3. Taman Festival Bali Indonesia
🎡. Taman hiburan ini dibangun pada tahun 1997 dan merupakan sebuah tempat yang berisi banyak wahana permainan dan kebun binatang. Namun, di tahun 1999 taman festival ini mengalami kebangkrutan yang disebabkan oleh krisis moneter dimana bangunan yang digadang sangat mewah dan megah ini tidak dapat diselesaikan karena kurangnya dana.
🎡. Masih banyak terdapat bangunan yang belum selesai dibangun dan menyisakan kerangka yang memberikan kesan horor ditambah bencana kebakaran di tahun 2012 yang menambah sensasi menyeramkan.
4. Dadipark Belgium
🎡. Dadipark dulunya merupakan daya tarik utama kota Dadizele yang indah di Belgia tapi terpaksa harus menutup pintunya pada tahun 2000. Disusul dengan insiden mengerikan di salah satu wahana air, yang mana lengan seorang anak laki-laki robek karena menaiki wahana air tersebut. Karena insiden tersebut orang-orang mulai mengeluh tentang sistem keamanannya yang mengakibatkan pengunjung taman hiburan itu perlahan-lahan berkurang.
🎡. Dadipark menjadi kosong dan sepi, lambat laun beberapa coretan grafiti mulai memenuhi tembok yang kosong ulah orang-orang yang menerobos masuk ke taman hiburan yang sudah ditutup tersebut. Dan pada tahun 2012 bangunan taman hiburan Dadipark dihancurkan tetapi tetap menyisakan elemen-elemen Wahana seperti perosotan air besar.
5. Six Flags New Orleans
🎡. Pada masanya Six Flags New Orleans merupakan taman bermain yang selalu dibanjiri banyak orang.
🎡. Namun, setelah diterjang angin topan katrina pada tahun 2005 tempat hiburan ini mengalami kebangkrutan pasalnya wahana-wahana tempat permainan ini hancur dan tidak bisa dibangun kembali pasca bencana alam tersebut.
ㅤㅤ🎙️ ⋆ Tidak terasa ternyata kita sudah sampai di akhir #𝗚𝗥𝗔𝗧𝗜𝗙𝗬 konten malam ini ya teman-teman, bagaimana nih konten hari ini? Seru bukan, ternyata taman yang kita anggap indah itu bisa se menyeramkan itu ya. Siapa nih yang berani main di taman angker di atas ini?
ㅤㅤ🎙️ ⋆ Terima kasih untuk teman-teman yang menyimak cerita nya dari awal sampai akhir yaa, semoga teman-teman suka ya dengan konten nya. Kami berdua bianca dan asa izin pamit, sampai ketemu lagi di konten menarik selanjut nya yaa! Good night & see you gayss🙌🏻
ㅤㅤ🎙️ ⋆ Terima kasih untuk teman-teman yang menyimak cerita nya dari awal sampai akhir yaa, semoga teman-teman suka ya dengan konten nya. Kami berdua bianca dan asa izin pamit, sampai ketemu lagi di konten menarik selanjut nya yaa! Good night & see you gayss🙌🏻
🎙️ ⋆ Malam 𝐃arqixoters tercinta, malming begini pergi kemana?? Bagi yang alone mari baca konten kami ajaa. Kontennya akan dibawakan oleh admin yang ganteng nih yaitu 𝗔𝗿𝘀𝗮𝗹𝗮𝗻 dan 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗦 hehe. Oke disini kita berdua akan membawakan #𝗚𝗥𝗔𝗧𝗜𝗙𝗬 yang berjudul "7 FAKTA DEEP SEA". Kira-kira bakal seram ga yaa⁉️
🎙️ ⋆ Waduh konten kali ini bikin kita penasaran aja nih, daripada berlama-lama disini, ayo saksikan konten berikut.
🎙️ ⋆ Waduh konten kali ini bikin kita penasaran aja nih, daripada berlama-lama disini, ayo saksikan konten berikut.
1. Kegelapan di twilight zone
==============★==============
Zona dengan kedalaman laut antara 200 meter sampai 1.000 meter disebut zona mesopelagik atau twilight zone. Di twilight zone, cahaya matahari redup dan tidak ada proses fotosintesis di dalamnya.
