OSPEK: SATYA DHARMA
Chapter 1 β Day 1: Misi Pertama
Peluit panjang terdengar dari tengah lapangan.
βSEMUA KELOMPOK, PERHATIKAN!β
Suasana yang sebelumnya ramai perlahan menjadi lebih tenang. Para mahasiswa baru kembali mengambil posisi masing-masing, sementara panitia berdiri di depan barisan.
Farez menghela napas panjang.
βBaru mulai udah pakai peluit.β
Adam meliriknya.
βHm namanya juga mengatur mahasiswa baru.β
βKan bisa pakai suara biasa.β
βKalau suara biasa, kamu dengar?β
Farez berpikir sebentar.
βLah iya, belum tentu juga.β
βNah.β
Gemilau yang berdiri di sebelah mereka terkekeh.
Panitia kemudian membagikan sebuah lembar tugas kepada setiap kelompok.
βUntuk kegiatan pertama, kalian akan menjalankan beberapa misi di area kampus. Semua anggota kelompok wajib ikut. Waktu kalian satu jam.β
Sheina langsung membaca lembar tersebut.
βLima misi.β
Rosellina ikut melihat.
βAda yang harus mencari lokasi, ada yang harus mencari informasi, sama ada tugas kelompok.β
Farez mengintip dari belakang.
βYang paling gampang mana?β
βSemua ada waktunya,β jawab Sheina.
βBerarti yang gampang dulu.β
Adam mengangguk.
βKita mulai dari yang pertama.β
Misi pertama meminta mereka menemukan salah satu fasilitas kampus berdasarkan petunjuk yang diberikan.
Mereka mulai berjalan meninggalkan lapangan.
Farez berjalan paling belakang sambil membaca petunjuk.
βKatanya dekat gedung utama.β
βBerarti ke sana,β ujar Rosellina.
Mereka berbelok menuju sisi gedung.
Beberapa mahasiswa baru dari kelompok lain terlihat berlarian ke arah yang berbeda.
βKenapa semuanya lari?β tanya Gemilau.
βMungkin panik,β jawab Adam.
Farez mengangguk serius.
βAtau mereka tahu sesuatu yang kita gak tau.β
Sheina menatapnya.
βRez, jangan bikin kami ikut panik gitu dong.β
βLoh, aku cuma sampaikan kemungkinan yang terjadi.β
βGak perlu.β
Mereka terus berjalan sampai menemukan tempat yang dimaksud.
Sheina mencocokkan petunjuk dengan keadaan sekitar.
βCoba ini.β
Adam ikut melihatnya.
βBenar.β
Rosellina langsung mencatat.
βMisi pertama completed.β
Farez mengangkat tangan.
βSatu!β
Gemilau tertawa.
βKenapa kamu seperti sedang menghitung skor?β
βBiar terasa seperti permainan.β
βPadahal ini tugas.β
βLebih seru kalau dianggap permainan.β
Mereka lanjut ke misi kedua.
Kali ini mereka harus mendapatkan jawaban dari salah satu panitia.
Petunjuknya hanya menyebut ciri-ciri sederhana.
βPanitia yang membawa map hitam,β baca Sheina.
Farez langsung melihat ke sekitar.
βGampang.β
βYakin?β tanya Adam.
βLihat aja.β
Mereka menemukan beberapa panitia dengan map yang hampir sama.
Farez menunjuk salah satunya.
βYang itu.β
βMap-nya biru,β kata Rosellina.
βDari jauh kelihatan hitam.β
βJauh dari mana?β
Farez diam.
Akhirnya Adam menemukan panitia yang sesuai.
Mereka segera menghampirinya dan menyelesaikan misi kedua.
Dua misi selesai.
Empat puluh menit tersisa.
βLumayan,β kata Gemilau.
Farez mengangguk.
βKita bisa selesai lebih cepat.β
Adam menatapnya curiga.
βJangan terlalu percaya diri.β
βKenapa?β
βBiasanya setelah kamu bilang begitu, ada sesuatu.β
Farez tertawa.
βBerarti kamu sudah hafal aku.β
βSayangnya.β
Mereka melanjutkan perjalanan sambil sesekali berdiskusi tentang tugas berikutnya.
Tanpa terasa, suasana di antara mereka mulai lebih santai dibandingkan pagi tadi.
Mereka sudah mulai saling bercanda.
Bahkan Sheina yang awalnya lebih pendiam beberapa kali ikut menanggapi kelakuan Farez.
Sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah papan pengumuman.
βIni yang dimaksud?β tanya Rosellina.
Sheina melihat petunjuk.
βIya. Misi ketiga.β
Farez berdiri di samping papan.
βFoto?β
βFoto,β jawab Sheina.
βBerarti gampang.β
Mereka berdiri bersama.
Gemilau memegang ponsel.
βSemua lihat kamera.β
Farez mengangkat dua jari.
βJangan peace.β
βKenapa?β tanya Gemilau.
βBiar beda.β
βTerus pose apa?β
Farez berpikir.
βSerius.β
Adam langsung tertawa.
βKamu kalau serius malah kelihatan aneh.β
βFitnah.β
Foto pertama gagal karena Rosellina belum siap.
Foto kedua gagal karena Farez bergerak.
Foto ketigaβ
βSudah.β
Gemilau memperlihatkan hasilnya.
Semua melihat layar.
Hening.
Sheina tersenyum kecil.
βLumayan.β
Farez mengangguk puas.
βBagus.β
Adam menunjuk layar.
βKamu matanya merem.β
Farez langsung melihat lagi.
βOh.β
Gemilau tertawa.
βUlang?β
βTidak usah.β
βKenapa?β
βAnggap saja itu konsep.β
Mereka akhirnya memilih foto kedua yang paling layak.
Dari kejauhan, suara panitia kembali terdengar.
βWAKTU TERSISA DUA PULUH MENIT!β
Sheina langsung melihat lembar tugas.
βMasih dua misi.β
Adam berdiri.
βKalau begitu jangan santai dulu.β
Farez ikut bangkit.
βSiap.β
Mereka kembali berjalan bersama.
Hari pertama mereka belum berjalan setengah hari, tetapi Kelompok 8 sudah mulai menemukan ritmenya sendiri.
Dan mereka belum tahu... bahwa kegiatan sederhana hari itu perlahan akan membawa mereka semakin jauh ke dalam cerita Universitas Satyadharma.
Untuk sekarang, mereka hanya perlu menyelesaikan dua misi terakhir.
Tanpa masalah.
Tanpa terlambat.
Dan tentunyaβ
tanpa Farez membuat kekacauan.
Yang terakhir mungkin paling sulit.
Chapter 1 β Day 1: Misi Pertama
Peluit panjang terdengar dari tengah lapangan.
βSEMUA KELOMPOK, PERHATIKAN!β
Suasana yang sebelumnya ramai perlahan menjadi lebih tenang. Para mahasiswa baru kembali mengambil posisi masing-masing, sementara panitia berdiri di depan barisan.
Farez menghela napas panjang.
βBaru mulai udah pakai peluit.β
Adam meliriknya.
βHm namanya juga mengatur mahasiswa baru.β
βKan bisa pakai suara biasa.β
βKalau suara biasa, kamu dengar?β
Farez berpikir sebentar.
βLah iya, belum tentu juga.β
βNah.β
Gemilau yang berdiri di sebelah mereka terkekeh.
Panitia kemudian membagikan sebuah lembar tugas kepada setiap kelompok.
βUntuk kegiatan pertama, kalian akan menjalankan beberapa misi di area kampus. Semua anggota kelompok wajib ikut. Waktu kalian satu jam.β
Sheina langsung membaca lembar tersebut.
βLima misi.β
Rosellina ikut melihat.
βAda yang harus mencari lokasi, ada yang harus mencari informasi, sama ada tugas kelompok.β
Farez mengintip dari belakang.
βYang paling gampang mana?β
βSemua ada waktunya,β jawab Sheina.
βBerarti yang gampang dulu.β
Adam mengangguk.
βKita mulai dari yang pertama.β
Misi pertama meminta mereka menemukan salah satu fasilitas kampus berdasarkan petunjuk yang diberikan.
Mereka mulai berjalan meninggalkan lapangan.
Farez berjalan paling belakang sambil membaca petunjuk.
βKatanya dekat gedung utama.β
βBerarti ke sana,β ujar Rosellina.
Mereka berbelok menuju sisi gedung.
Beberapa mahasiswa baru dari kelompok lain terlihat berlarian ke arah yang berbeda.
βKenapa semuanya lari?β tanya Gemilau.
βMungkin panik,β jawab Adam.
Farez mengangguk serius.
βAtau mereka tahu sesuatu yang kita gak tau.β
Sheina menatapnya.
βRez, jangan bikin kami ikut panik gitu dong.β
βLoh, aku cuma sampaikan kemungkinan yang terjadi.β
βGak perlu.β
Mereka terus berjalan sampai menemukan tempat yang dimaksud.
Sheina mencocokkan petunjuk dengan keadaan sekitar.
βCoba ini.β
Adam ikut melihatnya.
βBenar.β
Rosellina langsung mencatat.
βMisi pertama completed.β
Farez mengangkat tangan.
βSatu!β
Gemilau tertawa.
βKenapa kamu seperti sedang menghitung skor?β
βBiar terasa seperti permainan.β
βPadahal ini tugas.β
βLebih seru kalau dianggap permainan.β
Mereka lanjut ke misi kedua.
Kali ini mereka harus mendapatkan jawaban dari salah satu panitia.
Petunjuknya hanya menyebut ciri-ciri sederhana.
βPanitia yang membawa map hitam,β baca Sheina.
Farez langsung melihat ke sekitar.
βGampang.β
βYakin?β tanya Adam.
βLihat aja.β
Mereka menemukan beberapa panitia dengan map yang hampir sama.
Farez menunjuk salah satunya.
βYang itu.β
βMap-nya biru,β kata Rosellina.
βDari jauh kelihatan hitam.β
βJauh dari mana?β
Farez diam.
Akhirnya Adam menemukan panitia yang sesuai.
Mereka segera menghampirinya dan menyelesaikan misi kedua.
Dua misi selesai.
Empat puluh menit tersisa.
βLumayan,β kata Gemilau.
Farez mengangguk.
βKita bisa selesai lebih cepat.β
Adam menatapnya curiga.
βJangan terlalu percaya diri.β
βKenapa?β
βBiasanya setelah kamu bilang begitu, ada sesuatu.β
Farez tertawa.
βBerarti kamu sudah hafal aku.β
βSayangnya.β
Mereka melanjutkan perjalanan sambil sesekali berdiskusi tentang tugas berikutnya.
Tanpa terasa, suasana di antara mereka mulai lebih santai dibandingkan pagi tadi.
Mereka sudah mulai saling bercanda.
Bahkan Sheina yang awalnya lebih pendiam beberapa kali ikut menanggapi kelakuan Farez.
Sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah papan pengumuman.
βIni yang dimaksud?β tanya Rosellina.
Sheina melihat petunjuk.
βIya. Misi ketiga.β
Farez berdiri di samping papan.
βFoto?β
βFoto,β jawab Sheina.
βBerarti gampang.β
Mereka berdiri bersama.
Gemilau memegang ponsel.
βSemua lihat kamera.β
Farez mengangkat dua jari.
βJangan peace.β
βKenapa?β tanya Gemilau.
βBiar beda.β
βTerus pose apa?β
Farez berpikir.
βSerius.β
Adam langsung tertawa.
βKamu kalau serius malah kelihatan aneh.β
βFitnah.β
Foto pertama gagal karena Rosellina belum siap.
Foto kedua gagal karena Farez bergerak.
Foto ketigaβ
βSudah.β
Gemilau memperlihatkan hasilnya.
Semua melihat layar.
Hening.
Sheina tersenyum kecil.
βLumayan.β
Farez mengangguk puas.
βBagus.β
Adam menunjuk layar.
βKamu matanya merem.β
Farez langsung melihat lagi.
βOh.β
Gemilau tertawa.
βUlang?β
βTidak usah.β
βKenapa?β
βAnggap saja itu konsep.β
Mereka akhirnya memilih foto kedua yang paling layak.
Dari kejauhan, suara panitia kembali terdengar.
βWAKTU TERSISA DUA PULUH MENIT!β
Sheina langsung melihat lembar tugas.
βMasih dua misi.β
Adam berdiri.
βKalau begitu jangan santai dulu.β
Farez ikut bangkit.
βSiap.β
Mereka kembali berjalan bersama.
Hari pertama mereka belum berjalan setengah hari, tetapi Kelompok 8 sudah mulai menemukan ritmenya sendiri.
Dan mereka belum tahu... bahwa kegiatan sederhana hari itu perlahan akan membawa mereka semakin jauh ke dalam cerita Universitas Satyadharma.
Untuk sekarang, mereka hanya perlu menyelesaikan dua misi terakhir.
Tanpa masalah.
Tanpa terlambat.
Dan tentunyaβ
tanpa Farez membuat kekacauan.
Yang terakhir mungkin paling sulit.
β€2
sabar ya yang belum ada namanya, nanti bertambah seiring berjalannya cerita
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πππππ ππ§ππ’π₯πππ«ππ
lusi, arum, eldul
sebenarnya masih banyak lagi
jujur jadi arum ngadepin 2 toddler tu berad
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
mamaπ₯Ί
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM