Poster addinu.id
Photo
Najis mukhaffafah (najis ringan), yaitu najisnya kencing bayi laki-laki yang belum makan dan belum mencapai usia dua tahun. Cara penyucian najisnya adalah dengan memercikkan air pada bagian yang terkena najis.
Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan,
وَغُسْلُ جَمِيْعِ الأَبْوَالِ وَالأَرْوَاثِ وَاجِبٌ إِلاَّ بَوْلَ الصَّبِيِّ الَّذِي لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ فَإِنَّهُ يَطْهُرُ بِرَشِّ المَاءِ عَلَيْهِ.
Mencuci semua kencing dan kotoran adalah wajib kecuali kencing bayi laki-laki yang belum memakan makanan. Membersihkannya cukup dengan memercikkan air ke bagian yang kena.
Kencing anak kecil yang belum mengonsumsi makanan itu dihukumi najis. Cara menyucikannya adalah dengan memercikkan air padanya dengan syarat:
(a) anak kecil ini adalah anak laki-laki.
(b) anak laki-laki ini belum mencapai usia dua tahun.
(c) anak laki-laki tersebut belum mengonsumsi makanan dan belum meminum air sebagai asupan makanan pokok (tujuan at-taghazzi).
Dalam hadits Abu Samh, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلاَمِ
“Kencing bayi perempuan itu dicuci, sedangkan bayi laki-laki diperciki.” (HR. Abu Daud, no. 376 dan An-Nasa’i, no. 305. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Sumber : rumaysho.com
Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan,
وَغُسْلُ جَمِيْعِ الأَبْوَالِ وَالأَرْوَاثِ وَاجِبٌ إِلاَّ بَوْلَ الصَّبِيِّ الَّذِي لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ فَإِنَّهُ يَطْهُرُ بِرَشِّ المَاءِ عَلَيْهِ.
Mencuci semua kencing dan kotoran adalah wajib kecuali kencing bayi laki-laki yang belum memakan makanan. Membersihkannya cukup dengan memercikkan air ke bagian yang kena.
Kencing anak kecil yang belum mengonsumsi makanan itu dihukumi najis. Cara menyucikannya adalah dengan memercikkan air padanya dengan syarat:
(a) anak kecil ini adalah anak laki-laki.
(b) anak laki-laki ini belum mencapai usia dua tahun.
(c) anak laki-laki tersebut belum mengonsumsi makanan dan belum meminum air sebagai asupan makanan pokok (tujuan at-taghazzi).
Dalam hadits Abu Samh, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلاَمِ
“Kencing bayi perempuan itu dicuci, sedangkan bayi laki-laki diperciki.” (HR. Abu Daud, no. 376 dan An-Nasa’i, no. 305. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Sumber : rumaysho.com
Poster addinu.id
Photo
Di antara adab Islam yang sudah mulai luntur di zaman media sosial ini adalah sikap al hilm dan al ‘anah. Al hilm adalah bersikap tenang adapun al anah adalah bersikap hati-hati dalam bertindak. Termasuk dalam masalah menyebarkan dan menyampaikan berita.
Hendaknya seorang Muslim tenang dan bersikap tenang dan hati-hati dalam menyebarkan dan menyampaikan berita, karena andaikan berita itu benar pun, tidak boleh sembarang menyampaikan dan menyebarkan berita yang menyebabkan keresahan di tengah masyarakat. Ini perkara yang dilarang dalam syariat.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (QS. An Nisa: 83).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan: “Ini adalah bimbingan Allah kepada para hambanya agar tidak melakukan hal yang tidak layak. Yaitu bahwasanya jika datang suatu perkara yang terkait dengan suatu hal yang urgen dan merupakan urusan banyak orang, atau yang terkait dengan keamanan atau kebahagiaan kaum Mukminin, atau bisa menimbulkan ketakutan karena di dalamnya terdapat musibah bagi kaum Mukminin, hendaknya mereka timbang dengan matang terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa dalam menyebarkan kabar tersebut ...” (Tafsir As Sa’di, 1/190).
Penulis: Ustaz Yulian Purnama hafizhahullah
Semoga bermanfaat.
Hendaknya seorang Muslim tenang dan bersikap tenang dan hati-hati dalam menyebarkan dan menyampaikan berita, karena andaikan berita itu benar pun, tidak boleh sembarang menyampaikan dan menyebarkan berita yang menyebabkan keresahan di tengah masyarakat. Ini perkara yang dilarang dalam syariat.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (QS. An Nisa: 83).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan: “Ini adalah bimbingan Allah kepada para hambanya agar tidak melakukan hal yang tidak layak. Yaitu bahwasanya jika datang suatu perkara yang terkait dengan suatu hal yang urgen dan merupakan urusan banyak orang, atau yang terkait dengan keamanan atau kebahagiaan kaum Mukminin, atau bisa menimbulkan ketakutan karena di dalamnya terdapat musibah bagi kaum Mukminin, hendaknya mereka timbang dengan matang terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa dalam menyebarkan kabar tersebut ...” (Tafsir As Sa’di, 1/190).
Penulis: Ustaz Yulian Purnama hafizhahullah
Semoga bermanfaat.
Poster addinu.id
Photo
📎 4 HAL YANG MENJADIKAN MARAH DAN BENCI
👤 Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
أربعة تجلب البغضاء والمقت: الكبر، والحسد، والكذب، والنميمة.
"Empat perkara yang membawa amarah dan kebencian:
1) watak sombong
2) dengki
3) kedustaan
4) adu domba."
____
📚 Zaadul Ma'ad, jilid 2, hlm. 216
👤 Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
أربعة تجلب البغضاء والمقت: الكبر، والحسد، والكذب، والنميمة.
"Empat perkara yang membawa amarah dan kebencian:
1) watak sombong
2) dengki
3) kedustaan
4) adu domba."
____
📚 Zaadul Ma'ad, jilid 2, hlm. 216
Poster addinu.id
Photo
📎 PERHATIKANLAH EMPAT PERKARA
🍃 Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :
أربع إذا كن فيك فلا عليك ما فاتك من الدنيا، حفظ أمانة وصدق حديث وحسن خليقة وعفة طعمة
Empat perkara bila ada pada dirimu maka dunia yang fana tidak akan pernah menyusahkanmu :
1. Menjaga amanah.
2. Jujur dalam ucapan.
3. Akhlaq yang baik.
4. Menjaga makanan.
_______
📚 HR. Ahmad, Silsilah ash-Shahihah, 733, 2/361
🍃 Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :
أربع إذا كن فيك فلا عليك ما فاتك من الدنيا، حفظ أمانة وصدق حديث وحسن خليقة وعفة طعمة
Empat perkara bila ada pada dirimu maka dunia yang fana tidak akan pernah menyusahkanmu :
1. Menjaga amanah.
2. Jujur dalam ucapan.
3. Akhlaq yang baik.
4. Menjaga makanan.
_______
📚 HR. Ahmad, Silsilah ash-Shahihah, 733, 2/361
👍2❤1
Poster addinu.id
Photo
📎 TINGKATAN AMAL
👤 Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata :
الأعمال لا تتفاضل بالكثرة وإنما تتفاضل بما يحصل في القلب حال العمل
"Amalan itu tidaklah berbeda tingkatannya dengan banyaknya, yang menjadikannya bertingkat-tingkat adalah keadaan hati tatkala beramal"
____
📚 Majmu' al Fatawa 25/281
👤 Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata :
الأعمال لا تتفاضل بالكثرة وإنما تتفاضل بما يحصل في القلب حال العمل
"Amalan itu tidaklah berbeda tingkatannya dengan banyaknya, yang menjadikannya bertingkat-tingkat adalah keadaan hati tatkala beramal"
____
📚 Majmu' al Fatawa 25/281
Poster addinu.id
Photo
🌾💧🌴
BERSIAP MENYAMBUT AJAL TIBA
========
Allah Subhanahu berfirman,
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Maka apabila telah tiba ajal (waktu yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya."
📚 Surah An-Nahl: 61
Adakah yang bisa memastikan ajal seseorang bakal tiba? Kematian seorang hamba tiada yang mampu mengetahui secara pasti.
Hikmah kematian seseorang tidak bisa diketahui, agar setiap hamba mempersiapkan diri menyambutnya.
Mempersiapkan diri dengan banyak melakukan amal saleh, istigfar dan taubat. Berupaya meninggalkan segala hal yang dilarang syariat.
Ajal seorang hamba telah ditentukan. Tiada bisa dipercepat tiada pula bisa ditunda walau sesaat.
Semoga Allah Taala memberikan husnul khatimah saat maut menjemput kita.
BERSIAP MENYAMBUT AJAL TIBA
========
Allah Subhanahu berfirman,
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Maka apabila telah tiba ajal (waktu yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya."
📚 Surah An-Nahl: 61
Adakah yang bisa memastikan ajal seseorang bakal tiba? Kematian seorang hamba tiada yang mampu mengetahui secara pasti.
Hikmah kematian seseorang tidak bisa diketahui, agar setiap hamba mempersiapkan diri menyambutnya.
Mempersiapkan diri dengan banyak melakukan amal saleh, istigfar dan taubat. Berupaya meninggalkan segala hal yang dilarang syariat.
Ajal seorang hamba telah ditentukan. Tiada bisa dipercepat tiada pula bisa ditunda walau sesaat.
Semoga Allah Taala memberikan husnul khatimah saat maut menjemput kita.
Poster addinu.id
Photo
📎 JIKA ENGKAU MENGETAHUI RAHASIA DIBALIK UMURMU
👤 Ibnul Jauzy rahimahullah berkata :
من علم أن العمد بضاعة يسيرة، يسافربها إلى البقاء الدائم في الجنة لم يضيعه
"Siapa yang mengetahui bahwa umur sekedar barang bawaan yang sebentar menuju perjalanan yang kekal di surga, tentunya ia tak kan menyia-nyiakannya"
_____
📚 Hifzhul Umur 57
👤 Ibnul Jauzy rahimahullah berkata :
من علم أن العمد بضاعة يسيرة، يسافربها إلى البقاء الدائم في الجنة لم يضيعه
"Siapa yang mengetahui bahwa umur sekedar barang bawaan yang sebentar menuju perjalanan yang kekal di surga, tentunya ia tak kan menyia-nyiakannya"
_____
📚 Hifzhul Umur 57
Poster addinu.id
Photo
📎 FAKTA DARI PARA PECINTA DUNIA
.
👤 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
.
مُحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ : هَمٌّ لَازِمٌ ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْقَضِى
.
Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal:
• Kegelisahan yang senantiasa ada..
• Keletihan yang berkesinambungan..
• dan penyesalan yang tiada pernah berhenti.
.
______
.
📚 Igatsatul Lahafan 87
.
👤 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
.
مُحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ : هَمٌّ لَازِمٌ ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْقَضِى
.
Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal:
• Kegelisahan yang senantiasa ada..
• Keletihan yang berkesinambungan..
• dan penyesalan yang tiada pernah berhenti.
.
______
.
📚 Igatsatul Lahafan 87
👍1
