Ask The Experts
1.82K subscribers
4.82K photos
414 videos
188 files
2.97K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Jabatan itu hanya sementara. Pangkat dan gelar itu terbatas. Tapi bagaimana caramu memperlakukan orang-orang, pasti akan selalu dikenang 🏆

#INISIATIF #Ramadhan

Link share biar termotivasi rame-rame 🇮🇩
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
5👏1🍓1
SELAMAT SAHUR 🏆

Bersiap-siap karena hari ini akan ada pengumuman terkait THR. 🇮🇩

#pengabdiandutabpjskesehatan #Melayanidenganhati #INISIATIF #antimagerclub
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SAHUR-SAHUR-SAHUR ☄️

LAST DAY
⚡️
Unggahan karyamu maksimal kami tunggu sd hari ini Pukul 23.59 WIB ⚡️

TEMA: LIKA-LIKU PENGABDIAN DUTA BPJS KESEHATAN 🇮🇩

Ayo baca dan ikuti syarat dan ketentuannya pada link berikut ini:
Klik
Klik
Klik

#pengabdiandutabpjskesehatan #Melayanidenganhati #INISIATIF #antimagerclub
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
REMINDER: THR H-5 ✈️

TEMA: LIKA LIKU PENGABDIAN DUTA BPJS KESEHATAN
🇮🇩

Link postingan

#antimagerclub #INISIATIF #PengabdianDutaBPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
INNOVATORs ARE RARELY WELCOMED WITH OPEN ARMS
(INNOVATOR ITU SELALU DICELA DULUAN ….)


Namanya Gustave Eiffel, hidup antara tahun 1832-1923 di Paris. Gustave Eiffel terkenal karena merancang Menara Eiffel dan Statue of Liberty.
Gustave bersekolah di Lycee Royal di Kota Dijon. Gustave muda tadinya tertarik dengan bidang sejarah dan sastra. Tetapi Gustave juga belajar tentang banyak hal terutama ilmu kimia dan pertambangan khususnya logam. Gustave kemudian melanjutkan pendidikan formalnya di College Sainte-Barbe, Paris sebagai persiapan memasuki dua sekolah paling bergengsi pada masa itu, yakni Politeknik Ecole dan Pusat Seni dan Manufaktur Ecole.

Gustave berhasil lulus pada tahun 1855 dan memulai merintis kariernya sebagai spesialis di bidang konstruksi logam, terutama jembatan. Setelah lulus, Gustave mencoba peruntungannya dengan bekerja di bidang konstruksi. Setelah menyelesaikan beberapa proyek jembatan dengan sukses, akhirnya Gustave membuka biro konsultan Teknik sendiri.

Pada tahun 1866, Gustave ditawari kontrak pengerjaan konstruksi 33 lokomotif untuk pemerintah Mesir. Kemudian perusahaan milik Gustave dipercaya untuk mengerjakan dua proyek besar, yakni jaringan kereta api dari Vienna menuju Budapest, Hungaria, serta pengerjaan pembangunan jembatan di atas Sungai Douro, Portugal.

Kemudian dia mulai membuat beberapa inovasi baru seperti, sebuah department store yang semuanya dibangun dari baja dan kaca (Le Bon Marche), “design for lock” di Canal Panama, dan Statue of Liberty.

Kemudian Gustave Eiffel memenangkan kompetisi pada tahun 1886 untuk membuat sebuah landmark untuk Paris World Expo (1989) dengan membuat sebuah Menara di Champ de Mars yang akan menjadi symbol pameran dunia tersebut.

Gustave dengan bangga menyatakan,”Perancis akan menjadi satu-satunya negara yang mempunyai Menara setinggi 300 meter” Ide yang innovative dan brilliant. Tetapi apakah saat itu semuanya bersorak dan menyambutnya dengan baik? Ternyata tidak!

Beberapa seniman terkenal, pengarang , pemusik, pelukis dan artist seperti Alexandre Dumas, Guy de Maupassant, Emile Zola, Charles Gaunod, Leconte de Lisle, dan Charles Garnier, menolak mentah-mentah dan membuat petisi,” Kami yang mencintai keindahan Paris, menolak didirikannya Menara Eiffel yang tidak berguna dan akan merusak keindahan kota Paris, bahkan membayakan citra seni kota Paris.”

