Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Sampai bertemu pada ATE pekan ini:
1. ATE FM Edisi 18 Wujudkan Impian Ibadah Haji Pegawaiπ
2. ATE FM Edisi 19 Sharing Pengalaman Berdinas Di Tanah Papuaπ
#INISIATIF #funandmeaningful
1. ATE FM Edisi 18 Wujudkan Impian Ibadah Haji Pegawai
2. ATE FM Edisi 19 Sharing Pengalaman Berdinas Di Tanah Papua
#INISIATIF #funandmeaningful
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Salam INISIATIF β
ATE FM #edisi18
Untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima yakni Ibadah Haji itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi ditambah antrean penunaian ibadah haji bagi jemaah yang cukup panjang hingga lebih dari 10 tahun.
Sangat diperlukan perencanaan yang baik dan tepat sedini mungkin agar bisa beribadah haji dengan nyaman dan tenang terutama bagi mereka yang sehari-hari merupakan pegawai kantoran.
Penasaran gak bagaimana tips dan trik perencanaanya agar impian ke tanah suci ini bisa terwujud? Jangan lupa Amiiinn kan di dalam hati yah agar doamu ini bisa segera terwujud.π
Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live ATE FM edisi 18 bersama Ibu Erlina Juwita yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @mirdaherlindaπ₯³
Mau nitip pesan, request lagu atau sekedar request tema dan narasumber edisi selanjutnya, Silakan meluncur ke link berikut iniπ€© π
ATE FM #edisi18
Untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima yakni Ibadah Haji itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi ditambah antrean penunaian ibadah haji bagi jemaah yang cukup panjang hingga lebih dari 10 tahun.
Sangat diperlukan perencanaan yang baik dan tepat sedini mungkin agar bisa beribadah haji dengan nyaman dan tenang terutama bagi mereka yang sehari-hari merupakan pegawai kantoran.
Penasaran gak bagaimana tips dan trik perencanaanya agar impian ke tanah suci ini bisa terwujud? Jangan lupa Amiiinn kan di dalam hati yah agar doamu ini bisa segera terwujud.
Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live ATE FM edisi 18 bersama Ibu Erlina Juwita yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @mirdaherlinda
Mau nitip pesan, request lagu atau sekedar request tema dan narasumber edisi selanjutnya, Silakan meluncur ke link berikut ini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
π1
Salam INISIATIF β
ATE FM #edisi19
Apa yang Teman-Teman bayangkan ketika mendengar kata βDinas di Papuaβ? Buat kalian yang belum pernah kesana, jujur aja pasti belum ada bayangan apa-apa kecuali mendengar info-info dari berita ataupun dari pengalaman teman/ kerabat yang pernah tinggal disana.
Jika kita mendengar ada rekan yang mutasi/ promosi ke Papua, pasti kebanyakan rekan atau keluarganya akan ngebatin. βJauh amat (yaa, walaupun masih Indonesia). Enggak ngebayangin capeknya kalau pulang kampung,β
Pada akhirnya bagi mereka yang sempat berdinas di Papua, mungkin ada yang sedih karena harus jauh dari kampung halamannya tapi ternyata kebanyakan juga setelah dijalani dengan ikhlas, akhirnya merasa bersyukur karena bisa diberi kesempatan untuk bisa mengenal Indonesia lagi, terutama adat istiadat serta budaya orang Papua yang letaknya berada di paling Timur Indonesia.
Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live ATE FM edisi 19 bersama kakak @Kyygu yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @haiduladhaπ₯³
Mau nitip pesan, request lagu atau sekedar request tema dan narasumber edisi selanjutnya, Silakan meluncur ke link berikut iniπ€© π
ATE FM #edisi19
Apa yang Teman-Teman bayangkan ketika mendengar kata βDinas di Papuaβ? Buat kalian yang belum pernah kesana, jujur aja pasti belum ada bayangan apa-apa kecuali mendengar info-info dari berita ataupun dari pengalaman teman/ kerabat yang pernah tinggal disana.
Jika kita mendengar ada rekan yang mutasi/ promosi ke Papua, pasti kebanyakan rekan atau keluarganya akan ngebatin. βJauh amat (yaa, walaupun masih Indonesia). Enggak ngebayangin capeknya kalau pulang kampung,β
Pada akhirnya bagi mereka yang sempat berdinas di Papua, mungkin ada yang sedih karena harus jauh dari kampung halamannya tapi ternyata kebanyakan juga setelah dijalani dengan ikhlas, akhirnya merasa bersyukur karena bisa diberi kesempatan untuk bisa mengenal Indonesia lagi, terutama adat istiadat serta budaya orang Papua yang letaknya berada di paling Timur Indonesia.
Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live ATE FM edisi 19 bersama kakak @Kyygu yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @haiduladha
Mau nitip pesan, request lagu atau sekedar request tema dan narasumber edisi selanjutnya, Silakan meluncur ke link berikut ini
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
β‘1
Seorang Coach (pelatih) berbicara kepada anda, Seorang Mentor berbicara dengan anda, dan seorang Sponsor berbicara tentang anda π«‘
Link share biar kamu gak pintar sendiri
1. Coach
Memberikan bimbingan untuk pengembangan anda. Hubungan timbal balik anda bisa menghubungi pelatih jika membutuhkan nya, atau pelatih juga bisa menghubungi anda kapanpun merasa diperlukan.
2. Mentor
Secara formal dan informal dapat membantu menavigasi karir anda, bagaimana memberikan panduan untuk pilihan dan keputusan karir yang tepat buat anda.
3. Sponsor
Adalah pemimpin senior atau orang lain yang menggunakan pengaruhnya yang kuat untuk membantu anda mendapatkan tugas, promosi atau pekerjaan dengan visibilitas tinggi. Sponsor seringkali beraksi di balik layar tanpa sepengetahuan anda.
Link share biar kamu gak pintar sendiri
1. Coach
Memberikan bimbingan untuk pengembangan anda. Hubungan timbal balik anda bisa menghubungi pelatih jika membutuhkan nya, atau pelatih juga bisa menghubungi anda kapanpun merasa diperlukan.
2. Mentor
Secara formal dan informal dapat membantu menavigasi karir anda, bagaimana memberikan panduan untuk pilihan dan keputusan karir yang tepat buat anda.
3. Sponsor
Adalah pemimpin senior atau orang lain yang menggunakan pengaruhnya yang kuat untuk membantu anda mendapatkan tugas, promosi atau pekerjaan dengan visibilitas tinggi. Sponsor seringkali beraksi di balik layar tanpa sepengetahuan anda.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Arif Budiman
YouTube
SEHAT DENGAN BPJS
Download aplikasi Mobile JKN di:
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungiβ¦
play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile
App Store: https://apps.apple.com/id/app/mobile-jkn/id1237601115?l=id
Informasi, pertanyaan atau saran/ aspirasi seputar JKN-KIS dapat menghubungiβ¦
π₯1
Mengapa orang-orang sering gagal? π
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Orang-orang perfeksionis yang fokusnya selalu ke sisi perbaikan/ memperbaiki sesuatu secara terus menerus tapi akhirnya lupa untuk mengeluarkan sesuatu terobosan yang baru π
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Orang-orang jenius dengan ide-ide barunya yang selalu fokus pada bagaimana membuat/ memulai/ meluncurkan sebuah ide baru lagi tapi akhirnya lupa untuk bagaimana menyelesaikan/ mengeksekusinya π«‘
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Orang-orang pembelajar sejati yang fokusnya selalu ke bagaimana terus menerus belajar tapi akhirnya lupa untuk menerapkan hasil pembelajarannya π§
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Bukan Bakat, Bukan Pula Kecerdasan
oleh: Yusran Darmawan
Universitas yang paling sulit ditembus di Amerika Serikat, bukanlah Harvard. Bukan pula MIT. Melainkan Akademi Militer West Point. Kampus itu hanya menerima siswa yang paling tinggi skor kecerdasan dan juga paling bugar jasmaninya. Kampus itu adalah cikal bakal para jenderal dan petinggi militer.
Setiap tahun, terdapat puluhan ribu para juara dan atlet di SMA yang melamar di kampus ini. Hanya 4.000 orang yang akan lolos ke fase selanjutnya. Melalui seleksi yang ketat, hanya ada 1.200 orang yang akan diterima menjadi taruna. Mereka adalah pelamar paling cerdas, paling berbakat, dan paling kuat.
Namun setelah kuliah berjalan, banyak taruna akan putus sekolah. Yang mengejutkan, kebanyakan dari mereka akan mundur setelah menjalani pelatihan intensif selama tujuh minggu bernama Beast Barracks. Apakah gerangan?
