Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
♡ HASTAG‧°࿐
╰───────────────•
🕊~”.¦¦ #BELLE
-> Plot/plotting.
🕊~”.¦¦ #AURORA
-> Daily/sns.
🕊~”.¦¦ #ARIEL
-> Poem/poetry.
🕊~”.¦¦ #CINDERELLA
-> About me and the
other cast.
🕊~”.¦¦ #RAPUNZEL
-> Playlist plot.
“Tak mudah meninggalkanmu namun juga tak mudah untuk tetap di sisimu.”
╰───────────────•
🕊~”.¦¦ #BELLE
-> Plot/plotting.
🕊~”.¦¦ #AURORA
-> Daily/sns.
🕊~”.¦¦ #ARIEL
-> Poem/poetry.
🕊~”.¦¦ #CINDERELLA
-> About me and the
other cast.
🕊~”.¦¦ #RAPUNZEL
-> Playlist plot.
“Tak mudah meninggalkanmu namun juga tak mudah untuk tetap di sisimu.”
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
°• WENDY SON ¦¦🍙༉‧₊˚🍋°࿐
♡───────────────────────•
Nick : Wendy (웬디)
Nama : Wendy Son
Tanggal Lahir : 21 Februari 1994
Zodiak : Pisces
Tinggi : 160 cm
Berat : 47 kg
Goldar : O
Instagram: @todayiswendy
..................................................................
🍙•° #CINDERELLA
♡───────────────────────•
Nick : Wendy (웬디)
Nama : Wendy Son
Tanggal Lahir : 21 Februari 1994
Zodiak : Pisces
Tinggi : 160 cm
Berat : 47 kg
Goldar : O
Instagram: @todayiswendy
..................................................................
🍙•° #CINDERELLA
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
“그만해야 해 난 알면서도”
{Aku harus berhenti, aku tahu ini}
“생각을 멈출 수 없네”
{Namun aku tak bisa berhenti berpikir}
..................................................................
°• TENTANG WENDY ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
Kusibakkan tirai jendela kamarku pagi itu. Terlihatlah cerahnya sinar matahari yang memasuki celah-celah jendela kamarku. Aku menatap indahnya halaman rumahku di pagi itu. Entah mengapa aku merasa sedikit aneh. Sejak kejadian semalam aku tak begitu mengingat secara jelasnya. Biar kujelaskan dulu siapa diriku ini.
Wendy Son, yang terlahir pada tanggal 21 Februari 1994. Begitu tertulis di keranjangnya. Ketika tetangga sebelah rumah kecilku menemukanku di dalam sebuah keranjang kecil. Hanya dengan catatan nama dan tanggal lahirku saja. Aku anak yang terbuang. Entah apa alasan kedua orang tuaku menelantarkanku. Meski begitu di lihat dari cara mereka membuangku dengan menyediakan rumah dan keranjang terasa aneh bukan? Ya, dan yang aneh bukan cuma itu. Tunggu dulu, biar kujelaskan hal lainnya sampai selesai.
Aku menyukai hampir segala hal yang manis dan asam. Aku suka cokelat, lemon, boneka, permen dan masih banyak lagi. Terdengar kekanakan bukan? Ya, itu belum seberapa. Aku suka mendengarkan lagu yang sering kudengar di pinggir jalan ketika malam hari. Sebuah band yang seringkali bernyanyi di lingkungan rumahku. Aku juga suka menonton film kartun, princess, pokoknya yang berhubungan dengan dongeng.
Namun, ada juga hal yang kubenci. Aku benci kegelapan. Aku benci sendirian. Aku benci ditinggalkan atau diabaikan. Aku benci dikucilkan dan di bully. Sayangnya aku tidak bisa menjauhi semua hal itu. Aku tetap sering mengalami semua kejadian yang kutulis di atas.
Aku suka di sayang, diperhatikan, aku menyukai tempat sepi. Walaupun begitu, aku tetap tidak suka sendirian.
Sekarang, aku akan membahas kejadian semalam. Aku ini seringkali bisa menjelajah di dunia mimpi. Entah bagaimana aku bertemu seorang peri yang sangat cantik. Peri itu berkilau dalam kegelapan. Saat aku melihatnya ia bilang seharusnya aku tak pernah bertemu dengannya. Tiba-tiba ia melakukan sesuatu padaku semalam. Dan sejak saat itu aku tak ingat lagi apa yang terjadi. Yang kutahu adalah pagi ini kepalaku pusing luar biasa. Lalu perlahan aku mulai menyadarinya, aku memiliki suatu kekuatan yang bernama clairvoyant. Kekuatan melihat segala sesuatu yang ingin kulihat jika aku bisa mengendalikannya.
