CGS International Sekuritas Indonesia
5.59K subscribers
9.35K photos
104 videos
1.45K files
1.86K links
Rekomendasi Saham Harian dan Market Info oleh Tim Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia

Disclaimer : https://bit.ly/disclaimer-cgsiid
Download Telegram
Berikut Adalah Trading Idea 17 April 2026

CPIN, EMTK, HRTA, BRMS, ANTM, TLKM

CPIN Spec Buy dengan support 4380, cutloss jika break di bawah 4290. Jika tidak break di bawah 4380, potensi naik ke 4560-4650 short term.

EMTK Spec Buy dengan support 935, cutloss jika break di bawah 915, jika tidak break di bawah 935, potensi naik ke 975-995 short term

HRTA Spec Buy dengan support 2680 cut loss jika break di bawah 2620, jika tidak break di bawah 2680 potensi naik 2800-2860 short term.

BRMS Spec Buy dengan support 840, cutloss jika break di bawah 825. Jika tidak break di bawah 840, potensi naik ke 870-885 short term.

ANTM Spec Buy dengan support 4000, cutloss jika break di bawah 3920, jika tidak break di bawah 4000, potensi naik ke 4160-4240 short term.

TLKM Spec Buy dengan support 3060, cutloss jika break di bawah 3000, jika tidak break di bawah 3060 potensi naik ke 3180-3240 short term.

Disc On

Semoga bermanfaat.
CGS International Sekuritas Indonesia
BTS – Berita Tentang Saham
17 April 2026
Pukul 08.00 WIB

ANTM Terus Melaju, Apa Katalisnya & Bagaimana Rekomendasinya?

Follow @cgsi_id dan jangan lewatkan Berita Tentang Saham di:
https://www.instagram.com/cgsi_id/
Jumat, 17 April 2026
`
Dow... 48,578.72 +115.00 +0.24%
S&P 500… 7,041.28 +18.33 +0.26%
FTSE 100… 10,589.99 +30.41 +0.29%
Nikkei… 59,518.34 +1384.10 +2.38%

Indo 10 Yr… 6.58 -0.01 -0.12%
VIX… 17.94 -0.23 -1.27%
Indo CDS 5Y… 83.76 -0.81 -0.96%

TLKM (US)… 18.48 +0.07 +0.38%
EIDO… 16.22 -0.05 -0.31%

Oil... 94.69 +3.40 +3.72%
Gold… 4,790.06 -0.98 -0.02%
Timah… 49,894.00 +512.00 +1.04%
Nikel… 18,026.58 +115.03 +0.64%
Silver… 78.42 -0.54 -0.69%
Copper… 13,206.20 +17.54 +0.13%
Natural Gas… 2.65 +0.04 +1.42%
CPO… 4,443.00 +84.00 +1.93%
Coal*... 133.55 -0.20 -0.15%
Softwood Kraft Pulp 4,964.00 +64.00 +1.31%
*(Newcastle/April)

Key Highlights

Pada perdagangan kemarin, indeks di bursa Wall Street kompak ditutup menguat seiring berlanjutnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika dan Iran. Keyakinan tersebut semakin besar setelah kemarin Presiden Donald Trump mengkonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara dengan presiden Lebanon, Joseph Aoun dan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dimana keduanya menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari. Lebanon sendiri merupakan salah satu syarat yang diminta Iran untuk memulai perundingan dengan Amerika. Sementara itu mengenai waktu kapan kembali dimulainya perundingan damai dengan Iran, Donald Trump menyatakan bahwa kemungkinan akan terjadi pada minggu depan.
Berita

1. PT Petrosea Tbk. (PTRO) mengumumkan perseroan akan menjual PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada perusahaan terafiliasi Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). Sekretaris Perusahaan PTRO Anto Broto menjelaskan perseroan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) dengan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sehubungan dengan rencana pengambilalihan PT Kemilau Mulia Sakti. Berdasarkan PPJB tersebut, Perseroan bermaksud untuk menjual seluruh kepemilikan sahamnya pada KMS sebanyak 507.380.875 saham, yang mewakili 99,995% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam KMS kepada SINI. Dalam kesempatan terpisah, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) berencana melakukan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk mendanai akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) senilai Rp1,73 triliun tersebut.

2. PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) menyiapkan alokasi belanja modal (capex) lebih dari Rp600 miliar pada 2026. Capex tersebut disiapkan perusahaan untuk membangun pabrik pengolahan inti sawit, pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas, sampai rencana akuisisi perusahaan di bidang kelapa sawit. Head of Corporate Finance & Strategy TLDN, Wasisto Budi S menjelaskan bahwa pabrik pengolahan inti sawit dan biogas powerplant tersebut akan menjadi fasilitas kedua yang dibangun perseroan dan ditargetkan selesai di akhir 2026. Perkiraan anggaran capex atau investasinya sebesar Rp50-60 miliar untuk pabrik pengolahan inti sawit dan sekitar Rp40-50 miliar untuk biogas powerplant. Sementara untuk akuisisi, Wasisto belum merinci kisaran nominal yang bakal digelontorkan perusahaan saat ini. Namun yang pasti, strategi anorganik ini menjadi strategi kunci pengembangan usaha perseroan dalam jangka panjang.

3. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana untuk menambah tiga kegiatan usaha baru. Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko WSBP, Koento Wahyudiat mengatakan, penambahan kegiatan usaha itu adalah sebagai berikut. Pertama, Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Kendaraan Bermotor. Rencana penambahan kegiatan usaha Jasa Sewa Plant termasuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 77391 - Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri. Kedua, Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri. Rencana penambahan kegiatan usaha Jasa Sewa Plant termasuk dalam KBLI 77391 Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri. Ketiga, Jasa Sertifikasi Teknis (KBLI 71201), Jasa Inspeksi Teknis (KBLI 71202), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 71204), dan Penelitian Dan Pengembangan Engineering Dan Teknologi (KBLI 72102).
Recommendation

1. CPIN Buy
2. EMTK Buy
3. HRTA Buy
4. BRMS Buy
5. ANTM Buy
6. TLKM Buy

Market Comment

Menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu cukup besarnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7530/7440 dan resist 7710/7800.

Retail Research
CGS International Sekuritas Indonesia
Berikut adalah review trading idea 17 April 2026

HRTA, CPIN, ANTM, EMTK, BRMS, TLKM

HRTA ditutup naik +1.46% setelah sempat menguat +2.55%. Katalisnya : ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika dan Iran yang bisa mendorong pelemahan US$ dan membuat harga emas kembali melanjutkan tren kenaikannya yang sudah terjadi sejak awal tahun (+11.05% YTD).

CPIN ditutup naik +1.34%. Katalisnya: kinerja keuangan FY25 yang solid dimana laba bersih tumbuh +52% yoy menjadi Rp5.6 triliun yang berpotensi membuat pembagian dividen menjadi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

ANTM ditutup naik +0.25%. Katalisnya: dirubahnya formula Harga Patokan Mineral (HPM) dan ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika dan Iran yang bisa mendorong pelemahan US$ dan membuat harga emas kembali melanjutkan tren kenaikannya yang sudah terjadi sejak awal tahun (+11.05% YTD).

EMTK ditutup turun -0.52% setelah sempat menguat +2.09%. Katalisnya: : kinerja keuangan FY25 yang solid dimana laba bersih tumbuh +362% yoy menjadi Rp6.8 triliun yang berpotensi membuat pembagian dividen menjadi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

BRMS ditutup turun -0.58 setelah sempat menguat +4.09% Katalisnya: ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika dan Iran yang bisa mendorong pelemahan US$ dan membuat harga emas kembali melanjutkan tren kenaikannya yang sudah terjadi sejak awal tahun (+11.05% YTD).

TLKM ditutup turun -1.44% setelah sebelumnya sempat menguat +0.96% Katalisnya : membaiknya persaingan harga di Industri telekomunikasi yang diharapakan akan mendorong kenaikan ARPU secara berkelanjutan.

Demikian review trading hari ini, terima kasih
CGS International Sekuritas Indonesia
Berikut Adalah Trading Idea 20 April 2026

ADRO, AADI, PTBA, ASII, EMAS, TINS

ADRO Spec Buy dengan support 2510, cutloss jika break di bawah 2460. Jika tidak break di bawah 2510, potensi naik ke 2610-2660 short term.

AADI Spec Buy dengan support 11075, cutloss jika break di bawah 10850, jika tidak break di bawah 11075, potensi naik ke 11525-11750 short term

PTBA Spec Buy dengan support 2850 cut loss jika break di bawah 2800, jika tidak break di bawah 2850 potensi naik 2950-3000 short term.

ASII Spec Buy dengan support 6250, cutloss jika break di bawah 6125. Jika tidak break di bawah 6250, potensi naik ke 6500-6625 short term.

EMAS Spec Buy dengan support 8450, cutloss jika break di bawah 8275, jika tidak break di bawah 8450, potensi naik ke 8800-8975 short term.

TINS Spec Buy dengan support 3800, cutloss jika break di bawah 3720, jika tidak break di bawah 3800 potensi naik ke 3960-4040 short term.

Disc On

Semoga bermanfaat.
CGS International Sekuritas Indonesia
BTS – Berita Tentang Saham
20 April 2026
Pukul 08.00 WIB

Penyesuaian Insentif Mobil Listrik Dimulai Tahun Ini, apa Dampaknya ke ASII?

Follow @cgsi_id dan jangan lewatkan Berita Tentang Saham di:
https://www.instagram.com/cgsi_id/
Senin, 20 April 2026
`
Dow... 49,447.43 +868.71 +1.79%
S&P 500… 7,126.06 +84.78 +1.20%
FTSE 100… 10,667.63 +77.64 +0.73%
Nikkei… 58,475.90 -1042.44 -1.75%

Indo 10 Yr… 6.58 +0.00 +0.02%
VIX… 17.48 -0.46 -2.56%
Indo CDS 5Y… 82.42 -1.34 -1.60%

TLKM (US)… 18.51 +0.03 +0.16%
EIDO… 16.54 +0.32 +1.97%

Oil... 83.85 -10.84 -11.45%
Gold… 4,830.34 +40.28 +0.84%
Timah… 50,486.00 +592.00 +1.19%
Nikel… 17,908.50 -118.08 -0.66%
Silver… 80.89 +2.47 +3.15%
Copper… 13,281.92 +75.72 +0.57%
Natural Gas… 2.67 +0.03 +1.02%
CPO… 4,386.00 -57.00 -1.28%
Coal*... 132.30 -1.25 -0.94%
Softwood Kraft Pulp 5,010.00 +46.00 +0.93%
*(Newcastle/April)

Key Highlights

Mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat cukup signifikan setelah Iran membuka secara penuh selat Hormuz untuk kapal komersial paska Amerika mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama sepuluh hari. Dalam postingan di media sosial X di hari Jumat, menteri luar negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi menyatakan seiring tercapainya gencatan senjata di Lebanon maka selat Hormuz dibuka secara penuh untuk kapal komersial selama berlangsungnya gencatan senjata tersebut. Meskipun demikian, kapal yang akan melewati selat Hormuz harus melalui jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Iran. Seiring dengan pengumuman tersebut, harga minyak mentah mengalami penurunan cukup signifikan, untuk jenis WTI terkoreksi hingga -12% sedangkan jenis Brent turun -9%. Terkoreksi dalamnya harga minyak mentah membuat kekhawatiran investor terhadap peluang terjadinya lonjakan inflasi mereda.
Berita

1. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan rugi bersih di tengah pendapatan yang naik tipis. Dalam catatan laporan keuangannya, FAST melaporkan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar di tahun 2025. Perolehan itu susut 54,05% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun. Penjualan dan pendapatan usaha FAST tercatat sebesar Rp 4,88 triliun hingga akhir tahun 2025, naik tipis 0,11% yoy dibandingkan periode sebelumnya Rp 4,87 triliun. Secara rinci, pendapatan yang berasal dari segmen makanan dan minuman tercatat Rp 4,86 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi Rp 16,91 miliar, serta jasa layanan antar Rp 2,25 miliar.

2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berniat mendorong anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources, untuk menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO). Direktur & Sekretaris Perusahaan Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi menjelaskan, saat ini Gayo Mineral Resources masih dalam tahap eksplorasi. Sementara, tahap komersial merupakan rencana strategis jangka panjang DEWA. Arif menjelaskan, tahap komersial pun juga sedang dikaji secara internal oleh manajemen DEWA, termasuk mengenai besaran investasi dan sumber pendanaan untuk mengembangkan Gayo Mineral Resources. Arif memproyeksikan akan ada kebutuhan investasi yang besar dan mempertimbangkan pendanaan eksternal, Dus, DEWA mengkaji sejumlah opsi sumber pendanaan yang tersedia namun tidak terbatas pada IPO.

3. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meresmikan klinik dengan layanan terapi sel punca atau stem cell perdana milik perseroan. Langkah ini sekaligus menandai langkah PRDA untuk memperbesar layanan stem cell ke berbagai kota besar di Tanah Air. Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menerangkan peresmian ini dilakukan perseroan sebagai langkah lanjutan selepas mengakuisisi 30% saham ProSTEM pada 2025. Melalui aksi ini, Prodia menyatakan komitmen untuk menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat. Prodia memandang penting untuk memastikan daya serap masyarakat terhadap pelayanan anyar ini. Selain itu, Prodia mesti terlebih dahulu memastikan ketersediaan dokter dalam menjalankan klinik ini jika ingin berekspansi.
Recommendation

1. ADRO Buy
2. AADI Buy
3. PTBA Buy
4. ASII Buy
5. EMAS Buy
6. TINS Buy

Market Comment

Menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing, pelemahan nilai tukar rupiah dan masih tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7570/7505 dan resist 7700/7760.

Retail Research
CGS International Sekuritas Indonesia