Melalui video TED, Heidi M. Sosik selaku pembicara memberikan contoh ikan lentera (Myctophidae) dan ikan bristlemouth (Cyclothone). Ukuran ikan bristlemouth kurang dari 5 sentimeter. Akan tetapi, mereka dipercaya sebagai vertebrata paling banyak di bumi dengan ratusan triliun atau bahkan kuadriliun ikan berenang di twilight zone.
==============★==============
==============★==============
Zona dengan kedalaman laut antara 200 meter sampai 1.000 meter disebut zona mesopelagik atau twilight zone. Di twilight zone, cahaya matahari redup dan tidak ada proses fotosintesis di dalamnya.
Melalui video TED, Heidi M. Sosik selaku pembicara memberikan contoh ikan lentera (Myctophidae) dan ikan bristlemouth (Cyclothone). Ukuran ikan bristlemouth kurang dari 5 sentimeter. Akan tetapi, mereka dipercaya sebagai vertebrata paling banyak di bumi dengan ratusan triliun atau bahkan kuadriliun ikan berenang di twilight zone.
==============★==============
2. Terdapat tiga zona yang tidak mendapat cahaya matahari
==============★==============
Apabila twilight zone dikenal sebagai zona dengan cahaya remang-remang, tiga zona di bawahnya bahkan tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali. Setelah mesopelagik, terdapat zona batipelagik (1.000-4.000 meter), abisopelagik (4.000-6.000 meter), dan hadopelagik yang merupakan zona paling dalam (6.000-11.000 meter).
Hewan yang hidup di zona batipelagik adalah ikan, moluska, krustasea, dan ubur-ubur. Cumi-cumi vampir (Vampyroteuthis infernalis) hidup di kedalaman ini.
Abisopelagik merupakan rumah bagi beberapa organisme saja mengingat temperaturnya yang membeku dan tekanannya yang tinggi. Contoh makhluk hidup di zona tersebut adalah spesies cumi-cumi tertentu dan gurita.Di zona yang terdalam, contoh hewan yang hidup adalah belut cusk (Ophidiidae). Hewan ini juga dapat ditemukan di zona epipelagik yang dangkal (dari permukaan laut sampai 200 meter).
==============★==============
==============★==============
Apabila twilight zone dikenal sebagai zona dengan cahaya remang-remang, tiga zona di bawahnya bahkan tidak mendapatkan cahaya matahari sama sekali. Setelah mesopelagik, terdapat zona batipelagik (1.000-4.000 meter), abisopelagik (4.000-6.000 meter), dan hadopelagik yang merupakan zona paling dalam (6.000-11.000 meter).
Hewan yang hidup di zona batipelagik adalah ikan, moluska, krustasea, dan ubur-ubur. Cumi-cumi vampir (Vampyroteuthis infernalis) hidup di kedalaman ini.
Abisopelagik merupakan rumah bagi beberapa organisme saja mengingat temperaturnya yang membeku dan tekanannya yang tinggi. Contoh makhluk hidup di zona tersebut adalah spesies cumi-cumi tertentu dan gurita.Di zona yang terdalam, contoh hewan yang hidup adalah belut cusk (Ophidiidae). Hewan ini juga dapat ditemukan di zona epipelagik yang dangkal (dari permukaan laut sampai 200 meter).
==============★==============
3. Sulit untuk dijelajahi
==============★==============
Menurut National Ocean Service, lebih dari 80% lautan kita belum dipetakan, diamati, dan dijelajahi. Peneliti lebih banyak mengandalkan teknologi seperti sonar untuk menghasilkan peta dasar laut. Sebab, penggunaan kendaraan laut seperti kendaraan bawah air otonom (AUV/Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan yang dioperasikan dari jauh (ROV/Remotely Operated Vehicle) sulit dan mahal.Selain itu, Oceana mengutip bahwa tekanan yang kuat di laut membuatnya menjadi lingkungan yang sangat sulit untuk dijelajahi. Oleh karena itu, mengirim orang ke luar angkasa lebih mudah dibandingkan mengirim orang ke dasar laut
==============★==============
==============★==============
Menurut National Ocean Service, lebih dari 80% lautan kita belum dipetakan, diamati, dan dijelajahi. Peneliti lebih banyak mengandalkan teknologi seperti sonar untuk menghasilkan peta dasar laut. Sebab, penggunaan kendaraan laut seperti kendaraan bawah air otonom (AUV/Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan yang dioperasikan dari jauh (ROV/Remotely Operated Vehicle) sulit dan mahal.Selain itu, Oceana mengutip bahwa tekanan yang kuat di laut membuatnya menjadi lingkungan yang sangat sulit untuk dijelajahi. Oleh karena itu, mengirim orang ke luar angkasa lebih mudah dibandingkan mengirim orang ke dasar laut
==============★==============
4. Deep Sea Gigantism, ketika ukuran makhluk hidup laut dalam menjadi sangat besar
==============★==============
Fenomena tersebut punya nama 'Deep sea gigantism', yakni kecenderungan invertebrata, vertebrata, dan makhluk laut lainnya yang memiliki ukuran lebih besar di laut dalam dibandingkan makhluk lainnya di laut dangkal.Hal ini dapat dijelaskan dengan Kaidah Bergmann dan Peraturan Kleiber. Melansir World Atlas, Peraturan Kleiber menyatakan bahwa hewan yang berukuran besar lebih efisien dibandingkan hewan kecil. Laut dalam memang tidak memiliki banyak makanan, sehingga organisme yang hidup di level itu menjadi lebih besar dan efisien.
Selanjutnya, Kaidah Bergmann yang menyatakan bahwa ukuran tubuh hewan laut cenderung meningkat mengikuti penurunan suhu. Kebanyakan hewan laut besar memang ditemukan di daerah yang lebih dingin.
==============★==============
==============★==============
Fenomena tersebut punya nama 'Deep sea gigantism', yakni kecenderungan invertebrata, vertebrata, dan makhluk laut lainnya yang memiliki ukuran lebih besar di laut dalam dibandingkan makhluk lainnya di laut dangkal.Hal ini dapat dijelaskan dengan Kaidah Bergmann dan Peraturan Kleiber. Melansir World Atlas, Peraturan Kleiber menyatakan bahwa hewan yang berukuran besar lebih efisien dibandingkan hewan kecil. Laut dalam memang tidak memiliki banyak makanan, sehingga organisme yang hidup di level itu menjadi lebih besar dan efisien.
Selanjutnya, Kaidah Bergmann yang menyatakan bahwa ukuran tubuh hewan laut cenderung meningkat mengikuti penurunan suhu. Kebanyakan hewan laut besar memang ditemukan di daerah yang lebih dingin.
==============★==============
5. Cara makhluk hidup laut dalam mencari makan
==============★==============
Dilansir MarineBio, makhluk hidup laut dalam akan memakan bangkai, misalnya sisa-sisa mikroba, alga, tumbuhan, dan hewan yang membusuk dari zona atas laut. Salah satu contoh bangkai hewan yang dimaksud adalah paus.Beberapa spesies di zona mesopelagik beradaptasi dengan perilaku yang disebut migrasi vertikal. Saat senja, jutaan ikan lentera, udang, ubur-ubur, dan hewan lainnya bermigrasi ke permukaan air yang kaya akan makanan untuk mencari makan di kegelapan malam.
Mereka pun kembali ke kedalaman saat fajar tiba, tujuannya untuk mencerna makanan. Aksi 'pulang' ke laut dalam ini juga mungkin terjadi karena jutaan hewan tersebut menghindari predator. Cara mencari makan yang ketiga adalah dengan menyaring. Contohnya, Megalodicopia hians yang memiliki pipa besar dengan bentuk mirip rahang yang dapat dengan cepat menelan hewan yang berenang.
==============★==============
==============★==============
Dilansir MarineBio, makhluk hidup laut dalam akan memakan bangkai, misalnya sisa-sisa mikroba, alga, tumbuhan, dan hewan yang membusuk dari zona atas laut. Salah satu contoh bangkai hewan yang dimaksud adalah paus.Beberapa spesies di zona mesopelagik beradaptasi dengan perilaku yang disebut migrasi vertikal. Saat senja, jutaan ikan lentera, udang, ubur-ubur, dan hewan lainnya bermigrasi ke permukaan air yang kaya akan makanan untuk mencari makan di kegelapan malam.
Mereka pun kembali ke kedalaman saat fajar tiba, tujuannya untuk mencerna makanan. Aksi 'pulang' ke laut dalam ini juga mungkin terjadi karena jutaan hewan tersebut menghindari predator. Cara mencari makan yang ketiga adalah dengan menyaring. Contohnya, Megalodicopia hians yang memiliki pipa besar dengan bentuk mirip rahang yang dapat dengan cepat menelan hewan yang berenang.
==============★==============