Sayangnya selain mendapat kekuatan aku tiba-tiba saja juga mempunyai sebuah syndrome. Keunikan yang suka berubah bersikap seperti anak 5 tahun saat sedang kesepian, dalam mood yang buruk, atau saat emosi tak terkendali. Semua hal itu adalah hal yang sering kualami jadi semenjak aku mengalami syndrome peterpan ini. Aku kesulitan dalam menjalani hidup seperti biasa. Namun suatu hari, aku bertemu dengannya yang membantuku dalam hidup yang sulit ini. Walau pria itu juga membuatku mengalami kesulitan yang lainnya.
..................................................................
🍙•° #CINDERELLA
{Aku harus berhenti, aku tahu ini}
“생각을 멈출 수 없네”
{Namun aku tak bisa berhenti berpikir}
..................................................................
°• TENTANG WENDY ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
Kusibakkan tirai jendela kamarku pagi itu. Terlihatlah cerahnya sinar matahari yang memasuki celah-celah jendela kamarku. Aku menatap indahnya halaman rumahku di pagi itu. Entah mengapa aku merasa sedikit aneh. Sejak kejadian semalam aku tak begitu mengingat secara jelasnya. Biar kujelaskan dulu siapa diriku ini.
Wendy Son, yang terlahir pada tanggal 21 Februari 1994. Begitu tertulis di keranjangnya. Ketika tetangga sebelah rumah kecilku menemukanku di dalam sebuah keranjang kecil. Hanya dengan catatan nama dan tanggal lahirku saja. Aku anak yang terbuang. Entah apa alasan kedua orang tuaku menelantarkanku. Meski begitu di lihat dari cara mereka membuangku dengan menyediakan rumah dan keranjang terasa aneh bukan? Ya, dan yang aneh bukan cuma itu. Tunggu dulu, biar kujelaskan hal lainnya sampai selesai.
Aku menyukai hampir segala hal yang manis dan asam. Aku suka cokelat, lemon, boneka, permen dan masih banyak lagi. Terdengar kekanakan bukan? Ya, itu belum seberapa. Aku suka mendengarkan lagu yang sering kudengar di pinggir jalan ketika malam hari. Sebuah band yang seringkali bernyanyi di lingkungan rumahku. Aku juga suka menonton film kartun, princess, pokoknya yang berhubungan dengan dongeng.
Namun, ada juga hal yang kubenci. Aku benci kegelapan. Aku benci sendirian. Aku benci ditinggalkan atau diabaikan. Aku benci dikucilkan dan di bully. Sayangnya aku tidak bisa menjauhi semua hal itu. Aku tetap sering mengalami semua kejadian yang kutulis di atas.
Aku suka di sayang, diperhatikan, aku menyukai tempat sepi. Walaupun begitu, aku tetap tidak suka sendirian.
Sekarang, aku akan membahas kejadian semalam. Aku ini seringkali bisa menjelajah di dunia mimpi. Entah bagaimana aku bertemu seorang peri yang sangat cantik. Peri itu berkilau dalam kegelapan. Saat aku melihatnya ia bilang seharusnya aku tak pernah bertemu dengannya. Tiba-tiba ia melakukan sesuatu padaku semalam. Dan sejak saat itu aku tak ingat lagi apa yang terjadi. Yang kutahu adalah pagi ini kepalaku pusing luar biasa. Lalu perlahan aku mulai menyadarinya, aku memiliki suatu kekuatan yang bernama clairvoyant. Kekuatan melihat segala sesuatu yang ingin kulihat jika aku bisa mengendalikannya.
Sayangnya selain mendapat kekuatan aku tiba-tiba saja juga mempunyai sebuah syndrome. Keunikan yang suka berubah bersikap seperti anak 5 tahun saat sedang kesepian, dalam mood yang buruk, atau saat emosi tak terkendali. Semua hal itu adalah hal yang sering kualami jadi semenjak aku mengalami syndrome peterpan ini. Aku kesulitan dalam menjalani hidup seperti biasa. Namun suatu hari, aku bertemu dengannya yang membantuku dalam hidup yang sulit ini. Walau pria itu juga membuatku mengalami kesulitan yang lainnya.
