— Anda akan sampai ke tempat yang Anda inginkan. Ini matematika sederhana.

Miliarder Dharmesh Shah pernah ditanya, apa kekuatan terbesar Anda? “Kekuatan terbesar saya,” katanya, “adalah kemampuan untuk membedakan antara keahlian dan bakat. Saya tidak membiarkan kekurangan/ ketiadaan bakat itu akan menahan pergerakan saya."

Dalam hampir setiap wawancara yang saya dengarkan, Shah berbicara tentang pentingnya membedakan antara keahlian dan bakat.

Keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu. Bakat adalah tingkat dimana Anda bisa memperoleh kemampuan untuk melakukan sesuatu.

Jika misalnya Anda memiliki bakat untuk bola basket, itu berarti Anda akan menjadi lebih baik dalam bola basket daripada seseorang yang tidak memiliki bakat untuk bola basket.

Sedangkan jika Anda tidak memiliki bakat untuk bola basket, itu berarti akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi jago dalam bola basket daripada jika Anda memang memiliki bakat.

Untuk sebagian besar hal dalam hidup, yang lebih penting daripada bakat adalah kemampuan untuk berproses dalam jangka panjang, untuk secara konsisten dimasukkan ke dalam pekerjaan/ aktivitas keseharian kita, seperti kata Kobe, “selama periode waktu—tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh tahun."

“Jika Anda melakukan perhitungan tentang ini... Jika Anda terobsesi berlatih, dua sampai tiga jam setiap hari, lebih dari setahun, lebih dari dua tahun, lebih dari tiga tahun— Anda pasti akan membuat lompatan kuantum, bung.” — Kobe Bryant

Ditulis oleh Billy Oppenheimer

#INISIATIFStory
🔥2👍1
BE READY TO BE DISRUPTED
(Bersiap untuk di-“disrupsi”)


Hari Senin pagi itu, saya menyetir sendiri menuju ke arah Gading Serpong. Saya akan menghadiri sebuah diskusi forum Kerjasama lintas organisasi. Ada beberapa perusahaan, beberapa instansi pemerintah dan beberapa universitas. Diskusi menarik tentang karakter lulusan universitas yang dibutuhkan di masa depan, dan bagaimana universitas dapat mempersiapkannya.

Sebut saja namanya Tanti (bukan nama sebenarnya), dia adalah seorang pengelola universitas swasta di Indonesia. Saat makan siang, di sebelah saya, dia berkeluh kesah,”Sekarang ini universitas swasta agak susah. Universitas negeri mempersiapkan banyak jalur untuk masuk, dari yang jalur normal, sampai jalur mandiri beberapa gelombang. Akibatnya jumlah yang masuk ke universitas swasta jadi menurun. Tidak fair, ya?”

Saya tersenyum, “Ibu Tantiiiiii, itu namanya Disrupsi. Semua mengalami. Mau universitas swasta, mau instansi pemerintah, atau terutama perusahaan swasta, semua pasti mengalami?”

“Maksud Pak Pam?”

Dunia penuh dengan ketidakpastian. Apakah itu Krisis ekonomi, Global resesi, Disrupsi, Ketidakpastian bisnis, Pandemi, Tahun politik, Perubahan regulasi (peraturan pemerintah), Perubahan perilaku pelanggan, perubahan peta kompetisi.

Semua hal di atas menimbulkan ketidakpastian dalam bisnis kita, dalam organisasi kita, dalam karier kita. Apakah itu fair? Coba ditanyakan ke perusahaan taxi? Apakah fair kalau mereka harus menjalani semua bisnis bertahun-tahun, tetapi kemudian ada yang tiba-tiba datang dengan aplikasi online. Coba ditanyakan ke perusahaan cetak foto yang mencetai foto puluhan tahun, dan kemudian pelanggannya beralih ke upload foto secara digital.

Coba ditanyakan ke Garmin yang membuat GPS, dan kemudian tiba-tiba Waze dan Google map menyediakan dengan gratis. Coba ditanyakan ke Nokia yang memproduksi selama puluhan tahun, dan tiba-tiba ada handphone lain yang lebih “smart’?

