Asy-Syariah
12K subscribers
1.16K photos
5 videos
21 files
3.96K links
Yayasan Asy-Syariah Yogyakarta
Jl. Hadi Mulyono, RT 06 RW 09, Wonosalam, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman DIY

Kontak
Redaksi: 081328078414

website: https://asysyariah.co.id
email: asysyariah@gmail.com
Download Telegram
InsyaAllah segera terbit ! Majalah AsySyariah / Sakinah edisi 118 - www.asysyariah.com
📗Asy-Syariah edisi 123 "ISLAM AGAMA TOLERAN"
Majalah AsySyariah edisi 123 "Islam Agama Toleran" #posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah www.asysyariah.com
Channel photo updated
Alhamdulillah Telah Terbit! Majalah Asy-Syariah edisi 123 , tema "Islam Agama Toleran" dan Sakinah: "Jangan Hiasi Hijabmu!
Pembahasan selengkapnya bisa dibaca di majalah Asy-Syariah edisi 123 #posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah www.asysyariah.com channel t.me/asysyariah
Tidak Ada Kompromi dalam Permasalahan Akidah #posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah www.asysyariah.com
Dapatkan pembahasan selengkapnya di Asy-Syariah edisi 123 #posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah www.asysyariah.com
💡📖 PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG AYAT TERAKHIR DALAM SURAH AL-KAFIRUN

Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.

Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.

Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin. Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.

Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.

لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)

Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.

Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.

📗Sumber: Majalah Asy Syariah edisi 123 ISLAM AGAMA TOLERAN

~~~~~
🌎Website: www.asysyariah.com
📲Channel: t.me/asysyariah
📝Toleransi yang Benar Tidak Mengorbankan Prinsip Islam

#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah

🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
📝 Ingat! Toleransi yang Benar Tidak Mengorbankan Prinsip Islam

#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah

🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
✍🏼📚 BATASAN TASYABBUH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

Tasyabbuh dengan orang-orang kafir terjadi dalam hal penampilan, pakaian, tempat makan, dan sebagainya karena ia adalah kalimat yang bersifat umum.

Dalam artian, bila ada seseorang yang melakukan ciri khas orang-orang kafir, yang orang melihatnya akan mengira bahwa ia termasuk golongan mereka (maka saat itulah disebut dengan tasyabbuh, -pen.)”

(Majmu’ Durus wa Fatawa al-Haramil Makki, 3:367)

🔗Sumber: https://asysyariah.com/tasyabbuh-bahaya-laten-ditengah-umat/

~~~~~~~
🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
📝Islam Membedakan antara TOLERANSI UMAT BERAGAMA dan TOLERANSI AGAMA

#posterasysyariah #poster_quote #posterdakwah

🌎www.asysyariah.com
📲t.me/asysyariah
✍🏼📚MAKNA AL-WALA WAL BARA'

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu berkata,

" Al-wala' wal bara' maknanya ialah cinta dan loyal kepada mukminin serta membenci orang kafir, berlepas diri dari mereka dan agama mereka.

Inilah al-wala' wal bara' yang disebutkan oleh Allah 'azza wa jalla dalam surat Al-Mumtahanah,

قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةࣱ فِیۤ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَ وَٱلَّذِینَ مَعَهُۥۤ إِذۡ قَالُوا۟ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَ ٰۤ⁠ ؤُا۟ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَیۡنَنَا وَبَیۡنَكُمُ ٱلۡعَدَ ٰ⁠وَةُ وَٱلۡبَغۡضَاۤءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤۡمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥۤ

"Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Q.S. Al-Mumtahanah: 4)

Membenci dan memusuhi tidak lantas bermakna boleh menzalimi dan berbuat semena-mena kepada mereka yang bukan kafir harbi. Akan tetapi, maknanya adalah membenci dan memusuhi mereka dengan kalbumu, serta tidak menjadikannya sebagai temanmu..."

(Majmu' Fatawa ibn Baz, jilid 5)

🔗 Sumber: www.asysyariah.com/keharusan-membenci-dan-berlepas-diri-dari-orang-kafir/

~~~~~~~
🌎 www.asysyariah.com
📲 t.me/asysyariah
📝📚 NABI ISA BERLEPAS DIRI TERHADAP PERIBADATAN NASRANI

Isa bin Maryam 'alaihissalam, demi Allah, beliau bukanlah Nasrani.

Beliau tidak mengajari umatnya untuk menyembah dirinya. Beliau tidak pula mengajari manusia untuk menyembah ibunya, Maryam.

Yang beliau dakwahkan adalah Islam, memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Nabi Isa 'alaihissalam berlepas diri dari ucapan dan keyakinan kaum Nasrani.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (١١٦) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (١١٧)

"Dan (ingatlah) ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 'Hai 'Isa putra Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah (sesembahan) selain Allah?

Isa menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), 'Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian', dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka.

Maka setelah Engkau angkat aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu’.”

(Al-Maidah: 116—117)


FAKTANYA, NABI ISA SEORANG MUSLIM YANG TAWADHU

Nabi Isa ‘alaihissalam, yang kini masih hidup di langit, di akhir zaman beliau akan turun ke muka bumi menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukum yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan dengan tawadhu’ beliau shalat di belakang Imam Mahdi.

… فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرِي لِيَتَقَدَّمَ عِيْسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيْسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ: تَقَدَّمْ فَصَلِّ، فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ. فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُم

“…Tatkala imam mereka (al-Mahdi) maju untuk mengimami shalat subuh, tiba-tiba turun kepada mereka ‘Isa bin Maryam 'alaihissalam. Bergegas, mundurlah Imam Mahdi ke belakang agar Nabi ‘Isa 'alaihissalam mengimami manusia.

Nabi ‘Isa pun meletakkan tangan beliau di
antara pundak al-Mahdi seraya berkata, 'Maju dan shalatlah, karena untukmu shalat ini ditegakkan.'

Akhirnya Imam Mahdi maju mengimami shalat.”

🔗 Sumber: https://asysyariah.com/menyelami-samudra-keindahan-islam/?amp
_________
Takhrij tambahan:

(Petikan dari HR. Ibnu Khuzaimah dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 7875)

~~~
🌎 www.asysyariah.com
📲 t.me/asysyariah