𝐔𝐍𝐄𝐒𝐀 π”π§πŸπ’π₯𝐭𝐞𝐫𝐞𝐝
166 subscribers
29 photos
46 videos
56 links
CH RANDOM UNESA
BERISI POST , YEARBOOK, COLLAB, DLL
Download Telegram
OSPEK: SATYADHARMA

Prolog β€” Hari Pertama


Hari pertama menjadi mahasiswa baru Universitas Satyadharma seharusnya menjadi hari yang menyenangkan.

Setidaknya begitu yang tertulis di poster OSPEK.

β€œSELAMAT DATANG, GENERASI BARU SATYADHARMA!”

Bagi sebagian mahasiswa, kalimat itu terdengar membanggakan.

Bagi Farez, kalimat itu terdengar seperti ancaman.

β€œDam.”

β€œApa?”

β€œMenurut kamu, aku masih bisa pulang gak?”

Adam menoleh dari ujung kepala sampai kaki.

β€œKamu baru lima belas menit di kampus.”

β€œMakanya.. Aku masih punya kesempatan.”

Adam menghela napas.

β€œKamu pakai topi apa itu?”

Farez menyentuh benda di kepalanya.

β€œTopi.”

β€œItu panci.”

β€œTopi.”

β€œItu jelas panci.”

Dari sebelah mereka, Gemilau ikut melihat dan berceletuk.

β€œKalau nanti disuruh masak, Rez, kamu tinggal bilang siap.”

Farez mengangguk mantap.

β€œAku memang sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.”

β€œTermasuk dipanggil panitia?”

β€œGak.”

Belum sempat Adam menjawab, suara dari pengeras suara terdengar memenuhi halaman kampus.
β€œSeluruh mahasiswa baru, harap segera berkumpul sesuai kelompok yang telah ditentukan.”


Farez langsung berdiri.

β€œNah. Ini waktunya.”

β€œWaktunya apa?”

β€œMenentukan nasib.”

Mereka bertiga berjalan mencari nomor kelompok masing-masing.

Masalahnya, bukannya langsung menemukan kelompok sendiri, Farez justru berhenti di depan sebuah barisan.

β€œIni kelompok kita.”

Adam melihat papan di depan barisan.

β€œIni kelompok sembilan.”

β€œTerus?”

β€œKelompok kita delapan.”

Farez terdiam.

β€œOh.”

Gemilau menahan tawa.

β€œKamu yakin tadi baca angkanya?”

β€œYakin.”

β€œTerus?”

β€œAngkanya yang salah.”

β€œβ€¦β€

Setelah beberapa menit berputar-putar, akhirnya mereka menemukan barisan yang benar.

KELOMPOK 8.

Di sana sudah ada Rosellina dan Sheina yang sejak tadi menunggu.

β€œKalian dari tadi ke mana?” tanya Rosellina.

β€œEksplorasi kampus,” jawab Farez santai.

β€œKalian nyasar?”

β€œBahasanya jangan begitu.”

Sheina melihat name tag Farez.

β€œFar, name tag kamu kebalik.”

Farez melihatnya sebentar.

β€œIni bukan kebalik.”

β€œTerus?”

β€œIni namanya desain.”

Adam langsung menutup wajah.

Panitia yang berdiri di depan mereka akhirnya memperhatikan.

β€œKamu yang paling semangat?”

Farez menunjuk dirinya sendiri.

β€œLoh, Saya?”

β€œYa iya.”

β€œBisa jadi.”

β€œKalau begitu, berdiri paling depan.”

Senyum Farez perlahan menghilang.

β€œBisa gak saya tarik kembali jawaban tadi, Kak?”

β€œGak bisa.”

Hari pertama OSPEK resmi dimulai.

Dan dalam waktu kurang dari satu jam, Kelompok 8 sudah hampir kehilangan kesabaran.

Mereka diberi tugas membuat yel-yel, mencari beberapa benda di sekitar kampus, menjawab pertanyaan tentang Universitas Satyadharma, sampai berlari ke gedung fakultas hanya untuk mengambil sebuah kertas yang ternyata ada di tangan panitia.

β€œIni OSPEK atau perlombaan cari harta karun?” keluh Rosellina.

β€œDua-duanya,” jawab Sheina.

Farez yang sedang membaca lembar tugas tiba-tiba berhenti.

β€œEh.”

β€œApa?” tanya Adam.

β€œAda tugas terakhir.”

Gemilau mendekat.

β€œApa?”

Farez membaca tulisan di kertas.

β€œTemukan satu fakta tentang Universitas Satyadharma yang tidak tercantum dalam buku panduan mahasiswa.”


Mereka semua terdiam.

Adam mengernyit.

β€œBerarti cari sesuatu yang gak ada di buku?”

β€œBisa cari di internet,” kata Rosellina.

Sheina menggeleng.

β€œKayaknya gak sesederhana itu deh.”

β€œKenapa?”

Sheina menunjuk ke arah gedung perpustakaan.

β€œKalau mereka mau kita cari di internet, gak mungkin tugasnya dibuat seperti teka-teki.”

Farez mengikuti arah pandang Sheina.

β€œPerpustakaan?”

β€œPerpustakaan.”

β€œSerius?”

β€œSerius.”

Farez menghela napas.

β€œBaiklah. Demi kelulusan OSPEK.”

Mereka akhirnya masuk ke perpustakaan.

Setelah mencari hampir dua puluh menit, mereka menemukan sebuah lorong kecil di bagian belakang.

Di ujung lorong terdapat sebuah pintu tua.

Tulisan di atasnya sederhana.

ARSIP KEGIATAN MAHASISWA.

Adam menatap pintu itu.

β€œIni masih dipakai?”

β€œEntahlah,” jawab Sheina.

Farez memegang gagang pintu.

β€œKalau ada hantu, aku pulang.”

β€œBuka aja,” kata Gemilau.

Pintu itu terbuka dengan suara berderit.

Di dalamnya terdapat beberapa rak penuh dokumen dan album lama.

Rosellina mengambil satu album.

β€œIni Gen 1..”

Farez membuka halaman pertama.

ARSIP KEGIATAN MAHASISWA GEN 1 β€” 2025.

Mereka mulai melihat-lihat.

Sampai akhirnya sebuah foto menarik perhatian Sheina.

OSPEK GENERASI 1 β€” UNIVERSITAS SATYADHARMA, 2025.

Foto itu memperlihatkan sekelompok mahasiswa baru berdiri di depan gedung utama.

Farez menunjuk salah satu orang di dalam foto.

β€œEh, Bentar.”

β€œApa?” tanya Adam.

β€œYang itu.”

β€œKenapa?”

β€œEntahlah.”

Farez memperhatikan wajah orang tersebut lebih lama.

β€œKayaknya aku pernah lihat.”

Adam tertawa kecil.

β€œBaru juga masuk kampus.”

β€œMakanya aneh.”

Sheina mengambil album itu.

Di antara halaman foto tersebut, terdapat tulisan tangan menggunakan tinta hitam.

β€œJangan biarkan mereka mengulanginya.”

Senyum Farez langsung hilang.

β€œIni bercanda, kan?”

Tak ada yang menjawab.

Tiba-tibaβ€”

KLIK.

Pintu ruangan terbuka.

Seorang panitia berdiri di sana.

Mereka semua langsung menoleh.

β€œKalian ngapain di sini?”

Adam segera berdiri.

β€œKami cuma ngerjain tugas, Kak.”

Panitia itu berjalan mendekat dan mengambil album dari tangan Sheina.

β€œSiapa yang menyuruh kalian buka arsip ini?”

β€œTidak ada, Kak. Kami cuma—”

β€œCari tugas kalian di tempat lain.”

Nada suaranya berbeda.

Tidak seperti panitia yang sejak pagi sibuk meneriaki mahasiswa baru.

Lebih serius.

Lebih tegas.

Sebelum pergi, panitia itu berhenti sejenak.

β€œKarena beberapa hal di kampus ini…”

Ia menatap mereka satu per satu.

β€œβ€¦lebih baik tetap jadi masa lalu.”

Pintu kembali tertutup.

Hening.

β€œBarusan serem gak sih?” bisik Gemilau.

β€œSerem,” jawab Rosellina.

Farez mengangguk.

β€œSerem banget.”

Mereka akhirnya meninggalkan ruangan.

Namun ketika berjalan keluar, Sheina melihat sesuatu terjatuh di lantai.

Sebuah foto kecil.

Ia mengambilnya.

Foto itu tampak lebih tua dari yang lain.

Tidak ada keterangan di bagian depan.

Sheina membaliknya.

Tulisan tangan hitam memenuhi bagian belakang.

CLASS 404

Kelompok 8

Lima nama.

Satu orang tidak seharusnya kembali.

Sheina terdiam.

β€œGuys…”

Keempatnya menoleh.

β€œAda apa?”

Sheina tidak langsung menjawab.

Ia hanya menunjukkan foto itu.

Dan untuk pertama kalinya sejak pagi, tidak ada satu pun dari mereka yang bercanda.

Karena mereka semua sadar akan satu hal...

Mereka berlima baru saja menjadi bagian dari sesuatu yang seharusnya sudah selesai.
πŸ”₯9❀2πŸ‘1