Intinya, memang mungkin kehidupan (atau bisnis) ini tidak fair. Tetapi tetap saja kita gak boleh mengeluh dan meratap, yang kita perlu lakukan adalah bersiap-siap menghadapi disrupsi.

Itulah mengapa handphone Nokia punah, itulah mengapa Kodak punah. Tetapi kalau bersiap-siap seperti Garmin dan Bluebird, mereka tetap bertahan (bahkan lebih Berjaya), meskipun ada disrupsi. Jadi mau jadi siapa nih? Mau jadi Nokia mobile phone? Mau jadi Kodak? Atau mau jadi Garmin, atau mau jadi Bluebird, yang bertahan dan Berjaya di tengah badai disrupsi.

Tak hanya di dalam bisnis, di dalam kehidupan, sering kita harus berubah. Berubah adalah satu-satunya cara untuk senantiasa memperbaiki diri sendiri. Jika tidak berubah, kita tidak akan mengalami kemajuan. Change is not comfortable. But comfort and progress will never walk together. Kalau mau nyaman, siap-siap Anda tidak akan maju. Jika mau maju, ya siap-siap untuk tidak nyaman. Oleh karena tidak nyaman itulah, makanya jika kita mau berubah, biasanya kita dihambat oleh tiga hal ini: Malu, Takut, dan Ragu-ragu.

Mau mengubah bisnis, mengubah perilaku, atau apapun, biasanya kita dihambat oleh tiga perasaan itu. Padahal, selama kita tidak bisa mengatasinya, ya kita tidak akan maju-maju.

Jangan takut dan jangan ragu-ragu untuk berubah …. karena konsekuensi tidak berubah ternyata jauh lebih fatal. Apa yang bisa kita terapkan sehari-hari

A) Senantiasa amati lingkungan eksternal sekitar Anda.
Jangan sampai mereka berubah lebih cepat daripada Anda. Anda harus lebih cepat daripada lingkungan, lebih cepat daripada pasar, dan lebih cepat daripada kompetitor.

B) Putuskan yang ingin Anda lakukan.
Tak melakukan apa pun bukanlah pilihan. Sering, banyak sekali yang menentang kita pada saat kita punya ide. Tetapi, jika mereka ditanya, mereka juga tidak punya ide lain. Ikuti kata hati anda. Ingat, doing nothing is not an option.

C) Belajarlah, gunakanlah dan adopsilah teknologi, dalam keseharian kita.
Dalam bisnis, dalam cara kerja maupun dalam kehidupan kita. Masa depan adalah teknologi. Tanpa teknologi kita akan ketinggalan jaman.
D) Start small. Tolerate failure. Learn.
Seringkali keraguan untuk berubah adalah karena takut untuk salah. Ingat, inovasi tidak akan berhasil pertama kali. Perlu dicoba, diulang dan diperbaiki. Makanya mulailah dari yang kecil, ijinkanlah kesalahan terjadi, segera perbaiki kesalahan itu.

E) Jangan malu, jangan takut, jangan ragu-ragu.
Setiap kali mau berubah, kita pasti punya perasaan-perasaan seperti itu. Malu, atau takut, atau ragu-ragu. Ingat, jika Anda tidak berubah dan gagal, Anda akan lebih malu lagi. Change yourself, adapt to the new environment, embrace and learn new things.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

#INISIATIFStory
👍1
Forwarded from Novi Herawati
Berbagi Kebahagiaan di Bulan Muharram

Bulan Muharram ini pengen banget buat berbagi kebahagiaan bareng anak yatim. InsyaAllah kita akan belanja bareng dengan Santri Yatim dan Penghafal Al Qur'an pada tanggal 12 Agustus 2023.

