Shakun
2 subscribers
44 photos
3 files
10 links
Shakuntala/Greyse.
Completely unrelated to them in the real world.
Download Telegram
🫧 Feets rested on the rocks. The good memories that are stored are in the vast ocean that stretches around the world. The girl, with a smile and a sad look in her eyes. Even the butterflies accept th' beauty 🦋
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
To everyone, watch the latest movies that are only released on Netflix. These three people become part of a very extraordinary trilogy! Discover the story in a film called "Blind For Us" played by all—Greyse, Ayyiled, and Josianne.
Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan, ada sebuah tempat di mana masyarakat saling bertikai. Bukan sekedar bermesraan tapi juga memaksakan kehendak, tidak hanya saling memaksa tapi saling menikmati. Suatu jenis aktivitas terlarang dilakukan di dalam, namun orang-orang di luar sepertinya memakluminya. Seolah-olah tidak ada suara yang terdengar saat memasukinya.

Abrisham, seorang agen dari negara Uni Soviet melancarkan aksinya untuk membobol jaringan terlarang yang digunakan untuk mengkhianati organisasi negaranya.

Seizanné. Seorang wanita yang lebih tangguh daripada kelihatannya. Tatapannya yang tajam sudah cukup membuat orang lain bergidik. Penyamarannya selalu menakjubkan. Seorang wanita pintar yang mampu mengutak-atik sistem algoritmik sehingga bahkan mungkin passwordnya pun tidak bisa dibobol dalam sekejap mata.

Dialah sasarannya.

Abrisham berada tak jauh dari gadis itu. Dia tahu bahwa Seizanné tidak memihak organisasi mana pun, tetapi dia selalu suka bermain-main, bermain-main dengan organisasi besar negara. Abrisham harus mendapatkan Seizanné di sisinya. Apapun itu, dia akan melakukannya.

Wanita itu mengangkat sampanye yang dia minum dengan percaya diri sambil melihat sekeliling. Dan Abrisham melangkah mendekati Seizanné.

"Aku tahu kamu sudah berada di dekatku selama ini."

Abrisham mengangkat alisnya, sedikit terkejut dengan penuturan Seizanné, kemudian terkekeh. "Benar-benar seorang Seizanné, huh?

Seizanné menoleh dan berkata, "Katakan apa yang kau inginkan."

Abrisham tersenyum miring. "Kau."
I'd say thank you for Abrisham & Seizanné!! Terima kasih sudah berkenan menjadi tokoh di plot yang tidak seberapa ini 🫶🫶
[] Just wanna say that i'm not using @ anymore. Shakuntala already leaving this Rps. Thank you
Forwarded from — Saint & Daint —
──────────────── • ✦

"Avant que mon corps ne tombe en poussière, j'ai détruit tous tes successeurs!" (Sebelum ragaku hancur menjadi debu, sudah ku binasakan semua penerus mu!)

Dametria, seorang gadis berparas cantik yang harus kehilangan ayah dan juga ibunya sewaktu dia beranjak remaja. Waktu itu, musim dingin yang beku, gadis remaja itu berjalan menggenggam sebongkah obor mendekati kedua jasad orang tua nya yang membeku. Dia melempar obor itu membiarkan api membakar jasad orang tua nya. Dametria melihat api membara pada bola mata biru nya, dia melihat sendiri bagaimana kedua orang tuanya menjadi abu.

Seorang wanita berparas cantik menghampiri nya, bulu ekor rubah itu melilit pada leher jenjang nya, sepertinya sangat hangat ketika lehermu dililit bulu rubah ditengah salju ini. Dia berbisik sesuatu yang membuat hatiku ikut terbakar nyeri bersamaan dengan api yang sedang menjadikan jasad kedua orang tua nya menjadi abu.

"Vos parents ont été forcés d'être tués au lieu de mourir dans l'exercice de leurs fonctions." (Orang tua mu, dipaksa untuk dibunuh bukan mati dalam tugasnya.)

'Maksudnya? Ini sudah bagian dari rencana?'

Hati Dametria seperti terhunus ribuan belati, pihak Academy meminta kedua orang tuanya yang terkenal kala itu sebagai seorang profesor nuklir dari Uni Soviet, kini harus merenggang nyawa pada pihak Prancis yang sudah mengundang kedua orang tuanya untuk membantu Prancis mempertahankan negara nya dalam misi pendidikan pemimpin dunia. Dalam misi ini terdapat anak sekaligus penerus keluarga Clorence yang amat terkenal seantero Prancis karena berkat Academy yang mereka dirikan menyumbang banyak untuk perekonomian negara Prancis kala itu.

────────────────

Dametria mengikuti langkah wanita itu menyusuri lorong loby yang teramat panjang. Matanya terbelalak melihat aula yang sangat besar dan ada belasan gadis sedang berlatih katana. Decitan suara sepatu bergesekan dengan lantai membuat suaranya terdengar sangat keren. Wanita itu mengajak nya ke pusat Madame's, tempat yang sangat rahasia, tempat pelatihan para gadis yang di persiapkan untuk balas dendam.

"Apa yang akan aku lakukan disini, Madam?" Tanya polos Dametria pada wanita tadi.

1 tahun berlalu tanpa terasa, kini Dametria sudah menduduki peringkat pertama pada bidang nuklir dan juga bela diri. Lihatlah tubuh gadis itu sangat molek seperti gitar spanyol. Dia memiliki otot yang kuat, sangat cukup untuk membuat rahang musuhnya retak.

Seseorang wanita sedang tersenyum melihat Dametria dari sudut ruangan. Gadis yang lemah yang dia bawa kini sudah tumbuh menjadi alat balas dendam yang luar biasa. "J'espère que tu pourras tuer des gens qui font des choses barbares aux autres créatures de Dieu, Dametria choque Clorence avec ton corps et ta beauté, Ameen" (Saya harap kamu dapat membunuh orang yang melakukan hal biadab kepada sesama makhluk Tuhan nya, Dametria guncangkan Clorence dengan raga dan kecantikan mu, Ameen)

──────────────── • ✦
Forwarded from — Saint & Daint —
𝐒𝐀𝐈𝐍𝐓 & 𝐃𝐀𝐈𝐍𝐓

“Sebenarnya siapa dirimu, Liella?” tanya Mario parau sembari mendekatkan wajahnya pada wajah Dametria. Dahinya ia sentuhkan pada dahi Dametria. Napasnya ia hembuskan teratur sembari menghirup aroma seorang Dametria.

“Kau akan sakit jika tahu,” jawab Dametria kemudian menjauhkan wajahnya dari Mario. Sebenarnya apa yang akan Mario lakukan padanya? Dametria kini menahan tangisannya agar tidak keluar.

“Bagaimana jika aku sudah tahu?” gumam Mario.

“Seharusnya kau berhati-hati, Mario … Ini sudah dua tahun, dan kau baru menyadarinya? Kau terlambat, Mario."

𝓢𝐚𝐢𝐧𝐭 & 𝓓𝐚𝐢𝐧𝐭
©@OFCTHEMADAME'S