Semakin Cantik Semakin Gampang Eksis Karena kebanyakan followers dan likers akhwat tenar adalah laki-laki pengikut hawa nafsu.
Jumlah like di foto-foto cantikmu, maka itulah tabungan dan pundi-pundi dosamu.
✍️ Ustadz Abu Yahya Badrusalam
📷 @akhi_bintang.as
Jumlah like di foto-foto cantikmu, maka itulah tabungan dan pundi-pundi dosamu.
✍️ Ustadz Abu Yahya Badrusalam
📷 @akhi_bintang.as
LEMAH LEMBUTLAH DENGAN GELAS GELAS KACA
Perempuan ibarat gelas-gelas kaca yang sensitif. la harus diperlakukan dengan cara yang halus dan penuh kehati-hatian dalam memegang dan membersihkannya.
Bila dirimu sedikit kasar biasanya gelas itu akan tergores, dan bila dirimu tidak berhati-hati ia bisa terjatuh dan pecah berkeping-keping. Ketika itu dirimu akan tersadar bahwa engkau telah kehilangan sebuah gelas kebahagiaan, yang bila dirimu berusaha untuk merekatkannya kembali, terkadang ia susah untuk kembali kepada asalnya.
✍️ Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA.
📷 @akhi_bintang.as
Perempuan ibarat gelas-gelas kaca yang sensitif. la harus diperlakukan dengan cara yang halus dan penuh kehati-hatian dalam memegang dan membersihkannya.
Bila dirimu sedikit kasar biasanya gelas itu akan tergores, dan bila dirimu tidak berhati-hati ia bisa terjatuh dan pecah berkeping-keping. Ketika itu dirimu akan tersadar bahwa engkau telah kehilangan sebuah gelas kebahagiaan, yang bila dirimu berusaha untuk merekatkannya kembali, terkadang ia susah untuk kembali kepada asalnya.
✍️ Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, MA.
📷 @akhi_bintang.as
Diriwayatkan ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus dengan lafadz,
Umumkan pernikahan dan rahasiakan lamaran. Namun hadis ini dhaif sebagaimana keterangan al-Baihaqi dalam sunannya (7/290).
Ada seorang perawi bernama Ummu Alqamah yang majhul. (Silsilah ad-Dhaifah, no. 2494).
Sementara untuk hadis yang shahih, adanya perintah mengumumkan nikah tanpa ada pernyataan merahasiakan lamaran,.
Dalam hadis dari Zubair bin Awam radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Umumkanlah nikah." (HR. Ahmad 16130, Ibnu Hibban 4066 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Hanya saja, para ulama menganjurkan untuk merahasiakan lamaran. Bukan karena ini ada sunahnya, tapi dalam rangka menghindari setiap peluang hasad, yang bisa jadi memicu keinginan untuk mengganggalkan rencana pernikahannya.
Dalam Syarhnya, al-Kharsyi ulama Malikiyah menyatakan, Untuk lamaran, dianjurkan agar dirahasiakan, seperti khitan. Lamaran dianjurkan dirahasiakan, menghidari adanya orang yanng hasad, sehingga berusaha untuk merusak hubungan antara pihak lelaki dengan keluarga wanita yang dipinang. (Syarh Mukhtashar Khalil al-Kharsyi, 3/167)
✍️ Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
📷 @akhi_bintang.as
Umumkan pernikahan dan rahasiakan lamaran. Namun hadis ini dhaif sebagaimana keterangan al-Baihaqi dalam sunannya (7/290).
Ada seorang perawi bernama Ummu Alqamah yang majhul. (Silsilah ad-Dhaifah, no. 2494).
Sementara untuk hadis yang shahih, adanya perintah mengumumkan nikah tanpa ada pernyataan merahasiakan lamaran,.
Dalam hadis dari Zubair bin Awam radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Umumkanlah nikah." (HR. Ahmad 16130, Ibnu Hibban 4066 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Hanya saja, para ulama menganjurkan untuk merahasiakan lamaran. Bukan karena ini ada sunahnya, tapi dalam rangka menghindari setiap peluang hasad, yang bisa jadi memicu keinginan untuk mengganggalkan rencana pernikahannya.
Dalam Syarhnya, al-Kharsyi ulama Malikiyah menyatakan, Untuk lamaran, dianjurkan agar dirahasiakan, seperti khitan. Lamaran dianjurkan dirahasiakan, menghidari adanya orang yanng hasad, sehingga berusaha untuk merusak hubungan antara pihak lelaki dengan keluarga wanita yang dipinang. (Syarh Mukhtashar Khalil al-Kharsyi, 3/167)
✍️ Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
📷 @akhi_bintang.as
Dari Abu Hurairah -ia memarfu'kannya- berkata :
" Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya ...
mungkin suatu hari nanti , kamu akan membencinya ..
Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya ..
mungkin suatu hari kamu akan mencintainya .. "
( Dikeluarkan oleh At Tirmidzi no 1997 dengan sanad yang shahih ).
maksudnya ..
janganlah kita mencintai seseorang atau membencinya secara berlebihan ...
karena mungkin suatu hari nanti kita malah kebalikannya ..
ketika seseorang mencintai sesuatu secara berlebihan ..
lalu orang yang ia cintai tersebut melakukan sesuatu yang tak sesuai harapannya .. terkadang malah berubah menjadi kebencian ..
kecuali bila cinta dan bencinya karena Allah ..
itulah sekuat sekuat tali iman ...
✍️Ustadz Badrusalam hafizhahullah
📷@akhi_bintang.as
" Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya ...
mungkin suatu hari nanti , kamu akan membencinya ..
Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya ..
mungkin suatu hari kamu akan mencintainya .. "
( Dikeluarkan oleh At Tirmidzi no 1997 dengan sanad yang shahih ).
maksudnya ..
janganlah kita mencintai seseorang atau membencinya secara berlebihan ...
karena mungkin suatu hari nanti kita malah kebalikannya ..
ketika seseorang mencintai sesuatu secara berlebihan ..
lalu orang yang ia cintai tersebut melakukan sesuatu yang tak sesuai harapannya .. terkadang malah berubah menjadi kebencian ..
kecuali bila cinta dan bencinya karena Allah ..
itulah sekuat sekuat tali iman ...
✍️Ustadz Badrusalam hafizhahullah
📷@akhi_bintang.as
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
“Wahai ‘Abdullah janganlah seperti si fulan. Dahulu ia rajin shalat malam, sekarang ia meninggalkan shalat malam tersebut.” (HR. Bukhari no. 1152 dan Muslim no. 1159).
Moga Allah anugerahkan keistiqomahan.
✍️ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc حفظه الله تعالى
📷 @akhi_bintang.as
“Wahai ‘Abdullah janganlah seperti si fulan. Dahulu ia rajin shalat malam, sekarang ia meninggalkan shalat malam tersebut.” (HR. Bukhari no. 1152 dan Muslim no. 1159).
Moga Allah anugerahkan keistiqomahan.
✍️ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc حفظه الله تعالى
📷 @akhi_bintang.as
Dan tidak pantas seorang ibu (bersikap) pasrah dengan kenyataan (buruk yang ada), dengan mengatakan : " Orang lain sudah terbiasa melakukan (kesalahan dalam masalah) ini dan aku tidak bisa merubah (keadaan ini) ".
Karena kalau kita terus menerus pasrah dengan kenyataan (buruk ini), maka nantinya tidak akan ada perbaikan, sebab (dalam) perbaikan mesti ada (upaya) merubah yang buruk dengan cara yang baik , bahkan merubah yang (sudah) baik menjadi lebih baik (lagi), supaya semua keadaan kita (benar - benar) menjadi baik.
Di samping itu, (sikap) pasrah pada kenyataan (buruk yang ada) adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam syariat Islam. Oleh karena itulah, ketika Allah mengutus Nabi kepada kaumnya yang berbuat syirik (bangsa Arab jahiliyyah), yang masing - masing mereka menyembah berhala, memutuskan hubungan kekeluargaan, berbuat aniaya dan melampaui batas terhadap orang lain tanpa alasan yang benar , (pada waktu itu) Rasulullah shallallahu ' alaihi wa sallam tidak lantas (bersikap) pasrah (pada kenyataan yang ada), bahkan Allah sendiri tidak mengizinkan beliau (bersikap) pasrah pada kenyataan (buruk tersebut).
📚 Kitab " Daurul mar - ati fi ishlaahil mujtama " ( hal . 14-15 ) .
🌐 muslim.or.id
📷 @akhi_bintang.as
Karena kalau kita terus menerus pasrah dengan kenyataan (buruk ini), maka nantinya tidak akan ada perbaikan, sebab (dalam) perbaikan mesti ada (upaya) merubah yang buruk dengan cara yang baik , bahkan merubah yang (sudah) baik menjadi lebih baik (lagi), supaya semua keadaan kita (benar - benar) menjadi baik.
Di samping itu, (sikap) pasrah pada kenyataan (buruk yang ada) adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam syariat Islam. Oleh karena itulah, ketika Allah mengutus Nabi kepada kaumnya yang berbuat syirik (bangsa Arab jahiliyyah), yang masing - masing mereka menyembah berhala, memutuskan hubungan kekeluargaan, berbuat aniaya dan melampaui batas terhadap orang lain tanpa alasan yang benar , (pada waktu itu) Rasulullah shallallahu ' alaihi wa sallam tidak lantas (bersikap) pasrah (pada kenyataan yang ada), bahkan Allah sendiri tidak mengizinkan beliau (bersikap) pasrah pada kenyataan (buruk tersebut).
📚 Kitab " Daurul mar - ati fi ishlaahil mujtama " ( hal . 14-15 ) .
🌐 muslim.or.id
📷 @akhi_bintang.as
"Aku telah berjanji kepada diriku sendiri bhw aku kan selalu mendoakan kedua orang tuaku di setiap shalat. Allah berfirman: "dan bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu-bapakmu..." (QS Lukman ayat 14)
Sufyan ibn Uyainah menuturkan: 'siapa saja yang mendoakan kedua orang tuanya di penghujung shalat, ia telah -mengekpresikan salah satu bentuk- terimakasih kepada kedua orang tuanya.'"
____ Dr. Ahmad Isa al-Ma'sharawiy
📷 @akhi_bintang.as
Sufyan ibn Uyainah menuturkan: 'siapa saja yang mendoakan kedua orang tuanya di penghujung shalat, ia telah -mengekpresikan salah satu bentuk- terimakasih kepada kedua orang tuanya.'"
____ Dr. Ahmad Isa al-Ma'sharawiy
📷 @akhi_bintang.as
Paman Nabi ﷺ ga jadi masuk Islam gara-gara ga' enak sama kaumnya.
Jangan sampai gara-gara kita takut dikucilkan lantas membuat kita ga mau hijrah dan terus membeo kesesatan padahal kita tahu kebenarannya.
🌐 yufid.tv
📷 @akhi_bintang.as
Jangan sampai gara-gara kita takut dikucilkan lantas membuat kita ga mau hijrah dan terus membeo kesesatan padahal kita tahu kebenarannya.
🌐 yufid.tv
📷 @akhi_bintang.as
Kisah Perempuan Saudi Yang Memajang Foto Suaminya di WhatsApp
Ini peringatan juga bagi kita semua agar tidak bermudah-mudahan dalam memamerkan sesuatu terutama di sosial media.
Dan yang perlu diingat, kita seringkali mengingatkan orang lain agar tidak hasad kepada orang lain, namun sudahkah kita mengingatkan diri sendiri agar tidak menjadi pintu hasad orang lain?
Maka ikhwah, kurangi dalam bermudah-mudahan memamerkan ini dan itu yang mungkin saja menjadi pintu hasad orang lain, bila perlu, tutup pintu itu rapat-rapat, karena sesungguhnya penyakit 'ain itu nyata dan bukan tidak mungkin hal di atas terjadi pada diri kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﻌﻴﻦ ﺣﻖُُّ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺷﻲﺀ ﺳﺎﺑﻖ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻟﺴﺒﻘﺘﻪ ﺍﻟﻌﻴﻦ
"Pengaruh 'ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, 'ainlah yang dapat melakukannya"
(HR. Muslim)
Semoga Allah senantiasa melindungi kita, keluarga, kerabat, anak cucu serta orang-orang terkasih lainnya.
Allahul musta'an.
🌐 kalamassalaf
📷 @akhi_bintang.as
Ini peringatan juga bagi kita semua agar tidak bermudah-mudahan dalam memamerkan sesuatu terutama di sosial media.
Dan yang perlu diingat, kita seringkali mengingatkan orang lain agar tidak hasad kepada orang lain, namun sudahkah kita mengingatkan diri sendiri agar tidak menjadi pintu hasad orang lain?
Maka ikhwah, kurangi dalam bermudah-mudahan memamerkan ini dan itu yang mungkin saja menjadi pintu hasad orang lain, bila perlu, tutup pintu itu rapat-rapat, karena sesungguhnya penyakit 'ain itu nyata dan bukan tidak mungkin hal di atas terjadi pada diri kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﻌﻴﻦ ﺣﻖُُّ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺷﻲﺀ ﺳﺎﺑﻖ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻟﺴﺒﻘﺘﻪ ﺍﻟﻌﻴﻦ
"Pengaruh 'ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, 'ainlah yang dapat melakukannya"
(HR. Muslim)
Semoga Allah senantiasa melindungi kita, keluarga, kerabat, anak cucu serta orang-orang terkasih lainnya.
Allahul musta'an.
🌐 kalamassalaf
📷 @akhi_bintang.as