Ask The Experts
1.82K subscribers
4.82K photos
414 videos
188 files
2.97K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
TEAMWORK, MAKE THE DREAM WORK 🏆

Seorang peneliti bernama Enn Vilbaste menyampaikan bahwa serigala yang bergerombol akan bisa berburu dan mendapatkan mangsa yang jauh lebih besar. Serigala yang sendiri hanya mendapatkan mangsa yang kecil dan lama lama kelaparan dan mati. Serigala yang sendiri kadang kadang juga nggak berani lagi mencari mangsa yang buas.

Mereka seringkali harus pergi ke rumah manusia dan berusaha mendapatkan binatang ternak seperti ayam dan bebek. Akibatnya pada saat manusia memergoki mereka, serigala akan lebih lemah dibandingkan manusia manusia satu kampung. Dan besar kemungkinan serigala akan tertangkap dan mati.

Intinya pada saat bergerombol serigala akan mempunyai performance yang jauh lebih tinggi daripada kalau dia sendiran.

Dan ternyata itu tidak hanya berlaku bagi serigala. Dalam situasi dan challenge business yang complex yang kita hadapi sekarang, there is no way we could do all of the task by ourselves. No matter how good you are. Anda memerlukan team untuk mencapai performance yang maximum. Dan ini berlaku bagi leader, ataupun bagi an ggota teamnya.

Jadi di manapun anda berada anda harus menjadi team player yang bagus, supaya performance timnya bagus, dan juga performance anda sendiri bagus. It is as simple as that.

Kita semua mengerti betapa kuatnya power teamwork dalam bisnis. Bahkan Patrick Lencioni, dalam bukunya “The Five Dysfunctions of a Team”, menulis “If you could get all the people in an organization rowing in the same direction, you could dominate any industry, in any market, against any competition, at any time.” ("Jika Anda bisa membuat semua orang dalam organisasi mendayung ke arah yang sama, Anda bisa mendominasi industri apa pun, di pasar mana pun, melawan persaingan apa pun, kapan saja." )

Tentu saja bekerja dalam team juga tidak mudah. Semuanya tetap membutuhkan kerja keras, kesabaran menghadapi karakter yang berbeda-beda dalam sebuah team. Itulah mengapa perlu kemampuan khusus (dan pengalaman bertahun-tahun yang perlu dilatih), agar kita menjadi team player yang baik.

Kalau tidak, kita hanya akan berargumen, berdebat terus menerus, atau bahkan bertengkar dengan temperamen dalam sebuah team. Masalahnya biasanya banyak sekali artikel atau buku tentang bagaimana menjadi leader yang baik. Kita jarang sekali belajar atau mencoba improve dalam hal bagaimana menjadi team player yang baik. Padahal dua duanya sama pentingnya. In every situation, you need to be both: a good leader and a good teamplayer at the same time.

Ini adalah beberapa tips untuk menjadi team player yang baik:

a) Play your strength .....
Strength anda adalah modal dan kontribusi anda kepada team. Semakin bagus anda dalam suatu hal tentunya semakin bernanfaat bagi team. Dan semakin bagus performance tim tersebut.

Identify strength anda dan share dengan team what you can do best.
Mestinya tim anda harus mengumpulkan member dengan strength yang berbeda beda.
Kalau anda mempunyai strength yang diketahui dan terasa manfaatnya akan lebih mudah untuk menerima anda dengan segala kelebihan dan kekurangan anda.

b) BE HONEST about YOUR WEAKNESS
Jujurlah dengan kekurangan anda.
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Justru itulah alasan anda untuk join tim tersebut. Anda berkontribusi dengan kelebihan anda. Dan anda akan berinteraksi dengan mereka untuk memperbaiki kekurangan anda dan belajar dari mereka. Kalau anda sudah menguasai semua yang diperlukan dalam pekerjaan itu, anda akan bosan dan setelah beberapa lama ingin mendapatkan challenge atau job yang lain.

So, jujurlah dengan tim anda bahwa anda mempunyai strength ini yang akan kotribusikan. Dan anda juga mempunyai kekurangan yang anda akan pelajari dari mereka.

c) Communicate clearly.
Berkomunikasilah dengan baik dan juga transparan lah dengan tim anda. Bicarakan secara terbuka, apa yang anda bisa lakukan, chalenge apa yang anda hadapi, bantuan apa yang anda bisa berikan dan bantuan apa yang anda harapkan dari yang lain.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍1
d) Clarify role and responsibility
Kadang kadang kita ingin juga mengerjakan semuanya sendirian biar cepat. Padahal mungkin itu bukan responsibility kita. Harus jelas role and responsibility nya dan kemudian tetap bekerja dalam scope tersebut.
Kalau dalam satu step ada hambatan dari member yang lain tanyakan mengapa dan apa yang bisa dibantu.

e) Celebrate TOGETHER
Ingat bahwa pada akhirnya ini adalah hasil kerja bersama sebuah team. Jangan pernah beranggapan bahwa itu adalah performance individual anda. Jangan pernah mengambil kredit untuk anda sendiri. Tetap celebrate kesuksesan tim bersama-sama. Dan Jangan menunggu sampai akhir tujuan untuk celebrate ... Anda bisa melakukan celebration pada saat menyelesaikan satu atau dua tahap saja. Celebrating quick wins akan membantu memotivasi tim anda.

Saya menjalankan hal ini (teamworking) dalam pekerjaan saya dan dalam hobby saya. Salah satu hobby saya adalah menulis. Saya menemukan kebahagiaan dengan menulis, sekaligus mencoba untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan selama puluhan tahun bekerja.

Saya menulis artikel setiap hari, dan saya publish di social media. Kemudian beberapa bulan kemudian, ada penerbit yang akan menerbitkan kumpulan artikel tersebut. Alhamdulillah, beberapa buku saya sudah diterbitkan oleh Penerbit Mizan dan Penerbit Buku Kompas. Beberapa malah menjadi best-sellers.

Akhir-akhir ini saya melakukan experiment baru (semacam keluar dari zona nyaman, kalau kata motivator ...hehehhehe). Dari “menulis buku seorang diri”, saya mengajak beberapa kolega saya untuk menulis buku bersama-sama. Beberapa buku sudah kami hasilkan dengan cara tersebut. Hasilnya? Ternyata jauh lebih bagus. Dulu hanya saya yang menulis berdasarkan pengalaman saya (30 tahun pengalaman kerja saya, 20 tahun di antaranya dalam bidang HR).

Buku saya yang terakhir, kami tulis bersama, 13 HR Directors dengan masing-masing 30-35 tahun pengalaman kerja, berarti ada total 400 tahun pengalaman kerja yang kami tuangkan dalam buku tersebut.
Bukunya jauh lebih bagus.

Pemasarannya jauh lebih mudah (sekarang ada 13 penulis yang akan memasarkan buku-buku tersebut kepada followers masing-masing). Bukunya jauh lebih laris.

Teamwork memang sangat powerful. Baik dalam bisnis, maupun dalam hobby kita. By the way, kalau penasaran, buku terakhir yang kami terbitkan berjudul ”Leading across Generation” (Penerbit Buku Kompas).
Buku yang baru kami launching minggu lalu, kami tulis bersama 13 HR Directors yang pernah bekerja di Unilever, Danamon, Indofood, Citibank, Danone, Bluebird, Standard Chartered, Nokia, General Electrics, Maybank, Mondelez, TNT, Nokia Siemens Networks, IBM, Bank Permata, BCA, Indosat, XL Axiata dan perusahaan-perusahaan besar lainnya.

Buku ini bercerita tentang challenge yang terjadi dalam meningkatkan synergy antar generasi yang sering kali terjadi di semua organisasi.

Bagaimana mengidentifikasi permasalahan, apa sebenarnya yang terjadi, apa akar permasalahannya, bagaimana solusinya, bagaimana mengembangkan high potential talents di organisasi kita, dan bagaimana melakukan mutual-learning antar generasi?

Hal-hal di atas dibahas dan dikupas tuntas dalam buku tersebut. Silahkan mencarinya di toko buku on-line atau Gramedia terdekat.

Salam Hangat.
Pambudi Sunarsihanto
CONGRATULATION 🏆

Pemenang challenge Trivia Time Edisi tebak top 3 warna favorit jagoan Ibu Dirjampelkes diraih oleh:

1. Kakak @asriamala (Verifikator PMP KC. Pati)
2. Kakak @Desi_setiawati04 (PIPP KC Kotabumi)
3. Kakak @erwanrahman (Staf Kepesertaan dan penagihan Iuran KC Muara Teweh)
4. Kakak @wnoriega (Kasir KC Bengkulu)
5. Kakak @anggiafifi1906 (Staf promotif preventif KC Cibinong)

Ayo mari kita semua sukseskan transformasi mutu layanan 🇮🇩

Link share ❤️❤️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
😢2🎉1
HOW TO SPOT AN OPPORTUNITY AND STANDING OUT IN YOUR CAREER?

Beberapa tahun yang lalu, seorang talent bernama Rudy datang ke saya, untuk minta coaching tentang kariernya. Rudy adalah lulusan sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini, merasa bahwa dia sudah melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Hampir semua target pekerjaannya sudah dilampauinya. Tetapi kariernya tidak berkembang. Banyak rekan-rekan kerjanya sudah dipromosi beberapa kali, dan sekarang posisinya lebih tinggi dari dia.

“What’s wrong with me Pak Pam? Atau apakah memang saya tidak punya kenalan “orang dalam”, dan itu menghambat karier saya? Kenapa saya tidak dipromosi juga? Apakah yang dipromosi hanya yang punya “orang dalam”?”

Saya berdiskusi beberapa lama dengan Rudy untuk menanyakan bagaimana Rudy bekerja. Intinya ternyata adalah, Rudy hanya menunggu apapun pekerjaan yang datang ke depan matanya. Dan memang semua itu dikerjakan dengan baik. Tetapi tidak banyak orang yang mengenal Rudy (selain bossnya dan beberapa kolega di teamnya).

Ini bukan tentang mekanisme orang dalam. Ini tentang mekanisme promosi. Ada beberapa orang yang akan menentukan promosi anda, Board of Directors, key HR person, dan beberapa stakeholders yang harus kita ketahui. Dan di mana-mana “tak kenal maka tak sayang”. Anda harus dikenal, sebelum anda dipromosikan.

Kalau mereka tak kenal anda, maka bagaimana mereka akan propose untuk mempromosikan anda? Bahasa kerennya “improve your VISIBILITY”, membuat anda dikenal para pemegang keputusan. Dan itu sama pentingnya dengan mengerjakan pekerjaan itu sendiri.

“Tetapi Pak Pam, mengapa harus demikian? Bukankah yang penting adalah mengerjakan pekerjaan kita sebaik-baiknya dan melampaui target kita?”

“Pada posisi staff memang demikian. Pada posisi yang lebih tinggi, bahkan saat menjadi leader, dalam pekerjaan kita, mau tidak mau kita harus jagoan membangun network, mengenali peluang bisnis (opportunity), mengeksekusi sebuah peluang dengan disiplin, hingga menjadi business result yang positive.

Lihat bahwa eksekusi hanya satu bagian dari keseluruhan yang diperlukan di atas kan? Its not only about implementation, it is also about networking, identifying opportunities, and making business impacrt”

Rudy mengangguk-angguk menyadari hal itu.

“Terus , how do I recognize and sport an opportunity? “

Alex Malley, dalam bukunya “The Naked CEO”, merekomendasikan 4 langkah di bawah ini:

a) BE BIGGER THAN YOUR JOB DESCRIPTION
Jangan hanya fokus pada pekerjaan anda. Pikirkan bahwa anda adalah bagian dari seluruh organisasi atau perusahaan anda. Apapun pekerjaan anda, atau di departemen manapun anda bekerja: Kenali model bisnisnya, kenali bagaimana mencari profit, apa product nya, apa yang membedakan perusahaan anda dengan yang lain, bagaimana meningkatkan customer loyalty, bagaimana berinovasi untuk menciptakan product baru?

Setelah itu pikirkan bagaimana anda bisa berperan dan berkontribusi dalam peningkatan dalam hal-hal tersebut, bukan hanya dalam pekerjaan anda.

b) BECOME THE “GO TO” PERSON
Janganlah menjadi katak dalam tempurung. Buatlah anda dikenal orang lain. Bersikap akrab dengan orang lain. Dan terutama buatlah mereka merasa “nyaman” untuk mendekati anda, bila mereka memerlukan bantuan anda.

Buatlah anda menjadi orang yang dicontact, dihubungi dan diminta bantuan, saat mereka membutuhkan. Become the “person to go” when they need help.

Hal ini akan bisa diperkuat lagi dengan satu hal: Be different, make yourself unforgettable. Pelajari satu kompetensi atau hobby atau bahasa asing yang akan membuat anda berbeda dari yang lain. Misalnya dengan menjadi satu-satunya orang di Marketing yang mengerti Finance, atau menjadi satu-satunya orang di HR yang mengerti OKR, atau menjadi satu-satunya orang di Operations yang mengertu Customer Loyalty, atau satu-satunya orang yang bisa bahasa Korea, atau apapun yang akan membedakan anda dari yang lain.
c) ASK THE QUESTION WITH “WHY?”
Permasalahan yang paling besar yang kita hadapi adalah kita sering menanyakan “Siapa yang melakukan sebuah pekerjaan?” (WHO?) atau “Kapan pekerjaan itu harus dilakukan?” (WHEN?). Pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan membantu kita menganalisa permasalahan lebih dalam , dan tidak akan membuat kita menciptakan opportunity bisnis.

Coba ganti dengan menanyakan “WHY”. Seandainya kita melakukan ABC, tanyakan mengapa kita selalu melakukan ABC? Karena kita memerlukan CDE. Mengapa kita memerlukan CDE? Untuk menjalankan FGH. Ok, bagaimana kalau kita tetap bisa menjalankan FGH, tanpa melakukan CDE, dan ABC.

Bagaimana jika kita bisa mengefisiensikan ABC dan mengoptimalkan CDE, dan tetap mencapai FGH , bahkan dengan lebih rendah costnya? Atau bahkan dengan menyederhanakan prosesnya agar customer lebih happy?

Keep asking “WHY”, and you fill find new opportunities.

d) RAISE YOUR HAND, DON’T WAIT TO BE ASKED
Terakhir, seringkali opportunity tidak akan datang ke anda. Begitu anda mengenalinya, angkat tangan, ajukan diri anda dengan sukarela, dan jangan menunggu untuk ditunjuk! Seringkali opportunity tidak pernah datang, tetapi anda yang harus menciptakannya sendiri.

Jadi ingat ya, untuk mengenali peluang (opportunity) di tempat kerja anda, dan memanfaatkannya dengan maximal, lakukan 4 hal di bawah ini:

- BE BIGGER THAN YOUR JOB DESCRIPTION
- BECOME THE “GO TO” PERSON
- ASK THE QUESTION WITH “WHY?”
- RAISE YOUR HAND, DON’T WAIT TO BE ASKED

Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
👍2
LET’S ENJOY THE JOURNEY, NOT ONLY THE DESTINATION (MARI KITA MENIKMATI PROSES MENUJU KEBERHASILAN, BUKAN HANYA TUJUANNYA)

Banyak orang tua di Indonesia yang sedang khawatir. Anak-anak mereka bercita-cita menjadi YouTuber, anak-anak mereka pengin menjadi “crazy-rich” yang sekarang bertebaran di dunia maya!

Di Inggris, beberapa puluh tahun lalu, saat beberapa group musik berhasil sukses dan kaya raya, banyak anak muda yang ingin menjadi musisi, berhenti sekolah atau kuliah. Kalau main musik bisa kaya, mengapa harus kuliah? Apa hasilnya? Apakah semuanya kaya-raya? Sebagian kecil (atau kecil sekali) memang sukses besar, ada beberapa yang ok ok saja, tetapi sebagian besar gagal total dalam kehidupannya.

