Forwarded from REST [] SPINNING WHEEL. (Simon Riley.)
short plot abyaz and jarres become a soldier. — @cBoxing
Di tengah konflik yang tak kunjung usai, dua prajurit dari latar belakang berbeda—Jarres, seorang penembak jitu senior yang pendiam dan penuh luka batin, dan Abyaz, seorang prajurit baru yang cerdas dan tenang—dipasangkan dalam satu regu di garis depan. Di barak, mereka sering berbeda pendapat: Jarres selalu melihat perang sebagai hukuman, sedangkan Abyaz percaya masih ada kemanusiaan yang bisa diselamatkan.
Namun ketika satu malam patroli berubah menjadi penyergapan berdarah, hanya kerja sama mereka yang bisa membuat mereka selamat. Dalam kekacauan, mereka saling menutupi, berbagi amunisi, dan akhirnya saling membuka luka masing-masing. Di antara tembakan dan hujan, tumbuh saling pengertian—dan diam-diam, rasa saling menjaga.
Abyaz:
(membersihkan senjata dengan tenang)
"Kamu selalu tidur dengan sepatu tempur, ya?"
Jarres:
(tanpa menoleh)
"Lebih cepat kabur kalau mortir jatuh."
Abyaz:
(tersenyum tipis)
"Kau yakin mau terus hidup seperti itu? Kayak peluru nyasar yang lupa pulang."
Jarres:
(menatap sejenak, lalu duduk di samping Abyaz)
"Aku hidup cukup lama untuk tahu, Abyaz… yang pulang itu bukan selalu yang menang. Kadang, yang pulang justru yang paling hancur."
Abyaz:
(suara lebih lembut)
"Kalau besok aku nggak pulang… titip salam buat langit. Bilang Abyaz masih percaya dunia bisa sembuh."
Jarres:
(menghela napas panjang)
"Jangan ngomong kayak gitu… Besok kita pulang bareng. Aku belum selesai ngajarin kamu cara nembak pakai napas, bukan pakai marah."