Timokrasi: Reputasi Konglomerasi.
2 photos
1 video
3 links
Calaina cacala cacah-sirah, ki ageng adyapi angléh 'tuk angling anglaksa beranjak nang anis aksa. Tak menerima manusa nang cala wenthah amerga biang calabéka! Harap-harap pengertiannya.
Download Telegram
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
https:t.me/Paritrana/2. Tepat tarikh sembilan pada chandra ketiga di warsa dua ribu satu silam; pasak-pasak tersusun pada tengah malam dengan desah isak-rintih salah eka pendalang fasakh nang tak lain sang ibunda, kala berjerih-payah melahirkan ananda.
13 Maret 1755.

“Setelah selesai Perjanjian Pembagian Daerah itu, Pengeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta.”
#SR. TAKLIMAT DEKLARASI

I. Peneroka Wara-Wara
Bait-bait klausa tersusun, dengan jatmika asmi jelaskan bahwa kanal ini tercipta hanya 'tuk bermain lakon semata. Segala media rupa jua alunan melodi yang sayahanda guna pada kanal berasal dari jejaring media.

Menerusi lensa diskusi yang seterusnya, maka hamba beritahu 'kan bahwasanya saya: (@TakIimat) selaku atma pemeraga, tiada memiliki relasi apapun dengan pemilik rupa apik nyata yang hamba guna pada buana fana.

II. Separatis Abatis
Wara-Wara di tegaskan 'tuk para khalayak yang tiada paras rupa 'tuk diperaga, rasis krisis, egoistik anti kritik, persatuan lingkup hidup perlakonan nan realita danta, jua hal-hal kontradiktif ekstensif dimohon 'tuk tidak berkorelasi 'pun berinteraksi dengan saya.

III. Cugat Delegat
Sekelumit bait-bait berjerait secara eksplisit, berjerumat memberi maklumat perihal suatu cugat. Mengenai suatu hal yang murni hasil spekulasi sayahanda pribadi pada kanal ini, dan tidak sedikitpun bertoleransi mengenai tindakan plagiarisasi bertopeng menelusuri inspirasi. Khalayak sila 'tuk menilik namun tidak dengan meng-klaim sebagai pemilik. Pabila berhasrat 'tuk meliput, sila 'tuk menyebut pinta pada yang bersangkut.

Menjengah idealisme yang terakhir, sahayanda menyedia kanal dengan aksara pengenal @Melatarkan 'tuk mencetuskan asma-asma para sang pujangga yang beberapa karya nya t'lah saya publikasikan kembali pada kanal saya.
Reminisensi praja Pedati, 1945-1955.
Babad hikayat kala direformasi!
Babad hikayat kala direformasi!
Babad hikayat kala direformasi!
Wiyata Raja Para Kukila: Sang Penguasa Nabastala

Saujana kukila-kukila menghiasi nabastala nan meriahkan jumantara dengan suara-suara nya yang berisik ditemani dengan dersik. Mengenai suatu entitas makhluk hidup yang dapat terbang nan melayang bebas, lantas langsung terlintas dengan sejenak dalam benak. Tentang maklumat suatu narapati pada setiap tempat yang di tempati. Jika jenggala memiliki singa buas, dan segara memiliki banyak entitas ganas. Maka jumantara memiliki kukila-kukila yang gagah jua tegas.

Berceritera tentang narapati nya jumantara. Maklumat-maklumat t'lah tersusun dengan menyangkut tentang kompetensi absolut. Menjura dengan jatmika, sebagai peneroka, ini tentang ia seekor kukila yang memiliki aerodinamika yang nirmala. Di awali dari hal terkecil seperti ketangguhannya 'tuk jauh terbang tinggi menghampiri mentari. Di tunjang dengan netra dan rupa nya yang tajam, mampu menerjang banyak jalan termasuk jua jenggala rindang. Jiwa nya sangat tenang nan menenangkan. Lantas, tersebutlah asma elok miliknya, ia: rajawali sang narapati. Kerap di kenal oleh khalayak sebagai kukila pemangsa dan pendeteksi dengan ambisi yang bukan lagi tingkat ugahari.

Ini tentang rajawali, tentang gelar yang bukan hanya sekedar gelar. Rajawali tak pernah kalah sangar dengan para saudara-saudari nya, rajawali sangat tegar. Seekor narapati yang bukan sembarang narapati. Sedari bahari, ia jua sudah jelas di ketahui trengginas dan undagi. Ia amat akurat, jua termasuk ke dalam golongan aristokrat. Paradigma filosofi rajawali dengan aristokrasi ini yang banyak di adopsi sebagai 'citra merek' dan melahirkan banyak pahatan kesempatan bagi para insan. Meraki memanjatkan litani, menorehkan beberapa asa pada pemilik alam semesta, harap-harap tercipta banyak pinta pada ia yang maha Kuasa, menyemogakan segala usaha dapat melesat dengan tepat dan mendapat banyak taklimat jua cepat berdaulat tinggi seperti rajawali serta-merta memiliki visi dan ambisi yang mugia dapat mempertahankan konsistensi.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Babad hikayat kala direformasi!
Bestowing my heartfelt greetings to everyone who reads my message right now! May you please help me to forward this message? I just did a temporary swap for a while and i can't keep my username @TakIimat because this username got limitations from telegram, then i wait around twenty-minute and guess what? Someone already kept my username id. For anyone who keeps my username, can you return it to me? Or you can hit my bot @Autokratbot and i have a lot of proof if you need it. I know that you are a kind person. Thank you.
Babad hikayat kala direformasi!
IX Tri: Dwi Uni Warsa — Berkat Maha Esa

Dawat terguna memahat abjad-abjad nang membentuk hikayat babad menyurat daya muat rubaiyat. Adat istiadat ribatat setempat direktorat. Segala waadat tercatat dalam diktat milik aristokrat, riwayat angkat setakat akhir hayat menjemput darul akhirat. Taklimat itikad arwah derivat fasakh ekspaktriat terjerat jagat bertabiat gelagat jahat, lantas pantas atas asas berafwah memperlawah maklumat adabiah makrifat!

Mudah-mudah tak terlibat kancah-kawah pukat nang degenerat, upaya tiada damprat tak delikat hasrat dilimpah-ruah oleh rakyat jagat. Khalwat—sarat muslihat demokrat. Sira zat delegat tak berdamat, iradat hasrat berjabat derajat alimiat diplomat serta-merta aristokrat nang berdaulat. Asmi, aklimatisasi diplomasi pedusi autokrasi. Perpatih terpatri shahih, mahapatih Gayatri Rajapatni. Kartini masa kini: Adiningratih Jayawisnuwardhani! ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