Ask The Experts
1.83K subscribers
4.84K photos
414 videos
188 files
2.99K links
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo πŸ‡²πŸ‡¨

https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Download Telegram
Salam INISIATIF βœ…

ATE FM #edisi12

Dalam banyak kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
, pejabat negara kerap terjerat tindak pidana terkait gratifikasi dan suap. Umumnya, penerimaan gratifikasi dilakukan seorang penyelenggara negara, terutama seseorang yang memiliki jabatan dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan.

Ketentuan gratifikasi diatur dalam Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Pasal 12B mengatur, Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Tapi apakah semua pemberian itu udah termasuk gratifikasi yang wajib dilaporkan? ketika itu terjadi, bagaimana kita harus menyikapinya?

Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live ATE FM edisi 12 bersama kakak @OliviaSampouw dan kakak Monicha Shalimar yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @mirdaherlinda 😍

Ayo berbagi cerita perjalanan harian/ mingguanmu di kantor/ rumah; kirim pesan-pesan biat sohib; atau sekedar nitip request lagu untuk kegiatan ATE FM sore ini πŸ₯³πŸ˜‡πŸ€©
SELAMAT HARI IBU ❀️

Penulis: Yusran Darmawan

Pada mata tua seorang ibu, saya melihat kilasan2 semua masa lalu saya. Dulu, pada mata itu saya mencari semua kehangatan. Pada mata itu, saya mencari semua arah ke mana saya hendak bergerak.
.
Dalam dekapannya, saya tak pernah takut apa pun. Semua jenis hantu, setan, bahkan monster seganas apapun akan segera lenyap ketika dia mendekap. Dia membawa nektar keberanian, sekaligus lapis-lapis kekuatan saat saya sedang tertatih-tatih berjalan.
.
Bagi seorang anak yang mulai berkelana dan merentangkan sayap ke mana-mana, senyum ibu akan selalu menjadi tempat kembali. Senyum ibu selalu menjadi telaga yang membasuh semua lelah, penat, dan semua letih saat berlari di sirkuit masa kini dan masa depan.
.
Ibu saya adalah ibu terbaik di dunia. Hari ini saya menemui dirinya yang kian renta. Melihat saya, cahaya hidup mengaliri semua tubuhnya. Dia memaksakan diri untuk bangun dan mengurusi saya. Dia melihat saya sebagai La Yus kecil yang baru saja datang dari bermain di laut. Dia ingin memandikan, memberi handuk hangat, membuat segelas teh, terus bertanya: "La Yus main apa hari ini?"
.
Sudahlah Ma. Kali ini biar saya yang melakukannya untukmu. Saya rela menukar apapun yang saya miliki di dunia ini hanya untuk melihatmu tersenyum. Sebab pada senyum itu, saya melihat semua masa lalu, masa kini, dan masa depan yang saya jalani.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Perkenalan awal kakak Monicha Shalimar ⚑️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Perkenalan awal Kakak Olivia Sampouw ⚑️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Coming Soon!!!

ATE FM Edisi 13 dengan tema "Sharing Pengalaman Menjadi The Champ" bersama kakak-kakak the champ 2022-2023 @siapkeluarangkasa, @fennyvirginia, dan @FarisFR πŸ”₯⚑️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Coming Soon!!!

ATE FM Edisi 14 (ATE~Rumah Konseling) dengan tema "Healing with Running, are you ready?" bersama kakak konselor @ahmadjuned πŸ”₯⚑️
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
πŸ‘1
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Fajar oh Fajar. Mari awali hari senin dengan senyuman βœ…βš‘οΈ

Btw, kini aku maklum fajar, pantas WA mu sering gak dibalas cewek πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚

Link video
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Narawata Adhi - IT Security
[Bisa Disebarkan]

Berhati hatilah jika menerima pesan sebagai berikut, beberapa saat lalu muncul berita bahwa ada chat Whatsapp mengatasnamakan kurir atau pihak lain yang berusaha memanipulasi pengguna whatsapp untuk mendownload file yang dikirimkan

Saat ini, modus tersebut sudah menggunakan nama BPJS Kesehatan, tetap berhati2 dan waspada jika menerima pesan tersebut, jangan sekali2 mencoba mendownload file yang dikirimkan, dikarenakan file tersebut berisikan malware dan dapat mengambil data yang ada di HP kita
Malam ini mencoba konek sekaligus dari Telegram ATE dan juga IG ATE ⚑️⚑️

Salam INISIATIF
βœ…

ATE FM #edisi13

Menjadi The Champ bagi sebagian besar duta BPJS Kesehatan terutama bagi mereka yang sudah terjebak di zona nyamannya mungkin bukanlah sebuah cita-cita favorit.

Dahulu, The Champ seringkali diidentikkan dengan sebuah beban kerja tambahan baru (diluar job desc utama) tapi dengan benefit yang mungkin belum sesuai harapan mayoritas orang.

Padahal seyogyanya dengan menjadi the champ itu menyimpan banyak benefit yang akan dipanen di masa-masa yang akan datang seperti mendapatkan ruang untuk mengasah kreatifitas dan kepemimpinan, bahkan kini para the champ juga telah diberikan pengakuan nilai tambah positif dari organisasi dibandingkan mereka yang selama ini belum pernah menjadi The Champ.

Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE mengangkat tema sharing pengalaman 3 bulan awal menjadi the champ BPJS Kesehatan secara fun and meaningful pada Live ATE FM Edisi 13 bersama kakak-kakak the champ 2022-2023 @siapkeluarangkasa, @fennyvirginia, dan @FarisFR yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @Ilhamakbarw

Ayo berbagi cerita perjalanan harian/ mingguanmu di kantor/ rumah; kirim pesan-pesan buat sohib; atau sekedar nitip request lagu untuk kegiatan ATE FM edisi kali ini πŸ₯³πŸ˜‡πŸ€©
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Nama: Fenny Virginia Sandra Dewi
Jabatan : Staf UR dan Anti Fraud PMP KC Mataram
Asal: Mataram
Riwayat penempatan:
1. Staf PMR Divre XII Papua dan Papua Barat (2015) *Divre yang sekarang berubah nama menjadi Kedeputian Wilayah
2. Staf Administrasi Pemasaran KC Jayapura (2015-2017)
3. Staf KLOK Lombok Utara KC Mataram (2017-2020)
4. Staf PIPP KC Mataram (2020-2022)
5. Staf UR dan Anti Fraud PMP KC Mataram (April 2022-Sekarang)
SINDROM BADUT

Sumber: FB Dewa Eka Prayoga

InsyaAllah sudah kebal. Mungkin sudah sampai taraf sudah gak berasa apa-apa lagi. Ketika Saya mendapati orang-orang ngomongin Saya di belakang,

"Dewa itu sombong..."
"Dewa itu kalo ngomong gak dikemas-kemas, blak blak an banget..."
"Dewa itu gak ramah, dingin banget jadi orang..."

Merespon hal itu Saya jujur gak gitu bereaksi, karena banyaknya yang berpendapat begitu adalah mereka yang gak kenal dekat. Tapi Saya bahagia juga dengan brand personal yang seperti itu, karena di alam bisnis ini kita gak bisa jadi badut.

Nah.. gimana maksudnya? Kenapa kok tiba-tiba Saya ngomongin badut. 🀑

Sadar gak sadar, pastinya Anda pun tahu, badut itu menghibur semua orang. Memang begitulah tugas badut, membuat semua orang senang, membuat semua orang tertawa. Walau harus bertindak konyol. Itulah badut.

Dalam dunia bisnis yang Saya geluti, tidak sedikit kawan-kawan pengusaha yang memilih peran sebagai badut, pengennya disenangin banyak orang. Membahagiakan semua orang.

Misalnya ketika suppliernya gak sanggup memenuhi ekspektasi produksi, harusnya kan ganti supplier, cari vendor baru yang kompetitif, yang kualitasnya nyampe. Namun, gak sedikit yang responnya:

"Gak enak aku, sama dia sudah lama, kalo putus sama dia nanti gimana, gak enakan..."

Akhirnya supply produk yang menurun kualitasnya, yang gak ngejar kuantitasnya, tetap dipertahankan. Positioning Brand jadi jatuh, karena value gak terdeliver dengan baik. Dan repeat order jadi anjloo, karena produknya emang jelek. Akui dan sadari saja sudah.

Ketika misalnya tim sudah gak perform, harusnya direposisi, harusnya dimutasi, harusnya diganti. Namun, gak sedikit yang kemudian juga merespon,

"Udahlah jangan, gak enak, udah kayak sodara, masak harus dimutasi, apalagi dikeluarin, dipertahanin aja, cari cara lain."

Akhirnya organisasi jadi terbebani dengan toxic. Tim yang gak perform malah tetap dipertahankan, padahal gak bisa ngejar hasil, gak mampu eksekusi program. Enggan dievaluasi. Enggan dikritik. Enggak berubah.

Jangankan di dunia bisnis, di dalam dunia dakwah dan filantropi pun, dimana Saya juga mendevelop DeEP Foundation, itu juga yang Saya sampaikan secara konsisten kepada para leader di Foundation:

Jangan karena gak enakan, kita malah ngezalimin penerima manfaat. Tim dipenuhi oleh orang-orang yang gak perform, donasi turun, donatur gak ter-engage dengan bener.

Tim yang gak perform harus dididik, didorong atau bahkan dipaksa bertumbuh, dibangunkan sistem yang bisa jadi bikin gak nyaman. Ya jangan gak enakan, kalo mau tumbuh, udah pasti gak nyaman.

Kembali ke bahasan badut.

Saya udah saklek banget, Saya bukan badut yang harus menyenangkan semua orang. Itu gak mungkin. Dan memang gak bisa. Maafin.

Pemimpin bisnis, pemimpin organisasi, para leaders, pasti mengambil keputusan. Walau resikonya dianggap ini itu, diomongin, dighibahin, dan dinethinkin, itu gak masalah, yang penting maslahat organisasi tercapai.

Sekarang Saya balik…

Kita mempertahankan vendor yang gak perform, cuma alasan gak enakan, akhirnya brand dan salesnya turun, pelan-pelan malah gak sanggup bayar operasional tim, pelan-pelan malah mecatin SDM satu demi satu. Itu malah zalim ke semuanya. Sadar woy!

Kita mempertahankan pola distribusi yang sudah gak relevan, distributor yang gak perform masih juga dikasih hak ekslusif. Akhirnya barang gak gerak. Atas nama gak enakan. Atau atas dasar kekeluargaan. Akhirnya bangkrut rame-rame. Lebih ngeri lagi. Horror coy!

Kita mempertahankan tim yang gak jelas kontribusinya, gak kompeten, atas nama persaudaraan, atas nama gak enakan, ya sulit kalo begini, lama-lama tenggelam ramai-ramai, berjamaah. Bangkrut dot com.

Maka sekali lagi, jangan jadi badut, jadilah pemimpin bisnis yang tegas, punya sikap.

Saya ngerti banget, bahkan dengan tim Saya sendiri, mereka sulit lentur jadwal sama Saya. Saya juga suka kasihan sama mereka, tapi inilah Saya, jadwal fix, gak ada ngaret-ngaret. Saya ya begini, terserah mau dianggap gak punya perasaan. Kalau gak suka dan gak terima, udahan aja partnerannya. Resign.
Janji durasi meeting sejam, telat setengah jam, ya cuma bisa setengah jam sama Saya. Fix. Lock. Gak ada nambah-nambah waktu. Selain ngasih pelajaran, juga supaya gak dzalim sama jadwal berikutnya. Kan kasihan.

Semoga dipahami ya, termasuk Saya kenapa banyak diam dan gak begitu ramah di berbagai forum, karena sebenernya Saya gak mau orang lain ekspektasi ke Saya berlebihan, itu bakal jadi beban di langkah Saya berikutnya.

Semua mitra Saya udah ngerti dan faham gimana Saya. Apalagi orang-orang terdekat. Maka ketika mereka udah tahu Saya begini, blak-blakan, relatif keras, dan mereka berkenan, itu modal yang besar untuk kerjasama jangka panjang.

Bahagia hidup seperti ini, gak jadi badut. 😁

Semoga bermanfaat & menginspirasi.
Boleh dishare, kalau memang dirasa perlu.