الفوائد النـافعة
1.74K subscribers
89 photos
2 videos
8 files
124 links
Berbagi kumpulan faidah bermanfaat berdasarkan manhaj salafus shalih.

Silakan repost dengan menyertakan name tag tanpa ditambah dan kurangi isinya, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Bila ada komentar, DM ke IG: @alfawaaid_annaafiah
Download Telegram
〰〰〰🌟 〰〰〰🌟

Mengupload Foto Wanita Berhijab, Benarkah Termasuk Bentuk Dakwah?


Belakangan ini kita cukup sering menjumpai foto wanita berhijab, bahkan yang bercadar dengan hanya tampak kedua matanya, atau ditutupi, yang kemudian diunggah dan disebarkan dengan alasan untuk mengajak wanita lain mengenakan hijab atau menyebarkan kebaikan.

Dalam agama ini, tujuan yang baik juga harus ditempuh dengan cara yang benar.

Pernahkah kita mendapati para shahabiyat melakukan hal semacam ini ketika ayat hijab diturunkan?. Tentu tidak.

Justru kesempurnaan hijab seorang wanita adalah semakin sedikit dirinya terlihat oleh pandangan laki-laki yang bukan mahramnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ليس للنساء ‌وسط ‌الطريق.

“Bukanlah bagian tengah jalan itu untuk para wanita.” (HR. Ibnu Hibban)

Ketika para shahabiyat mendengar sabda tersebut:

فكانت المرأة ‌تلتصق ‌بالجدار حتى إن ثوبها ليتعلق بالجدار من لصوقها به.

“Mereka pun berjalan merapat ke dinding hingga pakaian mereka tersangkut pada dinding karena sangat dekatnya mereka berjalan di sisinya.” (HR. Abu Dawud)

Jika para wanita terbaik ummat ini begitu menjaga diri agar tidak menarik perhatian ketika berada di jalanan, maka tidakkah kita perlu kembali mempertimbangkan kebiasaan menyebarkan foto wanita di sosial media?

Foto wanita berhijab di sosial media bisa menjadi lebih berbahaya daripada sekadar keluarnya ia dari rumahnya, di antaranya karena:

• Foto memudahkan orang untuk memandanginya.
• Foto dapat diperhatikan berulang-ulang dalam waktu yang lama, berbeda dengan seseorang yang hanya sesaat melintas di jalan.
• Foto bisa dilihat oleh puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang.
• Foto dapat disimpan, disalin, atau disalahgunakan oleh siapa saja.
• Keluar rumah bersifat sementara, sedangkan foto yang diunggah dapat terus tersebar dan dilihat kapan saja.

Terlebih jika yang diunggah berupa video, karena gerakan lebih mudah menarik perhatian daripada gambar yang diam.

Walau hanya sekadar foto atau video tangan, kepala, bahkan kaki yang dilapisi kaus kaki, semua ini dapat menjadi pintu fitnah yang dahsyat.

Semoga Allah ampuni kita, menganugerahkan kepada kita ilmu yang benar, rasa malu yang terpuji, dan taufiq untuk menjaga diri sesuai dengan petunjuk syariat. Karena terkadang, sesuatu yang kita sangka sebagai jalan menuju kebaikan justru perlu ditimbang kembali dengan timbangan ilmu.

🌷t.me/af0sa
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🪻🪻🪻🪻

Jangan Terpedaya oleh Tarbiyahmu


Betapa banyak kita melihat para orang tua yang bersikukuh mencurahkan waktunya, tenaganya, hartanya, bahkan air matanya demi mendidik anak-anaknya. Mereka berjuang untuk memilihkan lingkungan yang baik, guru yang shalih, membentuk bi’ah yang baik di rumahnya, mengajarkannya adab, dan terus menasihati dengan penuh kesabaran.

Ini semua merupakan ikhtiar yang diperintahkan. Namun, jangan sampai hati bergantung kepada hal itu, dan melupakan sesuatu yang jauh lebih penting.

Tidaklah seorang anak menjadi shalih hanya karena hebatnya metode pendidikan orang tuanya. Sebagaimana tidaklah seorang anak menjadi istiqamah semata-mata karena banyaknya nasihat yang ia dengar.

Hidayah bukanlah hasil dari kecerdasan dan kehebatan orang tua dalam mendidik. Hidayah merupakan karunia dari Allah semata.

Ada penjelasan bagus dari Syaikh Abdurrazzaq Al- Badr hafidzahullah yang dapat direnungi para orang tua dalam perkara ini:

لا يمكن أن يصلح لك أي فرد من أفراد ذريتك إلا إذا أصلحه الله لك، مهما اجتهدت في تأديبه وتربيته وأطره على الحق وإلزامه على الاستقامة، لا يمكن أن يستقيم ويصلح إلا إذا أصلحه الله لك.

فالهادي هو الله، والموفق هو الله سبحانه وتعالى، لهذا ينبغي على المسلم أن يعظم رجاءه بالله، وسؤاله لله، وإلحاحه على الله سبحانه وتعالى أن يصلح ذريته، فها هو خليل الرحمن في دعائه يقول: ربنا واجعلنا مسلمين لك ومن ذريتنا أمة مسلمة لك.

“Tidak mungkin seorang pun dari keturunanmu menjadi baik bagimu kecuali jika Allah yang memperbaikinya untukmu, sekeras apa pun usahamu dalam mendisiplinkannya, mendidiknya, membimbingnya ke jalan yang benar, dan mewajibkannya untuk tetap istiqamah. Ia tidak akan bisa menjadi lurus dan baik kecuali jika Allah yang memperbaikinya untukmu.

Sebab, Yang Memberikan Hidayah adalah Allah, dan Yang Memberikan Taufiq adalah Allah. Oleh karena itu, seorang Muslim harus mengutamakan harapannya kepada Allah, memohon kepada-Nya, dan terus menerus memohon kepada-Nya agar (Allah) memperbaiki keturunannya.

Inilah yang diucapkan oleh Khalilur-Rahman (Ibrahim ‘alaihissalam) dalam doanya: “Ya Rabb kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan jadikanlah dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu.”

Inilah yang selayaknya ditanamkan pada hati orang tua, bahwa orang tua diperintahkan untuk berikhtiar dalam mendidik anak sebaik mungkin, namun jangan menggantungkan hati pada ikhtiar tersebut. Karena tarbiyah adalah sebab, sedangkan Allah yang membolak-balikkan hati.

Maka gabungkanlah doa, ikhtiar dan tawakkal dalam setiap prosesnya, dan janganlah merasa cukup hanya dengan ikhtiar yang sudah dikerahkan.

💭 t.me/af0sa
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👍3❤1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
❤1
〰〰〰🌟 〰〰〰🌟

Bagaimana Meraih Keberkahan Waktu?

إن الله تعالى قد ينزل البركة للإنسان في قته بحيث يفعل في الوقت القصير ما لا يفعل في الوقت الكثير. ومن أعظم ما يعينك أن تستعين بالله عز وجل في جميع أفعالك، بأن تجعل أفعالك مقرونة بالاستعانة بالله، حتى لا توكل إلى نفسك لأنك إن وكلت إلى نفسك وكلت إلى ضعف وعجز، وإن أعانك الله فلا تسأل عما يحصل لك من العمل والبركة

“Sesungguhnya Allah dapat menurunkan keberkahan pada waktu seseorang, sehingga dalam waktu yang singkat, ia mampu menyelesaikan apa yang tidak mampu diselesaikan dalam waktu yang lama.

Di antara sebab terbesar yang akan membantumu meraih keberkahan itu adalah senantiasalah memohon pertolongan kepada Allah pada setiap aktivitasmu. Jadikan setiap aktivitasmu selalu disertai dengan isti’anah (meminta pertolongan) kepada-Nya, agar kamu tidak mengandalkan dirimu sendiri.

Sebab, jika kamu mengandalkan dirimu sendiri, maka kamu akan diserahkan kepada kelemahan dan ketidakmampuanmu.

Namun jika Allah menolongmu, maka jangan lagi bertanya betapa banyak amal dan keberkahan yang akan engkau peroleh.”

-Syarh Hadits Jabir fi Shifati Hajjatin Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam: 144-145
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
❤8
Lihatlah betapa mereka sangat berusaha menjaga ‘iffah dan ‘izzahnya
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Andai Bukan Karena Ujian dan Musibah

Sebuah renungan dari Ibnul Qayyim rahimahullah, dalam kitab Zaadul Ma’ad.

لولا محن الدنيا ومصائبها، لأصاب العبد من أدواء الكبر والعجب والفرعنة وقسوة القلب، ما هو سبب هلاكه عاجلا أم آجلا. فمن رحمة أرحم الراحمين أن يتفقده في الأحيان بأنواع من أدوية المصائب، تكون حمية له من هذه الأدواء، وحفظا لصحة عبوديته، واستقرارا من المواد الفاسدة الرديئة المهلكة منه.

فسبحان من يرحم ببلائه، ويبتلي بنعمائه، كما قيل:
'قد ينعم بالبلوى وإن عظمت، ويبتلي الله بعض القوم بالنعم. فلولا أنه سبحانه يداوي عباده بأدوية النعم والابتلاء، لطغوا وبغوا وعتوا.

والله سبحانه إذا أراد بعبد خيرا، سقاه دواء من الابتلاء، حتى إذا هذبه ونقاه وصفاه، أهله لأشرف مراتب الدنيا، وهي عبوديته سبحانه، وأرفع ثواب الآخرة، وهو رؤيته وقربه سبحانه وتعالى.

Seandainya bila tidak ada cobaan dan musibah dunia ini, seorang hamba pasti akan terserang penyakit kesombongan, ujub, angkuh, dan kejamnya hati, yang pada akhirnya akan menjadi penyebab kehancurannya baik dalam waktu dekat maupun lambat. Maka, termasuk bentuk kasih sayang Allah Yang Maha Penyayang, Dia sesekali mengujinya dengan berbagai bentuk cobaan, yang menjadi obat baginya dari penyakit-penyakit tersebut, serta untuk menjaga kesehatan ubudiyahnya kepada Allah, dan membersihkan dirinya dari berbagai kotoran serta penyakit hati yang dapat membinasakannya.

Maha Suci Allah yang merahmati hamba-Nya melalui cobaan-Nya, dan menguji hamba-Nya dengan nikmat-Nya, sebagaimana dikatakan:

'Seseorang mungkin diberkahi dengan cobaan sekalipun besar, dan Allah menguji sebagian orang dengan nikmat-Nya. Seandainya Allah tidak mengobati hamba-hamba-Nya dengan obat kenikmatan dan ujian, niscaya mereka akan melampaui batas, berbuat dzalim, dan semakin durhaka.'

Dan Allah, apabila menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia akan memberinya obat berupa ujian. Hingga ketika Allah telah mendidiknya, membersihkannya, dan menyucikannya, Dia pun mempersiapkannya untuk meraih kedudukan paling mulia di dunia, yaitu menjadi hamba-Nya yang benar-benar tunduk dan beribadah kepada-Nya.

Dan Allah juga mempersiapkannya untuk mendapatkan balasan paling tinggi di akhirat, yaitu melihat wajah-Nya dan mendapatkan kedekatan dengan-Nya.

✍️ t.me/af0sa
💔1
Teman-teman tau tanda yang sering ada di dahi orang hindu termasuk yang sering dipakai orang-orang India (yang menganut agama hindu)?.

Warnanya dan bentuknya beragam yaa. Ada merah, putih dll. Bentuknya juga beragam, ada bulat, garis-garis, dll. Taukah teman-teman bahwa warna-warna dan bentuk-bentuk itu merupakan simbol keagamaan mereka?.

Sedihnya, banyak ummat islam yang menggunakan ini untuk berhias. Ada yang menggunakannya di acara walimahnya, ada yang memakaikannya kepada anak-anaknya, dll.

Teman-teman, segeralah meninggalkannya karena ini adalah bentuk tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang-orang kafir) dan ini dilarang keras oleh syariat.

Next ⤵️
❤2
الفوائد النـافعة
Teman-teman tau tanda yang sering ada di dahi orang hindu termasuk yang sering dipakai orang-orang India (yang menganut agama hindu)?. Warnanya dan bentuknya beragam yaa. Ada merah, putih dll. Bentuknya juga beragam, ada bulat, garis-garis, dll. Taukah teman…
Tanda yang ada di dahi itu namanya adalah tilaka, pundra, dan bindi. Masing-masing warna dan bentuk memiliki kelompok penyembahannya masing-masing kepada dewa dan dewi yang mereka anut. Maka, apakah kita masih ingin menyerupai hal-hal ini?.

“Bagi shaivisme (penyembah siwa) simbol mereka berbentuk 3 garis datar di dahi. Dan bila ada dot (bulat) di tengah garisnya, itu merupakan simbol dari kelompok hindu bernama aghori.

Dan bagi aliran vaishnavisme (penyembah wisnu), mereka mengenakan simbol garisan halus berbentuk U di dahi atau memiliki dua garis menegak dari dahi hingga ke antara dua kening dan terdapat satu goresan kecil menegak.

Dan yang banyak dipakai oleh ummat kita adalah tanda bulat di dahi, ini adalah simbol bagi aliran penyembah dewi mereka.”

Sumber: Ahmad Iqram M.N

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud)

Maka berhati-hatilah kita dalam mengikuti segala sesuatunya.

✍️ t.me/af0sa
❤1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
💗💌🌷

Kala Hati Dilanda Kebingungan

Berkata Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr hafidzahullah:

“Jika engkau mendapati dirimu merasa kebingungan, maka hendaknya engkau berdoa dengan doa yang agung ini, niscaya engkau akan melihat cahaya (petunjuk), biidznillah.

عن علي رضي الله عنه قال: قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: “قل: اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي"

Dari Ali radhiallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

“Ya Allah berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku.”

Dan dalam riwayat lain:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدى وَالسَّدَادَ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kelurusan” (HR.Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

أي وفقني واجعلني منتصبا في جميع أموري مستقيما.
وأصل السداد الاستقامة والقصد في الأمور ,وأما الهدى هنا فهو الرشاد.

“Yakni: berikanlah aku petunjuk, dan jadikanlah aku teguh dan benar dalam segala urusanku.

Dan asal makna dari السداد adalah istiqamah dan lurus dalam berbagai perkara.
Adapun الهدى di sini adalah الرشاد yakni petunjuk kebenaran.”

~Syarh Shahih Muslim: 9/38

🪴 t.me/af0sa
❤2
Semakin baik ucapan seseorang, semakin tinggi derajatnya.

Orang yang beriman itu lemah lembut dan ramah, ia memilih kata-kata yang paling baik, dan ungkapan-ungkapan yang paling halus; sehingga ia tidak menyakiti, mencela, dan mengejek.

Dan dengan perbuatannya ini, ia dijanjikan pahala dan kebaikan yang berlimpah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن المؤمن ليدرك بحسن خلقه درجة الصائم القائم

“Sesungguhnya orang beriman dengan akhlaq yang baik, akan mencapai derajat seperti orang yang berpuasa dan beribadah malam.”

Ya Allah, perbaikilah akhlaq kami.

~Ustadzah Isyraq Ar-Rayasyi hafidzahallah.
(Diterjemahkan secara makna)

🪻t.me/af0sa
❤1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
💌💌💌

Renungkanlah Rahasia di Balik Firman Allah Ta’ala:

الذي يوسوس في صدور الناس

“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” (QS. An-Nas: 5)

Allah tidak mengatakan في قلوبهم (ke dalam ‘hati’ mereka). Karena dada adalah tempat yang berada di luar hati, dan pintu menujunya.

Dari situlah masuk segala bisikan yang datang, sebelum akhirnya masuk ke dalam hati. Maka dada bagi hati seperti halaman bagi sebuah rumah.

Dan dari hati keluarlah perintah dan keinginan yang kemudian menggerakkan anggota tubuh. Maka barangsiapa yang memahami hal ini, ia akan memahami firman Allah:

وليبتلي الله ما في صدوركم وليمحص ما في قلوبكم

“Dan agar Allah menguji apa yang ada dalam dada kalian, dan memurnikan apa yang ada dalam hati kalian.” (QS. Ali Imran: 154)

Syaithan masuk ke tempat yang menjadi pintu menuju hati, lalu memasukkan bisikan yang ia kehendaki ke dalamnya. Ia membisikkan di dalam dada, dan bisikannya sampai kepada hati.

Oleh karena itu, Allah berfirman:

فوسوس إليه الشيطان

“Lalu syaithan membisikkan kepadanya.” (QS. Thaha: 120)

Allah tidak mengatakan, ‘di dalamnya’. Sebab maknanya adalah bahwa syaithan menyampaikan dan memasukkan bisikan tersebut kepadanya, hingga akhirnya bisikan itu masuk ke dalam hatinya.

~ Bada’i‘ al-Fawa’id karya Ibnul Qayyim rahimahullah (2/802).

Oleh karena itu, jagalah dada dan hati kita, jangan biarkan setiap bisikan-bisikan buruk berupa syahwat, maksiat, prasangka, atau dosa lainnya terus menetap di dalamnya. Segeralah berlindung kepada Allah, berdzikir, dan berpaling sebelum ia menjadi keinginan yang menguasai hati. Sebab, hati adalah tempat yang sangat berharga. Apa-apa yang kita biarkan masuk hari ini, bisa menjadi arah pada langkah kita esok hari.

نسأل الله السلامة والثبات

📝t.me/af0sa
❤1