Lihat betapa ide keren seperti mendirikan Menara Eiffel itu pun ditentang habis-habisan. Padahal sekarang kita sulit membayangkan kota Paris tanpa Menara Eiffel.

Saya menginjakkan kaki di Paris tahun 1987, dan langsung terpesona dan terkagum-kagum melihatnya. Paris sempat menjadi kota terpopular di Dunia secara jumlah turis (tentu saja salah satunya karena Menara Eiffel),
Tapi ternyata ide itu ditentang habis-habisan pada awalnya.

Untunglah Gustave Eiffel orangnya keukeuh (persistence and perseverance!), sehingga dia terus menjual idenya ke orang-orang penting di Paris, dengan tidak kenal Lelah, dan tidak putus asa, sampai akhirnya berhasil. The rest is history.

Nicolas Hayek sempat dicela habis-habisan waktu dia “menciptakan” kembali industry jam tangan Swis dengan membuat Swatch, yang oleh pengamat jam tangan Swis dianggap sebagai jam murahan, dan tidak seperti jam mewah Swis yang lain. Tanpa Swatch , industry jam tangan Swiss sudah akan bangkrut dihajar oleh jam tangan Jepang seperti Citizen dan Seiko.

Tragisnya Steven Sasson adalah seorang insinyur yang bekerja di Kodak, dan menemukan kamera digital yang pertama. Tetapi dia dicela dan tidak disupport oleh Kodak, dan akhirnya kita semua tahu, Kodak sekarang bangkrut.

Apa yang bisa kita pelajari di sini?
Para Innovators sekalian, kalau kalian punya ide bagus itu memang keren banget. Tapi jangan berharap bahwa pertama kali semua orang akan terkesima, terpesona dan segera menggelontorkan modalnya untuk mengembangkan ide itu menjadi bisnis.

Pertama kali anda akan dicela dulu, dihina, dan mendapatkan banyak komentar sinis. Don’t worry, you are on the right path. Anda sedang mengembangkan ide brilliant.
Atau seringkali anda akan menyelamatkan sebuah organisasi dari kehancuran (Ingat cerita Kodak kan?)

Teruskan. Continue. Be persistence and perseverance. Keukeuh …lah …

Terus bagaimana dong untuk “menjual” ide anda dan mempengaruhi orang lain agar mau support ide anda, bahkan berinvestasi …

Diane McGarry, Xerox’s Chief Marketing Officer, mengatakan, “Sukses di sebuah organisasi besar membutuhkan pemahaman tentang banyak lapisan politik di kantor, membutuhkan mental baja dan a kepercayaan diri untuk “menjual” ide-ide terbaik Anda.”

Kita harus bagaimana mempresentasikan ide-idenya agar mendapatkan support untuk bisa diimplementasikan. Ini adalah keterampilan yang perlu dikuasai jika ingin menjadi leader yang berpengaruh di organiasai Anda.

Ada lima tips yang kita bisa terapkan:

1. Know what’s important to them
Pahami dengan jelas tentang apa yang penting bagi mereka. Ini adalah point yang penting, seringkali “its not about your idea”, “it is about them and what matter to them” Anda harus memikirkan tentang bagaimana ide Anda bermanfaat bagi semua orang

2. Articulate a clear and defined goal.
Tanyakan pada anda sendiri terlebih dulu, mengapa ide Anda begitu penting dan harus dipertimbangkan. Apa hasil akhir yang diinginkan? Ini mungkin membutuhkan banyak persiapan, tetapi pada akhirnya ide Anda akan lebih mudah dijual jika Anda memberikan proyeksi yang realistis tentang hasil yang diinginkan.

3. Get other stakeholders on board
Seringkali untuk diimplementasikan, anda memerlukan support lintas divisi dan lintas organisasi. Dan kadang anda harus membangun koalisi. Jika stakeholder Anda yakin bahwa ide yang Anda usulkan adalah apa yang ingin mereka dukung dan investasikan, ini akan membantu ide anda mendapatkan persetujuan mayoritas yang anda butuhkan.

Banyak persiapan dan kegiatan yang perlu anda lakukan. Dekati stakeholder anda, diskusikan, minta feedback dan adaptasi lah ide anda sesuai feedback tersebut.