Yuuuk ikut berbagi dan berikan kado terbaikmu untuk mereka☺️

Dari Sahl bin Sa’ad RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.”
Forwarded from Novi Herawati
Jika ingin dikelola oleh kami dipersilahkan Bapak/ibu..
Insyaallah penyaluran donasi kepada yayasan Nurul Ashri akan dilakukan Jumat sore tanggal 11/08/2023 bapak/ibu

😊 Dana bisa ditransfer melalui rekening Duta
🏢 Bank Mandiri 1110013078304 a.n Yasyirli Amrina

Jika telah menyalurkan dana silahkan konfirmasi ke
📞Narahubung
1. Novi Herawati @itawarehivon - 08116666332
2. Yasyirli Amrina @yasyirliamrina - 081276627748
3. Nindi Zuafni @zuafnindii - 081290116541

Terimakasih untuk para donatur yang sudah membagi rezekinya untuk berbagi kasih kepada saudara kita yang sedang membutuhkan, semoga diberikan kesehatan dan kebahagiaaan untuk para donatur 😊😊😍😘😘
Stay safe & healthy

Uluran tangan kita sangat dibutuhkan bagi mereka yang membutuhkan.. InsyaaAllah kita akan memperoleh pahala yang besar dari hal tersebut.. 😊😊😊
BPJS Kesehatan sedang membuka kesempatan berkarir sebagai Agen Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui website rekrutmen resmi BPJS Kesehatan yaitu:
https://rekrutmen.bpjs-kesehatan.go.id/

Hati-hati terhadap penyalahgunaan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, seluruh proses seleksi GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA, tidak ada juga biaya travel atau akomodasi lainnya.

#BPJSKesehatan
#GotongRoyong
#Inisiatif
#MakinMudah
#MakinCepat
#SemuaSetara
Jika istrimu meninggal lebih dulu

Kau telusuri akun sosial media istrimu. Kau baca keluh kesah atau cerita keseharian yang ia tulis disana sambil membayangkan yang hari itu ia alami. Kau pikirkan status-status sindiran darinya tanpa bisa bertanya lagi itu ditujukan untukmu atau orang lain.

Kau buka aplikasi belanja miliknya melihat rentetan barang yang memenuhi keranjangnya. Berharap kau diberi kesempatan lagi untuk bisa membelikan barang impiannya.

Kau akan termenung sendirian, tak ada lagi ocehan rutin dari mulutnya. Tak ada lagi makanan dengan rasa yg sama sesuai racikan tangan miliknya.

Air mata jatuh dipelupuk matamu, kau kehilangan separuh jiwamu, kehilangan sebagian dari hidupmu.

Berpikir. Andai tahu akan sesingkat ini. Mati-matian bahagiakan dirinya Sebelum ia dijemput sang Ilahi

==================

Jika Suamimu meninggal lebih dulu

Kau pandangi galeri foto di telepon selulermu mungkin tak banyak foto dirinya disana karena di tiap tempat dan waktu, dialah fotografernya.

Kau lihat handuk miliknya, takkan lagi ada yang meminta ambilkan handuk setiap kali ia mandi. Takkan lagi ada keluhmu tentang handuk basah yang tak tepat tempat.

Kau pandangi wajah anak-anakmu, ada bagian wajah ayahnya yang melekat disana, entah itu tatapan matanya atau gelak tawanya. Terkadang kebiasaannya pun menurun pada buah hatinya.

Penulis asli Ari Wahyu Bintari (edited Putri Hasrianti)

#INISIATIF #Happyweekend #ketahanankeluarga
STEVE JOBS, SI "JAHAT" YANG DICINTAI BANYAK ORANG

Foto langka nih..
Dua sahabat yang mampu mengubah dunia dalam satu frame, Steve Jobs dan Bill Gates.

Kali ini Saya akan sedikit cerita tentang Steve Jobs dulu. Memang cerita-cerita tentang Steve Jobs dan produk-produk unggulan yang lahir dari perusahaan yg dipimpinnya keren-keren dan sangat menginspirasi.

Pada suatu moment, seorang engineer yang mengerjakan project pemutar musik iPod menghadap Steve Jobs untuk mempresentasikan desain produk terakhir yang ia buat.

Cukup lama Steve Jobs memegangi prototype itu. Dipegang-pegang, dibolak-balik, diputar-putar sambil memainkan musik dari alat itu.

Sampai pada akhirnya Steve Jobs bilang ke si engineer.

