This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
semangat buat selasanya ya gais
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Merry Christmas, i miss you
Alex Crichton
[] jangan lupa makan nasi bukan harapan
admin buatkan cerita ya, menemani kekosongan kalian
OSPEK: SATYADHARMA
Prolog β Hari Pertama
Hari pertama menjadi mahasiswa baru Universitas Satyadharma seharusnya menjadi hari yang menyenangkan.
Setidaknya begitu yang tertulis di poster OSPEK.
βSELAMAT DATANG, GENERASI BARU SATYADHARMA!β
Bagi sebagian mahasiswa, kalimat itu terdengar membanggakan.
Bagi Farez, kalimat itu terdengar seperti ancaman.
βDam.β
βApa?β
βMenurut kamu, aku masih bisa pulang gak?β
Adam menoleh dari ujung kepala sampai kaki.
βKamu baru lima belas menit di kampus.β
βMakanya.. Aku masih punya kesempatan.β
Adam menghela napas.
βKamu pakai topi apa itu?β
Farez menyentuh benda di kepalanya.
βTopi.β
βItu panci.β
βTopi.β
βItu jelas panci.β
Dari sebelah mereka, Gemilau ikut melihat dan berceletuk.
βKalau nanti disuruh masak, Rez, kamu tinggal bilang siap.β
Farez mengangguk mantap.
βAku memang sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.β
βTermasuk dipanggil panitia?β
βGak.β
Belum sempat Adam menjawab, suara dari pengeras suara terdengar memenuhi halaman kampus.
Farez langsung berdiri.
βNah. Ini waktunya.β
βWaktunya apa?β
βMenentukan nasib.β
Mereka bertiga berjalan mencari nomor kelompok masing-masing.
Masalahnya, bukannya langsung menemukan kelompok sendiri, Farez justru berhenti di depan sebuah barisan.
βIni kelompok kita.β
Adam melihat papan di depan barisan.
βIni kelompok sembilan.β
βTerus?β
βKelompok kita delapan.β
Farez terdiam.
βOh.β
Gemilau menahan tawa.
βKamu yakin tadi baca angkanya?β
βYakin.β
βTerus?β
βAngkanya yang salah.β
ββ¦β
Setelah beberapa menit berputar-putar, akhirnya mereka menemukan barisan yang benar.
KELOMPOK 8.
Di sana sudah ada Rosellina dan Sheina yang sejak tadi menunggu.
βKalian dari tadi ke mana?β tanya Rosellina.
βEksplorasi kampus,β jawab Farez santai.
βKalian nyasar?β
βBahasanya jangan begitu.β
Sheina melihat name tag Farez.
βFar, name tag kamu kebalik.β
Farez melihatnya sebentar.
βIni bukan kebalik.β
βTerus?β
βIni namanya desain.β
Adam langsung menutup wajah.
Panitia yang berdiri di depan mereka akhirnya memperhatikan.
βKamu yang paling semangat?β
Farez menunjuk dirinya sendiri.
βLoh, Saya?β
βYa iya.β
βBisa jadi.β
βKalau begitu, berdiri paling depan.β
Senyum Farez perlahan menghilang.
βBisa gak saya tarik kembali jawaban tadi, Kak?β
βGak bisa.β
Hari pertama OSPEK resmi dimulai.
Dan dalam waktu kurang dari satu jam, Kelompok 8 sudah hampir kehilangan kesabaran.
Mereka diberi tugas membuat yel-yel, mencari beberapa benda di sekitar kampus, menjawab pertanyaan tentang Universitas Satyadharma, sampai berlari ke gedung fakultas hanya untuk mengambil sebuah kertas yang ternyata ada di tangan panitia.
βIni OSPEK atau perlombaan cari harta karun?β keluh Rosellina.
βDua-duanya,β jawab Sheina.
Farez yang sedang membaca lembar tugas tiba-tiba berhenti.
βEh.β
βApa?β tanya Adam.
βAda tugas terakhir.β
Gemilau mendekat.
βApa?β
Farez membaca tulisan di kertas.
Mereka semua terdiam.
Adam mengernyit.
βBerarti cari sesuatu yang gak ada di buku?β
βBisa cari di internet,β kata Rosellina.
Sheina menggeleng.
βKayaknya gak sesederhana itu deh.β
βKenapa?β
Sheina menunjuk ke arah gedung perpustakaan.
βKalau mereka mau kita cari di internet, gak mungkin tugasnya dibuat seperti teka-teki.β
Farez mengikuti arah pandang Sheina.
βPerpustakaan?β
βPerpustakaan.β
βSerius?β
βSerius.β
Farez menghela napas.
βBaiklah. Demi kelulusan OSPEK.β
Mereka akhirnya masuk ke perpustakaan.
Setelah mencari hampir dua puluh menit, mereka menemukan sebuah lorong kecil di bagian belakang.
Di ujung lorong terdapat sebuah pintu tua.
Tulisan di atasnya sederhana.
ARSIP KEGIATAN MAHASISWA.
Adam menatap pintu itu.
βIni masih dipakai?β
βEntahlah,β jawab Sheina.
Farez memegang gagang pintu.
βKalau ada hantu, aku pulang.β
βBuka aja,β kata Gemilau.
Pintu itu terbuka dengan suara berderit.
Di dalamnya terdapat beberapa rak penuh dokumen dan album lama.
Rosellina mengambil satu album.
βIni Gen 1..β
Farez membuka halaman pertama.
ARSIP KEGIATAN MAHASISWA GEN 1 β 2025.
Mereka mulai melihat-lihat.
Sampai akhirnya sebuah foto menarik perhatian Sheina.
OSPEK GENERASI 1 β UNIVERSITAS SATYADHARMA, 2025.
Foto itu memperlihatkan sekelompok mahasiswa baru berdiri di depan gedung utama.
Farez menunjuk salah satu orang di dalam foto.
βEh, Bentar.β
βApa?β tanya Adam.
βYang itu.β
βKenapa?β
βEntahlah.β
Farez memperhatikan wajah orang tersebut lebih lama.
βKayaknya aku pernah lihat.β
Adam tertawa kecil.
βBaru juga masuk kampus.β
βMakanya aneh.β
Sheina mengambil album itu.
Di antara halaman foto tersebut, terdapat tulisan tangan menggunakan tinta hitam.
βJangan biarkan mereka mengulanginya.β
Senyum Farez langsung hilang.
βIni bercanda, kan?β
Tak ada yang menjawab.
Tiba-tibaβ
KLIK.
Pintu ruangan terbuka.
Seorang panitia berdiri di sana.
Mereka semua langsung menoleh.
βKalian ngapain di sini?β
Adam segera berdiri.
βKami cuma ngerjain tugas, Kak.β
Panitia itu berjalan mendekat dan mengambil album dari tangan Sheina.
βSiapa yang menyuruh kalian buka arsip ini?β
βTidak ada, Kak. Kami cumaββ
βCari tugas kalian di tempat lain.β
Nada suaranya berbeda.
Tidak seperti panitia yang sejak pagi sibuk meneriaki mahasiswa baru.
Lebih serius.
Lebih tegas.
Sebelum pergi, panitia itu berhenti sejenak.
βKarena beberapa hal di kampus iniβ¦β
Ia menatap mereka satu per satu.
ββ¦lebih baik tetap jadi masa lalu.β
Pintu kembali tertutup.
Hening.
βBarusan serem gak sih?β bisik Gemilau.
βSerem,β jawab Rosellina.
Farez mengangguk.
βSerem banget.β
Mereka akhirnya meninggalkan ruangan.
Namun ketika berjalan keluar, Sheina melihat sesuatu terjatuh di lantai.
Sebuah foto kecil.
Ia mengambilnya.
Foto itu tampak lebih tua dari yang lain.
Tidak ada keterangan di bagian depan.
Sheina membaliknya.
Tulisan tangan hitam memenuhi bagian belakang.
CLASS 404
Kelompok 8
Lima nama.
Satu orang tidak seharusnya kembali.
Sheina terdiam.
βGuysβ¦β
Keempatnya menoleh.
βAda apa?β
Sheina tidak langsung menjawab.
Ia hanya menunjukkan foto itu.
Dan untuk pertama kalinya sejak pagi, tidak ada satu pun dari mereka yang bercanda.
Karena mereka semua sadar akan satu hal...
Mereka berlima baru saja menjadi bagian dari sesuatu yang seharusnya sudah selesai.
