𝐔𝐍𝐄𝐒𝐀 π”π§πŸπ’π₯𝐭𝐞𝐫𝐞𝐝
166 subscribers
29 photos
46 videos
56 links
CH RANDOM UNESA
BERISI POST , YEARBOOK, COLLAB, DLL
Download Telegram
OSPEK: SATYA DHARMA

Chapter 1 β€” Day 1: Misi Pertama


Peluit panjang terdengar dari tengah lapangan.

β€œSEMUA KELOMPOK, PERHATIKAN!”

Suasana yang sebelumnya ramai perlahan menjadi lebih tenang. Para mahasiswa baru kembali mengambil posisi masing-masing, sementara panitia berdiri di depan barisan.

Farez menghela napas panjang.

β€œBaru mulai udah pakai peluit.”

Adam meliriknya.

β€œHm namanya juga mengatur mahasiswa baru.”

β€œKan bisa pakai suara biasa.”

β€œKalau suara biasa, kamu dengar?”

Farez berpikir sebentar.

β€œLah iya, belum tentu juga.”

β€œNah.”

Gemilau yang berdiri di sebelah mereka terkekeh.

Panitia kemudian membagikan sebuah lembar tugas kepada setiap kelompok.

β€œUntuk kegiatan pertama, kalian akan menjalankan beberapa misi di area kampus. Semua anggota kelompok wajib ikut. Waktu kalian satu jam.”

Sheina langsung membaca lembar tersebut.

β€œLima misi.”

Rosellina ikut melihat.

β€œAda yang harus mencari lokasi, ada yang harus mencari informasi, sama ada tugas kelompok.”

Farez mengintip dari belakang.

β€œYang paling gampang mana?”

β€œSemua ada waktunya,” jawab Sheina.

β€œBerarti yang gampang dulu.”

Adam mengangguk.

β€œKita mulai dari yang pertama.”

Misi pertama meminta mereka menemukan salah satu fasilitas kampus berdasarkan petunjuk yang diberikan.

Mereka mulai berjalan meninggalkan lapangan.

Farez berjalan paling belakang sambil membaca petunjuk.

β€œKatanya dekat gedung utama.”

β€œBerarti ke sana,” ujar Rosellina.

Mereka berbelok menuju sisi gedung.

Beberapa mahasiswa baru dari kelompok lain terlihat berlarian ke arah yang berbeda.

β€œKenapa semuanya lari?” tanya Gemilau.

β€œMungkin panik,” jawab Adam.

Farez mengangguk serius.

β€œAtau mereka tahu sesuatu yang kita gak tau.”

Sheina menatapnya.

β€œRez, jangan bikin kami ikut panik gitu dong.”

β€œLoh, aku cuma sampaikan kemungkinan yang terjadi.”

β€œGak perlu.”

Mereka terus berjalan sampai menemukan tempat yang dimaksud.

Sheina mencocokkan petunjuk dengan keadaan sekitar.

β€œCoba ini.”

Adam ikut melihatnya.

β€œBenar.”

Rosellina langsung mencatat.

β€œMisi pertama completed.”

Farez mengangkat tangan.

β€œSatu!”

Gemilau tertawa.

β€œKenapa kamu seperti sedang menghitung skor?”

β€œBiar terasa seperti permainan.”

β€œPadahal ini tugas.”

β€œLebih seru kalau dianggap permainan.”

Mereka lanjut ke misi kedua.

Kali ini mereka harus mendapatkan jawaban dari salah satu panitia.

Petunjuknya hanya menyebut ciri-ciri sederhana.

β€œPanitia yang membawa map hitam,” baca Sheina.

Farez langsung melihat ke sekitar.

β€œGampang.”

β€œYakin?” tanya Adam.

β€œLihat aja.”

Mereka menemukan beberapa panitia dengan map yang hampir sama.

Farez menunjuk salah satunya.

β€œYang itu.”

β€œMap-nya biru,” kata Rosellina.

β€œDari jauh kelihatan hitam.”

β€œJauh dari mana?”

Farez diam.

Akhirnya Adam menemukan panitia yang sesuai.

Mereka segera menghampirinya dan menyelesaikan misi kedua.

Dua misi selesai.

Empat puluh menit tersisa.

β€œLumayan,” kata Gemilau.

Farez mengangguk.

β€œKita bisa selesai lebih cepat.”

Adam menatapnya curiga.

β€œJangan terlalu percaya diri.”

β€œKenapa?”

β€œBiasanya setelah kamu bilang begitu, ada sesuatu.”

Farez tertawa.

β€œBerarti kamu sudah hafal aku.”

β€œSayangnya.”

Mereka melanjutkan perjalanan sambil sesekali berdiskusi tentang tugas berikutnya.

Tanpa terasa, suasana di antara mereka mulai lebih santai dibandingkan pagi tadi.

Mereka sudah mulai saling bercanda.

Bahkan Sheina yang awalnya lebih pendiam beberapa kali ikut menanggapi kelakuan Farez.

Sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah papan pengumuman.

β€œIni yang dimaksud?” tanya Rosellina.

Sheina melihat petunjuk.

β€œIya. Misi ketiga.”

Farez berdiri di samping papan.

β€œFoto?”

β€œFoto,” jawab Sheina.

β€œBerarti gampang.”

Mereka berdiri bersama.

Gemilau memegang ponsel.

β€œSemua lihat kamera.”

Farez mengangkat dua jari.

β€œJangan peace.”

β€œKenapa?” tanya Gemilau.

β€œBiar beda.”

β€œTerus pose apa?”

Farez berpikir.

β€œSerius.”

Adam langsung tertawa.

β€œKamu kalau serius malah kelihatan aneh.”

β€œFitnah.”

Foto pertama gagal karena Rosellina belum siap.

Foto kedua gagal karena Farez bergerak.

Foto ketigaβ€”

β€œSudah.”

Gemilau memperlihatkan hasilnya.

Semua melihat layar.

Hening.

Sheina tersenyum kecil.

β€œLumayan.”

Farez mengangguk puas.

β€œBagus.”

Adam menunjuk layar.

β€œKamu matanya merem.”

Farez langsung melihat lagi.

β€œOh.”

Gemilau tertawa.

β€œUlang?”

β€œTidak usah.”

β€œKenapa?”

β€œAnggap saja itu konsep.”

Mereka akhirnya memilih foto kedua yang paling layak.

Dari kejauhan, suara panitia kembali terdengar.

β€œWAKTU TERSISA DUA PULUH MENIT!”

Sheina langsung melihat lembar tugas.

β€œMasih dua misi.”

Adam berdiri.

β€œKalau begitu jangan santai dulu.”

Farez ikut bangkit.

β€œSiap.”

Mereka kembali berjalan bersama.

Hari pertama mereka belum berjalan setengah hari, tetapi Kelompok 8 sudah mulai menemukan ritmenya sendiri.

Dan mereka belum tahu... bahwa kegiatan sederhana hari itu perlahan akan membawa mereka semakin jauh ke dalam cerita Universitas Satyadharma.

Untuk sekarang, mereka hanya perlu menyelesaikan dua misi terakhir.

Tanpa masalah.

Tanpa terlambat.

Dan tentunyaβ€”


tanpa Farez membuat kekacauan.

Yang terakhir mungkin paling sulit.
❀2
sabar ya yang belum ada namanya, nanti bertambah seiring berjalannya cerita