Faktitius:
Ini tentang gua yang mencintai rintik air, remang sinar bulan, puisi Chairil Anwar, papan permainan, dan seseorang yang telah pergi.
Gua begitu naif melihat dunia, sering mengambil keputusan yang payah. Dan hobi menyalahkan tubuh lain karena gak mau salah.
Razagiri Besta.
Ini tentang gua yang mencintai rintik air, remang sinar bulan, puisi Chairil Anwar, papan permainan, dan seseorang yang telah pergi.
Gua begitu naif melihat dunia, sering mengambil keputusan yang payah. Dan hobi menyalahkan tubuh lain karena gak mau salah.
Razagiri Besta.
Bunda, ini Besta. Anak satu-satunya bunda yang dulu pernah ada. Mungkin.
Bunda menamai saya adalah sebuah kesalahan besar. Saya tidak ingin tumbuh dengan menyandang nama ini. Tidak mudah menjadi seperti yang bunda inginkan, terlalu banyak rintangan dan fisik ini tidak kuat. Saya bukan gunung, Bun.
Damarangit, Ashen.
Bunda menamai saya adalah sebuah kesalahan besar. Saya tidak ingin tumbuh dengan menyandang nama ini. Tidak mudah menjadi seperti yang bunda inginkan, terlalu banyak rintangan dan fisik ini tidak kuat. Saya bukan gunung, Bun.
Damarangit, Ashen.
Gua bukan satu-satunya orang yang kehilangan dan gua tahu itu. Tapi seribu penyelamat terlalu sedikit untuk cari gua yang udah hilang arah. Sedangkan Tuhan itu baik, selalu baik.
Gua Anaka, gadis yang gila sastra sampai kadangkala lupa akan dirinya demi menyempurnakan karya.
Gua Anaka, gadis yang gila sastra sampai kadangkala boros waktu demi karya sempurna sampai lupa akan dirinya.
Gadis yang gila sastra yang seringkali boros waktu demi karya sempurna dan lupa akan dirinya.