Prolog β Hari Pertama
Hari pertama menjadi mahasiswa baru Universitas Satyadharma seharusnya menjadi hari yang menyenangkan.
Setidaknya begitu yang tertulis di poster OSPEK.
βSELAMAT DATANG, GENERASI BARU SATYADHARMA!β
Bagi sebagian mahasiswa, kalimat itu terdengar membanggakan.
Bagi Farez, kalimat itu terdengar seperti ancaman.
βDam.β
βApa?β
βMenurut kamu, aku masih bisa pulang gak?β
Adam menoleh dari ujung kepala sampai kaki.
βKamu baru lima belas menit di kampus.β
βMakanya.. Aku masih punya kesempatan.β
Adam menghela napas.
βKamu pakai topi apa itu?β
Farez menyentuh benda di kepalanya.
βTopi.β
βItu panci.β
βTopi.β
βItu jelas panci.β
Dari sebelah mereka, Gemilau ikut melihat dan berceletuk.
βKalau nanti disuruh masak, Rez, kamu tinggal bilang siap.β
Farez mengangguk mantap.
βAku memang sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.β
βTermasuk dipanggil panitia?β
βGak.β
Belum sempat Adam menjawab, suara dari pengeras suara terdengar memenuhi halaman kampus.
βSeluruh mahasiswa baru, harap segera berkumpul sesuai kelompok yang telah ditentukan.β
Farez langsung berdiri.
βNah. Ini waktunya.β
βWaktunya apa?β
βMenentukan nasib.β
Mereka bertiga berjalan mencari nomor kelompok masing-masing.
Masalahnya, bukannya langsung menemukan kelompok sendiri, Farez justru berhenti di depan sebuah barisan.
βIni kelompok kita.β
Adam melihat papan di depan barisan.
βIni kelompok sembilan.β
βTerus?β
βKelompok kita delapan.β
Farez terdiam.
βOh.β
Gemilau menahan tawa.
βKamu yakin tadi baca angkanya?β
βYakin.β
βTerus?β
βAngkanya yang salah.β
ββ¦β
Setelah beberapa menit berputar-putar, akhirnya mereka menemukan barisan yang benar.
KELOMPOK 8.
Di sana sudah ada Rosellina dan Sheina yang sejak tadi menunggu.
βKalian dari tadi ke mana?β tanya Rosellina.
βEksplorasi kampus,β jawab Farez santai.
βKalian nyasar?β
βBahasanya jangan begitu.β
Sheina melihat name tag Farez.
βFar, name tag kamu kebalik.β
Farez melihatnya sebentar.
βIni bukan kebalik.β
βTerus?β
βIni namanya desain.β
Adam langsung menutup wajah.
Panitia yang berdiri di depan mereka akhirnya memperhatikan.
βKamu yang paling semangat?β
Farez menunjuk dirinya sendiri.
βLoh, Saya?β
βYa iya.β
βBisa jadi.β
βKalau begitu, berdiri paling depan.β
Senyum Farez perlahan menghilang.
βBisa gak saya tarik kembali jawaban tadi, Kak?β
βGak bisa.β
Hari pertama OSPEK resmi dimulai.
Dan dalam waktu kurang dari satu jam, Kelompok 8 sudah hampir kehilangan kesabaran.
Mereka diberi tugas membuat yel-yel, mencari beberapa benda di sekitar kampus, menjawab pertanyaan tentang Universitas Satyadharma, sampai berlari ke gedung fakultas hanya untuk mengambil sebuah kertas yang ternyata ada di tangan panitia.
βIni OSPEK atau perlombaan cari harta karun?β keluh Rosellina.
βDua-duanya,β jawab Sheina.
Farez yang sedang membaca lembar tugas tiba-tiba berhenti.
βEh.β
βApa?β tanya Adam.
βAda tugas terakhir.β
Gemilau mendekat.
βApa?β
Farez membaca tulisan di kertas.
βTemukan satu fakta tentang Universitas Satyadharma yang tidak tercantum dalam buku panduan mahasiswa.β
Mereka semua terdiam.
Adam mengernyit.
βBerarti cari sesuatu yang gak ada di buku?β
βBisa cari di internet,β kata Rosellina.
Sheina menggeleng.
βKayaknya gak sesederhana itu deh.β
βKenapa?β
Sheina menunjuk ke arah gedung perpustakaan.
βKalau mereka mau kita cari di internet, gak mungkin tugasnya dibuat seperti teka-teki.β
Farez mengikuti arah pandang Sheina.
βPerpustakaan?β
βPerpustakaan.β
βSerius?β
βSerius.β
Farez menghela napas.
βBaiklah. Demi kelulusan OSPEK.β
Mereka akhirnya masuk ke perpustakaan.
Setelah mencari hampir dua puluh menit, mereka menemukan sebuah lorong kecil di bagian belakang.
Di ujung lorong terdapat sebuah pintu tua.
Tulisan di atasnya sederhana.
ARSIP KEGIATAN MAHASISWA.
Adam menatap pintu itu.
βIni masih dipakai?β
βEntahlah,β jawab Sheina.
Farez memegang gagang pintu.
βKalau ada hantu, aku pulang.β
βBuka aja,β kata Gemilau.
Pintu itu terbuka dengan suara berderit.
Di dalamnya terdapat beberapa rak penuh dokumen dan album lama.
Rosellina mengambil satu album.
βIni Gen 1..β
Farez membuka halaman pertama.
ARSIP KEGIATAN MAHASISWA GEN 1 β 2025.
Mereka mulai melihat-lihat.
Sampai akhirnya sebuah foto menarik perhatian Sheina.
OSPEK GENERASI 1 β UNIVERSITAS SATYADHARMA, 2025.
Foto itu memperlihatkan sekelompok mahasiswa baru berdiri di depan gedung utama.
Farez menunjuk salah satu orang di dalam foto.
βEh, Bentar.β
βApa?β tanya Adam.
βYang itu.β
βKenapa?β
βEntahlah.β
Farez memperhatikan wajah orang tersebut lebih lama.
βKayaknya aku pernah lihat.β
Adam tertawa kecil.
βBaru juga masuk kampus.β
βMakanya aneh.β
Sheina mengambil album itu.
Di antara halaman foto tersebut, terdapat tulisan tangan menggunakan tinta hitam.
βJangan biarkan mereka mengulanginya.β
Senyum Farez langsung hilang.
βIni bercanda, kan?β
Tak ada yang menjawab.
Tiba-tibaβ
KLIK.
Pintu ruangan terbuka.
Seorang panitia berdiri di sana.
Mereka semua langsung menoleh.
βKalian ngapain di sini?β
Adam segera berdiri.
βKami cuma ngerjain tugas, Kak.β
Panitia itu berjalan mendekat dan mengambil album dari tangan Sheina.
βSiapa yang menyuruh kalian buka arsip ini?β
βTidak ada, Kak. Kami cumaββ
βCari tugas kalian di tempat lain.β
Nada suaranya berbeda.
Tidak seperti panitia yang sejak pagi sibuk meneriaki mahasiswa baru.
Lebih serius.
Lebih tegas.
Sebelum pergi, panitia itu berhenti sejenak.
βKarena beberapa hal di kampus iniβ¦β
Ia menatap mereka satu per satu.
ββ¦lebih baik tetap jadi masa lalu.β
Pintu kembali tertutup.
Hening.
βBarusan serem gak sih?β bisik Gemilau.
βSerem,β jawab Rosellina.
Farez mengangguk.
βSerem banget.β
Mereka akhirnya meninggalkan ruangan.
Namun ketika berjalan keluar, Sheina melihat sesuatu terjatuh di lantai.
Sebuah foto kecil.
Ia mengambilnya.
Foto itu tampak lebih tua dari yang lain.
Tidak ada keterangan di bagian depan.
Sheina membaliknya.
Tulisan tangan hitam memenuhi bagian belakang.
CLASS 404
Kelompok 8
Lima nama.
Satu orang tidak seharusnya kembali.
Sheina terdiam.
βGuysβ¦β
Keempatnya menoleh.
βAda apa?β
Sheina tidak langsung menjawab.
Ia hanya menunjukkan foto itu.
Dan untuk pertama kalinya sejak pagi, tidak ada satu pun dari mereka yang bercanda.
Karena mereka semua sadar akan satu hal...
Mereka berlima baru saja menjadi bagian dari sesuatu yang seharusnya sudah selesai.
π₯9β€2π1