Di Brazil, beberapa puluh tahun lalu, saat beberapa pemain sepakbola berhasil sukses menjadi juara dunia dan kaya raya, banyak anak muda yang ingin menjadi pemain bola, berhenti sekolah atau kuliah. Kalau main sepak bola bisa kaya, mengapa harus kuliah? Apa hasilnya? Apakah semuanya kayaraya? Sebagian kecil (atau kecil sekali) memang sukses besar, ada beberapa yang ok ok saja, tetapi sebagian besar gagal total dalam kehidupannya.

Apakah anak-anak kita akan mengalami phenomena itu? Mengapa hal ini terjadi? Karena banyak yang tidak sabar, untuk mengikuti proses (panjang) untuk mencapai kesuksesan. Banyak yang menjadi “Instant Generation”

Ibu saya dulu, kalau memasak mie rebus, perlu 2 jam. Beli bahan-bahan di pasar. Memotong ayam, memotong sayur, ayam disuwir, dicampur , diaduk, dicicipi dan disajikan.

Saya termasuk generasi mie instan, saya merebusb air, kemudian mie instan saya masukkan, 10 menit. Saya pikir, 10 menit sudah cepat. Anak-anak saya, sudah bersiap siap dengan termos air panas. Kalau lapar, tinggal tuangkan airnya ke mie instan di mangkok plastik, dan dalam 2-3 menit sudah siap dimakan.

Saya yakin bagi cucu-cucu saya, 2-3 menit tetap terlalu lama. Saya yakin mereka akan minum air mendidih, memasukkan mie mentah ke dalam perut mereka, dan kemudian perutnya digoyang untuk mencampurkan keduanya! That’s the instant phenomena.

Akibatnya apa? Lahirlah para crazy rich, yang sekarang masuk penjara, tidak rich lagi, tinggal “crazy”nya.

Mari kita mengingat bersama. Ada proses yang panjang dan melelahkan untuk mencapai kesuksesan. Mari kita belajar dari pendaki gunung, jangan hanya menikmati pemandangan di puncak. Tapi nikmati juga proses mendaki gunung, menyanyi bersama, dan menikmati pemandangan di sekitar hutan belukar.

Life is difficult. Life is painful? Yes. Makanya kerjakan sesuatu yang anda suka. Find your passion, pilihlah bidang study atau bidang pekerjaan yang kita suka, agar proses perjalanannya pun bisa dinikmati.

Intinya apa? Jangan pernah berharap bahwa kesuksesan bisa datang seperti permainan sulap “Adakabara”, dan semua uang melimpah akan datang tiba-tiba. Teach your children, remind yourself, that it take a long process, and a long journey before you achieve your success.

Terus bagaimana? Enjoy the journey, enjoy the process, not only the destination. Bagaimana caranya? Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

a) DESTINATION
Pertama kali, harus jelas, tujuan yang kita ingin capai. Gambarkan dalam pikiran kita, bahkan literally, gambarkan dalam sebuah poster yang cukup besar, berukuran minimal A3. Pasang poster itu di depan meja kerja, di depan meja belajar atau di manapun yang terlihat setiap hari. Ingat, kalau tujuan kita tidak jelas, kita akan tersesat.

Destination, atau goal ini akan membedakan mereka yang berhasil dan yang tidak. Yang punya goal, akan terobsesi dan bekerja keras untuk mencapainya. Yang tidak punya goal, akan bekerja atau belajar seenaknya, asal selesai, tanpa berpikir panjang ke masa depan mereka. Start your journey with a great goal, become obsessed and work hard to achieve it!

b) ACTION
Goal itu syarat pertama. Tetapi yang membedakan seorang pemimpi dan pemimpin adalah action, tindakan nyata, apa yang benar-benar dikerjakan setiap hari, dengan consistent!
👍1
Jadi setelah mempunyai goal, pecahlah menjadi beberapa tujuan jangka pendek, dan bekerja keraslah untuk mencapainya.

c) MOTIVATION
Kalau kita mau mencapai lebih banyak daripada yang lain, ya berarti kita harus bekerja lebih keras dari yang lain. (Problemnya kan banyak yang pengin mencapai lebih banyak, tetapi maunya bekerjanya sama atau lebih dikit kan? Ya nggak nyambung lah!

Nah untuk bekerja keras, itu sering kali kita harus memotivasi diri kita setiap hari. Bagaimana caranya?

- Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang memberikan energy positive pada kita (keluarga , teman, kolega atau siapapun, kalau mereka memberikan energy positive, dekati mereka terus menerus, energy positive mereka akan menular kepada kita, dan membuat diri kita seperti bateray handphone yang di-charge setiap hari.

- Jauhi diri kita dengan orang-orang yang memberikan energy negative pada kita (keluarga , teman, kolega atau siapapun, kalau mereka memberikan energy negative, jauhi mereka terus menerus, energy negative mereka akan menguras energy kita, membuat kita lelah fisik dan mental, dan membuat diri kita seperti bateray handphone yang lama tidak di-charge.

- Reward yourself for every single (small success). Bahkan anjing lautpun akan dikasih ikan sama pelatihnya setelah berhasil menangkap bola. Kita perlu melakukan yang sama pada diri kita. Setiap kali kita berhasil melakukan apapun, berikan hadiah kepada diri kita sendiri, take a break, makanlah makanan yang anda suka, telponlah mereka yang anda sayangi, belilah sesuatu yang membuat anda bersemangat! Perjalanan kita menuju kesuksesan adalah perjalanan panjang, reward ini akan membuat perjalanan menjadi menyenangkan.

d) NAVIGATION
Seorang pendaki gunung, kadang akan menemuji jalan buntu, mungkin karena ada pohon yang tumbang, tanah yang longsor, sungai yang banjir, atau peta yang tidak akurat. Bersiaplah bahwa perjalanan mencapai keberhasilan juga akan menemui jalan buntu.

Jangan putus asa, tetaplah berusaha, dan terutama, cobalah terus maju, dengan menggunakan alternative lain. Saya bermain catur. Dan saya belajar bahwa untuk menyerang raja lawan, kita bisa berpikir dulu dan memilih untuk menggunakan kuda, gajah, benteng atau menteri. Dan kalau saya sudah menyerang menggunakan kuda dan gagal, maka saya akan menggunakan benteng.

Keep trying. Navigate your journey using different path. Kalau gagal dengan satu cara, cobalah cara yang lain, gagal lagi, coba lagi, dan terus coba, sampai akhirnya mencapai tujuan!

Voila, the easy way to achieve your success, by giving a DAMN (Destination, Action, Motivation and Navigation)

Ingat ya, next time, ada yang bilang ke anda, bahwa dia tidak berhasil mencapai cita-citanya, bilang saja, “Because you don’t give a DAMN about it …”: and I repeat: Destination, Action, Motivation and Navigation.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Jabatan itu hanya sementara. Pangkat dan gelar itu terbatas. Tapi bagaimana caramu memperlakukan orang-orang, pasti akan selalu dikenang 🏆

#INISIATIF #Ramadhan

Link share biar termotivasi rame-rame 🇮🇩
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
5👏1🍓1
SELAMAT SAHUR 🏆

Bersiap-siap karena hari ini akan ada pengumuman terkait THR. 🇮🇩

#pengabdiandutabpjskesehatan #Melayanidenganhati #INISIATIF #antimagerclub
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
SAHUR-SAHUR-SAHUR ☄️

LAST DAY
⚡️
Unggahan karyamu maksimal kami tunggu sd hari ini Pukul 23.59 WIB ⚡️

TEMA: LIKA-LIKU PENGABDIAN DUTA BPJS KESEHATAN 🇮🇩

Ayo baca dan ikuti syarat dan ketentuannya pada link berikut ini:
Klik
Klik
Klik

#pengabdiandutabpjskesehatan #Melayanidenganhati #INISIATIF #antimagerclub
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
REMINDER: THR H-5 ✈️

TEMA: LIKA LIKU PENGABDIAN DUTA BPJS KESEHATAN
🇮🇩

Link postingan

#antimagerclub #INISIATIF #PengabdianDutaBPJSKesehatan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
INNOVATORs ARE RARELY WELCOMED WITH OPEN ARMS
(INNOVATOR ITU SELALU DICELA DULUAN ….)


Namanya Gustave Eiffel, hidup antara tahun 1832-1923 di Paris. Gustave Eiffel terkenal karena merancang Menara Eiffel dan Statue of Liberty.
Gustave bersekolah di Lycee Royal di Kota Dijon. Gustave muda tadinya tertarik dengan bidang sejarah dan sastra. Tetapi Gustave juga belajar tentang banyak hal terutama ilmu kimia dan pertambangan khususnya logam. Gustave kemudian melanjutkan pendidikan formalnya di College Sainte-Barbe, Paris sebagai persiapan memasuki dua sekolah paling bergengsi pada masa itu, yakni Politeknik Ecole dan Pusat Seni dan Manufaktur Ecole.

Gustave berhasil lulus pada tahun 1855 dan memulai merintis kariernya sebagai spesialis di bidang konstruksi logam, terutama jembatan. Setelah lulus, Gustave mencoba peruntungannya dengan bekerja di bidang konstruksi. Setelah menyelesaikan beberapa proyek jembatan dengan sukses, akhirnya Gustave membuka biro konsultan Teknik sendiri.

Pada tahun 1866, Gustave ditawari kontrak pengerjaan konstruksi 33 lokomotif untuk pemerintah Mesir. Kemudian perusahaan milik Gustave dipercaya untuk mengerjakan dua proyek besar, yakni jaringan kereta api dari Vienna menuju Budapest, Hungaria, serta pengerjaan pembangunan jembatan di atas Sungai Douro, Portugal.

Kemudian dia mulai membuat beberapa inovasi baru seperti, sebuah department store yang semuanya dibangun dari baja dan kaca (Le Bon Marche), “design for lock” di Canal Panama, dan Statue of Liberty.

Kemudian Gustave Eiffel memenangkan kompetisi pada tahun 1886 untuk membuat sebuah landmark untuk Paris World Expo (1989) dengan membuat sebuah Menara di Champ de Mars yang akan menjadi symbol pameran dunia tersebut.

Gustave dengan bangga menyatakan,”Perancis akan menjadi satu-satunya negara yang mempunyai Menara setinggi 300 meter” Ide yang innovative dan brilliant. Tetapi apakah saat itu semuanya bersorak dan menyambutnya dengan baik? Ternyata tidak!

Beberapa seniman terkenal, pengarang , pemusik, pelukis dan artist seperti Alexandre Dumas, Guy de Maupassant, Emile Zola, Charles Gaunod, Leconte de Lisle, dan Charles Garnier, menolak mentah-mentah dan membuat petisi,” Kami yang mencintai keindahan Paris, menolak didirikannya Menara Eiffel yang tidak berguna dan akan merusak keindahan kota Paris, bahkan membayakan citra seni kota Paris.”

Lihat betapa ide keren seperti mendirikan Menara Eiffel itu pun ditentang habis-habisan. Padahal sekarang kita sulit membayangkan kota Paris tanpa Menara Eiffel.

Saya menginjakkan kaki di Paris tahun 1987, dan langsung terpesona dan terkagum-kagum melihatnya. Paris sempat menjadi kota terpopular di Dunia secara jumlah turis (tentu saja salah satunya karena Menara Eiffel),
Tapi ternyata ide itu ditentang habis-habisan pada awalnya.

Untunglah Gustave Eiffel orangnya keukeuh (persistence and perseverance!), sehingga dia terus menjual idenya ke orang-orang penting di Paris, dengan tidak kenal Lelah, dan tidak putus asa, sampai akhirnya berhasil. The rest is history.

Nicolas Hayek sempat dicela habis-habisan waktu dia “menciptakan” kembali industry jam tangan Swis dengan membuat Swatch, yang oleh pengamat jam tangan Swis dianggap sebagai jam murahan, dan tidak seperti jam mewah Swis yang lain. Tanpa Swatch , industry jam tangan Swiss sudah akan bangkrut dihajar oleh jam tangan Jepang seperti Citizen dan Seiko.

Tragisnya Steven Sasson adalah seorang insinyur yang bekerja di Kodak, dan menemukan kamera digital yang pertama. Tetapi dia dicela dan tidak disupport oleh Kodak, dan akhirnya kita semua tahu, Kodak sekarang bangkrut.

Apa yang bisa kita pelajari di sini?
Para Innovators sekalian, kalau kalian punya ide bagus itu memang keren banget. Tapi jangan berharap bahwa pertama kali semua orang akan terkesima, terpesona dan segera menggelontorkan modalnya untuk mengembangkan ide itu menjadi bisnis.

Pertama kali anda akan dicela dulu, dihina, dan mendapatkan banyak komentar sinis. Don’t worry, you are on the right path. Anda sedang mengembangkan ide brilliant.
Atau seringkali anda akan menyelamatkan sebuah organisasi dari kehancuran (Ingat cerita Kodak kan?)

Teruskan. Continue. Be persistence and perseverance. Keukeuh …lah …

Terus bagaimana dong untuk “menjual” ide anda dan mempengaruhi orang lain agar mau support ide anda, bahkan berinvestasi …

Diane McGarry, Xerox’s Chief Marketing Officer, mengatakan, “Sukses di sebuah organisasi besar membutuhkan pemahaman tentang banyak lapisan politik di kantor, membutuhkan mental baja dan a kepercayaan diri untuk “menjual” ide-ide terbaik Anda.”

Kita harus bagaimana mempresentasikan ide-idenya agar mendapatkan support untuk bisa diimplementasikan. Ini adalah keterampilan yang perlu dikuasai jika ingin menjadi leader yang berpengaruh di organiasai Anda.

Ada lima tips yang kita bisa terapkan:

1. Know what’s important to them
Pahami dengan jelas tentang apa yang penting bagi mereka. Ini adalah point yang penting, seringkali “its not about your idea”, “it is about them and what matter to them” Anda harus memikirkan tentang bagaimana ide Anda bermanfaat bagi semua orang

2. Articulate a clear and defined goal.
Tanyakan pada anda sendiri terlebih dulu, mengapa ide Anda begitu penting dan harus dipertimbangkan. Apa hasil akhir yang diinginkan? Ini mungkin membutuhkan banyak persiapan, tetapi pada akhirnya ide Anda akan lebih mudah dijual jika Anda memberikan proyeksi yang realistis tentang hasil yang diinginkan.

3. Get other stakeholders on board
Seringkali untuk diimplementasikan, anda memerlukan support lintas divisi dan lintas organisasi. Dan kadang anda harus membangun koalisi. Jika stakeholder Anda yakin bahwa ide yang Anda usulkan adalah apa yang ingin mereka dukung dan investasikan, ini akan membantu ide anda mendapatkan persetujuan mayoritas yang anda butuhkan.

Banyak persiapan dan kegiatan yang perlu anda lakukan. Dekati stakeholder anda, diskusikan, minta feedback dan adaptasi lah ide anda sesuai feedback tersebut.

4. Use facts and data.
Berapa banyak manfaat dan keuntunganyang akan dihasilkan oleh ide Anda? Bagaimana cara mengurangi biaya atau meningkatkan layanan pelanggan? Fakta-fakta seperti ini adalah cara Anda mendapatkan dukungan terhadap ide-ide Anda. Luangkan waktu untuk meneliti dan memberikan informasi berdasarkan data sehingga akan memiliki peluang yang lebih besar diterima.

5. Don’t give up.
Terakhir, bersiap-siaplah, anda perlu menjual ide anda berkali-kali sebelum anda berhasil. Ingat gagal itu bukan kebalikan dari sukses. Gagal itu adalah bagian dari sukses, bagian yang mau gak mau pasti akan anda alami. Teruskan dan teruskan. Jangan putus asa.

Selamat mencoba, selamat berinovasi, dan selamat menjual ide anda.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto