Alih-alih Melindungi, Seorang Oknum Guru di Tanjungbalai Tega Menyerahkan Muridnya yang Yatim kepada Suaminya! 💔
Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindakan yang sungguh-sungguh di luar nalar. sendiri (22/7).
Seorang anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan ilmu pengetahuan justru menjadi korban kejahatan oleh sosok yang ia sebut "Ibu Guru."
Perbuatan keji pasangan suami-istri ini memicu kemarahan warga sekitar, yang nyaris menghakimi para pelaku. Beruntung, pihak kepolisian dengan sigap mengamankan mereka dari mendapatkan massa.
"Seorang guru seharusnya menjadi pelindung, terutama bagi anak yang telah kehilangan orang tuanya. Tindakan ini sangat merugikan rasa keadilan masyarakat."
Mari kita kawal kasus ini hingga tuntas agar korban mendapatkan keadilan serta dukungan psikologis yang maksimal!
Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindakan yang sungguh-sungguh di luar nalar. sendiri (22/7).
Seorang anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan ilmu pengetahuan justru menjadi korban kejahatan oleh sosok yang ia sebut "Ibu Guru."
Perbuatan keji pasangan suami-istri ini memicu kemarahan warga sekitar, yang nyaris menghakimi para pelaku. Beruntung, pihak kepolisian dengan sigap mengamankan mereka dari mendapatkan massa.
"Seorang guru seharusnya menjadi pelindung, terutama bagi anak yang telah kehilangan orang tuanya. Tindakan ini sangat merugikan rasa keadilan masyarakat."
Mari kita kawal kasus ini hingga tuntas agar korban mendapatkan keadilan serta dukungan psikologis yang maksimal!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
#Thailand 🇹kh: Kelompok Islamis Patani "Front Revolusioner Nasional" (#BRN) menyerang sebuah pos pemeriksaan dan meremehkan sedikitnya lima anggota Thai Rangers di Ra-ngae, Narathiwat.
Para penyerang tampaknya dipersenjatai dengan senjata yang kemungkinan besar merupakan karabin model M16A1 (Colt 653) berlaras 11,5 inci, pistol, serta senapan jenis AK atau AR.
Para penyerang tampaknya dipersenjatai dengan senjata yang kemungkinan besar merupakan karabin model M16A1 (Colt 653) berlaras 11,5 inci, pistol, serta senapan jenis AK atau AR.
❤1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
kenapa hal kecil gini harus bohong😮💨😤
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
BENTROKAN DI MENTENG, JAKARTA PUSAT: 1 ORANG TEWAS, SEJUMLAH ORANG TERLUKA
Bentrokan antara warga dengan sekelompok orang yang diduga sebagai debt collector terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). Kejadian tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan salah seorang saksi mata bernama Yafa, bermula ketika seorang pria yang disebut berasal dari kelompok tersebut membeli nasi uduk di kawasan Jalan Matraman Dalam, namun diduga tidak melakukan pembayaran dan langsung meninggalkan lokasi.
Aksi tersebut memicu kemarahan warga sekitar yang kemudian berusaha membantu pedagang sekaligus menenangkan situasi.
Namun situasi yang semakin panas hingga bentrokan tidak dapat dihindari.
Yafa mengatakan pedagang nasi uduk tersebut merupakan warga yang sudah lama berjualan di lingkungan itu, sedangkan orang-orang yang diduga memicu sepupu sebelumnya tidak dikenal oleh warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan bahwa polisi menerima laporan keberadaannya sekitar pukul 10.00 WIB dan segera mengerahkan personel, termasuk Brimob, untuk mengamankan lokasi.
Salah satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan aparat kepolisian masih mendalami kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Bentrokan antara warga dengan sekelompok orang yang diduga sebagai debt collector terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). Kejadian tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan salah seorang saksi mata bernama Yafa, bermula ketika seorang pria yang disebut berasal dari kelompok tersebut membeli nasi uduk di kawasan Jalan Matraman Dalam, namun diduga tidak melakukan pembayaran dan langsung meninggalkan lokasi.
Aksi tersebut memicu kemarahan warga sekitar yang kemudian berusaha membantu pedagang sekaligus menenangkan situasi.
Namun situasi yang semakin panas hingga bentrokan tidak dapat dihindari.
Yafa mengatakan pedagang nasi uduk tersebut merupakan warga yang sudah lama berjualan di lingkungan itu, sedangkan orang-orang yang diduga memicu sepupu sebelumnya tidak dikenal oleh warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan bahwa polisi menerima laporan keberadaannya sekitar pukul 10.00 WIB dan segera mengerahkan personel, termasuk Brimob, untuk mengamankan lokasi.
Salah satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan aparat kepolisian masih mendalami kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.