4. Use facts and data.
Berapa banyak manfaat dan keuntunganyang akan dihasilkan oleh ide Anda? Bagaimana cara mengurangi biaya atau meningkatkan layanan pelanggan? Fakta-fakta seperti ini adalah cara Anda mendapatkan dukungan terhadap ide-ide Anda. Luangkan waktu untuk meneliti dan memberikan informasi berdasarkan data sehingga akan memiliki peluang yang lebih besar diterima.

5. Don’t give up.
Terakhir, bersiap-siaplah, anda perlu menjual ide anda berkali-kali sebelum anda berhasil. Ingat gagal itu bukan kebalikan dari sukses. Gagal itu adalah bagian dari sukses, bagian yang mau gak mau pasti akan anda alami. Teruskan dan teruskan. Jangan putus asa.

Selamat mencoba, selamat berinovasi, dan selamat menjual ide anda.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
LAMA TAK JUMPA 🔥

Coming Soon ATE Edisi 385 yang akan mengangkat salah satu tema penyakit langka yang banyak mengincar Ibu Hamil. Stay tuned demi #ketahanankeluarga
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
KINI SAATNYA 🏆

Pada ATE Edisi 386 ini, ATE menghadirkan salah satu narsum expert di bidangnya yang akan mengulas terkait bagaimana tips dan trik dalam menciptakan customer experience yang positif. 🇮🇩

#TransformasiMutuLayanan #INISIATIF
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SELAMAT TGL 1 🏆

Sekelompok katak sedang melakukan perjalanan melalui hutan, dan tiba-tiba dua ekor katak dari rombongan mereka jatuh ke dalam lubang yang dalam.

Ketika katak-katak lain melihat seberapa dalam lubang itu, mereka mengatakan kepada kedua katak itu bahwa sepertinya tidak ada harapan lagi yang tersisa bagi mereka untuk bisa keluar.

Namun, kedua katak itu mencoba mengabaikan ucapan rekan-rekan mereka dan terus melanjutkan upayanya untuk mencoba melompat keluar dari lubang.

Namun, terlepas dari upaya keras mereka, sekelompok katak di puncak lubang masih terus mengatakan bahwa sebaiknya mereka harus menyerah saja karena upaya yang mereka lakukan itu tidak akan mungkin bisa berhasil, mereka tidak akan mungkin berhasil keluar dari lubang yang sangat dalam itu.

Akhirnya, setelah berulang kali mencoba sekuat tenaga, salah satu katak mulai menyadari apa yang dikatakan teman-temannya itu sepertinya benar adanya dan dia memilih untuk menyerah, dia memilih merenung hingga kematiannya tiba. Sementara satu katak yang lain terus mencoba melompat sekuat tenaganya.

Lagi-lagi, sekelompok katak di atas berteriak kepadanya untuk memilih menghentikan upayanya itu yang terus menguras energinya serta mulai menimbulkan rasa sakit yang luar biasa . Mereka menganjurkan katak yang masih terus berjuang itu untuk pasrah dan memilih mati begitu saja.

Tapi katak satu itu terus mengabaikan ucapan mereka, dan terus berusaha melompat lebih keras hingga akhirnya dia berhasil keluar.

Ketika dia berhasil keluar, katak-katak yang lain berkata, “Apakah kamu tidak mendengar kata-kata kami? mengapa kamu terus berusaha melompat keluar?"

Katak itu menjelaskan kepada mereka bahwa ia ini tuli, dan ia malah berpikir kalau mereka (katak-katak yang lain) itu malah terus menyemangati dia sepanjang waktu.

Anonim

Apakah kalian mendapatkan pesan/ makna ceritanya?

#INISIATIF #motivasi #Inspirasi
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
WHAT IF WE DON’T KNOW ABOUT THE FUTURE?
(Building the culture of Accountability in our organization)


Kita berada dalam era yang sangat tidak pasti. Sebuah perusahaan yang tidak tedengar tiga tahun lalu, bisa saja saat ini sukses luar biasa dan merajai market. Tapi sebaliknya, perusahaan yang puluhan tahun berjaya, bisa saja bangkrut dalam sekejap.

Krisis melanda dunia saat ini. 3 Bank besar di Jerman, Swis dan Amerika sedang dalam kesulitan besar. Dan kita hanya menunggu waktu, sebelum effect domino akan terjadi dan melanda di mana-mana.

Bagaimana kalau kita tidak tahu apa yang akan terjadi di organisasi kita. Bagaimana kalau kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Bagaimana kita melindungi organisasi kita? Apa yang sebenarnya terjadi di bank-bank raksasa itu? Mengapa di bank-bank raksasa yang (mestinya) sudah mempunyai proses dan mekanisme risk management yang canggih, tetap saja mereka collapse?

Hari itu saya bertemu dengan sahabat saya yang menjadi Direktur sebuah bank ternama di Jakarta. Dia juga sempat bekerja beberapa tahun di sebuah bank internasional di London.

Jakarta hujan lagi. Lalulintas macet.
”Maaf ya Pam, aku kena macet nih,” begitu WA dari teman saya. Sebut saja namanya Mila, bukan nama sebenarnya. Malam itu kami janjian makan bersama di Pacific Place. Saya datang duluan, dan memesan Dori Fillet, Orange Juice, dan Éclair kesukaan saya.

“Pam, tolong pesenin aku, Boeuf Bourgignon dan Ice Tea dong,” kata Mila di WA-nya.

Akhirnya Mila pun datang dengan senyumnya yang khas.
“Wow, you lost weight?”
“I did, during the pandemy. I watch what I eat, and I play tennis”, katanya.
“Congratulations …”
Kami pun makan malam sambil ngobrol-ngobrol ke sana kemari.

”Mila, tell me. Semua bank kan pasti sudah punya proses dan mekanisme risk management yang canggih. Tapi tetap saja bank-bank ini saat ini dalam kesulitan besar: Silicon Valey Bank, Credit Suisse dan Deutsche Bank. What happen?”

“Semua bank pasti punya proses Risk Management yang bagus. Prosesnya pasti sudah dicek dan diaudit. Tetap saja semua tergantung pada implementasi dan eksekusi. Sebagus apapun prosesnya, kalau tidak dieksekusi dengan baik, dengan strict dan consistent setiap hari, pasti akan ada bolong-bolongnya. Kalau bolong kecil dibiarkan terus menerus, lama-lama akan jadi bolong besar, bahkan banknya bisa bangkrut”

Kamipun berdiskusi tentang Jérôme Kerviel seorang tradel nakal dari Prancis, yang dihukum dan dipenjarakan dalam kerugian perdagangan Société Générale tahun 2008, karena pelanggaran kepercayaan, pemalsuan, dan penggunaan komputer bank tanpa izin, yang mengakibatkan kerugian senilai 4,9 miliar Euro.

Apa yang diucapkan Mila memang benar. The system is as good as people who operate it. Saya memulai karier saya sebagai GSM Telecommunication trainer. Tugas saya adalah memastikan bahwa engineer-enginner yang akan mengoperasikan system itu mampu mengoperasikan dan me-maintain peralatan telekomunikasi dengan canggih.

Karena sehebat apapun system-nya, kalau yang menjalankan tidak mampu, ya systemnya akan break-down. Dan ini berlaku bagi system telekomunikasi, banking, IT, finance atau system apapun.

Dan kalau kita bicara manusia tentu saja yang paling penting adalah responsibility and accountability,. Apakah mereka memang bertanggung jawab dan memang punya accountability yang tinggi? Atau mereka hanya bekerja sesuai jam kerja, tanpa accountability, dan kalau terjadi problem, hanya saling menyalahkan?

Dalam suasana bisnis saat ini, leader harus membangun budaya akuntabilitas. Akuntabilitas berarti bahwa individu harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka dan menerima tanggung jawab untuk mereka, apa pun hasilnya, serta mengoreksi tindakan tersebut bila perlu.

Akuntabilitas dapat menghindarkan kita dari hal-hal negatif, tetapi juga bisa mendorang hal-hal yang positif — misalnya, untuk memberikan apresiasikepada rekan kerja yang melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi membangun budaya akuntabilitas sangat penting untuk organisasi yang transparan dan etis.
Tanggung jawab bersama untuk akuntabilitas di semua level — mulai dari CEO hingga karyawan yang baru join — akan menghasilkan semangat kerja yang lebih tinggi dan kinerja yang lebih efektif, dan akan membangun kesuksesan organisasi yang konsisten.

Terus, bagaimana membangun budaya accountability ini?

Andrew Robertson dari Gallup merekomendasikan beberapa hal yang bisa dijalankan.

a) *Define what people are accountable for.*
Karyawan perlu mengetahui, ekpektasi manajemen terhadap tujuan yang perlu mereka capai. Atasan juga perlu menunjukkan akuntabilitas melalui availability mereka sendiri dan waktu yang dihabiskan bersama team untuk mendiskusikan, mengkomunikasikan, mendapatkan feedback dan memberikan update progress, serta menyampaikan apresiasi terhadap tanggung jawab seluruh tim dan pencapiannya.

b) *Set and cascade goals throughout the organization.*
Setelah karyawan memahami dengan jelas apa yang menjadi tanggung jawab mereka, atasan harus membantu mereka menetapkan tujuan individual yang terukur dan selaras dengan peran masing-masing. Karyawan harus menetapkan metrik (pengukuran) yang akan membantu mereka mengetahui apakah mereka mencapai tujuan yang diharapkan organisasi.

c) *Provide updates on progress.*
Talent-talent kita membutuhkan informasi untuk mengerti apakah yang mereka lakukan sudah berada di jalur yang benar. Feedback dapat berasal dari survei pelanggan atau karyawan, pembaruan proyek yang sedang berlangsung, feedback dari social media atau sumber lain atau beberapa kombinasi dari semua hal tersebut. Feedback yang yang paling efektif seringkali berasal dari percakapan jujur yang sering terjadi antara atasan dan karyawan.

d) *Align development, learning and growth.*
Organisasi harus memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berlatih, belajar, dan berkembang. Analitik dari Gallup menunjukkan bahwa milenial sangat mementingkan ”opportunity to grow and learn” sebagai faktor pekerjaan yang pentingnya No. 1 -- di atas semua aspek pekerjaan lainnya -- .

Bagi generasi lain, peringkat dari aspek learning and grow ini juga sangat penting. Atasan yang fokus pada pengembangan karyawan akan sangat membantu pekerja agar mampu menjalankan tugasnya dan menghindarkan perusahaan dari resiko-resiko bisnis di masa depan.

e) *Recognize and celebrate progress.*
Identifikasi hal-hal positive yang terjadi dan apresiasi karyawan langsung saat itu juga. Ini akan memotivasi karyawan untuk semakin bertanggung jawab dalam tugasnya, terus melakukan yang terbaik, dan akan ditiru oleh karyawan-karyawan lain.

Jadi ingat ya, untuk membangun culture of accountability, dan menghindarkan organisasi kita dari resiko-resiko di masa depan, kita bisa menjalankan beberapa rekomendasi ini:

• *Define what people are accountable for.*
• *Set and cascade goals throughout the organization.*
• *Provide updates on progress.*
• *Align development, learning and growth.*
• *Recognize and celebrate progress.*

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Simak lika-liku pengabdian a.n poetra_sungkay pada link berikut ini
Klik 🇮🇩
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Perjuangan berlanjut. Jangan lupa terus berdoa dan berusaha 🇮🇩

Link postingan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from TO DO LIST
Salam INISIATIF

Ask The Experts #edisi385
Live di Instagram Ask The Experts

Risiko saat kehamilan dan persalinan itu kerap diterangkan oleh dokter ketika datang berkonsultasi.

Beberapa forum kesehatan ibu dan anak diketahui juga sering mengangkat masalah kesehatan tersebut. Namun bagaimana dengan Peripartum Cardiomyopathy  atau Postpartum Cardiomyopathy (PPCM)?

Kendati jarang ditemukan, penyakit ini patut diwaspadai. Karena berdampak fatal bagi kesehatan. Penyakit gagal jantung yang terjadi pada akhir masa kehamilan hingga 5 bulan setelah persalinan..

Lantas apa saja yang menjadi penyebab dari penyakit tersebut dan bagaimana cara kita mengatasi dan mencegahnya ?

Spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live Instagram ATE edisi 385 bersama Narasumber yang ahli dibidangnya dan dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @mirdaherlinda 🔥
CV Mariyati Suna.pdf
748.5 KB
Perkenalan singkat narsum
CV Titin Rita Lestari.pdf
286.4 KB
Perkenalan singkat narsum
FYI. 2 (dua) orang Sobat ATE dengan pertanyaan terbaik versi pilihan narsum pada sore hari ini akan mendapatkan masing-masing 1 buah kaos ATE Ber-INISIATIF. 🏆
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM