Akhirnya anak-anak tersebut mendekati kedua aktor tersebut, eh kena prank tau taunya itu cuman karton berbentuk dan bergambar aktor tersebut. Membuat anak-anak kecewa (yahhh penonton kecewa...)
Eh tiba tiba kok kartonnya gerak gerak, tau taunya aktor tersebut beneran aktor. Mereka menyamar jadi karton (Vyn gaje, mana bisa? tapi ya udah sih)
Kedua aktor tersebut tersenyum kepada Anak-anak itu “ku beri kalian satu permintaan”, anak-anak itu bingung dan kaget. Lah kok bisa gitu tiba tiba?
Eh tau taunya kedua aktor itu palsu juga, tiba tiba berubah jadi peri vyn yang tersenyum centil ke mereka.
“permintaan kalian doesn't make sense, i bingung ok? u and u and u, pls lah minta yang make sense ha” lalu muncul asap tebal dari belakang anak-anak tersebut.. kok bisa tiba tiba?
Muncul pasukan berkuda dari asap tersebut, dipimpin oleh Matthias dengan kaki kirinya yaitu asong.
Dengan kuda ungunya Matthias mendekati peri Vyn, menarik peri itu dan membuat anak anak terkejoet terpental dan terpesona
“Berikan aku permintaan! NGIHAAA. Kalau ga ku brot kamu” Kata Matthias yang menatap peri Vyn dengan Tajam. Peri vyn masih diem aja sebenernya.
Peri Vyn lalu menjentikkan jarinya, trilililing ling ling. Anak-anak tersebut berubah jadi kelinci dan mendekati kuda Matthias. Kelinci super ternyata mereka??? lalu kuda ungu Matthias di tendang sama kelinci kelinci tersebut
Lalu anak-anak tersebut dengan gagah berani melawan pasukan Matthias, RATA SEMUA!
Matthias yang sudah kalah pun berlutut dihadapan kelinci mongiel tersebut. “Saya ngaku kalah, Pi boonk!” lalu Matthias brot.. yang membuat konsentrasi setiap orang buyar (kacau). Dia mengeluarkan bom asap lalu melemparnya, dan pasukan Matthias hilang bersamaan dengan asap tersebut.
“Thank you kicik kicik, tapi sayang mantra saya ga bisa dipatahkan. Kalian menjadi kelinci selamanya.” lalu anak-anak (kelinci) tersebut dibawa pulang oleh peri Vyn dan di rawat selamanya oleh dia, cerita happy ending.