Beast Barracks digambarkan sebagai latihan paling keras secara fisik dan emosional. Pelatihan ini dirancang agar seorang taruna mengeluarkan semua kemampuannya, baik secara fisik dan mental. Pelatihan ini digambarkan sama mengerikannya dengan pelatihan Green Berets bagi anggota pasukan khusus Angkatan Darat Amerika Serikat.
Yang menarik, mereka yang lolos melalui Beast Barrcks bukanlah mereka yang terbaik, bukan mereka yang punya skor kecerdasan dan fisik tinggi. Mereka yang lolos adalah kalangan biasa-biasa, tetapi sanggup menghadapi tantangan yang besar. Mengapa?
Psikolog Prof Angela Duckworth melakukan riset di West Point. Dia juga mengamati peserta lomba National Spelling Bee, kartunis New Yorker, dan tim American Football. Dia menemukan kesimpulan menarik.
Kejeniusan dan bakat bukanlah tolok ukur sukses. Menurut hipotesa Duckworth, orang yang bersemangat dan tekun cenderung lebih sukses dibanding orang lain yang mempunyai potensi alami (jenius) namun tidak mengiringinya dengan ketekunan.
Duckworth menyebutnya GRIT. Grit adalah istilah untuk semangat dan ketekunan yang dimiliki oleh seseorang ketika tengah melakukan sesuatu. Bahkan Duckworth membuat Grit Scale, yang menunjukkan seberapa tekun dan tabah seseorang.
Saya tak terkejut dengan penjelasan Duckworth. Ketika pertama meniti karier sebagai jurnalis, seorang jurnalis senior berkata, di dunia jurnalisik, sekadar bakat dan kecerdasan tidak cukup. Mereka yang menjadi top dan terbaik adalah mereka yang punya daya tahan dan ketekunan menjalani profesi itu.
Kata Duckworth: βApa pun bidangnya, orang-orang yang sangat sukses memiliki semacam tekad kuat yang terwujud dengan dua cara. Pertama, para panutan ini luar biasa tegar dan kerja keras. Kedua, mereka tahu secara sangat mendalam apa yang mereka inginkan. Mereka tidak saja memiliki tekad kuat, mereka juga memiliki arah.β
Penjelasan ini ibarat kepingan puzzle dari apa yang saya baca di buku Barking Up the Wrong Tree. Seusai membaca buku itu, saya ingat seorang kawan kecil yang dimasa sekolah bisa disebut siswa gagal, bahkan hanya lulus sekolah menengah, tapi kini menjadi sosok miliader. Dia jauh melampaui kami semua yang sekolah tinggi.
Selama ini kita hanya fokus pada kecerdasan. Kita hanya fokus pada pencapaian angka-angka. Padahal untuk menjadi sukses dan hebat, seseorang butuh lebih dari itu. Seseorang membutuhkan ketekunan, daya tahan, serta ketabahan untuk menempa diri dan menjalani profesi.
Beberapa hari lalu, saya dipanel dalam satu diskusi dengan seorang sahabat yang kini jadi penulis puisi. Dia kini kesohor di bidang itu. Orang-orang mengira menulis puisi hanya membutuhkan bakat. Namun dari kisahnya, saya menemukan sesuatu yang lebih dari itu. Dia menjalani hari-hari ketika rekan dan dunia sosialnya menganggap puisi tidak bisa memberi kehidupan.
Dia tekun. Dia tabah. Bahkan ketika mengerjakan puisi untuk satu film yang akan jadi blockbuster, dia menulis ratusan, kemudian dipilihnya beberapa untuk masuk buku dan tayang di film. Saya mengagumi kerja keras dan ketabahan yang begitu hebat.
Saya merenungi sistem pendidikan kita. Kata Duckworth, grit adalah sesuatu yang sukar diajarkan. Sekolah-sekolah kita hanya fokus pada capaian akademik.
oleh: Yusran Darmawan
Universitas yang paling sulit ditembus di Amerika Serikat, bukanlah Harvard. Bukan pula MIT. Melainkan Akademi Militer West Point. Kampus itu hanya menerima siswa yang paling tinggi skor kecerdasan dan juga paling bugar jasmaninya. Kampus itu adalah cikal bakal para jenderal dan petinggi militer.
Setiap tahun, terdapat puluhan ribu para juara dan atlet di SMA yang melamar di kampus ini. Hanya 4.000 orang yang akan lolos ke fase selanjutnya. Melalui seleksi yang ketat, hanya ada 1.200 orang yang akan diterima menjadi taruna. Mereka adalah pelamar paling cerdas, paling berbakat, dan paling kuat.
Namun setelah kuliah berjalan, banyak taruna akan putus sekolah. Yang mengejutkan, kebanyakan dari mereka akan mundur setelah menjalani pelatihan intensif selama tujuh minggu bernama Beast Barracks. Apakah gerangan?
Beast Barracks digambarkan sebagai latihan paling keras secara fisik dan emosional. Pelatihan ini dirancang agar seorang taruna mengeluarkan semua kemampuannya, baik secara fisik dan mental. Pelatihan ini digambarkan sama mengerikannya dengan pelatihan Green Berets bagi anggota pasukan khusus Angkatan Darat Amerika Serikat.
Yang menarik, mereka yang lolos melalui Beast Barrcks bukanlah mereka yang terbaik, bukan mereka yang punya skor kecerdasan dan fisik tinggi. Mereka yang lolos adalah kalangan biasa-biasa, tetapi sanggup menghadapi tantangan yang besar. Mengapa?
Psikolog Prof Angela Duckworth melakukan riset di West Point. Dia juga mengamati peserta lomba National Spelling Bee, kartunis New Yorker, dan tim American Football. Dia menemukan kesimpulan menarik.
Kejeniusan dan bakat bukanlah tolok ukur sukses. Menurut hipotesa Duckworth, orang yang bersemangat dan tekun cenderung lebih sukses dibanding orang lain yang mempunyai potensi alami (jenius) namun tidak mengiringinya dengan ketekunan.
Duckworth menyebutnya GRIT. Grit adalah istilah untuk semangat dan ketekunan yang dimiliki oleh seseorang ketika tengah melakukan sesuatu. Bahkan Duckworth membuat Grit Scale, yang menunjukkan seberapa tekun dan tabah seseorang.
Saya tak terkejut dengan penjelasan Duckworth. Ketika pertama meniti karier sebagai jurnalis, seorang jurnalis senior berkata, di dunia jurnalisik, sekadar bakat dan kecerdasan tidak cukup. Mereka yang menjadi top dan terbaik adalah mereka yang punya daya tahan dan ketekunan menjalani profesi itu.
Kata Duckworth: βApa pun bidangnya, orang-orang yang sangat sukses memiliki semacam tekad kuat yang terwujud dengan dua cara. Pertama, para panutan ini luar biasa tegar dan kerja keras. Kedua, mereka tahu secara sangat mendalam apa yang mereka inginkan. Mereka tidak saja memiliki tekad kuat, mereka juga memiliki arah.β
Penjelasan ini ibarat kepingan puzzle dari apa yang saya baca di buku Barking Up the Wrong Tree. Seusai membaca buku itu, saya ingat seorang kawan kecil yang dimasa sekolah bisa disebut siswa gagal, bahkan hanya lulus sekolah menengah, tapi kini menjadi sosok miliader. Dia jauh melampaui kami semua yang sekolah tinggi.
Selama ini kita hanya fokus pada kecerdasan. Kita hanya fokus pada pencapaian angka-angka. Padahal untuk menjadi sukses dan hebat, seseorang butuh lebih dari itu. Seseorang membutuhkan ketekunan, daya tahan, serta ketabahan untuk menempa diri dan menjalani profesi.
Beberapa hari lalu, saya dipanel dalam satu diskusi dengan seorang sahabat yang kini jadi penulis puisi. Dia kini kesohor di bidang itu. Orang-orang mengira menulis puisi hanya membutuhkan bakat. Namun dari kisahnya, saya menemukan sesuatu yang lebih dari itu. Dia menjalani hari-hari ketika rekan dan dunia sosialnya menganggap puisi tidak bisa memberi kehidupan.
Dia tekun. Dia tabah. Bahkan ketika mengerjakan puisi untuk satu film yang akan jadi blockbuster, dia menulis ratusan, kemudian dipilihnya beberapa untuk masuk buku dan tayang di film. Saya mengagumi kerja keras dan ketabahan yang begitu hebat.
Saya merenungi sistem pendidikan kita. Kata Duckworth, grit adalah sesuatu yang sukar diajarkan. Sekolah-sekolah kita hanya fokus pada capaian akademik.