..................................................................
🍙•° #CINDERELLA
아나요 (Let You Know) (OST D-Day)
Wendy (Red Velvet)
“Malam yang indah bukan? Sayangnya juga sedikit menyakitkan. Sedikit saja...”
“Kuberharap luka itu tak melebar, mari dengarkan saja nyanyianku.”
🍙•° #RAPUNZEL
“Kuberharap luka itu tak melebar, mari dengarkan saja nyanyianku.”
🍙•° #RAPUNZEL
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
°• PERTEMUAN ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
PRANG! Ah menyebalkan! Lagi-lagi syndrome itu menguasai diriku. Aku tak bisa berpikir. Aku terlalu gugup mendengarkan suara-suara dari pikiran orang-orang di cafe ini.
“Itu si Wendy kan? Pfft! Cantik-cantik kok kaya orang bodoh.”
“Wah jadi ini cafe si Wendy yang katanya aneh kaya anak autis itu. Hahaha dari desain cafenya aja udah keliatan childish ga sih?”
“Sayang banget deh... Cantik, manis, tapi ngga punya orang tua. Udah gitu punya penyakit aneh lagi.”
Mereka semua hanya berpikir. Tidak mengucapkannya lewat kata-kata. Tapi aku yang memiliki kekuatan clairvoyant ini bisa mendengar pemikiran mereka dengan sangat jelas.
“Hei, kamu Wendy kan? Kamu nggak apa-apa?”
Aku menolehkan kepalaku lalu menatap wajah pria itu. Ia mengulurkan tangannya dengan lembut ke hadapanku. Seakan ia sedang mendekati seekor kelinci secara perlahan.
.................................................................
🍙•° #BELLE
♡───────────────────────•
PRANG! Ah menyebalkan! Lagi-lagi syndrome itu menguasai diriku. Aku tak bisa berpikir. Aku terlalu gugup mendengarkan suara-suara dari pikiran orang-orang di cafe ini.
“Itu si Wendy kan? Pfft! Cantik-cantik kok kaya orang bodoh.”
“Wah jadi ini cafe si Wendy yang katanya aneh kaya anak autis itu. Hahaha dari desain cafenya aja udah keliatan childish ga sih?”
“Sayang banget deh... Cantik, manis, tapi ngga punya orang tua. Udah gitu punya penyakit aneh lagi.”
Mereka semua hanya berpikir. Tidak mengucapkannya lewat kata-kata. Tapi aku yang memiliki kekuatan clairvoyant ini bisa mendengar pemikiran mereka dengan sangat jelas.
“Hei, kamu Wendy kan? Kamu nggak apa-apa?”
Aku menolehkan kepalaku lalu menatap wajah pria itu. Ia mengulurkan tangannya dengan lembut ke hadapanku. Seakan ia sedang mendekati seekor kelinci secara perlahan.
.................................................................
🍙•° #BELLE
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
°• FLASHBACK ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
Kisah sebenarnya belum di mulai. Sejak itu aku bisa membaca pikiran orang. Dari yang menilaiku aneh, sok cantik, sok imut, anak buangan, dan sebagainya. Semuanya aku dapat mengetahuinya hanya dengan melihatnya. Aku bahkan bisa mengetahui isi sebuah buku atau sebuah ruangan tanpa melihat ke dalamnya. Semakin lama kekuatan clairvoyant-ku semakin terlatih. Namun syndrome peterpan itu semakin merasuki diriku lebih dalam.
Sampai suatu ketika aku berhenti di depan sebuah kos-kosan. Malam itu di tengah jalan, sosok pria yang bermain gitar sambil bernyanyi itu terduduk di sana. Mata kami bertemu pada saat ia memainkan lagu indah itu. Aku percaya pada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi aku tidak percaya yang namanya selalu happy ending. Maka aku menahan perasaan ingin mendekatinya itu. Hari itu aku berlalu begitu saja.
Entah bagaimana, sejak hari itu kami malah semakin sering bertemu dan berpapasan. Sampai suatu ketika aku mendapat kabar bahwa pria itu mengidap sebuah penyakit. Dan ia hendak pergi berobat, meninggalkan kota ini. Saat itu aku seperti bukan diriku. Terkadang syndrome itu muncul menguasaiku. Memaksaku melawan logika dan menunggu di tempat biasa pria itu bermain musik. Tepat di depan kos-kosan miliknya.
Keajaiban itupun datang. Pria yang kuharap kembali itu kini telah kembali. Ia kembali bermain musik di tempat biasa. Menyanyi sendiri ataupun bersama teman-teman satu band-nya. Walaupun hanya bisa memperhatikannya dari jauh aku merasa tenang ia baik-baik saja. Apalagi ada wanita itu di sisinya.
Lalu untuk kesekian kalinya aku melangkahkan kakiku menjauhinya sekali lagi. Tapi tetap kuperhatikan dari jauh.
..................................................................
🍙•° #BELLE
♡───────────────────────•
Kisah sebenarnya belum di mulai. Sejak itu aku bisa membaca pikiran orang. Dari yang menilaiku aneh, sok cantik, sok imut, anak buangan, dan sebagainya. Semuanya aku dapat mengetahuinya hanya dengan melihatnya. Aku bahkan bisa mengetahui isi sebuah buku atau sebuah ruangan tanpa melihat ke dalamnya. Semakin lama kekuatan clairvoyant-ku semakin terlatih. Namun syndrome peterpan itu semakin merasuki diriku lebih dalam.
Sampai suatu ketika aku berhenti di depan sebuah kos-kosan. Malam itu di tengah jalan, sosok pria yang bermain gitar sambil bernyanyi itu terduduk di sana. Mata kami bertemu pada saat ia memainkan lagu indah itu. Aku percaya pada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi aku tidak percaya yang namanya selalu happy ending. Maka aku menahan perasaan ingin mendekatinya itu. Hari itu aku berlalu begitu saja.
Entah bagaimana, sejak hari itu kami malah semakin sering bertemu dan berpapasan. Sampai suatu ketika aku mendapat kabar bahwa pria itu mengidap sebuah penyakit. Dan ia hendak pergi berobat, meninggalkan kota ini. Saat itu aku seperti bukan diriku. Terkadang syndrome itu muncul menguasaiku. Memaksaku melawan logika dan menunggu di tempat biasa pria itu bermain musik. Tepat di depan kos-kosan miliknya.
Keajaiban itupun datang. Pria yang kuharap kembali itu kini telah kembali. Ia kembali bermain musik di tempat biasa. Menyanyi sendiri ataupun bersama teman-teman satu band-nya. Walaupun hanya bisa memperhatikannya dari jauh aku merasa tenang ia baik-baik saja. Apalagi ada wanita itu di sisinya.
Lalu untuk kesekian kalinya aku melangkahkan kakiku menjauhinya sekali lagi. Tapi tetap kuperhatikan dari jauh.
..................................................................
🍙•° #BELLE
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
°• BRIAN KANG ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
Huft... Setelah menjauh beberapa kali akhirnya aku bertemu dengan pria ini. Maksudku tiba-tiba dia mendaftar menjadi band di cafe-ku bersama keempat teman satu band-nya. Aduh tiba-tiba saja aku gugup saat menulis ini.
Huweee aku suka kesel kenapa berubah tiba-tiba hikd. Tapi inilah diriku saat syndrome peterpan menguasai diriku. Ya, aku punya sebuah cafe. Aku belum punya band cafe. Dan pria ini mendaftar, tentu saja aku langsung terima! Apalagi aku butuh caregiver hueee 😭😭😭
Brian baik banget! Aku ngga tau harus jelasin apalagi tentang sifat dia. Dia selalu menjagaku. Bahkan walaupun dia tau aku ini aneh. Tapi dia malah tertarik dengan keunikan itu! 😔
Ingin tahu lebih banyak tentang Brian Kang? Nanti akan kujelaskan melalui curhatan harianku~
🍙•° #CINDERELLA
♡───────────────────────•
Huft... Setelah menjauh beberapa kali akhirnya aku bertemu dengan pria ini. Maksudku tiba-tiba dia mendaftar menjadi band di cafe-ku bersama keempat teman satu band-nya. Aduh tiba-tiba saja aku gugup saat menulis ini.
Huweee aku suka kesel kenapa berubah tiba-tiba hikd. Tapi inilah diriku saat syndrome peterpan menguasai diriku. Ya, aku punya sebuah cafe. Aku belum punya band cafe. Dan pria ini mendaftar, tentu saja aku langsung terima! Apalagi aku butuh caregiver hueee 😭😭😭
Brian baik banget! Aku ngga tau harus jelasin apalagi tentang sifat dia. Dia selalu menjagaku. Bahkan walaupun dia tau aku ini aneh. Tapi dia malah tertarik dengan keunikan itu! 😔
Ingin tahu lebih banyak tentang Brian Kang? Nanti akan kujelaskan melalui curhatan harianku~
🍙•° #CINDERELLA
Face to Face (Ruel cover)
Young K
“You're not mine. But my heart is yours.”
“That's hurt. But, I'm in love. So yeah I'm okay.”
🍙•° #RAPUNZEL
“That's hurt. But, I'm in love. So yeah I'm okay.”
🍙•° #RAPUNZEL
I Loved You Lyrics [Color Coded_Han_Rom_Eng]
DAY6 (데이식스)
“Really I loved you...”
“I just loved you too much.”
“That I can’t forget about you even though I want to.”
“That’s why I want to forget about you.”
🍙•° #RAPUNZEL
“I just loved you too much.”
“That I can’t forget about you even though I want to.”
“That’s why I want to forget about you.”
🍙•° #RAPUNZEL
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
Aku hanya terdiam terus menatap wajahnya. Namun bukannya risih atau berpikir macam-macam. Ia malah tersenyum dengan sangat manis. Kurasa aku telah bertemu dengan pangeran dari negeri dongeng.
Apakah ia pangeran Cinderella? Tidak, kami tak bertemu di malam hari pada saat pesta. Ataukah ia pangeran Belle? Bukan, ia tampan dan tidak buruk rupa. Ataukah ia pangeran Ariel? Bukan juga, aku tidak menyelamatkannya. Dialah yang menyelamatkanku.
Kuraih tangannya yang berniat membangunkan diriku itu.
“Eum... T-terima kasih kak! Ah maaf a-aku-! Huwaaa kakiku sakit!” pekikku sambil menggenggam kaki kananku yang sedikit tergores meja kaca diruangan itu. Tapi sungguh, aku biasanya tidak secengeng itu. Namun... syndrome itu...
“Mana? Yang mana yang sakit? Sini saya obatin! Oh ngomong-ngomong saya mau melamar jadi band di cafe ini juga, apa boleh? Kalo nggak juga nggak apa-apa. Saya bantu obatin kamu.”
“B-boleh! Kakiku! Sakit!”
Mataku itu tiba-tiba saja mengeluarkan air mata tanpa kusadari. Hatiku terasa sedikit sesak dan merasa sangat sedih. Kurasa sifat little ini benar-benar mendominasi saat ini. Bahkan aku tak bisa menolak pria ini.
Ia menunduk dan memeriksa lukaku. Meminta tolong pada teman-temannya untuk membereskan kekacauan yang kutimbulkan di cafe ini. Benar-benar seorang malaikat, bukan?
“Nama... kakak siapa?” tanyaku sambil terus memperhatikan pria yang sedang mengobati kakiku.
“Brian Kang. Dan kamu pasti Wendy Son. Iya kan?”
Aku mengangguk pelan. Dalam pikiran pria itu aku bisa mendengar sesuatu yang sangat tulus. Yang belum pernah kudengar sebelumnya.
‘Wendy Son... Gadis cantik yang selalu di ejek orang. Orang-orang nggak tau diri itu nggak bisa buat dia sedih. Karena kalo bisa biar saya yang menjaganya dalam diam.’
Aku tersenyum mendengar suara hatinya yang lembut itu. Baru kali ini aku merasa sangat beruntung memiliki kekuatan clairvoyant.
‘Kakak tau? Aku juga akan menjaga Kak Brian!’ batinku dalam hati.
Itulah pertemuan pertama kami. Dan mulai hari itu ia bekerja sekaligus menjagaku di cafe ini. Red Velvet Cafe. Bahkan teman-temannya pun memiliki hati yang baik seperti Kak Brian.
..................................................................
🍙•° #BELLE
Apakah ia pangeran Cinderella? Tidak, kami tak bertemu di malam hari pada saat pesta. Ataukah ia pangeran Belle? Bukan, ia tampan dan tidak buruk rupa. Ataukah ia pangeran Ariel? Bukan juga, aku tidak menyelamatkannya. Dialah yang menyelamatkanku.
Kuraih tangannya yang berniat membangunkan diriku itu.
“Eum... T-terima kasih kak! Ah maaf a-aku-! Huwaaa kakiku sakit!” pekikku sambil menggenggam kaki kananku yang sedikit tergores meja kaca diruangan itu. Tapi sungguh, aku biasanya tidak secengeng itu. Namun... syndrome itu...
“Mana? Yang mana yang sakit? Sini saya obatin! Oh ngomong-ngomong saya mau melamar jadi band di cafe ini juga, apa boleh? Kalo nggak juga nggak apa-apa. Saya bantu obatin kamu.”
“B-boleh! Kakiku! Sakit!”
Mataku itu tiba-tiba saja mengeluarkan air mata tanpa kusadari. Hatiku terasa sedikit sesak dan merasa sangat sedih. Kurasa sifat little ini benar-benar mendominasi saat ini. Bahkan aku tak bisa menolak pria ini.
Ia menunduk dan memeriksa lukaku. Meminta tolong pada teman-temannya untuk membereskan kekacauan yang kutimbulkan di cafe ini. Benar-benar seorang malaikat, bukan?
“Nama... kakak siapa?” tanyaku sambil terus memperhatikan pria yang sedang mengobati kakiku.
“Brian Kang. Dan kamu pasti Wendy Son. Iya kan?”
Aku mengangguk pelan. Dalam pikiran pria itu aku bisa mendengar sesuatu yang sangat tulus. Yang belum pernah kudengar sebelumnya.
‘Wendy Son... Gadis cantik yang selalu di ejek orang. Orang-orang nggak tau diri itu nggak bisa buat dia sedih. Karena kalo bisa biar saya yang menjaganya dalam diam.’
Aku tersenyum mendengar suara hatinya yang lembut itu. Baru kali ini aku merasa sangat beruntung memiliki kekuatan clairvoyant.
‘Kakak tau? Aku juga akan menjaga Kak Brian!’ batinku dalam hati.
Itulah pertemuan pertama kami. Dan mulai hari itu ia bekerja sekaligus menjagaku di cafe ini. Red Velvet Cafe. Bahkan teman-temannya pun memiliki hati yang baik seperti Kak Brian.
..................................................................
🍙•° #BELLE
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
°• PINK TEDDY ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
“Wen, kemarin itu kamu minta saya beliin hadiah kan? Maaf ya kalo saya nggak sempet beliin. Maaf ya Wendy...”
“Nggak mau maafin Kak Brian! Wendy masih ngambek!”
“Aduh gimana ya..? Gini aja deh, saya beliin hadiahnya sekarang aja oke?”
“Wah beneran kak?”
“Iya, ayo kita pergi sekarang.”
...............................................................
🍙•° #BELLE
♡───────────────────────•
“Wen, kemarin itu kamu minta saya beliin hadiah kan? Maaf ya kalo saya nggak sempet beliin. Maaf ya Wendy...”
“Nggak mau maafin Kak Brian! Wendy masih ngambek!”
“Aduh gimana ya..? Gini aja deh, saya beliin hadiahnya sekarang aja oke?”
“Wah beneran kak?”
“Iya, ayo kita pergi sekarang.”
...............................................................
🍙•° #BELLE
Forwarded from ~`CHOCOLATE˚.༄
°• PINK TEDDY ¦¦‧˚🍋࿐
♡───────────────────────•
💗💭↗
Liked by jaedaysix, wonpil6, briankang, and 548 others.
Wendyrv Pink and brown teddy!! Psstt Wendy juga punya teddy yang bisa jalan loh! Namanya Brian Kang 🥰💓
Wonpil6 Nama teddy pink sama brownnya siapa tuh?
¦ jaedaysix Yg coklat Jae yg pink Wonpil.
¦ Wonpil6 Wow aku pinky boy 🤣
Shannonwill Wah lucu banget bonekanyaaa!
548 comments. See translation.
...............................................................
🍙•° #AURORA
♡───────────────────────•
💗💭↗
Liked by jaedaysix, wonpil6, briankang, and 548 others.
Wendyrv Pink and brown teddy!! Psstt Wendy juga punya teddy yang bisa jalan loh! Namanya Brian Kang 🥰💓
Wonpil6 Nama teddy pink sama brownnya siapa tuh?
¦ jaedaysix Yg coklat Jae yg pink Wonpil.
¦ Wonpil6 Wow aku pinky boy 🤣
Shannonwill Wah lucu banget bonekanyaaa!
548 comments. See translation.
...............................................................
🍙•° #AURORA