"Kegedean nih. Bikin lagi yang jauh lebih kecil"

Prototype itu ditolak mentah-mentah.

"Tidak mungkin Saya mendesain lagi yang paling kecil. Itu sudah kecil banget. Saya sudah kerja mati-matian buat mewujudkan desain kecil itu"

Steve kemudian mengambil mengambil benda itu kemudian berjalan mendekati aquarium yang ada diruangan.

"Lihat.." kata Steve Jobs sambil bersiap-siap menjatuhkan prototype pemutar musik bersejarah itu diatas permukaan air.

Si engineer ingin berteriak mencegah kegilaan Steve Jobs

Hasil kerja mati-matian dia, curahan pikiran, waktu dan tenaga.. dengan seenak hati mau dicelupin ke aquarium

Dan beneran iPod itu meluncur deras dari tangan Steve Jobs dan masuk ke air.

Blub..blub..blub..
Sempat mengeluarkan gelembung-gelembung udara, sebelum akhirnya tenggelam di dasar kolam

Sang engineer melongo pasrah. Gila nih orang, gak manusiawi banget sih.

Belum lepas dia dari kepasrahannya Steve Jobs udah ngomong

"Kamu lihat kan.. gelembung-gelembung udara tadi"

Ahaa..

Sang engineer tiba-tiba seketika tercerahkan

"Gelembung udara, itu artinya masih ada ruang yang bisa dimampatkan"

Ia menemukan peluang untuk membuat desainnya menjadi lebih kecil lagi. Dengan menata ulang komponen-komponennya.

Singkat kata, digaraplah prototype itu sampai lahir iPod pertama yang sukes luar biasa dipasaran.

Sejak diluncurkan iPod sudah laku 400 juta device dalam berbagai model.

Produk revolusioner yang mampu merubah sejarah dunia, perpaduan sempurna antara teknologi pemutar lagu dan keindahan sebuah desain.

Produk yg bisa jadi tidak akan pernah lahir jika Steve Jobs tidak "songong" sama karyawannya.

Bagi sebagian besar karyawannya, Steve Jobs adalah "asshole" leader.

Sangat gamblang dan blak-blakan mengutarakan pendapatnya.

Tanpa pernah berpikir apa yg ia lakukan, kata-kata yang ia lontarkan menyakitkan.

Tapi milyaran orang di dunia mengaguminya.

Karena dari kegilaannya, lahirlah produk-produk digital yang revolusioner, yang sukses luar biasa dipasaran.

Cara kepemimpinan dia bagi banyak orang awam memang ganjil.

Tapi dialah pemimpin yang mampu memposisikan diri dengan sangat baik dalam "customers role play"

Dia paham benar bagaimana berperan sebagai customers, memahami apa pain pointnya, meskipun customers sendiri tidak bisa mengutarakannya, ia bisa menangkapnya.

Steve Jobs bukan hanya seorang leader biasa

Ia adalah seorang design thinking expert yang mampu mengkonversikan apa yang semua keresahan customers menjadi produk impian semua orang.

Semoga tulisan pendek ini menginspirasi

Salam Nginbound
Sam Ipoel
🥰1
FACING THE UNCERTAINTY IN THE FUTURE (Menghadapi ketidakpastian di masa depan) 🇲🇨🎖

Kemarin, saya dan keluarga jalan-jalan di Bandung. Saya sempat bangun pagi, dan memulai perjalanan dengan menyetir sendiri. Di KM88, Adrian , anak saya, ingin gantian, menyetir, menikmati perjalanan di jalan toll yang sedang lancar.

Saat itulah, seorang teman saya, sebut saja namanya Thomas, mengirimkan WA ke saya.

“Pam, I lost my job … this is the end of my career in this company.”

Thomas adalah lulusan Teknik Elektro, dari sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini.

Dia memulai karier sebagai engineer, dan kemudian menjadi technical trainer. Kariernya terus berkembang, di perusahaannya, sebuah global leader dalam technology, dia adalah seorang senior expert.

Karena expertise nya, dia pun menjadi senior trainer. Kerjaanya mengajarkan technology dengan feature tercanggih dan terbaru kepada pelanggan-pelanggan perusahaannya di seluruh dunia. Maka dia pun sering terbang ke Portugal, Rusia, India, Jerman, Australia bahkan ke Brazil, untuk menjadi trainer.

Hidupnya enak dan nyaman sekali. Tidak usah masuk ke kantor. Kalau sedang bekerja di Bandung, dia hanyalah mempersiapkan trainingnya di rumah. Hampir setiap hari dia masih bisa bermain golf, hobby-nya.

Kalau lagi bekerja, dia akan travelling ke negara-negara yang indah seperti negara-negara yang saya tulis di atas. What a beautiful life.

“Tapi Pam, mulai bulan depan, semua training teknologi di perusahaanku akan diganti menjadi video on-line training. Dan itu berarti aku akan kehilangan pekerjaanku.

Thomas menyadari, itu adalah akhir dari kariernya sebagai global trainer di perusahaan itu.

Tentu saja, Sebagian trainer, mungkin masih akan diperlukan untuk mengajar dan direkam di video. Tapi jumlahnya jadi jauh lebih berkurang. Berarti jumlah trainernya berkurang, jumlah pendapatan trainernya berkurang, dan mungkin tidak semua trainer masih bisa melanjutkan pekerjaannya. Ini adalah akhir hidup yang tadinya nyaman dan indah itu. Selalu kerja dari rumah, mempersiapkan training dari rumah, kemudian jalan-jalan ke negara indah, sambil bekerja sebagai trainer.

That’s the end! (Kalau meminjam istilah anak muda, perusahaan itu sedang bilang ke Thomas, Lu-Gue-End!)

Apa yang sedang terjadi? Dunia berubah, bisnis berubah, semuanya berubah. Apapun pekerjaan kita, kita harus bersiap seandainya kita kehilangan pekerjaan kita.

Seandainya suatu saat jumlah mesin-mesin dengan artificial intelligence akan semakin banyak dipakai perusahaan, mereka akan menggantikan manusia, dan banyak HR akan kehilangan pekerjaannya.

Tapi bukankah masih tetap ada manusia yang diperlukan? Iya, tapi jumlahnya akan berkurang. Sebuah perusahaan membangun pabrik di Sukabumi dengan hanya 30 karyawan dan mesin-mesin, padahal pabrik yang sama di Malang, memerlukan 1.200 karyawan. Tentu saja jumlah HR yang diperlukan jauh lebih sedikit kan, dan mungkin juga lebih junior. Jadi beberapa HR akan kehilangan pekerjaannya. By the way, pabrik di Sukabumi jauh lebih produktif daripada di Malang.

Dan fenomena di atas bukan hanya pada HR. Lama-lama dengan kemampuan Artifical Intelligence yang semakin canggih, kita akan memerlukan dokter jauh lebih sedikit, lawyer, teacher, dosen, dan banyak pekerjaan lainnya. Termasuk teman saya, Thomas, yang menjadi global technology expert di sebuah perusahaan technology, dan tetapi kehilangan pekerjaannya. Resiko ada pada semua orang, termasuk kita.

Apakah artikel saya hari ini ditulis untuk menakut-nakuti? Tidak! Terus untuk apa? Untuk memotivasi dan menginspirasi kita semua agar terus belajar, terus menambah kompetensi, agar kita terus menerus relevant dan diperlukan di masa depan.

Karena semakin banyak kompetensi, pengetahuan dan Skills kita, akan semakin sulit digantikan oleh komputer.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa hal yang bisa dikerjakan setiap hari, sambil mengerjakan pekerjaan kita.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
a) DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE
Fokuslah pada pengembangan diri kita. Waktu kita terbatas, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.

Apa yang bisa anda lakukan yang akan membuat anda lebih “ready-to-compete” di masa depan, Untuk terus mendapatkan pekerjaan yang bagus, ada kompetisi. Untuk membuka usaha, dan mendapatkan investasi yang cukup, ada kompetisi. Kalau sudah punya usaha sendiri, atau sudah bekerja, dan perlu menjuat product anda, ada kompetisi.

It is competition everywhere! Pemenangnya adalah yang lebih siap, dengan kemampuan, pengetahuan, skills dan karakter yang lebih dibandingkan dengan yang lain. Pengalaman hands on yang lebih banyak, pengalaman organisasi, leadership dan teamwork yang lebih bagus, juga akan sangat dibutuhkan.

b) ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME
Meskipun ini kompetisi, meskipun banyak pekerjaan, dan banyak usaha yang perlu dilakukan untuk terus belajar, jangan terlalu stress. Lakukan apa yang anda suka. Enjoy perjalanan menuju ke sana. Jangan hanya memikirkan tujuan akhir. Pendaki gunung itu bernyanyi dan memainkan gitar saat mendaki gunung. Apa yang anda lakukan untuk menghibur anda sendiri, di sela-sela kesibukan anda untuk “mengembangkan” anda sendiri.

Oh ya, semua orang punya irama sendiri. Saya jadi Director umur 40-an, ada yang jadi Director umur 30-an, ada yang jadi Director umur 50-an, ada yang tidak pernah menjadi Director. Its ok. Semua orang punya “pace” sendiri.

Gak ada gunanya membandingkan anda dengan orang lain. Yang anda bandingkan adalah, membandingkan anda dengan anda sendiri di masa lalu. Apakah ada kemajuan, apakah ada perbaikan, apakah ada peningkatan (kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork?)

c) LEARN SOMETHING NEW EVERYDAY.
Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Apa saja. Bisa bidang ilmu baru, olahraga baru, cabang seni baru, bahasa asing baru. Anything!

Ini akan melatih otak anda untuk selalu bersiap menerima dan mengolah informasi baru, yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Challenge yourself. Saya adalah seorang computer engineer yang belajar HR. Teman saya, seorang pramugari, dulu banyak belajar tentang bisnis di waktu senggangnya, sementara teman-temannya asyik main-main.

Anak saya yang pertama belajar Finance untuk membuktikan apakah dia mampu menguasai ilmu lain selain Chemical Engineering. Anak saya yang kedua belajar menjalankan online shop meskipun belajar Teknik Mesin, Dan anak saya yang ketiga belajar coding/programming, meskipun belajar Teknik Kimia. Do not limite your challenges. Challenge your own limit!

d) LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B
Terakhir, ingat, semua yang anda rencanakan itu mungkin baik-baik saja, tetapi pada jaman now yang penuh ketidakpastian ini, semua bisa berantakan.

Yang kuliah akunting, bisa saja suatu saat nanti semua proses akunting digantikan oleh software canggih berbasis artificial intelligence. Apa yang akan dilakukan?

Ada yang kuliah Teknik Mesin, apa yang akan dia lakukan seandainya, saat dia lulus demand untuk insinyur teknik mesin ternyata rendah, dan harus cari karier di bidang lain?

Kalau anda kuliah kedokteran, apa yang akan anda lakukan seandainya suatu saat dokter bisa digantikan oleh smart application?

Jangan pernah punya PLAN. Buatlah FLAN anda, Flexible Plan!
WHAT IF …. (teruskan sendiri)
Yang lebih ready akan memenangkan kompetisi di masa depan.

Jadi ingat ya, jangan hanya sibuk kuliah dan memelototi pekerjaan atau kuliah anda. Anda tetap harus perform maximal di pekerjaan anda sekarang, dan menambah kompetensi anda.

Kalau anda masih kuliah, anda tetap harus berprestasi akademis, tapi jangan lupa mengembangkan diri anda, dengan menyeimbangkan antara kemampuan akademis, kompetensi, pengalaman organisasi, leadership, teamwork.

Dan inilah 4 langkah untuk membuat anda lebih ready di amsa depan :
• DEVELOP YOURSELF, BE READY TO COMPETE
• ENJOY THE JOURNEY, BE REALISTIC ABOUT TIME
• LEARN SOMETHING NEW, EVERYDAY
• LEARN TO MANAGE CHAOS, HAVE A PLAN B

Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto

#INISIATIFStory #LoveMonday
👍2
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM