Berobat Pake BPJS Dilayani Ngasal? Ini Faktanya Tah!
#MakinMudah
Link IG:
https://www.instagram.com/reel/CuzGgDdsFYN/?igshid=Y2IzZGU1MTFhOQ==
Link YouTube:
https://youtu.be/0jVLlb9z_C4
Link TikTok:
https://vt.tiktok.com/ZSL5ud3wP/
#MakinMudah
Link IG:
https://www.instagram.com/reel/CuzGgDdsFYN/?igshid=Y2IzZGU1MTFhOQ==
Link YouTube:
https://youtu.be/0jVLlb9z_C4
Link TikTok:
https://vt.tiktok.com/ZSL5ud3wP/
YouTube
Berobat Pake BPJS Dilayani Ngasal? Ini Faktanya Tah!
Berobat Pake BPJS Dilayani Ngasal? Ini Faktanya Tah!
#BPJSKesehatan
#GotongRoyong
#Inisiatif
#MakinMudah
#MakinCepat
#SemuaSetara
#BPJSKesehatan
#GotongRoyong
#Inisiatif
#MakinMudah
#MakinCepat
#SemuaSetara
OPEN MIC STAND UP COMEDY COMPETITION 2023
Supported by Kepbid KOMSI, Kebid MSDM, Kepbid MKU dan Kepbid KPM
Disiarkan langsung dari Grup Telegram ATE Internal pada Hari Kamis (malam ini), 20 Juli 2023 mulai pukul 18.45 WIB
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
10 Buah Kaos ATE INISIATIF dan 5 Voucher OVO/ Gopay @ 50 K Total untuk 15 Sobat ATE beruntung (ter-Aktif/ ter-Semangat/ ter-Kocak, dll)
#INISIATIF #HUTBPJSKesehatan55 #funandmeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
STAND UP COMEDY COMPETITION
"Lebih mudah membuat orang menangis daripada tertawa, tapi aku lebih suka membuat tangisan menjadi tawa"~ Dani Aditya
1. Tema materi bebas (diutamakan menyinggung mengenai Program JKN/ Aktivitas Duta BPJS Kesehatan)
2. Peserta dilarang menjiplak materi/hasil Stand Up Comedy yang sudah ada ataupun membawakan Materi Stand up Comedy orang lain.
3. Peserta dilarang menggunakan kata-kata kasar dan menyinggung SARA & Pornografi.
4. Durasi penampilan minimal 5 menit dan maksimal 8 menit.
5. Peserta berpakaian bebas rapi, pantas, dan sopan
6. Peserta Join online menggunakan perangkat Laptop maks 15 menit sebelum jadwal (mengecek audio, visual dan sarpras pendukung (laptop dan jaringan internet)
7. Peserta tampil dalam posisi duduk (Gak udah berdiri) dengan memperlihatkan wajah dan lebih bagus jika ada gerakan tangan (menunjukkan tambahan aksesoris peserta yg menunjukkan kesiapan mengikuti pertunjukkan)
8. No urut penampilan peserta akan diundi langsung oleh panitia pada sesi live
#INISIATIF #HUTBPJSKesehatan55 #StandUpComedyCompetition
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Motivasi membuat anda mulai. Disiplin (tindakan yang konsisten) membuat anda terus maju. #INISIATIF #HUTBPJSKesehatan55
Forwarded from Ask The Experts
OPEN MIC STAND UP COMEDY COMPETITION 2023
Supported by Kepbid KOMSI, Kebid MSDM, Kepbid MKU dan Kepbid KPM
Disiarkan langsung dari Grup Telegram ATE Internal pada Hari Kamis (malam ini), 20 Juli 2023 mulai pukul 18.45 WIB
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
10 Buah Kaos ATE INISIATIF dan 5 Voucher OVO/ Gopay @ 50 K Total untuk 15 Sobat ATE beruntung (ter-Aktif/ ter-Semangat/ ter-Kocak, dll)
#INISIATIF #HUTBPJSKesehatan55 #funandmeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from MTV
Yuk yuk yuk masih ada kesempatan hari ini ๐ segera upload video vlog one day in my life. MinTV dapat info untuk kategori SMP SMA masih belum banyak yg kirim nih,, peluang terbuka luas nih ๐ cuzzzz
Register:
http://bit.ly/OneDayinMyLife
Register:
http://bit.ly/OneDayinMyLife
Sampai bertemu pada kegiatan INISIATIF NIGHT OPEN MIC STAND UP COMEDY COMPETITION 2023 malam hari ini
Insya Allah terkonfirmasi bergabung pada malam hari ini puluhan Leader Selindo (Manajer/ SM/ GM) yang ada di COMMIT ATE dan konfirmasi terakhir (last update siang ini) telah berkenan bergabung juga di sela-sela kesibukan kegiatan dan sekaligus akan bertindak sebagai Dewan juri kompetisi, yakni:
1. Bapak Direktur SDM dan Umum
2. Ibu Asyraf Mursalina
3. Ibu Ayatullah MF Pomalingo
4. Bapak Adiwan Qodar
5. Bapak Rahmad Asri Ritonga
Selain tebak-tebakan seru yang sedang berlangsung sore ini, kami akan memberikan apresiasi bagi Sobat para pendukung/ penonton terseru/ teraktif/ tersemangat pada malam hari ini. Masih ada 10 slot yang tersedia selain daripada slot giveaway sore hari ini. Stay tuned
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐1
Forwarded from Ega Sudibyo
[LOMBA VIDEO KREATIF]
Hai! seluruh Duta BPJS Kesehatan. Di hari yang luar biasa ini yuk kita ramaikan HUT BPJS Kesehatan ke-55 dengan mengikuti Lomba Video Kreatif Bertema โPelindungan Data Pribadiโ.
๐ RAIH TOTAL HADIAH 10 JUTA RUPIAH UNTUK 3 TIM PEMENANG ๐
Semangat berlomba!
Kami tunggu karya terbaik Anda! ๐๐
Hai! seluruh Duta BPJS Kesehatan. Di hari yang luar biasa ini yuk kita ramaikan HUT BPJS Kesehatan ke-55 dengan mengikuti Lomba Video Kreatif Bertema โPelindungan Data Pribadiโ.
๐ RAIH TOTAL HADIAH 10 JUTA RUPIAH UNTUK 3 TIM PEMENANG ๐
Semangat berlomba!
Kami tunggu karya terbaik Anda! ๐๐
GET THE TICKET FIRST, BEFORE THE TRAIN COME ๐ ๐ฒ๐จ
(Beli tiket dulu, sebelum keretanya datang)
Suatu saat saya diundang ke Bandung untuk sharing session tentang leadership. Dan ternyata acaranya cukup menarik dan dihadiri ratusan peserta dari beberapa perguruan tinggi, perusahaan maupun khalayak ramai.
Kemudian seorang peserta bertanya. Sebut saja namanya Fauzia, bekerja di Marketing department di sebuah perusahaan. Fauzia kelihatan cerdas, cantik dan anggun di balik jilbabnya yang berwarna biru pada hari itu.
"Pak Pam, saya tertarik banget dengan paparan Pak Pam tentang leadership hari ini. Tetapi saya jadi bertanya tanya ... karena di tempat saya seringkali pemilihan leader itu tidak berdasarkan kompetensi. Dan ini membuat banyak orang frustasi. Terus saya jadi bertanya tanya, buat apa saya mengembangkan diri? Kalau pemilihan promosi leader seringkali berdasarkan suka atau tidak suka, berdasarkan ini temannya siapa, dan bukannya berdasarkan siapa yang lebih kompeten. Buat apa saya mengembangkan kompetensi pak? Bagaimana saya harus menyikapi hal ini?"
Fauzia menembakkan kata-kata nya terus menerus tiada henti. Saya melihat frustasi dan kekecewaan di sana. Ternyata session tanya jawab sudah menjadi session curahan hati sekarang ๐.
Tetapi pertanyaan ini sangat valid dan mungkin juga dirasakan banyak orang. Saya akan menjelaskannya dari dua sudut.
1. Get ready before the opportunity come
2. How to develop your leadership competence
Kita bahas satu persatu ...
Apakah anda harus mengembangkan diri menjadi calon leader yang baik padahal belum tentu mendapatkan posisinya, seperti kata Fauzia dalam cerita di atas.
Well, analogynya adalah seperti membeli ticket sebelum kereta datang. Kalau anda tidak punya ticket waktu kereta datang, anda tidak akan bisa naik kereta.
Sama, kalau anda tidak mempersiapkan diri dan mengembangkan diri anda, pada saat kesempatan menjadi leader datang, anda tidak akan menjadi leader yang baik.
Terus bagaimana kalau anda sudah belajar dan mengembangkan diri menjadi leader tapi anda tidak dipromosikan di perusahaan anda sekarang ....
alternatives ...
1) Anda bisa menunggu kesempatan promosi berikutnya (sambil terus menembangkan diri)
2) Anda tidak rugi karena anda tetap menjadi leader yang baik, buat lingkungan anda, buat keluarga anda dan buat anda sendiri
Sekarang, bagaimana mengembangkan leadership competence anda? Kita bisa mencoba langkah langkah di bawah ini ...
a) Be a good follower
Ingat, sebelum anda menjadi a good leader, anda harus menjadi a good follower dulu. Jadi anda harus mencoba untuk memahami leader anda, mengerti arahannya dan menjalankan semua instruksinya. Susah kan? Kita kan kebiasaan suka protes aja. Tapi kalau jadi follower aja gak bisa gimana mau jadi leader?
b) Be a good team player
Next, jadilah seorang team player yang baik. Ini berarti bagaimana anda bekerja sama dengan kolega yang satu level dengan anda. Di mana anda harus bekerja sama dan menempatkan team objective di atas objective anda sendiri. Di sini anda belajar untuk melakukan "influencing without authority ~ Mempengaruhi tanpa otoritas" yang akan sangat berguna di masa depan.
c) Analyze what would you expect from your leader and create your own learning plan
Nah, sekarang anda mulai belajar leadership dengan cara yang sederhana. Ingat leadership itu mempunyai 3 angle ...
- Lead Your Business
- Lead Your Team
- Lead Yourself
nah, dari ketiga sudut itu amati boss anda sekarang. Lihat apa yang sudah dilakukan dengan baik. Amati, pelajari dan tiru dia.
Kemudian kalau ada hal hal yang dia jelek banget. Amati, pelajari, jangan ditiru, dan lakukan yang sebaliknya.
Jadi seperti apapun leader yang anda punya, jangan complain tiap hari, gak ada gunanya. Justru pelajari dari dia from both sides.
Nah sekarang catat learning points anda tadi dan bikin action plan untuk mengimplementasikannya
(Beli tiket dulu, sebelum keretanya datang)
Suatu saat saya diundang ke Bandung untuk sharing session tentang leadership. Dan ternyata acaranya cukup menarik dan dihadiri ratusan peserta dari beberapa perguruan tinggi, perusahaan maupun khalayak ramai.
Kemudian seorang peserta bertanya. Sebut saja namanya Fauzia, bekerja di Marketing department di sebuah perusahaan. Fauzia kelihatan cerdas, cantik dan anggun di balik jilbabnya yang berwarna biru pada hari itu.
"Pak Pam, saya tertarik banget dengan paparan Pak Pam tentang leadership hari ini. Tetapi saya jadi bertanya tanya ... karena di tempat saya seringkali pemilihan leader itu tidak berdasarkan kompetensi. Dan ini membuat banyak orang frustasi. Terus saya jadi bertanya tanya, buat apa saya mengembangkan diri? Kalau pemilihan promosi leader seringkali berdasarkan suka atau tidak suka, berdasarkan ini temannya siapa, dan bukannya berdasarkan siapa yang lebih kompeten. Buat apa saya mengembangkan kompetensi pak? Bagaimana saya harus menyikapi hal ini?"
Fauzia menembakkan kata-kata nya terus menerus tiada henti. Saya melihat frustasi dan kekecewaan di sana. Ternyata session tanya jawab sudah menjadi session curahan hati sekarang ๐.
Tetapi pertanyaan ini sangat valid dan mungkin juga dirasakan banyak orang. Saya akan menjelaskannya dari dua sudut.
1. Get ready before the opportunity come
2. How to develop your leadership competence
Kita bahas satu persatu ...
Apakah anda harus mengembangkan diri menjadi calon leader yang baik padahal belum tentu mendapatkan posisinya, seperti kata Fauzia dalam cerita di atas.
Well, analogynya adalah seperti membeli ticket sebelum kereta datang. Kalau anda tidak punya ticket waktu kereta datang, anda tidak akan bisa naik kereta.
Sama, kalau anda tidak mempersiapkan diri dan mengembangkan diri anda, pada saat kesempatan menjadi leader datang, anda tidak akan menjadi leader yang baik.
Terus bagaimana kalau anda sudah belajar dan mengembangkan diri menjadi leader tapi anda tidak dipromosikan di perusahaan anda sekarang ....
alternatives ...
1) Anda bisa menunggu kesempatan promosi berikutnya (sambil terus menembangkan diri)
2) Anda tidak rugi karena anda tetap menjadi leader yang baik, buat lingkungan anda, buat keluarga anda dan buat anda sendiri
Sekarang, bagaimana mengembangkan leadership competence anda? Kita bisa mencoba langkah langkah di bawah ini ...
a) Be a good follower
Ingat, sebelum anda menjadi a good leader, anda harus menjadi a good follower dulu. Jadi anda harus mencoba untuk memahami leader anda, mengerti arahannya dan menjalankan semua instruksinya. Susah kan? Kita kan kebiasaan suka protes aja. Tapi kalau jadi follower aja gak bisa gimana mau jadi leader?
b) Be a good team player
Next, jadilah seorang team player yang baik. Ini berarti bagaimana anda bekerja sama dengan kolega yang satu level dengan anda. Di mana anda harus bekerja sama dan menempatkan team objective di atas objective anda sendiri. Di sini anda belajar untuk melakukan "influencing without authority ~ Mempengaruhi tanpa otoritas" yang akan sangat berguna di masa depan.
c) Analyze what would you expect from your leader and create your own learning plan
Nah, sekarang anda mulai belajar leadership dengan cara yang sederhana. Ingat leadership itu mempunyai 3 angle ...
- Lead Your Business
- Lead Your Team
- Lead Yourself
nah, dari ketiga sudut itu amati boss anda sekarang. Lihat apa yang sudah dilakukan dengan baik. Amati, pelajari dan tiru dia.
Kemudian kalau ada hal hal yang dia jelek banget. Amati, pelajari, jangan ditiru, dan lakukan yang sebaliknya.
Jadi seperti apapun leader yang anda punya, jangan complain tiap hari, gak ada gunanya. Justru pelajari dari dia from both sides.
Nah sekarang catat learning points anda tadi dan bikin action plan untuk mengimplementasikannya
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
d) Start to learn and implement your plan
Di sini anda mulai mempelajari hal hal yang anda identify di step 3 tadi. Mulailah belajar dengan 3 cara ini ...
- belajar teori dari buku atau Internet
- mulai menerapkan di pekerjaan anda sehari hari
- belajar dari coach/mentor di tempat kerja anda
e) Get the feedbacks from others
Setelah anda menerapkan langkah 3, kemudian anda sebaiknya mendapatkan feedback dari teman kerja anda ...
- what did you do well
(tanyakan 3 area di mana anda sudah melakukan dengan baik)
- what do you need to improve
(tanyakan 3 hal di mana anda perlu memperbaiki diri)
Nah, berikutnya anda bisa berfokus pada hal hal itu.
Repeat from step 1 to 5, continuously, because life is a continuous learning and continuous improvement.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Di sini anda mulai mempelajari hal hal yang anda identify di step 3 tadi. Mulailah belajar dengan 3 cara ini ...
- belajar teori dari buku atau Internet
- mulai menerapkan di pekerjaan anda sehari hari
- belajar dari coach/mentor di tempat kerja anda
e) Get the feedbacks from others
Setelah anda menerapkan langkah 3, kemudian anda sebaiknya mendapatkan feedback dari teman kerja anda ...
- what did you do well
(tanyakan 3 area di mana anda sudah melakukan dengan baik)
- what do you need to improve
(tanyakan 3 hal di mana anda perlu memperbaiki diri)
Nah, berikutnya anda bisa berfokus pada hal hal itu.
Repeat from step 1 to 5, continuously, because life is a continuous learning and continuous improvement.
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pentingnya tetap tenang dalam situasi yang menantang dalam hidup โค๏ธ ๐ฃ๏ธ
Tetap tenang dalam situasi negatif atau stres adalah keterampilan kuat yang dapat membawa banyak manfaat.
Apakah itu di tempat kerja atau dalam kehidupan secara umum, menjaga ketenangan dapat membantu Anda menavigasi melalui keadaan sulit dengan kejelasan dan ketahanan.
Berikut adalah beberapa manfaat tetap tenang dalam situasi stres:
- Berpikir jernih: Ketenangan memungkinkan untuk berpikir jernih dan rasional, membantu Anda menemukan solusi yang efektif dan menghindari tindakan negatif yang mendorong.
- Ketahanan Emosional: Tetap tenang membangun ketahanan emosional, memungkinkan Anda untuk mengelola stres dan peristiwa negatif dengan ketenangan yang lebih besar.
- Resolusi Konflik: Di tempat kerja dan kehidupan pribadi, konflik tidak bisa dihindari. Dengan tetap tenang, Anda dapat mendekati konflik dengan lebih bijaksana dan diplomatis. Ketenangan mendorong komunikasi yang efektif, mengarah ke resolusi konflik yang lebih baik dan hubungan yang lebih kuat.
- Pengambilan Keputusan: Ketenangan mendorong pengambilan keputusan yang bijaksana dengan menghindari penilaian/ keputusan terburu-buru yang didorong oleh panik atau stres. Ini membantu mengurangi kemungkinan membuat kesalahan atau pilihan yang disesalkan yang mungkin memiliki konsekuensi jangka panjang
- Reputasi Profesional: mendemonstrasikan ketenangan meningkatkan reputasi profesional Anda, yang mengarah ke kepercayaan, peluang, dan pertumbuhan karir.
- Kesehatan dan Kesejahteraan: Tetap tenang mengurangi dampak stres pada kesehatan fisik dan mental Anda, meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Ingat, tetap tenang bukan berarti menekan emosi Anda atau mengabaikan situasi yang ada. Tapi itu berarti mengakui emosi Anda, mengelola mereka secara efektif, dan menanggapi dengan bijaksana.
Belajar untuk tetap tenang akan membuatmu menjadi pemenang daripada menjadi korban.
#INISIATIFStory
Tetap tenang dalam situasi negatif atau stres adalah keterampilan kuat yang dapat membawa banyak manfaat.
Apakah itu di tempat kerja atau dalam kehidupan secara umum, menjaga ketenangan dapat membantu Anda menavigasi melalui keadaan sulit dengan kejelasan dan ketahanan.
Berikut adalah beberapa manfaat tetap tenang dalam situasi stres:
- Berpikir jernih: Ketenangan memungkinkan untuk berpikir jernih dan rasional, membantu Anda menemukan solusi yang efektif dan menghindari tindakan negatif yang mendorong.
- Ketahanan Emosional: Tetap tenang membangun ketahanan emosional, memungkinkan Anda untuk mengelola stres dan peristiwa negatif dengan ketenangan yang lebih besar.
- Resolusi Konflik: Di tempat kerja dan kehidupan pribadi, konflik tidak bisa dihindari. Dengan tetap tenang, Anda dapat mendekati konflik dengan lebih bijaksana dan diplomatis. Ketenangan mendorong komunikasi yang efektif, mengarah ke resolusi konflik yang lebih baik dan hubungan yang lebih kuat.
- Pengambilan Keputusan: Ketenangan mendorong pengambilan keputusan yang bijaksana dengan menghindari penilaian/ keputusan terburu-buru yang didorong oleh panik atau stres. Ini membantu mengurangi kemungkinan membuat kesalahan atau pilihan yang disesalkan yang mungkin memiliki konsekuensi jangka panjang
- Reputasi Profesional: mendemonstrasikan ketenangan meningkatkan reputasi profesional Anda, yang mengarah ke kepercayaan, peluang, dan pertumbuhan karir.
- Kesehatan dan Kesejahteraan: Tetap tenang mengurangi dampak stres pada kesehatan fisik dan mental Anda, meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Ingat, tetap tenang bukan berarti menekan emosi Anda atau mengabaikan situasi yang ada. Tapi itu berarti mengakui emosi Anda, mengelola mereka secara efektif, dan menanggapi dengan bijaksana.
Belajar untuk tetap tenang akan membuatmu menjadi pemenang daripada menjadi korban.
#INISIATIFStory
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ1
Beban kerja yang terlalu banyak tentu dapat mempengaruhi seseorang. Bukan hanya fisik, namun mental juga dapat terpengaruh karena perasaan stres yang timbul akibat beban kerja yang dianggap terlalu berat.
Stres yang terjadi akibat pekerjaan memang terbilang umum terjadi, namun apabila terus dibiarkan maka lama kelamaan dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
Perasaan stres berlebih tidak hanya menciptakan emosi negatif, namun juga membuat tingkat produktivitas seseorang menjadi lebih rendah dan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan.
KELAS MENTAL HEALTH
KELAS MENTAL HEALTH
KELAS MENTAL HEALTH
Stay tuned pada edisi ATE kali ini karena materi spesialnya telah disiapkan dan akan diulas langsung oleh salah satu Tim Kesehatan Mental Pegawai di BPJS Kesehatan.
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from A. Fardianto
YouTube
PODCAST #31 : BPJS TURUN TANGAN! LINDUNGI ANAK, CEGAH STUNTING I NGOBROL SERU BARENG DOKTER MESTY
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungiโฆ
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungiโฆ
MOVE FROM INDIVIDUAL CONTRIBUTOR TO TEAM LEADER ๐ ๐ฒ๐จ
(Bagaimana menjadi team leader yang mampu mencapai objective dengan tetap memotivasi teamnya?)
Pagi itu, seorang teman saya, Tika, Marketing Director di sebuah perusahaan Eropa di Jakarta menelpon.
Tika bercerita,โPam, aku perlu advice nih โฆโ
โGo ahead, silahkanโ
Tika bercerita tentang seorang anak buahnya, sebut saja namanya Ratna. Ratna ini pinter sekali, Master lulusan Eropa, Hobby-nya baca buku. Semua buku habis dilahap dalam sekejap. Pengetahuan banyak.
โTetapi Pam, sayangnya sedikit sekali programnya dia yang berhasil diimplementasikanโ
โLho, kenapa?โ
โKarena communication skillsnya yang parah. Dia gak bisa mempengaruhi kolega-koleganya untuk mengimplementasikan projectnya.โ
โKalau sama anak buahnya sendiri gimana?โ, tanya saya.
โDia juga sulit berkomunikasi dengan mereka. Micro-manage bahkan kalau lagi stress bisa berteriak kasar ke anakbuahnya. Semua anak buahnya complain ke akuโฆโ
โLho, kenapa dipromosikan jadi Manager?โ
โKami ingin memberikan kesempatan sama dia. Sebagai individual contributor, semua KPI-nya tercapai dengan baik. Anaknya pinter, banyak knowledge. Kami beranggapan dia bisa belajar tentang komunikasi dan leadership.โ
โAnd itโs not that easy?โ tanya saya dengan meledek.
โHahahaha, kalau gampang, ya aku gak akan tanya sama Pam lah โฆ.โ
Kasus seperti Ratna sering dijumpai. Banyak karyawan yang jagoan waktu masih kerja sendiri (individual contributor, tetapi gagal waktu jadi manager.
Artikel ini ditulis untuk menjawab phenomena itu. Agar semua dapat mengerti kemampuan apa yang diperlukan saat menjadi manager. Dan agar yang masih mahasiswa mengerti hal ini sejak dini, dapat mempersiapkan diri mereka sejak di bangku kuliah.
OK, sekarang kita bahas yaaa. Mahasiswa (dan mahasiswi) yang lagi kuliah biasanya terkesima dengan semua pengetahuan yang anda dapatkan di bangku kuliah. Keren ya? Dan itu membuat kita begitu passionate dan terkesima. Akibatnya kita terobsesi dengan bidang expertise kita.
Waktu masuk ke pekerjaan, kita pikir kita akan langsung jagoan kerja, ternyata reality of workplace sangat berbeda. Ternyata kita juga harus banyak bergaul dengan manusia (banyak manusia, apalagi ada yang boss, ada juga senior kita). Ternyata sulit sekali memahami bagaimana mengerti manusia lain.
Dan di sinilah ternyata kita membutuhkan skills baru, social skills, understanding how human interact. Mengapa ini penting? Karena kalau anda hanya individual contributor (kerja sendirian), maka hidup anda mungkin sederhana. Seorang supervisor atau manager akan datang ke anda dengan requirement, dan anda berkutat di depan layer computer anda untuk menyelesaikan hal itu.
Pada saat anda seorang managerโฆ.
- Anda bekerja sama secara intensive dengan anak buah anda, kolega anda, atasan anda, dan orang-orang lain yang lebih senior di perusahaan
- Anda bertanggung jawab untuk keseluruhan tentang planning, cara kerja dan apa yang akan dihasilkan oleh departemen yang anda pimpin
- Anda perlu memotivasi team member anda untuk terus menerus bekerja mencapai objective team anda
Berarti apa yang terjadi? Anda akan menghabiskan banyak waktu dengan anak buah anda, kolega anda, atasan anda, dan orang-orang lain yang lebih senior di perusahaan.
Kadang anda sibuk untuk networking dengan external, apa solusi yang paling tepat untuk team anda. Setelah itu anda akan balik lagi ke internal perusahaan anda, untuk memastikan bahwa mereka setuju dengan solusi yang akan anda kembangkan (ingat, banyak orang akan mempunyai kepentingan yang berbeda-beda).
Setelah pingpong party (bolak-balik meeting untuk menjelaskan dan mendapatkan commitment), maka sekarang anda akan mulai mengimplementasikannya. Easy, right? Tunggu dulu.
Pada saat anda mengimplementasikan, maka anda akan mengatur anak anak buah anda, yang hampir semuanya anak-anak milenial , yang susah diatur (seperti anda ๐).
Now you see, the managerโs life is not that easy. Ya iyalah, gajinya juga lebih gede daripada staffnya kan? Mana ada gaji gede tapi kerjaannya gampang โฆ keep dreaming!
(Bagaimana menjadi team leader yang mampu mencapai objective dengan tetap memotivasi teamnya?)
Pagi itu, seorang teman saya, Tika, Marketing Director di sebuah perusahaan Eropa di Jakarta menelpon.
Tika bercerita,โPam, aku perlu advice nih โฆโ
โGo ahead, silahkanโ
Tika bercerita tentang seorang anak buahnya, sebut saja namanya Ratna. Ratna ini pinter sekali, Master lulusan Eropa, Hobby-nya baca buku. Semua buku habis dilahap dalam sekejap. Pengetahuan banyak.
โTetapi Pam, sayangnya sedikit sekali programnya dia yang berhasil diimplementasikanโ
โLho, kenapa?โ
โKarena communication skillsnya yang parah. Dia gak bisa mempengaruhi kolega-koleganya untuk mengimplementasikan projectnya.โ
โKalau sama anak buahnya sendiri gimana?โ, tanya saya.
โDia juga sulit berkomunikasi dengan mereka. Micro-manage bahkan kalau lagi stress bisa berteriak kasar ke anakbuahnya. Semua anak buahnya complain ke akuโฆโ
โLho, kenapa dipromosikan jadi Manager?โ
โKami ingin memberikan kesempatan sama dia. Sebagai individual contributor, semua KPI-nya tercapai dengan baik. Anaknya pinter, banyak knowledge. Kami beranggapan dia bisa belajar tentang komunikasi dan leadership.โ
โAnd itโs not that easy?โ tanya saya dengan meledek.
โHahahaha, kalau gampang, ya aku gak akan tanya sama Pam lah โฆ.โ
Kasus seperti Ratna sering dijumpai. Banyak karyawan yang jagoan waktu masih kerja sendiri (individual contributor, tetapi gagal waktu jadi manager.
Artikel ini ditulis untuk menjawab phenomena itu. Agar semua dapat mengerti kemampuan apa yang diperlukan saat menjadi manager. Dan agar yang masih mahasiswa mengerti hal ini sejak dini, dapat mempersiapkan diri mereka sejak di bangku kuliah.
OK, sekarang kita bahas yaaa. Mahasiswa (dan mahasiswi) yang lagi kuliah biasanya terkesima dengan semua pengetahuan yang anda dapatkan di bangku kuliah. Keren ya? Dan itu membuat kita begitu passionate dan terkesima. Akibatnya kita terobsesi dengan bidang expertise kita.
Waktu masuk ke pekerjaan, kita pikir kita akan langsung jagoan kerja, ternyata reality of workplace sangat berbeda. Ternyata kita juga harus banyak bergaul dengan manusia (banyak manusia, apalagi ada yang boss, ada juga senior kita). Ternyata sulit sekali memahami bagaimana mengerti manusia lain.
Dan di sinilah ternyata kita membutuhkan skills baru, social skills, understanding how human interact. Mengapa ini penting? Karena kalau anda hanya individual contributor (kerja sendirian), maka hidup anda mungkin sederhana. Seorang supervisor atau manager akan datang ke anda dengan requirement, dan anda berkutat di depan layer computer anda untuk menyelesaikan hal itu.
Pada saat anda seorang managerโฆ.
- Anda bekerja sama secara intensive dengan anak buah anda, kolega anda, atasan anda, dan orang-orang lain yang lebih senior di perusahaan
- Anda bertanggung jawab untuk keseluruhan tentang planning, cara kerja dan apa yang akan dihasilkan oleh departemen yang anda pimpin
- Anda perlu memotivasi team member anda untuk terus menerus bekerja mencapai objective team anda
Berarti apa yang terjadi? Anda akan menghabiskan banyak waktu dengan anak buah anda, kolega anda, atasan anda, dan orang-orang lain yang lebih senior di perusahaan.
Kadang anda sibuk untuk networking dengan external, apa solusi yang paling tepat untuk team anda. Setelah itu anda akan balik lagi ke internal perusahaan anda, untuk memastikan bahwa mereka setuju dengan solusi yang akan anda kembangkan (ingat, banyak orang akan mempunyai kepentingan yang berbeda-beda).
Setelah pingpong party (bolak-balik meeting untuk menjelaskan dan mendapatkan commitment), maka sekarang anda akan mulai mengimplementasikannya. Easy, right? Tunggu dulu.
Pada saat anda mengimplementasikan, maka anda akan mengatur anak anak buah anda, yang hampir semuanya anak-anak milenial , yang susah diatur (seperti anda ๐).
Now you see, the managerโs life is not that easy. Ya iyalah, gajinya juga lebih gede daripada staffnya kan? Mana ada gaji gede tapi kerjaannya gampang โฆ keep dreaming!
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Tetapi bukan berarti gak bisa dicapai kan? You can achieve your dream, kalau tahu caranya, kalau tahu apa yang harus dipelajari, dan kalau tahu bagaimana mempelajari hal itu.
Jadi bagaimana? Di sinilah pentingnya anda untuk belajar sejak dini, apa saja yang kita mesti pelajari? Tiga hal: Functional expertise, Leadership, Stakeholder Management. Keep reading โฆ
a) Functional Competences
jelas ini penting, bukan berarti anda menjadi bisnis leader yang jago berinteraksi dengan orang lain, terus anda gak perlu jago dalam bidang anda lagi. Anda tetap harus menjadi expert di sini. Marketer harus tetap expert marketing. HR harus tetap expert HR โฆdll. Belajar sebanyak mungkin. Asah dan update ilmu anda untuk terus mengikuti perkembangan jaman. Get the international certificate untuk membuktikan kemampuan anda.
b) Leadership
Belajarlah menjadi leader sejak di kampus. Ikutlah banyak kegiatan kampus, organisasi. Tidak perlu menjadi ketua, tapi bisa juga sebagai teamwork atau team member yang berkontribusi dengan baik. Semakin banyak anda berinterasi dengan orang lain semakin bagus buat pengalaman anda. Terutama, โฆ Belajarlah mendengar anak-anak buah anda sendiri.
Dengarkan, bantu mereka. Jadilah lebih sensitive, dan peka terhadap apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan. Terus menerus perbaiki komunikasi kita, secara verbal, pilihan kata dan tone (nada) yang digunakan, agar terus memotivasi kita.
Terbukalah, terus menerus memperbaiki diri, minta feedback dari anak buah anda:
- Apa hal baik yang sudah anda lakukan saat bekerjasama dalam sebuah team (LANJUTKAN!)
- Apa hal yang masih harus anda perbaiki (DENGARKAN, PELAJARI, PERBAIKI!)
Pada saat anda menjadi leader, bagaimana anda memotivasi team anda untuk mencapai tujuan Bersama, bagaimana mengatasi conflict yang terjadi, bagaimana terus menerus membuat suasana yang positive dan productive? Baca teorinya, praktekkan, evaluasi hasilnya dan perbaiki lagi!
c) Stakeholder Management
Banyak-banyaklah bergaul dengan orang-orang yang lebih senior daripada anda Sampaikan keinginan anda untuk membantu mereka (sukarela alias voluntary). Mengertilah apa yang mereka mau, pengaruhi dengan apa yang anda bisa lakukan, jalankan sebuah project Bersama, dan evaluasi hasilnya.
Banyak-banyaklah belajar tentang โinfluencing skillsโ, bagaimana mempengaruhi orang lain. Masalahnya untuk mempengaruhi mereka, anda juga harus mengenal mereka, berbicara dengan Bahasa yang sama, dan otomatis anda harus menguasai permasalahan bisnis mereka.
Berarti anda harus mempelajari Marketing, Finance, Sales, HR dan bidang-bidang critical lainnya. Anda bisa ambil MBA, belajar sendiri, atau berteman akrab dan belajar dari mereka yang berkecimpung dalam bidang itu.
Intinya tetap pada mengerti isi otak stakeholder anda, kemudian ditambah social skills yang membuat anda mampu mempengaruhi mereka agar tujuan bersama anda bisa tercapai.
Kemampuan anda untuk mempengaruhi mereka (influencing skills ) itu harus dipelajari teorinya, dipraktekkan, evaluasi hasilnya dan perbaiki lagi, setiap hari!
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Jadi bagaimana? Di sinilah pentingnya anda untuk belajar sejak dini, apa saja yang kita mesti pelajari? Tiga hal: Functional expertise, Leadership, Stakeholder Management. Keep reading โฆ
a) Functional Competences
jelas ini penting, bukan berarti anda menjadi bisnis leader yang jago berinteraksi dengan orang lain, terus anda gak perlu jago dalam bidang anda lagi. Anda tetap harus menjadi expert di sini. Marketer harus tetap expert marketing. HR harus tetap expert HR โฆdll. Belajar sebanyak mungkin. Asah dan update ilmu anda untuk terus mengikuti perkembangan jaman. Get the international certificate untuk membuktikan kemampuan anda.
b) Leadership
Belajarlah menjadi leader sejak di kampus. Ikutlah banyak kegiatan kampus, organisasi. Tidak perlu menjadi ketua, tapi bisa juga sebagai teamwork atau team member yang berkontribusi dengan baik. Semakin banyak anda berinterasi dengan orang lain semakin bagus buat pengalaman anda. Terutama, โฆ Belajarlah mendengar anak-anak buah anda sendiri.
Dengarkan, bantu mereka. Jadilah lebih sensitive, dan peka terhadap apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan. Terus menerus perbaiki komunikasi kita, secara verbal, pilihan kata dan tone (nada) yang digunakan, agar terus memotivasi kita.
Terbukalah, terus menerus memperbaiki diri, minta feedback dari anak buah anda:
- Apa hal baik yang sudah anda lakukan saat bekerjasama dalam sebuah team (LANJUTKAN!)
- Apa hal yang masih harus anda perbaiki (DENGARKAN, PELAJARI, PERBAIKI!)
Pada saat anda menjadi leader, bagaimana anda memotivasi team anda untuk mencapai tujuan Bersama, bagaimana mengatasi conflict yang terjadi, bagaimana terus menerus membuat suasana yang positive dan productive? Baca teorinya, praktekkan, evaluasi hasilnya dan perbaiki lagi!
c) Stakeholder Management
Banyak-banyaklah bergaul dengan orang-orang yang lebih senior daripada anda Sampaikan keinginan anda untuk membantu mereka (sukarela alias voluntary). Mengertilah apa yang mereka mau, pengaruhi dengan apa yang anda bisa lakukan, jalankan sebuah project Bersama, dan evaluasi hasilnya.
Banyak-banyaklah belajar tentang โinfluencing skillsโ, bagaimana mempengaruhi orang lain. Masalahnya untuk mempengaruhi mereka, anda juga harus mengenal mereka, berbicara dengan Bahasa yang sama, dan otomatis anda harus menguasai permasalahan bisnis mereka.
Berarti anda harus mempelajari Marketing, Finance, Sales, HR dan bidang-bidang critical lainnya. Anda bisa ambil MBA, belajar sendiri, atau berteman akrab dan belajar dari mereka yang berkecimpung dalam bidang itu.
Intinya tetap pada mengerti isi otak stakeholder anda, kemudian ditambah social skills yang membuat anda mampu mempengaruhi mereka agar tujuan bersama anda bisa tercapai.
Kemampuan anda untuk mempengaruhi mereka (influencing skills ) itu harus dipelajari teorinya, dipraktekkan, evaluasi hasilnya dan perbaiki lagi, setiap hari!
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Stand bye cek koneksi jaringan, perangkat, audio visual 15 menit sesuai jadwal yakni 16.45 WIB.
#juara3 #family100 #superbigmatch
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM