ArtSonica
511 subscribers
36 photos
4 videos
6 files
119 links
Tempat belajar music production, rekaman untuk pemula hingga profesional.
Tersedia kursus private offline/online.

Info Program & Biaya :
Kursusaudio.com

Kelas E-Learning :
Elearning.kursusaudio.com

Toko Alat Recording :
Tokopedia.com/ArtSonica
Download Telegram
to view and join the conversation
VRM Box adalah Headphone Amp / USB Audio Interface untuk mengecek hasil mixing atau musik kita di berbagai speaker terkenal dan di ruangan berbeda.

Banyak yang bertanya apakah masih WORTH IT beli FOCUSRITE VRM BOX di saat sekarang Ini?

Simak video ini :
https://www.youtube.com/watch?v=4Q5sqDAmObU

NOTES: Video ini HANYA bisa di tonton oleh MEMBER YT ArtSonica Level 2 & 3. Kalau kalian belum bergabung, klik tombol JOIN di sebelah tombol SUBSCRIBE atau klik https://www.youtube.com/artsonica/join

Terima kasih untuk yang sudah mendukung channel YT ArtSonica. Dukungan kalian membuat kami lebih semangat untuk memproduksi content2 edukasi terbaru dan trick2 jitu di dunia audio 😄
Untuk alasan kepraktisan biasanya orang memilih 44.1kHz.

Ada orang yang menggunakan 48kHz, karena setelah CD Audio ada DVD. DVD adalah video tapi audionya sampling ratenya adalah 48kHz.

Bagi orang-orang yang ingin bunyinya lebih berbeda lagi biasanya memilih diatas 48kHz.
Saat sampling rate merekam suatu bunyi dia harus menentukan amplitude nya berapa.

Berhubungan dengan volume, ini yang disebut bit depth.

Berhubungan dengan Dynamic Range yaitu jarak/range antara noise hingga peak/clipping dari suatu alat.
Noise terjadi saat kita menyalakan suatu alat tanpa musik dimainkan terdapat bunyi bawaan dari alat tersebut sampai kita bunyikan musik lalu volume nya kita naikan terus sampai akhirnya bunyinya pecah, itu yang disebut dynamic range.
Kebiasaan pada sound engineer adalah menggunakan 24 bit karena itu lebih lebar lagi dynamic range nya, bit depth 24 bit menghasilkan dynamic range hingga 145 dB (versus 96 dB pada 16 bit).
MASTERCLASS HOME STUDIO MUSIC SOLUTION

Halo ArtSonica friends!

ArtSonica membuka kesempatan buat kamu yang ingin belajar membuat komposisi musik sendiri di rumah menggunakan multi instrument dengan hasil audio standar industri musik.

Kelas ini merupakan solusi buat kamu yang:

- Ingin belajar produksi musik dari awal sampai akhir proses produksi musik dari mulai cara rekaman, editing, mixing sampai mastering
- Punya materi lagu tapi tidak ada player lain buat isi instrument kamu.
- Tidak ada waktu senggang untuk belajar secara intensif.
- Pernah membuat musik di komputer tapi hasil musik dan audionya belum maksimal

Disini kamu akan belajar produksi musik selama 10 jam. Yang akan dibagi menjadi 2 kali pertemuan yaitu:

*Sabtu 18 September 2021 pukul 13.00 – 18.00 WIB*

*Sabtu 25 September 2021 Pukul 13.00 – 18.00 WIB*

Biaya : *Rp 1,499,000* (Sudah termasuk E Certificate)
Instruktur : *Antony Verdugo, MPE, MsPD (Berklee College of Music, ArtSonica Instructor)*
Platform : Zoom Meeting
DAW : Ableton 11 (Materi bisa diaplikasikan ke semua DAW)

Di kelas ini kamu akan mendapatkan:

- E Module
- E Certificate
- Akses grup telegram untuk diskusi dengan instruktur
- Akses rekaman Zoom (untuk pengulangan materi di rumah)
- Interaksi langsung dengan instruktur
- Jaminan 100% bisa produksi musik.

Bagi yang belum memiliki Ableton 11, tersedia versi trial yang bisa diunduh langsung di www.ableton.com/en/trial/ (ArtSonica bisa membantu memberikan tutorialnya)

Untuk informasi lebih lengkap dan pendaftaran kamu bisa hubungi hotline di 0812-1137-1314 dan 0878-8302-1929
Merekam gitar akustik memang tidak mudah, secara overall hasil dari miking biasanya lebih bagus namun belum tentu juga hasil yang dikeluarkan oleh DI tidak terpakai pada proses rekaman.

Bahkan pada beberapa gitar akustik merk ternama / premium, bunyi pickup yang dihasilkan lebih bagus.
Penggunaan teknik miking ataupun dengan DI sangat bergantung pada kebutuhan lagu.

Kesulitan saat merekam sebuah gitar akustik adalah tingkat standar atau bentuk ideal yang paling utama adalah:

- ruangan
- kualitas suara dari gitar akustiknya, microphone yang digunakan untuk merekam
- cara player memainkan instrument gitar tersebut yang membuat suara yang dihasilkan berbeda
https://www.youtube.com/watch?v=5ZFcy9Vhko8

Berikut contoh video khusus MEMBER YT ArtSonica yaitu BREAKING NEWS berita seputar dunia musik dan audio yang terbaru, di antara membahas rilis DAW Reason 12, plugin Reverb keren dan gratis, plugin Synth dari Arturia yang mengemulasi Oberheim, synthesizer polyphonic analog jadul, gadget terbaru IK Multimedia, juga info ttg Headphones sekaligus Sim Amp dll.

Video Breaking News ini akan ada 4x sebulan !

Untuk akses FULL Videonya, silakan JOIN Membership YT ArtSonica di : https://www.youtube.com/artsonica/join

Thanks 🙏🏻
Agus Hardiman (YT ArtSonica)
Audio Mono dan Stereo merupakan 2 istilah yang sering kalian jumpai dalam dunia recording.

Pada dasarnya mono atau stereo dibedakan dari jumlah saluran yang terdengar.
Audio Mono jika dibandingkan dengan Stereo terdengar lebih ketat, lebih terpusat, kurang lebar, dengan lebih sedikit rapat.

Sementara Stereo jika menggunakan headphone/headset menciptakan “ilusi” suara yang lebih luas dan lebar tidak tertuju hanya dari satu sumber suara saja.
Sejak tahun 2018 Youtube dan beberapa streaming platform menerapkan yang disebut dengan Loudness Normalization dengan tujuan agar lagu yang terupload pada platform dengan kekerasan tertentu dan jika melebihi batas yang mereka tentukan maka lagu yang keras tersebut akan diturunkan volumenya.
Saat ini Youtube menerapkan sebesar -14LUFS ( Loudness Unit to Full Scale) atau pengukuran kekerasan sebuah lagu dengan menganalisa volume rata-rata sepanjang lagu.

Youtube telah membuat ketentuan bahwa standard volume aman atau yang diperbolehkan saat ini adalah -14 LUFS dan hal ini terkadang berubah.

Oleh karena sebelum di upload ada baiknya kalian mengecek terlebih dahulu ketentuan LUFS tersebut pada platform.
Point minus nya adalah terkadang kita merasa punch sebuah musiknya menjadi berkurang karena biasanya kita mendapatkan dari loudness.
Saya pribadi biasanya mengejar tidak seperti yang diterapkan oleh platform Youtube tersebut.

Namun diatas lebih sedikit jika Youtube menentukan -14 LUFS saya menggunakan antara -12 s/d -8 LUFS agar tujuannya mendapatkan punch tersebut.

Sehingga mendapatkan keduanya baik punch dan dinamikanya.

Untuk mendapatkan loudness meter tersebut biasanya menggunakan plugin Youlean ataupun Ozone dari Izotope.